Loyalitas Konsumen
4.3. Hasil Penelitian
Tabel 4.4 Reliabilitas Pada Penelitian
Reliability Statistics
Variabel Cronbach’s
Alpha N of items
Price 0,885 2
Merchandise 0,807 3
Store Atmosphere 0,819 4
In-Store Service 0,849 3
Location & Access 0,845 2
Reputation 0,886 2
Promotion 0,856 3
Facilities 0,865 2
Post-Transaction Service 0,912 2
Loyality 0,874 2
Sumber: Data Diolah,2010
Reliability Coefficients N of Cases = 100
Hasil uji reliabilitas terhadap instrumen penelitian di atas menunjukkan bahwa Alpha yang diperoleh seluruh variabel melebihi 0,6. Dengan demikian maka dapat ditarik kesimpulan instrumen penelitian tersebut reliabel karena nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari dari 0,6. Sehingga apabila instrumen akan diuji ulang, maka hasil akan konsisten dan dapat diandalkan.
Laki-Laki Perempuan Jenis Kelamin
Pies show counts 2 2.0 0%
7 8.0 0%
4.3.1.1. Jenis Kelamin Responden
Gambar 4.3 Jenis Kelamin Responden
Sumber: Data Diolah, 2010
Berdasarkan gambar 4.3 diatas, terlihat bahwa dari 100 responden, 78% responden atau sebesar 78 orang responden berjenis kelamin perempuan. Sisanya sebesar 22% atau sebanyak 22 orang responden berjenis kelamin laki-laki.
4.3.1.2. Pekerjaan Responden
Gambar 4.4 Pekerjaan Respond
Sumber: Data Diolah, 2010
Pelajar / Mahasis wa Pegawai Negeri Pegawai Swas ta Wiraus aha Lainnya Pekerjaan
Pies s how counts 10.00%
11.00%
45.00%
21.00%
13.00%
Dari gambar 4.4 di atas, dari 100 konsumen Matahari yang dijadikan responden, 45% atau sebanyak 45 orang berprofesi sebagai Pegawai Swasta. Sebanyak 21% atau 21 orang berprofesi sebagai Wirausaha. Sebanyak 11% atau 11 orang berprofesi sebagai Pegawai Negeri. Pelajar atau Mahasiswa sebesar 10 % atau 10 orang, dan sebesar 13%
atau 13 orang berprofesi di luar 4 profesi di atas, contohnya sebagai Ibu rumah tangga atau pegawai BUMN.
4.3.1.3. Latar Belakang Pendidikan
Gambar 4.5 Latar Belakang Pendidikan
Sumber: Data Diolah, 2010
SMA Diplom a Sarjana S1 S2 / S3 Lainnya
Latar Belakang Pendidikan
Pies s how counts 22.00%
15.00%
58.00%
3.00%2.00%
Gambar 4.5 di atas menunjukkan bahwa mayoritas konsumen yang menjadi responden berpendidikan Sarjana S1 dengan persentase 58% atau sebanyak 58 orang.
Sebesar 15% atau 15 orang responden mempunyai latar belakang pendidikan Diploma (D1 sampai dengan D3). Responden yang memiliki latar belakang pendidikan SMA mempunyai persentase sebesar 22% atau sebanyak 22 orang. Sebanyak 3% responden atau sebanyak 3 orang memiliki latar belakang pendidikan S2 / S3. Sedangkan 2%
lainnya atau 2 orang memiliki latar belakang pendidikan selain 4 pendidikan di atas, contohnya SMK
4.3.1.4. Usia Responden
Gambar 4.6 Usia Responden
Sumber: Data Diolah,2010
< s ama dengan 19 20 - 30 31 - 40 41 - 50
> s ama dengan 51 Usia
Pies show counts 2.00%
50.00%
24.00%
20.00%
4.00%
Berdasarkan gambar 4.6 di atas, 50% responden atau sebanyak 50 orang berusia antara 20 – 30 tahun. Sebanyak 24% responden atau 24 orang berusia antara 31 – 40 tahun. 20 orang responden atau sebesar 20 % berusia 41 – 50 tahun. Sebanyak 4 orang responden atau 4% berusia 51 tahun atau lebih. Sisanya sebesar 2 % atau 2 orang responden berusia dibawah atau sama dengan 19 tahun.
