Komunikasi Interpersonal
Apa Itu Komunikasi Interpersonal?
Komunikasi interpersonal ini terjadi ketika seseorang (komunikator) mengirimkan rangsangan (biasanya simbol verbal) untuk mengubah perilaku orang. Komunikasi interpersonal adalah proses pemindahan informasi, pemikiran dan sikap tertentu antara dua orang atau lebih dimana pesan-pesan dipertukarkan sebagai komunikasi.
Unsur-unsur Komunikasi Interpersonal
Merujuk pada kemampuan mengkomunikasikan apa yang ingin disampaikan secara aktif, bukan dengan menarik diri atau mengalihkan tanggung jawab kepada orang lain. Efek, yaitu apa yang terjadi pada penerima setelah ia menerima pesan, misalnya tambahan pengetahuan, hiburan, perubahan sikap, perubahan keyakinan, perubahan perilaku, dan lain-lain.12.
Karakteristik Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal menempatkan kedua pihak yang berkomunikasi saling bergantung satu sama lain (interdependensi). Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal mencakup ranah emosional, sehingga terjadi saling ketergantungan emosional antar pihak yang berkomunikasi.
Fungsi dan Tujuan Komunikasi Interpersonal
Salah satu keinginan terbesar manusia adalah menjalin dan menjaga hubungan dengan orang lain. Selain itu, melalui komunikasi interpersonal, seseorang dapat memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu yang baik dan positif.
Kompetensi dan Kecakapan Komunikasi Interpersonal
Kemampuan ini membantu seseorang untuk menyadari faktor-faktor yang menciptakan situasi di mana seseorang berada. Kemampuan ini membantu seseorang untuk berperilaku menarik, khas dan dapat diterima oleh orang yang berkomunikasi dengan orang tersebut.
Bentuk-bentuk Komunikasi Interpersonal
Komunikasi dalam kelompok kecil (Small Group Communication) merupakan suatu proses komunikasi yang terjadi antara tiga orang atau lebih secara tatap muka, dimana para anggota saling berkomunikasi. Pasalnya, ada situs yang mendefinisikan komunikasi interpersonal sebagai proses komunikasi yang terjadi antara dua orang atau tatap muka.
Sifat-sifat Komunikasi interpersonal
Orang yang defensif cenderung lebih melindungi diri mereka sendiri dari ancaman yang mereka hadapi dalam situasi komunikasi dibandingkan ketika mereka memahami pesan orang lain. Komunikasi interpersonal yang positif (positif) Seseorang harus mempunyai perasaan positif terhadap dirinya sendiri, mendorong orang lain untuk berpartisipasi lebih aktif dan menciptakan situasi komunikasi yang mendorong interaksi yang efektif.
Hubungan Interpersonal yang Efektif
- Faktor-Faktor Menumbuhkan Komunikasi Interpersonal
Rasa hormat dan saling menghormati adalah hukum pertama dalam berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi yang tidak memperhatikan keadaan komunikan akan menghasilkan komunikasi yang arogan, sepihak dan sering kali mengganggu orang lain.
POLA KOMUNIKASI EFEKTIF
- Pengertian Pola Komunikasi
- Pola-pola Komunikasi
- Persamaan dan Perbedaan Bentuk Pola Komunikasi
- Komunikasi Efektif
- Fungsi dan Proses Komunikasi Efektif
Dalam proses komunikasi ini pesan yang disampaikan akan efektif apabila ada perencanaan sebelum pelaksanaan komunikasi tersebut.27. Karena pola dan model merupakan bagian dari proses komunikasi, pola komunikasi dapat disimpulkan dari proses komunikasi.
KOMUNIKASI PERSUASIF
- Komunikasi Persuasif
- Sifat dan Strategi Persuasif
- Prinsip-prinsip Persuasif
- Teori-teori Persuasif
- Tahapan Komunikasi Persuasif
- Teknik-teknik Persuasif
- Daya Tarik Pesan
Berdasarkan beberapa pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa komunikasi persuasif adalah suatu proses dimana seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya dengan simbol-simbol verbal) untuk mempengaruhi, mengubah pandangan, sikap dan perilaku orang/kelompok orang lain (komunikator). ) . ) dengan cara yang meyakinkan. Dengan komunikasi persuasif ini, orang akan menuruti keinginan komunikator, dan seolah-olah komunikator melaksanakan pesan komunikasi atas kemauannya sendiri. Komunikasi persuasif dilakukan dengan cara yang halus dan manusiawi sehingga komunikator dapat menerima dan melaksanakannya dengan sukarela sesuai dengan pesan yang disampaikan.
Effendiu menemukan bahwa: Berdasarkan rumusan AIDDA, komunikasi persuasif didahului dengan upaya membangkitkan perhatian.
BERBICARA
Berbicara
Kemampuan berbicara adalah kemampuan mengeluarkan bunyi-bunyi artikulatoris atau mengucapkan kata-kata untuk menyatakan, menyatakan, menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Termasuk hanya peralatan atau perlengkapan yang berkaitan dengan ucapan atau pendengaran suara; Non-diskriminatif dalam menghadapi dan menyikapi apa yang nyata dan apa yang diterima sebagai dalil.
