• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada bab sebelumnya peneliti telah memaparkan paparan data dan temuan yang penelititemukan dilokasi

penelitian.PadababIIIpenelitiiniakanmenganalisisberbagai datadantemuanadasecarateoritikdenganteori-teoriyang sudahpenelitisampaikanpadakajianteori.Adapunhal-halyang akanmenjadibahankajiananalisisdaripenelitipadababini adalah:1.BagaimanaCaraMelatihKemandirianDalam Aktifitas SholatPadaAnakAutisDenganTekhnikModellingDiYayasan TamanBintangEducareMataram.2.ApaSajaKendalaDan SolusiDalam MelatihKemandirianDalam AktifitasSholatPada Anak Autis Dengan Tekhnik Modelling DiYayasan Taman BintangEducareMataram.

A.MelatihKemandirianDalam AktifitasSholatPadaAnakAutis DenganTekhnikModellingDiYayasanTamanBintangEducare Mataram

Dalam melakukanterapitingkahlakuterapisberfungsi secarakhassebagaiguru,pengarah,danahlidalam melakukan tingkahlakuyangmaladaptivedandalam menentukantekhnik- tekhnikpenyembuhanyangdiharapkan,mengarahpadatingkah yangbaruadjustif.60

Bedasarkanhasilwawancaradanobservasidijelaskan bahwaPelaksanaanterapibehaviordengatekhnikmodellingdi yayasantamanbintangeducarepadadasarnyaperananguru

60GeraldCorey,TeoriDanPraktikKonselingDanPsikoterapi,(Bandung:Refrika Aditma,2009),hlm.202

atauterapissangatpenting.Karenaguruatauterapismenjadi percontohan pertama kaliketika disekolah,selain itu juga menjadipengaruh,pendiagnosatingkahlakuyangmenyimpang.

Denganjumlahenam guruduaterapiskemudianyangaktif melatih kemandirian dalam aktifitassholathanya tiga guru, dirasa kurang mampu dalam melatih kemandirian aktifitas sholat dalam mencontohkan gerakan-gerakan sholat,jika idealnya satu anak satu guru memberikan imitasi atau percontohan dalam melaksanakan sholatberjamaah (sholat duha),denganketerbatasanSDM,satugurubisamengampu2 anak.

Autisadalahgangguanneurobiologisyangberatdalam kehidupan yang panjang,yang dapatmenggganggu perilaku anak,interaksisosial,komunikasibahasa,gangguanemosidan persepsisensori,dan aspekmotoriknya,biasanya gejalanya akanmunculpadausiasebelum3tahun.61

Bedasarkam hasilwawancaradanobservasidijelaskan bahwaanakautisiniadalahanakyangmengalamigangguan pada aspek-aspekperilaku,gangguan pada komunikasidan bahasa,gangguanmotorik,danadaanakyang kurang bisa berinteraksidengan lingkunganya,cenderung asik dengan

61JokoYuwono,MemahamiAnakAutistik(KajianTeoritikDanEmpirik), (Alfabeta:2012),hlm.24-26

dunianyasendiri,sehinggadalam melakukansholatberjamaah (sholatduha)perkembanganyaterganggudankesulitan.Oleh karenaitudalam mendorongkemandirianyadalam melakukan gerakan-gerakansholatperluadanyapercontohanataubantuan dariguru dan terapisdan mendorong kemandirianya dalam melakukangerakan-gerakansholatbiasanyadilakukanketika sholatsendiri.

Bedasarkantemuanyangdidapatkandilapangan,dalam pelaksanaanyauntukmelatihkemandiriandalam aktifitassholat padaanakautisdiYayasanTamanBintangEducarelangkah awalyangdilakukanpertamakaliketikasiswaditerimaadalah:

1.Assessment inidilakukan oleh guru terapis dan guru akademik untuk menelaah aspek perilaku,aspek emosi, aspek sensorik, aspek motoric, aspek sosial, aspek kemandiriandanaspekakademik.Selainituterapisdanguru team assessmentmewawancaraiwaliatauorangtuasiswa dalam wawancara ini guru menanyakan beberapa pertanyaan-pertanyaankepadaorangtuaanak,apakahanak ibumemilikirasatertarikpadaanaklain?,apakahanakibu pernahmenunjuksesuatuketkatertarik?,apakahanakibu menatapandalebihdari1-2detik?,kemudiansetelahituanak diberikan permainan-permainan dan menunjukkan permainan tersebutkepada anak dan melihatresponya.

