• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hukum Dakwah

Dalam dokumen PDF repository.metrouniv.ac.id (Halaman 30-37)

BAB II LANDASAN TEORI

A. Dakwah

2. Hukum Dakwah

Dakwah sangat penting dalam Islam, banyak ayat Al-Qur’an maupun teks hadist Nabi SAW yang menguraikan tentang dakwah Islam.

Diantara ayat-ayat dakwah yang menyatakan kewajiban dakwah secara tegas sebagai berikut.

a.

QS. An-Nahl : 125















































Artinya :”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.5

Ayat diatas terdapat kata ud’u artinya seruan dan ajakan, adalah fi’il amr menurut kaidah ushul fiqh yaitu perintah dan setiap perintah wajib atau harus dilaksanakan selama tidak ada dalil lain yang memalingkannya dari kewajiban. Sehingga melaksanakan dakwah hukumnya wajib karena tidak ada dalil-dalil lain yang memalinhkannya dari kewajiban itu, dan hal ini deisepakati oleh para ulama.

5 Departemen RI, Al Qur’an dan Terjemahnya Al-Jumanatul Ali (Bandung: CV Penerbit J-ART, 2004), h. 281.

b.

QS. Ali Imran : 104































Artinya :” Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung..”

Pada ayat ini Allah memerintahkan orang mukmin agar mengajak manusia kepada kebaikan, menyuruh perbuatan makruf, dan mencegah perbuatan mungkar, dan hendaklah di antara kamu, orang mukmin, ada segolongan orang yang secara terus-menerus menyuruh (berbuat) yang makruf yaitu akhlak, perilaku dan nilai-nilai luhur dan adat istiadat yang berkembang di masyarakat yang tidak bertentangan dengan nilai agama, dan mencegah dari yang mungkar, yaitu sesuatu yan dipandang buruk dan diingkari oleh akal sehat.

c.

QS. Al-Ahzab : 45-46































Artinya :”Hai Nabi, Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk Jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, Dan untuk Jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk Jadi cahaya yang menerangi”.6

6 Departemen RI, Al Qur'an dan Terjemahannya Al-Jumanatul Ali, h. 424.

Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad diutus oleh Allah kepada seluruh umat manusia untuk menjadi saksi kebenaran agama Islam dan agama dan agama yang dibawa oleh para rasul sebelumnya, pembawa kabar gembira bagi mereka yang beriman kepada Allah dan rasulnya serta beramal sholeh, dan pemberi peringatan kepada orang- orang yang tidak menerima ajaran Allah, dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izinnya, agar manusia meninggal keatilan, dan kami juga mengutusmu sebagai cahaya yang menerangi jalan hidup manusia.

d.

QS. Ali Imran : 110

















































Artinya:”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”7.

Setelah Allah menjelaskan kewajiban berdakwah bagi umat Islam dan menjaga persatuan dan kesatuan, maka dalam ayat ini dijelaskan bahwa kewajiban tersebut dikarenakan umat Islam

7 Departemen RI, Al Qur'an dan Terjemahannya Al-Jumanatul Ali, h. 64.

adalah umat terbaik dan paling utama di sisi Allah yang dilahirkan, yaitu ditampakkan untuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman, karena kami menyuruh berbuat yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah dengan iman yang benar, sehingga kalian menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya serta beriman kepa rasullnya. Itulah tiga factor yang menjadi sebab umat Islam mendapat julukan umat terbaik

e.

QS. Al-Qashash : 56





























.

Artinya :”Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”.8

Ayat ini menjelaskan bahwa hidayah yang mengantarkan seseorang menerima dan melaksakan tuntunan Allah bukanlah wewenang manusia, atau dalam batas kemampuannya, tetapi semata-mata wewenang dan hal prerogatif Allah. Para ulama tafsir menyepakati bahwa ayat ini turun dilatar belakangi oleh kisah paman Nabi Muhammad SAW, Abu Thalib saat menjelang wafatnya. Bahwa Nabi Muhammad SAW telah melakukan ikhtiar berdakwah kepada Abu Thalib dengan

8 Departemen RI, Al Qur'an dan Terjemahannya Al-Jumanatul Ali, h. 424.

maksimal. Namun, takdir Allah menetapkan Abu Thalib wafay dengan tetap memeluk agama nenek moyangnya.

Nabi Muhammad SAW. menyatakan bahwa semua usaha untuk mengarahkan manusia kepada kebaikan bernilai paling tinggi dari apapun.9 Beberapa hadis berikut menjadi dasar pentingnya dakwah:

a. Hadis Anas bin Malik

ِساهنلا ْنِم هنِإ َمهلَسَو ِهْيَلَع ُ هاللَّ ىهلَص ِ هاللَّ ُلوُسَر َلاَق َلاَق ٍكِلاَم ِنْب ِسَنَأ ْنَع ِااَ َم ِساهنلا ْنِم هنِإَو رِّ هللِل َييِلاَ َم ِ ْيَ ْلِل َييِااَ َم ِ ْيَ ْلِل َييِلاَ َم رِّ هللِل َيي

َييِااَ َم ُ هاللَّ َلَعَج ْنَمِل ٌلْيَوَو ِهْيَدَي ىَلَع ِ ْيَ ْلا َييِااَ َم ُ هاللَّ َلَعَج ْنَمِل ىَبوُطَف ِهْيَدَي ىَلَع رِّ هللا

Anas bin Malik berkata, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya”. (HR Ibnu Majah).10

Hadis ini menjelaskan bahwa peran seorang dai sangatlah penting dalam mengajak seluruh umat menuju kebaikan dan menutup pintu kejelekan. Kaitannya hadis ini dengan penelitian saat ini yaitu dakwah yang disampaikan seorang dai dalam mengajak seluruh umat menuju kebaikan dan menutup pintu kejelekan dapat melalui kegiatan pencak silat dengan menanmkan nilai-nilai keislaman.

