• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Uji Regresi Linear Berganda a. Uji F (uji serempak)

BAB I PENDAHULUAN

4.3 Karakteristik Konsumen

5.1.3 Hasil Uji Regresi Linear Berganda a. Uji F (uji serempak)

5.1.3 Hasil Uji Regresi Linear Berganda

bahwa nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel (7,915> 5,96) dan nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05), maka H0 ditolak, dan koefisien regresi signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 95%. Hal ini berarti adanya pengaruh harga buah pisang barangan, harga buah pisang ambon, jumlah anggota keluarga dan pendapatan terhadap permintaan pisang barangan di Pasar Petisah Kecamatan Medan Petisah.

b. Uji Signifikan Parsial (Uji-t) Tabel 6. Hasil Uji-t

Model Unstandardized

Coefficients Standardized

Coefficients T Sig.

B Std. Error Beta

(Constant) 72,117 19,818 3,639 ,001

Harga Pisang Barangan

-,002 ,001 -,324 -2,200 ,037

Harga Pisang Ambon

-,002 ,001 -,443 -3,163 ,004

Jumlah Anggota Keluarga

-,1,611 ,708 -,311 -2,275 ,032

Pendapatan 1,712 ,000 295 2,090 ,047

Sumber : Data Primer Diolah, 2018.

Berdasarkan hasil pada tabel 6 dapat dibuat persamaan regresi linier berganda untuk melihat faktor – faktor yang mempengaruhi permintaan buah pisang barangan di Pasar Petisah adalah Uji t digunakan untuk menguji signifikansi konstanta dan setiap variabel independent. Dari tabel coefficients dapat dilihat pada kolom signifikansi bahwa keempat variabel pendapatan, variabel jumlah anggota keluarga, variabel harga pisang barangan, dan variabel harga pisang ambon secara parsial berpengaruh terhadap permintaan buah pisang

barangan di Pasar Petisah. Pembahasan masing-masing variabel adalah sebagai berikut :

Y = 77.129 – 0.002𝑋1 – 0.002𝑋2- 1.611𝑋3 +1.712𝑋4 Keterangan :

Y = Jumlah Permintaan Buah Pisang Barangan (sisir/bulan) 𝑋1 = Harga Buah Pisang Barangan (Rp/sisir)

𝑋2 = Harga Buah Pisang Ambon (Rp/sisir) 𝑋3 = Jumlah Anggota Keluarga (Orang) 𝑋4 = Pendapatan Konsumen (Rp/bulan)

Uji ini membandingkan t-hitung dengan t-tabel. Dengan asumsi terima𝐻0 jika t-hitung <t-tabel atau tolak 𝐻0 jika t-hitung > t-tabel.jika tingkat signifikansi

< 0.05 maka 𝐻0 ditolak dan tingkat signifikansi > 0.05 maka 𝐻0 diterima 5.2 Pembahasan Penelitian

1. Harga Buah Pisang Barangan (𝑋1)

Hasil Uji t diperoleh t-hitung untuk variabel harga buah pisang barangan sebesar 2,200 lebih besar dari t-tabel yaitu 1,708, jika t-hitung lebih besar dari t- tabel maka H0 ditolak H1 diterima. Secara parsial harga buah pisang barangan memberi pengaruh terhadap nilai signifikan 0,037 lebih kecil dari pada alpa 0,05 terhadap permintaan buah pisang barangan. Hal ini menunjukan apabila harga buah pisang barangan turun maka permintaan terhadap buah pisang barangan naik, dan sebaiknya buah pisang barangan dikonsumsi oleh konsumen karena buah pisang barangan selalu tersedia setiaap saat dan harga dapat terjangkau oleh konsumen.

Dapat dilihat pada diagram 6harga buah pisang barangan berkisar antara Rp.16.000 – Rp.18.000/sisir dan rata – rata harga buah pisang barangan sebesar Rp.17.000/sisir.

Koefisien harga buah pisang barangan (𝑋1) untuk variabel harga buah pisang barangan sebesar 0,002 yang artinya setiap penambahan tingkat harga buah pisang barangan, maka permintaan terhadap buah pisang barangan akan berkurang sebesar 0,002. Hasil dari uji analisa regresi harga buah pisang barangan terhadap permintaan diperoleh persamaan : Y = 77,129 –0,002(𝑋1).

