BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................... 34-45
A. Hasil Penelitian
46 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
rumusan masalah ketiga yaitu apakah terdapat pengaruh penerapan metode pembelajaran information search terhadap hasil belajar PAI peserta didik kelas V SDS Terpadu Bani Rauf Kabupaten Gowa. Selain itu statistik inferensial juga digunakan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan sebelumnya oleh penulis.
a. Deskripsi Hasil Belajar PAI Peserta Didik Kelas V SDS Terpadu Bani Rauf Kabupaten Gowa Sebelum Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
Pre test merupakan tahap awal dalam penelitian eksperimen ini, materi yang digunakan dalam proses penelitian ini yaitu tema 3 cita-citaku menjadi anak sālih. Setelah melalui tahap uji validasi, penulis kemudian melaksanakan pre test pada kelas eksperimen, dari hasil pre test kemudian diolah dan dijadikan pedoman untuk melaksanakan tahap penelitian yang selanjutnya.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis di SDS Terpadu Bani Rauf Kabupaten Gowa maka diperoleh data-data yang dikumpulkan melalui instrumen tes sehingga dapat diketahui bahwa hasil belajar peserta didik berupa nilai dari kemampuan tes yang dilakukan pada peserta didik di kelas V SDS Terpadu Bani Rauf Kabupaten Gowa.
Tabel 4.2
Nilai Hasil Belajar PAI Peserta Didik Kelas Eksperimen Sebelum Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
No Nama Peserta Didik Nilai Pre Test
1 Ahmad Lutfi Al Mulk 56
2 Muh. Al Adam Rahmat 38
3 Muh. Al-fath Maulana 44
4 Muh. Qadri Ramadhan 69
5 Muh. Azzam Affan M 38
6 Andi Abdul Razak 63
7 Muh. Yusuf 63
8 Ahmad Ainal Bahsyar D 63
No Nama Peserta Didik Nilai Pre Test
9 Ukasyah 38
10 Muh. Andika S 38
11 Muh. Nur Adzan Dautiri 38
12 Muh. Dirwan Saputra 56
13 Muh. Fahrul Rezkyawan 40
14 Muh. Rayyan S 60
15 Muh. Fikriyatul Istiqomah 45
16 Khairul Nizan Binti MR 56
17 Reihan Saputra 38
18 Muh. Fuad 56
19 Dhanis Atalla Hasan 63
Jumlah 962
Rata-rata 51
Nilai hasil belajar PAI peserta didik kelas eksperimen sebelum penerapan metode pembelajaran information search kemudian diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS 20. Berikut hasil uji SPSS statistik pre test kelas eksperimen.
Tabel 4.3
Statistik Hasil Belajar PAI Peserta Didik Kelas Eksperimen Sebelum Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
Statistik Nilai Statistik
Rata-rata (Mean) 51
Median 56
Modus 38
Standar Deviasi 4
Maksimum 69
Minimum 38
Range 31
Berdasarkan tabel di atas nilai hasil belajar PAI peserta didik kelas eksperimen sebelum penerapan metode pembelajaran information search maka diperoleh nilai rata-rata sebesar 51, nilai tengah sebesar 56, nilai yang sering muncul sebesar 38, standar deviasi sebesar 4, nilai jangkauan sebesar 31, nilai terendah 38 dan nilai tertinggi 69.
Sebelum penerapan metode pembelajaran information search hasil belajar PAI peserta didik kelas eksperimen menunjukkan nilai yang diperoleh bervasriasi mulai dari nilai terendah 38 dan nilai tertinggi mencapai 69. Dengan rentang nilai 31 menunjukkan kemampuan peserta didik cukup merata.
Tabel 4.4
Presentasi Hasil Belajar PAI Peserta Didik kelas Eksperimen Sebelum Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
Interval Fi Xi Fi.Xi Xi-x (Xi-x)2 Fi(Xi-x)2 %
38-44 8 41 328 -10 100 800 42%
45-51 1 48 48 38 1.444 1.444 5%
52-58 4 55 220 45 2.025 8.100 21%
59-65 5 62 310 52 2.704 13.520 27%
66-72 1 69 69 59 3.481 3.481 5%
Jumlah 19 975 184 109.654 826.545 100%
Jumlah kelas interval (pada tabel 4.4) adalah 5, kelas interval pertama dengan perolehan nilai hasil belajar 38 memiliki frekuensi 8 dengan persentasi 42%, kelas interval kedua dengan nilai hasil belajar 45 memiliki frekuensi 1 dengan persentasi 5%, kelas ketiga dengan nilai hasil belajar 52 memiliki frekuensi 4 dengan persentasi 21%, kelas interval keempat dengan nilai hasil belajar 59 memiliki frekuensi 5 dengan persentasi 27% dan kelas interval kelima dengan nilai hasil belajar 66 memiliki frekuensi 1 dengan persentasi 5%.
