BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS
3.2 Hipotesis Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian, kerangka teoritis, dan kerangka konseptual yang telah dikemukakan pada bagian sebelumnya, maka hipotesis penelitian yang dikemukakan dalam penelitian adalah :
1. Komitmen, motivasi dan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep.
2. Komitmen, motivasi dan kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep 3. Motivasi dominan berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas Penataan
Ruang Kabupaten Pangkep.
3.3 Definisi Operasional dan pengukurannya
Berdasarkan pada kerangka konsep terhadap variabel penelitian, maka dikemukakan beberapa defenisi operasional variabel dan indikatornya sebagai berikut:
1. Variabel Komitmen (X1)
Variabel Komitmen Organisasi adalah sikap yang ditunjukkan pegawai Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep terhadap berbagai keadaan yang berkembang dalam organisasi. Sikap pegawai dapat berupa penerimaan apa adanya atau menolak berbagai keadaan yang terjadi. Komitmen yang tinggi terhadap organisasi ditunjukkan dengan kesediaan untuk tetap loyal terhadap organisasi meskipun dirinya atau organisasi berada dalam keadaan yang kurang menguntungkan.
Variabel Komitmen akan diukur dengan menggunakan indikator yaitu:
1.Keinginan kuat tetap sebagai anggota 2.Keinginan berusaha keras dalam bekerja 3.Penerimaan nilai dan tujuan perusahaan.
Sumber : Mowday dalam Midiana (2015) 2. Motivasi (X2)
Motivasi adalah dorongan atau kekuatan individu baik bersumber dari dalam diri individu (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik) untuk bekerja lebih baik pada Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep.
Adapun indikatornya:
1. Keberhasilan pelaksanaan 2. Pengakuan
3. Penghargaan
4. Hubungan antar pegawai 5. Imbalan / upah
6. Kondisi lingkungan
Sumber : Herzberg dalam Hasibuan (2013) 3. Kompensasi
Kompensasi adalah merupakan sesuatu yang diterima pegawai sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep.
Pemberian kompensasi merupakan salah satu pelaksanaan fungsi manajemen sumber daya manusia yang berhubungan dengan semua jenis pemberian penghargaan individual sebagai pertukaran dalam melakukan tugas
keorganisasian.
Indikatornya adalah:
1. Gaji yang adil
2. Insentif sesuai dengan pengorbanan 3. Tunjangan sesuai harapan
4. Fasilitas yang memadai Sumber : Simamora (2012) 4. Kinerja Pegawai
Kinerja pegawai adalah hasil kerja seorang pegawai baik secara kualitas maupun kuantitas dalam melakukan pekerjaan pada Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep.
Adapun indikator yang digunakan dalam penelitian ini:
1. Kualitas kerja 2. Kuantitas kerja 3. Ketepatan waktu 4. Efektifitas 5. Kemandirian
Sumber : Robbins dalam Silfana (2019)
Indikator variabel X1, X2, X3 dan Y akan dijabarkan dalam item-item pertanyaan, dan pada setiap item pertanyaan terdapat range skor antara 1 (satu) sampai 5 (lima), dan setiap jawaban memiliki skor sebagai berikut :
Sangat setuju = 5 Setuju = 4
Netral = 3 Tidak setuju = 2 Sangat tidak = 1
BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1 Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian diartikan sebagai strategi untuk melaksanakan penelitian. Penelitian ini adalah penelitian tingkat eksplanasi adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variable dengan variable yang lain (Sugiyono, 2012).
4.2 Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada Kantor Penataan Ruang Kabupaten Pangkep, yang dilaksanakan selama bulan April sampai Mei tahun 2021.
4.3 Populasi dan Sampel
Menurut Arikunto (2011), populasi adalah keseluruhan dari subyek penelitian. Populasi dalam penelitian ini yakni keseluruhan Pegawai Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep. Sampel penelitian adalah sebagian atau keseluruhan dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Arikunto (2011) mengemukakan bahwa apabila subjek atau populasi kurang dari 100, maka sebaiknya populasi diambil semua sebagai sampel atau penarikan sampel menggunakan metode sensus. Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep memiliki pegawai 39 orang, karena populasi kurang dari 100 orang maka keseluruhan populasi dalam penelitian ini dijadikan sebagai sampel yaitu 39 orang.
