• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen ANALISIS MANAJEMEN STRATEGI DALAM (Halaman 51-70)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

produk indihome, dan adapula yang keluar menghadapi rapat misalnya ke Telkom balaikota , serta para sales indihome seperti biasa pagi-pagi sudah berkumpul dikantor sebelum terjun ke lapangan.

Data informan perusahaan ditunjukkan pada Tabel 4.1.

yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.1

Daftar Informan Dalam Perusahaan

No Nama Inisial Jenis

Kelamin Jabatan

1 Wage

Irjayanto WI Laki-laki Kepala Kantor Kandatel Gowa

2 Mutmainnah MT Perempuan Asisten Sales dan Costumer

3 Herry

Soeharyono HS Laki-laki Asisten Manager

Ada tiga informan yang dilakukan dalam wawancara untuk penelitian ini. Penyedia informasi terdiri dari dua orang pria dan satu orang perempuan, dan posisi penyedia informasi dalam wawancara ini adalah Kepala Kantor Kandatel Gowa, Asisten Sales dan Costumer, dan Asisten Manager.

Para peneliti juga mewawancarai informan eksternal yang merupakan konsumen. Para peneliti secara acak memilih 2 orang di antaranya untuk diwawancarai. Kedua orang yang dipilih secara acak ini memiliki latar belakang yang berbeda. Data informan dalam penelitian ditunjukkan pada Tabel 4.2 yaitu sebagai berikut:

Tabel 4.2

Daftar Informan Luar Perusahaan

No Nama Inisial Jenis

Kelamin

Usia Pekerjaan Pendidikan Terkahir 1 Andi

Darwin AD Laki-laki 30 Tahun Karyawan S2 2 Muh.

Aswin MA Laki-laki 40 Tahun

Wiraswasta S1

Informan dari luar perusahaan pada penelitian ini terdiri dari 2 orang yang terdiri dari 2 orang laki-laki. Umur informan beragam mulai dari 30 tahun, sampai dengan umur 40 tahun.

Dengan pekerjaan berbeda-beda mulai dari karyawan hingga wiraswasta. Riwayat pendidikan Informan eksternal S1, dan S2.

2. Analisis SWOT

Proses analisis SWOT dilakukan untuk menguji sifat permintaan dan tekanan pihak eksternal, mengidentifikasi peluang dan kendala, sumber daya dan menilai kapasitas internal. Hasil penilaian SWOT mengarahkan perusahan dalam pengembangan strategi untuk membangun kekuatan, mengatasi kelemahan, menangkal ancaman, dan mengeksploitasi peluang. Analisis SWOT memberikan informasi yang berguna untuk menyelaraskan sumber daya dan kemampuan dengan lingkungan yang kompetitif terhadap perusahaan. Model ini dapat digunakan untuk menentukan strategi dan berlaku juga untuk semua situasi membuat keputusan. Berikut definisi masing-masing elemen SWOT (Sejati, 2016).

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategi yang digunakan untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman organisasi (Marginingsih, 2019). Empat faktor yang membentuk suatu analisis disebut SWOT. Proses ini melibatkan penentuan tujuan spesifik spekulasi bisnis dan bagaimana faktor internal dan eksternal mendukung dan gagal mencapai tujuan bisnis. Menyampaikan semua data yang tersedia baik dalam

bentuk numerik maupun dalam bentuk informasi yang dapat diinterpretasikan secara singkat, padat, jelas, dan logis.

a. Kekuatan (Strenght)

1) Dari sisi keuangannya Telkom Kandatel Gowa terus menunjukkan peningkatan

Berdasarkan hasil wawancara dengan WI sebagai Kepala Kantor Kandatel Gowa yaitu sebagai berikut:

“Seperti yang Anda lihat dari peningkatan arus kas dan rasio utang yang tinggi, kekuatan finansial Telkom Kandatel Gowa sangat kuat, sehingga memudahkan untuk melakukan investasi besar pada peralatan telekomunikasi”

Dari hasil wawancara tersebut diharapkan Telkom yang memiliki kekuatan tersebut dapat terus memanfaatkan posisi keuangannya secara efektif dan efisien agar dapat terus memberikan nilai lebih untuk mencapai tujuan perusahaannya.

