• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

28

digunakan sebagai tusuk hias pada busana.

j) Tusuk balut merupakan jenis tusuk jahit yang digunakan untuk menyambung dua bagian bahan yang letaknya harus tepat menurut coraknya.

2) Jenis-jenis kampuh

a) Kampuh sarung merupakan jenis kampuh yang tampak dari kedua sisinya.

b) Kampuh pipih merupakan jenis kampuh pakain yang mempunyai bekas jahit pada satu sisi sebanyak dua setikan dan disisi sebelahnya mempunyai satu setikan.

c) Kampuh buka merupakan jenis kampuh yang tiras sambungnya dibuka atau terbuka.

kelas XII jurusan Tata Busana di SMK Negeri 1 Jeneponto diantaranya adalah:

1) Kaftan

Kaftan merupakan salah satu jenis baju muslim yang lebar dengan hiasan border atau renda di bagian lehernya, biasanya dibagian tangan melebar dan menjadi satu dengan tubuh tampa jahitan. Jenis ini elegante dan sangat cocok dikenakan pada saat momen special seperti pengajian atau pernikahan. Baju kaftan biasa dibuat oleh siswa kelas XII SMK Negeri 1 Jeneponto jurusan tata busana sebagai contoh busana muslim namun selama adanya wabah corona sejak kurang lebih 3 tahun yang lalu siswa tidak praktek membuat busana.

2) Gamis

Gamis merupakan jenis pakaian muslim yang memiliki ukuran tidak terlalu lebar dan cenderung dengan model yang lurus dapat di beri penambahan luaran busana seperti blezer atau rumpi agar memberi kesan anggun. Sama halnya dengan baju kaftan, gamis juga populer bagi siswa kelas XII SMK Negeri 1 Jeneponto jurusan tata busana.

2. proses pembuatan gaun pada pelaksanaan pembelajaran desain gaun muslim dewasa pada siswa kelas XII Jurusan Tata Busana di SMK Negeri 1 Jeneponto

2.1) Menyiapkan alat dan bahan

Pembuatan gaun perlu menyiapkan alat dan bahan agar menunjang proses pembuatannya.

30

Berikut Alat dan Bahan yang digunakan untuk membuat gaun:

1) Alat a) Pensil

Pensil merupakan alat yang digunakan untuk membuat desain gaun.

Gambar: 4.3 Pensil

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021) b) Skala pola

Skala pola merupakan alat pengukur yang digunakan pada pola kecil desain.

Gambar: 4.4 Skala Pola

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021)

c) Pensil merah biru

Pensil merah biru merupakan alat yang digunakan untuk menggambar pola depan dan belakang desain.

Gambar: 4.5 Pensil Merah dan Biru (sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021) d) Penghapus

Penghapus digunakan untuk menghapus desain yang salah.

Gambar: 4.6 Penghapus

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021)

32

e) Penggaris pola

Penggaris pola merupakan alat yang diguanakan untuk membuat pola besar agar membentuk pola yang sesuai dengan yang kita inginkan.

Gambar: 4.7 Penggaris Pola

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021) f) Gunting

Gunting merupakan alat yang digunakan untuk memotong kertas, benang dan kain.

Gambar: 4.8 Gunting

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021)

g) Mesin jahit

Mesin jahit merupakan alat yang digunakan untuk menyatukan kain yang telah digunting mengikuti pola.

Gambar: 4.9 Mesin Jahit

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021) h) Jarum

Jarum merupakan alat yang digunakan untuk menjahit kain yang telah di gunting mengikuti pola.

Gambar: 4.10 Jarum

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021) i) Pita ukur

Pita ukur merupakan alat yang digunakan untuk menggukur

34

ukuran lingkar tubuh.

Gambar: 4.11 Pita Ukur

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021) j) Rader

Rader merupakan alat yang digunakan untuk membantu desainer dalam menjahit baju untuk memberikan tanda jahitan sesuai garis pola pakaian yang diinginkan

Gambar: 4.12 Rader

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021) k) Jarum Pentul

Jarum pentul digunakan sebagai alat bantu yang disematkan pada kertas pola ke bahan kain agar tidak bergeser, dan untuk menyatukan bahan kain yang telah dipotong-potong.