Dapat diketahui bahwa hasil pre test dari 19 peserta didik di kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 51 masuk dalam kategori sedang.
Persentasi tingkat penguasaan materi yang ditetapkan Dekdikbud mempunyai tiga kategori rendah, sedang dan tinggi. Dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.5
Persentase Tingkat Penguasaan Materi kelas Eksperimen Sebelum Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
Batas Kategori Interval Frekuensi Persentase Keterangan X < (µ-1,0σ)
(µ-1,0σ) ≤ X < (µ + 1,0σ) (µ + 1,0σ) < X
X < 47 48 ≤ X ≤ 55
56 ≤ X
13 1 5
68,42%
5,26%
26,32%
Rendah Sedang Tinggi
Jumlah 19 100%
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pada kategori rendah terdapat 13 orang dengan persentase 68,42%, pada kategori sedang terdapat 1 orang dengan persentase 5,26% dan pada kategori tinggi terdapat 5 orang dengan persentase 26,32%. Jadi, berdasarkan persentase di atas maka dapat dikategorikan bahwa sebagian besar hasil belajar peserta didik kelas eksperimen sebelum diajar dengan metode pembelajaran information search berada pada kategori rendah dengan persentase 68,42%.
Adapun nilai hasil belajar peserta didik kelas kontrol sebelum penerapan metode pembelajaran information search sebagai berikut:
Tabel 4.6
Nilai Hasil Belajar PAI Peserta Didik Kelas Kontrol Sebelum Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
No Nama Peserta Didik Nilai Pre Test
1 Nur Ainy 45
2 Putri Calista 48
3 Keisya Andilla A. 38
4 Adelia Indah Saputri 57
5 Nur Azizah 65
6 Amirah Rahmah. H 55
7 Nur Inayah 45
8 St. Firdiani Putri 38
No Nama Peserta Didik Nilai Pre Test
9 Faiza Askana Zhaky 69
10 Faiza Turohmah 45
11 Bunga Ayu Deswita 38
12 Nur Asyifa Rahman 48
13 Aura Kasih 63
14 St. Afiqah Aulia R 65
15 Nur Fahira Fauziah 47
16 Wijdani Dzakirah 55
17 Nur Indah Maulidya 38
18 Salwa Azzahrah 49
19 Aulia 45
20 Windy Amelia 36
21 Nur Asyifah 45
22 Huzaimah Zakiyah 55
Jumlah 1089
Rata-rata 50
Nilai hasil belajar PAI peserta didik kelas kontrol sebelum penerapan metode pembelajaran information search kemudian diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS 20. Berikut hasil uji SPSS statistik pre test kelas kontrol:
Tabel 4.7
Statistik Hasil Belajar PAI Peserta Didik Kelas Kontrol Sebelum Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
Statistik Nilai Statistik
Rata-rata (Mean) 50
Median 47,5
Modus 45
Standar Deviasi 5
Maksimum 69
Minimum 36
Range 33
Berdasarkan tabel di atas nilai hasil belajar peserta didik kelas kontrol sebelum penerapan metode pembelajaran information search maka diperoleh nilai rata-rata sebesar 50, nilai tengah sebesar 47.5, nilai yang sering muncul sebesar
45, nilai standar deviasi sebesar 5, nilai jangkauan sebesar 33, nilai terendah sebesar 36 dan nilai tertinggi sebesar 69.
Sebelum penerapan metode pembelajaran information serach hasil belajar PAI peserta didik kelas kontrol menunjukkan nilai yang diperoleh peserta didik bervariasi mulai dari nilai terendah 36 dan nilai tertinggi mencapai 69. Dengan rentang nilai 33 menunjukkan kemampuan peserta didik cukup merata.
