METODE PENELITIAN
B. Penelitian Utama
4.2.2 Hasil Uji Rendemen
Hasil pengamatan respon rendemen berupa grafik Contour plot serta grafik 3D Surface plot dapat dilihat pada Gambar 4.4 dan Gambar 4.5. Berdasarkan hasil pengamatanGambar 4.4diketahui pada hubungan grafik pengaruh suhu dan kecepatan udara pengering pada rendemen gepuk daging sapi memperlihatkan bahwa semakin rendah suhu (60º) dan kecepatan udara normal (0,9 m/s) yang digunakan maka semakin tinggi nilai rendemen yang dihasilkan yang berarti nilai rendemen semakin baik.
Hasil pengamatan Gambar 4.5 pada hubungan grafik pengaruh suhu dan kecepatan putaran rak pengering pada rendemen gepuk daging sapi memperlihatkan bahwa semakin rendah suhu (60ºC) dengan kecepatan putaran rak pengering yang semakin tinggi (5 rpm) menghasilkan nilai rendemen tinggi yang berarti nilai rendemen semakin baik. Berdasarkan hasil pengamatan grafikcontour plotdan grafik 3D surface plotdengan pengaruh faktor suhu pengering, kecepatan udara pengering, dan kecepatan putaran rak pengering yang diberikan pada rendemen gepuk daging sapi dapat diketahui nilai sebesar >49%.
Kecepatan Udara
Suhu
1,0 0,5
0,0 -0,5
-1,0 1,0
0,5
0,0
-0,5
-1,0
>
– – – – – < 44
44 45
45 46
46 47
47 48
48 49
49 Rendemen
Contour Plot of Rendemen vs Suhu; Kecepatan Udara
1 0 4
4 46
1 - 48
0 -1
1 n
e m e d n e R
u h u S a
r a d U n a t a p e c e K
urface Plot of Rendemen vs Suhu; Kecepatan U
S dara
Gambar 4.4HasilContour Plotdan3D Surface PlotPengaruh Suhu dan Kecepatan Udara Pengering pada Rendemen Gepuk Daging Sapi
Putaran Pengering
Suhu
1,0 0,5
0,0 -0,5
-1,0 1,0
0,5
0,0
-0,5
-1,0
>
– – – – – < 44
44 45
45 46
46 47
47 48
48 49
49 Rendemen
Contour Plot of Rendemen vs Suhu; Putaran Pengering
1 0 4
4 46
1 - 48
0 -1
1 n
e m e d n e R
u h u S g
n ir e g n e P n a r a t u P
urface Plot of Rendemen vs S
S uhu; Putaran Pengering
Gambar 4.5Hasil grafikContour Plotdan3D Surface PlotPengaruh Suhu dan Kecepatan Putaran Rak Pengering pada Rendemen Gepuk Daging Sapi
Hasil Analisis of Variance (ANOVA) rendemen gepuk daging sapi dapat dilihat pada Tabel 4.5. Berdasarkan tabel tersebut memperlihatkan bahwa faktor suhu, kecepatan udara dan kecepatan putaran rak pengering berpengaruh pada rendemen gepuk daging sapi dengan tingkat probabilitas 95% dimana nilai F-Value>P-Value.
Tabel 4.5HasilAnalisis of Variance(ANOVA) Rendemen Gepuk Daging Sapi
Source F-Value P-Value
Model 0,91 0,576
Linear 0,53 0,680
Suhu Pengering 0,93 0,380
Kecepatan Udara Pengering 0,64 0,459
Kecepatan Putaran Rak Pengering 0,03 0,879
Square 0,72 0,581
Suhu Pengering*Suhu Pengering 0,76 0,423
Kecepatan Udara Pengering*Kecepatan Udara
Pengering 1,19 0,325
Kecepatan Putaran Rak Pengering*Kecepatan
Putaran Rak Pengering 0,05 0,836
2-Way Interaction 1,48 0,327
Suhu Pengering*Kecepatan Udara Pengering 0,05 0,829 Suhu Pengering*Kecepatan Putaran Rak
Pengering 2,53 0,173
Kecepatan Udara Pengering*Kecepatan
Putaran Rak Pengering 1,86 0,231
Error
Lack-of-Fit * *
Hasil pengamatan respon optimasi terhadap rendemen gepuk daging sapi kering dapat dilihat pada Gambar 4.6. Berdasarkan grafik optimasi tersebut dapat diketahui bahwa rendemen optimum pada gepuk daging sapi kering adalah sebesar 48,2890%, yang dibuat dengan suhu 60ºC, kecepatan udara 0 m/s, dan putaran pengering 5 rpm.
Dengan solusi optimum pada Response Surface Methodology (RSM) dapat menghasilkan rendemen maximum y = 48,2890 dengan nilaicomposite desirability d = 0,87073.