Gambar: 4.13 Jarum Pentul

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021) l) Kapur Jahit

Alat ini digunakan sebagai penanda pada bahan kain.

Gambar: 4.14 Kapur Jahit

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021) 2) Bahan

a. Kertas

Merupakan bahan yang digunakan untuk menggambar desain dalam skala lebih kecil.

36

Gambar: 4.15 Kertas Pola Biru dan Merah muda (sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021) b. Kertas Pola

Kertas pola digunakan untuk membuat pola dalam skala yang lebih besar.

Gambar: 4.33 Kertas Pola

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021) c. Kertas Karbon

Kertas Karbon merupakan alat yang digunakan untuk mentransfer

seluruh garis pola pakaian pada dua sisi buruk lapisan kain secara bersamaan, setelah dirasa cukup barulah pola pakaian dapat dilepaskan dari kain tersebut.

Gambar: 4.17 Kertas Karbon

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021) d. Benang

Benang merupakan bahan yang digunakan untuk penghubung kain pakain yang akan kita buat agar menyatu.

Gambar: 4.18 Benang

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021) e. Kain

Kain merupakan bahan utama dalam pembuatan busana.

38

Gambar: 4.19 Kain

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021) 3) Membuat desain

Membuat desain merupakan langkah awal dalam pembuatan gaun dan termasuk materi pada mata pelajaran desain gaun, membuat desain merupakan kegiatan menyusun rancangan untuk membuat desain gambar atau objek lainnya. Siswa kelas XII SMK Negeri 1 Jeneponto jurusan tata busana menggunakan siluet A dan H dalam membuat busana muslim.

a. Siluet A

Siluet A adalah siluet yang memiliki bentuk bagian atas lebih kecil dan lebar pada bagian bawah seperti bentuk huruf A bisa digunakan untuk busana gaun pesta dan gamis.

b. Siluet H

Siluet H, siluet busana yang memiliki ukuran yang sama dari atas sampai bawah dan memiliki sambungan dibagian pinggang atau tali sehingga terlihat seperti huruf H bisa digunakan untuk busana kaftan dan gamis.

Siswa kelas XII SMK Negeri 1 Jeneponto jurusan tata busana mempelajari desain pakaian pada mata pelajaran tertentu, hal ini sebagai materi yang dipelajari siswa dalam proses belajar mengajar, siswa diberikan kebebasan untuk mendesain gaun dengan kreatif yang ingin mereka buat.

Gambar 4.20 siswa mendesain busana (sumber: Ariyanti Bahar, 14 desember 2021)

Gambar 4.21 siswa mendesain busana (sumber: Ariyanti Bahar, 14 desember 2021) 4) Rumus dan Membuat Pola

Pada rumus pola pembuatan gaun terdapat beberapa pola yang

40

digunakan, berikut rumus pola yang digunakan oleh siswa kelas XII Jurusan Tata Busana SMK Negeri 1 Jeneponto pada materi pelajaran yang mereka dapatkan di kelas:

a. Pola muka

A-B = 1/4 Lingkar Badan+1cm.

A-C = 1/8 x 1/2 Lingkar Badan+2cm A-D = 1/8 x ½ Lingkar Badan C-E = Panjang Muka

C-G = 5cm

B-F = 1/10 x 1/2 Lingkar Badan D-D1 = Di bagi dua

E-I = 1/10 Lingkar Pinggang+1cm I-M = Tinggi Dada

E-K = ¼ Lingkar Pinggang K-L = Panjang Sisi

D1-H-L = Di Hubungkan Untuk Lingkar Kerung Lengan b. Pola belakang

O-P = 1/4 Lingkar Badan -1cm O-Q = 1/8 x ½ Lingkar Badan = 1cm O-R = 1,5 cm

R-V = Panjang Punggung R-S = 10 cm

P-U = 1/10 x ½ Lingkar Badan

Q-Q1 = Panjang Bahu S-T = ½ Lebar Punggung Q-Q1 = Dibagi 2

V-W = 1/10 Lingkar Pinggang W-X = 3 cm (untuk kupnat) V-Y = ¼ Lingkar Pinggang – 1+3 W-W1 = Panjajng Sisi – 3 sampai 4 cm Y-Z = Panjang Sisi

