BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Hasil analisis deskriptif a. Deskripsi hasil pre test
Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilakukan dengan melihat langsung kegiatan proses pembelajaran serta penilaian perkembangan anak pada kelompok A. Hasil yang kami peroleh yakni kemampuan motorik halus anak kelompok A masih sangat rendah. Setelah mengetahui hal tersebut, selanjutnya kami melakukan pre test terlebih dahulu sebelum menerapkan treatment yakni teknik finger paint. Hal ini dilakukan agar peneliti bisa mendapatkan penilaian awal mengenai aspek yang ingin dikembangkan dalam hal ini perkembangan motorik halus anak kelompok A Raudhatul Athfal AL-Furqan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Adapun indikator Pre test yang digunakan berdasarkan pada Permendikbud No. 146 Tahun 2014 adalah : (1) Melukis dengan menggunakan satu jari, (2) Melukis dengan menggunakan lima jari, (3) Melukis sebuah gambar sederhana sesuai dengan tema, (4) Melukis seluruh bagian gambar, (5) Melukis dengan tidak memberi warna melewati garis batas gambar, (6) Melukis menggunakan berbagai jenis warna. Hasil analisis deskriptif pretest tersebut dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:
43
Tabel 4.1 Data Persentase Distribusi Frekuensi Pre test Kemampuan Anak Melukis dengan menggunakan satu jari
Item Kategori Frekuensi Persentase Melukis dengan
menggunakan satu jari
BSB 3 20%
BSH 8 53%
MB 4 27%
BB 0 0%
Sumber Tabel 4.1 : Lampiran 5
Berdasarkan data pada tabel diatas dapat diketahui bahwa persentase item melukis dengan menggunakan satu jari pada kategori berkembang sangat baik sebesar 20%, kategori berkembang sesuai harapan sebesar 53%, kategori mulai berkembang sebesar 27% dan kategori belum berkembang sebesar 0%. Selanjutnya dilakukan analisis data Pre test tahap kedua yakni :
Tabel 4.2 Data Persentase Distribusi Frekuensi Pre test Kemampuan Anak Melukis dengan menggunakan lima jari
Item Kategori Frekuensi Persentase Melukis dengan
menggunakan lima jari
BSB 4 27%
BSH 6 40%%
MB 4 27%
BB 1 7%
Sumber Tabel 4.2 : Lampiran 5
Berdasarkan data pada tabel diatas dapat diketahui bahwa persentase item melukis dengan menggunakan lima jari pada kategori berkembang sangat baik sebesar 27%, kategori berkembang sesuai harapan sebesar 40%, kategori mulai berkembang sebesar 27% dan pada kategori belum
berkembang sebesar 7%. Selanjutnya dilakukan analisis data Pre test tahap ketiga yaitu :
Tabel 4.3 Data Persentase Distribusi Frekuensi Pretest Kemampuan Anak Melukis sebuah gambar sederhana sesuai dengan tema
Item Kategori Frekuensi Persentase Melukis sebuah gambar
sederhana sesuai dengan tema
BSB 0 0%
BSH 6 40%
MB 7 47%
BB 2 13%
Sumber Tabel 4.3 : Lampiran 5
Berdasarkan data pada tabel diatas dapat diketahui bahwa persentase item melukis sebuah gambar sederhana sesuai dengan tema pada kategori berkembang sangat baik sebesar 0%, kategori berkembang sesuai harapan sebesar 40%, kategori mulai berkembang sebesar 47% dan pada kategori belum berkembang sebesar 13%. Selanjutnya dilakukan analisis data Pre test tahap keempat yaitu :
Tabel 4.4 Data Persentase Distribusi Frekuensi Pretest Kemampuan Anak Melukis seluruh bagian gambar
Item Kategori Frekuensi Persentase Melukis seluruh bagian
gambar
BSB 0 0%
BSH 6 40%
MB 8 53%
BB 1 7%
Sumber Tabel 4.4 : Lampiran 5
Berdasarkan data pada tabel diatas dapat diketahui bahwa persentase item melukis seluruh bagian gambar pada kategori berkembang sangat baik sebesar 0%, kategori berkembang sesuai harapan sebesar 40%,
kategori mulai berkembang sebesar 53% dan pada kategori belum berkembang sebesar 7%. Selanjutnya dilakukan analisis data Pre test tahap kelima yaitu :
Tabel 4.5 Data Persentase Distribusi Frekuensi Pretest Kemampuan Anak Melukis dengan tidak memberi warna melewati garis batas gambar