Tabel 4.8
Persentasi Hasil Belajar PAI Peserta Didik kelas Kontrol Sebelum Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
Interval Fi Xi Fi.Xi Xi-x (Xi-x)2 Fi(Xi-x)2 %
36-42 4 39 156 -12 144 576 18%
43-49 9 46 414 -5 25 225 41%
50-56 3 53 159 2 4 12 14%
57-63 2 60 120 9 81 162 9%
64-70 4 67 268 16 256 1024 18%
Jumlah 22 1117 10 510 1999 100%
Jumlah kelas interval adalah 5 (pada tabel 4.8) kelas interval pertama dengan perolehan nilai hasil belajar 36 memiliki frekuensi 4 dengan persentasi 18%, kelas kedua dengan nilai hasil belajar 43 memiliki frekuensi 46 dengan persentasi 41%, kelas ketiga dengan nilai hasil belajar 50 memiliki frekuensi 3 dengan persentasi 14%, kelas keempat dengan nilai hasil belajar 57 memiliki frekuensi 2 dengan persentasi 9%, dan kelas kelima dengan nilai hasil belajar 64 memiliki frekuensi 4 dengan persentasi 18%.
Persentasi tingkat penguasaan materi yang ditetapkan Dekdikbud mempunyai tiga kategori rendah, sedang dan tinggi. Dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.9
Persentase Tingkat Penguasaan Materi Kelas Kontrol Sebelum Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
Batas Kategori Interval Frekuensi Persentase Ket X < (µ-1,0σ)
(µ-1,0σ) ≤ X < (µ + 1,0σ) (µ + 1,0σ) < X
X < 46 47 ≤ X < 56
57 ≤ X
10 7 5
45,45%
31,82%
22,73%
Rendah Sedang Tinggi
Jumlah 22 100%
Berdasarkan tabel kategorisasi metode pembelajaran information search di atas dapat diketahui bahwa pada kategori rendah terdapat 10 orang dengan persentase 45,45%, 7 orang dengan persentase 31,82% pada kategori sedang dan terdapat 5 orang dengan persentase 22,73% pada kategori tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa nilai pre test pada kelas kontrol berada pada kategori rendah dengan persentase 45,45%.
b. Deskripsi Hasil Belajar PAI Peserta Didik Kelas V SDS Terpadu Bani Rauf Kabupaten Gowa Setelah Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
Data yang diperoleh dari instrumen post test atau hasil belajar PAI peserta didik kelas V SDS Terpadu Bani Rauf Kabupaten Gowa setelah penerapan metode pembelajaran information search. Berikut nilai hasil belajar peserta didik kelas eksperimen setelah penerapan metode pembelajaran information search:
Tabel 4.10
Nilai Hasil Belajar PAI Peserta Didik Kelas Eksperimen Setelah Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
No Nama Peserta Didik Nilai Post Test
1 Ahmad Lutfi Al Mulk 90
2 Muh. Al Adam Rahmat 89
No Nama Peserta Didik Nilai Post Test
3 Muh. Al-fath Maulana 87
4 Muh. Qadri Ramadhan 80
5 Muh. Azzam Affan M 79
6 Andi Abdul Razak 90
7 Muh. Yusuf 96
8 Ahmad Ainal Bahsyar D 94
9 Ukasyah 80
10 Muh. Andika S 86
11 Muh. Nur Adzan Dautiri 87
12 Muh. Dirwan Saputra 87
13 Muh. Fahrul Rezkyawan 89
14 Muh. Rayyan S 93
15 Muh. Fikriyatul Istiqomah 84
16 Khairul Nizan Binti MR 96
17 Reihan Saputra 89
18 Muh. Fuad 87
19 Dhanis Atalla Hasan 90
Jumlah 1673
Rata-rata 88
Nilai hasil belajar PAI peserta didik kelas eksperimen setelah penerapan metode pembelajaran information search kemudian diolah dengan menggunakan bantuan program SPSS 20. Berikut hasil uji SPSS statistik post test kelas eksperimen.
Tabel 4.11
Statistik Hasil Belajar PAI Peserta Didik Kelas Eksperimen Setelah Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
Statistik Nilai Statistik
Rata-rata (Mean) 88
Median 89
Modus 87
Standar Deviasi 1
Maksimum 96
Minimum 79
Range 17
Berdasarkan nilai hasil belajar PAI peserta didik kelas eksperimen setelah penerapan metode pembelajaran information search maka diperoleh nilai rata-rata 88, nilai tengah sebesar 89, nilai yang sering muncul sebesar 87, nilai standar deviasi sebesar 1, nilai jangkauan sebesar 17, nilai terendah sebesar 79, dan nilai tertinggi sebesar 96.
