• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Data Pretest

Data hasil pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol pada kelas VIII A dan B MTs AL-Muslimun NW Tegal dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.1

Data hasil pretest kelas Eksperimen dan kelas Kontrol

No Nilai Pretest kelas Eksperimen Pretest kelas Kontrol

1 Minimum 20 10

2 Maximum 60 55

3 Mean 40.42 35.21

4 Std. Deviation 12.416 13.062

Berdasarkan data yang diperoleh melalui tes yang berbentuk soal uraian sebanyak 10 soal, nilai pretest dapat dilihat bahwa nilai terendah pada pretes kelas Eksperimen yaitu 20 dan nilai tertinggi pada pretest kelas Eskperimen yaitu 60 dengan nilai rata-rata pada pretest kelas Ekspreimen 40.42 dengan Std. Deviation 12.416. Sedangkan pretest pada kelas kontrol nilai terendahnya yaitu 10 dan nilai tetinggi pada pretest kelas kontrol yaitu 55 dengan nilai rata-rata pada pretest kelas kontrrol yaitu 35.21 dengan Std. Deviaion 13.062.

2. Data Posttest

Data hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol pada kelas VIII A dan B MTs AL-Muslimun NW Tegal dapat dilihat pada table berikut:

Tabel 4.2

Data hasil posttest kelas Eksperimen dan kelas Kontrol

No Nilai Posttes kelas Eksperimen Posttest kelas Kontrol

1 Minimum 55 25

2 Maximum 95 75

3 Mean 74.79 55.42

4 Std. Deviation 10.371 14.440

Berdasarkan data yang diperoleh melalui tes yang berbentuk soal uraian sebanyak 10 soal, nilai posttest dapat dilihat bahwa nilai terendah pada Posttes kelas Eksperimen yaitu 55 dan nilai tertinggi pada posttest kelas Eskperimen yaitu 95 dengan nilai rata-rata pada posttest kelas Ekspreimen 74.79 dengan Std. Deviation 10.371. Sedangkan posttest pada kelas kontrol nilai terendahnya yaitu 25 dan nilai tetinggi pada posttest kelas kontrol yaitu 75 dengan nilai rata-rata pada posttest kelas kontrrol yaitu 55.42 dengan Std. Deviation 14.440.

3. Hasil Observasi

a. Observasi keterlaksanaan RPP

Pada observasi keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung dapat dilihat dan

diukur menggunakan lembar observasi. Lembar observasi keterlaksaan pembelajaran ini diisi oleh observer pada setiap pertemuan, yang menjadi observer selama penelitian ini adalah guru yang mengajar pada mata pelajaran IPA. Lembar observasi yang digunakan pada penelitian ini ialah untuk mengukur keterlaksaan pembelajaran yaitu lembar observasi berupa chek list. Data tersebut dapat disajikan dalam bentuk tabel 4.3

Tabel 4.3

Hasil Observasi Keterlaksanaan Proses Pembelajaran (RPP)

No Aspek Kelas

Eksperimen

Kelas Kontrol Pertemuan

I II III IV I II III IV

1. Jumlah Pembelajaran yang

terlaksana

12 10 11 13 9 10 12 12

2. Jumlah seluruh item

15 13 13 14 13 14 13 13

3. Persentase keterlaksanaan pembelajaran

80

% 76

% 84

% 92

% 69

% 71

% 92

% 92

%

Berdasarkan tabel 4.3, dapat dilihat bahwa lembar observasi keterlaksanaan Rpp pada kelas eksperimen dan kelas Kontrol dapat dilihat pada pertemuan I, II, III dan IV yang menggambarkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran pada saat proses pembelajaran berlangsung, pada kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki

persentase yang berbeda-beda. Hal terseut dapat dilihat dari tabel di atas, pada kelas eksperimen skor keterlaksanaan proses pembelajaran pada pertemuan I = 80%, II = 76%, III = 84% IV = 92%, sedangkan pada kelas kontrol yaitu pada pertemuan I = 69%, II = 71%, III = 92%

IV = 92%. Pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat di bandingkan persentase keterlaksanaannya yang dimana kelas eksperimen sangat baik sedangkan kelas kontrol masih kurang. Hal ini membuktikan bahwa menggunakan model pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih meningkatkan produktivitas

guru.

b. Observasi terhadap aktivitas siswa

Pada tahap ini guru (peneliti) mengadakan pengamatan secara langsung terhadap aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Pada lembar observasi siswa peneliti menggunakannya untuk menilai aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Lembar observasi ini dilakukan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perlakuan (Treatmen) pada kelas eksperimen menggunakan model pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning sedangkan pada kelas kontrol menggunakan metode

ceramah. Pengisian lembar observasi ini diisi oleh observer, pengisian ini dilakukan pada setiap pertemuan. Yang menjadi observer pada penelitian ini adalah teman sebaya.

1. Aktivitas siswa pada kelas eksperimen

Penilaian pada kelas eksperimen dilihat dari tiga ranah yaitu penilaian pada kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Data dari ranah penilaian tersebut disajikan dalam bentuk persentase berikut yaitu dapat di lihat pada tabel 4.4

Tabel 4.4

Persentase lembar observasi siswa kelas eksperimen No. Tahap

pembelajaran

Pertemuan di kelas eksperimen

1 2 3 4

1. Kegiatan awal 70 % 70 % 80% 80 %

2. Kegiatan inti 76 % 80 % 80% 93 %

3. Kegiatan akhir 80 % 80 % 80% 100 %

Rata-rata 75,33 % 76,66 % 80% 91 %

Berdasarkan data hasil obsevasi yang telah dilakukan, terlihat bahwa kegiatan mengajar cukup baik pada kedua kelas yakni kelas kontrol dan kelas eksperimen, hal tersebut dapat dilihat dari persentase dari pertemuan pertama sampai pertemuan keempat, yang dimana pada pertemuan pertama pertama sampai pertemuan terakhir rata-rata mengalami peningkatan pada kelas tersebut.

