BAB III METODOLOGI PENELITIAN
G. Hipotesis Statistik
model kami melakukan proses optimasi menggunakan metode yang sesuai yaitu, metode optimasi matematika, optimasi melalui algoritma yan diimplementasikan pada computer, atau metode optimasi lainnya. Diagram di atas menggambarkan langkah-langkah teori identifikasi ilmiah yang telah dikembangkan untuk penelitian operasi dalam manajemen pendidikan, yang dinamakan SITOREM.
Kreativitas (Y)
Kondisi lingkungan fisik Hubungan Atasan Bawahan
Komunikasi antar anggota organisasi Kebijakan-kebijakan organisasi
Sistem penghargaan atas kinerja
Senang mempelajari hal baru Keyakinan dalam bekerja
Keberanian bertindak
Terbuka menerima ide baru yang lebih baik Berupaya menemukan peluang atau cara baru yang lebih baik dalam bekerja
Level Generality
Optimis
Pengalaman yang Telah Dilalui Verbal Persuassion
Gambar 3. Konstelasi model penelitiab
H1 : ρy1 > 0 Terdapat hubungan positif antara iklim organisasi (X1) dengan kreativitas guru (Y).
2. H0 : ρy2 ≤ 0 Tidak terdapat hubungan positif antara efikasi diri (X2) dengan kreativitas guru (Y).
H1 : ρy2 > 0 Terdapat hubungan positif antara efikasi diri (X2) dengan kreativitas guru (Y).
3. H0 : ρy.12 ≤ 0 Tidak terdapat hubungan positif antara iklim organisasi (X1) dan efikasi diri (X2) dengan kreativitas guru (Y).
H1 : ρy.12 > 0 Terdapat hubungan positif antara iklim organisasi (X1) dan efikasi diri (X2) dengan kreativitas guru (Y).
Keterangan :
H0 : Hipotesis nol
H1 : Hipotesis 1 atau hipotesis alternatif (ada hubungan positif) ρy1 : koefisien korelasi positif antara X1 dengan variabel Y ρy2 : koefisien korelasi positif antara X2 dengan variabel Y
ρy12 : koefisien korelasi antara variabel X1 dan X2 secara bersama - sama dengan variabel Y
DAFTAR PUSTAKA
Adenike, Anthonia. 2011. “Organizational Climate As A Predictor Of Employee Job Satisfaction : Evidence From.” 4(1): 151–66.
Azliyanti, Elfitra, Purbo Jadmiko, and Wiry Utami. 2019. “Peran Pemediasi Efikasi Diri Kreatif Pada Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kepemimpinan Transformasional Pada Kreativitas Karyawan.” RELEVANCE : Journal of Management and Business 2(2): 287–301.
Bandura, Albert. 1995. 2017 12th International Conference on Ecological Vehicles and Renewable Energies, EVER 2017 Self Efficacy IN Changing Societies.
New York: Cambridge University Press.
Baron, Roberta, and Donn Byrne. 2017. Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga.
Belausteguigoitia dkk. 2007. “Organizational Climate as Antecedent of Commitment , Effort.” 7(27).
Colquitt, Jason dkk. 2015. Organizational Behavior Improving Performance and Commitment in the Workplace. New York: McGraw-Hills.
Ehrhart, G Mark, Benjamin Schneider, and H William Macew. 2014.
Organizational Climate and Culture. New York: Routledge.
George, Jennifer . dkk. 2011. prentice hall Understanding and Managing Organizational Behavior. New Jersey: Prentice Hall.
Ghifar, Riyadhel, Adi E Yusuf, Sumardi Sumardi, and Farida Wulandari. 2019.
“Peningkatan Kreativitas Guru Melalui Pengembangan Supervisi Kepala Sekolah Dan Iklim Organisasi.” Jurnal Manajemen Pendidikan 7(2): 790–99.
Ghufron, Nur M, and Rini Risnawati. 2012. Teori-Teori Psikologi. Jakarta: Ar- Ruzzmedia.
