BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.6 Kinerja pegawai
fulfill as vow)
3. Melaksanakan atau menyempurnakan tanggung jawab (to execute or complete of an understand king)
4. Melakukan sesuatu yang diharapkan oleh seseorang atau mesin (to do what is expected of a person machine)
Teori human capital menjelaskan bahwa orang yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan akan memberikan nilai ekonomis pada instansi. Investasi perusahaan banyak digunakan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan karyawan. Untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi agar mampu bersaing dan agar tujuan strategis organisasi bisa tercapai perlu untuk menjaga kinerja karyawan tetap optimal.
Pengertian kinerja menurut Mangkunegara (2012) adalah hasil kerja atau prestasi kerja baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai sumber daya manusia dalam waktu tertentu dalam menunaikan pekerjaannya yang menjadi tanggung jawabnya.
Tjiptono (2011), kinerja atau performance adalah hasil kerja yang telah dicapai oleh pegawai baik individu maupun kelompok dalam suatu instansi/perusahaan baik secara kualitatif maupun kuantitatif sesuai dengan tanggung jawab, kewenangan masing-masing pegawai untuk mencapai tujuan organisasi secara legal dan sesuai dengan moral dan etika. Sedangkan Hasibuan (2013) mengemukakan kinerja merupakan prestasi kerja yang dicapai secara kualitas maupun kuantitas oleh pegawai dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.
Menurut Wibowo (2013) kinerja adalah melaksanakan suatu pekerjaan dan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dengan hasil yang diharapkan.
Sedangkan Nitisemito (2011) mengemukakan bahwa kinerja merupakan hasil kerja yang telah dicapai dalam pelaksanaan suatu kebijakan untuk mewujudkan tujuan, sasaran, visi dan misi instansi atau perusahaan yang dituangkan dalam strategik planning suatu instansi.
Kinerja yang baik merupakan cerminan dari perilaku yang baik sehingga dengan kinerja yang baik akan membuahkan produktivitas yang baik yang nantinya dapat mencapai tujuan organisasi (Nitisemito, 2011). Dari pendapat ahli di atas, maka peneliti menyimpulkan definisi kinerja adalah kemampuan individu atau pegawai dalam rangka melaksanakan atau mewujudkan tujuan organisasi baik secara kualitas maupun kuantitas.Selain ini dapat juga didefinisikan bahwa kinerja pegawai adalah hasil kerja yang telah diperoleh oleh pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk mewujudkan tujuan organisasi.
2. Penilaian Kinerja Pegawai
Penilaian kinerja adalah proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana, kebijakan, tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan untuk tercapainya visi, misi organisasi (Rivai, 2014). Proses ini dimaksudkan untuk menilai pencapaian setiap indikator kinerja guna memberikan gambaran tentang keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran. Tujuan penilaian kinerja adalah sebagai alat diagnostic dan proses penilai terhadap pengembangan individu, tim dan organisasi.
Hasibuan (2013), Penilaian kinerja bertujuan untuk mengukur hasil kerja seorang PNS dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Kinerja pegawai dapat dikatakan berhasil atau baik jika memenuhi nilai beberapa hal di bawah ini:
a. Kesetiaan
Seorang pegawai dikatakan memiliki kesetiaan jika ia melakukan tugasnya secara sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan organisasi.
b. Prestasi kerja
Merupakan hasil kerja yang dicapai pegawai dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Pada umumnya prestasi kerja seorang pegawai dipengaruhi oleh kecakapan, keterampilan, pengalaman dan kesanggupan pegawai dalam melaksanakan semua tugas dan fungsinya. Prestasi kerja seorang pegawai tidak hanya tergantung dari kemampuan dan keahlian yang dimilikinya.
c. Kedisiplinan
Pegawai dapat mematuhi peraturan yang ada dan melaksanakan instruksi yang diberikan kepadanya. Disiplin dapat diartikan melaksanakan apa yang telah disetujui bersama antara pimpinan dengan para pegawai dalam organisasi baik persetujuan tertulis atau lisan.
d. Kreatifitas
Yaitu kemampuan pegawai dalam mengembangkan ide-ide dan mengeluarkan potensi yang dimiliki dalam menyelesaikan pekerjaannya sehingga pegawai dapat bekerja dengan lebih berdaya guna dan berhasil
guna.
e. Kerjasama
Kerjasama yaitu kemampuan pegawai untuk bekerja sama dengan pegawai lain dalam menyelesaikan suatu tugas yang ditentukan, sehingga hasil pekerjaannya akan semakin baik.
f. Kecakapan
Kepintaran atau kecakapan adalah tingkat pendidikan pegawai yang telah dicapai yang disesuaikan dengan pekerjaan yang menjadi tugasnya.