2) Customer Based Telephone yang besar sebagai potensi upselling (peningkatan penjualan)

Saat menerapkan strategi bisnis, penting untuk diketahui bahwa perusahaan atau industri dapat memberikan dampak yang signifikan bagi perusahaan. Berdasarkan hasil wawancara dengan MT sebagai Asisten Sales dan Costumer pada Telkom Kandatel Gowa yaitu sebagai berikut:

“Salah satu strategi bisnis yang dilakukan Telkom Kandatel Gowa adalah mengidentifikasi potensi upsell yang menjadi salah satu kekuatannya.”

Berdasarkan hasil wawancara, kemungkinan upselling memungkinkan konsumen untuk membeli model yang lebih

mahal dari merek atau kategori produk yang sama, atau menambahkan model asli dengan fitur tambahan yang saya miliki. Pada dasarnya tidak sedikit konsumen yang cenderung berpikir serius dalam membeli suatu produk dengan memilih produk yang lebih mahal dan berkualitas. Dalam hal ini, menjaga kebutuhan dan keinginan konsumen menjadi kunci utama dalam kegiatan upselling. Berdasarkan hasil wawancara dengan WI sebagai Kepala Kantor Kandatel Gowa menambahkan terkait dengan upselling yaitu sebagai berikut:

“Salah satu produk andalan Telkom Kandatel Gowa saat ini, IndiHome, sangat sukses dengan paket layanan terintegrasi berbasis jaringan serat optik, yang meliputi layanan telepon rumah, Internet berkecepatan tinggi, dan layanan televisi interaktif dengan teknologi IPTV.”

Berdasarkan hasil wawancara diatas bahwa banyaknya layanan Telkom yang berhasil dimasyarakat sehingga Telkom bisa memanfaatkan potensi upselling.

3) Jumlah kapasitas alprod FTTH

Teknologi Fiber to the Home (FTTH) merepresentasikan kemajuan teknologi saat ini berupa desain jaringan dari kantor pusat hingga pelanggan. Ini membuat media transmisi menjadi serat optik. Jaringan ini dibangun dengan tujuan untuk memenuhi dan meningkatkan kepuasan pelanggan pada kecepatan akses internet.

Berdasarkan hasil wawancara dengan WI sebagai Kepala Kantor Kandatel Gowa yaitu sebagai berikut:

“Untuk instalasi baru di tempat pelanggan Telkom seperti pada produk Indihome maka dilakukan dengan jaringan kabel diubah menjadi jaringan FTTH untuk membangun jaringan FTTH. Dalam hal ini Telkom sudah siap mengkomersilkan pemasangan Indiome Fiber sebanyak 250K.”

4) Ada banyak instansi termasuk instansi pemerintah yang membeli layanan telekomunikasi.

Hal ini menunjukkan pesatnya pertumbuhan ekonomi real estate di berbagai wilayah di Indonesia. Dalam hal ini, Telkom menjadi faktor kekuatan Telkom dalam upaya memperoleh aset berupa tanah dan bangunan bernilai strategis nasional melalui anak perusahaannya Telkom.

Berdasarkan hasil wawancara dengan HS sebagai Asisten Manager pada Telkom Kandatel Gowa yaitu sebagai berikut:

“Telekom Property telah menandatangani kontrak dengan beberapa PT untuk mempercepat implementasi optimalisasi aset Telekom secara nasional dan sejalan dengan portofolio baru untuk meningkatkan nilai asetnya.”