Q1-T-Z = Dihubungkan untuk lingkar kerung lengan c. Pola rok depan

A-F = Panjang Rok A-C = 2 cm

A-D = Tinggi Panggul

A-B = ¼ Lingkar Pinggang +1+3 cm D-E = ¼ Lingkar Panggul +1

F-G = D-E

G-G1 = Keluar 3 sampai 5 cm

C-C1 = 1/10 Lingkar Pinggang +1 cm C1-C2 = 3 cm (untuk kupnat)

d. Pola rok belakang H-M = Panjang Rok H-J = 2 cm

H-K = Tinggi Panggul

42

H-I = ¼ Lingkar Pinggang -1+3 cm K-L = ¼ Lingkar Panggul -1 cm M-N = K-L

N-N1 = Keluar 3 sampai 5 cm J-J1 = 1/10 Lingkar Pinggang J1-J2 = 3 cm (untuk kupnat) e. Pola lengan

A-B = Lingkar Kerung Lengan -8 C-D = A-B

A-E = ½ A-B

E-F = Panjang Lengan A-G = Tinggi Kepala Lengan F-F1 = ½ Lebar Lengan F-F2 = F-F1

E-H = Dibagi 3 E-G = Dibagi 4

Membuat pola merupakan potongan-potongan kertas yang digunakan untuk prototipe agar membantu proses pembuatan desain pada kain.

Terdapat beberapa langkah untuk pembuatan pola, berikut langkah-langkahnya:

a) Mengukur model, dalam hal ini sebelum melakukan pembuatan pola dasar dilakukan pengukuran pada tubuh model

menggunakan alat ukur atau pita ukur. Kemudian, setelah mendapatkan hasil ukuran siswa melakukan langkah selanjutnya yaitu menggunakan rumus pola. Rumus pola yang digunakan oleh siswa kelas XII SMK Negeri 1 Jeneponto jurusan tata busa dapat dilihat pada bagian hasil penelitian halaman 34.

Gambar. 4.22 siswa mengukur model (sumber: Ariyanti Bahar, 14 Desember 2021)

b) Membuat pola dasar, pada langkah ini merupakan awal dalam pembuatan pola pada busana. Membuat pola dasar menggunakan rumus pola pada kertas merah muda dan biru.

44

Gambar 4.23 Pola dasar

(sumber: Ariyanti Bahar. 14 desember 2021)

c) Memecah pola, langkah ini dilakukan dengan cara memecah pola yang telah digambar di kertas merah muda dan biru.

Kemudian, hal ini dilakukan juga dengan kertas pola yang lebih besar berwarna coklat.

Gambar 4.24 Memecah Pola

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 desember 2021)

d) Rancangan bahan, langkah ini mengumpulkan alat dan bahan yang telah disiapkan untuk pembuatan gaun muslim.

Gambar 4.25 Rancangan Bahan

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 desember 2021)

e) Memindahkan pola kecil ke pola besar, pola kecil yang telah digambar di kertas merah muda dan biru dipindahkan ke kertas pola berwarna coklat menggunakan pita ukur.

Gambar 4.26 Pola kecil ke pola besar

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 desember 2021)

f) Meletakkan pola besar pada bahan kain, pola yang telah digambar dalam skala besar dipindahkan ke kain yang akan digunakan untuk membuat gaun muslim.

46

Gambar 4.27 Pola besar ke bahan kain (sumber: Ariyanti Bahar, 14 desember 2021)

g) Menggunting bahan kain, proses ini dilakukan setelah pola besar sudah terpasang di bahan kain. Kemudian, bahan kain digunting lalu siap dijahit.

Gambar 4.28 menggunting bahan

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 desember 2021) 2. Menjahit

Menjahit merupakan pekerjaan menyambung kain dan bahan- bahan lainnya yang bisa dilewati jarum dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan mesin jahit atau menggunakan tangan dengan jarum tangan. Siswa kelas XII SMK Negeri 1 Jeneponto jurusan tata

busana mempelajari cara menjahit sebagai mata pelajaran mereka, setelah membuat desain, membuat pola, langkah selanjutnya yaitu menjahit atau tahap akhir.

