• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

D. Teknik Pengumpulan Data

N :Jumlah sampel tiap sekolah n :Jumlah populasi tiap sekolah

S : Jumlah total populasi di semua populasi sekolah

Berdasarkan kriteria sampel di atas maka diperoleh distribusi sampling sebagai berikut: cara perhitungan untuk mendapatkan jumlah sampel, sebagai berikut: contoh MAN 1 BOGOR

𝑛 = 64

155𝑋 112 = 46,2

Selanjutnya, pengambilan sampel untuk masing-masing sekolah yang diteliti dapat dilihat seperti pada tabel berikut.

Tabel 3.3. Pengambilan sampel untuk masing-masing Madrasah

NO NAMA

SEKOLAH

JUMLAH POPULASI

PERHITUNGAN SAMPEL

HASIL PEMBULATAN

1 MAN 1 Bogor 64 (64x112):155=46,2 46

2 MAN 2 Bogor 30 (30x112):155=21,7 22

3 MAN 3 Bogor 26 (26x112):155=18,8 19

4 MAN 4 Bogor 19 (19x112):155=13,7 14

5 MAN 5 Bogor 16 (16x112):155=11.6 11

JUMLAH 155 112

Berdasarkan Tabel tersebut, jumlah sampel penelitian di Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Bogor terdapat 112 guru.

Tabel 3.4.Pengambilan Skor Angket Pada Kreativitas Guru Terhadap Iklim Organisasi, dan Efikasi diri

No. Pernyataan Positif Skor Pernyataan Negatif Skor

1 Selalu 5 Tidak Pernah 5

2 Sering 4 Pernah 4

3 Kadang-Kadang 3 Kadang-Kadang 3

4 Pernah 2 Sering 2

5 Tidak Pernah 1 Selalu 1

Pada penelitian ini penulis akan menggunakan angket langsung dimana angket tersebut diberikan langsung kepada subyek penelitian yang sekaligus menjadi unit analisis dalam hal ini adalah guru, untuk memberikan jawaban informasi mengenai kepemimpinan instruksional dan budaya organisasi dengan efektivitas sekolah.

1. Instrumen Penelitian Variabel Kreativitas Guru (Y) a. Definisi Konseptual

Kreativitas Guru adalah usaha seseorang untuk menghasilkan ide ide dengan cara merubah yang sudah ada atau membuat yang baru untuk menghasilkan produk yang berpotensi dan berguna bagi organisasi.

b. Definisi Operasional

Kreativitas Guru adalah usaha seseorang guru untuk menghasilkan ide ide dengan cara merubah yang sudah ada atau membuat yang baru untuk menghasilkan produk yang berpotensi dan berguna bagi organisasi.yang diukur menggunakan instrument berupa angket dengan responden guru dengan indikatornya: a.

Mempelajari hal-hal baru, b. Keterbukaan menerima ide-ide baru yang lebih baik, c. Keyakinan dalam bekerja, d. Keberanian dalam bertindak, e. Berupaya

menemukan peluang/cara-cara yang lebih baik dalam bekerja.Senang mempelajari hal-hal yang baru.

Instrumen terdiri dari 40 butir pernyataan dengan menggunakan skala likert, dalam bentuk kontinum dengan 5 (lima) pilihan jawaban, terdapat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3. 5. Skor Pernyataan Kreativitas Guru

No. Pernyataan Positif Skor Pernyataan Negatif Skor

1 Selalu (SL) 5 Selalu (SL) 1

2 Sering (SR) 4 Sering (SR) 2

3 Kadang-Kadang (KK) 3 Kadang-Kadang (KK) 3

4 Pernah (P) 2 Pernah (P) 4

5 Tidak Pernah (TP) 1 Tidak Pernah (TP) 5

c. Kisi-Kisi Kreativitas Guru

Kisi-kisi instrument sebelum dilakukan uji coba terdiri dari beberapa pernyataan dan disusun berdasarkan indikator variabel kreativitas guru, selanjutnya setelah dilakukan uji coba ada 40 butir pernyataan yang valid. Sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.6. Kisi-kisi Instrumen Penelitian Kreativitas Guru

No Dimensi/Indikator Pernyataan

Positif Negatif Jumlah 1 Senang mempelajari hal baru 1,2,3,4,5,8,9 6,7 9 2 Terbuka menerima ide-ide

baru yang lebih baik 10,11,12,14,15,16,17 13,18 9 3 Keyakinan dalam bekerja 19,20,21,23 22,24 6 4 Keberanian dalam bertindak 25,26,27,28,29 30,31 7 5 Berupaya menemukan

peluang atau cara baru yang lebih baik dalam bekerja

32,33,34,35,36,37,38 38,40 9

Jumlah 32 8 40

d. Kalibrasi Instrumen

Kalibrasi instrument kreativitas guru dilakukan melalui uji coba instrument kepada 30 guru di luar sampel. Selanjutnya, data hasil uji coba instrument, dilakukan uji validitas dan reliabilitas instrument.

