BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Dapat diketahui bahwa,
Strenght + Opportunitty > Weakness + Threat
Maka faktor strategi kekuatan dan peluang mendukung tercapainya jalan ke luar dari pokok permasalahan yang ada untuk mendapatkan rekomendasi yang diharapkan
Gambar 4.1 Diagram Analisis SWOT
Berdasarkan diagram 4.1 diagram analisis SWOT yang diatas bahwa PT. Telkom Kandatel Gowa terletak di kuadran I, yaitu Strategi Agresif. Dengan memanfaatkan kekuatan internal yang dimilki, PT.
Telkom Kandatel Gowa bisa menangkap peluang yang ada dengan menggunakan strategi agresif. Pada strategi ini perusahaan berada dalam posisi yang baik untuk memanfatkan kekuatan internalnya untuk :
1. Memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang ada 2. Mengatasi masalah internal perusahaan, dan 3. Menghindari ancaman-ancaman
Opportunity (+2,12)
Threats (-0,56) Weaknesses
(-2,13)
Strenghts (+0,60)
I. Mendukung Strategi Agresif
II. Mendukung Strategi Diversifikasi III. Mendukung
Strategi Turn- Around IV. Mendukung Strategi Defensif
Tabel 4.5
Matriks SWOT PT. Telkom Kandatel Gowa INTERNAL
EKSTERNAL
STRENGTHS-S 1. Dari sisi keuangannya
Telkom Kandatel
Gowa terus
menunjukkan peningkatan
2. Customer Based Telephone yang besar sebagai potensi upselling (peningkatan penjualan)
3. Jumlah kapasitas alprod FTTH
4. Ada banyak instansi Termasuk instansi pemerintah yang membeli layanan Telekomunikasi.
WEAKNESSES-W 1. Persebaran alpro tidak
merata di area market potensial
2. Sumber daya terbatas (Sales person)
3. Program kemitraan dengan mitra belum dikelola dengan baik
OPPORTUNITIES-O 1. Tersebarnya banyak
Perumahan atau cluster dengan komunitas terorganisir
SO
1. Dengan kekuatan dari sisi keuangan Telkom dapat melakukan inovasi
WO 1. Meningkatkan
business partnership mengatasi
persebaran alpro
di dalamnya
2. Telkom adalah perusahaan yang selalu up to date dengan informasi terbaru
3. Jumlah penduduk Indonesia belum merata memiliki akses broadband internet terutama Kabupaten
Gowa menjadi
peluang besar 4. Berkembangnya
distrik perkantoran di beberapa wilayah di Indonesia terutama di Kabupaten Gowa.
dalam up to date salah satunya yaitu pada segmen Mobile telah dikembangkan layanan digital advertising, mobile banking, internet of things (IoT) dan mobile financial services
2. Customer Based Telephone yang besar, Telkom dapat meningkatkan
layanan terhadap digital lifestyle yang berfokus pada penyediaan
pengalaman hiburan berbasis teknologi seluler seperti layanan musik, video streaming, games dan platform layanan mobile value added
tidak merata sehingga dapat menjangkau lebih banyak Perumahan atau cluster dan serta distrik perkantoran.
2. Peran sales person terhadap penghasilan
bagi suatu
perusahaan tersebut serta berperan penting dalam kepuasan pelanggan, sales personlah yang berhubungan
langsung dengan pelanggan.
Disamping itu, jumlah penduduk Indonesia yang besar terutama Kabupaten Gowa sehingga sales person langsung ke konsumen untuk meniciptakan
service (VAS) lainnya.
3. Kapasitas alprod FTTH besar maka Telkom dapat melakukan
pemerataan akses broadband internet terutama Kabupaten Gowa.
4. Banyaknya distrik perkantoran di beberapa wilayah di Indonesia terutama di Kabupaten Gowa termasuk instansi dan bukan instansi pemerintahan
sehingga dapat mengembangkan ragam layanan digital lain seperti e- commerce dan digital lifestyle yang dapat digunakan oleh
kepuasan pelanggan.
semua segmen pelanggan.
THREATS-T
1. Terdapat beberapa pesaing yang memiliki layanan sejenis dengan Telkom
2. Sejumlah kompetitor menawarkan paket yang lebih kompetitif 3. Customer Expectation
yg semakin tinggi
ST
1. Diferensiasi produk sangatlah penting dilakukan oleh Telkom karena ada banyak sekali pilihan produk kompetitor sejenis yang tentunya akan membingungkan konsumen. Dengan demikian konsumen pun mampu untuk memutuskan untuk memilih produk yang hasilkan.