Tujuanyaadalahuntukmengetahuilebihmendalam tentang karakteristikanak,termasukkategoriautisringan,autisberat, ataukomplikasi.

2.Pelaksanaantekhnikmodelling

Teknikmodellingmerupakanbelajarmelaluiobservasi denganmenambahkanataumengurangitingkahlakuyang teramati,menggenalisirberbagaipengamatan sekaligus, melibatkanproseskognitif.62

Adatigamacam penokohanyaitu:penokohannyata seperti:terapis,guru,anggota keluarga,atau penokohan yang dikagumidijadikan modeloleh konseli.Penokohan simbolikseperti:tokohyangdilihatmelaluifilm,videoatau media lainya.Penokohan ganda seperti:terjadidalam kelompok, seorang anggota mengubah sikap dan mempelajarisikap baru setelah mengamatianggota lain dalam kelompoknya.Sikapiniadalahsalahsatudariefek yangdiperolehsecaratidaklangsungpadaseseorangyang mengikutiterapikelompok.63

Bedasarkan wawancara dan observasidiyayasan taman bintang educare mataram.Melatih kemandirian

62Gantikakomalasari,“TeoriDanTeknikKinseling”,(Jakarta:PTIndeks,2011), hlm.176.

63Gunarsa,D.Singgih,“KonselingDanPsikoterapi”,(Jakarta:BPKGunungMulia, 1996),hlm.221

dalam aktifitas sholatpada anak autis,dalam melatih gerakan-gerakan sholatnya yang digunakan tekhnik modelling.Tekhnikmodellingyangdigunakanadaduatipe yaitu tekhnik modelling langsung (live modelling)dalam pelaksanaanyaguruatauterapismemberikanpercontohan langsungdidepananakautissetiapharinyasaatmelakukan sholatdandiawasidaridepanyamaupunbelakangnyaoleh gurunya.Modellingsimbolikdalam pelaksanaanyaguruatau terapis memberikan percontohan melaluivideo gerakan- gerakandalam sholat.

Dalam melaksanakantekhnikmodellinglangsungdan tekhnikmodellingsimbolikguru/terapidiYayasanTaman BintangEducarejugamenggunakanbeberapatahapanyaitu:

1.Perhatian

Perhatianyaitudimanaguruharusmemberiperhatian padaanakketikaanakbarudatangsebelum anakmelakukan sholatduha.Perilakuyangdiperhatikanharusmenghasilkan dampakyanghasilkanmelaluiolehpancaindrasehingga dapatmemberikanmanfaatyanglebihbaikbagianakautis.

Anakautisbiasanyasusahdalam berkomunikasi,lebihasyik denganterhadapapayangmembuatnyatertarik,sehingga anak susah sekaliuntuk fokus.Dimana guru sangat

berusaha membuat anak tetap fokus. Di sini anak diusahakan untuk tetap fokus terhadap instruksiyang diberikan.Dalam melatihkefokusananaksaatdatangke sekolah,sebelum anakmelakukansholatduhaanakakan disuruhberdoaterlebihdahuludenganmenirukanapayang dibicarakan oleh guru/terapis.Guru/terapis memberikan pertanyaandenganmembangunrapportseperti:(selamat pagi,tadidiantarpakekapakesekolah,diantarsamasiapa, sudahsarapanbelum).Setelahitu,jikaanakbisamerespon dikitsedikitbarumemberikantahapanyangberikutnya.

