BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
populasi yang diteliti dan tidak membuat kesimpulan secara umum. Penelitian ini tidak memerlukan hipotesis tetapi menggambarkan apa adanya tentang setrategi pelaksanaan pembelajaran dan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran gambar gaun muslim di SMK Negeri 1 Jeneponto.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat pengambilan data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Jeneponto yang sedang menempuh mata pelajaran busana.
Alasan dipilihnya SMK Negeri 1 Jeneponto karena SMK Negeri 1 Jeneponto ini adalah salah satu SMK di Jeneponto yang menawarkan bidang tata busana.
Disamping itu juga tersedia sarana dan prasarana yang mendukung serta tenaga pengajar yang mempunyai keahlian/kemampuan dibidang tata busana, sehingga bagi lulusan SMK Negeri 1 Jeneponto ini yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dapat memanfaatkan keterampilan yang sudah didapat untuk melanjutkan ke dunia kerja/usaha.
18
Gambar 3.1 Denah Lokasi Peneliltian
(Sumber: Google Maps, diakses pada 21 mei 2022) Ket:
: Jl. Pelita, Binamu Kab. Jeneponto : Jl. Balang Tia, Binamu Kab. Jeneponto : SMK Negeri 1 Jeneponto
C. Definisi Opersional Variabel
Berikut ini dijelaskan operasional variabel dalam penelitian ini:
Pelaksanaan pembelajaran gambar model gaun muslim dewasa pada siswa kelas XII Jurusan Tata Busana di SMK Negeri 1 Jeneponto.
1. Pelaksanaan pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran adalah berlangsungnya proses belajar mengajar busana wanita yang meliputi tujuan, bahan atau materi, materi dan alat serta evaluasi. Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai.
2. Pembelajaran gambar gaun muslim
Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada siswa. Gambar gaun muslim adalah gambar busana untuk wanita yang dapat menonjolkan sisi feminine dan religius dari wanita sehingga terlihat cantik dan anggun serta berwibawa. Pembelajaran ini dilaksanakan 2 kali dalam seminggu. Dalam tatap muka 4 jam pelajaran, yaitu 4 x 45 menit.
D. Metode Pengumpulan Data 1. Observasi
Menurut Cholid Narbuko dan Abu Achmadi (2009:70) observasi atau pengamatan adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki. Observasi merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan cara mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Menurut Sutrisno Hadi (2000:136) observasi bisa diartikan
20
sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomena- fenomena yang diselidiki.
Peneliti akan mengunjungi SMK Negeri 1 Jeneponto kemudian mengobservasi dan mencatat bagaimana guru dan siswa kelas XII jurusan Tata Busana yang sedang melakukan proses pelaksanaan pembelajaran desain gaun muslim.
2. Wawancara
Menurut Sutrisno Hadi (2000:193) wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan cara tanya-jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematik dan berlandaskan kepada tujuan penyelidikan.
Teknik wawancara dilakukan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan secara langsung kepada subjek atau narasumber yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran desain gaun muslim. Peneliti mengunjungi guru SMK Negeri 1 Jeneponto untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai proses pelaksanaan pembelajaran desain gaun muslim untuk siswa kelas XII jurusan Tata Busana. Kemudian peneliti merekam dan mencatat hasil wawancara tersebut.
3. Dokumentasi
Dokumentasi dalam penelitian ini bertujuan untuk mencari data- data atau dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini dalam dokumen-dokumen yang mendukung dalam pelaksanaan pembelajaran dan hasil belajar seperti:
foto–foto, proses dan hasil pembuatan tugas busana dan nilai praktik
pertama dan kedua. Dokumentasi dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil belajar siswa melelui nilai praktek yang dinilai oleh guru berdasarkan pelaksanaan pembelajaran desain gaun muslim.
4. Angket
Metode pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitian (Sugiyono,2006:23).
Menurut sukardi (2003:75) ada empat media untuk mengumpulkan data dalam proses penelitian. Keempat media tersebut penggunaanya dapat dipilih satu macam atau gabungan antar beberapa media tersebut tergantung macam data yang diharapkan oleh peneliti. Ke empat pengumpulan data tersebut adalah kuisioner (angket). Observasi, wawancara dan dokumentasi.
Angket/kuisioner adalah merupakan suatu teknik atau cara pengumpulan data yang digunakan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2006:199). Pengambilan data menggunakan angket mempunyai kelebihan-kelebihan sebagai berikut:
a. Bahwa subjek adalah orang yang tahu tentang dirinya sendiri.
b. Bahwa apa yang dinyatakan oleh subjek kepada penyelidik adalah benar-benar dapat dipegang.
c. Bahwa interaksi subjek tentang pertanyaan–pertanyaan yang diajukan kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh penyelidik (sutrisno Hadi, 2002:157).
22
Angket atau kuesioner dengan alternatif 2 jawaban, responden memberikan jawaban sebagai berikut:
a) Layak maka diberi skor 1.
b) Tidak layak diberi skor 0.
Pada penelitian ini, peneliti akan membagikan angket kepada siswa kelas XII jurusan Tata Busana di SMK Negeri 1 Jeneponto. Terdapat 20 pertanyaan pada angket yang akan dibagikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran desain gaun muslim.
Skema 3.1 Metode Pengumpulan Data
23 A. Hasil Penelitian
Bab ini akan membahas hasil dari penelitian yang telah dilakukan pada tanggal 29 November 2021 sampai 29 Desember 2021 terhadap siswa kelas XII Jurusan Tata Busana di SMK Negeri 1 Jeneponto. Kemudian selanjutnya hasil penelitian yang telah diperoleh selamla pengumpulan data akan dirunutkan dalam pembahasan secara menyeluruh.