Tabel 4.12
Persentasi Hasil Belajar PAI Peserta Didik kelas Eksperimen Setelah Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
Interval Fi Xi Fi.Xi Xi-x (Xi-x)2 Fi(Xi-x)2 %
79-82 3 80.5 241.5 -7.5 56,25 168,75 15%
83-86 2 84.5 169 -3.5 12,25 24.5 11%
87-90 10 88.5 885 0.5 0.25 2,5 52%
91-94 2 92.5 185 4.5 20.25 40.5 11%
95-98 2 96.5 193 8.5 72,25 144.5 11%
Jumlah 19 442.5 1673.5 2.5 20.5 209.5 100%
Jumlah kelas interval adalah 5 (pada tabel 4.8) kelas interval pertama dengan perolehan nilai hasil belajar 79 memiliki frekuensi 3 dengan persentasi 15%, kelas interval kedua dengan nilai hasil belajar 83 memiliki frekuensi 2 dengan persentasi 11%, kelas ketiga dengan nilai hasil belajar 87 memiliki frekuensi 10 dengan persentasi 52%, kelas keempat dengan nilai hasil belajar 91 memiliki frekuensi 2 dengan persentasi 11%, dan kelas kelima dengan nilai hasil belajar 95 memiliki 2 frekuensi dengan persentasi 11%.
Dapat diketahui bahwa hasil pre test dari 19 peserta didik di kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata sebesar 79 masuk dalam kategori sedang.
Persentasi tingkat penguasaan materi yang ditetapkan Dekdikbud mempunyai tiga kategori rendah, sedang dan tinggi. Dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.13
Persentasi Tingkat Penguasaan Materi Kelas Eksperimen Setelah Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
Batas Kategori Interval Frekuensi Persentase Ket X < (µ-1,0σ)
(µ-1,0σ) ≤ X < (µ + 1,0σ) (µ + 1,0σ) < X
X < 85 86 ≤ X < 89
90 ≤ X
4 8 7
21,05%
42,11%
36,84%
Rendah Sedang Tinggi
Jumlah 19 100%
Berdasarkan tabel kategorisasi metode pembelajaran di atas diketahui hasil belajar peserta didik kelas V SDS Terpadu Bani Rauf kabupaten Gowa dengan menggunakan metode information search, pada kategori rendah terdapat 4 orang dengan persentase 21,05%, 8 orang dengan persentase 42,11% pada kategori sedang dan 7 orang dengan persentase 36,84% pada kategori tinggi. Jadi, berdasarkan data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa nilai post test pada kelas eksperimen berada pada kategori sedang dengan persentase 42,11%.
Adapun nilai hasil belajar peserta didik kelas kontrol seteleh penerapan metode pembelajaran information search sebagai berikut:
Tabel 4.14
Nilai Hasil Belajar PAI Peserta Didik Kelas Kontrol Setelah Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
No Nama Peserta Didik Nilai Post Test
1 Nur Ainy 75
2 Putri Calista 78
3 Keisya Andilla A. 65
4 Adelia Indah Saputri 77
5 Nur Azizah 85
6 Amirah Rahmah. H 78
7 Nur Inayah 75
8 St. Firdiani Putri 70
No Nama Peserta Didik Nilai Post Test
9 Faiza Askana Zhaky 81
10 Faiza Turohmah 69
11 Bunga Ayu Deswita 77
12 Nur Asyifa Rahman 75
13 Aura Kasih 79
14 St. Afiqah Aulia R 80
15 Nur Fahira Fauziah 83
16 Wijdani Dzakirah 80
17 Nur Indah Maulidya 78
18 Salwa Azzahrah 79
19 Aulia 82
20 Windy Amelia 79
21 Nur Asyifah 75
22 Huzaimah Zakiyah 72
Jumlah 1692
Rata-rata 77
Adapun statistik hasil belajar peserta didik kelas kontrol seteleh penerapan metode pembelajaran information search menggunakan aplikasi SPSS versi 20 sebagai berikut:
Tabel 4.15
Statistik Hasil Belajar PAI Peserta didik Kelas Kontrol Seteleh Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
Statistik Nilai Statistik
Rata-rata (Mean) 77
Median 78
Modus 75
Standar Deviasi 3
Maksimum 85
Minimum 65
Range 20
Berdasarkan nilai hasil belajar peserta didik kelas kontrol setelah penerapan metode pembelajaran information search maka diperoleh nilai rata-rata sebesar 77, nilai tengah sebesar 78, nilai yang sering muncul sebesar 75, nilai
standar deviasi sebesar 3, nilai jangkauan sebesar 20, nilai terendah sebesar 65 dan nilai tertinggi sebesar 85.
