1. Analisis Statistik Deskriptif
Dalam penelitian ini Statistik deskriptif menunjukkan nilai rata-rata (mean), nilai tengah (median), nilai maximum, nilai minimum dan standar deviasi dari data. Deskriptif data dimaksudkan untuk memberikan
gambaran tentang distribusi dan perilaku data sampel yang digunakan tersebut. Deskriptif data dalam penelitian ini dihitung menggunakan IBM SPSS Statistics 24. Hasil deskriptif data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini :
Tabel 4.1 Uji Analisis Descriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation UKURAN PERUSAHAAN 45 14,59 34,95 29,5607 6,95979 TINGKAT LEVERAGE (DAR) 45 ,43 1,30 ,8273 ,11512
REPUTASI KAP 45 0 1 ,76 ,435
PROFITABILITAS (ROA) 45 -,09 ,03 ,0073 ,02453
AUDIT REPORT LAG 45 16 186 50,64 34,797
Valid N (listwise) 45
Sumber : Output IBM SPPS Statistics 24 yang dioleh (2021)
Berdasarkan hasil analisis deskriptif dari tabel 4.1 menunjukkan bawa data berjumlah 45 dari 15 sampel perusahaaaan perbankan periode 2018-2020 dan beberapa variabel diantaranya adalah ukuran perusahaan, leverage (DAR), reputasi KAP, profitabilitas (ROA), dan audit report lag dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Ukuran perusahaan, berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai maksimum ukuran perusahaan adalah 34,95 yang terjadi pada perusahaan BBRI pada tahun 2020 dan nilai minimum sebesar 14,59 yang terjadi pada perusahaan AGRO pada tahun 2020. Nilai Mean atau rata-rata sebesar 29.5607 dan standar deviasi sebesar 6,95979.
Nilai Standar deviasi atau simpang baku lebih besar dari mean, maka data sampel penelitian dapat dikatakan menyebar (bervariasi) dari rata-ratanya.
b. Tingkat Leverage (DAR), berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai maksium sebesar 1,30 yang terjadi pada perusahaan BNII pada
45
tahun 2018 dan untuk nilai minimum sebesar 0,43 yang terjadi pada perusahaan ARTO pada tahun 2020. Nilai Mean atau rata sebesar 0,8273 dan standar deviasi sebesar 0,11512. Standar deviasi atau simpang baku lebih besar dari mean, maka data sampel penelitian dapat dikatakan menyebar (bervariasi) dari rata-ratanya.
c. Reputasi KAP, Ukuran KAP menggunakan dummy variable, dimana perusahaan yang diaudit oleh KAP Big Four diberikan nilai 1, sedangkan perusahaan yag diaudit oleh KAP non Big Four diberikan nilai 0. Maka disimpulkan bahwa nilai maksimum didapatkan oleh semua perusahaan pada tahun 2018 dengan nilai 1 sedangkan nilai minimum didapatkan oleh perusahaan BTPN selama 2 tahun yaitu tahun 2019 dan 2020 sebesar 0. Nilai Mean atau rata sebesar 0,76 dan standar deviasi sebesar 0,435. Standar deviasi atau simpang baku lebih besar dari mean, maka data sampel penelitian dapat dikatakan menyebar (bervariasi) dari rata-ratanya.
d. Profitabilitas (ROA), berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa nilai maksimum adalah 0,03 yang terjadi pada perusahaan BBCA di setiap tahun dan untuk nilai minimum sebesar -0,09 yang terjadi pada perusahaan ARTO di tahun 2019 dan 2020. Nilai Mean atau rata sebesar 0,0073 dan standar deviasi sebesar 0,02453. Standar deviasi atau simpang baku lebih besar dari mean, maka data sampel penelitian dapat dikatakan menyebar (bervariasi) dari rata-ratanya.
e. Audit report lag, Variabel audit report lag diukur secara kuantitatif dalam jumlah hari. Hasil analisis deskriptif variabel audit report lag diperoleh nilai maksimum sebesar 186 hari dan nilai terendah
sebesar 16 hari dengan nilai rata-rata audit report lag sebesar 50,64 hari dan untuk standar deviasinya sebesar 34,797. Dari hasil tersebut dapat kita simpulkan bahwa rata-rata perusahaan mampu menerbitkan laporan keuangan auditan sebelum jatuh tempo 90 hari sesuai dengan ketentuan OJK.
2. Analisis Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas adalah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel. Apakah sebaran data berdistribusi normal atau tidak.
