• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

Wawancara dilakukan melalui media Whatsapp pada tanggal 18 Juli 2020 karena kesibukan Mas Bagus sulit untuk ditemui secara langsung dan Mas Bagus juga sangat aktif dalam menjawab beberapa pertanyaan saya mengenai Bayu Skak. Alasan saya memilih Mas Bagus karna saya tau Mas Bagus memang orang kelahiran Jawa dan juga sering menonton konten video nya Bayu Skak dan untuk lebih dalam lagi mendapat informasi dari para subscriber dari Bayu Skak.

data yang lainnnya sampai menemukan pola rumusan masalah yang akan digunakan dalam teknik analisis data.

Hasil penelitian diperoleh dari wawancara secara tatap muka dan juga melalui media sosial dengan lima informan pada tanggal 15 Juli dan 18 Juli 2020 dengan persetujuan dari para informan penulis mendokumentasikan wawancara nya dengan alat recorder handphone kemudian penulis menyalin dalam bentuk tulisan, sebagai bahan wawancara penulis sudah mempersiapkan lebih dahulu pedoman wawancara yang ditulis di dalam kertas. Pertanyaan yang penulis ajukan mengacu dari alur pemikiran yaitu sebagai komunikator dalam penelian ini.

Kepribadian (Personality), merepresentasikan keseluruhan profil atau kombinasi karakteristik serta menangkap keunikan secara alami dari seseorang.

Sebagai reaksi dari interaksi dengan orang lain. Pengertian ini berkaitan dengan penampilan fisik, kombinasi dari sifat manusia dan sifat natural/alami yang berada pada masing-masing individu untuk berinteraksi dengan yang lain. Kepribadian didefinisikan sebagai kombinasi antara fisik dan karakteristik mental secara seimbang yang menjadikan identitas bagi individu. Kepribadian mengacu pada pola perilaku teladan, relatif seimbang dan konsisten dengan keadaan internal yang menjelaskan kecenderungan tingkah laku seseorang. Intinya pengertian dari kepribadian berkaitan dengan perilaku seseorang sebagai individu untuk berinteraksi dengan lingkungan (external maupun internal).

Pada era saat ini dimana teknologi menjadi salah satu kebutuhan dalam mencari informasi atau pun menyelesaikan suatu masalah. Teknologi sebagai

salah satu fungsi dalam komunikasi. Instagram, Facebook, Twitter maupun Youtube menjadi alat komunikasi pada era saat ini. Youtube merupakan platform video untuk berkomunikasi atau pun menyebar komunikasi kepada khalayak.

Salah satu content creator dalam youtube yaitu Bayu Skak yang merupakan salah satu youtuber yang memiliki ciri khas yang berbeda dari youtuber lain yang dimana Bayu selalu menggunakan bahasa daerah dalam disetiap konten video nya juga menggunakan kata yang kurang baik (Jancuk).

Penelitian ini mengenai etika pribadi di media sosial dengan jenis penelitian dekriptif dan menganalisis wawancara dengan beberapa informan.

Informan:

1. Lea (pekerja) subscriber bayu skak.

2. Alfan (mahasiswa) subscriber bayu skak.

3. Maftu (pekerja) subscriber bayu skak.

4. Rachel (mahasiswa) subscriber bayu skak.

5. Bagus (mahasiswa) subscriber bayu skak.

Dalam penelitian ini penulis ingin memaparkan 5 sudut pandang yaitu pendapat yang positif dan negatif dari etika pribadi melalui media sosial, dimana penelitian ini membahas tentang bagaimana menurut kalian apakah Bayu Skak sudah memiliki etika yang cukup baik dalam berbicara di dalam konten video nya.