2. Telkom mealkukan Melalui customer satisfaction survey karena Customer yang merasa puas biasanya cenderung membeli produk lebih
WT
1. Telkom dapat memperluas pada startegic partnership seperti instasi Pendidikan,
perusahan e-
commerce, dan Lembaga lainnya.
Karena perusahaan bekerja sama untuk meningkatkan bisnis mereka dan saling terkait dalam upaya mereka di bidang tertentu seperti supply chain, marketing,
technology, finance, integration atau kombinasi dari hal2 tersebut.
2. Telkom dapat
sering dan menjadi lebih loyal pada brand. Mereka juga biasanya
merekomendasikan produk dan jasa yang mereka sukai pada sahabat atau keluarga.
memperbanyak divisi pemasaran dalam meningkatkan
penjualan. Sehingga setiap perusahaan yang memiliki tim tersendiri yang bertanggung jawab atas penjualan.
karena akan
bergerak dimana daerah pesaing yang lebih unggul.
Pada matriks SWOT diatas, maka dapat dilihat adanya 4 jenis alternatif strategi yang diperoleh untuk Telkom Kandatel Gowa yaitu :
1. Strategi SO (Strength-Opportunity)
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar- besarnya. Strategi SO pada Telkom Kandatel Gowa adalah :
a. Meningkatkan segmen mobile seperti layanan periklanan digital, mobile banking, Internet of Things (IoT), dan layanan keuangan mobile. Meningkatkan segmen mobile seperti layanan periklanan digital, mobile banking, Internet of Things (IoT), dan layanan keuangan mobile.
b. Mengembangkan layanan gaya hidup digital yang berfokus pada penyediaan pengalaman hiburan berbasis teknologi seluler seperti layanan musik, streaming video, game, dan platform layanan seluler (VAS) bernilai tambah lainnya.Mempercepat pemerataan akses broadband internet terutama Kabupaten Gowa.
c. Menawarkan ragam layanan digital lain seperti e-commerce dan digital lifestyle yang dapat digunakan oleh semua segmen pelanggan.
d. Mempercepat pemerataan akses broadband internet terutama di Kabupaten Gowa.
2. Strategi WO (Weakness-Opportunity)
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. Strategi WO pada Telkom Kandatel Gowa adalah
a. Memperbanyak business partnership agar menjangkau lebih banyak perumahan atau cluster dan serta distrik perkantoran.
b. Meningkatkan peran sales person terutama Kabupaten Gowa sehingga sales person langsung ke konsumen untuk meniciptakan kepuasan pelanggan.
3. Strategi ST (Strenght-Threats)
Strategi ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman. Strategi ST pada Telkom Kandatel Gowa adalah:
a. Menciptakan Diferensiasi produk untuk mengimbangi produk kompetitor sejenis yang tentunya akan membingungkan konsumen.
b. Melakukan riset tentang customer satisfaction survey karena agar dapat mengetahui kepuasan dan loyalitas konsumen.
4. Strategi WT (Weakness-Threats)
Strategi ini didasarakan pada kegiatan usaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. Strategi WT pada Telkom Kandatel Gowa adalah
a. Menambah partnership di beberpa lembaga/instansi atau perusahaan di beberapa wilayah sehingga dapat membantu keunggulan produk.
b. Mengembangkan divisi pemasaran terutama tim penjualan karena akan bergerak dimana daerah pesaing yang lebih unggul.
Penelitian terdahulu yang sejalan dengan hasil penelitian ini oleh (Muhammad Isra, 2017) dengan judul “Analisis Strategi Pemasaran Produk Indihome Dengan Menggunakan Qspm Pada PT. Telkom Witel Makassar”
dengan hasil penelitian menunjukan bahwa alternatif strategi digunakan dalam kegiatan usaha jasa internet Indihome adalah strategi agresif intensif.
Peneitian terdahulu yang kedua yang terkait dengan penelitian ini yaitu oleh Elisabeth Ratih Pratiwi (2016) “Analisis Strategi Bisnis Dalam Menghadapi Persaingan (Studi pada Siantar Hotel, Pemantang Siantar)” dengan hasil penelitian ini menggunakan teknik analisis SWOT dengan analisis yang diperoleh bahwa Siantar Hotel berada pada kuadran I.
65
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisa yang dilakukan terhadap lingkungan internal terkait kekuatan dan kelemahan dan lingkungan eksternal terkait peluang dan ancaman, maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini yakni berdasarkan diagram analisis SWOT bahwa PT. Telkom Kandatel Gowa terletak dikuadran I yaitu strategi agresif intensif .