4.4 Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:
a. Observasi yaitu peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati (Sugiyono, 2010). Pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap hal-hal yang berkaitan dengan objek yang diteliti;
b. Kuisioner yaitu dengan menggunakan daftar pertanyaan atau pernyataan yang telah disusun sesuai variabel penelitian yang dibagikan kepada semua
responden;
c. Studi Pustaka yaitu pengumpulan data yang dilakukan melalui buku-buku atau literatur yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan
4.5 Jenis dan Sumber Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif adalah data yang diperoleh dan disajikan dalam bentuk angka-angka. Sedangkan sumber data adalah data primer adalah daya yang diperoleh secara langsung dari responden melalui kuesioner pada pegawai Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep.
4.6 Metode Analisis Data
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Analisis data untuk menguji data penelitian dilakukan dengan mempergunakan metode analisis yaitu :
4.6.1 Analisis Deskriptif
Penelitian ini menguraikan secara deskriptif karakteristik sampel atau responden dan variabel-variabel penelitian melalui distribusi frekuensi, rata- rata
dan persentase.
4.6.2 Uji Kualitas Data 1. Uji Validitas
Validitas digunakan untuk mengetahui sampai sejauhmana kecermatan alat ukur melakukan fungsi ukurannya. Suatu alat ukur dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat dengan metode derajat hubungan antara dua variabel atau lebih dengan sebutan Korelasi Pearson Product Moment (Sugiyono, 2010). Hasil uji validitas dengan mengkonsultasikan nilai kritis r tabel, dimana jika nilai r hitung > nilai kritis r tabel Product Moment, maka instrumen dinyatakan valid.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah menunjukkan apakah instrumen dapat mengukur suatu yang diukur secara konsisten dri waktu ke waktu. Instrumen yang baik tidak bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban tertentu (Sunyoto, 2013). Menurut Sugiyono (2012), pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan secara eksternal dengan pengujian stability, ekuivalen atau gabungan keduanya dan internal dengan menganalisis butir-butir pada instrumen dengan tehnik tertentu. Uji reliabilitas ditentukan dengan koefisien Crombach’s Alpha dengan syarat instrumen yang reliabel jika memiliki koefisien Cronbach’s Alpha α ≥ 0,60.
4.6.3 Uji Asumsi Klasik
Agar model regresi menjadi suatu model yang lebih representative, maka
sebelum dilakukan pengujian regresi berganda maka perlu dilakukan uji asumsi klasik. (Ghozali, 2014)
1. Uji Normalitas
Uji normal dilakukan bertujuan untuk menguji variabel dependen dan variabel independen apakah data terdistribusi normal atau tidak normal. Model regresi yang baik adalah apabila data terdistribusi normal atau mendekati normal.
Deteksi normalitas dengan melihat penyebaran data melalui titik-titik pada sumbu diagonal grafik. Jika data tersebar disekitar garis diagonal dan mengikut garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
2. Uji Multikolinieritas
Uji Multikolinieritas dilakukan untuk menguji adanya korelasi antara variabel independen dalam model regresi. Model regresi yang baik tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Untuk mendeteksi ada tidak dugaan Multikolinearitas antara variabel-variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) tersebut pada model regresi linear berganda, maka caranya dengan melihat nilai Variance Inflation Faktor (VIF). Bila nilai VIF lebih besar dari sepuluh berarti terdapat Multiko Linearitas perhitungan < 10. Hal ini berarti bahwa model yang diajukan tidak mengalami gejala multikoleniaritas, sehingga dapat dikatakan bahwa model tersebut terbebas dari salah satu penyimpangan asumsi klasik 3. Heteroskedastisitas
Bertujuan untuk melihat apakah pengambilan sampel dilakukan dengan benar pada populasi yang tepat. Model regresi yang mengandung heterokedastisitas akan menghasilkan parameter yangbias yang menyebabkan
kesalahan dalam perlakuan. Dasar pengambilan keputusan ada tidaknya gejala heteroskedastisitas adalah: 1) Jika terbentuk pola-pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka telah terjadi heteroskedastisitas, 2) Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
4.6.4 Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi berganda bertujuan untuk mengetahui pengaruh Komitmen, motivasi kerja serta kompetensi terhadap kinerja pegawai. Pembuktian secara statistik hubungan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen digunakan analisis regresi linear berganda pada taraf kepercayaan 95% atau alfa
= 0,05. Adapun persamaan regresi linear berganda adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2010).