4.3.1.5. Pengeluaran Belanja di Dept. Store per bulan
Gambar 4.7 Pengeluaran Belanja Responden
Sumber: Data Diolah, 2010
< Rp. 250.000 Rp. 250.000 - Rp. 500.000 Rp. 500.001 - Rp. 1000.000 Rp. 1.000.001 - Rp. 5.000.000
> Rp. 5.000.000
Pengeluaran Belanja / bulan
Pies show counts 21.00%
35.00%
27.00%
16.00%
1.00%
Dari gambar 4.7, didapat hasil bahwa sebanyak 35% responden atau 35 orang mengaku memiliki pengeluaran belanja di dept. store sebesar Rp. 250.000 – Rp. 500.000 per bulan. Sebesar 27% responden atau sebanyak 27 orang memiliki pengeluaran untuk berbelanja di dept. store sebesar Rp. 500.001 – Rp. 1.000.000 per bulan. 21 orang responden atau 21% memiliki pengeluaran untuk berbelanja di dept. store sebesar < Rp.
250.000 per bulan. Sebanyak 16% atau 16 orang responden memiliki pengeluaran belanja Rp. 1.000.001 – Rp. 5.000.000 per bulan. Sedangkan hanya 1% atau 1 orang responden yang memiliki pengeluaran belanja di dept. store sebesar > Rp. 5.000.000 per bulan.
4.3.1.6. Wilayah Tempat Tinggal Responden
Gambar 4.8 Wilayah Tempat Tinggal Responden
Sumber: Data Diolah,2010
Jak-Sel Jak-Tim Jak-Pus Jak-Bar Jak-Ut
DeBoTaBek / Lainnya Wilayah Tempat Tinggal
Pies show counts 28.00%
21.00%
10.00%
15.00%
15.00%
11.00%
Berdasarkan gambar 4.8, sebanyak 28% atau 28 orang responden bertempat tinggal di daerah Jakarta Selatan. Sebesar 21% atau sebanyak 21 orang responden bertempat tinggal di daerah Jakarta Timur. Responden yang bertempat tinggal di Jakarta Barat dan Jakarta Utara memiliki besaran yang sama yaitu 16 % atau 16 orang. Sebanyak 10%
responden atau sebanyak 11 orang bertempat tinggal di daerah DeBoTaBek atau lainnya.
Adanya responden yang bertempat tinggal di luar Jakarta dapat terjadi karena Matahari New Generation yang dijadikan tempat pengambilan sampel merupakan tempat yang banyak didatangi oleh penduduk luar Jakarta. Sebab lain yang menjadikan adanya penduduk luar Jakarta yang mengisi kuesioner adalah karena pada waktu penyebaran kuesioner bertepatan dengan liburan sekolah sehingga banyak penduduk luar Jakarta yang berlibur ke pusat perbelanjaan di Jakarta.
4.3.2. Uji Asumsi Klasik
Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas serta didapat hasil bahwa seluruh instrumen valid dan reliabel, maka setelah itu ilakukan uji asumsi klasik sebelum dilakukan analisis regresi berganda. Uji asumsi klasik yang penulis lakukan pada skripsi ini adalah uji normalitas, uji heteroskedastisitas, dan uji multikolinearitas.
4.3.2.1. Uji Normalitas
Dilakukannya uji normalitas karena penulis ingin mengetahui apakah dalam suatu model regresi variebel terikat (dependent) dan variabel bebas (independent) terdistribusi secara normal atau tidak. Hasil pengolahan uji normalitas data dapat dilihat di bawah ini.
