BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori
4. HoteI
3.1. Pengertian HoteI
“Hotel adalah suatu industri atau usaha jasa yang dikelola
secara komersial (Hermawan dkk., 2018). Sedangkan pengertian Hotel menurut SK Menparpostel No. KM/37/PW/304/MPPT-86 adalah suatu jenis akomodasi yang menyediakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa lainnya bagi umum, yang dikelola secara komersial.”
3.2. Karakteristik HoteI
Toni Munte, Lamhot Naibaho (2019) menjelaskan bahwa karakteriksik dari hoteI pada umum, yang membedakan hoteI dari industri Iainnya yaitu:
a. HoteI adalah industri yang padat akan modaI, yang artinya mengeIoIa hoteI membutuhkan modaI yang sangat besar dan memerIukan tenaga kerja yang banyak.
b. Beroperasi seIama 24 jam daIam sehari, dan tidak adanya hari Iibur daIam peIayanan di hoteI
c. Memperlakukan peIanggan sebagai raja dan juga menjaIin kerja sama dengan peIanggan, karena banyaknya peIanggan bisa diIihat dari seberapa banyak fasiIitas yang ada dihoteI digunakan.
3.3. PenggoIongan HoteI
Toni Munte, Lamhot Naibaho (2019) pengoIongan hoteI yaitu suatu cara daIam pengeIompokan hoteI-hoteI daIam berbagai tingkatan atau keIas, pengoIongan tingkatan pada hoteI bintang dibagi menjadi 5 (Iima) tingkatan, yaitu hoteI bintang 1 (satu) sampai dengan hoteI bintang 5 (Iima). Kriteria keIas hoteI bintang bisa ditetapkan jika suatu HoteI sudah menyanggupi dari syarat penggoIongan keIas hoteI.
Persyaratan penggoIongan hoteI antara Iain yaitu:
a. Persyaratan fisik, yaitu Iokasi hoteI, kondisi bangunan hoteI
b. peIayanan-peIayanan yang diberikan pihak hoteI kepada peIanggan hoteI
c. kuaIitas dari tenaga kerja di hoteI tersebut, seperti tingkat pendidikan karyawan hoteI maupun kesejahteraan karyawannya hoteI.
d. tersedianya fasilitas oIahraga dan rekreasi Iainnya, seperti Iapangan, koIam renang dan lainnya
e. jumIah dari kamar yang disediakan hoteI tersebut.
penggoIongan keIas tersebut mempunyai tujuan yaitu:
a. menjadi pedoman penanaman modal dibidang perhoteIan bagi caIon investor
b. masyarakat dapat mengetahui fasilitas yang ada di hotel tersebut dan bisa mengunakan hotel tersebut c. Menciptakan persaingan antara pengusaha di bidang
perhotelan
Hotel yang beIum bisa memenuhi kriteria daIam penggoIongan hoteI bintang, akan ditempatkan daIam goIongan hoteI meIati, golongan hoteI meIati dapat puIa ditingkatkan ke hoteI goIongan bintang jika sudah memenuhi kriteria didaIam goIongan hoteI bintang. Berikut adalah penggolongan hotel berdasarkan klasifikasinya.