Berdasarkan rincian tersebut dapat dikatakan bahwa jika harga pisang barangan naik permintaan turun. Karena berdasarkan rincian tersebut dapat diambil kesimpulan yaitu : apabila harga pisang barangan naik tidak akan mempengaruhi permintaan pisang barangan karena disebabkan pisang barangan naik hanya sebesar 0.002. Hal ini sesuai dengan teori permintaan jika harga barang naik permintaan turun, sama dengan harga pisang barangan yang naik hanya sebesar 0.002. Hal ini tidak akan mempengaruhikonsumen dalam permintaan pisang barangan karena tingkat kenaikan harga hanya0.002 atau Rp 1 / sisir. Hal ini tidak mempengaruhi permintaan konsumen dalam pembelian pisang barangan.

2. Harga Buah Pisang Ambon (𝑋2)

Hasil uji t diperoleh t-hitung untuk variabel harga buah pisang ambon sebesar 3.163 yang t-tabel 1,708 jika t-hitung < t-tabel maka H1 diterima. Secara persial Harga buah pisang ambon memberikan pengaruh signifikan terhadap permintaan hal ini disebabkan karena nilai signifikan 0,004 lebih kecil dari pada

alpa 0,05 terhadap permintaan buah pisang ambon, Jadi harga pisang ambon berpengaruh terhadap Permintaan .

Pisang ambon merupakan barang subtitusi. Karena buah pisang ambon memiliki kegunaan yang sama dengan buah pisang barangan yang sama-sama sering dikonsumsi konsumen setelah makan dan sama - sama kriteria jenis pisang serta memiliki manfaat bagi tubuh manusia. Berdasarkan hasil dari penelitian bahwa konsumen buah pisang barangan memiliki buah pisang ambon sebagai subsitusi buah pisang barangan.

Koefisien Harga buah pisang ambon (𝑋2) sebesar 0,002 yang artinya setiap penambahan tingkat harga buah pisang ambon terhadap permintaan buah pisang ambon akan naik sebesar 0.002. Hasil uji analisis regresi harga buah pisang ambon terhadap permintaan diproleh persamaan Y = 77.129 – 0,002 (𝑋2)

Berdasarkan rincian tersebut dapat dikatakan bahwa jika pisang barangan tidak ada dan harga pisang ambon naik maka permintaan turun. Karena berdasarkan rincian tersebut dapat mengambil kesimpulan yaitu : apabila harga pisang ambon naik permintaan turun, sesuai dengan teori permintaan , tetapi tidak akan mempengaruhi konsumen dalam permintaan pisang ambon tersebut karena disebabkan hargapisang ambon naik hanya sebesar 0.002 atau Rp.1 yang tidak akan mempengaruh konsumen dalam peermintaan pisang Ambon.

3. Jumlah Anggota Keluarga (𝑋3)

Hasil uji t diperoleh t-hitung untuk variabel jumlah anggota keluarga sebesar 2.275 yang lebih besar yang lebih besar dari t-tabel 1,708, jika t-hitung >

t-tabel maka H0 ditolak H1 diterima. Secara persial hal ini menjelaskan bahwa jumlah anggota keluarga memberikan pengaruh signifikan terhadap permintaan

hal ini disebabkan karena nilai signifikan jumlah anggota keluarga 0.032 lebih kecil dari pada alpa 0,05 terhadap jumlah anggota keluarga di Pasar Petisah.

Berdasarkan rekap persentase yang telah diolah jumlah anggota keluarga rata–rata adalah 4 - 5 orang dengan persentase rata–rata 87%. sehingga jumlah anggota keluarga konsumen terhadap buah pisang barangan akan memberi pengaruh yang signifikan terhadap permintaan buah pisang barangan.

Koefisien jumlah anggota keluarga (𝑋3) untuk variabel jumlah anggota keluarga sebesar 1,611 yang artinya penambahan jumlah anggota keluarga konsumen buah pisang barangan terhadap permintaan buah pisang barangan, maka permintaan terhadap buah pisang barangan akan berkurang sebesar 1,611 hasil dari uji analisa regresi jumlah anggota keluarga terhadap permintaan buah pisang barangan diperoleh Y = 77.129 – 1,611

Berdasarkan rincian tersebut dapat dikatakan jumlah anggota keluarga naik dan permintaan turun dapat dijelaskan bahwa buah pisang barangan bukan merupakan makanan utama oleh kunsumen untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Konsumen akan utamakan makanan primer mereka terlebih dahulu seperti beras dan ikan.

4. Pendapatan Konsumen (𝑋4)

Hasil uji t diperoleh t-hitung untuk variabel jumlah anggota keluarga sebesar 2.090 yang lebih besar yang lebih besar dari t-tabel 1,708, jika t-hitung >

t-tabel maka H0 ditolak H1 diterima. Secara persial hal ini menjelaskan bahwa pendapatan konsumen memberikan pengaruh signifikan terhadap permintaan hal ini disebabkan karena nilai signifikan pendapatan konsumen 0.047 lebih kecil dari pada alpa 0,05 .