Gibson, James, John Ivancevich, James Donnelly, and Robert Konopaske. 2006.
Organizzations: Behavior, Structure, Processes. New York: Mc Graw Hill.
Griffin, Ricky W, and Gregory Moorhead. 2013. Organizational Behavior:
Managing People and Organizations. Canada: Cangange Learning.
Ivancevich, John M. 2009. Organizational Organizational Behavior and Management Tenth Edition. New York: McGraw-Hills.
Kayaalp, Alper. 2018. “Transformational Leadership, Organizational Climate and Individual Creativity from a Military Culture Perspective Alper.” Journal of
Education 10(2): 1–15.
Khayati, Nur, and Sri Sarjana. 2015. “Efikasi Diri Dan Kreativitas Menciptakan Inovasi Guru Self-Efficacy.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 21(3): 243–
62.
Kinicki, Angelo dll. 2010. Organizational Behaviour ? New York: McGraw-Hills.
Lahey, Benjamin B. 2012. Psychology: An Introduction (11th Ed.). New York: Mc Graw Hill.
Luthans, Fred. 2010. The McGrawHill Componies Organizational Behavior.
Twelfth. New York: The McGrawHill Componies.
McShane, Steven, and Von Glinow. 2009. ORGANIZATIONAL BEHAVIOR : Organizational Contexts. New York: McGraw-Hills.
Mullins, Laurie J. 2005. MANAGEMENT AND ORGANISATIONAL BEHAVIOUR.
inggris: Prentice Hall.
Ozkal, Nese. 2014. “Relationships between Teachers Creativity Fostering Behaviors and Their Self-Efficacy Beliefs.” Educational Research and Reviews 9(18): 724–33.
Permana, Hara, Farida Harahap, and Budi Astuti. 2017. “Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Ujian Pada Siswa Kelas Ix Di Mts Al Hikmah Brebes.” Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam 13(2): 51–68.
Putri, Astrid Permata. 2015. “Kontribusi Iklim Kerja Terhadap Kreativitas Guru Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok.” Administrasi Pendidikan 3(1): 739–47.
Robbins, Stephen P., and Timothy A. Judge. 2014. Essential of Organizational Behavior 12th Edition. London: Pearson Education.
Santrock, John. 2006. Educational Psychology. New York: Mc Graw Hill.
Sartana, Fenni, Muhamad Entang, Yuyun Elizabeth Patras, and Sutji Harijanto.
2020. “Peningkatan Kreativitas Kerja Guru Dengan Memperbaiki Budaya Organisasi Dan Efikasi Diri.” Jurnal Manajemen Pendidikan 8(1): 41–45.
Schermerhorn JR, Hunt JG, Osborn RN, Uhl-Bien M. 2010. Organizational Behavior Organizational Behavior. Amerika: John Wiley & Sons, Inc.
Sinding, Knud, and Christian Waldstrom. 2014. Organisational Behaviour, Fifth
Edition. New Jersey: Mc Graw Hill Education.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian. Jakarta: Alfabeta.
Waspodo, Muktiono. 2010. “Strategi Pembelajaran Dan Efikasi Diri Warga Belajar Terhadap Capaian Belajar.” 2(2): 43–51.
Wirawan. 2007. Budaya Dan Iklim Organisasi: Teori Aplikasi Dan Penelitian.
Jakarta: Salemba Empat.
Yıldız, Leyla Müge, and Dinç Esra Özcan. 2014. “Organizational Climate as a Moderator of the Relationship between Transformational Leadership and Creativity.” International Journal of Business and Management II(1): 76–87.
LAMPIRAN - LAMPIRAN
Lampiran 1. Lembar Kerja Deskripsi Teori (LKDT) Kreativitas
No Author Content Keterangan
1 Colquitt, J. A., Lepine J.A., &
Wesson, M. J., Organizational Behavior. New York: Mc Graw- Hill. 2011. p. 306- 307.