Y = bo + b1X1 + b2X2+ b3X3 + ei Dimana : Y adalah Kinerja pegawai bo adalah Konstanta X1 adalah Komitmen X2 adalah Motivasi
X3 adalah Kompensasi
b1-b3 adalah Koefisien regresiei ei adalah eror term (5%)
Penggunaan model uji regresi linear berganda akan membantu untuk melakukan identifikasi setiap variabel independen yang diteliti, sehingga nampak variabel mana dari variabel independen yang sangat berpengaruh terhadap variabel dependen baik secara simultan maupun secara parsial.
4.6.5 Pengujian Hipotesis
1. Uji Pengaruh Serempak (Uji F)
Uji pengaruh serempak (Uji F) bertujuan untuk mengetahui pengaruh independen variabel secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2012). Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai F-hitung dengan nilai F-tabel. Apabilah F-hitung
> F-tabel, maka minimal satu variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen, sebaliknya jika nilai F-hitung < F-tabel maka dapat disimpulkan bahwa variabel independen (X) secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel dependen (Y).
2. Uji Pengaruh Parsial (Uji t)
Uji statistik t Untuk menunjukkan pengaruh variabel independen secara parsial dalam menerangkan variabel dependen. Untuk mengetahui adanya masing-masing pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat digunakan tingkat signifikan 5% (Ghozali, 2012).
Pembuktiannya dengan membandingkan antara nilai t –hitung masing- masing variabel bebas dengan t –tabel (nilai kritis dengan tingkat signifikan 5%).
Jika t –hitung variabel bebas lebih kecil dari t -tabel atau t -hitung negatif (- ) lebih besar dari t –tabel negatif (-), maka varibel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Jika t-hitung lebih besar dari t-tabel, maka variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
4.6.6 Uji Determinasi (R2)
Nilai determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model regresi dalam menerangkan variabel dependen. Pada penelitian yang digunakan adalah adjusted R2 sekitar antara 0 dan 1. Nilai determinasi atau adjusted R2 dapat naik dan turun apabila satu variabel independen ditambahkan dalam model. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel- variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen (Ghozali, 2012).
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil Penelitian
5.1.1 Gambaran Umum Dinas Tata Ruang Kabupaten Pangkep 5.1.1.1 Profil Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep
Kabupaten Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan adalah merupakan Kabupaten yang terletak di Pantai barat Sulawesi Selatan atau berjarak kurang lebih 51 Km dari ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan terletak diantara 04° 40´ - 08°
00´ Lintang Selatan (LS) dan 110° Bujur Timur (BT) dengan batas-batas administrasi adalah sebagai berikut:
1. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Barru, 2. Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Maros, 3. Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bone dan
4. Sebelah barat berbatasan dengan Pulau Kalimantan, Pulau Jawa dan Madura, Pulau Nusa Tenggara dan Pulau Bali.
Dinas Penataan Ruang merupakan perubahan dari Dinas Penataan Ruang berdasarkan Perda No. 4 Tahun 2016. Organisasi Dinas Penataan Ruang dipimpin seorang Kepala Dinas yang membawahi 1 (satu) Sekretariat, 4 (empat) bidang, Sekretariat membawahi 2 (dua) sub bagian dan masing-masing bidang membawahi 3 (tiga) seksi, dan bertanggungjawab kepada Kepala Daerah melalui Sekretaris Daerah.
Dinas Penataan Ruang mempunyai tugas pokok melaksanakan kewenangan Otonomi Daerah dibidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan,
Bidang Penataan Ruang, Bidang Pembinaan Jasa Konstruksi, Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan. Dalam menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Dinas Penataan Ruang mempunyai fungsi :
1. Perumusan kebijakan penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang Penataan Ruang;
2. Pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan bidang Penataan Ruang;
3. Pelaksanaan administrasi dinas urusan pemerintahan bidang Penataan Ruang;
dan
4. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya
5.1.1.2 Visi dan Misi
Visi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan mewujudkan masyarakat madani yang sejahtera, unggul, berdaya saing dan religius berbasis sumber Daya lokal berkelanjutan.