Koefisien pendapatan konsumen (𝑋4) untuk variabel tingkat pendapatan sebesar1,712 yang artinya setiap penambahan tingkat pendapatan pada permintaan buah pisang baranganakan naik sebesar 1,712 Hasil dari uji analisa regresi pendapatan buah pisang barangan terhadap permintaan diperoleh persamaan Y = 77.129 + 1.712

Hal ini dapat dilihat pada diagram 9 pendapatan terendah konsumen buah pisang barangan adalah Rp.1.800.000 dengan jumlah pembelian buah pisang barangan yaitu 4 sisir/bulan dan pendapatan tertinggi konsumen buah pisang barangan adalah sebesar Rp.5.000.000 dengan jumlah pembelian pisang barangan sebesar 12 sisir/bulan dan pendapatan rata–rata konsumen dengan kategori sedang adalah sebesar Rp.2.000.000 – Rp.3.000.000 dengan persentase rata–rata 67.00%.

serta dengan jumlah pembelian rata – rata buah pisang barangan yaitu8 sisir/bulan.

Adapun jumlah pembelian pisang barangan yang jumlah nya lebih besar dari pendapatan Rp.5.000.000 itu disebabkan karena konsumen lebih banyak mengkonsumsi pisang barangan dalam setiap minggu. Sehingga jumlah pembelian pisang barangan dalam setiap bulan itu lebih banyak sebesar 20 sisir/bulan dengan pendapatan Rp.3.500.000.

Berdasarkan rincian tersebut dapat dikatakan semakin tinggi tingkat pendapatan maka peluang mengkonsumsi buah pisang barangan akan lebih banyak walaupun jumlah anggota keluarga sedikit. Sehingga permintaan pisang barangan tersebut otomatis bertambah.

DAFTAR PUSTAKA

Asra, 2009 Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Pisang Barangan Di Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar, Ekonomi Universitas Syiah Kuala

Asthi, 2004 Analisis Sistem Pemasaran Pisang di Desa Mekargalih Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur, Propinsi Jawa Barat, Institut Pertanian Bogor

Arsyad, L,2000. Ekonomi Manajerial. BPFE Yogyakarta. Yogyakarta

Asmidah ,2013.Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran jeruk manis di Pasar Tradisional Kota Medan Provinsi Sumatera Utara, Agribisnis Universitas Sumatera Utara

Firdaus, Muhammd. Manajemen Agribisnis, ( Jakarta : Bumi Aksara, 2009).

Indriani, Y. H., 1993 Pemilihan Tanaman dan Lahan Sesuai Kondisi Lingkungan dan Pasar. Penerbit Swadaya.Jakarta.

Lukman Pengantar Teori Mikro Ekonomi (Jakarta : UIN Jakarta press, 2007) Nur Sofiana,2016.Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan buah pepaya di

pasar petisah kota medan provinsi sumatera utara, Agribisnis Universitas Medan Area

Pracoyo, A. 2006. Aspek Dasar Ekonomi Mikro. PT. Gramedia Widiasarana Indonesia Jakarta.

Pande Komang Suparyana, 2016 Analisis Permintaan Buah Pisang Di Kota Denpasar, Bali Agribisnis Universitas Udayana 2016

Ritonga.2003.Pelajaran Ekonomi Untuk Kelas 2. Erlangga.Jakarta

Sukirno, S, 1997. Pengantar Teori Ekonomi Mikro. PT. raja Grafindo Persada.

Jakarta.

Sukirno, S. 2012.Pengantar Teori Mikroekonomi.PT RajaGrafindo Persada.

Jakarta.

Satuhu dan Supriyadi. 1997. Pisang ; Budidaya, Pengolahan dan Prospek Pasar.

Penebar Swadaya. Jakarta.

Sumarwan, U, 2003. Perilaku Konsumen Teori dan Penerapan Dalam Pemasaran. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Temik, 2009. Teori Permintaan (Deman). http://digilib.mercubuana /manager/file skripsi/isi_cover.pdf. Diakses 30 januari 2015.

Lampiran 1.