Creativity is the use of new ideas at work, solving problems and taking innovative actions.
Kreativitas adalah penggunaan ide-ide baru dalam bekerja, memecahkan masalah dan melakukan tindakan-tindakan inovatif.
2 Schermerhorn JR, Hunt JG, Osborn RN. Organizational Behavior. John willey and son.
2010. p. 222-223
Creativity refers to One of the things often at issue when such techniques are used is creativity
upaya melahirkan ide cemerlang atau pendekatan unik dalam pemecahan masalah atau eksploitasi peluang 3 Fred Luthans.
Organizational Behavior. Mc Graw-Hill. 2010. p.
267-268
Creativity is that it involves combining responses or ideas of individuals or groups in novel ways
Kreativitas adalah suatu usaha melibatkan atau menggabungkan ide /gagasan dari individu atau kelompok
dengan cara baru 4 Mc Shane and Von
Glinow.
Organizational Behavior. New York: Mc Graw- Hill. 2010. p. 215- 218.
Creativity is developing an original product, service, or idea that makes a socially recognized contribution.
Kreativitas adalah mengembangkan produk asli, jasa, atau ide yang membuat konstribusi yang diakui secara sosial.
5 Ivancevich, John M, Matteson, Michael T, Ivancevich, John M. Organizational Organizational Behavior and Management Tenth Edition. Mc Graw- Hill. 2010. p. 418- 419.
Creativity is a process by which an individual, group, or team produces novel and useful ideas to solve a problem or capture an opportunity
Kreativitas merupakan upaya dimana seorang individu, group atau tim menghasilkan ide yang cemerlang dan bermanfaat untuk memecahkan masalah atau menangkap peluang.
No Author Content Keterangan 6 Angelo Kinicki,
Nina Cole, Victoria Digby, Natasha Koziol Robert Kreitner. Mc Graw-Hill. 2010. p.
310-311
creativity as the process of creating products, ideas, or procedures that are novel or original and are potentially relevant or useful to an organization
Kreativitas sebagai proses menciptakan produk, ide, atau prosedur yang baru atau orisinal dan berpotensi relevan atau berguna bagi organisasi
7 Jennifer M.
George, Gareth R, Jones. Prentice hal.
2011. p. 143-144
Creativity is the
generation of novel and useful ideas.
Kreativitas adalah generasi ide baru dan berguna.
8 Griffin, Ricky W Moorhead,
Gregory. Cangange Learning. 2013. p.
224-225
Creativity is the ability of an individual to generate new ideas or to conceive of new per- spectives on existing idea
Kreativitas adalah kemampuan individu untuk menghasilkan ide-ide baru atau untuk memahami perspektif baru atas ide yang sudah ada 9 Gibson et al,
Organizzations:
Behavior, Structure,
Processes. 2006. p 119-120
Creativity is the
generation of novel ideas that may be converted into commercial opportu- nities.
Kreativitas adalah generasi ide-ide baru yang dapat diubah menjadi peluang komersial.
10 Colquitt, J. A., Lepine J.A., &
Wesson, M. J., Organizational Behavior. New York: Mc Graw- Hill. 2011. p. 306- 307.
Creativity has the
following characteristics:
a) happy to learn new things, b) trying to find opportunities or new ways that are better at work, c) confidence in working, and d) openness to accept new ideas better.
Kreativitas memiliki karakteristik sebagai berikut: a) senang mempelajari hal-hal baru, b) berupaya menemukan peluang atau cara-cara baru yang lebih baik dalam bekerja, c) keyakinan dalam bekerja, dan d) keterbukaa menerima ide-ide baru yang lebih baik.
11 Fred Luthans.
Organizational Behavior. Mc Graw-Hill. 2010. p.