2.Tahappemberianstimulus

Tahapanpemberianstimulus,yaituperilakuyangingin diajarkanpadaanakautis.Padatekhnikmodellinglangsung (livemodel),setelahanaksudahdiarahkanperhatianyadan mampufokusdengangurunya,kemudiangurumengajarkan gerakan-gerakansholatpdaanakautissehinggaanakautis bisamenirugerakanyangdiberikanolehgurunya,disini anak bisa dibantu/didamping langsung oleh guru yang mengajarkansholatsehinggasedikitmudahanakuntukbisa menirukangerakan-gerakansholatyangdiajarkan.Setelah ituketahappeniruantingkahlakumodel,yaitubagaimana melakuknya,apa yang harus dikerjakan? Apakah sudah benar? Pada tahap iniguru melihatapakah komponen-

komponensuatuurutanperilakutelahdikuasiolehanak.

Agarseseorangdapatmemproduksiperilakumodeldengan lancerdanmahir,diperlkanlatihanberulangkalidanumpan balik terhadap aspek-aspek yang salah menghindarkan perilakukelirutersebutberkembangmenjadikebiasaanyang tidakdiinginkan.

3.Tahappenguatan

Tahap penguatan diberikan ke anak autis berupa terimakasih,bagus,anakpintar,dansalam.Terdapatada empatfaseatauprosesdalam membentukperilakumelalui modelling:

a.Faseperhatian

Fase perhatian yaitu proses yang memberikansuatuperhatianpadasuatumodel. Pada umumnya individu akan memberikan perhatian yang menarik, supaya berhasil menimbulkankemauansendiri

b.Faseretensi

Fase retensiyaitu memberikan kesempatan individuterhadapresponya.Prosesfaseretensi dapatmelibatkan penyimpanan aktif,apa yang

diperoleh dari memorinya, oleh karena itu pentingnyaperanankata-kata,nama-nama,atau bayangan yang kuat yang dikaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dimodelkan dalam memperlajariuntukmengingatkanperilaku.

c.Faseproduksi/percontohan

Fase produksiyaitu mengizinkan model untuk melihatapakah komponen suatu urutan perilaku telah dikuasiatau belum.Kekurangan penampilaninibisadilihatsaatindividudisuruh menampilaknperilakunya.Disiniperlunyaumpan balikterhadappenguasaanperilaku,umpanbalik disinitidakberfungsisebagaihukumanakantetapi untuk memperbaikiperilaku yang diharapkan.

Umpanbalikdapatditunjukanterhapadperilaku yangbenarataumungkinpadaperilakuyangsalah.

d. Fasemotivasi/penguatan

Pada fase motivasi ini dimana guru memberimotivasikepadaanakagarsaatbelajar menjadisemangat.Penguatan tersebut dapat berupabendayangdisukaiatausesuatuyang menyenangkanyangakanmendoronganakuntuk

melakukanyalagi.64

Berdasarkanhasilpenelitianyangdidapatkan dilapangan,terapisdangurumemilikibeberapacara untukmelatihkemandiriandalam aktifitassholatbagi anak autis,dimana guru mencontohkan gerakan- gerakansholatnya.

B.Apa Saja Kendala Dan SolusiDalam Melatih Kemandirian Dalam Aktifitas SholatUntuk Anak Autis Dengan Tekhnik ModellingDiYayasanTamanBintangEducareMataram

Setiapmelatihkemandiriandalam aktifitassholatuntuk anakautis,pastiadahambatanyangdihadapikarenadimana kitaketahuibahwaanak-anakautisdisanaberbedakarakternya.

Bedasarkandarihal-halyangsudahpenelitijelaskandiatas makapenelitiakanuraikanapasajakendaladansolusiyang dihadapiguruyayasantamanbintangeducaremataram dalam melatihkemandiriandalam aktifitaassholatpadaanakautis dengantekhnikmodelling.Dankendalayangdihadapiyaitu:

1.Waktuyangterbatas

Yangmenjadikendalaketikagurumelakukankegiatan sholatduhasetiapharinyadanbergabungdengansemua

