BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS
3.2 Hipotesis Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersbut diatas, maka hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Diduga bahwa Secara Parsial transparansi, akuntabilitas dan Integritas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pengelolaan keuangan pada Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Takalar.
2. Diduga bahwa Secara Simultan transparansi, akuntabilitas dan Integritas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pengelolaan keuangan pada Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Takalar.
3. Diduga bahwa transparansi berpengaruh dominan terhadap kinerja pengelolaan keuangan pada kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Kabuapeten Takalar.
3.3 Defenisi Operasional Variabel
Definisi operasional variabel adalah merupakan penjelasan singkat terkait variabel penelitian yang meliputi :
1. Transparansi adalah suatu sikap keterbukaan pemerintah daerah untuk menyediakan informasi secara online tentang pengelolaan keuangan maupun regulasi kepada masyarakat melalui akses websaid pemerintah. Indikator transparansi pengelolaan keuangan menurut Kristianten (2016) diukur melalui beberapa indikator berikut:
a. Kesediaan dan aksesibilitas dokumen b. Kejelasan
c. kelengkapan informasi d. Keterbukaan proses
e. Adanya proses pengaduan jika terjadi pelanggaran.
2. Akuntabilitas adalah suatu sikap keterbukan pertanggungkjawaban atas segala anggran yang akan dikeluarkan oleh pemerintah melalui tindakan publikasi melalui media dan websid pemerintah. Indikator Akuntabilitas menurut
Menurut Dadang Solihin (2007) indikator minimum akuntabilitas yaitu :
a) Adanya kesesuaian antara pelaksanaan dengan standar prosedur pelaksanaan.
b) Adanya sanksi yang ditetapkan atas kesalahan atau kelalaian dalam pelaksanaan kegiatan.
c) Adanya output dan
d) Adanya outcome yang terukur.
e) Hasilnya diterima public.
3. Integritas adalah adalah konsistensi dan keteguhan jiwa serta kejujuran setiap pegawai dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinana seseorang dalam melaqksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Indikator Integritas menurut Nasaruddin Salam, 2019 meliputi sebagai berikut :
a. Jujur dan dapat dipercaya.
b. Memiliki komitmen.
c. Bertanggung jawab, Menepati ucapannya d. Setia, Menghargai waktu.
e. Memiliki prinsip dan nilai-nilai hidup.
4. Kinerja adalah suatu kemampuan untuk melakukan pekerja lebih banyak diatas target yang tetapkan oleh pemerintah. Indikator Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah Menurut Arnold Poli,2019. Meliputi :
a. Ketepatan waktu penetapan APBD, dan Porsi belanja APBD untuk kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,
b. Tingginya prosentase realisasi APBD dan c. Rendahnya SILPA,
d. Ketepatan penyampaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dan terakhir
e. Meningkatnya kualitas opini BPK atas LKPD.
.
41 4.1 Pendekatan Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif.
Menurut Sugiyono (2017:14) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
4.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada pemerintah Daerah Kabupaten Takalar yang beralamat di Jalan Jendral Sudirman No. 26 Takalar. Adapun waktu penelitian akan dilaksanakan selama 2 bulan terhitung setelah ujian proposal penelitian yaitu bulan September –November 2021.
4.3 Populasi dan Sampel Penelitian 4.3.1 Populasi
Menurut Sugiyono (2017:117) menyatakan bahwa Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang bekerja pada Pemerintah Kabupaten Takalar yang berjumlah 47 orang sebagai
populasi dan semuanya adalah pegawai Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Daerah Kabuapten Takalar yang meliputi unsur pimpinan dan pegawai Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Daerah Kabuapten Takalar.
4.3.2 Sampel
Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Sampling Jenuh.
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasinya relatif kecil. Sampel jenuh disebut juga dengan istilah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Jadi jumlah sampel yang akan dikenai tindakan adalah sebanyak 47 orang pegwai Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Takalar.
4.4 Metode Pengumpulan Data
a. Metode kuisioner (Daftar Pertanyaan)
Metode Kuisioner yakni suatu daftar pertanyaan atau pernyataan yang diajukan kepada responden berkenaan dengan variabel-variabel yang diteliti mempengaruhi transparansi, akuntabilitas dan Integritas pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar.
b. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu tekhnik pengumpulan data yang dilakukan dengan mempelajari berbagai dokumen–dokumen penelitian, laporan–laporan
tertulis, referensi kepustakaan dan informasi terkait penelitian, misalnya sejarah organisasi, jumlah pegawai pekerja sosial, struktur organisasi, dan data tertulis lainnya.