267-268
a. Creative thinking combining responses b.The indefinable ability each person has to arrange common elements into new patterns c.It draws on
a. Berpikir menggabungkan tanggapan kreatif b.Kemampuan yang tak dapat dijelaskan setiap orang memiliki untuk mengatur
No Author Content Keterangan observation, experience,
knowledge
elemen umum dalam pola-pola baru c.Mengacu pada pengamatan, pengalaman, pengetahuan.
12 Mc Shane and Von Glinow.
Organizational Behavior. New York: Mc Graw- Hill. 2010. p. 215- 218.
Creativity has the
following characteristics:
a) have above average intelligence to synthesize information, analyze ideas, and apply their ideas, b) each idea is systematically evaluated by a team, c) they have enough knowledge and experience on the subject, and d) have personalities and values that support independent imagination.
Kreativitas memiliki ciri-ciri sebagai beikut: a) memiliki kecerdasan di atas rata-rata untuk
mensintesis informasi, menganalisis ide-ide, dan menerapkan ide- ide mereka, b) setiap gagasan secara sistematis dievaluasi oleh tim, c) mereka memiliki pengetahuan yang cukup dan pengalaman pada subjek, dan d)
memiliki kepribadian dan nilai-nilai yang mendukung imajinasi independen.
13 Ivancevich, John M, Matteson, Michael T, Ivancevich, John M. Organizational Organizational Behavior and Management Tenth Edition. Mc Graw- Hill. 2010. p. 418- 419.
a.Perseverance; they stay longer attacking problems b.Risk taking
propensity;they take moderate to high risks and stay away from extreme risks c.Openness ; they are open to new experiences and are willing to try new approachesc.Tolerance of ambiguity; they can
tolerate a lack of structure, some lack of clarity and not having complete information, data, and answers
a.Ketekunan; mereka tetap menyelesaikan masalah-masalah b.Kecenderungan mengambil resiko : mereka mengambil risiko moderat tinggi dan jauh dari risiko ekstrim
c.Keterbukaan;
mereka terbuka untuk pengalaman baru dan bersedia untuk mencoba pendekatan baru
No Author Content Keterangan 14 Angelo Kinicki,
Nina Cole, Victoria Digby, Natasha Koziol Robert Kreitner. Mc Graw-Hill. 2010. p.
310-311
of core personal
characteristics, including broad interests, attraction to complexity, intuition, aesthetic sensitivity, toleration of ambiguity, and self-confidence, courage relate posi- tively and consistently to
measures of creative performance across a variety of domains.”
serangkaian karakteristik inti pribadi yang stabil, termasuk minat yang luas, ketertarikan terhadap
kompleksitas, intuisi, kepekaan estetika, toleransi terhadap ambiguitas, dan kepercayaan diri, dan keberanian
berhubungan secara positif dan konsisten dengan ukuran kinerja kreatif di berbagai domain. ”
15 Jennifer M.
George, Gareth R, Jones. Prentice hal.
2011. p. 143-144
creativity in organizations are personal
characteristics or in- dividual difference, openness to experience, locus of control and self- esteem, Task-relevant knowledge, intrinsically motivated
Kreativitas dalam organisasi adalah karakteristik pribadi atau perbedaan individual,
keterbukaan terhadap pengalaman, lokus kendali dan harga diri, Pengetahuan yang relevan dengan tugas, termotivasi secara intrinsik.
16 Griffin, Ricky W Moorhead,
Gregory. Cangange Learning. 2013. p.
224-225
creativity in individuals.
The traits shared by most crea- tive people are openness, an attraction to complexity, high levels of energy, independence and autonomy, strong self- confidence, and a strong belief that one is
kreativitas pada individu. Ciri-ciri yang dimiliki oleh kebanyakan orang kreatif adalah keterbukaan, ketertarikan pada kompleksitas, tingkat energi yang tinggi, kemandirian dan otonomi, kepercayaan diri yang kuat, dan keyakinan yang kuat.