Agar hasil penelitian ini dikaitkan dengan teori yang digunakan penulis sampai pada jawaban pokok penelitian sesuai dengan hasil wawancara yang telah dilakukan. Data yang diperoleh dengan melakukan wawancara secara mendalam

dengan informan dan wawancara melalui media sosial. Hasil wawancara penulis dengan para informant:

Lea adalah seorang karyawan biasa dan dia merupakan salah satu subscriber dari youtube Bayu Skak, dirinya menjadi subscriber sudah cukup lama sejak 2018. Lea sangat menyukai gaya pembawaan Bayu Skak yang terkesan santai namun dia mempunyai anggapan kalau Bayu Skak memiliki etika yang kurang baik dalam berbicara karna sering gaya bicara seperti anak jakarta yang terkesan gaul namun berdialeg bahasa Jawa. Dan apakah menurut Lea apa seorang youtuber Bayu Skak sudah memiliki etika yang baik dalam bebicara di laman youtube, agar bisa mengetahui dari pandangan yang berbeda.

“tidak, karena dengan dia menggunakan kata-kata kasar menggunakan bahasa jawa seperti itu mungkin bisa membuat penilaian orang lain yang dari daerah lain beranggapan kalau masyarakat jawa itu biasa menggunakan bahasa-bahasa kasar seperti itu, padahal mayoritas orang jawa itu dikenal sebagai daerah yang masyarakatnya sangat sopan, secara tidak langsung dia mengubah penilaian itu”

Dilihat dari pernyataan Lea diatas sebagai informan pertama terdapat Alfan sebagai informan kedua yaitu seorang mahasiswa dari salah satu universitas dan dia merupakan salah satu subscriber dari youtube Bayu Skak, dirinya menjadi subscriber sudah sejak lama. Alfan memberikan pernyataan bahwa Bayu Skak memiliki konten video yang lucu dengan bahasa jawa yang menarik maka dari itu Alfan menjadi subscriber youtube dari Bayu Skak. Karna juga Alfan memang terlahir dari orang jawa maka dari itu Alfan memang menyukai sosok Bayu Skak

walaupun pandangan dari Lea dan Alfan berbeda namun Bayu Skak tetap memiliki etika yang kurang baik dalam berbicara dengan kata-kata yang sering ia lontarkan. Menurut Alfan apa seorang Bayu Skak sudah memiliki etika yang baik dalam berbicara.

“tergantung dari sudut pandang mana, sebenernya kata yang bayu katakan memang tidak baik dan tidak patut ditiru apalagi kalau sampai ada orang yang mengikuti nya, namun kalau bayu memang sudah seharusnya membentuk identitasnya dengan menggunakan bahasa Jawa dan juga kata Jancuk yang sering dia gunakan dalam konten video nya”

Dilihat dari pernyataan Alfan diatas sebagai informan kedua selanjutnya terdapat Maftu sebagai informan ketiga yaitu seorang karyawan di salah satu bank dan dia juga merupakan salah satu subscriber Bayu Skak yang sudah mengikuti laman youtube nya cukup lama. Maftu memberikan pernyataan bahwa Bayu Skak tidak memiliki etika yang cukup baik dalam berbicara karena Bayu suka berkata kasar dengan menggunakan bahasa daerah di setiap video nya yang dimana video tersebut bisa ditonton oleh siapa pun dan dapat membuat orang berfikir bahwa orang jawa timur akan seperti sosok Bayu Skak dalam berbicara. Menurut Maftu Bayu Skak memiliki etika yang baik dalam berbicara atau tidak.

“tidak, karena bayu sering berbicara kasar dalam menggunakan bahasa daerah di setiap video nya yang terkadang terlihat tidak baik untuk di dengar”

Dilihat dari pernyataan Maftu datas sebagai informan ketiga selanjutnya terdapat Rachel sebagai informan keempat yaitu seorang mahasiswi di salah satu

universitas dan juga merupakan salah satu subscriber Bayu Skak. Walaupun Rachel adalah subscriber namun Rachel juga beranggapan kalau etika Bayu Skak bisa jauh lebih bagus jika dia tidak menggunakan kata kata yang kurang sopan apalagi kalau Bayu menggunakan bahasa daerah dalam setiap konten videonya.