1. Jenis–jenis gaun muslim pada pelaksanaan pembelajaran desain gaun muslim dewasa pada siswa kelas XII Jurusan Tata Busana di SMK Negeri 1 Jeneponto.
Beberapa jenis desain gaun muslim dewasa yang di buat oleh siswa kelas XII jurusan Tata Busana di SMK Negeri 1 Jeneponto diantaranya adalah:
1.1. Kaftan
Baju muslim yang lebar dengan hiasan border atau renda di bagian lehernya, biasanya dibagian tangan melebar dan menjadi satu dengan tubuh tampa jahitan. Jenis ini elegante dan sangat cocok dikenakan pada saat momen special seperti pengajian atau pernikahan.
Berikut merupakan gambar kaftan yang diteliti:
24
Gambar: 4.1 kaftan
(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021) 1.2. Gamis
Pakaian muslim yang memiliki ukuran tidak terlalu lebar dan cenderung dengan model yang lurus dapat di beri penambahan luaran busana seperti blezer atau rumpi agar memberi kesan anggun.
Berikut merupakan gambar gamis dari penelitian:
Gambar: 4.2 Gamis
(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021)
2. Membuat desain
Membuat desain merupakan langkah awal dalam pembuatan gaun, membuat desain merupakan kegiatan menyusun rancangan untuk membuat desain gambar atau objek lainnya. Pada bagian pembuatan desain busana terdapat beberapa macam-macam siluet, berikut macam- macam siluet:
1) Siluet A 2) Siluet I 3) Siluet S 4) Siluet H 5) Siluet Y 6) Siluet L 7) Siluet Bustle 3. Membuat Pola
Membuat pola merupakan potongan-potongan kertas yang digunakan untuk prototipe agar membantu proses pembuatan desain pada kain. Terdapat beberapa langkah untuk pembuatan pola, berikut langkah- langkahnya:
1) Mengukur model, dalam hal ini sebelum melakukan pembuatan pola dasar dilakukan pengukuran pada tubuh model menggunakan alat ukur atau pita ukur. Kemudian, setelah mendapatkan hasil ukuran siswa melakukan langkah selanjutnya yaitu menggunakan rumus pola.
26
2) Membuat pola dasar, pada langkah ini merupakan awal dalam pembuatan pola pada busana. Membuat pola dasar menggunakan rumus pola pada kertas merah muda dan biru.
3) Memecah pola, langkah ini dilakukan dengan cara memecah pola yang telah digambar di kertas merah muda dan biru. Kemudian, hal ini dilakukan juga dengan kertas pola yang lebih besar berwarna coklat.
4) Rancangan bahan, langkah ini mengumpulkan alat dan bahan yang telah disiapkan untuk pembuatan gaun muslim.
5) Memindahkan pola kecil ke pola besar, pola kecil yang telah digambar di kertas merah muda dan biru dipindahkan ke kertas pola berwarna coklat menggunakan pita ukur.
6) Meletakkan pola besar pada bahan kain, pola yang telah digambar dalam skala besar dipindahkan ke kain yang akan digunakan untuk membuat gaun muslim.
7) Menggunting bahan kain, proses ini dilakukan setelah pola besar sudah terpasang di bahan kain. Kemudian, bahan kain digunting lalu siap dijahit.
4. Menjahit
Menjahit merupakan pekerjaan menyambung kain dan bahan-bahan lainnya yang bisa dilewati jarum dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan mesin jahit atau menggunakan tangan dengan jarum tangan.
1) Jenis-jenis tusuk dasar menjahit
a) Tusuk jelujur merupakan jenis tusuk jahit arah horizontal, dimana jarak dan ukuran tusuk jahitan yang dibuat pada kain diatur sama panjang.
b) Tusuk feston merupakan jenis tusuk jahit untuk penyelesaian tiras seperti pinggiran pakaian pada bayi.
c) Tusuk flannel merupakan teknik dasar menjahit yang biasa digunakan untuk mengelim pinggiran busana yang diobras, tusuk planel juga biasa digunakan sebagai hiasan.
d) Tusuk batang merupakan tusuk jahit yang dapat dipakai untuk membuat hiasan.
e) Tusuk pipih merupakan jenis tusuk jahit yang biasanya digunakan untuk menutup seluruh permukaan kain atau dapat membuat mata boneka atau bentuk hidung.
f) Tusuk rantai merupakan jenis tusuk jahit terdiri dari sekolompok jahitan yang berbentuk seperti rantai.
g) Tusuk silang merupakan teknik dasar menjahit untuk menjaga lipatan agar tetap berada pada posisinya.
h) Tusuk balik atau tusuk tikam jejak merupakan jenis tusuk jahit yang dilihat dari bagian bawa tampak seperti jahit rangkap dan apabila dilihat dari sisi atas tampak seperti jahitan mesin.
i) Tusuk piguar merupakan tusuk jahit yang difungsikan untuk memasangkan bulu kuda pada jas atau mantel, biasa juga
28
digunakan sebagai tusuk hias pada busana.
j) Tusuk balut merupakan jenis tusuk jahit yang digunakan untuk menyambung dua bagian bahan yang letaknya harus tepat menurut coraknya.
2) Jenis-jenis kampuh
a) Kampuh sarung merupakan jenis kampuh yang tampak dari kedua sisinya.
b) Kampuh pipih merupakan jenis kampuh pakain yang mempunyai bekas jahit pada satu sisi sebanyak dua setikan dan disisi sebelahnya mempunyai satu setikan.
c) Kampuh buka merupakan jenis kampuh yang tiras sambungnya dibuka atau terbuka.