Observed Cum Prob 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0
Expected Cum Prob
1.0
0.8
0.6
0.4
0.2
0.0
Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
Dependent Variable: loyalitas
Gambar 4.9 Hasil Uji Normalitas
Sumber: Data diolah, 2010
Berdasarkan gambar 4.9 di atas, titik-titik sebaran data hasil uji normalitas terlihat berada mengikuti garis diagonal. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa model regresi yang dipakai untuk skripsi ini layak digunakan karena memenuhi syarat uji normalitas.
4.3.2.2. Uji Multikolinearitas
Penulis menggunakan uji multikolinearitas untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas, yaitu adanya hubungan linear antar variabel bebas (independent) dalam model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya multikolinearitas. Untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolinearitas adalah dengan melihat nilai inflation factor (VIF) pada model regresi. Pada umumnya, jika VIF lebih besar dari 5, maka variabel tersebut mempunyai persoalan multikolinearitas dengan variabel lainnya (Santoso, 2001). Hasil dari pengolahan data adalah sebagai berikut,
Tabel 4.5 Hasil Uji Multikolinearitas
Variabel VIF
Harga (price) 1,861
Barang (Merchandise) 2,031
Suasana Toko (Store Atmosphere) 1,698 Pelayanan Toko (In-store Service) 1,997 Lokasi & Akses (Location & Accesibility) 1,766
Reputasi (Reputation) 1,894
Promosi (Promotion) 1,507
Fasilitas (Facilities) 1,899
Post Transaction Service 1,365
Sumber: Data Diolah, 2010
Berdasarkan tabel 4.5 di atas, nilai inflation factor (VIF) dari setiap variabel tidak ada yang lebih besar dari 5. Maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi ini tidak memiliki persoalan multikolinearitas.
4.3.2.3. Uji Heterokedastisitas
Dilakukannya uji heterokedastisitas ini adalah untuk menguji keanekaragaman jenis data. Ada atau tidaknya gejala heterokedastisitas pada sebuah model regresi dapat dilakukan dengan menggunakan grafik plot yaitu grafik yang terbentuk antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID). Ada atau tidaknya gejala heterokedastisitas dapat dilihat dari pola yang terbentuk pada grafik scatterplot.
Jika pola yang tebentuk tidak jelas (tersebar), maka tidak terjadi gekala heterokedastisitas. Sebaliknya, apabila terdapat pola tertentu maka dapat dikatakan ada
gejala heterokedastisitas. Hasil dari uji heterokedastisitas dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 4.10 Hasil Uji Heterokedastisitas
Sumber : Data Diolah, 2010
Berdasarkan hasil uji heterokedastisitas pada gambar 4.10 di atas, dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar dengan tidak membentuk suatu pola tertentu, penyebarannya di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gejala heterokedastisitas pada model regresi tidak ditemukan, sehingga model regresi ini dapat dipakai.
4.3.3. Analisis Regresi Berganda
Analisis regresi berganda dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh variabel independent yaitu store image atau citra toko (X) yang terdiri dari Sembilan dimensi yaitu Price atau harga (X1), Merchandise atau barang (X2), Store Atmosphere atau suasana toko (X3), In-Store Service atau pelayanan toko (X4), Location & Accesibility atau lokasi & akses (X5), Reputation atau reputasi (X6), Promotion atau promosi (X7),
Regression Studentized Residual
3 2 1 0 -1 -2 -3
Regression Standardized Predicted Value
3 2 1 0 -1 -2 -3
Scatterplot
Dependent Variable: Loyality
Facility atau fasilitas (X8) dan Post-Transaction Service (X9) terhadap variabel dependent yaitu loyalitas konsumen (Y).