KUISIONER PENELITIAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN BUAH PISANG BARANGAN DI KOTA MEDAN

(Studi Kasus : Pasar Petisah Kecamatan Medan Petisah,Kota Medan,Provinsi Sumatera Utara)

DAFTAR KUISIONER PENELITIAN

1. Nama : ...

2. Umur : ...

3. Jenis Kelamin : ...

4. Pendidikan terakir : ...

a. Tamat SD c. SMA

b. SMP d. Diploma/Sarjana

5. Pekerjaan : ...

Bapak/Ibu/Saudara/I yang terhormat, saya mahasiswa Universitas Medan Area melaksanakan penelitian mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Pisang Barangan di Kota Medan (Studi Kasus: Pasar Petisah Kecamatan Petisah, Kota Medan Provinsi Sumatera Utara). Saya mohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i, untuk mengisi kuisioner penelitian ini. Partisipasi dari Bapak/Ibu/Saudara/i sangat berharga sebagai bahan masukan untuk proses pengambilan keputusan dari penelitian ini. Saya ucapakan terima kasih atas bantuan dan perhatiannya.

YUDHA FILISTEA PURBA Peneliti

No. Kuisioner :

6. Jumlah pendapatan : ...

7. Jumlah tanggungan keluarga: ...

8. Berapa biaya yang bapak/ibu keluarkan untuk membeli buah pisang barangan? Rp...

9. Sesuaikah harga dengan buah yang bapak/ibu beli?

10.Seminggu berapa kali bapak/ibu membeli buah pisang barangan?

11.Apakah bapak/ibu akan selalu membeli buah pisang barangan setiap minggunya?

12.Sulit atau mudah bapak/ibu memperoleh buah pisang barangan?

13. Apakah bapak/ibu akan membeli pisang ambon jika buah pisang barangan sulit diperoleh?

14.Jenisapa yang akan bapak/ibu beli sebagai peganti buah pisang barangan?

15.Berapa biaya bapak/ibu keluarkan untuk membeli buah pisang ambon selain buah pisang barangan?

16. Sesuaikah harga tersebut dengan buah yang bapak/ibu beli?

17.Kenapa bapak/ibu beli pisang lain?

18.Berapa jumlah sisir pisang barangan yang bapak/ibu beli / minggu?

Lampiran 2.Tabulasi Data Konsumen Pisang Barangan di pasar Petisah Medan

No Jumlah Permintaan (sisir/minggu)

Jumlah Permintaan (sisir/bulan)

Harga Buah Pisang Barangan (Rp/Sisir)

Harga Buah Pisang Ambon (Rp/Sisir)