64Purwanta,ModifikasiPerilaku(AlternativePenangananAnakBerkhebutuhan Khusus),(Jakarta:PustakaPelajar),hlm30-31

siswanormalmaupuntidaknormaladalah:

a.Tidak pokus saat diberikan contoh maupun saat diperintah

Anak-anakautissaatdiperintahuntukmelakukan sholatadaanakyangmemangsulitsaatdiperintahuntuk mengikutigerakan-gerakandalam sholat,tetapidimana disiniguruyangmengajarkansholatslalumembimbing terusagaranak-anakterbiasadalam melakukansholat walaupun memang sangatsulit,karenadimanaanak- anaknormalpadaumunyasajasulituntukmengajarkan sholat,tetapidisinitidakmembandingkananaknormal maupunanakberkhebutuhankhusumerekasama-sama dibiasakan untuk melakukan sholat walau hanya gerakanyasaja.

2.Waktuyangterbatas

Yang menjadikendala ketika melatih kemandirian dalamaktifitassholatpadaanakautisadalah:

a.Dilakukansaatsholatduha,zuhur,ashar

Dimanabahwaanak-anakautisdiyayasantaman bintangeducareprosesbelajarnyadimulaidarijam 08.00

-17.00anak-anakautishanyabisadilatihkemandirian dalam aktifitassholathanyapadasholatduha,zuhur,dan ashar

3.Anakyangseringtantrum

Yang menjadi kendala yaitu penerapan tekhnik modellinguntukmelatihkemandiriandalam aktifitassholat padaanakautisadalahadanyakarakteristikanakautisyang bebedadengananaknormalpadaumunyaseperti:

a.Tidakbisadiam

Melatihkemandiriandalam aktifitassholatpada anakautisdimanasaatprosesbelajardalam gerakan- gerakansholatadamemanganakyangtidakbisadiam saatmelakukansholat,dimanaanaktersebuttidakfokus saatdiperintahuntukmenirukangerakan-gerakansholat.

b.Sering melakukan aktifitas yang menyakititemanya sendiri

Melatihkemandiriandalam aktifitassholatpada anakautisdimanasaatprosesbelajardalam gerakan- gerakansholatadamemanganakyangseringtantrum.

Tantrum yaituanakautisyangseringmenyakititemanya sendiritanpa kita ketahuianak autis tersebutsering

memukultemanyasendiri

4.Keterbatasanguru

Yang menjadi kendala yaitu penerapan tekhnik modellinguntukmelatihkemandiriandalam aktifitassholat padaanakautisadalah:

a.Keterbatasanguruketikamelakukansholatberjamaah

Hambatan guru ketika melakukan sholat berjamaahyaitudimanaguruyangmendampingianak- anaksaatsholatberjamaahhanyatigagurudimanadi sinianak autisbergabungdengananaknormalketika melakukansholatduhaberjamaah.

Adanyafaktorpendukungteknikmodelingyang ada diYayasan Taman Bintang Educare Mataram diataranyaadalah:

1. komunikasidenganorangtuasiswa

Komunikasidenganorangtuasiswadilakukansetiap hariketika anak diantarke sekolah,orang tua memberikanmasukankegurubahwaperilakuanak

saatdirumah.Kemudiansaatanak-anakpulang,guru memberitahukeorangtuasiswabahwadisekolah anakselaludiajarkansholatagarmerekaterbiasa nantinya, anak-anak diajarkan gerakan-gerakan sholatyangsudahdidampingolehguru-gurunya, tetapianak-anakhanyabisamelakukansholatduha berjamaah,sholatzuhur,dansholatashar.Dimanadi sinigurumemberitahukeorangtuaagarmelanjutkan semuakegiatanyangkitaberikanselaluditerapkan agaranakterbiasanantinya.

Penerapan dalam melatih kemandirian dalam aktifitassholatpadaanakautisdengantekhnikmodelling dirasaefektif.Halinidapatdirasakanolehsalahsatu murid ibu mira salah satunya menyatakan selama di yayasan taman bintang educare anaknya mengalami perkembangan walaupun memang anaknya belum sepenuhnyabisasholattanpaadapengawasan,tetapi perkembangananaknyajauhlebihbaikdarisebelumnya karenasaatdirumahanaknyaselaludiajakuntuksholat agaranakterbiasaketikamelihatorangtuanyamaupun sekelilingnya sedang mengerjakan sholat. Perkembanganyaanaknyabisadilihatketikadiajakuntuk sholat anaknya lansung tergerak untuk mengikuti

gerakansholatwalaupungerakanbelumsempurna.