4.3.3.1. Koefisiensi Determinasi (Adjusted R2)
Analisis determinasi R2 digunakan untuk menguji sejauh mana variasi variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen. Hasil perhitungan R2 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.6 Hasil Analisis Koefisiensi Determinasi R2
Model Summary(b)
Model R R Square Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate
1 .742(a) .550 .505 .52828
a Predictors: (Constant), Post Transaction, Reputation, Promotion, Price, Location, Store Atmosphere, Facilities, Service, Merchandise
b Dependent Variable: Loyality
Sumber : Data Diolah, 2010
Berdasarkan tabel 4.6 di atas, dapat dilihat bahwa nilai dari Adjusted R2 adalah sebesar 0,505. Nilai tersebut memiliki arti bahwa variabel loyalitas (Y) dipengaruhi oleh variabel X1 sampai dengan X9 sebesar 50,4%. Sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
4.3.4. Pengujian Hipotesis 4.3.4.1. Uji F
Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama- sama (simultan) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Pada penelitian ini digunakan uji F-test, sehingga analisis ini dilakukan dengan cara menilai dari nilai signifikansi yang ada pada tabel ANOVA. Hasil dari uji F dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.7 ANOVA
ANOVA(b)
Model Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 30.723 9 3.414 12.232 .000(a)
Residual 25.117 90 .279
Total 55.840 99
a Predictors: (Constant), Post Transaction, Reputation, Promotion, Price, Location, Store Atmosphere, Facilities, Service, Merchandise
b Dependent Variable: Loyality Sumber : Data Diolah, 2010
Seperti yang dapat dilihat dari tabel 4.7 di atas, nilai signifikansi yang diperoleh adalah sebesar 0,000. Hal ini berarti secara bersama-sama (simultan) variabel store image yang terdiri dari variabel price, merchandise, store atmosphere, in-store service, location & accessibility, reputation, promotion, facility dan post-transaction service atau X1 sampai dengan X9 berpengaruh terhadap variabel loyalitas konsumen (Y) dari Matahari New Generation. Sehingga apabila dimasukkan pada hipotesis
Ho10 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara Store Image secara simultan terhadap loyalitas konsumen Matahari New Generation.
Ha10 : Ada pengaruh yang signifikan antara Store Image secara simultan terhadap loyalitas konsumen Matahari New Generation.
Dengan nilai Sig. 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha tidak dapat ditolak sehingga keseluruhan variabel Store Image secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen Matahari New Generation.
4.3.4.2. Uji T
Uji T dilakukan pada penelitian ini untuk melihat seberapa berpengaruh dari variabel independen secara individu (parsial) terhadap variabel dependen. Hasil dari Uji T dapat dilihat pada tabel di bawa ini.
Tabel 4.8 Hasil Uji T
Coefficients(a)
a Dependent Variable: Loyality Sumber : Data Diolah, 2010
1. Ho1 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor Price terhadap loyalitas konsumen Matahari New Generation.
Ha1 : Ada pengaruh yang signifikan antara faktor Price terhadap loyalitas konsumen Matahari New Generation.
Berdasarkan hasil uji t pada tabel 4.8 di atas, nilai Sig. untuk variabel Price atau harga adalah sebesar 0,028. Kriteria yang digunakan untuk menilai hipotesa adalah bila p ≤ 0,05 maka Ho ditolak dan Ha tidak dapat ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan antara variabel dependen terhadap variabel independen dengan derajat keyakinan sebesar α = 5%. Begitupun sebaliknya, apabila p ≥ 0,05 maka Ho tidak dapat ditolak dan Ha ditolak, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel dependen terhadap variabel independen dengan derajat keyakinan sebesar α = 5%.
Dari hasil uji t, variabel Price atau harga memiliki nilai Sig. sebesar 0,020. Nilai ini berarti lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak sehingga memiliki arti bahwa Price atau
Model Unstandardized
Coefficients
Standardiz
Coefficients ed t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF B Std. Error
1 (Constant) -.479 .408 -1.174 .243
Price .229 .103 .215 2.231 .028 .537 1.861
Merchandise -.045 .120 -.038 -.373 .710 .492 2.031
Store
Atmosphere .139 .140 .092 .994 .323 .589 1.698
Service -.030 .137 -.022 -.218 .828 .501 1.997
Location .184 .103 .168 1.788 .077 .566 1.766
Reputation .224 .116 .188 1.932 .049 .528 1.894
Promotion .273 .080 .296 3.413 .001 .664 1.507
Facilities .058 .098 .058 .594 .554 .527 1.899
Post
Transaction .109 .065 .138 1.666 .043 .732 1.365
Harga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen Matahari New Generation.