Berdasarkan hasil wawancara diatas dan ditambahkan oleh WI sebagai Kepala Kantor Kandatel Gowa bahwa titik penjualan yang berkembang pesat ini dapat menjadi saluran penjualan untuk semua produk Telkom Group dan dapat menjadi contoh pengembangan pusat kreatif dengan akses Internet berkecepatan tinggi.

Ketersediaan akses internet berkecepatan tinggi dapat memfasilitasi pembentukan talenta yang lebih produktif di Indonesia.

b. Kelemahan (weaknesses)

1) Persebaran alpro tidak merata di area market potensial Berdasarakn hasil wawancara dengan WI sebagai Kepala Kantor Kandatel Gowa yaitu sebagai berikut:

“Seperti yang telah saya jelasakan sebelumnya bahwasanya Telkom Kandatel Gowa memiliki keunggulan untuk melanjutkan pengembangan jaringan FTTH, dengan kapasitas yang meningkat setiap tahun, tetapi dalam hal ini Telkom juga memiliki kelemahan. Dengan kata lain, penyebaran jaringan FFTH yang tidak bisa dilakukan telekomunikasi.

Distribusikan secara merata di area pasar yang sangat memungkinkan.”

2) Sumber daya terbatas (Sales person)

Berdasarakn hasil wawancara dengan MT sebagai Asisten Sales dan Costumer pada Telkom Kandatel Gowa yaitu sebagai berikut;

“Kurangnya sumber daya salah satunya penjual dalam suatu perusahaan menyebabkan turunnya nilai perusahaan, terutama yang berkaitan dengan kinerja perusahaan.

Tenaga penjualan dapat menjelaskan baik atau buruknya suatu perusahaan karena merupakan faktor penting dalam menentukan kinerja suatu perusahaan. Karena peran tenaga penjualan begitu besar bagi sebuah perusahaan, memiliki tenaga penjualan di perusahaan membawa keuntungan bagi perusahaan dan memainkan peran penting tidak hanya untuk kepuasan pelanggan tetapi juga bagi orang-orang yang berhubungan langsung dengan pelanggan.

Tim penjualan secara tidak langsung mewakili citra perusahaan. Minat tim penjualan terhadap kebutuhan

pelanggan menentukan sikap pelanggan terhadap perusahaan.

3) Program kemitraan dengan mitra belum dikelola dengan baik

Memilih bisnis atau mitra kerja yang tepat merupakan faktor penting dalam melaksanakan kemitraan bisnis. Dengan memilih mitra bisnis yang tepat, Anda dapat mempengaruhi hubungan Anda dengan mitra bisnis. Berdasarakn hasil wawancara dengan HS sebagai Asisten Manager pada Telkom Kandatel Gowa yaitu sebagai berikut:

“Dalam hal ini, program kemitraan dengan Telkom Kandatel gowa memiliki banyak keuntungan jika dikelola dengan baik, memungkinkan Telkom Kandatel gowa untuk menggabungkan keterampilan yang berbeda dan berbagi biaya dan risiko awal satu sama lain.

Ini menjadikan kemitraan bisnis sebagai salah satu cara paling umum untuk berhasil dalam bisnis Anda. Jika kemitraan bisnis tidak dikelola dengan baik, bisnis disebut gagal, yang mengarah pada sesuatu yang lebih merusak, kegagalan bisnis.

c. Peluang (opportunities)

1) Tersebarnya banyak Perumahan atau cluster dengan komunitas terorganisir di dalamnya.

Dalam hal ini Telkom memiliki peluang yang besar, dan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik dan benar untuk meningkatkan kualitas kinerja Telkom itu sendiri.

Berdasarkan hasil wawancara dengan MT sebagai Asisten

Sales dan Costumer pada Telkom Kandatel Gowa yaitu sebagai berikut:

Dengan meningkatnya pertumbuhan dan berkembangnya perumahan dan cluster baru di beberapa wilayah Indonesia termasuk salah satunya di Kabupaten Gowa, hal ini menyebabkan peningkatan permintaan akses Internet secara umum, yang merupakan pasar telekomunikasi yang sangat potensial.

