• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI al - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 76-85)

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. Hasil Penelitian

1. Pengujian Kualitas Data a. Uji Validitas

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kevalidan pertanyaan dalam kuesioner. Dari pengujian validitas kuisioner dapat diketahui sejauh mana data yang terkumpul sesuai dengan variabel-variabel penelitian Dalam uji validitas, dilakukan dengan melihat nilai signifikan (sig < α) atau membandingkan nilai rhitung dengan rtabel. Jika rhitung > rtabel maka suatu pertanyaan itu valid dan jika rhitung <rtabel maka pertanyaan itu tidak valid. Untuk jumlah 33 orang (N=33) dengan alpha 0,05 (α= 5%), didapat rtabel sebesar 0,344 (df=n-2, df=33–2= 31).

Berikut adalah hasil uji validitas dari masing-masing pertanyaan tiap variabel :

Tabel 4.6 Hasil Uji Validitas

Variabel Item Sig. α rhitung rtabel Ket.

Penerapan E-commerce

(X)

X.1 0,009 0,05 0,446 0,344 Valid X.2 0,000 0,05 0,748 0,344 Valid X.3 0,000 0,05 0,752 0,344 Valid X.4 0,031 0,05 0,376 0,344 Valid X.5 0,000 0,05 0,692 0,344 Valid X.6 0,000 0,05 0,692 0,344 Valid X.7 0,018 0,05 0,410 0,344 Valid X.8 0,000 0,05 0,637 0,344 Valid

Perkembangan UMKM

(Y)

Y.1 0,002 0,05 0,528 0,344 Valid Y.2 0,003 0,05 0,500 0,344 Valid Y.3 0,002 0,05 0529 0,344 Valid Y.4 0,000 0,05 0,606 0,344 Valid Y.5 0,000 0,05 0,673 0,344 Valid Y.6 0,001 0,05 0,564 0,344 Valid Y.7 0,000 0,05 0,574 0,344 Valid

59

Y.8 0,001 0,05 0,564 0,344 Valid Y.9 0,020 0,05 0,403 0,344 Valid Y.10 0,027 0,05 0,384 0,344 Valid Sumber: Data Primer Diolah, 2020

Berdasarkan table 4.6 di atas maka dapat disimpulkan bahwa semua item angket dalam penelitian ini menghasilkan nilai sig < α dan nilai rhitung > rtabel, maka dapat dibuktikan bahwa semua pertanyaan di setiap variabel dalam penelitian ini dinyatakan valid.

b. Uji Reliabilitas

Uji relibilitas digunakan untuk mengukur suatu kuisioner yang merupakan indikator dari variabel. Untuk mengukur relibilitas dengan menggunakan uji statistik adalah Cronbach Alpha. Suatu variabel dikatakan reliabel jika memiliki Cronbach Alpha lebih dari 0,60 (>0,60). Berikut hasil uji Cronbach Alpha dalam penelitian ini :

Tabel 4.7

Hasil Uji Reliabilitas Penerapan E-commerce (X) Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.738 8

Sumber: Data Primer Diolah, 2020 Tabel 4.8

Hasil Uji Reliabilitas Perkembangan UMKM (Y) Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.701 10

Sumber: Data Primer Diolah, 2020

60

Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach Alpha Keterangan

(X) 0,738 Reliabel

(Y) 0,701 Reliabel

Sumber: Data Primer Diolah, 2020

Berdasarkan tabel 4.9 diatas, dapat diketahui bahwa masing- masing variabel memiliki nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,60 (cronbach alpha > 0,60) yaitu 0,738 pada variabel X dan 0,701 pada variabel Y. Jika kurang dari 0,6 kurang baik, 0,7 dapat diterima, dan diatas 0,8 adalah baik, sehingga dapat dibuktikan bahwa semua item pada variabel penerapan e-commerce dan perkembangan UMKM dapat diterima dan reliabel.

2. Pengujian Asumsi Dasar a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui data tiap variabel yang diperoleh tersebut berdistribusi normal atau tidak. Teknik yang digunakan untuk pengujian normalitas data dalam penelitian ini adalah Kolomogrov Smirnov, dengan kriteria kenormalan yaitu, jika nilai signifikansi > 0,05 maka data tersebut terdistribusi normal dan sebaliknya jika nilai signifikansi < 0,05 maka data tersebut tidak terdistribusi normal. Berikut hasil pengujian normalitas data dari penelitian yang telah dilakukan :

61

Tabel 4.10

Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardiz ed Residual

N 33

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 3.70175748 Most Extreme

Differences

Absolute .115

Positive .115

Negative -.096

Kolmogorov-Smirnov Z .660

Asymp. Sig. (2-tailed) .776

a. Test distribution is Normal.

Sumber: Data Primer Diolah, 2020

Berdasarkan hasil output tabel 4.10, dapat diketahui bahwa nilai signifikansinya adalah sebesar 0,776 dan lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi secara normal dan layak untuk digunakan.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas bertujuan untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih kelompok data sampel berasal dari populasi yang memiliki variasi yang sama. Untuk pengujiannya peneliti menggunakan levene test, jika nila signifikan > 0,05 maka varian kelompok data sama (homogen) dan sebaliknya jika nilai signifikan < 0,05 maka varian kelompok data tidak sama (tidak homogen). Berikut tabel hasil analisis SPSS untuk uji homogenitas data dalam penelitian ini :

62

Tabel 4.11 Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances Perkembangan UMKM

Levene

Statistic df1 df2 Sig.

