• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

a. Perencanaan Tindakan 1) Pertemuan I

Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 3September 2014 dengan materi pembelajaran sumpah pemuda. Sebagaimana tahapan dalam PTK, ada 4 tahap yang dilaksanakan pada siklus I yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

a) Membuat skenario pembelajaran dengan menggunakan metode fun learning.

b) Mempersiapkan materi pelajaran sesuai dengan skenario yang telah dibuat yaitu materi mengenal makna satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.

c) Membuat lembar observasi dengan indikator sebagai berikut:

36

37

 Jumlah murid yang hadir.

 Murid yang memperhatikan materi saat guru menjelaskan.

 Murid yang menjawab pertanyaan yang diajukan guru.

 Murid yang mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahami.

 Murid yang mengajukan diri menyelesaikan soal yang diberikan di papan tulis.

 Murid yang membantu membimbing temannya dalam belajar.

 Murid yang melakukan aktivitaslain pada saat proses pembelajaran.

 Murid yang aktif dalam mengerjakan LKS.

d) Membuat soal-soal latihan dalam bentuk LKS untuk dikerjakan oleh masing- masing murid.

2) Pertemuan II

Pertemuan ke-2 dilaksanakan pada tanggal 5 September 2014 dengan materi sumpah pemuda.

Perencanaan yang dilakukan pada pertemuan ini hampir sama dengan pertemuan sebelumnya, yaitu membuat skenario pembelajaran (RPP), mempersiapkan materi pembelajaran, membuat lembar observasi dan alat evaluasi. Tapi yang membedakan pertemuan pertama dengan pertemuan kedua adalah submateri yang disiapkan yaitu mengamalkan nilai-nilai sumpah pemuda dalam kehidupan sehari-hari.

a) Membuat skenario pembelajaran dengan menggunakan metode fun learning.

b) Mempersiapkan materi pelajaran sesuai dengan skenario yang telah dibuat yaitu materi sumpah pemuda.

c) Membuat lembar observasi dengan indikator sebagai berikut:

 Jumlah murid yang hadir.

 Murid yang memperhatikan materi saat guru menjelaskan.

 Murid yang menjawab pertanyaan yang diajukan guru.

 Murid yang mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahami.

 Murid yang mengajukan diri menyelesaikan soal yang diberikan di papan tulis.

 Murid yang membantu membimbing temannya dalam belajar.

 Murid yang melakukan aktivitaslain pada saat proses pembelajaran.

 Murid yang aktif dalam mengerjakan LKS.

d) Membuat soal-soal latihan dalam bentuk LKS untuk dikerjakan oleh masing- masing murid.

b. Pelaksanaan Tindakan

Tahap ini dilaksanakan dengan menerapkanhal-hal yang telah direncanakan sebelumnya, yaitu:

a) Memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam.

b) Mengecek kehadiran murid dan kesiapannya dalam menerima pelajaran.

c) Menerapkan proses pembelajaran berdasarkan metode fun learning.

d) Setiap murid diberikan LKS yang telah disiapkan guru sebelumnya.

c. Hasil Observasi dan Evaluasi

39

Pada tahap ini ada dua kegiatan yaitu observasi dan evaluasi. Observasi dilakukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung, peneliti mencatat setiap hal yang dialami murid, situasi dan kondisi belajar murid, mengisi lembar observasi berdasarkan hasil pengamatan dan melaksanakan evaluasi berupa tes hasil belajar siklus I setelah dua kali pertemuan.

Adapun hasil observasi dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.1 Hasil Observasi Aktivitas Murid pada Siklus I No Aspek yang Diamati Pertemuan Rata-

rata

Persentase 1 2 (%)

1 Murid yang hadir 25 26 25,5 94,44

2

Murid yang memperhatikan materi pada saat guru menjelaskan

9 14 11,5 42,59

3

Murid yang menjawab pertanyaan lisan guru yang diajukan.

7 13 10 37,04

4

Murid yang mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahami.