Misi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan :
1. Pemantapan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap program-program pembangunan guna menunjang percepatan pembangunan yang berbasis pada nilai agama yang toleran dan budaya lokal.
2. Pengembangan inovasi dan reformasi birokrasi demi tata Kelola pemerintahan yang bersih, efektif akuntabel dan demokratis berbasis teknologi informasi 3. Mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis pertanian, kelautan/perikanan,
pariwisata dan industri kreatif, dengan di dukung infrastruktur berbasis wilayah 4. Meningkatkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan prodiuktif
5. Meningkatkan tata Kelola sumber daya alam berdasarkan perencanaan tata ruang wilayah yang berbasis lingkungan hidup yang berkelanjutan.
5.1.1.3 Struktur Organisasi
Struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang menunjukan seluruh kegiatan-kegiatan untuk pencapaian tujuan organisasi, hubungan antara fungsi- fungsi serta penerapan wewenang dan tanggung jawab.
Dengan demikian suatu struktur organisasi meliputi pertimbangan bentuk dan sifat-sifat unit organisasi satuan usaha, termasuk organisasi pengolahan data serta hubungan fungsi manajemen yang berkaitan dan pelaporan selain itu struktur organisasi harus menetapkan wewenang dan tanggung jawab dalam satuan usaha dengan cara yang semestinya.
STRUKTUR ORGANISASI DINAS PENATAAN RUANG KABUPATEN PANGKAJENE KEPULAUAN
Gambar 5.1. Struktur Organisasi Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep
5.1.1.4 Tugas dan Fungsi Dinas Penataan Ruang Kabupaten Pangkep 1. Kepala Dinas
Yaitu mempunyai tugas untuk memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan seluruh kegiatan Dinas Penataan Ruang.
2. Sekretariat
Sekretariat mempunyai tugas menyelenggarakan sebagian tugas Dinas Penataan Ruang meliputi penyelenggaraan pelayanan administrasi, merencanakan, memantau, mengendalikan dan mengevaluasi asset, program/kegiatan dan pengembangan di bidang Penataan Ruang.
Dalam menjalankan fungsi diatas bagian sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris dibantu oleh 2 (dua) sub bagian yaitu :
1) Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan dan Keuangann Mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Merencanakan kegiatan dan program kerja Sub Bagian Perencanaan/Pelaporan dan Keuangan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja;
b. Menghimpun dan mempelajari peraturan perundang-undangan, kebijakan teknis, pedoman serta bahan-bahan lainnya yang berhubungan dengan Sub Bagian Perencanaan/Pelaporan dan Keuangan;
c. Menghimpun dan menyiapkan bahan-bahan secara menyeluruh untuk penyusunan rencana kegiatan Dinas;
d. Memfasilitasi pelaksanaan koordinasi dengan bagian untuk
menyiapkan bahan penyusunan rencana stratejik Dinas;
e. Menyiapkan penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas;
f. Menyiapkan dan menyusun bahan pengendalian kegiatan Dinas;
g. Melaksanakan monitoring terhadap pelaksanaan program/kegiatan Dinas serta menyiapkan tindak lanjut hasil monitoring;
h. Menyiapkan bahan dan memfasilitasi pelaksanaan rapat koordinasi tingkat kabupaten dan provinsi;
i. Menyiapkan bahan evaluasi pelaksanaan program/kegiatan Dinas dan penyusunanLAKIP Dinas;
j. Mengumpulkan, mengolah data dan informasi, menginventarisasi permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalahan yang berhubungan dengan tugastugas yang berkaitan dengan keuangan;
k. Melaksanakan analisis keuangan, perbendaharaan, verifikasi, akuntansi, monitoring dan evaluasi anggaran, dan pelaporan keuangan serta aset Dinas;
l. Merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan Sub Bagian Perencanaan/Pelaporan dan Keuangan;
m. Melaksanakan analisis pengembangan kinerja Sub Bagian Perencanaan/Pelaporan dan Keuangan;
n. Melaksanakan administrasi keuangan;
o. Melaksanakan pembinaan terhadap pemegang kas Dinas;
p. Membina dan mengarahkan pelaksanaan tugas Staf Sub Bagian Perencanaan/Pelaporan Keuangan;
q. Mengevaluasi pelaksanaan tugas Sub Bagian Perencanaan/Pelaporan Keuangan;
r. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Sub Bagian Perencanaan/Pelaporan Keuangan kepada pimpinan;
s. Menilai prestasi kerja bawahan dalam rangka pembinaan dan pengembangan karier;
t. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh pimpinan baik lisan maupun tulisan.