1. Kekuatan (Strenght) yaitu Dari sisi keuangannya Telkom Kandatel Gowa terus menunjukkan peningkatan, Customer Based Telephone yang besar sebagai potensi upselling (peningkatan penjualan), Jumlah kapasitas alprod FTTH, dan ada banyak instansi termasuk instansi pemerintah yang membeli layanan Telekomunikasi.
2. Kelemahan (weaknesses) yaitu Persebaran alpro tidak merata di area market potensial, Sumber daya terbatas (Sales person), dan Program kemitraan dengan mitra belum dikelola dengan baik
3. Peluang (opportunities) yaitu tersebarnya banyak perumahan atau cluster dengan komunitas terorganisir di dalamnya, Telkom adalah perusahaan yang selalu up to date dengan informasi terbaru, Jumlah penduduk Indonesia belum merata memiliki akses broadband internet terutama Kabupaten Gowa menjadi peluang besar, dan berkembangnya distrik perkantoran di beberapa wilayah di Indonesia terutama di Kabupaten Gowa.
4. Ancaman (threats) yaitu Terdapat beberapa pesaing yang memiliki layanan sejenis dengan Telkom, Sejumlah kompetitor menawarkan paket yang lebih kompetitif, dan Customer Expectation yg semakin tinggi
B. Saran
Setelah melakukan penelitian pada PT. Telkom Kandatel Gowa, maka penulis memiliki berbagai saran yang dapat dipertimbangkan oleh pihak manajemen PT. Telkom Kandatel Gowa yaitu sebagai berikut:
1. Untuk PT. Telkom Kandatel Gowa disarankan agar lebih meningkatkan keunggulan bersaing dalam mengatasi kondisi persaingan yang sangat ketat seperti sekarang ini dengan upaya dalam meningkatkan kekuatan dalam pelaksanaan strategi pemasaran adalah memperluas jaringan pemasaran hingga ke daerah-daerah lain di Kabupaten Gowa yang belum terakses dengan internet.
2. Untuk PT. Telkom Kandatel Gowa sebaiknya melakukan perbaikan atau pembaharuan terhadap produk yang ditawarkan kepada konsumen secara kesinambungan dan serta Lebih berinovasi dan menciptakan event dan promosi yang menarik untuk konsumen.
3. Untuk penelitian selanjutnya agar kiranya dapat meneliti variabel lain yang menjadi indikator dalam strategi pemasaram. Selain daripada variabel lain, peneliti juga dapat menggunakan pendekatan kuantitatif, agar hasil penelitian yang dihasilkan berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ahna, I. N. (2020). Pengaruh Customer Perception, Price Discount Dan Store Atmosphere Terhadap Keputusan Pembelian Di Minimarket Kudus (Studi Kasus Pada Indomaret Cabang Undaan). IAIN KUDUS.
Danuri, M., & Suharnawi, S. (2017). Trend cyber crime dan teknologi informasi di indonesia. INFOKAM, 13(2).
David, F. R. (2011). Strategic Management: Manajemen Strategis: Konsep (Buku-1; Edisi-12). Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Firmansyah, M. A. (2019). Pemasaran: Dasar dan Konsep. Penerbit Qiara Media.
Hananto, D. K., & Firmansyah, F. (2016). Analisis Efisiensi Industri Telekomunikasi Seluler Di Indonesia 2008–2014. Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
Harahap, D. A., & Amanah, D. (2018). Pengantar Manajemen.
Marginingsih, R. (2019). Analisis SWOT technology financial (fintech) terhadap industri perbankan.
Muhammad Isra. (2017). Analisis Strategi Pemasaran Produk Indihome Dengan Menggunakan Qspm Pada PT. Telkom Witel Makassar. Universitas Hasanuddin.
Pearce, I. I., John, A., & Robinson Jr, R. B. (2013). Manajemen Strategis:
Formulasi, Implementasi Pengendalian Edisi 12-Buku 1. Jakarta:
SalembaEmpat.
Rachmat. (2014). Manajemen Strategik. CV. Pustaka Setia.
Rangkuti, F. (2015). Personal SWOT analysis. Gramedia Pustaka Utama.
Rohmah, N. N. (2020). Media Sosial sebagai Media Alternatif Manfaat dan Pemuas Kebutuhan Informasi Masa Pandemik Global Covid 19 (Kajian Analisis Teori Uses and Gratification). Al-I’lam: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 4(1), 1–16.