9 Chatib Saefullah, Kompilasi Hadis Dakwah (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2018), h. 4.

10 Ibid, h. 5.

b. Hadis Abu Hurairah

َلاَق مهلَسَو ِهْيَلَع ُاللَّ ىهلَص اللَّ َل ْوُسَر هنَأ ُهْنَع اللَّ َ ِ َر َ َ ْيَ ُ ِبَأ ْنَعَو َكِلذ ُصُقْنَي َلَ ُهَعِبَا ْنَم ِروُجُأ ُلْثِم ِ ْجَ ْلْا َنِم ُهَل َناَك ىًدُ ىَلِإ اَعَد ْنَم ىَلِإ اَعَد ْنَمَو ًائْيَش مِ ِروُجُأ ْنِم َناَك ٍ َلَ َ

ْنَم ِماَثآ ُلْثِم ِمْثِ ْلْا َنِم ِهْيَلَع

ًائْيَش ْمِ ِماَثآ ْنِم َكِلذ ُصُقْنَي َلَ ُهَعِبَا

Dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah SAW telah bersabda: “Barangsiapa mengajak kepada kebaikan maka ia akan mendapat pahala sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.

Sebalikya, barang siapa mengajak kepada kesesatan maka ia kan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun’ (H.R Muslim dan H.R Abu Daud).

Hadis ini menjelaskan bahwa peran dai dalam mengajak kepada kebaikan untuk seluruh umat sangatlah penting.

Kaitannya hadis ini dengan penelitian saat ini yaitu mengajak seseorang dalam kebaikan dapat melalui dakwah yang di sampaikan dalam kegiatan pencak silat yang menanamkan nilai- nilai islam.

c. Hadis Sa’id bin Abu Burdah

ىهلَص ِ هاللَّ ُلوُسَر ِنَثَعَب َلاَق ِهيِبَأ ْنَع َ َدْ ُب وُبَأ اَنَثهدَح َ َدْ ُب ِبَأ ِنْب ِديِعَس ْنَع ْدا َلاَقَف ِنَمَيْلا ىَلِإ اًذاَعُمَو َمهلَسَو ِهْيَلَع ُ هاللَّ

اَ رِّسَيَو اَ رِّ َنُا َلََو اَ رِّلَبَو َساهنلا اَوُع

اَ رِّسَعُا َلََو

Dari Sa'id bin Abu Burdah telah menceritakan kepada kami Abu Burdah dari ayahnya dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengutusku bersama Mu'adz ke negeri Yaman, beliau bersabda: "Serulah manusia dan berilah kabar gembira, jangan kamu buat mereka lari, mudahkan semua urusan dan jangan kamu persulit….." (HR. Muslim).

Hadis ini menjelaskan bahwa seorang dai bertugas untuk mengajak atau menyeru dalam kebaikan. Kaitannya hadis ini dengan penelitian saat ini yaitu mengajak atau menyeru

seseorang dapat melalui dakwah dalam kegiatan pencak silat yang menanamkan nilai-nilai islam.

Dalam hadis-hadis tersebut, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyatakan bahwa peran terbaik yang dimainkan seseorang dalam kehidupan sosial adalah dai yang menjadi kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan karena hanya kebaikan yang akan membahagiakan kehidupan manusia. Sebaliknya, semua keburukan akan menyengsarakan kehidupan manusia. Orang yang melakukan dakwah digambarkan oleh Nabi Saw, sebagai orang yang paling baik dan dijanjikan akan mendapat kebaikan dari usahanya sendiri ditambah dengan kebaikan orang yang mengikutinya.11

Dari uraian beberapa ayat Al-Qur’an dan Hadis diatas menyuruh umat muslim da muslimat untuk berdakwah. Menurut kebanyakan ulama secara umum hokum dakwah adalah fardu kifayah, artinya apabila telah dilakuka oleh sekelompok orang, beban kewajiban itu gugur dari yang lain. Menurut penulis hokum dakwah adalah fardu ‘ain agar setiap muslim berbuat, menegakkan dan menyampaikan kebenaran. Karena dakwah juga merupakan kewajiban bagi setiap muslim untuk menyampaikan risalah baik yang ada dalam Al-Qur’an dan Hadis.

11 Chatib Saefullah, Kompilasi Hadis Dakwah, h. 6-7.

3. Unsur-unsur Dakwah

Dalam dokumen PDF repository.metrouniv.ac.id (Halaman 30-37)

Dokumen terkait