Tujuan Bicara dan jenis Bicara
Berbicara untuk menghibur maksudnya pembicara menarik perhatian pendengar melalui humor, spontanitas, cerita lucu, petualangan dan lain sebagainya sehingga menimbulkan suasana ceria dalam diri pendengar. Berbicara untuk mendengarkan memerlukan pembicara yang berwibawa, sebagai panutan atau idola di masyarakat.
Keterampilan Berbicara
Sebuah kalimat, betapapun kecilnya, mempunyai struktur dasar yang saling berhubungan sehingga dapat mengungkapkan suatu makna. Kefasihan pada hakikatnya adalah keterampilan menghasilkan aliran sistem bunyi artikulatoris untuk menyampaikan hasrat, kebutuhan, perasaan, dan hasrat kepada orang lain. Dapat dikatakan bahwa berbicara adalah suatu sistem tanda yang dapat didengar (audible) dan terlihat (visible), yang menggunakan sejumlah otot pada tubuh manusia untuk maksud dan tujuan gagasan atau gagasan yang dipadukan.
Berbicara merupakan suatu bentuk perilaku manusia yang memanfaatkan faktor fisik, psikologis, neurologis, semantik, dan linguistik.
Ciri-Ciri Keterampilan Berbicara
Pikiran merupakan kekuatan utama yang menggerakkan perasaan dan perkataan seseorang ketika berbicara di depan.
Tujuan Keterampilan Berbicara
Keterampilan ini memerlukan pengetahuan tentang apa yang harus dikatakan, bagaimana mengatakannya, dan kapan mengatakannya. Berbicara pada dasarnya merupakan keterampilan berbahasa produktif yang melibatkan aspek linguistik dan nonlinguistik. yang mencakup aspek kebahasaan adalah pengucapan, intonasi dan penggunaan kosa kata atau frasa. Sedangkan ekspresi nonlinguistik atau ekspresi wajah. Aspek aktivitas berbicara ini merupakan indikator yang digunakan sebagai penilaian dalam evaluasi pidato.
Penempatan intonasi yang benar menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan bercerita, bahkan menjadi salah satu faktor penentu keefektifan narasi.
Cara Meningkatkan Keterampilan Berbicara
Ketika seseorang sedang gugup, mereka cenderung berbicara dengan cepat, hal ini tidak baik jika orang ingin memahami apa yang dijelaskan. Pendengar sangat membutuhkan istirahat sementara untuk memproses apa yang disampaikan pembicara. Salah satu hal tersulit yang dapat dilakukan seseorang ketika berbicara di depan umum adalah melakukan kontak mata dengan audiens.
Persiapan mental untuk berbicara tergantung pada kematangan otak, khususnya bagian otak asosiatif.
Hambatan-Hambatan Dalam Kemampuan Berbicara
Misalnya ketika Anda sudah mempunyai keyakinan bahwa Anda tidak mampu berbicara di depan kelas, hal itu akan benar-benar terjadi. Keyakinan yang dipegang teguh dalam kurun waktu yang lama akan membentuk apa yang disebut dengan konsep diri. Maka untuk mengatasi rasa gugup tersebut, cari tahu hal-hal yang Anda khawatirkan saat berada di depan kelas.
Setelah Anda mengetahui apa yang Anda khawatirkan, Anda pasti dapat menemukan cara Anda sendiri untuk mengatasi perasaan gugup.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Keterampilan Berbicara
- Berbicara dengan Bahasa Tubuh
Komunikasi nonverbal adalah proses penyampaian pesan melalui gerakan tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, penggunaan benda seperti pakaian, potongan rambut, dan lain-lain, simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosional. . gaya, ucapan dan bahasa tubuh dengan orang lain. Komunikasi nonverbal di sini mempunyai fungsi menyampaikan pesan apabila tidak menggunakan bahasa verbal. Dapat disimpulkan bahwa bagian-bagian tubuh yang dijelaskan di atas mempunyai bahasa tubuh tersendiri ketika berkomunikasi.
Biasanya bagian tubuh yang kita komunikasikan ini mengikuti lawan bicara kita dan sangat sering digunakan saat berkomunikasi.
KOMUNIKASI PUBLIK
- Komunikasi Publik
- Karakteristik Komunikasi Publik
- Persiapan Berbicara di Depan Umum
- Tindak Tutur
- Kontak Mata, Vokalik, Ketepatan dan Perencanaan
- Keberanian Berbicara
- Model Komunikasi One Way Communication
- Model Komunikasi Satu Arah
Bukan hanya saat berbicara di depan umum, namun dalam kehidupan sehari-hari pun harus berpikir positif. Seorang public speaker dengan perannya mempengaruhi dan memberikan manfaat kepada pendengarnya harus tampil persuasif. Berbekal ilmu, pengalaman, latihan dan semangat yang tiada habisnya, Anda akan mampu menjadi seorang pembicara publik.