7 6 6,5 24,07

5

Murid yang mengajukan diri menyelesaikan soal yang diberikan dipapan tulis

3 7 5 18,52

6

Murid yang

membantu/membimbing temannya dalam belajar

2 5 3,5 12,96

7

Murid yang melakukan aktivitas lain pada saat proses

pembelajaran

5 4 4,5 16,67

8 Murid yang aktif dalam

mengerjakan LKS 19 21 20 74,07

Tabel 4.1 di atas menunjukkan bahwa murid yang hadir pada siklus I sebesar 94,44% atau berada pada kategori sangat tinggi, murid yang

memperhatikan materi pada saat guru menjelaskan sebesar 42,59% atau berada pada kategori rendah, murid yang menjawab pertanyaan lisan guru yang diajukan sebesar 37,04% atau berada pada kategori rendah, murid yang mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahami sebesar 24,07% atau berada pada kategori sangat rendah, murid yang mengajukan diri menyelesaikan soal yang diberikan di papan tulis sebesar 18,52% atau berada pada kategori sangat rendah, murid membantu/membimbing temannya dalam belajar sebesar 12,96% atau berada pada kategori sangat rendah, murid yang melakukan aktivitas lain pada saat proses pembelajaran sebesar 16,67% atau berada pada kategori sangat rendah, dan murid yang aktif dalam mengerjakan LKS sebesar 74,07% atau berada pada kategori tinggi.

Berdasarkan hasil penilaian proses pada siklus pertama pertemuan 1 dan 2 sebesar 56,48% yang memiliki nilai kerjasama atau berada pada kategori sedang, murid yang memiliki tanggungjawab sebesar 52,77% atau berada pada kategori rendah, murid yang memiliki ketepatan jawaban sebesar 59,92% atau berada pada kategori rendah dan murid yang aktif dalam mengerjakan tugas sebesar 68,51%

atau berada pada kategori tinggi.

41

Apabila nilai hasil belajar murid dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi yang ditunjukkan pada tabel 4.2 di bawah ini:

Tabel 4.2 Distribusi dan Persentase Skor Hasil Belajar PKn Murid Kelas IIISDN Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa melalui Metode Fun Learning pada Siklus I

No. Interval Nilai Kategori Frekuensi Persentase

1 0-34 Sangat rendah 0 0

2 35-54 Rendah 7 25,93

3 55-64 Sedang 11 40,74

4 65-84 Tinggi 9 33,33

5 85–100 Sangat tinggi 0 0

Jumlah 27 100

Berdasarkan tabel 4.2 di atas dapat dijelaskan bahwa dari 27 murid kelas III SDN Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa, tidak seorang pun murid yang berada pada kategori sangat rendah, 7 murid atau 25,93% murid yang berada pada kategori rendah, 11 murid atau 40,74% yang berada pada kategori sedang, 9 murid atau 33,33% murid yang berada pada kategori tinggi, dan tidak seorang pun yang berada pada kategori sangat tinggi.

Untuk melihat persentase ketuntasan hasil belajar PKn murid kelas IIISDN Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa setelah metode fun learning pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.3 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Murid Kelas III SDN Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa pada Siklus I

No. Interval Nilai Kategori Frekuensi Persentase

1 0–64 Tidak Tuntas 18 66,67

2 65 - 100 Tuntas 9 33,33

Jumlah 27 100

Berdasarkan tabel 4.3 dapat disimpulkan bahwa banyaknya murid yang ketuntasan belajarnya pada kategori tidak tuntas sekitar 66,67% dan murid yang berada pada kategori tuntas sekitar 33,33%.

Adapun grafik ketuntasan belajar PKn murid dapat dilihat berikut.

d. Refleksi

Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi di atas terdapat 66,67% atau sebanyak 18 orang murid yang belum tuntas pada materi sumpah pemuda. Dari 27 orang murid kelas III SDN Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa yang menjadi subjek penelitian hanya terdapat 9 orang murid atau 33,33% yang tuntas dalam pembelajaran tersebut. Padahal indicator keberhasilan penelitian ini adalah 85% tuntas klasikal.Hal ini berarti masih ada 18 orang murid yang membutuhkan

0 20 40 60 80

Tidak Tuntas

Tabel 4.3 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Murid Kelas III SDN Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa pada Siklus I

No. Interval Nilai Kategori Frekuensi Persentase

1 0–64 Tidak Tuntas 18 66,67

2 65 - 100 Tuntas 9 33,33

Jumlah 27 100

Berdasarkan tabel 4.3 dapat disimpulkan bahwa banyaknya murid yang ketuntasan belajarnya pada kategori tidak tuntas sekitar 66,67% dan murid yang berada pada kategori tuntas sekitar 33,33%.