1) Pengujian Validitas

Validitas atau kesahihan berkaitan dengan apakah instrumen yang digunakan dapat mengukur secara tepat sesuatu yang akan diukur. Adapun cara perhitungan uji validitas instrumen kreativitas guru menggunakan rumus korelasi product moment sebagai berikut:

𝑟𝑋𝑌 = 𝑁 ∑ 𝑋𝑌 − ∑ 𝑋 ∑ 𝑌

√{𝑁 ∑ 𝑋2− (∑ 𝑋)2}{𝑁 ∑ 𝑌2− (∑ 𝑌)2} Keterangan

r XY : Koefisien korelasi

X : Skor pertanyaan tiap nomor Y : Jumlah skor total pertanyaan N : Jumlah responden

Dengan syarat nilai koefisien korelasi rhitung > rtabel pada taraf signifikansi 5%

maka butir instrumen dinyatakan valid.

2). Perhitungan Reliabilitas

Untuk mengetahui Uji reliabilitas instrumen kreativitas guru menggunakan rumus Alpha Cronbach, yaitu:

𝑟11 = ( 𝑘

𝑘 − 1) (1 −∑ 𝑆𝑖 𝑆𝑡 ) Keterangan:

r11 : Koefisien reliabilitas

∑Si : Jumlah varians skor tiap-tiap item St : Varians total

k : Jumlah item

Koefisien Alpha Cronbach untuk menghitung tingkat kepercayaan instrumen dengan syarat koefisien reliabilitas instrumen ≥ 0,7.

2. Instrumen Penelitian Variabel Iklim Organisasi (X1) a. Definisi Konseptual

Iklim organisasi adalah persepsi bersama anggota organisasi mengenai organisasi yang mempengaruhi perilaku angotanya dan berdampak pada kinerjanya.

b. Definisi Operasional Variabel Iklim Organisasi (X1)

Iklim organisasi adalah persepsi bersama para guru di organisasi mengenai organisasi yang mempengaruhi perilaku guru dan berdampak pada kinerja guru yang diukur menggunakan instrumen berupa angket dengan responden guru dengan indikatornya: a. Hubungan atasan-bawahan, b. Komunikasi antar anggota organisasi, c. Kebijakan-kebijakan organisasi, d. Kondisi Lingkungan Fisik, f.

Sistem penghargaan atas kinerja.

Instrumen terdiri dari 40 butir pernyataan dengan menggunakan skala likert, dalam bentuk kontinum dengan 5 (lima) pilihan jawaban, terdapat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.7. Skor Pernyataan Iklim Organisasi

No. Pernyataan Positif Skor Pernyataan Negatif Skor

1 Selalu (SL) 5 Selalu (SL) 1

No. Pernyataan Positif Skor Pernyataan Negatif Skor

2 Sering (SR) 4 Sering (SR) 2

3 Kadang-Kadang (KK) 3 Kadang-Kadang (KK) 3

4 Pernah (P) 2 Pernah (P) 4

5 Tidak Pernah (TP) 1 Tidak Pernah (TP) 5

c. Kisi-kisi Instrumen Iklim Organisasi (X1)

Instrumen yang digunakan untuk mengukur iklim organisasi berbentuk kuesioner yang disusun berdasarkan indikator-indikator pada variabel penelitian dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.8. Kisi-kisi Instrumen Penelitian Iklim Organisasi

No Dimensi/Indikator Pernyataan

Positif Negatif Jumlah

1 Hubungan Atasan Bawahan 1,2,4,5,6,7 3,8 8

2 Komunikasi antar anggota

organisasi 9,10,11,12,14,15 13,16 8

3 Kebijakan-kebijakan

organisasi 17,19,20,21,22,23 18,24 8

4 Kondisi lingkungan fisik 25,26,27,28,29,30 31,32 8 5 Sistem penghargaan atas

kinerja 33,34,35,36,37,38 39,40 8

Jumlah 30 10 40

a. Kalibrasi Instrumen

Kalibrasi instrumen iklim organisasi dilakukan melakukan uji coba instrumen kepada 30 guru di luar sampel. Data hasil uji coba instrumen, dilakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen.