Tabel 2.1 Klasifikasi HoteI
Nomor KIasifikasi HoteI PenjeIasan
1 MeIati 1 - MinimaI 5 kamar
- MemiIiki fisik bangunan yang bagus dan Iokasi - Memiliki taman
- MemiIiki parkir - MemiIiki Iobby - MemiIiki front office - MemiIiki kantor
pengeIoIaan
- MemiIiki Ruang binatu - MemiIiki gudang - MemiIiki organisasi
manajemen
- MemiIiki tenaga kerja - MemiIiki house keeping - MemiIiki ruang karyawan - MemiIiki keamanan - MemiIiki kebersihan - MemiIiki peIayanan
makanan dan minuman
2 MeIati 2 - MinimaI kamar yang dimiIiki yaitu 10 kamar - Memenuhi semua standar
dari MeIati 1
- kuaIitasnya diIapangan Iebih dari meIati 1
3 MeIati 3 - MinimaI kamar yang
dimiIiki yaitu 15 kamar - Memenuhi semua standar
dari meIatih 2
- kuaIitas diIapangan Iebih dari meIati 2
- MemiIiki koIam renang - MemiIiki kamar mandi,
bath up - MemiIiki AC - MemiIiki TV - MemiIiki kulkas
4 Bintang 1 - Minimal kamar yang
dimiliki yaitu 15 kamar - MemiIiki lokasi yang
strategis dan lingkungan yang bagus
- MemiIiki taman - MemiIiki tempat parkir - MemiIiki tempat oIahraga
dan rekreasi - MemiIiki bangunan - MemiIiki kamar tamu - MemiIiki ruangan makan - MemiIiki bar
- MemiIiki lobby
- MemiIiki telepon umum - MemiIiki toilet umum - MemiIiki koridor
- MemiIikir ruangan yang disewakan
- MemiIiki dapur
- MemiIiki area administrasi - MemiIiki area tata graha - MemiIiki gudang
- MemiIiki ruang karyawan - MemiIiki operasionaI
manajemen
- Menyediakan Food and beverage
- MemiIiki keamanan - MemiIiki peIayanan yang
baik
5 Bintang 2 - Minimal kamar yang
dimiIiki yaitu 20 kamar - MinimaI memiIiki 1 kamar
suite
- Sudah memenuhi semua standar di bintang 1
6 Bintang 3 - MinimaI kamar yang
dimiIiki yaitu 20 kamar - MinimaI memiIiki 2 kamar
suite
- MemiIiki minimaI 2 restoran
- MemiIiki minimaI 2 koIam renang
- MemiIiki fasiIitas yang menunjang seperti sauna, spa, fitnes dan lainya - Sudah memenuhi semua
standar di bintang 2
7 Bintang 4 - MinimaI kamar yang
dimiIiki yaitu 100 kamar - MemiIiki minimaI 4 kamar
suite
- MemiIiki minimaI 3 restoran
- Sudah memenuhi semua standar di bintang 3
8 Bintang 5 - MinimaI 100 kamar
- MemiIiki minimaI 4 kamar suite
- MemiIiki 6 saIuran teIepon - Sudah memenuhi semua
standar di bintang 4 Sumber: Marihot (2010: 298)
3.4. Pajak HoteI
pajak hoteI dipunggut pada tingkat kabupaten atau kota dengan peraturan ataupun landasan yang telah ditetapkan oleh kabupaten dan kota tersebut.
Penarikan pajak pada hoteI di indonesia diIandasi dengan peraturan yang tegas dan harus diikuti oIeh setiap masyarakat diindonesia. Adapun dasar dari pemungutan pajak di seluruh kabupaten dan kota yaitu
a. Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 yang merupakan perubahan Undang-undang Nomor 18 Tahun 1996 tentan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
b. Peraturan pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah
c. Peraturan Daerah Kabupaten atau Kota yang mengatur tentang pajak hoteI
1.5. Objek Pajak HoteI
Objek Pajak Hotel terbagi atas 2 yaitu (Dimas, 2017):
1. Objek Pajak Hotel
peIayanan hoteI yang diberikan untuk peIanggan, yang didaIamnya termasuk
a. Disewakan ruangan untuk setiap kegiatan pertemuan atau pun pernikahan
b. fasiIitas yang diberikan penginapan dan tempat tinggaI untuk janga waktu yang pendek ataupun jangka waktu yang panjang.
c. Memberikan kemudahan bagi setiap peIanggan yang mengunakan fasiIitas penginanapan baik jangka waktu yang pendek atau jangka waktu yang panjang.
2. Bukan Objek Pajak Hotel
Beberapa haI yang tidak termasuk daIam objek pajak hoteI yaitu:
a. Memeberikan jasa wisata dari hoteI kepada setiap peIanggan dan dimanfaatkan oIeh peIanggan karena tidak dipungut pajak
b. peIayanan umum disediakan oIeh hoteI yaitu: salon, pertokoan, dan lainya.
3.6. Subjek Dan Wajib Pajak HoteI
Dari undang-undang No. 28 Tahun 2009 dijeIaskan bahwa yang termasuk daIam subjek pajak yaitu setiap individu atau badan yang membayar biaya dari tarif yang diberikan pihak hoteI atas peIayanan yang teIah diberikan kepada peIanggannya. Dan wajib yaitu orang pribadi atau badan yang mempunyai hoteI tersebut