BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.4. Hasil Penelitian
karena banyaknya peluang untuk maju atau mengembangkan potensi diperoleh 12 orang atau 28,6 % memberikan jawaban sangat setuju, 5 orang atau 11,9 % memberikan jawaban setuju, 9 orang atau 24,1 % memberikan jawaban ragu-ragu serta 16 orang atau 38,1 % memberikan jawaban tidak setuju.
Tabel 5.8 Hasil uji item variabel
Variabel Item Korelasi
Item Total
R
Kritis Keterangan Kepuasan kerja pegawai (Y)
Kepemimpinan transformasional (X1)
Motivasi kerja (X2)
Komitmen organisasi (X3)
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
0,335 0,720 0,869 0,440 0,452 0,373 0,706 0,751 0,484 0,332 0,421 0,394 0,725 0,435 0,318 0,858 0,579 0,858 0,867 0,867
0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30 0,30
Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Lampiran
b. Uji Reliabilitas
Pengujian reliabilitas dengan internal concistency dilakukan dengan cara menguji instrumen hanya sekali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Cronbach’s Alpha. Konsep reliabilitas menurut pendekatan ini adalah konsistensi antara item-item dalam suatu instrumen. Tingkat keterkaitan antar
item pernyataan dalam suatu instrumen untuk mengukur Variabel tertentu menunjukkan tingkat reliabilitas konsistensi internal instrumen yang bersangkutan.
Dari hasil pengolahan data, nilai alpha masing-masing Variabel dapat dilihat pada Tabel 5.9. sebagai berikut :
Tabel 5.9
Uji reliabilitas gabungan variabel
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item- Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item
Deleted
X01 74,7381 72,442 ,290 ,905
X02 75,1905 67,573 ,684 ,897
X03 75,1667 62,923 ,842 ,891
X04 74,4286 70,592 ,383 ,904
X05 74,6429 70,918 ,402 ,903
X06 75,1190 70,644 ,298 ,906
X07 75,1667 67,850 ,669 ,897
X08 75,1190 66,351 ,713 ,896
X09 74,7143 70,843 ,438 ,903
X10 74,7381 71,418 ,262 ,907
X11 75,0000 69,024 ,331 ,907
X12 75,0476 69,900 ,311 ,907
X13 75,0476 64,339 ,670 ,896
X14 75,0952 69,015 ,349 ,906
X15 75,4762 71,670 ,250 ,907
X16 75,2143 63,246 ,830 ,891
X17 75,0476 68,437 ,523 ,900
X18 75,2143 63,246 ,830 ,891
X19 75,1905 62,841 ,839 ,891
X20 75,1905 62,841 ,839 ,891
Hasil pengolahan data melalui program analisa data SPSS ver. 17 maka dapat dilihat nilai Alpha Cronbach masing-masing variabel yang meliputi kepemimpinan
transformasional, motivasi kerja dan komitmen organisasi mempunyai nilai masing- masing variabel lebih besar dari 0,60 yang dapat diartikan masing-masing variabel yang ada dapat dikatakan memenuhi persyaratan atau variabel tersebut bisa dikatakan reliabel.