4.5 Jenis dan Sumber Data 4.5.1 Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 bagian yaitu : 1. Data Kualitatif adalah adalah jenis data yang menggambarkan
informasi tentang variabel penelitian yang akan dilakukan.
2. Data Kuantitatif adalah adalah jenis data yang nilainya secara nyata bisa diukur dalam bentuk angka atau hitungan, dengan nilai numerik yang terkait dengan variabel penelitian.
4.5.2 Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari 2 bagian antara lain sebagai berikut :
1. Data Primer adalah jenis data diperoleh dan dikumpulkan oleh peneliti melalui upaya pengambilan data di lapangan langsung.pada Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Daerah Kabuapten Takalar.
2. Data Skunder adalah merupakan jenis data yang diperoleh dari berbagai Sumber informasi yang telah ada sebelumnya dan dengan sengaja dikumpulkan oleh peneliti yang digunakan untuk melengkapi kebutuhan data penelitian.
4.6 Metode Analisis Data
4.6.1 Skala Pengukuran Instrumen
Variabel dalam penelitian ini sebagaimana telah dikemukakan pada bab terdahulu, mencakup variabel bebas (independent) meliputi transparansi, Akuntabilitas dan Integritas. Untuk mempermudah pemahaman variabel penelitian yang dimaksud, maka penulis menggunakan skala likert untuk mengetahui jawaban dari setiap responden tentang variabel penelitian tersebut dengan skala sebagai berikut :
Tabel 4.1. Skala Likert
No Indikator Skor Penilaian
01 Sangat Setuju 5
02 Setuju 4
03 Kurang Setuju 3
04 Tidak Setuju 2
05 Sangat Tidak Setuju 1
Uji instrument banyak digunakan pada penelitian yang menggunakan instrument kuesioner sebagai skala penelitian. Kriteria kuesioner yang baik salah satunya memenuhi unsure validitas dan reliabilitas.
4.6.2 Uji Validitas Data Penelitian
Uji Validitas untuk menunjukkan sejauh mana alat ukur itu mengukur hal yang akan diukur, setelah dihitung , nilai korelasi yang diperoleh dan dibandingkan dengan angka kritis tabel korelasi nilai r. Apabila nilai korelasi yang diperoleh lebih besar daripada angka kritik tabel korelasi nilai r, maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Membandingkan angka korelasi yang diperoleh dengan angka kritik tabel korelasi
nilai r. Bila nilai r > r tabel, maka pertanyaan tersebut valid atau signifikan dalam penelitian ini, angka kritik tabel korelasi untuk nilai r adalah r (N-2;α). Uji Validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS 24.0.
4.6.3 Uji Reliabilitas Data Penelitian
Uji Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana alat pengukur dapat dipercaya atau diandalkan. Pengujian reabilitas digunakan yaitu dengan AlphaCronbach. AlphaCronbach digunakan untuk mencari relibilitas dengan instrumen yang skornya rentangan antara beberapa nilai, misalnya 0-10 atau 0-1000 atau bentuk skal 1-3,1-5 atau 1-7 dan seterusnya. Koefisien Alpha Cronbach berada diantara 0 dan 1. Semakin mendekati angka 1,0 maka semakin baik kekonsistenan instrumen yang diuji. Penilaian koefisien Alpha Cronbach berdasarkan aturan berikut :
` rAlpha > 0,9 = sempurna, rAlpha > 0,8 = baik, rAlpha > 0,7 = dapat diterima, rAlpha> 0,6 = dipertanyakan, rAlpha> 0,5 = buruk, rAlpha< 0,5 = tidak dapat diterima. Uji Reliabilitas menggunakan program SPSS 24.0.
4.7 Analisis Regresi Linier Berganda
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Analisis Regresi Linier Berganda untuk menguji hipotesis dengan bantuan program SPSS dengan rumus :
Y = a+bo+b1x1+b2x2+b3x3+ε
Dimana :
Y = Kinerja Pengelolaan Keuangan x1 = Transparansi
x2 = Akuntabilitas x3 = Integritas
bo = Konstanta regresi
b1,b2,..b4 = Koefisien regresi (parameter) yang diestimasi ε = Error term
4.8 Uji Hipotesis Penelitian
Untuk menguji hipotesis yang diajukan, maka dapat dilakukan uji t dan uji f sebagai berikut :
4.8.1 Uji Parsial (Uji T)
Uji Parsial (Uji T) digunakan untuk menguji parameter koefisien regresi setiap peubah bebas secara parsial. Hal ini berarti bahwa uji t dapat mengetahui apakah peubah bebas secara individu mempunyai pengaruh yang berarti terhadap peubah respon.