BABIV

PENUTUP A.Kesimpulan

Berdasarkan hasilpenelitian tentang cara melatih melatihkemandiriandalam aktifitassholatbagianakautis dapatdilakukandenganberbagaicaradiantaranya:

1.Tekhnikmodelinglangsungadalahsalahsatuteknikyang

digunakan cara melatih kemandirian dalam aktifitas sholatbagianakautisyaitu,dimanaguruadalahtokoh utama yang mencontohkan anak cara melatih kemandirian dalam gerakan-gerakan sholatnya.Yang perlu di perhatikan dalam menggunakan tekhnik modellinglangsungyaitumenekankansiswasupayabisa beradaptasidenganperilakuyangsesuaidengangayanya sendiri,Jadigurubisamengertisetiapkarakteranakautis.

Dalam mencontohkan gerakan-gerakan sholat guru sebagaimodelsangatberperanyaitudimanagurubisa mencontohkan langsung kepada anak dalam setiap gerakan-gerakansholatdenganbantuangurulainyang membimbingdibelakangnya.

2.Modellingsimbolikadalahteknikyangdigunakancara melatih kemandirian dalam aktifitassholatbagianak autis,yaitu,cara yang dilakukan guru menggunakan media bisa menggunakan gambar,dan video yang menarikanak-anakuntukbisamengikutigerakan-gerakan sholat.Adabeberapatahapandalam melakukanteknik modelingsimbolikyaitu:

a.Tahap perhatian dimana guru sebagai model membuatanakuntukfokusterhadapdirinya.

b.Tahappemberianstimulusdimanagurumemberikan stimuluskepadaanaksetelahanaksudahdiarahkan perhatianya dan bisa fokus ke gurunya,kemudian gurumengajarkangerakan-gerakansholatdananak bisadibombingolehgurulainyadibelakangnya.

c.Tahap produksi/percontohan dimana guru melihat apakah gerakan-gerakan sholatanak sudah benar atau belum, jika urutanya belum benar guru memberikanpercontohanlagisupayaperilakuyang tidakdiinginkanberkembangmenjadikebiasaan.

d.Tahap penguatan dimana guru memberikan penguatan kepada anak berupa reward seperti: memberikanucapanverbalberupaterimakasih,anak pintar,dansalam.

B.Saran

Berdasarkankesimpulandiatas,penulismenyadari keterbatasanhasilpenelitianyangdiperoleh,makapenulis perlumenunjukansaran-sarankepadaguruatauterapisdi MitraAnandasebagaiberikut:

1.Menyusun perencanaan guru/terapis dengan teknik modelingsecaraterstrukturdansistematis.

2.Berhati-hati dalam memberikan modeling terhadap anakautiskarenaanakautissekalimeniruperilakuyangdi amatiakanselaludilakukanapayangdiamatinya.

3.Agarselalumenjalinkomunikasidenganorangtuasiswa untukkeberhasilanmendorongkemandiriananak.

DAFTARPUSTAKA

Al-QodhiAbu SyuijaBin Ahmad Al-Ashfani,Fiqh Sunnah Imam Syaf’I Jakarta:FathanMediaPrima

AnggunOktaviaK,Dkk,“EfekTerapiPerilakuDenganMetodeApplied BehaviorAnalysisTerhadapKemandirianAnakAutis”,DalamJurnal. Amaliasafitridkk,internalisasinilai-nilaiislamiterhadapanakautis(study

kasuskelas5dan6SDLBdancdiSLBAl-gafffarguchanypondok gedekotabekasi),dalamjurnalstudyal-quranmembanguntradisi berfikirqur’anivol10no.2.