2. Ho2 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor Merchandise terhadap loyalitas konsumen Matahari New Generation.
Ha2 : Ada pengaruh yang signifikan antara faktor Merchandise terhadap loyalitas konsumen Matahari New Generation.
Dari tabel 4.8 tentang hasil uji t, diperoleh bahwa nilai Sig. dari variabel Merchandise atau barang adalah sebesar 0,710. Sesuai kriteria dari penilaian hipotesis, nilai tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga Ho tidak dapat ditolak dan Ha ditolak. Maka artiannya adalah tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor Merchandise atau barang terhadap loyalitas konsumen Matahari New Generation.
Berdasarkan penelitian, faktor Merchandise tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen karena barang yang disediakan Matahari N.G masih belum terlalu sesuai dengan target konsumen yang ingin dicapai yaitu menengah- atas.
3. Ho3 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor Store Atmosphere terhadap loyalitas konsumen.
Ha3 : Ada pengaruh yang signifikan antara faktor Store Atmosphere terhadap loyalitas konsumen.
Berdasarkan tabel 4.8, nilai Sig. untuk variabel Store Atmosphere atau suasana toko adalah sebesar 0,077. Karena nilai Sig. lebih besar dari 0,05, maka Ho tidak dapat ditolak dan Ha ditolak. Hal ini berarti variabel Store Atmosphere tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen.
Menurut penelitian, Matahari N.G kurang membangun Store Atmosphere yang sesuai dengan target konsumennya Hal ini yang mengakibatkan tidak adanya pengaruh yang signifikan antara store atmosphere terhadap loyalitas konsumen.
4. Ho4 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor In-Store Service terhadap loyalitas konsumen.
Ha4 : Ada pengaruh yang signifikan antara faktor In-Store Service terhadap loyalitas konsumen.
Dari tabel 4.8 tentang hasil uji t, didapat bahwa nilai Sig. dari variabel In-Store Service atau pelayanan toko memiliki nilai sebesar 0,828. Nilai ini lebih besar dari 0,05 sehingga Ho tidak dapat ditolak dan Ha ditolak. Sehingga faktor In-Store Service tidak berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas konsumen.
Hal ini dapat terjadi karena pelayanan yang diberikan Matahari N.G kurang merepresentasikan target konsumen mereka. Sehingga pelayanan yang ada tidak mempengaruhi loyalitas konsumen terhadap matahari new generation.
5. Ho5 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor Location &
Accesibility terhadap loyalitas konsumen.
Ha5 : Ada pengaruh yang signifikan antara faktor Location & Accesibility terhadap loyalitas konsumen.
Jika dilihat dari hasil uji t pada tabel 4.8, diketahui nilai Sig. untuk variabel Location
& Accesibility atau lokasi dan akses adalah sebesar 0,077. Nilai ini lebih besar dari 0,05 sehingga Ho tidak dapat ditolak dan Ha ditolak. Maka faktor Location & Accesibility tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen.
Hal ini dapat terjadi karena Matahari New Generation selalu berada di dalam Mall sehingga lokasi dan akses yang dimiliki mall yang akan berpengaruh pada loyalitas konsumen.
6. Ho6 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor reputation terhadap loyalitas konsumen.
Ha6 : Ada pengaruh yang signifikan antara faktor reputation terhadap loyalitas konsumen.
Berdasarkan tabel 4.8 hasil uji t, didapat bahwa nilai Sig. untuk variabel reputation adalah sebesar 0,049. Nilai ini lebih kecil dari 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha tidak dapat ditolak. Maka dengan demikian faktor reputation memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen.
7. Ho7 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor promotion terhadap loyalitas konsumen.
Ha7 : Ada pengaruh yang signifikan antara faktor promotion terhadap loyalitas konsumen.
Dilihat dari tabel 4.8 hasil uji t, nilai Sig. dari variabel Promotion adalah sebesar 0,001. Nilai ini lebih kecil dari 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha tidak dapat ditolak.