Bergabung dengan komunitas public speaking atau kursus public speaking merupakan salah satu hal yang patut Anda pertimbangkan jika ingin meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.
PIDATO
- Pidato
- Jenis Pidato
- Teknik Berpidato
- Prinsip 3V (Vokal, Verbal dan Visual)
- Langkah-Langkah Efektif Terampil Berpidato
Menghadirkan hal-hal yang mengejutkan dalam sebuah pidato berarti menciptakan hubungan-hubungan baru dan menarik antar realitas yang tidak terlihat dalam situasi biasa. Hal-hal yang mengejutkan dapat membangkitkan kegembiraan yang menarik dan keingintahuan yang besar, namun hal tersebut tidak dimaksudkan untuk menjadi sensasional. Di bawah ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan seseorang saat berpidato. sebuah latihan.
Apa yang tertulis di kertas itu hendaknya hanya kata-kata kunci dan waktu yang digunakan untuk menyampaikan apa yang tertulis di kertas kecil itu.
ETIKA DAN KEPRIBADIAN BERKOMUNIKASI
- Hakikat Etika
- Etiket
- Etika dalam Konteks Komunikasi
- Kepribadian
- Introvert
- Ekstrovert
- Tipe Kepribadian Introvert dan Ekstrovert
Pada akhirnya mereka menjadi orang yang memahami diri sendiri, mempunyai pendapat yang kuat, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain dan mengetahui apa tujuan hidupnya. Mereka juga merupakan orang-orang yang lebih memilih berada dalam kondisi sunyi atau sepi, dibandingkan di tempat keramaian. Orang introvert terutama dipengaruhi oleh dunia subjektif, yaitu dunia di dalam dirinya.
Ekstrovert intuitif adalah orang yang selalu mencari hal-hal baru, mereka sangat pandai dalam mempromosikan hal-hal baru.
THE SHOW AND PERFORMANCE
Presentasi
Kriswanto Widiawan Public speaking merupakan kemampuan yang tidak dimiliki semua orang. Banyak di antara mereka yang justru menjadi gugup, gelisah, takut, cemas, berkeringat, gemetar dan lain sebagainya saat tampil di depan umum. Alhasil, presentasinya tidak hanya gagal, namun penonton juga akan merasa malu karena penampilan di depannya yang buruk.
Sebab rasa percaya diri sangat bermanfaat dalam menjalankan berbagai aktivitas, terutama bagi mereka yang ingin tampil di depan publik.
Teknik Penguasaan Pesan
Oleh karena itu, rasa percaya diri merupakan keyakinan seseorang bahwa dirinya mampu mengatasi rasa takut ketika menghadapi berbagai situasi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa teknik Message Mastery adalah kemampuan seseorang dalam memahami materi atau konsep ketika berbicara, baik lisan maupun tulisan. Tujuan penguasaan pesan adalah agar seseorang (komunikator) dapat lebih mudah menyampaikan pesan lisan kepada orang yang berkomunikasi.
Teknik Penyampaian Pesan
Sebagai seorang pembicara, sebaiknya Anda mempersiapkan pidato pembuka dalam presentasi dengan baik dan hati-hati. Setiap orang dapat memberikan presentasi yang baik jika mereka mengetahui dan mempraktikkan tiga prinsip presentasi (kita menyebutnya tiga pilar presentasi atau trisilla presentasi). Walaupun pembicara mendominasi pembicaraan, namun ia harus mendengarkan pesan-pesan yang disampaikan oleh pendengarnya dalam bentuk kata-kata atau isyarat lainnya. baik dalam bentuk kata maupun bukan kata).
Namun ketika kita tampil di hadapan banyak orang, kita hanya bisa berbicara dengan kata-kata yang diucapkan.
Pendukung Keberhasilan dalam Presentasi
Hindari berbicara terlalu cepat, salah satu caranya adalah dengan menggunakan jeda yang tepat karena suara yang kita getarkan akan masuk/menyentuh telinga pendengar. Buka pidato dengan mengajukan pertanyaan yang akan membuat audiens mengangkat tangan atau tidak. Berapa banyak dari Anda yang secara aktif menjadi sukarelawan di setiap kesempatan untuk memberikan presentasi?” [Sekali lagi, hampir tidak ada orang yang mengangkat tangan.].
Tentunya dalam menggunakan humor harus diingat, harus bisa menggunakannya dengan tepat.
Teknik Penutupan Presentasi
Menyelesaikan pendidikan S1 Keperawatan dan Keperawatan Profesi di STIKES Muhammadiyah Banjarmasin pada tahun 2009, S2 Keperawatan Gawat Darurat di Pro-. Bekerja sebagai dosen di Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin pada tahun 2014 hingga sekarang. Menyelesaikan pendidikan S1 Keperawatan dari STIKES Muhammadiyah Banjarmasin pada tahun 2012 dan selanjutnya menyelesaikan program Pascasarjana Keperawatan dengan spesialisasi.
Aktif mengajar sejak tahun 2017 hingga saat ini, dan merupakan dosen tetap di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan.