• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Program Studi Ekonomi Islam memiliki peran penting dan strategis bagi perkembangan Ekonomi Islam, Perbankan Syariah, Koperasi Jasa Keuangan Syariah dan Bisnis Islam lainnya diseluruh dunia. Inilah peluang dan tantangan Program Studi Ekonomi Islam untuk terus terlibat dan memberi peran dalam mensosialisasikan, menanamkan nilai-nilai Ekonomi Islam bagi masyarakat luas melalui sarjana-sarjana berkualitas yang dilahirkan.

Gambar 4.1

Bagan Struktur Program Studi Ekonomi Islam

Tabel 4.1

Pengukuran Skala Likert

No Pernyataan Skor

1. SS= Sangat setuju 5

2. S= Setuju 4

3. N= Netral 3

4. TS= Tidak setuju 2

5. STS= Sangat tidak setuju 1

a. Karakteristi Responden

1. Penyajian Data Berdasarkan Angkatan

Berdasarkan hasil peneletian yang saya lakukan. Diperoleh data tentang angkatan responden yang dapat dilihat sebagai gambar berikut

Gambar 4.2

Responden Berdasarkan Angkatan

Sumber data dioalah SPSS

Berdasarkan gambar diatas bisa kita lihat bahwa responden dengan angkatan 2018 adalah sebanyak 21 mahasiswa dengan persentase 38%,

38%

25%

37%

2018 2019 2020

angkatan 2019 sebanyak 14 mahasiswa dengan persentase 25%, angkatan 2020 sebanyak 21 mahasiswa dengan persentase 37%.

2. Penyajian Data Berdasarkan a) Deskripsi Variabel

Berikut ini bentuk pernyataan-pernyataan dalam kuesioner penelitian adalah sebagai berikut

1) Asuransi syariah sudah sesuai dengan norma dan nilai kehidupan syariat islam

2) Mengikuti asuransi syariah lebih menguntungkan dibandingkan mengikuti asuransi konvesional

3) Asuransi syariah mengandung unsur keadilan karena menerapkan sistem kemitraan

4) Pada akad tranksaksi asuransi syariah ada kejelasan pembayaran primer (angsuran)

5) Anda setuju penerapan sistem operasional yang ada pada asuransi syariah

6) Pengambilan laba (keuntungan) antara asuransi syariah dengan asuransi konvesional berbeda

7) Asuransi syariah di Indonesia telah menjelaskan tatacara sesuai Al- Quraan dan hadist

8) Mekanisme asuransi syariah prudential sudah sesuai dengan prinsip- prinsip asuransi syariah

9) Produk asuransi syariah prudential sudah sesuai dengan prinsip syariah 10) Rukun asuransi syariah sudah sesuai dengan prinsip syariah

11) Asuransi syariah berlandaskan tolong-menolong

12) Asuransi syariah prudential diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah 13) Dewan Pengawas Syariah mempunyai peranan penting dalam mengatur

operasional asuransi syariah

14) Asuransi syariah terhindar dari unsur Gharar, Masyir, dan Riba

15) Asuransi syariah prudential memiliki keragaman produk sesuai dengan keinginan konsumen

16) Asuransi syariah prudential memiliki kualitas produk yang baik

17) Asuransi syariah prudential memiliki ciri khas tersendiri agar dapat dikenali oleh konsumennya

18) Prime asuransi syariah bisa digbungkan dengan investasi

19) Anda setuju penggunaan asuransi syariah dalam kehidupan masyarakat Table 4.2

Responden Terhadap Tingkat Pemahaman Asuransi Syariah

Butir SS S N TS STS TOTAL TOTAL

F % F % F % F % F % F %

X1 10 18 27 47 12 21 3 5 5 9 57 100 X2 18 32 18 32 11 19 5 9 5 9 57 100 X3 11 19 21 37 15 26 5 9 5 9 57 100 X4 10 16 23 40 11 19 5 9 8 14 57 100 X5 9 16 21 37 14 25 9 16 4 7 57 100 X6 15 26 24 42 14 25 9 16 4 7 57 100 X7 16 28 22 39 11 19 3 5 5 9 57 100 X8 11 19 21 37 15 26 5 9 5 9 57 100 X9 12 21 19 33 15 26 6 11 5 9 57 100

X10 14 25 21 37 11 19 4 7 7 12 57 100 X11 14 25 21 37 11 19 4 7 7 12 57 100 X12 18 32 19 33 11 19 3 5 6 11 57 100 X13 13 23 22 39 13 23 3 5 6 11 57 100 X14 18 32 20 35 9 16 3 5 7 12 57 100 X15 13 23 23 40 11 19 5 9 5 9 57 100 X16 9 16 20 35 17 30 4 7 7 12 57 100 X17 11 19 24 42 13 23 4 7 5 9 57 100 X18 8 14 19 33 19 33 5 9 6 11 57 100 X19 20 35 18 32 8 14 4 7 7 12 57 100 Sumber : hasil data SPSS

Berdasarkan variabel di atas, dapat diketahui variabel tingkat pemahaman terhadap asuransi syariah ialah;

1) Pernyataan item X1 menunjukan, frekuensi tertinggi 47% (setuju), frekuensi 21% (netral),lalu frekuensi 18% (sangat setuju), kemudian frekuensi 9% (sangat tidak setuju), dan frekuensi 5% (tidak setuju).

2) Pernyataan item X2 menunjukan frekuensi tertinggi 32% (sangat setuju) sama tingginya dengan frekuensi 32% (setuju), kemudian frekuensi 19%

(netral), dan frekuensi 9% ( tidak setuju) sama dengan hasil frekuensi (sangat tidak stuju)

3) Pernyataan item X3 menunjukan frekuensi tertinggi 37% (setuju), frekuensi 26% (netral), kemudian frekuensi 19% (sangat setuju), dan frekuensi 9% (tidak setuju) sama dengan hasil frekuensi (sangat tidak setuju).

4) Pernyataan item X4 menunjukan frekuensi tertinggi 40% (setuju), frekuensi 19% (netral), kemudian frekuensi 16% (sangat setuju), lalu frekuensi 14% (sangat tidak setuju), dan frekuensi 8% (tidak setuju).

5) Pernyataan item X5 menunjukan frekuensi tertinggi 37% (setuju), frekuensi 25% (netral), kemudian frekuensi 16% (setuju) sama ratanya dengan frekuensi 16% (tidak setuju), dan frekuensi 7% (sangat tidak setuju).

6) Pernyataan item X6 menunjukan frekuensi tertinggi 42%

(setuju),frekuensi 26% (sangat setuju), kemudian frekuensi 25% (netral), lalu frekuensi 16% (tidak setuju), dan frekuensi 7% (sangat tidak setuju) 7) Pernyataan item X7 menunjukan frekuensi tertinggi 39% (setuju),

frekuensi 28% (sangat setuju), kemudian frekuensi 19% (netral), dan frekuensi 9% (tidak setuju) sama hasilnya dengan (sangat tidak setuju).

8) Pernyataan item X8 menunjukan frekuensi tertinggi 37% (setuju), frekuensi 26% (netral), kemudian frekuensi 19% (sangat setuju), dan frekuensi 9% (tidak setuju) sama hasilnya dengan (sangat tidak setuju).

9) Pernyataan item X9 menunjukan frekuensi tertinggi 33% (setuju), frekuensi 26% ( netral), kemudian frekuensi 21% (sangat setuju), lalu frekuensi 11% (tidak setuju), dan 9% (sangat tidak setuju).

10) Pernyataan item X10 menunjukan frekuensi tertinggi 37% (setuju), frekuensi 25% (sangat setuju), kemudian frekuensi 19% (netral), lalu frekuensi 12% (sangat tidak setuju), dan frekuensi 7% (tidak setuju).

11) Pernyataan item X11 menunjukan frekuensi tertinggi 37% (setuju), frekuensi 25% (sangat setuju), kemudian frekuensi 19% (netral), lalu

freuensi 12% (sangat tidak setuju), dan frekuensi terendah 7% (tidak setuju).

12) Pernyataan item X12 menunjukan frekuensi tertinggi 33% (setuju) beda 1% dengan frekuensi 32% (sangat setuju), kemudian frekuensi 19%

(netral), lalu frekuensi 11% (sangat tidak setuju) dan terendah frekuensi 5% (tidak setuju).

13) Pernyataan item X13 menunjukan frekuensi tertinggi 39% (setuju), kemudian frekuensi 23% (sangat setuju) sama rata dengan frekuensi 23%

(netral), lalu frekuensi 11% (sangat tidak setuju), dan frekuensi terendah 5% (tidak setuju).

14) Pernyataan item X14 menunjukan frekuensi tertinggi 35% (setuju), frekuensi 32% (sangat setuju), kemudian frekuensi 16% (netral), lalu frekuensi 12% (sangat tidak setuju), dam yang terendah frekuensi 5%

(tidak setuju).

15) Pernyataan item X15 menunjukan frekuensi tertinggi 40% (setuju), frekuensi 23% (sangat setuju), kemudian frekuensi 19% (netral), dan frekuensi tidak setuju dengan sangat tidak setuju sama rata frekuensinya 9%.

16) Pernyataan item X16 menunjukan frekuensi tertinggi 35% (setuju), frekuensi 30% (netral), kemudian frekuensi 16% (sangat setuju), lalu frekuensi 12% (sangat tidak setuju), dan terendah frekuensi 7% (tidak setuju).

17) Pernyataan item X17 menunjukan frekuensi tertinggi 42% (setuju), frekuensi 23% (netral), kemudian frekuensi 19% (sangat setuju), lalu

frekuensi 9% (sangat tidak setuju), dan frekuensi terendah 7% (tidak setuju).

18) Pernyataan item 18X menunjukan frekuensi tertinggi 33% (setuju) sama tingginya dengan frekuensi 33% (netral), kemudian frekuensi 14% (sangat setuju), lalu frekuensi 11% (sangat tidak setuju), dan frekuensi terendah 9% (tidak setuju).

19) Pernyataan item X19 menunjukan frekuensi tertinggi 35% (sangat setuju), frekuensi 32% (setuju), kemudian frekuensi 14% (netral), lalu frekuensi 12% (sangat tidak setuju), dan yang terendah frekuensi 7%

(tudak setuju).

3. Uji Instrumen Penelitian a) Uji Validitas

Menurut Ghozali 2018 uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Sebuah instrumen atau kuesioner dikatakan valid jika pernyataan yang ada pada instrumen atau kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesiner tersebut.

Uji validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS dan dilakukn penelitian pada Mahasiswa Program studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar sebnyak 57 responden mahasiswa dari angkatan 2018 sampai dengan angkatan 2020. Kuesioner terdiri dari 19 pernyataan yang menyangkut variabel tingkat pemahaman terhadap asuransi syariah, berikut tabel hasil uji validitas;

Tabel 4.3

Hasil Pengujian Uji Validitas

(X) pernyataan r

Hitung

r Tabel

Keterangan

X1

844 0,220 Valid

X2

888 0,220 Valid

X3

802 0,220 Valid

X4

804 0,220 Valid

X5

755 0,220 Valid

X6

821 0,220 Valid

X7

892 0,220 Valid

X8

871 0,220 Valid

X9

851 0,220 Valid

X10

840 0,220 Valid

X11

862 0,220 Valid

X12

879 0,220 Valid

X13

880 0,220 Valid

X14

893 0,220 Valid

X15

868 0,220 Valid

X16

882 0,220 Valid

X17

823 0,220 Valid

X18

838 0,220 Valid

X19

876 0,220 Valid

Sumber: Hasil Olah Data SPSS

Berdasarkan tabel hasil uji validitas pada tabel 4.3 menunjukan bahwa pernyataan pada variabel x memiliki r hitung > 0.220, sehingga data pada keseluruhan pernyataan pada variabel x adalah valid. Instrumen kuesioner ini dapat digunakan untuk penelitian.

b) Uji Reabilitas

Uji reabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupkan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan riabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu Ghozali 2018:45.