Pengujinya adalah :
Ho : bi = 0 (faktor Xi tidak mempengaruhi Y)
Hi:bi ≠ 0 (faktor Xi mempengaruhi Y), jika suatu faktor X mempunyai pengaruh terhadap Y, jika nilai thitung lebih besar ttabel atau nilai probabilitas hitung lebih kecil dari α (α=5%).
Pengaruh disini berarti bahwa terjadi penolakan terhadap Ho. Sedangkan kebalikannya jika nilai thitung lebih kecil ttabel atau nilai probabilitas hitung lebih
besar dari α (α=5%), maka menunujukkan faktor X tidak mempunyai pengaruh terhadap kinerja pegawai Y.
thitung> ttabel atau P value < α ; Tolak Ho
thitung < ttabel atau P value > α ; Terima Ho
4.8.2 Uji Simultan ( Uji F)
Uji Simultan (Uji F) digunakan untuk menguji kesesuaian model secara serentak apakah kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Suatu faktor X akan mempengaruhi Y secara besar dari Ftabel, maka minimal ada satu X mempengaruhi Y. Sedangkan jika Fhitung lebih kecil dari Ftabel, maka dipastikan tidak ada satupun X yang mempengaruhi Y. Jika dijabarkan lebih lanjut :
Fhtiung< Ftabel maka Ho diterima, artinya faktor X secara bersama tidak berpengaruh nyata terhadap Y.
Fhitung> Ftabel maka Ho ditolak, artinya minimal ada satu faktor X yang berpengaruh nyata terhadap Y.
4.8.3 Uji Beta Variabel Dominan
Uji Variabel yang paling dominan merupakan uji untuk mengetahui variabel yang berpengaruh dominan di antara ke tiga variabel kompetensi, Salary, Sarana dan prasarana terhadap kinerja aparatur desa yang terdapat koefisien Beta pada hasil output statistic.
4.8.4 Uji Koefisien Determinasi
Koefisien Determinasi (R Square atau R Kuadrat) atau disimbol dengan R2 yan bermakna sebagai kontribusi pengaruh yang diberikan varaibel bebas atau varaibel independent terhadap variabel terikat atau variabel dependent, atau dengan kata lain, koefisien determinasi ini berguna untuk memprediksi dan melihat seberapa besar kontribusi pengaruh yang diberikan variabel dependent (X) secara simultan (bersama) terhadap variabel dependent (Y).
Koefisien determinasi dalam regresi linier berganda sering diartikan sebagai yang paling mungkin dari semua variabel independen dalam menjelaskan varians variabel dependen. Secara sederhana, koefisien determinasi dihitung dengan mengkuadratkan Koefisien Korelasi (R). Misal nilai R adalah 0,80 maka koefisien determinasi (R Square) adalah 0,80 x 0,80 = 0,64. Variabel kemampuan berarti bebas menjelaskan varian variabel dependen yaitu 64,0%. Artinya terdapat 36% (100% -64%) varian variabel yang valid oleh faktor lain.
4.9 Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik merupakan persyaratan statistik yang harus dipenuhi dalam analisis regresi linier berganda berbasis “Ordinary Least Square” (OLS). Uji asumsi klasik yang sering digunakan adalah uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji normalitas, uji autokorelasi dan uji linieritas. Pengujian asumsi klasik akan dijelaskan sebagai berikut.
4.9.1 Uji Normalitas
Uji normalitas merupakan pengujian yang dilakukan dengan tujuan menilai sebaran data dalam suatu kelompok data atau variabel, apakah sebaran data
tersebut berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas berguna untuk menentukan data yang dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal.
Metode klasik dalam meneliti, suatu data tidak begitu rumit. Berdasarkan pengalaman beberapa ahli statistik, data dengan lebih dari 30 digit (n> 30) dapat diasumsikan berdistribusi normal. Biasanya dikatakan sampelnya besar.