No Author Content Keterangan 17 Gibson et al,
Organizzations:
Behavior, Structure,
Processes. 2006. p 119-120
The factors are: a. Self- confidence in finding solutions to problems, b.
Courage to act, c.
Intelligence to look for new opportunities or ways, d. Openness to other people's ideas. A creative person has the courage to act and is able to realize the work of the ideas he gets and has confidence in solving a problem
Adapun faktor- faktornya adalah: a.
Keyakinan diri dalam menemukan
pemecahan masalah, b.Keberanian
bertindak,
c.Kecerdikan mencari peluang atau cara baru, d.Keterbukaan terhadap idea-idea orang lain. Seorang yang kreatif memiliki keberanian dalam bertindak serta mampu mewujudkan suatu hasil karya dari ide-ide yang
diperolehnya serta memiliki keyakinan dalam memecahkan sesuatu masalah Sintesis: Usaha seseorang untuk menghasilkan ide ide dengan cara merubah yang sudah ada atau membuat yang baru untuk menghasilkan produk yang berpotensi dan berguna bagi organisasi.
Dimensi/Indikator : a.Mempelajari hal-hal baru b.Keterbukaan menerima ide- ide baru yang lebih baik c.Keyakinan dalam bekerja d.Keberanian dalam bertindak e.Berupaya menemukan peluang/cara-cara yang lebih baik dalam bekerja.
Lampiran 2. Lembar Kerja Deskripsi Teori (LKDT) Iklim Organisasi
No Author Content Keterangan
1 Adenike, Anthonia.
Organizational Climate As A Predictor Of Employee Job Satisfaction : Evidence From.
Business Intelegence
Journal. 2011 vol 4
Organizational climate defined as employees perceptions of the work environment and how these perceptions influence individuals’
work- related attitude and behaviours
Iklim organisasi didefinisikan sebagai persepsi karyawan dari lingkungan kerja dan bagaimana persepsi tersebut terkait dengan pekerjaan sikap pengaruh individu dan perilaku
2 Schermerhorn JR, Hunt JG, Osborn RN. Organizational Behavior. John willey and son.
2010. p. 9-10
Organizational climate represents shared perceptions of members regarding what the organization is like in terms of management policies and practices
Iklim organisasi adalah persepsi bersama anggota suatu organisasi mengenai kebijakan dan praktek
manajemen. Iklim organisasi
dipengaruhi oleh lingkungan sosial yaitu hubungan pimpinan dengan bawahan serta hubungan antar anggota, dan sistem manajemen yaitu tentang kebijakan dan praktek manajemen dalam organisasi.
3 Imanol Belau Steguigoitia, Juana Patlán, and María Mercedes
Navarrete J(2007:
Organizational Climate as Anteccedent of Commitment Effort and Enterpre Neurial, Effort.
University La Salle. Volume 7 No 27:5-24)
Organizational climate understood as the
employees interpretation of the work Environment
Iklim organisasi dipahami sebagai interpretasi karyawan pekerjaan lingkungan Hidup
No Author Content Keterangan 4 Sinding, Knud
Waldstrom, Christian.
Organisational Behaviour, Fifth Edition. New York: Mc Graw- Hill. 2014. p. 343- 344.
Organisational Climate is about a situation and the feelings, reflections and behaviour of people in the organisation. In this sense climate is changing fairly rapidly over time, it depends on the observer and it can be shaped by individuals.
Iklim Organisasi adalah tentang situasi dan perasaan, refleksi dan perilaku orang- orang dalam organisasi. Dalam pengertian ini, iklim berubah cukup cepat dari waktu ke waktu, tergantung pada pengamat dan dapat dibentuk oleh individu.
5 Griffin, Ricky W Moorhead, Gregory.
Organizational Behavior:
Managing People and Organizations.
Canada:Cangange Learning. 2013. p.