.970 8 24 .482

Sumber: Data Primer Diolah, 2020

Berdasarkan tabel 4.11 di atas, dapat diketahui bahwa nilai signifikan (Sig) adalah sebesar 0,482 dan lebih besar dari α = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data variabel adalah homogen atau data sampel yang diteliti memiliki varian yang sama.

3. Pengujian Hipotesis

a. Regresi Linier Sederhana

Penelitian ini menggunakan model regresi linier sederhana karena penelitian ini dilakukan unutk mengetahui pengaruh variabel independen dengan satu variabel dependen, dan juga untuk mendeskripsikan nilai dari variabel dependen apabila nilai independen mengalami kenaikan atau penurunan, serta untuk mengetahui arah hubungan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

Dari analisis dengan menggunakan program SPSS, diketahui bahwa hasil analisis regresi sederhana seperti tabel di bawah ini:

63

Tabel 4.12

Hasil Analisis Regresi Sederhana Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 21.261 7.612 2.793 .009

Penerapan E-

commerce .622 .226 .443 2.751 .010 a. Dependent Variable: Penerapan E-commerce

Sumber: Data Primer Diolah, 2020

Berdasarkan tabel 4.12 diatas, koefisien regresi yang diperoleh dari analisi regresi pada tabel di atas, maka dapat disusun persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut:

Y = 21,261 + 0,622X

Hasil perhitungan yang telah dilakukan menghasilkan persamaan menunjukkan besarnya X merupakan regresi yang diestimasikan sebagai berikut:

1) Nilai konstanta (β0) sebesar 21,261 yang artinya apabila penerapan e-commerce (X) dalam keadaan konstanta atau 0, maka perkembangan UMKM (Y) nilainya sebesar 21,261 satuan.

Dengan kata lain apabila tidak ada penerapan e-commerce (X) maka perkembangan UMKM (Y) di Kota Bengkulu masih akan meningkat sebesar 21,261. Hal ini dikarenakan masih ada faktor lain diluar penerapan e-commerce yang mempengaruhi perkembangan UMKM di Kota Bengkulu.

64

2) Koefisien regresi variabel dari penerapan e-commerce (X) adalah sebesar 0,622 yang berarti jika ada terjadi peningkatan penerapan e-commerce yang dilakukan oleh pelaku UMKM di Kota Bengkulu maka akan menyebabkan kenaikan terhadap perkembangan UMKM sebesar 0,622 dan variabel lain dianggap tetap.

b. Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel dari penerapan e-commerce (X) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap perkembangan UMKM (Y). Keputusan dari uji t ini bisa didapatkan dengan membandingkan nilai p-value (Sig) dengan taraf signifikan alpha (α) sebesar 5% atau 0,05. Jika nilai p-value (Sig) < 0,05 maka penerapan e-commerce memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan UMKM. Hasil dari uji t dijelaskan dalam tabel berikut :

Tabel 4.13 Hasil Uji t Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 21.261 7.612 2.793 .009

Penerapan E-

commerce .622 .226 .443 2.751 .010 a. Dependent Variable: Penerapan E-commerce

Sumber: Data Primer Diolah, 2020

Pada tabel 4.13 di atas, dapat dikatakan bahwa hasil dari variabel penerapan e-commerce (X) menunjukan nilai thitung 2,751 dan nilai

65

signifikansi sebesar 0,010 dibawah 0,05. Kemudian nilai thitung tersebut dibandingkan dengan nilai ttabel. Nilai ttabel diperoleh dengan melihat derajat kebebasan (dk), untuk jumlah responden 33 (N=33), maka dk = N-1 jadi dk = 33-1= 32. Nilai ttabel untuk dk 32 pada taraf signifikansi 5% (0,05) adalah 2,036, jadi dapat dikatakan bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel (2,751 > 2,036 ). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan e-commerce terhadap perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bengkulu atau H1 Diterima.

c. Uji F

Uji F ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel penerapan e-commerce (X) secara simultan berpengaruh terhadap perkembangan UMKM (Y). Keputusan dari uji F ini bisa didapatkan dengan membandingkan antara nilai sig dengan taraf signifikansi (α) sebesar 5% atau 0,05. Jika nilai sig < 0,05, maka penerapan e-commerce secara simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan UMKM . Berikut hasil dari penelitian untuk uji F:

Tabel 4.14 Hasil Uji F

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 107.019 1 107.019 7.566 .010a

Residual 438.496 31 14.145

Total 545.515 32

Sumber: Data Primer Diolah, 2020

66

Berdasarkan hasil uji F di tabel 4.14, dapat dilihat nilai p-value (sig) adalah sebesar 0.010 yang berarti < 0.05dan nilai Fhitung 7.566 >

Ftabel4.16 (df1=k-1=2-1=1,df2=n-k=33-2=31), maka dapat disimpulkan penerapan e-commerce secara simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan UMKM di Kota Bengkulu.

4. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi memiliki fungsi untuk menjelaskan sejauh mana kemampuan variabel independen (penerapan e-commerce) terhadap variabel dependen (perkembangan UMKM) dengan melihat R square.

Hasil koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.15

Hasil Analisis Koefisien Determinasi Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate 1 .443a .196 .170 3.76099 a. Predictors: (Constant), Penerapan E-commerce Sumber: Data Primer Diolah, 2020

Tabel 4.15 diatas menunjukan bahwa uji koefisien determinasi (R2) didapat sebesar 0,196 sama dengan 19,6 %. Artinya pengaruh penerapan e-commerce terhadap perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Bengkulu sebesar 19,6 %. Sedangkan 80,4 % sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.

67

Dalam dokumen SKRIPSI al - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 76-85)

Dokumen terkait