2) Telkom adalah perusahaan yang selalu up to date dengan informasi terbaru.

Khususnya di industri telekomunikasi dan informasi tentunya memegang peranan penting bagi Indonesia.

Telekomunikasi menjadi salah satu industri yang berperan penting bagi masyarakat Indonesia karena terus mengikuti perkembangan yang ada seiring dengan pertumbuhan negara.

3) Jumlah penduduk Indonesia belum merata memiliki akses broadband internet terutama Kabupaten Gowa menjadi peluang besar.

Ditambah dengan pertumbuhan penduduk Indonesia terutama pada Kabupaten Gowa yang masih banyak daerah yang belum merata dengan akses internet, ini akan menjadi peluang besar bagi Telkom Kandatel Gowa.

4) Berkembangnya distrik perkantoran di beberapa wilayah di Indonesia terutama di Kabupaten Gowa

Khusus di wilayah Kabupaten Gower banyak sekali kebutuhan akses internet yang dapat memenuhi beberapa

kebutuhan perkantoran tersebut. Hal ini tentu menjadi peluang besar bagi Telkom untuk menjalankan bisnisnya.

d. Ancaman (threats)

1) Terdapat beberapa pesaing yang memiliki layanan sejenis dengan Telkom.

Telkom menawarkan layanan triple play yang terdiri dari internet melalui fiber optic atau internet berkecepatan tinggi, telepon (jaringan darat), dan IPTV (UseeTV cable).

Jika demikian, banyak pesaing kita yang menjadi ancaman bagi Telkom karena mereka adalah penyedia layanan komunitas yang menyediakan layanan komunikasi berkualitas tinggi dan terjangkau untuk komunitas perumahan dan bisnis.

Selain itu, masyarakat akan menggunakan infrastruktur serat optik dan teknologi FTTH (Fiber To The Home) untuk memastikan bandwidth tinggi dan jaringan berkinerja tinggi.

Berdasarkan hasil wawancara dengan WI sebagai Kepala Kantor Kandatel Gowa yaitu sebagai berikut:

Dengan adanya pesaing yang memiliki Oleh karena itu, Telekom menawarkan kemitraan dengan developer atau share of sales sebagai salah satu strategi untuk memprediksi ancaman yang ada..

2) Sejumlah kompetitor menawarkan paket yang lebih kompetitif

Kompetitor dengan pelayanan yang sama dengan Telkom, inilah salah satu resiko yang dihadapi Telkom dalam menjalankan bisnisnya. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan 9 jam sehari di internet. Untuk memenuhi

kebutuhan koneksi internet atau data seluler yang besar, Anda perlu dengan bijak memilih produk atau layanan internet yang andal, efektif, dan efisien.

3) Customer Expectation yg semakin tinggi

Ketika harapan pelanggan meningkat, begitu juga harapan pelanggan terhadap perusahaan. Akibatnya, semakin sulit bagi perusahaan untuk melakukan apa yang ingin mereka lakukan dengan pelanggan mereka.

3. Uji Keabsahan Data

a. Faktor Internal (Internal Factors Analysis Summary)

Suatu tabel IFAS (Internal Factors Analysis Summary) disusun untuk merumuskan faktor-faktor strategi internal tersebut dalam kerangka Strenght and Weakness perusahaan. Berikut adalah identifikasi faktor-faktor internal yaitu:

1. Kekuatan (Strenght)

a.

Dari sisi keuangannya Telkom Kandatel Gowa terus menunjukkan peningkatan

b.

Customer Based Telephone yang besar sebagai potensi upselling (peningkatan penjualan)

c.

Jumlah kapasitas alprod FTTH

d.

Ada banyak instansi termasuk instansi pemerintah yang membeli layanan Telekomunikasi.

2. Kelemahan (Weaknesses)

a.

Persebaran alpro tidak merata di area market potensial

b.

