• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

4.1.1 Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium RSIA Tambak pada bulan November 2021-Juli 2022. Pada teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dengan jumlah keseluruhan populasi yaitu 245 ibu hamil rawat jalan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 52 ibu hamil rawat jalan dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan.

4.1.2 Penyajian Data

A. Analisis Univariat

Analisis univariat atau analisis deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik disetiap variabel penelitian. Data kategori akan dilihat dalam bentuk frekuensi, persen dan rerata.

1. Paritas dan Usia Ibu

Pada penelitian ini akan mendeskripsikan usia (tahun) ibu dan banyaknya jumlah kelahiran (paritas) ibu. Berikut adalah tabel distribusi frekuensi dan persentase usia (tahun) ibu serta paritas (jumlah kelahiran) ibu hamil :

Tabel 4. Distribusi ibu hamil berdasarkan usia (tahun) No. Usia (tahun) ibu Frekuensi (n) Persentase (%)

1. 20-25 tahun 16 30,8 %

2. 26-29 tahun 21 40,4 %

3. 30-35 tahun 15 28,8 %

Total 52 100,0 %

Berdasarkan Tabel 4 di atas, dapat dilihat bahwa jumlah responden ibu hamil dalam penelitian ini berjumlah 52 orang, dengan masing-masing usia responden yang bervariasi.

Tabel 5. Distribusi rentang usia (tahun) ibu Frekuensi

(n) Minimum Maksimum Mean

52 21,00 35,00 27,59

Berdasarkan Tabel 5 di atas, dari 52 responden ibu hamil, usia ibu hamil pada penelitian ini memiliki rentang usia dari 21 hingga 35 tahun dengan rata-rata ± 27 tahun.

Gambar 13. Distribusi karakteristik ibu hamil berdasarkan paritas (jumlah melahirkan)

Berdasarkan Gambar 13 diagram batang di atas, dari 52 responden sebanyak 27 ibu hamil (51,9%) memiliki paritas 1 kali melahirkan, 15 ibu hamil (28,8%) memiliki paritas 2 kali melahirkan, 5 ibu hamil (9,6%)

51,9%

28,8%

9,6% 9,6%

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

27 ibu hamil 15 ibu hamil 5 ibu hamil 5 ibu hamil 1 kali melahirkan 2 kali melahirkan 3 kali melahirkan 4 kali melahirkan

memiliki paritas 3 kali melahirkan, dan 5 ibu hamil (9,6%) memiliki paritas 4 kali melahirkan.

2. Pemeriksaan Antenatal Care (ANC)

Pada penelitian ini akan mendeskripsikan kunjungan antenatal care (ANC) pada ibu hamil. Berikut adalah tabel distribusi frekuensi dan persentase jumlah kunjungan ANC pada ibu hamil :

Tabel 6. Distribusi Pemeriksaan ANC No. Kunjungan ANC F %

1. Teratur 17 32,7 %

2. Tidak Teratur 35 67,3 %

Jumlah 52 100,0 %

Berdasarkan pada Tabel 6 di atas, dapat dilihat bahwa ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC sebanyak 52 responden, dengan pemeriksaan teratur sebanyak 17 responden (32,7%), dan pada responden dengan pemeriksaan tidak teratur sebanyak 35 responden (67,3%).

3. Nilai rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil

Pada penelitian ini akan dianalisis apakah terdapat perbedaan hemoglobin dari trimester I, II dan III. Hasil statistik deskriptif kadar hemoglobin tiap trimester tersedia pada Tabel berikut :

Tabel 7. Nilai rata-rata kadar hemoglobin pada ibu hamil

Hemoglobin N Minimum Maximum Mean SD

Trimester I 52 10,40 12,50 11,7442 ,67517

Trimester II 52 9,90 12,40 11,0269 ,55699

Trimester III 52 9,20 12,00 10,2846 ,58222

Pada Tabel 7 di atas, diketahui bahwa rata-rata hemoglobin ibu hamil pada trimester I adalah 11,7 g/dL, pada trimester II rata-rata hemoglobin

adalah 11,0 g/dL dan trimester ke III rata-rata kadar hemoglobin adalah 10,2 g/dL. Jika diamati, maka terdapat penurunan kadar hemoglobin.