Gambar 4.29 Siswa menjahit

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 desember 2021)

Gambar 4.30 Siswa Menjahit

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 desember 2021)

48

Gambar 4.31 Siswa menjahit

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 desember 2021)

Gambar 4.32 Siswa menjahit

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 desember 2021)

Gambar 4.33 Siswa menjahit

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 desember 2021)

Gambar 4.34 Siswa menjahit

(sumber: Ariyanti Bahar, 14 desember 2021)

50 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan observasi di sekolah, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pembelajaran desain gaun muslimah Pada siswa kelas XII SMK Negeri 1 Jeneponto jurusan tata busana berdasarkan 3 mata pelajaran berbeda, dimulai dari pelajaran mendesain, membuat pola hingga menjahit.

2. Berdasarkan hasil penelitian, siswa kelas XII SMK Negeri 1 Jeneponto jurusan tata busana dapat melaksanakan kegiatan belajar dan memberikan hasil yang bagus.

B. Saran

Setelah melaksanakan penelitian tentang pelaksanaan pembelajaran desain gaun muslim pada siswa kelas XII Jurusan tata busana di SMK Negeri 1 Jeneponto maka peneliti menyarankan beberapa hal:

1. Peneliti yang akan melakukan penelitian yang sama sebaiknya memperhatikan tanggal penelitian agar tidak bertepatan dengan jadwal libur, UTS, Ulangan Semester dan Ujian Nasional pada kalender pendidikan

2. Untuk siswa yang sudah melakukan praktik menjahit pakaian, alangkah baiknya untuk menyimpan hasil jahit di lab sekolah agar menjadi contoh pakaian/busana bagi adik kelas atau peneliti yang akan meneliti

Januari 1999. Penulis pernah bersekolah di TK RA Al- Irsyad Ujungloe dan di SDN Inpres 198 Ujungloe, kemudian penulis melanjutkan sekolahnya di SMP Negeri 2 Binamu dan pada tahun 2012 penulis melanjutkan jenjang sekolah menengah di SMK Negeri 1 Jeneponto mengambil jurusan Tata Busana. Anak dari pasangan Alm. Bapak Baharuddin dan Ibu St. Nurlina kemudian melanjutkan jenjang pendidikannya pada tahun 2015 di Universitas Muhammadiyah Makassar jurusan Program Studi Pendidikan Seni Rupa.

Saat ini, penulis sedang menyibukkan diri untuk menyelesaikan jenjang Strata 1-nya, berkat petunjuk dan pertolongan Allah SWT, usaha serta do’a keluarga sehingga penulis mampu menjalani aktivitas akademik dan menyelesaikan tugas akhir dengan skripsi yang berjudul “Pelaksanaan Pembelajaran Desain Gaun Muslim pada Siswa XII Jurusan Tata Busana di SMK Negeri 1 Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan”.

Lampiran:

Dokumentasi

Gambar belajar mendesain

(sumber: dokumentasi pribadi peneliti, 14 desember 2021)

Gambar siswa meletakkan hasil jahitan di manekin (sumber: dokumentasi pribadi peneliti, 14 desember 2021)

Gambar siswa meletakkan hasil jahitan di manekin (sumber: dokumentasi pribadi peneliti, 14 desember 2021)

Gambar siswa meletakkan hasil jahitan di manekin (sumber: dokumentasi pribadi peneliti, 14 desember 2021)

Gambar siswa menjahit

(sumber: dokumentasi pribadi peneliti, 14 desember 2021)

Gambar siswa menyetrika

(sumber: dokumentasi pribadi peneliti, 14 desember 2021)

Gambar suasana menjahit

(sumber: dokumentasi pribadi peneliti, 14 desember 2021)

Gambar siswa mendesain

(sumber: dokumentasi pribadi peneliti, 14 desember 2021)

Gambar suasana belajar mendesain

(sumber: dokumentasi pribadi peneliti, 14 desember 2021)

Gambar suasana menjahit

(sumber: dokumentasi pribadi peneliti, 14 desember 2021)

Gambar Peneliti berbincang dengan guru

(sumber: dokumentasi pribadi peneliti, 14 desember 2021)

Dokumen terkait