Sumber daya terbatas (Sales person)

c.

Program kemitraan dengan mitra belum dikelola dengan baik.

Kemudian masukkan faktor internal tersebut ke dalam tabel IFAS untuk mendapatkan bobot dan peringkat yang menunjukkan pentingnya satu faktor dibandingkan dengan faktor lainnya. Nilai yang ditampilkan pada kolom pembobotan adalah angka antara 1,0 (sangat penting) dan 0,0 (tidak penting), tergantung pada status elemen yang dievaluasi. Dan nilai yang diberikan untuk kolom rating adalah sebagai berikut:

Kekuatan Utama : 4 Bukan Kekuatan Utama : 3 Bukan Kelemahan Utama : 2 Kelemahan Utama : 1

Nilai bobot untuk kekuatan yang bersifat positif diberikan sesuai dengan faktor strategis yang paling menonjol atau besar kecilnya faktor kekuatan tersebut dibandingkan dengan faktor strategis lainnya. Sedangkan untuk nilai bobot kelemahan yang bersifat negatif diberikan dengan kebalikan dari kekuatan yang mana jika kelemahannya dibawah rata-rata diberi nilai 4, tetapi jika kelemahannya diatas rata-rata diberi nilai 1.

Dari hasil pengelompokkan kekuatan dan kelemahan PT .Telkom Kandatel Gowa, Adapun tabel pembobotan dan peratingan IFAS dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.3 Matriks IFAS

No Uraian Nilai Pakar

Skor Rating Bobot Nilai Bobot 1 2 3 4 5

a. KEKUATAN/STRENGTH

Dari sisi keuangannya Telkom Kandatel Gowa terus menunjukkan peningkatan

4 4 4 3 3 18 3 0.17 0.50

Customer Based Telephone yang besar sebagai potensi upselling (peningkatan penjualan)

4 4 3 4 4 19 4 0.18 0.70

Jumlah kapasitas

alprod FTTH 3 3 4 3 3 16 3 0.15 0.44

Ada banyak instansi Termasuk instansi

pemerintah yang membeli layanan Telekomunikasi.

2 4 3 4 4 17 3 0.16 0.47

Total Kekuatan 70 13 0.65 2.12

b. KELEMAHAN/WEAKNESSES

Persebaran alpro tidak merata di area market potensial

3 1 3 3 1 11 1 0.10 0.10

Sumber daya terbatas (Sales

person) 4 4 2 1 1 12 2 0.11 0.22

Program kemitraan dengan mitra belum dikelola dengan baik

4 2 2 3 4 15 2 0.14 0.28

Total Kelemahan 38 5 0.35 0.60

Total Faktor Internal 108 18 1 2.72

Berdasarkan tabel 4.1, dapat dilihat bahwa hasil analisis matriks IFAS dari sisi kekuatan yaitu sebagai berikut:

1. Faktor kekuatan dari PT. Telkom Kandatel Gowa adalah Dari sisi keuangannya Telkom Kandatel Gowa terus menunjukkan peningkatan dengan bobot sebesar 0,17 (sangat penting) dan rating 3 (bukan kekuatan utama).

Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka didapat skor

Bobot sebesar 0,50. Menurut Informasi yang peneliti dapat PT. Telkom Kandatel Gowa memiliki kekuatan dari sisi keuangan karena salah satu merupakan BUMN tetapi bukan kekuatan utama.

2. Kekuatan selanjutnya yaitu Customer Based Telephone yang besar sebagai potensi upselling (peningkatan penjualan). Hasil bobot sebesar 0.18 (Sangat penting) dan rating 4 (kekuatan Utama). Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka didapat skor nilai bobot 0,70.

3. Jumlah kapasitas alprod FTTH. Hasil bobot yang didapat adalah sebesar 0,15 (Sangat penting) dan rating 3 (kekuatan sekunder). Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka didapat skor 0,44.