Pada kelas eksperimen terdapat nilai rata-rata dengan persentase pada Pertemuan Pertama kegiatan awal yaitu 70%, pada kegiatan inti 76% kegiatan akhir 80%, Pertemuan kedua pada kegiatan awal 70%, kegiatan inti 80% kegiatan akhir 80%, pertemuan ketiga pada kegiatan awal 80% kegiatan inti 80%

kegiatan akhir 80% dan pada pertemuan keempat pada kegiatan awal 80%, pada kegiatan inti 93%, kegiatan akhir 100%.

Adapun kesimpulan dari observasi yang telah dilakukan pada aktivitas siswa mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir, rata-rata persentasenya naik atau kegiatan belajar yang dilakukan siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan yang cukup baik.

2. Aktivitas siswa pada kelas kontrol

Observasi siswa pada kelas kontrol di sajikan dalam tiga ranah yaitu penilaian pada kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Data dari ranah penilaian tersebut disajikan dalam bentuk persentase berikut yaitu dapat di lihat pada tabel 4.5

Tabel 4.5

Persentase lembar observasi siswa kelas kontrol No. Tahap

pembelajaran

Pertemuan di kelas kontrol

1 2 3 4

1. Kegiatan awal 60 % 70% 80% 80 %

2. Kegiatan inti 72 % 80% 80% 80 %

3. Kegiatan akhir 60 % 60% 80% 80 %

Rata-rata 64 % 70 % 80% 80 %

Berdasarkan data hasil obsevasi yang telah dilakukan, terlihat bahwa kegiatan mengajar cukup baik pada kedua kelas yakni kelas kontrol dan kelas eksperimen, hal ini dilihat dari persentase dari pertemuan pertama sampai pertemuan keempat, rata-rata mengalami kenaikan pada kelas tersebut.

Pada kelas kontrol nilai rata-rata cendrung lebih meningkat sedangkan pada kelas kontrol dengan persentase pada Pertemuan Pertama kegiatan awal yaitu 60%, pada kegiatan inti 72% kegiatan akhir 60%, Pertemuan kedua pada kegiatan awal 70%, kegiatan inti 80% kegiatan akhir 60%, pertemuan ketiga pada kegiatan awal 80% kegiatan inti 80% kegiatan akhir 80%

dan pada pertemuan keempat pada kegiatan awal 80%, pada kegiatan inti 80%, kegiatan akhir 80%.

Adapun kesimpulan dari observasi yang telah dilakukan pada aktivitas siswa mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir, rata-rata persentasenya naik atau kegiatan belajar yang dilakukan siswa pada kelas kontrol mengalami peningkatan.

Berikut ini data rekapitulasi hasil observasi aktivitas siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat dari tabel di bawah ini

Tabel 4.6

Data Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa

Kelas Banyak

siswa

Rata- rata perte muan

1

Rata- rata perte muan

2

Rata- rata perte muan

3

Rata- rata perte muan

4 Kelas eksperimen 24 75,33

%

76,66

%

80 % 91 %

Kelas kontrol 24 64 % 70 % 80 % 80 %

4. Keterampilan Berfikir Kreatif

Table 4.7

Hasil Ketercapaian Indikator Keterampilan Berfikir Kreatif pada Kelas Eksperimen

No Indikator Keterampilan Berfikir Kreatif

Pretest Kategori Posttest Kategori

1 Berfikir Lancar 46,61 % Cukup Kreatif

63,02 % Kreatif

2 Berfikir Luwes 42,70 % Cukup

Kreatif

82,29 % Sangat Kreatif 3 Berfikir Orisinil 36,97 % Cukup

Kreatif

72,39 % Sangat Kreatif

4 Berfikir

Elaborasi

31,94 % Cukup

Kreatif

66,31 % Kreatif

Table 4.8

Hasil Ketercapaian Indikator Keterampilan Berfikir Kreatif pada Kelas Kontrol

No Indikator Keterampilan Berfikir Kreatif

Pretest Kategori Posttest Kategori

1 Berfikir Lancar 35,93 % Cukup kreatif

63,54 % Kreatif 2 Berfikir Luwes 28.125 % Cukup

kreatif

50 % Kreatif 3 Berfikir Orisinil 31,77 % Cukup

kreatif

80,72 % Sangat kreatif 4 Berfikir Elaborasi 35,41 % Cukup

kreatif

54,51 % Kreatif

Berdasarkan tabel diatas data yang diperoleh melalui tes sebanyak 10 soal, hasil ketercapaian indikator keterampilan berfikir kreatif pada kelas kontrol hanya pada indikator orisinil yang bisa mencapai kategori sangat kreatif yang menggunakan metoden ceramah yakni 80,72 % kategori sangat kreatif, sedangkan pada kelas eksperimen terdapat dua indikator yang bisa mencapai kategori sangat kreatif yaitu pada berfikir lancar 63,02 % kategori sangat kreatif dan berfikir luwes 82,29 % dengan kategori sangat kretaif yang menggunakan model pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning Terhadap keterampilan berfikir kreatif siswa.

B. Analisis Data

Dokumen terkait