Uji reabilitas dilakukan dengn menggunakan SPSS program SPSS ini, signifikansi dilakukan pada taraf signifikan 0,05 artinya instrumen dapat dikatakan reliabel bila nilai alpha lebih besar dari kritis product moment atau kita bias menggunakan batasan tertentu seperti 0,6. Apabila kofesien Croanbacg’s Alpha ≤ 7 maka dapat dikatakan instrumen tersebut reliabel.

Tabel 4.4 Uji Reabilitas

Nilai croncbatch’s alpha Nilai batas Status

0,979 0,57 Reabilitas

Sumber data oleh SPSS 4. Uji Hipotesis

a) Uji Signifikan Parsial (Uji T)

Uji T merupakan uji yang berujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terkait. Uji ini dapat dilakukan dengan membandingkan T hitung dengan T tabel atau kolom signifikan pada masing-masing T tabel. Hasil uji dapat dilihat pada tabel coefficients pada kolom (signifikan). Jika probilitas nilai T atau signifikan < 0,05, maka dapat dibilang bahwa terdapat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terkait secara persial.

Tabel 4.5

Uji Signifikan Parsial (uji T) Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 2018.798 .301 6706.429 .000

X .004 .006 .089 .666 .508

a. Dependent Variable: Y

Berdasarkan tabel di atas maka dapat dilihat hasil uji signifikan, yakni uji signifikan tingkat pemahaman terhadap asuransi syariah, diperoleh hasil pvalue

= 0,01 dan lebih kecil dari nilai standar probilitas yakni < 0,05 sedang T nilai hitung = 0,666 lebih kecil dari nilai T tabel yakni sebesar 1.725. Hasil dari

tersebut maka diperoleh hasil variabel tingkat pemahaman tidak berpengaruh signifikan terhadap asuransi syariah.

b) Uji Simultan (Uji F)

Tabel 4.6 Uji Simultan (Uji F)

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression .344 1 .344 .444 .508b

Residual 42.638 55 .775

Total 42.982 56

a. Dependent Variable: Y b. Predictors: (Constant), X

Sumber: Data Diolah SPSS

Berdasrkan tabel di atas, diperoleh nilai F dihitung = 444 yaitu nilai F hitung lebih kecil dari nilai F tabel = 4,016 dan nilai signifikan 0,5 lebih kecil dari nilai eror 0,05. Maka sesuai dengan keputusan dalam uji F disimpulkan bahwa asuransi syariah tidak berpengaruh secara simultan atau bersama-sama terhadap tingkat pemahaman mahasiswa Ekonomi Islam.

c) Uji Koedisen Determinasi

Uji ini bertujuan untuk menentukan proposal atau persentase total variasi dalam variabel terikat yang diterangkan oleh variabel bebas. Rumus untuk menghitung koefisien determinasi adalah KD = r2 100%. Variabilitas mempunyai makna penyebaran/ dsitribusi seperangkat nilai-nilai tertentu.

Tabel 4.7

Uji Koefisen Determinasi

Sumber data hasil SPSS

Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .089a .008 -.010 .880

a. Predictors: (Constant), X

Berdasarkan hasil uji persamaan regerasi, maka diperoleh nilai r sebesar 0,89 dan bernilai negatif, sehingga dapat dikatakan variabel X memiliki

sumbangsi tidak berpengaruh yang searah dengan variabel terkait yakni Y.

sedangkan nilai r square (koefisien determinasi) sebesar 0.008 (8%) dimana nilai ini menunjukan bahwa variable X memiliki sumbangsih prediksi tidak berpengaruh terhadap variabel terkait yakni Y.

Dokumen terkait