4. Ada banyak instansi termasuk instansi pemerintah yang membeli layanan Telekomunikasi. Hasil bobot yang didapat adalah sebesar 0,16 (Sangat penting) dan rating 3 (bukan kekuatan utama). Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka didapat skor 0,47.

Selanjutnya berdasarkan tabel 4.1, dapat dilihat bahwa hasil analisis matriks IFAS dari sisi kelemahan yaitu sebagai berikut:

1. Faktor kelemahan pada PT. Telkom Kandatel Gowa yaitu merupakan Persebaran alpro tidak merata di area market potensial mendapat bobot 0,10 dan rating

sebesar 1 (kelemahan utama). Nilai bobot yang didapatkan sebesar 0,10.

2. Selanjutnya faktor kelemahan adalah Sumber daya terbatas (Sales person) dengan bobot 0.11 dan rating 2 (bukan kelemahan utama) nilai bobot yang diperoleh adalah sebesar 0,22

3. Faktor kelemahan berikutnya yaitu program kemitraan dengan mitra belum dikelola dengan baik mendapat bobot 0,14 dan rating sebesar 2 (bukan kelemahan utama). Nilai bobot yang didapatkan sebesar 0,60.

b. Faktor Eksternal (Eksternal Strategic Factors Analysis Summary))

Berikut adalah identifikasi faktor-faktor eksternal yaitu:

1. Peluang (Opportunities)

a. Tersebarnya banyak perumahan atau cluster dengan komunitas terorganisir di dalamnya.

b. Telkom adalah perusahaan yang selalu up to date dengan informasi terbaru.

c. Jumlah penduduk Indonesia belum merata memiliki akses broadband internet terutama Kabupaten Gowa menjadi peluang besar

d. Berkembangnya distrik perkantoran di beberapa wilayah di Indonesia terutama di Kabupaten Gowa

2. Ancaman (Threats)

a. Terdapat beberapa pesaing yang memiliki layanan

sejenis dengan Telkom.

b. Sejumlah kompetitor menawarkan paket yang lebih kompetitif

c. Customer Expectation yg semakin tinggi

Faktor-faktor eksternal tersebut kemudian dimasukkan kedalam tabel EFAS untuk mendapatkan bobot dan rating yang menunjukkan tingkat kepentingan suatu faktor dibandingkan faktor lainnya. Nilai yang diberikan dalam kolom bobot merupakan angka antara 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting) sesuai dengan keadaan faktor yang dinilai. Dan nilai yang diberikan untuk kolom rating adalah sebagai berikut:

a. Peluang yang sangat sedikit atau ancaman yang sangat besar: 1

b. Peluang yang sangat sedikit atau ancaman yang besar: 2 c. Peluang yang besar atau ancaman yang kecil: 3

d. Peluang yang sangat besar atau ancaman yang sangat kecil: 4

Nilai bobot untuk peluang yang bersifat positif sesuai dengan faktor strategi yang paling menonjol atau besar kecilnya faktor peluang tersebut dibandingkan dengan faktor strategis lainnya. Sedangkan untuk nilai bobot ancaman yang bersifat negatif diberikan dengan cara kebalikan dari peluang yang mana jika ancamannya kecil atau sedikit maka diberi nilai 4, tetapi jika ancamannya semakin besar diberi nilai 1. Adapun tabel

pembobotan dan peratingan EFAS dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Dari hasil pengelompokkan peluang dan ancaman PT.

Telkom Kandatel Gowa, peneliti melakukan perangkingan dan pembobotan pada faktor eksternal tersebut sebagai berikut:

Tabel 4.4 Matriks EFAS

No Uraian Nilai Pakar

Skor Rating Bobot Nilai Bobot 1 2 3 4 5

a. Peluang/Opportunities

Tersebarnya banyak

Perumahan atau cluster dengan komunitas terorganisir di dalamnya.