2) Sub Bagian Kepegawaiaan Mempunyai tugas sebagai berikut :
a. Menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Umum dan kepegawaian sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas;
b. Mendistribusikan tugas-tugas tertentu dan memberi petunjuk pelaksanaan tugas kepada bawahan sehingga pelaksanaan tugas berjalan lancar;
c. Memantau, mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan tugas dan kegiatan bawahan untuk mengetahui tugas-tugas yang telah dan belum
dilaksanakan;
d. Membuat konsep, mengoreksi dan memaraf naskah dinas untuk menghindari kesalahan;
e. Mengikuti rapat-rapat sesuai dengan bidang tugasnya;
f. Melakukan pengklasifikasian surat menurut jenisnya;
g. Melakukan administrasi dan pendistribusian naskah dinas masuk dan keluar;
h. Menata dan melakukan pengarsipan naskah dinas dan pengelolaan perpustakaan;
i. Mempersiapkan pelaksanaan rapat dinas, upacara bendera, kehumasan, dan keprotokolan;
j. Mengelola sarana dan prasarana serta melakukan urusan rumah tangga;
k. Mengkoordinasikan dan melakukan pemeliharaan kebersihan dan pengelolaan keamanan lingkup kantor;
l. Menyiapkan bahan dan menyusun rencana kebutuhan, pemeliharaan dan penghapusan barang;
m. Menyiapkan bahan dan menyusun administrasi pengadaan,
pendistribusian, pemeliharaan, inventarisasi dan penghapusan barang;
n. Menyiapkan bahan dan menyusun daftar inventarisasi barang serta menyusun laporan barang inventaris;
o. Menyiapkan bahan, mengelola dan menghimpun daftar hadir pegawai;
p. Menyiapkan bahan dan mengelola administrasi surat tugas dan perjalanan dinas pegawai;
q. Menyiapkan bahan, mengkoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan organisasi dan tatalaksana;
r. Menyiapkan bahan dan menyusun rencana formasi, informasi jabatan, dan bizzetting pegawai;
s. Menyiapkan bahan dan mengelola administrasi kepegawaian meliputi usul kenaikan pangkat, perpindahan, pensiun, penilaian pelaksanaan pekerjaan, kenaikan gaji berkala, cuti, izin, masa kerja, peralihan status dan layanan administrasi kepegawaian lainnya;
t. Menyiapkan bahan usulan pemberian tanda penghargaan dan tanda jasa pegawai negeri sipil;
u. Menyiapkan bahan perumusan kebijakan pembinaan, peningkatan kompetensi, disiplin dan kesejahteraan pegawai negeri sipil;
v. Mengembangkan penerapan sistem informasi kepegawaian berbasis teknologi informasi;
w. Menghimpun dan mensosialisasikan peraturan perundang-undangan dibidang kepegawaian;
x. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas Sub Bagian Umum dan Kepegawaian kepada Pimpinan;
y. Menilai prestasi kerja bawahan dalam rangka pembinaan dan pengembangan karier;
z. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh pimpinan baik lisan maupun tulisan.
3. Bidang Tata Ruang
Membantu Kepala Dinas Penataan Ruang dalam melaksanakan kebijakan, menyusun rencana, menyelenggarakan, membina, mengawasi dan melaksanakan evaluasi di bidang tata ruang, yang meliputi kewenangan pengaturan, pembinaan, pembangunan dan pengawasan.