Tabel 4.16
Presentasi Hasil Belajar PAI Peserta didik Kelas Kontrol Setelah Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
Interval Fi Xi Fi.Xi Xi-x (Xi-x)2 Fi(Xi-x)2 %
65-69 2 67 134 -10 100 200 9%
70-74 3 72 216 -5 25 75 13%
75-79 11 77 924 0 0 0 52%
80-84 5 82 410 5 25 125 22%
85-89 1 87 87 10 100 100 4%
Jumlah 22 1771 184 250 500 100%
Jumlah kelas interval adalah 5 (pada tabel ), kelas interval pertama dengan perolehan nilai hasil belajar 65 memiliki frekuensi 2 dengan persentasi 9%, kelas interval kedua dengan nilai hasil belajar 70 memiliki frekuensi 3 dengan persentasi 13%, kelas interval ketiga dengan nilai hasil belajar 75 memiliki frekuensi 11 dengan persentasi 52%. Kelas interval keempat dengan nilai hasil belajar 80 memiliki frekuensi 5 dengan persentasi 22%, dan kelas interval kelima dengan nilai 85 memiliki frekuensi 1 dengan persentasi 4%.
Persentasi tingkat penguasaan materi yang ditetapkan Dekdikbud mempunyai tiga kategori rendah, sedang dan tinggi. Dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.17
Persentasi Tingkat Penguasaan Materi Kelas Kontrol Setelah Penerapan Metode Pembelajaran Information Search
Batas Kategori Interval Frekuensi Persentase Ket X < (µ-1,0σ)
(µ-1,0σ) ≤ X < (µ + 1,0σ)
X < 73 74 ≤ X < 79
4 12
18,18%
54,55%
Rendah Sedang
(µ + 1,0σ) < X 80 ≤ X 6 27,27% Tinggi
Jumlah 22 100%
Berdasarkan tabel kategorisasi metode pembelajaran di atas dapat diketahui bawa pada kategori rendah terdapat 4 orang dengan persentase 18,18%, pada kategori sedang terdapat 12 orang dengan persentase 54,55% dan pada kategori tinggi terdapat 6 orang dengan persentase 27,27%. Berdasarkan data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa nilai post test kelas kontrol berada pada kategori sedang dengan persentase 54,55%.
c. Deskripsi Pengaruh Metode Pembelajaran Information Search terhadap Hasil Belajar PAI Peserta Didik Kelas V SDS Terpadu Bani Rauf Kabupaten Gowa
Pengujian hipotesis menggunakan statistik inferensial yakni dengan uji t atau uji hipotesis, sebelum pengujian hipotesis dilakukan pengujian prasyarat atau uji normalitas dan homogenitas yang tujuannya untuk mengetahui apakah sebaran datanya normal atau homogen.
1) Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variable residual memiliki distribusi normal atau tidak. Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data yang digunakan oleh penulis berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Data berdistribusi normal apabila sig > α = 0,5 dan begitu pun sebaliknya data dikatakan tidak berdistribusi normal apabila sig > α = 0,5. Pengujian normalitas data dilakukan dengan menggunakan dengan bantuan aplikasi SPSS 20.
Berdasarkan analisis uji prasyarat yang diperoleh, maka kesimpulan hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.18
Uji Normalitas Kelas Eksperimen
Tests of Normality
KELOMPOK
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic Df Sig. Statistic df Sig.
HASIL PRETEST .209 19 .079 .842 19 .115
POSTTEST .152 19 .200* .941 19 .279
*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction
Berdasarkan hasil output uji normalitas Shapiro-wilk dapat diketahui bahwa uji normalitas pada kelas eksperimen dengan tes pre test sebesar 0.115 >
0.5 sedangkan pada post test uji normalitas 0.279 > 0.5. Sedangkan nilai Kolmogrov-Smirnov dengan pre test signifikansi sebesar 0.79 > 0.5, dan post test signifikansi sebesar 0.200 > 0.5. Sehingga dapat diketahui pre test dan post test kelas eksperimen atau nilai hasil belajar PAI peserta didik kelas V SDS Terpadu Bani Rauf Kabupaten Gowa berdistribusi normal.
Tabel 4.19
Uji Normalitas Kelas Kontrol
Tests of Normality
KELOMPOK
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic Df Sig. Statistic df Sig.