Dengan demikian dapat dikatakan ada pengaruh yang signifikan antara faktor promotion terhadap loyalitas konsumen.
8. Ho8 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor facilities terhadap loyalitas konsumen.
Ha8 : Ada pengaruh yang signifikan antara faktor facilities terhadap loyalitas konsumen.
Nilai Sig. dari variabel facilities atau fasilitas berdasarkan tabel 4.8 adalah sebesar 0,554. Nilai ini lebih besar dari 0,05 sehingga Ho tidak dapat ditolak dan Ha ditolak atau berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor facilities atau fasilitas terhadap loyalitas konsumen.
Hal ini dapat terjadi dikarenakan fasilitas yang ada pada matahari new generation saat ini kurang mengakomodir konsumen dengan tingkatan menengah atas sehingga tidak berpengaruh secara signifikan bagi loyalitas konsumen.
9. Ho9 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara faktor Post-transaction service terhadap loyalitas konsumen.
Ha9 : Ada pengaruh yang signifikan antara faktor Post-trsnsaction Service terhadap loyalitas konsumen.
Besar nilai Sig. untuk variabel Post-transaction Service berdasarkan tabel 4.8 adalah 0,043. Nilai ini lebih kecil dari 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha tidak dapat ditolak sehingga faktor Post-Transaction Service memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen.
Adanya tujuan lain yang ingin diketaui oleh penulis dalam melakukan penelitian ini sebagaimana tercantum di dalam bab 1 adalah, variabel manakah yang paling dominan atau yang paling berpengaruh terhadap loyalitas konsumen?. Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.8 dengan melihat nilai dari Sig. tiap variabel. Nilai Sig. variabel promosi memiliki nilai yang hampir sempurna yaitu 0,001 dan nilai beta yang paling besar yaitu 0,296 sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa variabel Promotion atau promosi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap loyalitas konsumen Matahari New Generation. Promosi yang dilakukan matahari new generation mencakup Matahari Club Card, kupon diskon, scratch and win serta potongan harga pada hari atau waktu-waktu tertentu. Berdasarkan keterangan dari salah satu supervisor matahari NG, promosi yang paling menarik banyak konsumen adalah pada saat promosi kupon diskon dan promosi scratch and win dimana biasanya pengumuman promosi diberikan pada salah satu harian nasional.
4.3.4.3. Uji Analisis Regresi Linear Berganda
Berdasarkan tabel 4.8 serta pembahasannya di atas, maka dapat disusun persamaan regresi berganda sebagai berikut:
Loyalitas = - 0,479+ 0,229price – 0,045Mer + 0,139storeat - 0,030in + 0,184loc + 0,224rep + 0,273prom + 0,058fac + 0,109post + e
Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Variabel X1 (Price), variabel X3 (store atmosphere), variabel X4 (In-store service), variabel X6 (reputation), variabel X7 (promotion), variabel X8 (facilities), dan variabel X9 (Post transaction service) bertanda positif sehingga berbanding lurus terhadap loyalitas. Jadi dapat dijelaskan apabila terjadi peningkatan price sebesar 1 satuan dan variabel lain tetap maka loyalitas konsumen akan turun sebesar 0,229 begitu seterusnya.
Sedangkan variabel X2 (merchandise) dan variabel X4 (in-store service) bertanda negatif sehingga berbanding terbalik dengan loyalitas.
4.3.5 Implikasi Manajerial
Setelah melakukan proses pengolahan data dan hasil persamaan regresi didapat, muncul beberapa fakta yang dapat dijelaskan. Hasil dari persamaan regresi tersebut adalah, variabel price (X1) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen, berdasarkan ini maka Matahari new generation diharapkan mempertahankan perubahan yang telah ada agar dapat meningkatkan loyalitas konsumen yang dituju.
Hasil persamaan regresi yang lain adalah variabel merchandise (X2) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen. Hal ini dikarenakan barang yang ada pada Matahari N.G masih belum sesuai dengan target konsumennya seperti contoh masih belum banyak merek yang dikenal masyarakat sebagai merek menengah-atas
menambah barang dengan merek yang lebih terkenal yang biasanya menjadi pilihan bagi konsumen menengah-atas dan dengan kualitas yang lebih baik juga.