Untuk pengujian normalitasnya menggunakan program IBM SPSS Statistics 24. Hasil uji normalitas untuk semua variabel dilihat dari Pengujian dilakukan dengan menggunakan grafik histogram :
47
Gambar 4.2 Uji Normalitas dengan Grafik Histogram
Sumber : Output IBM SPPS Statistics 24 yang dioleh (2021)
Hasil pengujian grafik histogram menunjukkan bahwa model regresi terdistribusi dengan normal, dikarenakan data didalam garis melengkung dan titik tertinggi pada garis melengkung sejajar dengan 0 serta banyaknya angka disebelah 0 sama banyak atau balance.
b. Uji Multikolinieritas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi yang digunakan terdapat korelasi antar variabel independen.Untuk mengetahui terjadinya multikolonieritas pada suatu model dapat dilihat dari nilai Tolerance dan Variance
Inflation Factor (VIF). Model regresi dapat dikatakan terbebas dari multikolonieritas apabila nilai Tolerance diatas 0,1 dan VIF dibawah 10. Berikut merupakan tabel hasil uji multikolonieritas.
Tabel 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas
Coefficientsa a. Dependent Variable: AUDIT REPORT LAG
Sumber : Output IBM SPPS Statistics 24 yang dioleh (2021) Berdasarkan tabel 4.2 dapat dilihat bahwa tidak ada variabel independen yang memiliki nilai tolerance kurang 0,1 dimana nilai ukuran perusahaan 1,613, tingkat leverage 0,225 reputasi KAP -1,231 dan profitabilitas -0,340. Sedangkan hasil VIF juga menunjukkan hasil bahwa tidak ada satupun variabel independen yang memiliki nilai VIF lebih dari 10, dimana nilai ukuran perusahaan 1,914, tingkat leverage 1,605, reputasi KAP 1,723 dan profitabilitas 1,994. Maka dapat disimpulkan data tersebut tidak terjadi gejala multikolonieritas.
c. Uji heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedasitisitas pada suatu model, dapat dilihat pada pola grafik scatterplot berikut.
49
Gambar 4.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas
Sumber : Output IBM SPPS Statistics 24 yang dioleh (2021) Berdasarkan pada gambar 4.3 dapat dilihat bahwa titik-titik data penyebar diatas dan dibawah atau disekitar angka 0, penyebaran titik-titik data tidak membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali, dan penyebaran titik-titik data tidak berpola. Maka hasil menunjukkan bahwa tidak terjadi heteroskedisitas.
d. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah suatu model Regresi Linier terdapat korelasi antara kesalahan penggangu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi maka terdapat problem
autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu yang berkaitan satu sama lain. Berikut tabel hasil uji autokorelasi adalah sebagai berikut :
Tabel 4.3 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb
a. Predictors: (Constant), PROFITABILITAS (ROA), REPUTASI KAP, TINGKAT LEVERAGE (DAR), UKURAN PERUSAHAAN
b. Dependent Variable: AUDIT REPORT LAG
Sumber : Output IBM SPPS Statistics 24 yang dioleh (2021) Dalam melakukan deteksi Autokorelasi, kita tidak akan lepas dengan table Durbin Watson, dimana dalam penelitian ini terdapat 45 sampel dan 4 variabel independen maka dapat kita lihat nilai nilai dL dan dU pada tabel Durbin Watson T=45, k=4, dL= 1,335 dan dU=1,720.
Berdasarkan table diatas dapat dilihat bahwa d= 2,314, nilai tersebut lebih besar dari du (1,720) dan lebih kecil dari 4-du (2,280).
DU<D<4-DU = 1,720<2.314<2,280. Hal tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat autokorelasi dalam model regresi dalam penelitian ini.
e. Analisis regresi berganda
Uji Regresi Berganda yang dimaksud untuk melihat pengaruh efisien ukuran perusahaan, tingkat leverage, reputasi KAP, dan profitabilitas terhadap audit report lag. Hasil uji regresi berganda dapat dilihat dibawah ini :
51
Tabel 4.4 Hasil Uji Regresi Berganda Coefficientsa
PROFITABILITAS (ROA) -92,852 273,096 -,065 a. Dependent Variable: AUDIT REPORT LAG
Sumber : Output IBM SPPS Statistics 24 yang dioleh (2021) Berdasarkan hasil analisis regresi berganda dari tabel 4.4, maka bentuk persamaan regresinya adalah sebagai berikut :
Υ = 99,901 + (-1,521 X1) + 11,746 X2 + (-17,643 X3 + (-92,852 X4 ) + e
Dari persamaan diatas dapat disimpulkan bahwa :
a. Nilai konstan (constant) sebesar 99,901 menunjukkan bahwa apabila semua variabel independen (ukuran perusahaan, tingkat leverage, reputasi KAP, dan profitabilitas) bernilai 0 dan konstan atau tidak mengalami perubahan, maka variabel dependen (audit report lag) memiliki nilai sebesar 99,901. Nilai konstanta penelitian ini meningkatkan audit report lag sebesar 99,901 dan berpengaruh dalam satu-satuan.