Adapun grafik ketuntasan belajar PKn murid dapat dilihat berikut.

d. Refleksi

Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi di atas terdapat 66,67% atau sebanyak 18 orang murid yang belum tuntas pada materi sumpah pemuda. Dari 27 orang murid kelas III SDN Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa yang menjadi subjek penelitian hanya terdapat 9 orang murid atau 33,33% yang tuntas dalam pembelajaran tersebut. Padahal indicator keberhasilan penelitian ini adalah 85% tuntas klasikal.Hal ini berarti masih ada 18 orang murid yang membutuhkan

Tidak Tuntas Tuntas

66.67

33.33

Siklus I

Tabel 4.3 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Murid Kelas III SDN Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa pada Siklus I

No. Interval Nilai Kategori Frekuensi Persentase

1 0–64 Tidak Tuntas 18 66,67

2 65 - 100 Tuntas 9 33,33

Jumlah 27 100

Berdasarkan tabel 4.3 dapat disimpulkan bahwa banyaknya murid yang ketuntasan belajarnya pada kategori tidak tuntas sekitar 66,67% dan murid yang berada pada kategori tuntas sekitar 33,33%.

Adapun grafik ketuntasan belajar PKn murid dapat dilihat berikut.

d. Refleksi

Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi di atas terdapat 66,67% atau sebanyak 18 orang murid yang belum tuntas pada materi sumpah pemuda. Dari 27 orang murid kelas III SDN Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa yang menjadi subjek penelitian hanya terdapat 9 orang murid atau 33,33% yang tuntas dalam pembelajaran tersebut. Padahal indicator keberhasilan penelitian ini adalah 85% tuntas klasikal.Hal ini berarti masih ada 18 orang murid yang membutuhkan

43

perhatian extra agar dapat menuntaskan pembelajarannya, sehingga peneliti menganggap bahwa penelitian ini harus dilanjutkan ke siklus berikutnya untuk membenahi hal-hal yang belum sempat terlaksana secara maksimal pada siklus I.

2. Siklus II

a. Perencanaan Tindakan 1) Pertemuan I

Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 17September 2014 dengan materi makna satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. Sebagaimana tahapan dalam PTK, ada 4 tahap yang dilaksanakan pada siklus II yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

a) Membuat skenario pembelajaran dengan menggunakan metode fun learning.

b) Mempersiapkan materi pelajaran sesuai dengan skenario yang telah dibuat yaitu sumpah pemuda.

c) Membuat lembar observasi dengan indikator sebagai berikut:

 Jumlah murid yang hadir.

 Murid yang memperhatikan materi saat guru menjelaskan.

 Murid yang menjawab pertanyaan yang diajukan guru.

 Murid yang mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahami.

 Murid yang mengajukan diri menyelesaikan soal yang diberikan di papan tulis.

 Murid yang membantu membimbing temannya dalam belajar.

 Murid yang melakukan aktivitaslain pada saat proses pembelajaran.

 Murid yang aktif dalam mengerjakan LKS.

d) Membuat soal-soal latihan dalam bentuk LKS untuk dikerjakan oleh masing- masing murid.

2) Pertemuan II

Pertemuan ke-2 dilaksanakan pada tanggal 19September 2014 dengan materi sumpah pemuda.Perencanaan yang dilakukan pada pertemuan ini hampir sama dengan pertemuan sebelumnya, yaitu membuat skenario pembelajaran (RPP), mempersiapkan materi pembelajaran, membuat lembar observasi dan alat evaluasi. Tapi yang membedakan pertemuan pertama dengan pertemuan kedua adalah submateri yang disiapkan yaitu mengenal nilai-nilai sumpah pemuda.

a) Membuat skenario pembelajaran dengan menggunakan metode fun learning

b) Mempersiapkan materi pelajaran sesuai dengan skenario yang telah dibuat yaitu materi benda dan sifatnya

c) Membuat lembar observasi dengan indikator sebagai berikut:

 Jumlah murid yang hadir.