Menurut Rachel Bayu belum memiliki etika yang baik dalam berbicara walaupun itu hanya di video namun bisa berimpact ke orang banyak yang menonton.

“bagi saya bayu skak kurang ya etika nya apalagi dia juga sering mengeluarkan kata umpatan yang dimana dalam setiap daerah berbeda-beda artian nya dan dapat menyinggung perasaan dan juga bisa membuat suatu pertikaian jika kata jancuk digunakan untuk memanggil orang yang tidak dikenal”

Dilihat dari pernyataan Rachel diatas sebagai informan keempat terdapat Bagus sebagai informan kelima yaitu seorang mahasiswa dari Universitas di tanggerang dan juga merupakan subscriber youtube Bayu Skak. Bagus menyukai konten video Bayu Skak karena dia juga orang kelahiran jawa dan dia menjujung tinggi etika kajawen yang dimiliki nya sejak dari lahir, walaupun Bagus menyukai konten video nya Bayu Skak dia juga beranggapan kalau etika Bayu kurang baik karena celotehan dia yang menggunakan kata yang tidak dalam bahasa jawa dan mengurangi rasa sopan santun yang dimana orang jawa menjaga nya. Bagus juga beranggapan kalau menurut nya etika Bayu harus diperbaiki dalam berbicara.

“menurut saya sih Bayu Skak bisa jauh lebih paham mengenai etika dalam berbicara apalagi dia adalah salah satu contoh bagi orang yang menonton nya

dan dengan dia menjadi contoh untuk orang banyak etika yang harus nya dipebaiki kurangi berbicara jancuk atau asu atau kata-kata kasar lainnnya”

Dari jawaban semua informan mengenai pertanyaan itu, memberikan pendapat yang sama. Dimana semua informan berpendapat bahwa etika pribadi dari sosok youtuber Bayu Skak harus diperbaiki karena merupakan suatu contoh yang tidak baik dengan dia menggunakan bahasa daerah Jawa seperti kata jancuk, asu, congok dan lain lain namun dengan begitu eksistensi Bayu Skak masih tetap dikenal orang walaupun memiliki etika pribadi dalam berbicara yang kurang baik.

Selanjutnya untuk mengetahui lebih dalam lagi mengenai personal ethics Bayu Skak ini penulis memberikan suatu pertanyaan kepada lima informan dengan pernyataan yang berbeda dari masing-masing informan. Apakah Bayu Skak melanggar norma atau aturan yang sudah ditetapkan dengan dia berbicara kasar seperti itu walaupun hanya dengan kata itu dapat menimbulkan ketersingungan atau pertikaian.

Menurut informan pertama yaitu Lea bahwa Bayu Skak juga memang melanggar norma dalam berbicara dan juga memiliki intonasi yang agak keras yang sering dia gunain dalam konten video nya, dengan ini Lea beranggapan dalam suatu jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh penulis.

“iya melanggar kalau dia berbicara langsung dengan orang yang lebih tua atau orang yag baru dikenal sih akan marah”

Dilihat dari pernyataan Lea diatas bahwa ada tanggapan lain dari informan yang lain yaitu Alfan yang memiliki tanggapan yang lain mengenai Bayu Skak apakah Bayu Skak melanggar norma atau tidak dalam berbicara.

“kalau dibilang melanggar norma atau aturan dalam adat istiadat yang memang dari nenek moyang sih itu melanggar ya tapi bagaimana seharusnya Bayu bisa sampai sekarang ini dengan kata celoteh nya yang dia gunakan “

Alfan beranggapan bahwa Bayu memang melanggar norma namun Bayu bisa sampai saat ini karena hal itu dia melanggar norma atau aturan lewat konten video nya yang dimana tidak ada sensor dalam tayangan nya, namun hal ini yang Bayu terima nama dia tetap bisa eksis walaupun sudah banyak youtuber yang lain.