Item Kategori Frekuensi Persentase Melukis dengan tidak
memberi warna melewati garis batas gambar
BSB 0 0%
BSH 2 13%
MB 13 87%
BB 0 0%
Sumber Tabel 4.5 : Lampiran 5
Berdasarkan data pada tabel diatas dapat diketahui bahwa persentase item melukis dengan tidak memberi warna melewati garis batas gambar pada kategori berkembang sangat baik sebesar 0%, kategori berkembang sesuai harapan sebesar 13%, kategori mulai berkembang sebesar 87% dan pada kategori belum berkembang sebesar 0%. Selanjutnya dilakukan analisis data Pre test tahap akhir yaitu :
Tabel 4.6 Data Persentase Distribusi Frekuensi Pretest Kemampuan Anak Melukis menggunakan berbagai jenis warna
Item Kategori Frekuensi Persentase Melukis menggunakan
berbagai jenis warna
BSB 0 0%
BSH 6 40%
MB 9 60%
BB 0 0%
Sumber Tabel 4.6 : Lampiran 5
Berdasarkan data pada tabel diatas dapat diketahui bahwa persentase item melukis menggunakan berbagai jenis warna pada kategori
berkembang sangat baik sebesar 0%, kategori berkembang sesuai harapan sebesar 40%, kategori mulai berkembang sebesar 60% dan pada kategori belum berkembang sebesar 0%.
Selanjutnya dilakukan analisis statistik dari keenam hasil Pre test yang telah dilakukan berupa analisis deskriptif perkembangan motorik halus yang dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4.7 Data Perhitungan Hasil Ananlisis Data Pretest Perkembangan Motorik Halus Anak Dengan Teknik Finger Paint
Data Perhitingan Data Pretest
N 15
Rata-rata (Mean) 14,10
Nilai Minimal 12
Nilai Maksimal 18
Standar Deviasi 1,3
Sumber Tabel 4.7 : Lampiran 6
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa data pretest menunjukkan rata-rata skor adalah 14,10 nilai minimal sebesar 12, nilai maksimal sebesar 18 dan standar deviasi sebesar 1,3S
b. Deskriptif hasil post test
Setelah memberikan pre test selanjutnya diberikan perlakuan (treatment) berupa teknik finger paint yang diawali dengan memberikan penjelasan serta arahan dalam melakukan kegiatan finger paint. Indikator yang digunakan dalam post test ini berdasarkan pada Permendikbud No.146 Tahun 2014. Serta bentuk kegiatan yang dilakukan sama dengan kegiatan
yang diberikan pada saat melakukan pre test. Adapun hasil analisis post test tersebut dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 4.8 Data Persentase Distribusi Frekuensi Post test Kemampuan Anak Melukis dengan menggunakan satu jari
Item Kategori Frekuensi Persentase Melukis dengan
menggunakan satu jari
BSB 12 80%
BSH 3 20%
MB 0 0%
BB 0 0%
Sumber Tabel 4.8 : Lampiran 7
Berdasarkan data pada tabel diatas dapat diketahui bahwa persentase item melukis dengan menggunakan satu jari pada kategori berkembang sangat baik sebesar 80%, kategori berkembang sesuai harapan sebesar 20%, kategori mulai berkembang sebesar 0% dan kategori belum berkembang sebesar 0%. Selanjutnya dilakukan analisis data Post test tahap kedua yakni :
Tabel 4.9 Data Persentase Distribusi Frekuensi Post test Kemampuan Anak Melukis dengan menggunakan lima jari
Item Kategori Frekuensi Persentase Melukis dengan
menggunakan lima jari
BSB 13 87%
BSH 2 13%
MB 0 0%
BB 0 0%
Sumber Tabel 4.9 : Lampiran 7
Berdasarkan data pada tabel diatas dapat diketahui bahwa persentase item melukis dengan menggunakan lima jari pada kategori berkembang sangat baik sebesar 87%, kategori berkembang sesuai harapan
sebesar 13%, kategori mulai berkembang sebesar 0% dan pada kategori belum berkembang sebesar 0%. Selanjutnya dilakukan analisis data Post test tahap ketiga yakni :
Tabel 4.10 Data Persentase Distribusi Frekuensi Post test Kemampuan Anak Melukis sebuah gambar sederhana sesuai dengan tema
Item Kategori Frekuensi Persentase Melukis sebuah gambar
sederhana sesuai dengan tema
BSB 4 27%
BSH 11 73%
MB 0 0%
BB 0 0%
Sumber Tabel 4.10 : Lampiran 7