 Murid yang memperhatikan materi saat guru menjelaskan.

 Murid yang menjawab pertanyaan yang diajukan guru.

 Murid yang mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahami.

 Murid yang mengajukan diri menyelesaikan soal yang diberikan di papan tulis.

 Murid yang membantu membimbing temannya dalam belajar.

 Murid yang melakukan aktivitaslain pada saat proses pembelajaran.

 Murid yang aktif dalam mengerjakan LKS.

45

d) Membuat soal-soal latihan dalam bentuk LKS untuk dikerjakan oleh masing- masing murid.

b. Pelaksanaan Tindakan

Tahap ini dilaksanakan dengan menerapkanhal-hal yang telah direncanakan sebelumnya, yaitu:

a) Memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam.

b) Mengecek kehadiran murid dan kesiapannya dalam menerima pelajaran.

c) Menerapkan proses pembelajaran berdasarkan metode fun learning.

d) Setiap murid diberikan LKS yang telah disiapkan guru sebelumnya.

c. Hasil Observasi dan Evaluasi

Pada tahap ini ada dua kegiatan yaitu observasi dan evaluasi. Observasi dilakukan pada saat proses belajar mengajar berlangsung, peneliti mencatat setiap hal yang dialami murid, situasi dan kondisi belajar murid, mengisi lembar observasi berdasarkan hasil pengamatan dan melaksanakan evaluasi berupa tes hasil belajar siklus I setelah dua kali pertemuan.

Adapun hasil observasi dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.4 Hasil Observasi Aktivitas Murid pada Siklus II No Aspek yang Diamati Pertemuan Rata-

rata

Persentase 1 2 (%)

1 Murid yang hadir 26 27 26,5 98,15

2

Murid yang memperhatikan materi pada saat guru menjelaskan

21 23 22 81,48

3

Murid yang menjawab pertanyaan lisan guru yang diajukan.

12 18 15 55,56

4

Murid yang mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahami.

5 4 4,5 16,67

5

Murid yang mengajukan diri menyelesaikan soal yang diberikan dipapan tulis

15 19 17 62,96

6

Murid yang

membantu/membimbing temannya dalam belajar

8 15 11,5 42,59

7

Murid yang melakukan aktivitas lain pada saat proses

pembelajaran

3 2 2,5 9,26

8 Murid yang aktif dalam

mengerjakan LKS 23 26 24,5 90,74

Tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa murid yang hadir pada siklus II sebesar 98,15% atau berada pada kategori sangat tinggi, murid yang memperhatikan materi pada saat guru menjelaskan sebesar 81,48% atau berada pada kategori tingg, murid yang menjawab pertanyaan lisan guru yang diajukan sebesar 55,56% atau berada pada kategori sedang, murid yang mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahami sebesar 16,67% atau berada pada kategori sangat rendah, murid yang mengajukan diri menyelesaikan soal yang diberikan di papan tulis sebesar 62,96% atau berada pada kategori sedang, murid membantu/membimbing temannya dalam belajar sebesar 42,59% atau berada pada kategori rendah, murid yang melakukan aktivitas lain pada saat proses pembelajaran sebesar 9,26% atau berada pada kategori sangat rendah, dan murid yang aktif dalam mengerjakan LKS sebesar 90,74% atau berada pada kategori sangat tinggi.

Berdasarkan hasil penilaian proses pada siklus 2 pertemuan 1 dan 2 sebesar 89,81% atau berada pada kategori sangat tinggi, murid yang memiliki

47

tanggungjawab sebesar 73,14% atau berada pada kategori tinggi, murid yang memiliki ketepatan jawaban sebesar 75,92% atau berada pada kategori tinggi dan murid yang aktif dalam mengerjakan tugas sbesar 82,40% atau berada pada kategori tinggi.