Rumondang, A., Sudirman, A., Sitorus, S., Kusuma, A. H. P., Manuhutu, M., Sudarso, A., Simarmata, J., Hasdiana, D., Tasnim, T., & Arif, N. F. (2020).
Pemasaran Digital dan Perilaku Konsumen. Yayasan Kita Menulis.
Sejati, S. K. di P. T. D. (2016). Analisa Manajemen Strategi Bisnis dalam Menghadapi Persaingan Bisnis Unified Communication.
Swasta, B., & Handoko, T. H. (2010). Manajemen Pemasaran: analisa dan
perilaku konsumen. BPFE. Yogyakarta.
Tisnawati Sule, E., & Saefullah, K. (2010). Pengantar Manejemen Edisi Pertama.
Jakarta: Kencana.
Wheelen, T. L., & Hunger, J. D. (2010). Strategic management and business policy: achieving.
Yunus, E. (2016). Manajemen Strategis. Penerbit Andi.
Muhammad Isra, (2017). Analisis Strategi Pemasaran Produk Indihome Dengan Menggunakan Qspm Pada PT. Telkom Witel Makassar.
Elisabeth Ratih Pratiwi (2016), Analisis Strategi Bisnis Dalam Menghadapi Persaingan Bisnis (Studi Pada Siantar Hotel, Pemantang Siantar).
Lampiran 1: Format Observasi
LEMBAR OBSERVASI
No Uraian
Observasi Ke /
Tanggal Ket 1 2 3
a.
KEKUATAN/STRENGTH Dari sisi keuangannya Telkom Kandatel Gowa terus
menunjukkan peningkatan
Customer Based Telephone yang besar sebagai
potensi upselling (peningkatan penjualan)
Jumlah kapasitas alprod FTTH
Ada banyak instansi Termasuk instansi pemerintah
yang membeli layanan Telekomunikasi.
b.
KELEMAHAN/WEAKNESSES Persebaran alpro tidak merata di area market
potensial
Sumber daya terbatas (Sales person) Program kemitraan dengan mitra belum dikelola
dengan baik
c.
Peluang/Opportunities Tersebarnya banyak Perumahan atau cluster dengan
komunitas terorganisir di dalamnya.
Telkom adalah perusahaan yang selalu up to date
dengan informasi terbaru.
Jumlah penduduk Indonesia belum merata memiliki akses broadband internet terutama Kabupaten Gowa menjadi peluang besar
Berkembangnya distrik perkantoran di beberapa
wilayah di Indonesia terutama di Kabupaten Gowa
d.
Ancaman/threats Terdapat beberapa pesaing yang memiliki layanan
sejenis dengan Telkom.
Sejumlah kompetitor menawarkan paket yang lebih
kompetitif
Customer Expectation yg semakin tinggi
Lampiran 2: Format Wawancara
Pedoman Wawancara
ANALISIS MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN BISNIS PADA PT. TELKOM KANDATEL GOWA
Kekuatan (Strenght)
1. Bagaimakah dari sisi keuangannya Telkom Kandatel Gowa terus menunjukkan peningkatan?
2. Bagaimakah Customer Based Telephone yang besar sebagai potensi upselling (peningkatan penjualan)?
3. Bagaimakah Jumlah kapasitas alprod FTTH pada Telkom Kandatel Gowa?
4. Apakah banyak instansi Termasuk instansi pemerintah yang membeli layanan Telekomunikasi?
Kelemahan (Weaknesses)
5. Bagaimakah Persebaran alpro tidak merata di area market potensial?
6. Bagaimakah Sumber daya terbatas (Sales person)?
7. Bagaimakah Program kemitraan dengan mitra belum dikelola dengan baik?
Peluang (Opportunities)
8. Bagaimakah tersebarnya banyak perumahan atau cluster dengan komunitas terorganisir di dalamnya?
9. Bagaimakah Telkom adalah perusahaan yang selalu up to date dengan informasi terbaru?
10. Bagaimakah Jumlah penduduk Indonesia belum merata memiliki akses broadband internet terutama Kabupaten Gowa menjadi peluang besar?
11. Bagaimakah perkembangan distrik perkantoran di beberapa wilayah di Indonesia terutama di Kabupaten Gowa?
Ancaman (Threats)
12. Bagaimakah Terdapat beberapa pesaing yang memiliki layanan sejenis dengan Telkom?
13. Bagaimakah Sejumlah kompetitor menawarkan paket yang lebih kompetitif?
14. Bagaimakah Customer Expectation yg semakin tinggi?
Lampiran 3: Dokumentasi
Hasil plagiat