Berdasarkan data pada tabel diatas dapat diketahui bahwa persentase item melukis sebuah gambar sederhana sesuai dengan tema pada kategori berkembang sangat baik sebesar 27%, kategori berkembang sesuai harapan sebesar 73%, kategori mulai berkembang sebesar 0% dan pada kategori belum berkembang sebesar 0%. Selanjutnya dilakukan analisis data Post test tahap keempat yakni :
Tabel 4.11 Data Persentase Distribusi Frekuensi Post test Kemampuan Anak Melukis seluruh bagian pola gambar
Item Kategori Frekuensi Persentase Melukis seluruh bagian
pola gambar
BSB 1 7%
BSH 13 86%
MB 1 7%
BB 0 0%
Sumber Tabel 4.11 : Lampiran 7
Berdasarkan data pada tabel diatas dapat diketahui bahwa persentase item melukis dengan tidak memberi warna melewati garis batas
gambar pada kategori berkembang sangat baik sebesar 7%, kategori berkembang sesuai harapan sebesar 86%, kategori mulai berkembang sebesar 7% dan pada kategori belum berkembang sebesar 0%. Selanjutnya dilakukan analisis data Post test tahap kelima yakni :
Tabel 4.12 Data Persentase Distribusi Frekuensi Post test Kemampuan Anak Melukis dengan tidak memberi warna melewati garis batas gambar
Item Kategori Frekuensi Persentase Melukis dengan tidak
memberi warna melewati garis batas gambar
BSB 6 40%
BSH 9 60%
MB 0 0%
BB 0 0%
Sumber Tabel 4.11 : Lampiran 7
Berdasarkan data pada tabel diatas dapat diketahui bahwa persentase item melukis dengan tidak memberi warna melewati garis batas gambar pada kategori berkembang sangat baik sebesar 40%, kategori berkembang sesuai harapan sebesar 60%, kategori mulai berkembang sebesar 0% dan pada kategori belum berkembang sebesar 0%. Selanjutnya dilakukan analisis data Post test tahap keenam yakni :
Tabel 4.13 Data Persentase Distribusi Frekuensi Post test Kemampuan Anak Melukis menggunakan berbagai jenis warna
Item Kategori Frekuensi Persentase Melukis menggunakan
berbagai jenis warna
BSB 2 13%
BSH 13 87%
MB 0 0%
BB 0 0%
Sumber Tabel 4.13 : Lampiran 7
Berdasarkan data pada tabel diatas dapat diketahui bahwa persentase item melukis menggunakan berbagai jenis warna pada kategori berkembang sangat baik sebesar 13%, kategori berkembang sesuai harapan sebesar 87%, kategori mulai berkembang sebesar 0% dan pada kategori belum berkembang sebesar 0%.
Kemudian dari seluruh hasil analiiis data Post test selanjutnya dilakukan analisis statistik deskriptif, adapun hasilnya adalah sebagai berikut:
Tabel 4.14 Data Perhitungan Hasil Ananlisis Data Postest Perkembangan Motorik Halus Anak
Data Perhitingan Data Pretest
N 15
Rata-rata (Mean) 14,93
Nilai Minimal 19
Nilai Maksimal 22
Standar Deviasi 5,74
Sumber Tabel 4.14 : Lampiran 8
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa data posttest menunjukkan nilai rata-rata sebesar 14,93 dan skor minimal sebesar 19, skor maksimal sebesar 22 dan standar deviasi sebesar 5,74
c. Rekapitulasi Data Perkembangan Motorik Halus Anak Sebelum dan Setelah Diterapkan Teknik Finger Painting
Adapun rekapitulasi data yang diperoleh sebelum dan setelah penggunaan teknik finger painting, perkembangan motorik halus anak
berdasarkan kategori berkembang sangat baik (BSB), berkembang sesuai harapan (BSH), mulai berkembang (MB) dan belum berkembang (BB) dapat dilihat pada tabel 4.16 sebagai berikut:
Tabel 4.15 Rekapitulasi Data Perkembangan Motorik Halus Anak Sebelum dan Setelah Penerapan Teknik Finger Painting
No Pencapaian Nilai Skor
Kategori Sebelum (Pretest) Setelah (Postest) Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase
1 20 – 22 BSB 0 0 % 8 46,67 %
2 16 – 19 BSH 0 0 % 7 53,33 %
3 12 – 15 MB 6 40 % 0 0 %
4 10 – 12 BB 9 60 % 0 0 %
Jumlah 15 100 % 15 100 %
Keterangan :
BSB : Jika anak dapat melukis dengan satu jari, melukis dengan lima jari, melukis tanpa melewati batas garis, mampu melukis sesuai pola gambar, serta mampu membuat gambar sederhana sesuai tema dengan baik dan tanpa bantuan guru.