499-450.
based on individual perceptions and is often defined as the recurring patterns of behavior, attitudes, and feelings that character- ize life in the organization; it refers to current situations in an organization and the lin- kages among work groups, employees, and work performance
Iklim Organisasi berdasarkan persepsi individu dan sering didefinisikan sebagai pola perilaku, sikap, dan perasaan yang berulang yang menjadi ciri kehidupan dalam organisasi; ini
mengacu pada situasi saat ini dalam
organisasi dan garis antara kelompok kerja, karyawan, dan prestasi kerja
6 Mullins, Laurie J.Inggris: Prentice Hill. 2005. p. 899- 890
Organizational climate refers to the shared
perceptions organizational mem- bers have about their organization and work environment
Iklim organisasi mengacu pada persepsi bersama yang dimiliki anggota organisasi tentang organisasi dan lingkungan kerja mereka
No Author Content Keterangan 7 Robbins, Stephen
P.
Judge, Timothy A.
London; Pearson Education. 2014. p.
251-252
Organisational climate is a general concept and difficult to define precisely. It is more something which is felt. It can be likened to our description of the weather and the way in which the climate of a geographical region results from the combination of
environmental forces.
Some of these forces are better understood than others.
Applied to organisations, climate can be said to relate to the prevailing atmos- phere surrounding the organisation, to the level of morale, and to the strength of feelings or belonging, care and
goodwill among members.
Climate will influence the attitudes which members of the organisation bring to bear on their work perform- ance and personal relationships.
Iklim organisasi merupakan sesuatu yang dirasakan. Ini dapat disamakan dengan deskripsi cuaca dan cara iklim suatu wilayah geografis dihasilkan dari kombinasi kekuatan lingkungan.
Beberapa dari kekuatan ini lebih dipahami daripada yang lain.
Diterapkan pada organisasi, iklim dapat dikatakan berkaitan dengan suasana yang berlaku di sekitar organisasi, dengan tingkat moral, dan kekuatan
perasaan atau kepemilikan, perhatian dan niat baik di antara anggota. Iklim akan mempengaruhi sikap yang dibawa oleh anggota organisasi terhadap kinerja pekerjaan dan hubungan pribadi mereka.
8 Griffin, Ricky W Moorhead,
Gregory. Cangange Learning. 2013. p.
224-225
Organizational climate is the shared meaning organizational members attach to the events, policies, practices, and procedures they experience and the behaviors they see being rewarded, supported, and expected.
Iklim organisasi adalah makna bersama yang dilampirkan anggota organisasi
terhadap peristiwa, kebijakan, praktik, prosedur yang mereka alami,perilaku yang mereka lihat dihargai, didukung,diharapkan.
No Author Content Keterangan 9 Adenike, Anthonia.
Organizational Climate As A Predictor Of Employee Job Satisfaction : Evidence From.
Business Intelegence
Journal. 2011 vol 4
Organizational climate is measured with indicators:
a.management and leadership styles,
b.participation in decision making, c.challenging jobs, d.boredom and frustration, e.fringe benefits f.personnel policies, g.working conditions h.suitable career ladder.
a.Manajemen dan gaya kepemimpinan b.Partisipasi dalam pengambilan keputusan c.Menantang pekerjaan
d.Kebosanan dan frustrasi e.Tunjangan f.Kebijakan
personalia g.Kondisi kerja h.Jenjang karir yang mendukung.
10 Schermerhorn JR, Hunt JG, Osborn RN. Organizational Behavior. John willey and son.
2010. p. 9-10
a. Superior-subordinate relationships b.
Communication between members of the
organization c. Members 'perceptions of
organizational policies d.
Members' perceptions of management practices (fairness).
a.Hubungan atasan- bawahan
b.Komunikasi antar anggota organisasi c.Persepsi anggota terhadap kebijakan- kebijakan organisasi d.Persepsi anggota terhadap praktik manajemen (fairness).
11 Imanol Belau Steguigoitia, Juana Patlán, and María Mercedes
Navarrete J(2007:
Organizational Climate as Anteccedent of Commitment Effort and Enterpre Neurial, Effort.