4.9.2 Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi merupakan analisis statistik yang dilakukan untuk melihat data pada variabel dalam model prediksi dengan perubahan waktu. Oleh karena itu, asumsi asumsi autokorelasi terjadi dalam prediksi model, sehingga nilai gangguan tidak lagi berpasangan independen, tetapi merupakan pasangan autokorelasi. Pada kesempatan kali ini, kita hanya akan fokus pada tutorial uji autokorelasi dengan SPSS. Namun, kami tetap akan membahas prinsip-prinsip penting lainnya secara singkat, ringkas, dan mudah dalam penerapannya.Pengujian autokorelasi dalam model Regresi Linier, harus dilakukan dengan datanya berupa data deret waktu atau deret waktu. Karena yang dimaksud dengan autokorelasi sebenarnya adalah: suatu nilai dalam suatu sampel atau observasi yang digunakan sangat berguna dengan nilai observasi sebelumnya.
4.9.3 Uji Multikolonieritas
Dalam situasi dimana multikolinieritas terjadi pada model regresi berganda, nilai koefisien beta dari suatu variabel bebas atau variabel prediktor dapat berubah secara dramatis jika terdapat penambahan atau pengurangan pada variabel bebas dalam model. Oleh karena itu, multikolinearitas tidak mengurangi kekuatan
prediksi secara bersamaan, tetapi mempengaruhi nilai prediksi dari variabel independen. Uji multikolinearitas merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah dalam suatu model regresi terdapat interkorelasi atau kolinearitas antar variabel independen.
4.9.4 Uji Heterokedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier terjadi ketidaksamaan varians dari sisa pengamatan satu ke pengamatan lainnya. Model regresi yang baik adalah homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.Heteroskedastisitas merupakan kebalikan dari homoskedastisitas, yaitu suatu kondisi dimana terjadinya variance inequality of the error untuk semua pengamatan masing-masing variabel independen dalam model regresi. Padahal, pengertian homoskedastisitas adalah keadaan dimana definisi kesalahan untuk semua pengamatan dari masing-masing variabel independen dalam model regresi.
4.9.5 Uji Linieritas
Dalam beberapa analisis statistik parametrik, seperti analisis korelasi dan regresi pearson, salah satu asumsi yang mendasari analisis tersebut adalah bahwa hubungan antar variabel membentuk pola linier (model). Model linier memiliki arti bahwa hubungan antara dua variabel independen dan dependen akan membentuk garis lurus. Uji linieritas merupakan salah satu uji asumsi klasik yang dilakukan untuk mengetahui sifat linier dari sebaran data antara variabel X dan Y. tingkat validitas atau tidak model regresi yang dihasilkan.
51 5.1 Hasil Penelitian
5.1.1 Sejarah Berdirinya Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar
Berdasarkan peraturan Bupati Takalar Nomor: 32 tahun 2014 tentang tugas dan fungsi jabatan struktural pada Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar terdiri dari 1 (satu) orang Kepala Dinas, 1 (satu) orang sekretaris dinas, yang membawahi 3 (tiga) sub bagian, yaitu: Sub bagian umum dan kepegawaian, Sub bagian keuangan dan Sub bagian program. Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah terdiri atas 4 (empat) bidang, yakni: Bidang perencanaan pendapatan daerah, Bidang pajak dan retribusi daerah, Bidang anggaran, Bidang Akuntansi dan Bidang aset daerah.
Tugas pegawai Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar mengacu pada Peraturan Bupati Takalar nomor 32 Tahun 2014 tentang Tugas dan Fungsi Jabatan Struktural pada Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar. Adapun Uraian tugas sebagaimana dibawah ini : Pertama pasal 3 (1) Kepala Dinas mempunyai tugas melaksanakan urusan di bidang pengelolaan pendapatan daerah berdasarkan asas desentralisasi dan tugas pembantuan. Kedua, pasal 4 (1) Sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris yang mempunyai tugas memberikan layanan teknis dan administrasi umum, keuangan, kepegawaian, perlengkapan, pembinaan organisasi dan tata laksana, koordinasi dan pengendalian
serta pengawasan pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah. Ketiga, pasal 5 (1) Sub bagian umum dan kepegawaian dipimpin oleh seorang kepala sub bagian yang mempunyai tugas pelaksanaan urusan ketataksanaan Dinas yang meliputi surat-menyurat, kearsipan, pengadaan, ekspedisi, administrasi perjalanan dinas, perlengkapan, dan urusan rumah tangga serta urusan administrasi kepegawaian dinas pengelolaan keuangan daerah.
