• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Interpersonal yang Efektif

Dalam dokumen Pelajari tentang Komunikasi Antarpribadi (Halaman 44-49)

Bagian 1: Komunikasi Interpersonal

H. Hubungan Interpersonal yang Efektif

Komunikasi Interpersonal dikatakan efektif apabila pe- san diterima dan dimengerti sebagaimana yang dimaksud oleh pengirim pesan , pesan ditindaklanjuti dengan sebuah perbuatan secara sukarela oleh penerima pesan, dan dapat meningkatkan kualitas hubungan antarpribadi, dan tidak ada hambatan untuk hal itu. Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa komunikasi interpersonal dikatakan efektif , apabila memenuhi tiga persyaratan utama, yaitu: (1) pesan yang dapat diterima dan dipahami oleh komunikan sebagaimana dimaksud oleh komunikator (2) ditindaklan- juti dengan perbuatan secara sukarela (3) meningkatkan ku- alitas hubungan antarpribadi.

Adapun menurut Komar (2000) efektifitas komunikasi antarpribadi mempunyai lima ciri, sebagai berikut20:

20Wiryanto, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: PT. Grasindo, 2008),hal. 36.

Bagian 1: Komunikasi Interpersonal 1. Keterbukaan/Openess. Kemauan menanggapi de-ngan senang hati informasi yang diterima di dalam meng- hadapi hubungan antarpribadi.

2. Empaty/Empaty. Merasakan apa yang dirasakan orang lain.

3. Dukungan/Supportiveness. Situasi yang terbuka un- tuk mendukung komunikasi berlangsung secara efek- tif.

4. Rasa positif/Positiviness. Seseorang harus memiliki perasaan positif terhadap dirinya, mendorong orang lain lebih aktif berpartisipasi, dan menciptakan situasi komunikasi kondusif untuk interaksi yang efektif.

5. Kesetaraan/Equality. Pengakuan secara diam-diam bahwa kedua belah pihak menghargai, berguna, dan mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbang- kan.

Keefektifan komunikasi interpersonal dapat pula dijelas- kan dari perspektif The 5 Inevitable Laws of Effective Com- munication atau lima hukum komunikasi efektif. Lima hu- kum itu meliputi21:

1. Respect

Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi interpersonal yang efektif adalah respect, ialah sikap meng- hargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang disampaikan. Rasa hormat dan saling menghargai meru- pakan hukum yang pertama dalam berkomunikasi dengan orang lain. Ingatlah bahwa pada prisipnya manusia ingin di- hargai dan dianggap penting. Bahkan jika harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaan seseorang.

21 Suranto AW. Komunikasi Interpersonal, (Yogjakarta: Graha Ilmu, 2010), hal. 82-84.

Jika komunikasi dibangun dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka akan terbangun kerja- sama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan kualitas hubungan antar manusia.

2. Empathy

Empathy (empati) adalah kemampuan untuk menempat- kan diri pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain.

3. Audible

Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti harus mende- ngar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan ba- lik dengan baik, maka audible berarti pesan yang disampai- kan dapat diterima oleh penerima pesan.

4. Clarity

Selain bahwa pesan harus dimengerti dengan baik,maka hukum ke empat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi in- terpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan.Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparasi.

5. Humble

Hukum kelima dalam membangun komunikasi interper- sonal yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini meru- pakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang dimiliki.

Bagian 1: Komunikasi Interpersonal Jika komunikasi yang dibangun didasarkan pada lima hukum pokok komunikasi yang efektif ini, maka dapat men- jadi seorang komunikator yang handal, dapat menyampai- kan pesan dengan cara yang sesuai dengan keadaan komu- nikan. Komunikasi yang tidak mempertimbangkan keadaan komunikan, akan menghasilkan komunikasi yang arogan, satu arah, dan seringkali menjengkelkan orang lain.

I. Faktor-Faktor Menumbuhkan Komunikasi Interpersonal

1. Percaya (Trust)

Dari berbagai faktor yang paling memengaruhi komuni- kasi antarpribadi adalah faktor kepercayaan. Apabila antara suami dan istri memiliki rasa saling percaya maka akan ter- bina saling pengertian sehingga terbentuk sikap saling ter- buka, saling mengisi, saling mengerti dan terhindar dari ke- salahpahaman. Sejak tahap perkenalan dan tahap peneguh- an, kepercayaan menentukan efektivitas komunikasi.

Ada tiga faktor utama yang menumbuhkan sikap percaya yaitu:

a. Menerima, adalah kemampuan berhubungan dengan orang lain tanpa menilai dan tanpa berusaha mengen- dalikannya. Sikap menerima tidak semudah yang di- katakan. Kita selalu cenderung menilai dan sukar me- nerima. Akibatnya, hubungan interpersonal tidak da- pat berlangsung seperti yang diharapkan.

b. Empati, hal ini dianggap sebagai memahami orang la- in yang tidak mempunyai arti emosional bagi kita.

c. Kejujuran, menyebabkan perilaku kita dapat diduga.

Ini mendorong orang lain untuk dapat percaya pada kita. Dalam proses komunikasi interpersonal pada pa- sangan suami istri, kejujuran dalam berkomunikasi amatlah penting.

Menurut psikologi humanistik, pemahaman interper- sonal terjadi melalui self disclousure, feedback, dan sensiti- vity to the disclousure of other. Kesalahpahaman dan keti- dakpuasan dalam suatu jalinan antarpribadi diakibatkan oleh ketidakjujuran, tidak adanya keselarasan antara tindak- an dan perasaan, serta terhambatnya pengungkapan diri.

2. Sikap Suportif

Adalah sikap yang mengurangi sikap defensif dalam ber- komunikasi yang dapat terjadi karena faktor-faktor personal seperti ketakutan, kecemasan, dan lain sebagainya yang me- nyebabkan komunikasi interpersonal gagal, karena orang defensif akan lebih banyak melindungi diri dari ancaman yang ditanggapinya dalam komunikasi dibandingkan mema- hami pesan orang lain.

3. Sikap Terbuka

Sikap ini amat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal yang efektif. Dengan komunikasi yang terbuka diharapkan tidak akan ada hal-hal yang tertu- tup, sehingga apa yang ada pada diri suami juga diketahui oleh istri, demikian sebaliknya. Dengan sikap saling percaya dan supportif, sikap terbuka mendorong timbulnya saling pengertian, saling menghargai, dan paling penting saling mengembangkan kualitas hubungan interpersonal. Walau- pun berkomunikasi merupakan salah satu kebiasaan dengan kegiatan sepanjang kehidupan, namun tidak selamanya akan memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Dalam dokumen Pelajari tentang Komunikasi Antarpribadi (Halaman 44-49)

Dokumen terkait