HASIL PRETEST .149 23 .200* .920 23 .065
POSTTEST .138 23 .200* .964 23 .552
*. This is a lower bound of the true significance.
a. Lilliefors Significance Correction
Berdasarkan hasil output uji normalitas Shapiro-wilk dapat diketahui bahwa uji normalitas pada kelas kontrol dengan pre test sebesar 0.065 > 0.5 sedangkan pada post test uji normalitas 0.552 > 0.5. Hasil uji Kolmogorov- smirnov signifikansi pre test sebesar 0.200 > 0.5 sedangkan post test sebesar 0.200 > 0.5 sehingga dapat diketahui bahwa data berdistribusi normal.
2) Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data bersifat homogen atau tidak. Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan jenis uji levene dengan menggunakan SPSS versi 20. Taraf signifikansi α = 0,5 < sig SPSS maka dapat dikatakan bahwa data atau nilai hasil belajar peserta didik homogen dan pada keadaan yang berbeda maka data dapat dikatakan tidak homogeny.
Berikut ini hasil dari uji homogenitas.
Tabel 4.20
Uji Homogenitas Pre Test
Test of Homogeneity of Variance
Levene Statistic df1 df2 Sig.
HASIL PRETEST
Based on Mean 2.385 1 40 .130
Based on Median 1.222 1 40 .276
Based on Median and
with adjusted df 1.222 1 39.388 .276
Based on trimmed mean 2.514 1 40 .121
Berdasarkan output di atas diketahui nilai signifikansi Based on Mean adalah sebesar 0.130 > 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa varians kelompok pre test kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sama atau homogen. Dengan demikian, maka salah satu syarat (tidak mutlak) dari uji independen sampel t test sudah terpenuhi.
Tabel 4.21
Uji Homogenitas Post Test
Test of Homogeneity of Variance
Levene Statistic df1 df2 Sig.
HASIL POSTTEST
Based on Mean .323 1 44 .857
Based on Median .034 1 44 .855
Based on Median and with
adjusted df .034 1 42.792 .855
Based on trimmed mean .037 1 44 .848
Berdasarkan output di atas diketahui nilai signifikansi Based on Mean adalah sebesar 0.323 > 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa varians kelompok post test kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah sama atau homogen. Dengan demikian, maka salah satu syarat (tidak mutlak) dari uji independen sampel t tes sudah terpenuhi.
3) Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan uji T dilakukan untuk menjawab praduga atau hipotesis menggunakan SPSS versi 20. Berikut ini hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya:
H0 = Tidak terdapat pengaruh penerapan metode pembelajaran information search terhadap hasil belajar PAI peserta didik kelas V SDS Terpadu Bani Rauf Kabupaten Gowa
H1 = Terdapat pengaruh penerapan metode pembelajaran information search terhadap hasil belajar PAI peserta didik kelas V SDS Terpadu Bani Rauf Kabupaten Gowa
Berikut ini hasil pengujian hipotesis yang dilakukan dengan bantuan program aplikasi SPSS:
Tabel 4.22 Uji Hipotesis
Levene's Test for Equality of
Variances t-test for Equality of Means
F Sig. T df
Sig. (2- tailed)
Mean Difference
Std. Error Difference
95%
Confidence Interval of the Difference
Lower Upp er HASIL
PEMBELAJ ARAN
Equal variances assumed
.03 3
.857 8.2 75
44 0.03 11.60819 1.40280
8.7810 3
14.4 353 4 Equal
variances not assumed
8.1 46
36.
657
0.03 11.60819 1.42503
8.7198 9
14.4 964 9
Uji independen sampel t test digunakan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata dua sampel yang berpasangan. Jika nilai Sig. (2-tailed) > α, maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar kelas kontrol dan eksperimen. Jika nilai Sig. (2-tailed) < α maka terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar kelas kontrol dan eksperimen. Dari hasil uji T di
atas nilai Sig. (2-tailed) < α atau 0.03 < 0.05 maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil belajar kelas kontrol dan eksperimen.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima dan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan metode pembelajaran information search terhadap hasil belajar PAI peserta didik kelas V SDS Terpadu Bani Rauf kabupaten. Gowa.
Rata-rata hasil belajar PAI peserta didik kelas V SDS Terpadu Bani Rauf Kabupaten Gowa, pada kelompok eksperimen setelah diberikan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran information search meningkat dari 51 menjadi 88. Hasil ini menunjukkan bahwa menggunakan metode pembelajaran information search mempunyai pengaruh hasil belajar PAI di kelas V SDS Terpadu Bani Rauf kabupaten Gowa.