Apabila nilai hasil belajar murid dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi yang ditunjukkan pada tabel 4.5 di bawah ini:

Tabel 4.5 Distribusi dan Persentase Skor Hasil Belajar PKn Murid Kelas IIISDN Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa melalui Metode Fun Learning pada Siklus II

No. Interval Nilai Kategori Frekuensi Persentase

1 0-34 Sangat rendah 0 0

2 35-54 Rendah 0 0

3 55-64 Sedang 4 14,81

4 65-84 Tinggi 4 14,81

5 85 - 100 Sangat tinggi 19 70,37

Jumlah 27 100

Berdasarkan tabel 4.5 di atas dapat dijelaskan bahwa dari 27 murid kelas III SDN Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa, tidak seorang pun murid yang berada pada kategori sangat rendah dan rendah, 4 murid atau 14,81% yang berada pada kategori tinggi, 4 murid atau 14,81% murid yang berada pada kategori tinggi, dan 19 murid atau 70,37% yang berada pada kategori sangat tinggi.

Untuk melihat persentase ketuntasan hasil belajar PKn murid kelas IIISDN Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa setelah metode fun learning pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.6 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Murid Kelas III SDN Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa pada Siklus II

No. Interval Nilai Kategori Frekuensi Persentase

1 0 - 64 Tidak Tuntas 4 14,81

2 65 - 100 Tuntas 23 85,19

Jumlah 27 100

Berdasarkan tabel 4.6 dapat disimpulkan bahwa banyaknya murid yang ketuntasan belajarnya pada kategori tidak tuntas sekitar 14,81% dan murid yang berada pada kategori tuntas sekitar 85,19%.

Adapun grafik ketuntasan belajar PKn murid dapat dilihat berikut.

d. Refleksi

Setelah merefleksi siklus I diperoleh suatu gambaran tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II sebagai perbaikan dan tindakan yang dilakukan pada siklus I.

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Tidak Tuntas

Tabel 4.6 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Murid Kelas III SDN Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa pada Siklus II

No. Interval Nilai Kategori Frekuensi Persentase

1 0 - 64 Tidak Tuntas 4 14,81

2 65 - 100 Tuntas 23 85,19

Jumlah 27 100

Berdasarkan tabel 4.6 dapat disimpulkan bahwa banyaknya murid yang ketuntasan belajarnya pada kategori tidak tuntas sekitar 14,81% dan murid yang berada pada kategori tuntas sekitar 85,19%.

Adapun grafik ketuntasan belajar PKn murid dapat dilihat berikut.

d. Refleksi

Setelah merefleksi siklus I diperoleh suatu gambaran tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II sebagai perbaikan dan tindakan yang dilakukan pada siklus I.

Tidak Tuntas Tuntas

14.81

85.19

Siklus II

Tabel 4.6 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Murid Kelas III SDN Tanetea Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa pada Siklus II

No. Interval Nilai Kategori Frekuensi Persentase

1 0 - 64 Tidak Tuntas 4 14,81

2 65 - 100 Tuntas 23 85,19

Jumlah 27 100

Berdasarkan tabel 4.6 dapat disimpulkan bahwa banyaknya murid yang ketuntasan belajarnya pada kategori tidak tuntas sekitar 14,81% dan murid yang berada pada kategori tuntas sekitar 85,19%.

Adapun grafik ketuntasan belajar PKn murid dapat dilihat berikut.

d. Refleksi

Setelah merefleksi siklus I diperoleh suatu gambaran tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II sebagai perbaikan dan tindakan yang dilakukan pada siklus I.

49

Dalam siklus ini dilakukan penyempurnaan penerapan pembelajaran, upaya ini dilakukan dalam bentuk pemberian motivasi untuk menyelesaikan masalah dengan beberapa pertanyaan yang sifatnya mengarahkan murid untuk menemukan jawaban, lebih banyak memberikan latihan. Dengan adanya perlakuan seperti ini terlihat bahwa proses pembelajaran Pkn sesuai dengan apa yang diharapkan, dimana murid lebih aktif belajar dengan menggunakan metode fun learning yang tidak membuat murid cepat bosan dalam belajar.

Dokumen terkait