Keempat, pasal 6 (1) Sub bagian keuangan dipimpin oleh seorang kepala sub bagian yang mempunyai tugas pengelolaan administrasi keuangan, (4) meliputi penyusunan anggaran, penggunaan anggaran, pembukuan dan pertanggungjawaban serta pelaporan keuangan.
5.1.2 Struktur Organisasi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar.
Struktur organisasi merupakan diagram yang menggambarkan rantai perintah, hubungan pekerjaan, tanggung jawab, rentang kendali dan pimpinan organisasi berfungsi sebagai kerangka kerja dan tugas pekerjaan yang dibagi, dikelompokkan dan dikoordinasi secara formal. Struktur organisasi menggambarkan kerangka dan susunan hubungan diantara fungsi, bagian atau posisi, juga menunjukkan hierarki organisasi dan struktur sebagai wadah untuk menjalankan wewenang, tanggung jawab dan sistem pelaporan terhadap atasan dan pada akhirnya memberikan stabilitas dan kontinuitas yang memungkinkan organisasi tetap hidup walaupun orang datang dan pergi serta pengkoordinasian hubungan dengan lingkungan. Penyusunan struktur organisasi yang sesuai dalam manajemen dapat mendorong peningkatan efektivitas kegiatan usaha. Dengan
adanya struktur organisasi, maka stabilitas dan kontinuitas organisasi tetap bertahan. Struktur organisasi berfungsi sebagai alat untuk membimbing ke arah efisiensi dalam penggunaan pegawai dan seluruh sumber daya yang dibutuhkan dalam meraih tujuan organisasi pemerintahan.
Gambar 5.1. Struktur Organisasi BPKD Kabupaten Takalar
KEPALA BADAN
SEKRETARIS
Sub bagian perencana an
Subagian Keuangan
Subbagian Umum Dan Kepeg.
Bidang Perencanaan Pendapatan Daerah
Bidang Pajak Dan Retribusi Daerah
Bidang Anggaran
Bidang Akuntansi
Bidang Aset
Subbidang Perencanaan , Evaluasi Dan Pelaporan
Subbidang Pajak Daerah
Subbidang Penyusuna n Apbd
Subbidang Akuntansi Dan Penyusunan Laporan Keuangan
Subbid.
Perenca- Naan Kebutuhan Danpenata usahaan Aset
Subbidang Hukum Dan Pembinaan Teknis Pengelolaan Pendapatan
Subbidang Retribusi Daerah
Subbidang Otorisasi Dpa Skpd Dan Pembiayaa n
Subbidang Perbendahara an
Subbidang Pemanfaat an Dan Penghapus an Aset
Sumber : BPKD Kabupaten Takalar,2021
5.2 Penjelasan Tugas dan Tanggungjawab
Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar adalah perangkat pemerintah Daerah dalam melaksanakan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan di bidang Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset daerah sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah,serta Peraturan Bupati Takalar Nomor 63 Tahun 2016 tanggal 28 Desember 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Badan Pengelolaan Keuangan DaerahKabupaten Takalar.
Susunan organisasi Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar terdiri dari:
1. Kepala Badan;
Membantu Bupati dalam Melaksankan Fungsi Penunjang Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah Kabupaten Takalar
2. Sekretariat;
a. Subbagian Perencanaan;
b. Subbagian Keuangan;
c. Subbagian Umum dan Kepegawaian.
3. Bidang Perencanaan Pendapatan Daerah;
a. Sub Bidang Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan;
b. Sub Bidang Hukum dan Pembinaan Teknis Pengelolaan Pendapatan.
4. Bidang Pajak dan Retribusi Daerah;
a. Sub Bidang Pajak Daerah;
b. Sub Bidang Retribusi Daerah.
5. Bidang Anggaran;
a. Sub Bidang Penyusunan APBD;
b. Sub Bidang Otoritas DPA SKPD dan Pembiayaan.
6. Bidang Akuntansi;
1. Sub Bidang Akuntansi dan Penyusunan Laporan Keuangan;
2. Sub Bidang Perbendaharaan.
7. Bidang Aset;
a. Sub Bidang Perencanaan Kebutuhan dan Penatausahaan Aset;
b. Sub Bidang Pemanfaatan dan Penghapusan Aset.