4 4 4 3 3 18 3 0.17 0.51

Telkom adalah perusahaan yang selalu up to date dengan informasi terbaru.

3 3 3 4 4 17 4 0.16 0.65

Jumlah penduduk Indonesia belum merata memiliki akses broadband internet terutama Kabupaten Gowa menjadi peluang besar

4 3 4 3 3 17 3 0.16 0.49

Berkembangnya distrik perkantoran di beberapa wilayah di

Indonesia terutama di Kabupaten Gowa

3 4 4 3 3 17 3 0.16 0.49

Total Peluang 69 13 0.66 2.13

b. Ancaman/threats

Terdapat beberapa pesaing yang memiliki layanan sejenis dengan Telkom.

2 2 4 3 2 13 1 0.12 0.12

Sejumlah kompetitor

menawarkan paket yang lebih

kompetitif

4 1 2 1 3 11 2 0.10 0.21

Customer Expectation yg

semakin tinggi 1 2 4 3 2 12 2 0.11 0.23

Total Kekuatan 36 5 0.34 0.56

Total Faktor Eksternal 105 18 1 2.70

Berdasarkan tabel 4.2, dapat dilihat bahwa hasil analisis matriks EFAS dari sisi peluang yaitu sebagai berikut:

1. Faktor peluang dari PT. Telkom Kandatel Gowa adalah Tersebarnya banyak Perumahan atau cluster dengan komunitas terorganisir di dalamnya. dengan bobot sebesar 0,17 dan rating 3 Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka didapat skor Bobot sebesar 0,51.

2. Peluang selanjutnya yaitu Telkom adalah perusahaan yang selalu up to date dengan informasi terbaru. Hasil bobot sebesar 0.17 dan rating 4. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka didapat skor nilai bobot 0,65.

3. Jumlah penduduk Indonesia belum merata memiliki akses broadband internet terutama Kabupaten Gowa menjadi peluang besar. Hasil bobot yang didapat adalah sebesar 0,16 dan rating 3. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka didapat skor 0,49.

4. Berkembangnya distrik perkantoran di beberapa wilayah di Indonesia terutama di Kabupaten Gowa. Hasil bobot yang didapat adalah sebesar 0,16 dan rating 3. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka didapat skor 0,49.

Selanjutnya berdasarkan tabel 4.1, dapat dilihat bahwa hasil analisis matriks EFAS dari sisi ancaman yaitu sebagai berikut:

1. Faktor ancaman pada PT. Telkom Kandatel Gowa yaitu merupakan Terdapat beberapa pesaing yang memiliki layanan sejenis dengan Telkom. mendapat bobot 0,12 dan rating sebesar 1. Nilai bobot yang didapatkan sebesar 0,12.

2. Selanjutnya faktor ancaman adalah Sejumlah kompetitor menawarkan paket yang lebih kompetitif dengan bobot 0.10 dan rating 2 nilai bobot yang diperoleh adalah sebesar 0,21.

3. Faktor ancaman berikutnya yaitu Customer Expectation yg semakin tinggimendapat bobot 0,12 dan rating sebesar 2 (bukan kelemahan utama). Nilai bobot yang didapatkan sebesar 0,23.

c. Hasil Analisis SWOT

Dari hasil pembobotan IFAS dan EFAS pada tabel diatas diperoleh total Strenght, Opportunity, Weakness, dan Threat sebagai berikut,

Strenght = 2,12

Opportunity = 2,13

Weakness = 0,60

Threat = 0,56

Strenght + Opportunitty = 4,25

Weakness + Threat = 1,16npki

Dapat diketahui bahwa,

Strenght + Opportunitty > Weakness + Threat

Maka faktor strategi kekuatan dan peluang mendukung tercapainya jalan ke luar dari pokok permasalahan yang ada untuk mendapatkan rekomendasi yang diharapkan

Dalam dokumen ANALISIS MANAJEMEN STRATEGI DALAM (Halaman 51-70)

Dokumen terkait