Dapat diukur dari tingkat pendidikan pegawai yang disesuaikan dengan pekerjaan yang menjadi tugasnya.
g. Tanggungjawab
Tanggung jawab adalah kemampuan seorang pegawai menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya atau yang diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat pada waktunya serta berani menerima resiko pekerjaan yang telah dilakukan.
3. Syarat-syarat dan Sistem Penilaian Kinerja Pegawai
Dalam pelaksanaan pengukuran atau penilaian terhadap pelaksanaan kerja atau prestasi kerja dibutuhkan suatau sistem penilaian yang memenuhi syarat- syarat tertentu. Secara sepintas memang dengan mudah dapat menilai suatu pekerjaan, tetapi dalam kondisi apapun sebaiknya disusun dan ditentukan kriteria- kriteria penentunya. Hidayat dan Taufiq (2012), syarat-syarat penilaian kinerja adalah:
a. Relevance, harus harus ada kesesuaian antara faktor penilaian denan tujuan sistem penilaian.
b. Reability, faktor penilaian harus dapat dipercaya dan diukur karyawan.
c. Acceptability, dapat diterima atau disepakati karyawan.
d. Sensitivity, dapat membedakan kinerja yang baik dan maupun yang buruk.
e. Practicality, mudah dipahami dan diterapkan
Hidayat dan Taufiq (2012) menyampaikan ada 4 kriteria dasar atau dimensi untuk mengukur kinerja yaitu :
a. Efektivitas
Efektivitas dari usaha kerjasama (antar individu) berhubungan dengan pelaksanaan yang dapat mencapai tujuan dalam sistem, dan hal itu ditentukan dengan suatu pandangan yang dapat memenuhi kebutuhan sistem itu sendiri.
Sedangkan dari suatu kerja sama dalam suatu sistem itu sendiri (antar individu) adalah hasil gabungan efisiensi dari upaya yang dipilih masing- masing individu.
Merujuk pada kutipan di atas dapat dijelaskan bahwa efektifitas dari suatu kelompok adalah jika tujuan kelompok dapat dicapai sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan.
b. Efisiensi
Efisiensi berkaitan dengan jumlah pengorbanan yang telah dikeluarkan dalam upaya dapat mencapai tujuan. Merupakan tingkat sejauh mana penggunaan daya organisasi (manusia, keuangan, tehnologi, material dimaksimalkan) untuk mencapai hasil tertinggi, atau pengurangan kerugian dan setiap inti penggunaan sumber daya. Terkait dengan penggunaan sumber-sumber organisasi (orang, uang,
material, teknologi sistem informasi) dalam mendapatkan atau memperoleh hasil atau pengurangan pemborosan dalam penggunaan sumber-sumber organisasi.
c. Kinerja pegawai
Terkait dengan prestasi kerja dan proses/hasil mendekati sempurna/ideal dalam memenuhi maksud atau tujuan. Dengan adanya kinerja pegawai yang baik dapat menghindari tingkat kesalahan dalam penyeleseian suatu pekerjaan serta produktivitas kerja yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi kemajuan instansi d. Kuantitas Kerja
Merupakan jumlah yang dihasilkan, misalnya jumlah rupiah, jumlah unit, jumlah siklus kegiatan yang diselesaikan. Satuan jumlah atau kuantitas pekerjaan yang telah dihasilkan, terkait dengan beban kerja. Kuantitas kerja menunjukkan banyaknya jenis pekerjaan yang dilakukan dalam satu waktu sehingga efisiensi dan efektivitas dapat terlaksana sesuai dengan tujuan organisasi
4. Indikator Kinerja Pegawai
Menurut Robbins dalam Silfana (2019) untuk mengukur kinerja pegawai adalah:
a. Kualitas
Kualitas kerja adalah hasil pelaksanaan pekerjaan pegawai yang mendekati kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan.
b. Kuantitas
Kuantitas adalah merupakan jumlah hasil kerja yang dihasilkan yang dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan.
c. Ketepatan waktu
Ketepatan waktu waktu adalah tugas pekerjaan yang diberikan sebagai bentuk tanggung jawab dapat diselesaikan dengan tepat waktu.
d. Efektivitas
Efektivitas adalah penggunaan sumber daya organisasi (tenaga, uang, teknologi, bahan baku) dapat dimaksimalkan dengan menaikkan hasil dari setiap unit dalam pemggunaan sumber daya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
e. Kemandirian
Kemandirian adalah kemampuan untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan yang diberikan tanpa meminta bantuan, bimbingan atau pengawasan dari pihak manajemen.