2. Uji Analisis Regresi Linear Berganda
Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan asumsi persamaannya sebagai berikut :
Y = b0 + b1X1 +b2X2 + b3X3 + e Dimana :
Y = Kepuasan kerja pegawai
X1 = Kepemimpinan transformasional X2 = Motivasi kerja
X3 = Komitmen organisasi b0 = Konstanta
b1-3 = Koefisien regresi
e = Residual atau random error
Dengan menggunakan alat bantu program analisa data SPSS Ver. 17 maka diperoleh nilai koefisien regresi masing-masing variabel yang meliputi kepemimpinan transformasional, motivasi kerja dan komitmen organisasi, dapat dijelaskan sebagai berikut :
Tabel 5.10
Hasil perhitungan regresi
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -9,751 4,202 -2,320 ,026
Kepemimpinan transformasional ,583 ,427 ,331 1,364 ,181
Motivasi kerja ,359 ,399 ,203 ,900 ,374
Komitmen organisasi ,495 ,178 ,351 2,778 ,008
a. Dependent Variable: Kepuasan kerja pegawai
Sumber : Data Diolah, 2019
Berdasarkan hasil print out SPSS diperoleh koefisien dalam perhitungan regresi di atas, maka persamaan regresinya menjadi :
Y = -2,320+ 1,364X1 +,900X2 + 2,778X3
Persamaan regresi linear berganda di atas dapat diinterpretasikan sebagai berikut : 1. Formulasi regresi linear berganda di atas diperoleh nilai konstanta sebesar -
2,320 mempunyai pengertian bahwa jika skor meliputi kepemimpinan transformasional, motivasi kerja dan komitmen organisasi nilainya tetap/konstan maka terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare mempunyai nilai sebesar -2,320.
2. Nilai koefisien regresi kepemimpinan transformasional (X1) sebesar 1,364 berarti ada pengaruh positif kepemimpinan transformasional terhadap
kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare sebesar 1,364 sehingga apabila skor kepemimpinan transformasional naik 1 poin maka akan diikuti dengan kenaikan skor terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare sebesar 1,364 poin.
3. Nilai koefisien regresi motivasi kerja (X2) sebesar 0,900 berarti ada pengaruh positif motivasi kerja terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare sebesar 0,900 sehingga apabila skor motivasi kerja naik 1 poin maka akan diikuti dengan kenaikan skor terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare sebesar 0,900 poin.
4. Nilai koefisien regresi komitmen organisasi (X3) sebesar 2,778 berarti ada pengaruh positif komitmen organisasi terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare sebesar 2,778 sehingga apabila skor komitmen organisasi naik 1 poin maka akan diikuti dengan kenaikan skor terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare sebesar 2,778 poin.
3. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dari persamaan regresi linear berganda di atas dibuktikan dengan menguji.
a. Multikolinearitas
Uji multikolinearitas berfungsi untuk mendeteksi ada atau tidak adanya gejala multikolinearitas dengan menggunakan besaran nilai VIF (Variance Inflation Factor) yang diolah menggunakan alat bantu program analisa data SPSS ver. 17 dimana nilai VIF dari masing-masing variabel bebas mempunyai nilai diantara 1 (satu) sampai dengan 10 (sepuluh). Berdasarkan Tabel 5.11. dapat dijabarkan nilai VIF masing- masing variabel sebagai berikut :
Tabel 5.11
Hasil uji multikolinearitas
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) -9,751 4,202 -2,320 ,026
Kepemimpinan transformasional
,583 ,427 ,331 1,364 ,181 ,196 5,101
Motivasi kerja ,359 ,399 ,203 ,900 ,374 ,227 4,400
Komitmen organisasi ,495 ,178 ,351 2,778 ,008 ,723 1,383 a. Dependent Variable: Kepuasan kerja pegawai
Sumber : Data Diolah, 2019
b. Heterokedastisitas
Heterokedastisitas dilakukan untuk menguji apakah variabel pengganggu mempunyai varians yang sama atau tidak. Suatu persamaa regresi dikatakan mempunyai heterokedastisitas apabila dalam hasil pengolahan data menggunakan
SPSS ver. 17 tidak menggambarkan suatu pola yang sama dan membentuk suatu garis lurus atau bisa dikatakan bersifat homokedastik. Dalam penelitian ini gambar grafik scatter plot dapat ditampakkan dalam gambar 5.2.