HighCur Low D: 0,8707Optimal Predict
d = 0,87073 Maximum Rendemen y = 48,2890
-1,0 1,0 -1,0
1,0 -1,0
1,0 Kecepata Putaran
Suhu
[-1,0] [-0,7576] [1,0]
Gambar 4.6Grafik Optimasi Rendemen Gepuk Daging Sapi 4.2.3 Hasil Uji Tingkat Kekerasan
Hasil pengamatan respon tingkat kekerasan berupa grafik Contour plot serta grafik 3D Surface plot dapat dilihat pada Gambar 4.7 dan Gambar 4.8. Berdasarkan hasil pengamatan pada Gambar 4.7 diketahui bahwa hubungan grafik pengaruh suhu dan kecepatan udara pengering pada tingkat kekerasan gepuk daging sapi memperlihatkan bahwa semakin rendah suhu (60º) dan kecepatan udara (0 m/s) yang digunakan maka semakin rendah tingkat kekerasan yang dihasilkan yang berarti tingkat kekerasan semakin baik.
Hasil pengamatan pada Gambar 4.8 dengan hubungan grafik pengaruh suhu dan kecepatan putaran rak pengering pada tingkat kekerasan gepuk daging sapi memperlihatkan bahwa pada suhu rendah (60ºC) dengan putaran pengering rendah (0 Rpm) juga menunjukan tingkat kekerasan yang baik, tidak harus menggunakan suhu dan putaran pengering yang tinggi untuk menghasilkan tingkat kekerasan yang baik.
Berdasarkan hasil pengamatan grafik contour plot dan grafik 3D surface plot dengan pengaruh faktor suhu pengering, kecepatan udara pengering, dan kecepatan putaran rak
pengering yang diberikan pada tingkat kekerasan gepuk daging sapi dapat diketahui nilai sebesar <25 HA.
Kecepatan Udara
Suhu
1,0 0,5
0,0 -0,5
-1,0 1,0
0,5
0,0
-0,5
-1,0
>
– – – – – < 25
25 30
30 35
35 40
40 45
45 50
50 KekerasanTingkat
Contour Plot of Tingkat Kekerasan vs Suhu; Kecepatan Udara
1
20 0
30 40
1 - 50
0 -1
1 Tingkat eKkerasan
u h u S ecepatanUdara
K
urface Plot of Tingkat Kekersan vs Suhu;
S a Kecepatan Udara
Gambar 4.7HasilContour Plotdan 3DSurface PlotPengaruh Suhu dan Kecepatan Udara Pengering pada Tingkat Kekerasan Gepuk Daging Sapi
Putaran Pengering
Suhu
1,0 0,5
0,0 -0,5
-1,0 1,0
0,5
0,0
-0,5
-1,0
>
– – – – –
< 25
25 30
30 35
35 40
40 45
45 50
50 KekerasanTingkat
Contour Plot of Tingkat Kekerasan vs Suhu; Putaran Pengering
1 0
2 0
0 3
0 4
-1 0 5
0 -1
1 Tingkat Kekera nsa
u h u S uta Pengeirng
P ran
urface Plot of Tin
S gkat Kekerasan vs Suhu; Putaran Pengering
Gambar 4.8HasilContour Plotdan 3DSurface PlotPengaruh Suhu dan Kecepatan Putaran Rak Pengering pada Tingkat Kekerasan Gepuk Daging Sapi
Hasil Analisis of Variance (ANOVA) tingkat kekerasan gepuk daging sapi dapat dilihat pada Tabel 4.6. Berdasarkan tabel tersebut memperlihatkan bahwa faktor suhu, kecepatan udara dan kecepatan putaran rak pengering berpengaruh pada tingkat kekerasan gepuk daging sapi dengan tingkat probabilitas 95% dimana nilai F-Value>P- Value.
Tabel 4.6HasilAnalisis of Variance (ANOVA) Tingkat Kekerasan Gepuk Daging Sapi
Source F-Value P-Value
Model 7,99 0,017
Linear 4,41 0,072
Suhu Pengering 0,32 0,597
Kecepatan Udara Pengering 12,54 0,017
Kecepatan Putaran Rak Pengering 0,37 0,567
Square 5,24 0,053
Suhu Pengering*Suhu Pengering 8,51 0,033
Kecepatan Udara Pengering*Kecepatan Udara
Pengering 0,00 0,972
Kecepatan Putaran Rak Pengering*Kecepatan
Putaran Rak Pengering 8,19 0,035
2-Way Interaction 14,32 0,007
Suhu Pengering*Kecepatan Udara Pengering 16,92 0,009 Suhu Pengering*Kecepatan Putaran Rak
Pengering 25,40 0,004
Kecepatan Udara Pengering*Kecepatan Putaran
Rak Pengering 0,64 0,459
Error
Lack-of-Fit 0,25 0,858
Hasil pengamatan respon optimasi terhadap tingkat kekerasan gepuk daging sapi kering dapat dilihat pada Gambar 4.9. Berdasarkan grafik optimasi tersebut dapat diketahui bahwa tingkat kekerasan optimum pada gepuk daging sapi kering adalah sebesar 21,2145 HA, yang dibuat dengan suhu 60ºC, kecepatan udara 0 m/s, dan putaran pengering 0 Rpm. Dengan solusi optimum padaResponse Surface Methodology (RSM) dapat menghasilkan tingkat kekerasan minimum y = 21,2145 dengan nilai composite desirabilityd = 1,0000.
HighCur Low D: 1,000 Optimal Predict
d = 1,0000 MinimumTingkat y = 21,2145
-1,0 1,0 -1,0
1,0 -1,0
1,0 Kecepata Putaran
Suhu
[-1,0] [-1,0] [-0,7778]
Gambar 4.9Grafik Optimasi Tingkat Kekerasan Gepuk Daging Sapi