Tabel 8. Distribusi frekuensi dan persentase kejadian anemia pada ibu hamil berdasarkan usia kehamilan

Usia Kehamilan Anemia Tidak Anemia Total

f % f % f %

Trimester I 10 19,2 % 42 80,8 % 52 100%

Trimester II 24 46,2 % 28 53,8 % 52 100%

Trimester III 38 73,1 % 14 26,9 % 52 100%

Berdasarkan Tabel 8 di atas, bahwa hasil penelitian kejadian anemia pada ibu hamil berdasarkan usia kehamilan dari 52 responden terdapat 10 responden (19,2%) mengalami anemia pada trimester I, 24 responden (46,2%) mengalami anemia pada trimester II dan 38 responden (73,1%) mengalami anemia pada trimester III.

B. Analisis Bivariat

Analisis bivariat ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi perubahan atau tidak pada data (variabel), maka dilakukan uji beda yaitu Uji Paired T Test dengan syarat data terdistribusi normal. Uji normalitas data pada penelitian ini tersedia pada Tabel berikut :

Tabel 9. Uji Normalitas Shapiro Wilk Hemoglobin Shapiro-Wilk

Statistik df Sig (p-value)

Hb Trimester I ,892 52 ,199

Hb Trimester II ,974 52 ,312

Hb Trimester III ,962 52 ,097

Dari data Tabel 9 hasil uji normalitas di atas, menunjukkan nilai Sig (p- value) hemoglobin baik pada trimester I, II, dan III yaitu nilainya secara

berturut-turut adalah (0,199), (0,312) dan (0,097). Nilai (p-value >0,05) menunjukkan data terdistribusi normal, oleh karena itu maka Uji Paired T Test dapat dilanjutkan.

Uji Paired T Test adalah suatu uji statistik yang bertujuan untuk mengetahui apakah data penelitian dari populasi terdapat perbedaan antara data pertama dan data kedua, kemudian data kedua dan data ketiga.

1. Uji Paired T Test

Hipotesis Uji Paired T Test adalah :

f. Jika nilai Sig (2-tailed) < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan.

g. Jika nilai Sig (2-tailed) > 0,05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan.

Tabel 10. Uji Paired T Test

Hemoglobin Mean SD Sig. (p-value) Trimester I – Trimester II 0,71731 0,43734 0,000 Trimester II – Trimester III 0,74231 0,41366 0,000

Dari data Tabel 10 di atas, hasil uji Paired T Test diperoleh nilai Sig (p-value) pada tiap trimester ini adalah (0,000) dengan tingkat kepercayaan 95%, yaitu artinya adalah dimana jika nilai Sig (2-tailed) < 0,05 maka H0 ditolak.

Penelitian ini menunjukkan bahwa uji yang digunakan sesuai dengan dasar keputusan nilai Uji Paired T Test yaitu (p-value <0,05) dan sudah dibuktikan menggunakan perangkat uji statistik. Untuk mengetahui trimester ke berapa yang terjadi perbedaan, maka ilustrasi data kondisi kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester I, II dan III tersedia pada Gambar 14 diagram batang sebagai berikut:

Gambar 14. Diagram batang ilustrasi kondisi kadar hemoglobin pada ibu hamil

Berdasarkan Gambar 14 Diagram batang di atas, dapat diketahui bahwa kadar hemoglobin trimester I, II, dan III terjadi perbedaan. Rata-rata kadar hemoglobin pada trimester I (11,7 g/dL) dan II (11,0 g/dL) masih dalam batas normal, sedangkan hemoglobin pada trimester III (10,2 g/dL) tidak normal. Kadar haemoglobin < 11,0 g/dL pada ibu hamil dapat dikatakan anemia, sedangkan apabila kadar hemoglobin pada ibu hamil >

11,0 g/dL tidak dikatakan anemia. Sehingga dapat diketahui bahwa kadar haemoglobin pada trimester III lebih rendah dibandingkan kadar hemoglobin trimester I dan II.

Dokumen terkait