Dilihat dari pernyataan Alfan sebagai informant kedua berikut penulis menggabungkan tanggapan langsung dari tiga informan yaitu, Maftu, Rachel dan Bagus yang akan dijabarkan secara jelas mengenai apakah Bayu Skak melanggar norma atau aturan yang sudah ditetapkan dalam etika berbicara.

Menurut Maftu : “kalau dalam melanggar norma itu iya karena bayu adalah orang Jawa asli yang memang sudah tau etika-etika dalam berbicara namun karna kebutuhan konten video dan ciri khas yang ia miliki.”

Menurut Rachel : “jelas melangar karna bayu sudah salah dalam etika berbicara yang kasar dan sebarluaskan dalam konten video nya”.

Menurut Bagus : “saya melihat itu adalah salah satu hal wajar bagi setiap youtuber”

Dalam pernyataan yang dari informan Maftu, Rachel dan Bagus memang semua beranggapan sama, Bayu memang melanggar norma atau aturan dalam berbicara namun semua itu memang kebutuhan bagaimana caranya Bayu yang sudah memiliki ciri khas yang dia miliki. Yang kita ketahui norma adalah kaidah yang menjadi sebuah petunjuk, pedoman untuk seseorang dalam bertindak atau tidak, serta bertingkah laku dalam kehidupan di lingkungan masyarakat, seperti norma kesopanan, norma hukum, serta norma agama. Disini kita mengetahui norma yang dilanggar oleh Bayu Skak adalah norma kesopanan dalam berbicara.

Selanjutnya untuk mengetahui pernyataan yang diberikan dari para informan maka untuk mengetahui lebih dalam lagi bagaimana menurut para informan untuk mendapatkan sebuah jawaban dari masing-masing informan mengenai apakah kamu setuju dengan personal ethics bayu skak seperti ini dia bisa tetap eksis. Untuk menjawab nya penulis menyatukan semua jawaban dari para informan lalu disimpulkan kembali ntuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Menurut Lea : “setuju, karna dengan personal ethics seperti ini bayu berbeda dengan youtuber lainnya dan diharapkan juga bayu bisa lebih berhati-hati dalam mengeluarkan kata kasar dengan menggunakan bahasa daerah”

Menurut Alfan : “sangat setuju jika bayu bisa lebih berkembang lagi dalam membuat konten video”

Menurut Maftu : “ setuju saja sih asalkan bayu juga bisa menjelaskan lebih baik

Menurut Rachel : “kalau saya sih kurang setuju ya jika personal ethics yang bayu berikan seperti ini lebih baiknya berikan ke nilai positif nya walaupun saya menikmati konten video nya”

Menurut Bagus : “setuju sekali asalkan bayu tetap pada batasan-batasannya dan bisa mengurangi kata jancuk atau kata kasar lainnya.

Kesimpulan dari pertanyaan diatas adalah apakah para informan setuju seorang Bayu Skak bisa tetap eksis dengan personal ethics yang dia miliki saat ini, dan dari empat infomant yaitu, Lea, Alfan, Maftu dan Bagus yang menjawab setuju. Karna Bayu Skak memang dengan dirinya dia seperti ini mampu membuat orang lain mengikuti youtube nya baik di media sosial youtube atau pun di instagram. Dan juga dengan Personal Ethics Bayu Skak ini dia memiliki ciri khas yang berbeda dari youtuber lainnya karna dengan cara pembawaan nya yang nyeleneh dan dengan intonasi yang cukup keras dan juga dengan kata kata yang dia lontarkan seperti jancuk, asu, congok atau yang lain itu adalah suatu hal yang bisa membuat masalah. Dan satu informan yang tidak menjawab setuju yaitu informan Rachel karena bagi Rachel Personal Ethics Bayu bisa jauh lebih baik jika Bayu lebih memberikan hal positif kepada para subscriber atau pun yang menonton konten video nya, karna Rachel menganggap Bayu Skak bisa menjadi personal yang lebih baik tanpa harus menggunakan kata-kata kasar apalagi dalam berbahasa jawa yang dimana menjaga bahasa itu sendiri.

Dokumen terkait