University La Salle. Volume 7 No 27:5-24)
The dimensions of
organizational climate are:
a.supportive management, b.clarity (policies) c.self- expression (freedom).
d.Contribution (performance),
e.recognition (of position, achievement, etc) f.work as a challenge
Dimensi iklim organisasi adalah:
a.Manajemen yang mendukung
b.Kejelasan(kebijakan ) c.Ekspresi diri (kebebasan)
d.Kontribusi (kinerja) e.Pengakuan (dari posisi, prestasi, dll) f.Pekerjaan sebagai tantangan
No Author Content Keterangan 12 Sinding, Knud
Waldstrom, Christian.
Organisational Behaviour, Fifth Edition. New York: Mc Graw- Hill. 2014. p. 343- 344.
Eight Dimensions Climate Perceptions Autonomy The perception of self-determination with respect to work
procedures, goals and priorities, Cohesion The perception of togetherness of sharing within the organisation setting, including the willingness of members to provide material aid , Trust The perception of freedom to communicate openly with members at higher
organisational levels about sensitive or personal issues with the
expectation that the integrity of such
communications will not be violated, Pressure The perception of time demands with respect to task completion and performance standards, Support The perception of the tolerance of member behaviour by superiors, including the willingness to let members learn from their mistakes without fear of reprisal, Recognition The perception that member contributions to the organisation are acknowledged , Fairness The perception that organisational practices are equitable and non- arbitrary or capricious, Innovation The perception that change and creativity are encouraged, including
Dimensi Persepsi Iklim penentuan nasib sendiri sehubungan dengan prosedur kerja, tujuan dan prioritas, Kohesi Persepsi kebersamaan berbagi dalam
pengaturan organisasi, termasuk kesediaan anggota untuk memberikan bantuan material, Kepercayaan Persepsi kebebasan berkomunikasi secara terbuka dengan anggota di tingkat organisasi yang lebih tinggi tentang
masalah sensitif atau pribadi dengan harapan bahwa integritas komunikasi tersebut tidak akan dilanggar, Tekanan Persepsi tuntutan waktu sehubungan dengan penyelesaian tugas dan standar kinerja, Dukungan Persepsi toleransi perilaku anggota oleh atasan, termasuk kemauan untuk membiarkan anggota belajar dari kesalahan mereka tanpa takut pembalasan,
Pengakuan Persepsi bahwa kontribusi anggota untuk organisasi diakui, Keadilan Persepsi bahwa praktik organisasi adil dan
No Author Content Keterangan risk-taking into new areas
or areas where the member has little or no prior experience
tidak sewenang- wenang atau berubah- ubah, Inovasi Persepsi yang mengubah dan termasuk
pengambilan risiko ke area baru atau area di mana anggotanya memiliki sedikit atau tidak memiliki pengalaman sebelumnya 13 Wirawan. Budaya
dan Iklim
Organisasi: Teori Aplikasi dan Penelitian.
Jakarta:Salemba Empat. 2007. p.
128-129.
dimensi iklim
organisasi diantaranya : a..Keadaan
lingkungan fisik b.Keadaan lingkungan social c..Pelaksanaan sistem manajemen d.Produk
e..Konsumen yang dilayani f. Kondisi fisik dan kejiwaan anggota organisasi g.Budaya organisasi 14 Robbins, Stephen
P.
Judge, Timothy A.
London; Pearson Education. 2014. p.
251-252
a. The social environment is passion and teamwork, diversity, support and involvement. b.
Management system, namely customer service, appreciation for
innovation and creativity.
c. the physical environment, natural facilities and
infrastructure.
a. Lingkungan sosial yaitu semangat dan kerjasama tim, keberagaman, dukungan dan
keterlibatan. b.Sistem manajemen, yaitu pelayanan pelanggan, penghargaan atas inovasi dan kreativitas.
c.Lingkungan fisik, alam sarana dan prasarana.