Desmita,PsikologiPerkembanganPesertaDidik,Bandung:PT Remaja Rosdakarya,2012

Djama’anSatoriDanAanKomariah,MetodePenelitianKualitatif,Bandung:

Alfebrata,2009

EviHasnita,TriRiskaHidayati,“TerapiOkupsiPerkembanganMotoric HalusAnakAutism”,JurnalIPTEKSTERAPAN.

Gunarsa,D.Singgih,“KonselingDanPsikoterapi”,Jakarta:BPKGunung Mulia,1996

Gantikakomalasari,“TeoriDanTeknikKinseling”,Jakarta:PTIndeks, 2011

GeraldCorey,TeoriDanPraktekKonselingDanPsikoterapi,Bandung, RefikaAdiatma,2013

Hartono Dan Soedarmadji, Psikologi Konseling Edisi Revisi, Jakarta:Kencana,2012

Imam Gunawan,MetodePenelitianKualitatif:TeoriDanPraktik,Jakarta:

BumiAksara,2016

JajaSutuje,RuwamntiWulandari,“BentukDanModelTerapiTerhadap Anak-AnakPenyandangAutisme(KeterbelakanganMental),Dalam JurnalScientiaeEducatiaVol2No.1

Joko Yuwono,MemahamiAnakAutistik,Kajian TeoritikDan Empirik, Alfabeta,2012

MohArdani,FiqiahIbadahPraktis,Jakarta:PTmuliacahya,2008

MuhammadNikmatAgungWibowo,“TeknikModelingUntukMendorong KemandirianAnakBerkebutuhanKhusus(Autis)DiSekolahLuar

Biasa Mitra Ananda Colamadu Karanganyar”,(SkripsiJurusan Bimbingan Konseling Islam Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah InstitutAgamaIslamNegeriSurakarta,2017)

Margono,PenelitianKualitatif,BandungMetode,Alfaberta,2010.

Margono,PenelitianKualitatif,BandungMetode,Alfaberta,2015.

Namoralumonggalubis,MemahamiDasar-DasarKonselingDalam Teori DanPraktik,Jakarta:Kencana,2011

NenengHasanah,“StrategiTerapisdalam MendidikKemandirianAnak AutisdiSekolahLuarBiasa(SLB)SriSoedewiMasjchkunSofwan KotaJambi”,BimbinganKonselingIslam,Vol.1,No1,Desember 2017.

Purwanta, Modifikasi Perilaku (Alternative Penanganan Anak BerkhebutuhanKhusus),Jakarta:PustakaPelajar

Risdiantohermawan,PengajaranSholatPadaAnakUsiaDiniPerspektif HaditsNabiMuhammadSAW,UniversitasIslam Negeri(UIN)Sunan KalijagaYogyakarta,Vol.23,No2,juli2018.

Samsuri,Penuntun ShalatLengkap Dengan Kumpulan Doa,Surabaya:

Apollo

Sitimumunmuniroh,“dinamikaresilensiorangtuaanakautis”,dalam jurnalpenelitianVol.7,No.2.

Susilo Rahardjo Dan Gudnanto,Pemahaman Individu TeknikNon-Tes, Jakarta:Kencana,2013.

SyamsulRizalHamid,BukuPintarAgamaIslam,PenebarSalam,1998 Saebani,MetodologiPenelitianKualitatif

Sugiyono,MetodePeneilitian KuantitatifKualitatifDan R&B,Bandung:

Alferbrata,2009

Susilo Raharjo Dan Gudnanto,Pemahaman Individu TeknikNon Tes, Jakarta:Kencana,2013

SuharsimiArikunto,ProsedurPenelitianSuatuPendekatanPraktik,Jakarta:

RinekaCipta,2010.

Timpenyusun,PendomanPenulisanSkripsiTahun,IAIN:Mataram,2018 Timpenyusun,PendomanPenulisanSkripsiTahun,IAIN:Mataram,2014 YuniRetnowati,“PolaKomunikasiOrangTuaTunggalDalam Memebentuk

KemandirianAnak”,JurnalIlmuKomunikasi,Vol.6No3,September

Dokumen terkait