Hasil selanjutnya, variabel store atmosphere (X3) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen. Berdasarkan penelitian, Matahari new generation (NG) kurang membangun suasana toko yang sesuai dengan target konsumennya. Penataan toko Matahari N.G masih terkesan kurang eksklusif seperti pada bagian sepatu, penataan yang dilakukan masih terkesan tidak teratur dan untuk baju yang dipamerkan pada patung kurang mengesankan citra toko kelas menengah atas. Untuk itu sebaiknya Matahari NG lebih berani dalam mengubah suasana toko dengan menambahkan musik atau desain ruangan yang sesuai dengan pangsa pasarnya , dan sebisa mungkin tata letak barang diatur agar lebih rapih agar citra sebagai toko yang menyasar kelas menengah atas terlihat. Pada perubahan variabel in-store service (X4) juga tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen. Hal ini dapat disebabkan karena pelayanan yang diberikan Matahari N.G kurang sesuai bagi target konsumennya, seperti pelayan toko yang kurang sigap, beberapa pelayan toko terkadang terlihat kurang ramah dan apabila konsumen ingin melakukan transaksi pembayaran di kasir, pelayan toko tidak menunjukkan letak kasir. Sebaiknya, pelayanan untuk Matahari NG lebih ditingkatkan untuk menyesuaikan pangsa pasar yang sebenarnya. Peningkatan pelayanan di dalam toko dapat dilakukan dengan adanya pelatihan kepada pramuniaga toko.
Perubahan pada variabel location & accessibility (X5) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen. Hal ini dapat dikarenakan Matahari NG selalu berada di dalam mall, sehingga lokasi dan akses dari mall tersebut yang akan memiliki pengaruh pada loyalitas konsumen. Dalam hal ini, sebisa mungkin Matahari NG mendapatkan mall yang tidak hanya strategis, namun juga mudah di akses atau dekat
dengan jalan protokol, jalan tol ataupun perumahan elit sesuai dengan target konsumennya. Selanjutnya, perubahan pada variabel reputation (X6) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen. Dengan demikian, maka sebaiknya Matahari NG harus menjaga baik reputasi yang selama ini telah terbangun dari Matahari department store dengan salah satu caranya adalah memberikan kenyamanan yang lebih terhadap konsumen, terlebih pangsa pasar yang ingin diraih Matahari NG yaitu masyarakat menengah atas yang biasanya akan lebih kritis atas apa yang mereka rasakan pada saat berbelanja. Untuk variabel promotion (X7) perubahannya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen. Ini berarti promosi Matahari NG sudah berhasil mempengaruhi loyalitas konsumen. Menurut salah satu supervisor dari Matahari NG, promosi yang paling banyak berpengaruh adalah melalui kupon diskon yang ditempatkan di beberapa harian nasional dan juga promosi scratch and win. Walaupun demikian, akan lebih baik lagi apabila Matahari NG memaksimalkan juga alat promosi lain yang ada seperti Matahari Club Card, midnight sale, atau lainnya agar tidak hanya terpaku pada dua alat promosi saja.
Hasil selanjutnya, perubahan pada variabel facilities (X8) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas konsumen. Seperti halnya variabel suasana toko, konsumen juga tidak merasa adanya perubahan terhadap fasilitas toko pada Matahari NG. Berdasarkan pengamatan penulis, fasilitas yang ada pada Matahari NG kurang dapat mengakomodir keinginan konsumen kelas menengah-atas untuk menegaskan statusnya sebagai department store kelas menengah atas seperti kamar pas yang disediakan masih terbilang kecil untuk kelasnya. Oleh sebab itu, sebaiknya Matahari NG meningkatkan fasilitas yang ada, seperti memperbesar kamar pas atau jika perlu menambahkan toilet agar konsumen yang sedang berbelanja tidak harus keluar terlebih dahulu dari toko