5.3 Deskripsi Karakteristik Responden
Deskripsi responden adalah penjelasan tentang pegawai pada Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar sebagai data yang diperlukan untuk mengetahui identitas responden dalam penelitian ini. Responden sebagai objek penelitian yang memberikan interpretasi terhadap karakteristik responden untuk menganalisis pengaruh transparansi, Akuntabilitas, Integritas terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar
Karateristik responden yang dimaksud meliputi jenis kelamin, umur, masa kerja Pegawai pada Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar, sebagai responden dalam penelitian ini, untuk melihat sebaran responden berdasarkan jenis kelamin, umur, dan masa kerja dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
5.3.1 Karakteristik Respoden Berdasarkan Jenis Kelamin
Karakteristik berdasarkan Jenis kelamin menggambarkan karakteristik jumlah Pegawai yang bekerja pada Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar. Untuk melihat perkembangan jumlah pegawai tersebut dapat dilihat pada tabel berikut dibawah ini.
Tabel 5.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase (%) 1.
2.
Laki – Laki Perempuan
30 17
63,8 36,2
47 100 %
Sumber: Data diolah,2021
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa kebijakan rekrutmen lebih di dominasi oleh kaum laki-laki sebanyak 30 orang atau sebesar 63,8. Hal ini diharapkan laki-laki diharapkan mampu bekerja secara maksimal dan mampu bertanggung jawab baik secara moral maupun secara fisik dibandingkan kaum perempuan yang memiliki keterbatasan kemampuan berpikir dan daya pikul yang kurang maksimal sehingga keibjakan internal Badan Pengeloloaan Keuangan Daerah lebih banyak diarahkan untuk merekrut kaum laki-laki, perempuan yang diterima dan yang bekerja pada Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah hanya sekitar 17 orang atau sebesar 36,2 %.
5.3.2 Karakteristik Respoden Berdasarkan Umur
Karakteristik berdasarkan umur menggambarkan jenis responden yang bekerja pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar memiliki tingkat umur yang berbeda dengan yang lainnya, Perbedaan tingkat umur menunjukkan bahwa tingkat varians kemampuan antara satu dengan yang lain, baik dari kemampuan berpikir dalam mengembangkan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar yang jauh lebih baik ke depan maupun kemampuan daya pikul pekerjaan terhadap jabatan yang dipbebankan kepadanya. Untuk menentukan tingkat kemampuan seseorang pegawai dalam melaksankan tugasnya dapat diuraikan dalam tabel 4 berikut dibawah ini :
Tabel 5.2. Karakteristik Respoden Berdasarkan Umur
No Umur Jumlah Responden Persentase (%)
1.
2.
3.
< 30 Tahun 30 – 40 Tahun > 40 Tahun
3 18 26
6, 5 38,2 55,3
47 100 %
Sumber: Data Diolah, 2021.
Berdasarkan tabel 4 tersebut diatas, menunjukkan bahwa karakteristik kelompok umur yang bekerja pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar lebih didominasi oleh usia muda yaitu usia 30 tahun, dimana usia tersebut memiliki daya ingat dan kemampuan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup cemerlang dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya,
sedangkan, tingkat usia 30 – 40 tahun keatas hanya bertindak sebagai lider dalam mengawasi berbagai kegian bawahan pada Instansi tersebut
5.3.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidkan
Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidkan menggambarkan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh setiap pegawai yang di rekrut Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Takalar dalam menempati jabatan yang akan dibebankan kepadanya. Perbedaan tingkat pendidikan yang dimiliki oleh seseorang pegawai akan memberikan kemudahan bagi pimpinan untuk mengarahkan, membimbing dan mengawasi setiap kegiatan yang akan dilakukan oleh perusahaan baik dalam hal rancang bangun kapal-kapal yang akan dibuatnya maupun kegiatan-kegiatan lainnya. Untuk melihat karakteristik tingkat pendidikan responden atau karyawan dapat dilihat pada tabel 3 berikut dibawah ini ;
Tabel 5.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Pendidikan Jumlah Responden Persentase (%)
1.
2.
3.
4.
SMA
D3 S1 S2
4 17 22 14
15,9 4.5 61,3 18,3 Jumlah
47 100 %
Sumber : Hasil Kuesioner,2021.
Berdasrkan tabel 3 tersebut diatas menggambarkan bahwa tenaga kerja yang direkrut oleh Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Takalar didominasi oleh pertimbangan Internal dimana penerimaan pegawai baru didominasi tamatan Sarjana S1, hal ini diharapkan S1 dapat lebih mudah diarahkan dan didik untuk