Dalam menjalankan fungsinya Bidang Penataan Ruang dibantu oleh 3 (tiga) seksi, yaitu :
1) Seksi Penyusunan Rencana Tata Ruang
Tugas dan fungsi seksi penyusunan rencana tata ruang a. Merencanakan kegiatan dan program kerja;
b. Mengumpulkan bahan rancana tata ruang wilayah daerah (RTRWK), rencana tata ruang kawasan strategis daerah;
c. Mengumpulkan bahan penyusunan kriteria penentuan dan perubahan fungsi ruang kawasan/lahan wilayah;
d. Mengevaluasi hasil kegiatan;
e. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
f. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
2) Seksi Survey dan Pemetaan
Memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut :
a. Penyusunan kebijakan teknis pada seksi survey dan pemetaan;
b. Menyiapkan bahan pelaksanaan survey dan pemetaan dari tiap-tiap pemanfaatan lahan di garis besar bentuk bangunan, jalan roll saluran air terbuka, saluran air hujan, dan garis sempadan sungai dan pantai;
c. Menyiapkan bahan rencana pemetaan kembali kawasan tidak tertib dan kumuh, peremajaan kawasan perumahan padat, pertokoan dan kawasan perdagangan serta aspek aspek kehidupan masyarakat yang ada hubungannya dengan penataan ruang;
d. Menyiapkan bahan pengembangan infomasi dan komunikasi serta penyebarluasan informasi penataan ruang daerah kepada masyarakat;
e. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas secara benar;
f. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan.
3) Seksi Pengendalian Pemanfaatan Rencana Tata Ruang Memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut :
a. Penyusunan kebijakan teknis dan strategi pada seksi pengendalian pemanfaatan rencana tata ruang;
b. Menyiapakan bahan pengendalian pemanfatan ruang yang meliputi pemanfataan kawasan andalan sebagai bagian dari RTRWK, pengendalian pemanfatan ruang wilayah daerah dan ruang kawasan strategis daerah;
c. Menyiapkan penyusunan peraturan zonasi sebagai pedoman pengendalian pemanfaatan ruang daerah;
d. Melaksanakan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan penataan ruang;
e. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas secara benar;
f. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan atasan.
g. Mengumpulkan bahan penyusunan kriteria penentuan dan perubahan fungsi ruang kawasan/lahan wilayah;
h. Mengevaluasi hasil kegiatan;
i. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas;
j. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
4. Bidang Pembinaan Jasa Konstruksi
Bidang Pembinaan Jasa Konstruksi dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang
Mempunyai tugas Membantu Kepala Dinas Penataan Ruang dalam merumuskan dan melaksanakan kewenangan penetapan kebijakan, pengaturan, pembinaan, pembangunan dan pengelolaan, pengawasan dan pengendalian, serta melaksanakan evaluasi di Bidang Pembinaan Jasa Konstruksi.
Dalam menjalankan fungsinya Bidang Penataan Ruang dibantu oleh 3 (tiga) seksi, yaitu :
1) Seksi Survey dan Desain
Memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut :
a. Merencanakan kegiatan dan program kerja pada Seksi Survei dan Desain;
b. Merencanakan prototipe model di bidang pelaksanaan konstruksi;
c. Menyiapkan bahan pelaksanaan Survei study kelayakan kegiatan konstruksi;
d. Mengevaluasi hasil kegiatan.
2) Seksi Pengujian dan Pengendalian Mutu Memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut:
a. Penyusunan kebijakan teknis dan strategi pada Seksi Pengujian dan Pengendalian Mutu;
b. Melaksanakan pengujian kualitas bidang konstruksi yang akan dimanfaatkan dan digunakan;
c. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan konstruksi pemerintah;
d. Mengevaluasi hasil kegiatan;
e. Mengkoordinasikan tugas-tugas dengan seksi-seksi pada bidang dan bagian dan lembaga lainnya dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas;
f. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas secara benar;
g. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
3) Seksi Pembinaan Jasa Konstruksi Memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut : a. Penyusunan kebijakan teknis dan strategi pada Seksi Pembinaan Jasa
Konstruksi;
b. Melaksanakan pengembangan sistem informasi jasa konstruksi, sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan bidang jasa konstruksi, pelatihan, bimbingan teknis dan penyuluhan;
c. Melaksanakan pengelolaan perizinan usaha jasa konstruksi dan evaluasi kegiatan;
d. Mengevaluasi hasil kegiatan;
e. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas secara benar;
f. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
g. Menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas secara benar;
h. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh atasan.
5. Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan
Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang Mempunyai tugas Membantu Kepala Dinas Penataan Ruang dalam merumuskan dan melaksanakan kewenangan penetapan kebijakan, pengaturan, pembinaan, pembangunan dan pengelolaan, pengawasan dan pengendalian, serta melaksanakan evaluasi di bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan.
Dalam menjalankan fungsinya Bidang Penataan Ruang dibantu oleh 3 (tiga) seksi, yaitu :