BSH : Jika anak dapat melukis dengan satu jari, melukis dengan lima jari, melukis tanpa melewati batas garis, mampu melukis sesuai pola gambar, serta mampu membuat gambar sederhana sesuai tema dengan baik namun masih memerlukan bantuan guru.
MB : Jika anak dapat melukis dengan satu jari, melukis dengan lima jari, melukis tanpa melewati batas garis, mampu melukis seusai pola gambar, serta mampu membuat gambar sederhana sesuai tema dengan hasil kurang baik walaupun telah dibantu oleh guru.
BB : Jika anak tidak dapat melukis dengan satu jari, melukis dengan lima jari, melukis tanpa melewati batas garis, mampu melukis seusai pola gambar, serta mampu membuat gambar sederhana sesuai tema walaupun dengan bantuan guru.
Berdasarkan tabel 4.15 di atas dapat dijelaskan bahwa persentase perkembangan motorik halus anak sebelum diterapakan teknik finger painting masih berada di bawah 50 % sedangkan setelah diterapkan teknik finger painting persentase perkembangan motorik halus anak berada di atas 50 %. Dapat dilihat perkembangan motorik halus anak sebelum diterapkan teknik finger painting pada rentang nilai 10 – 12 atau 60 % dikategorikan belum berkembang, perkembangan motorik halus anak pada rentang 12 – 15 atau 40 % dikategorikan mulai berkembang, dan perkembangan motorik halus anak pada rentang 16 – 19 atau 0 % dikategorikan berkembang sesuai harapan, sedangkan perkembangan motorik halus anak pada rentang 20 – 22 atau 0 % dikategorikan berkembangn sangat baik. Sedangkan perkembangan motorik halus anak setelah diterapkan teknik finger painting pada rentang nilai 10 – 12 atau 0 % dikategorikan belum berkembang, perkembangan motorik halus anak pada rentang 12 – 15 atau 0 % dikategorikan mulai berkembang, dan perkembangan motorik halus anak pada rentang 16 – 19 atau 46,67 % dikategorikan berkembang sesuai harapan, sedangkan perkembangan
motorik halus anak pada rentang 20 – 22 atau 53,33 % dikategorikan berkembangan sangat baik.
Tabel 4.15 Pengaruh Teknik Finger Painting Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak
No Nama
Anak
Nilai statistik perkembangan motorik
halus anak
Selisih Nilai (O1-O2)
Rangking Tanda Rangking Sebelum
(O1)
Setelah (O2)
+ -
1 AN 17 21 -4 1 -1
2 AG 16 21 -5 3,5 -3,5
3 IMR 12 19 -7 3,5 -3,5
4 EAR 15 19 -4 3,5 -3,5
5 UF 16 21 -5 3,5 -3,5
6 FAS 14 22 -8 7 -7
7 NN 13 20 -7 7 -7
8 RSK 12 21 -9 7 -7
9 RA 15 21 -6 9,5 -9,5
10 MK 18 22 -3 9,5 -9,5
11 NRI 16 20 -4 12 -12
12 TSY 15 19 -4 12 -12
13 NRL 15 20 -5 12 -12
14 ADL 14 21 -7 14 -14
15 NA 16 22 -6 15 -15
Jumlah Nilai 224 309 -85
Nilai T=120 Nilai Rata-rata 14,10 14,93 -0,83
Berdasarkan tabel mengenai data perkembangan motorik halus anak ditemukan bahwa sebelum dan setelah penerapan teknik finger painting menunjukkan bahwa rangking bertanda positif (+) = 0 dan jumlah rangking bertanda negatif (-) = 1+3,5+3,5+3,5+3,5+7+7+7+9,5+9,5+12+12+12+14+15 = 120.
Dalam pengambilan keputusan jika T hitung ˂ T tabel artinya H0 diterima dan H1 ditolak artinya tidak ada pengaruh penerapan teknik finger painting terhadap
perkembangan motorik halus anak Kelompok A di RA Al-Furqan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, dan T hitung ˃ T tabel artinya H0 ditolak dan H1 diterima artinya ada pengaruh penerapan teknik finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak Kelompok A di RA Al-Furqan Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.