Pendapatan Jumlah Anggota Keluarga

1 1 4 18.000 15.000 2500000 4

2 2 8 18.000 13.000 2200000 4

3 1 4 18.000 13.000 2200000 5

4 2 8 17.000 15.000 2800000 4

5 3 12 18.000 13.000 2500000 3

6 2 8 18.000 14.000 3000000 4

7 1 4 18.000 15.000 2200000 5

8 3 12 18.000 13.000 1800000 4

9 2 8 18.000 15.000 2300000 3

10 2 8 17.000 14.000 2000000 4

11 1 4 18.000 15.000 2500000 5

12 3 12 17.000 13.000 5000000 4

13 1 4 18.000 14.000 1800000 4

14 2 8 16.000 15.000 3000000 5

15 3 12 17.000 14.000 3500000 4

16 2 8 18.000 13.000 2000000 5

17 3 12 16.000 15.000 2700000 3

18 1 4 18.000 15.000 2500000 6

19 4 16 16.000 14.000 2500000 4

20 1 4 17.000 15.000 2300000 5

21 2 8 18.000 15.000 2500000 4

22 5 20 18.000 13.000 3500000 4

23 2 8 18.000 15.000 3000000 4

24 2 8 18.000 13.000 3500000 5

25 2 8 17.000 15.000 3500000 4

26 1 4 18.000 14.000 2200000 4

27 2 8 18.000 15.000 3000000 5

28 3 12 17.000 14.000 2500000 4

29 2 8 17.000 15.000 3000000 5

30 1 4 18.000 15.000 1800000 4

Lampiran 3.Karakteristik Konsumen Pisang Barangan di Pasar Petisah Medan

No

Nama Umur Jenis Kelamin Pendidikan

Pisang Barangan

Pisang

Ambon Pendapatan

Jumlah permintaan buah/bulan

Jumlah anggota keluarga

1 Warsi 43 Perempuan SMP 18000 15000 2500000 4 4

2 Laura 26 Perempuan Sarjana 18000 13000 2200000 8 4

3 Santi 20 Perempuan SMA 18000 13000 2200000 4 5

4 Siti 44 Perempuan SMA 17000 15000 2800000 8 4

5 Mateus 31 Laki-Laki Sarjana 18000 13000 2500000 12 3

6 Anto 33 Laki-Laki SMA 18000 14000 3000000 8 4

7 Mazmur 22 Laki-Laki Sarjana 18000 15000 2200000 4 5

8 Aseng 48 Laki-Laki SMA 18000 13000 1800000 12 4

9 Debora 30 Perempuan Sarjana 18000 15000 2300000 8 3

10 Nisa 32 Perempuan Sarjana 17000 14000 2000000 8 4

11 Tina 28 Perempuan Sarjana 18000 15000 2500000 4 5

12 Veni 28 Perempuan Sarjana 17000 13000 5000000 12 4

13 Geralda 24 Laki-Laki SMA 18000 14000 1800000 4 4

14 An yi 39 Perempuan SMA 16000 15000 3000000 8 5

15 Lin Lin 38 Perempuan Sarjana 17000 14000 3500000 12 4

16 Septi 30 Laki-Laki SMA 18000 13000 2000000 8 5

17 Lia 36 Perempuan Sarjana 16000 15000 2700000 12 3

18 Santi 20 Perempuan SMA 18000 15000 2500000 4 6

19 Susan 38 Perempuan SMA 16000 14000 2500000 16 4

20 Yuni 27 Perempuan Sarjana 17000 15000 2300000 4 5

21 Joni 28 Laki-Laki Sarjana 18000 15000 2500000 8 4

22 Ruben 23 Laki-Laki Sarjana 18000 13000 3500000 20 4

23 Lina 30 Perempuan Diploma 18000 15000 3000000 8 4

24 Siahaan 48 Laki-Laki Sarjana 18000 13000 3500000 8 5

25 Huang 51 Laki-Laki SMA 17000 15000 3500000 8 4

26 Angga 22 Laki-Laki Sarjana 18000 14000 2200000 4 4

27 Leo 48 Laki-Laki Sarjana 18000 15000 3000000 8 5

28 Jhos 35 Laki-Laki SMP 17000 14000 2500000 12 4

29 Ah ni 29 Perempuan Sarjana 17000 15000 3000000 8 5

30 Daisy 36 Perempuan Sarjana 18000 15000 1800000 4 4

Lampiran 4. Nama Pasar, Kecamatan, Luas Pasar, Dan Jumlah Pedagang Di Pasar Tradisional Kota Medan

Kecamatan Banyak

Pasar

Luas Pasar ( 𝑀2 )

Jumlah Pedagang

Pribumi Non Pribumi

Medan Tuntungan 1 7 370,43 905,00 48,00

Medan Johor 2 11 494,33 948,00 106,00

Medan Amplas - - - -

Medan Denai - - - -

Medan Area 5 5 885,16 1 487,00 371,00

Medan Kota 9 50 230,23 4 362,00 770,00

Medan Maimun 1 360,10 50,00 12,00

Medan Polonia 1 - 15,00 21,00

Medan Baru 3 - 420,00 106,00

Medan Selayang - 6 706,70 - -

Medan Sunggal 2 6 301,65 756,00 85,00

Medan Helvetia 2 11 796,86 1 319,00 147,00

Medan Petisah 3 25 446,34 2 180,00 545,00

Medan Barat 5 11 671,00 916,00 102,00

Medan Timur 4 5 469,12 1 001,00 111,00

Medan Perjuangan 3 5,063,40 920,00 48,00

Medan Tembung 2 - 124,00 30,00

Medan Deli - - - -

Medan Labuhan 4 14 652,93 851,00 95,00

Medan Marelan 1 - 117,00 13,00

Medan Belawan 4 8 139,42 844,00 44,00

Lampiran 5 : Olahan Data Regresi dengan SPSS

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,748a ,559 ,488 2,80525

a. Predictors: (Constant), Pendapatan, Jumlah Anggota Keluarga, Harga Pisang Ambon, Harga Pisang Barangan

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 249,132 4 62,283 7,915 ,000b

Residual 196,735 25 7,869

Total 445,867 29

a. Dependent Variable: Permintaan

b. Predictors: (Constant), Pendapatan, Jumlah Anggota Keluarga, Harga Pisang Ambon, Harga Pisang Barangan

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 72,117 19,818 3,639 ,001

Harga Pisang Barangan -,002 ,001 -,324 -2,200 ,037

Harga Pisang Ambon -,002 ,001 -,443 -3,163 ,004

Jumlah Anggota Keluarga

-1,611 ,708 -,311 -2,275 ,032

Pendapatan 1,712E-006 ,000 ,295 2,090 ,047

a. Dependent Variable: Permintaan

Lampiran 6.Dokumentasi penelitian di pasar Petisah Medan

Dokumen terkait