b. Koefisien ukuran perusahaan sebesar -1,521, menunjukkan bahwa setiap pengurangan ukuran perusahaan sebesar 1 kali maka akan diikuti oleh penurunan audit report lag sebesar -1,521.
c. Koefisien tingkat leverage sebesar 11,746, menunjukkan bahwa setiap kenaikan ukuran perusahaan sebesar 1 kali maka akan diikuti oleh meningkatkan audit report lag sebesar 11,746.
d. Koefisien reputasi KAP sebesar -17,643, menunjukkan bahwa setiap pengurangan ukuran perusahaan sebesar 1 kali maka akan diikuti oleh penurunan audit report lag sebesar -17,643.
e. Koefisien profitabilitas sebesar -92,852, menunjukkan bahwa setiap pengurangan ukuran perusahaan sebesar 1 kali maka akan diikuti oleh penurunan audit report lag sebesar -92,852.
3. Uji Hipotesis
a. Uji Hipotesis Analisis Parsial (Uji t)
Uji T pada tingkat kepercayaan 95% dari hasil output SPSS yang diperoleh, apabila thitung > ttabel. Maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Maka sebaliknya apabila thitung < ttabel. Maka Ho diterima dan Ha
ditolak, atau dengan signifikan (Sig) < 0,025 maka Ho ditolak dan Ha
diterima dan sebaliknya apabila signifikan (Sig) > 0,025 maka Ho
diterima dan Ha ditolak.
Tabel 4.5 Hasil Uji T (Uji Parsial) Coefficientsa
Model T Sig.
1 (Constant) 1,872 ,068
UKURAN PERUSAHAAN -1,613 ,115
TINGKAT LEVERAGE (DAR) ,225 ,823
REPUTASI KAP -1,231 ,225
PROFITABILITAS (ROA) -,340 ,736
a. Dependent Variable: AUDIT REPORT LAG
Sumber : Output IBM SPPS Statistics 24 yang dioleh (2021)
53
Dari tabel 4.5 diatas ttabel diperoleh melalui tabel T sehingga a=0,025 dan df= 45-5 = 40. Maka diperoleh nilai ttabel sebesar 2,021.
Maka dapat diambil kesimpulan setiap variabel sebagai berikut:
a. Pengujian variabel ukuran perusahaan
Berdasarkan tabel 4.5 variabel ukuran perusahaan memiliki nilai Sig sebesar 0.115 yang berarti lebih besar dari 0,025.
Maka variabel ukuran perusahaan berpengaruh negatif dengan nilai t hitung sebesar -1,613 dan tidak signifikan terhadap audit report lag.
b. Pengujian variabel tingkat Leverage
Berdasarkan tabel 4.5 variabel tingkat Leverage memiliki nilai Sig sebesar 0.823 yang berarti lebih besar dari 0,025. Maka variabel tingkat Leverage berpengaruh positif dengan nilai t hitung sebesar 0,225 dan tidak signifikan terhadap audit report lag.
c. Pengujian variabel reputasi KAP
Berdasarkan tabel 4.5 variabel reputasi KAP memiliki nilai Sig sebesar 0.225 yang berarti lebih kecil dari 0,025. Maka variabel reputasi KAP berpengaruh negative dengan nilai t hitung sebesar -1,231 dan signifikan terhadap audit report lag.
d. Pengujian variabel profitabilitas.
Berdasarkan tabel 4.6 variabel profitabilitas memiliki nilai Sig sebesar 0.736 yang berarti lebih besar dari 0,025. Maka variabel profitabilitas tidak berpengaruh dengan nilai t hitung sebesar -0,340 dan signifikan terhadap audit report lag.
b. Uji Hipotesis Analisis Simultan (Uji F)
Menggunakan Uji F memiliki tingkat kepercayaan 95% atau a sebesar 0,05 dari hasil output SPSS yang diperoleh, apabila Fhitung >
Ftabel Maka model dinyatakan layak digunakan dalam penelitian ini dan sebaliknya apabila Fhitung < Ftabel Maka Model dikatakan tidak layak, atau dengan signifikan (Sig) < 0,05 maka model dinyatakan layak digunakan dalam penelitian ini.
Tabel 4.6 Hasil Analisis Simultan (Uji F) ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 13657,581 4 3414,395 3,447 ,016b
Residual 39618,730 40 990,468
Total 53276,311 44
a. Dependent Variable: AUDIT REPORT LAG
b. Predictors: (Constant), PROFITABILITAS (ROA), REPUTASI KAP, TINGKAT LEVERAGE (DAR), UKURAN PERUSAHAAN
Sumber : Output IBM SPPS Statistics 24 yang dioleh (2021) Berdasarkan hasil uji ANOVA atau F test diatas, nilai Sig sebesar 0,015. Karena 0,016 lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran perusahaan, tingkat leverage, reputasi Kap, dan profitabilitas berpengaruh negative terhadap audit report lag.