Sumber : Data Diolah, 2019
Gambar 5.2 Grafik scatter plot
Dalam penampilan gambar grafik Scatter Plot menunjukkan pola penyebaran pada titik-titiknya dan tidak membentuk suatu pola tertentu sehingga dalam penelitian ini bisa dikatakan tidak mengandung heterokedastisitas.
c. Autokorelasi
Autokorelasi merupakan suatu keadaan dimana variabel pengganggu pada periode yang lain. Untuk mendeteksi ada tidaknya autokorelasi dapat dilihat dengan nilai Durbin-Watson. Apabila nilai Durbin-Watson dalam penelitian ini mendekati 2
(dua) maka bisa dikatakan bahwa penelitian ini tidak mengandung autokorelasi.
Hasil dari penelitian ini dapat dilihat dari analisa pengolahan data menggunakan SPSS ver. 17 menunjukkan bahwa nilai Durbin-Watson berjumlah 1,578 sehingga penelitian ini bisa dikatakan tidak mengandung autokorelasi.
Tabel 5.12 Hasil uji autokorelasi
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 ,902a ,813 ,798 ,92127 1,578
a. Predictors: (Constant), Kepuasan kerja pegawai, Komitmen organisasi, Motivasi kerja b. Dependent Variable: Kepemimpinan transformasional
Sumber : Data Diolah, 2019
d. Normalitas
Untuk mengetahui hasil perhitungan bersifat normalitas dapat dilakukan dengan melihat gambar histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Dalam penelitian ini terlihat bahwa untuk pengujian normalitas menunjukkan sifat normal dengan ditampilkannya diagram probability plot yang membentuk pola garis lurus seperti yang terlihat dalam gambar 5.3 berikut ini :
Sumber : Data Diolah, 2019
Gambar 5.3 Uji normalitas
4. Pengujian Hipotesis
Untuk menguji hipotesis yang berkembang saat ini maka dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa pengujian, yaitu :
Uji t (Pengujian secara parsial)
Uji F (Pengujian secara simultan)
Uji Beta (Pengujian secara dominan)
Dengan dibantu menggunakan program analisa pengolahan data SPSS Ver.
17., yang dapat diuraikan dan dijelaskan sebagai berikut :
a. Pengujian Secara Parsial (Uji-t)
Untuk menguji variabel secara parsial atau sendiri-sendiri variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) dapat digunakan uji t. Ini dapat dilihat dalam hasil analisa pengolahan data SPSS ver. 17 yang tertuang dalam Tabel 5.13 berikut :
Tabel 5.13 Hasil uji t
Model t hitung Sig
Constanta X1
X2
X3
1,315 8,173 1,741 1,364
0,196 0,000 0,090 0,181
Sumber : Data Diolah, 2019
Adapun hasil uji t masing-masing variabel dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Pengaruh kepemimpinan transformasional (X1) terhadap kepuasan kerja pegawai
pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare (Y).
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan alat uji SPSS ver. 17
diketahui bahwa nilai thitung variabel kepemimpinan transformasional sebesar 8,173 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000.
Dalam penelitian ini digunakan tingkat signifikan α = 0,05 dengan derajat bebas (n-k-1) = 26. yang ditentukan t tabel sebesar 2,060.
Oleh karena thitung sebesar 8,173. lebih besar dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,060 yang berarti variable kepemimpinan transformasional signifikan mempunyai pengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare .
2. Pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare (Y). Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan alat uji SPSS ver. 17 diketahui bahwa nilai thitung variabel motivasi kerja sebesar 1,741 dengan tingkat signifikan sebesar 0,090. Dalam penelitian ini digunakan tingkat signifikan α = 0,05 dengan derajat bebas (n-k-1) = 26 yang ditentukan t tabel sebesar 2,060. Oleh karena thitung sebesar 1,741 lebih kecil dibandingkan dengan t tabel sebesar 2,060 yang berarti variabel motivasi kerja tidak pengaruh positif terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare .
3. Pengaruh komitmen organisasi (X3) terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare (Y).
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan alat uji SPSS ver. 17 diketahui bahwa nilai thitung variabel komitmen organisasi sebesar 1,364 dengan tingkat signifikan sebesar 0,181. Dalam penelitian ini digunakan tingkat
signifikan α = 0,05 dengan derajat bebas (n-k-1) = 26 yang ditentukan t tabel
sebesar 2,060. Oleh karena thitung sebesar 1,364 lebih kecil dibandingkan dengan t
tabel sebesar 2,060 yang berarti variabel komitmen organisasi tidak pengaruh positif terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare .
Dari uraian uji t dengan menggunakan program analisa data SPSS ver. 17 maka diketahui bahwa ketiga variabel bebas/independen (X) signifikan berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare dengan ringkasan sebagai berikut :
Variabel kepemimpinan transformasional (X1) dengan nilai thitung 8,173 > t
tabel 2,060
Variabel motivasi kerja (X2) dengan nilai thitung 1,741 < t tabel 2,060
Variabel komitmen organisasi (X3) dengan nilai thitung 1,364 < t tabel 2,060
b. Pengujian Secara Simultan (Uji-F)
Uji F berfungsi untuk menguji variabel kepemimpinan transformasional, motivasi kerja dan komitmen organisasi, apakah dari ketiga variabel yang diteliti mempengaruhi secara simultan terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare . Analisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu program pengolahan data SPSS ver. 17 yang dapat dijelaskan dalam Tabel 5.14. berikut :
Tabel 5.14 Hasil Uji F
ANOVAa
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 140,320 3 46,773 55,110 ,000b
Residual 32,252 38 ,849
Total 172,571 41
a. Dependent Variable: Kepemimpinan transformasional
b. Predictors: (Constant), Kepuasan kerja pegawai, Komitmen organisasi, Motivasi kerja
Sumber : Data Diolah, 2019
Berdasarkan hasil perhitungan SPSS ver. 17 yang dituangkan dalam tabel di atas, maka dapat dilakukan pengujian hipotesis sebagai berikut : Berdasarkan hasil analisa data SPSS diketahui Fhitung sebesar 55,110 dengan signifikan 0,000. Tingkat signifikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah = 0,05 atau dengan interval keyakinan sebesar 95% dengan df (n-k-1) = 34 dan ditentukan nilai Ftabel = 2,70.
Oleh karena nilai Fhitung sebesar 55,110 berarti variabel bebas/independen (X) yang meliputi kepemimpinan transformasional, motivasi kerja dan komitmen organisasi secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare bisa dikatakan signifikan karena dari pengujian menunjukkan bahwa hasil Fhitung = 55,110 lebih besar dari F tabel = 2,70 atau bisa dikatakan Ho ditolak dan Ha diterima.
c. Pengujian Secara Dominan (Uji Beta)
Uji beta yaitu untuk menguji variabel-variabel bebas/independen (X) yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap variabel terikat/independen (Y) dengan menunjukkan variabel yang mempunyai koefisien beta standardized tertinggi.
Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS maka dapat dilihat dalam tabel berikut ini :
Tabel 5.15 Uji hasil beta
Model Beta Sig
Constanta X1
X2
X3
1,315 8,173 1,741 1,364
0,196 0,000 0,090 0,181 Sumber : Data Diolah, 2019
Berdasarkan hasil nilai beta standardized diketahui bahwa variabel-variabel yang meliputi kepemimpinan transformasional, motivasi kerja dan komitmen organisasi maka yang mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare adalah variabel komitmen organisasi (X1).
Penelitian ini juga menemukan besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang dapat dilihat dari nilai koefisien determinasi (R square) dan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 5.16 Hasil uji determinasi
Model R R Square
1 0,902 0,813
Sumber : Data Diolah, 2019
Nilai koefisien determinasi (R square) sebesar 0,813 yang dapat diartikan bahwa variabel bebas/independen (X) yang meliputi kepemimpinan transformasional, motivasi kerja dan komitmen organisasi mempunyai kontribusi terhadap kepuasan kerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah Kota Parepare sebesar 81,3%, sedangkan sisanya sebesar 18,7%
dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.