1) Pengujian validitas

Validitas atau kesahihan berkaitan dengan apakah instrumen yang digunakan dapat mengukur secara tepat sesuatu yang akan diukur. Adapun cara perhitungan uji validitas instrumen iklim organisasi menggunakan rumus korelasi

product moment. Dengan syarat nilai koefisien korelasi rhitung>rtabel pada taraf signifikansi 5% maka butir instrumen dinyatakan valid.

2) Perhitungan Reliabilitas

Untuk mengetahui Uji reliabilitas iklim organisasi menggunakan rumus Alpha Cronbach. Koefisien Alpha Crobanch untuk menghitung keandalan/tingkat kepercayaan instrumen dengan syarat koefisien reliabilitas instrumen ≥ 0,7.

3. Instrumen Penelitian Efikasi Diri (X2) a. Definisi Konseptual

Efikasi diri (self-efficacy) adalah keyakinan individu terhadap kemampuan yang dimiliki untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

b. Definisi Operasional

Efikasi diri (self-efficacy) adalah keyakinan seorang guru terhadap kemampuan yang dimiliki untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang diukur menggunakan instrument berupa angket dengan responden guru dengan indikatornya: a. Magnitude (level), berkaitan dengan derajat kesulitan tugas b.

Generality, berkaitan dengan keyakinan individu terhadap tugas yang dikerjakan c.

Strength, keyakinan terhadap kemampuan dirinya d. Pengalaman yang telah dilalui e. Optimis.

Instrumen terdiri dari 40 butir pernyataan dengan menggunakan skala likert, dalam bentuk kontinum dengan 5 (lima) pilihan jawaban, terdapat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.9. Skor Pernyataan Efikasi Diri No. Pernyataan

Positif

Skor Pernyataan Skor

1 Selalu (SL) 5 Selalu (SL) 1

2 Sering (SR) 4 Sering (SR) 2

3 Kadang-Kadang

(KK)

3 Kadang-Kadang

(KK)

3

4 Pernah (P) 2 Pernah (P) 4

5 Tidak Pernah (TP) 1 Tidak Pernah

(TP)

5

c. Kisi-kisi Instrumen Efikasi Diri (X2)

Instrumen yang digunakan untuk mengukur iklim organisasi berbentuk kuesioner yang disusun berdasarkan indikator-indikator pada variabel penelitian dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.10. Kisi-kisi Instrumen Penelitian Efikasi Diri

No Dimensi/Indikator Pernyataan

Positif Negatif Jumlah 1 Level (tingkat kesulitan tugas) 1,2,3,4,5,6, 7,8 8

2 Generality 9,10,11,12,13,14 15,16 8

3 Strength (kekuatan keyakinan) 17,18,19,20,21,22 23,24 8 4 Pengalaman yang telah dilalui 25,26,27,28,29,30 31,32 8

5 Optimis 33,34,35,36,37,38 39,40 8

Jumlah 30 10 40

a. Kalibrasi Instrumen

Kalibrasi instrumen efikasi diri dilakukan melalui uji coba instrumen kepada 30 guru di luar sampel. Data hasil uji coba instrumen, dilakukan uji validitas dan reliabilitas

1) Pengujian Validasi

Validitas atau kesahihan berkaitan dengan apakah instrumen yang digunakan dapat mengukur secara tepat sesuatu yang akan diukur. Adapun cara perhitungan uji validitas instrumen efikasi diri menggunakan rumus korelasi product moment

person. Dengan syarat nilai koefisien korelasi rhitung>rtabel pada taraf signifikansi 5%

maka butir instrumen dinyatakan valid.

2) Perhitungan reliabilitas

Untuk mengetahui Uji reliabilitas instrumen efikasi diri menggunakan rumus Alpha Cronbach. Koefisien Alpha Crobanch untuk menghitung keandalan/tingkat kepercayaan instrumen dengan syarat koefisien reliabilitas instrumen ≥ 0,7.

Dokumen terkait