• Tidak ada hasil yang ditemukan

Baiq Rizki Monita 160303078.pdf - etheses UIN Mataram

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Baiq Rizki Monita 160303078.pdf - etheses UIN Mataram"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

CARAMELATIHKEMANDIRIANDALAMAKTIFITASSHOLATBAGIANAK AUTISDENGANTEKNIKMODELLING

(StudykasusdiYayasanTamanBintangEducareMataram)

DiajukankepadaUniversitasIslam NegeriMataram UntukMelengkapi PersyaratanMencapaiGelarSarjanaSosial(S.Sos)

Oleh

BAIQRIZKIMONITA NIM.160.303.078

JURUSANBIMBINGANKONSELINGISLAM

FAKULTASDAKWAHDANILMUKOMUNIKASI(FDIK) UNIVERSITASISLAM NEGERI(UIN)MATARAM

2020

(2)
(3)
(4)
(5)

MOTTO

Artinya:DanKetahuilah,bahwahartamudananak-anakmuitu

hanyalahsebagaicobaandanSesungguhnyadisisiAllah-lahpahalayang besar.3

(6)

PERSEMBAHAN

“Dengan bangga dan penuh rasa syukur kepada Allah swt.saya persembahkanskripsiiniuntukkeduaorangtuasayayangselalumemberi semangatdanselalumendokanyangterbaikuntukkesuksesananak- anaknya.Yangtercintaibubaiqsrisuhendrayatidanyangterkasihbapak lalumustajib.Terimakasihtetapmenjadipelitadalam hidupku.Danyang keduauntuksaudarasayayangselalumensupportdanselalumendukung cita-cita saya kedepannya,sebagaiorang yang mampu mandiridan berguna.Sangatsaya sayangiadiksaya lalu mahesa ali.Dan untuk keluarga,sahabat,dan teman-teman yang selalu mendukung dan menyayangisaya.Danjugauntukdosen-dosenku,guru-guruku,yangtelah memberibanyakpelajarandanpengalamanyangbergunadalam hidupku, danuntukalmamaterkebanggaanUniversitasIslam NegeriMataram yang telahmenjadisaksibisudalam prosesdanpengalamanyangkutempuh selamaini.

(7)

KATAPENGANTAR

Alhamdulillah,segalapujihanyabagiAllah,Tuhansemestaalam dan shalawatserta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi MuhammadSAW,jugakepadakeluarga,sahabat,dansemuapengikutnya.

Aamiin.

Penulismenyadaribahwaprosespenyelesaianskripsiinitidakakan suksestanpabantuandanketerlibatanberbagaipihak.Olehkarenaitu, penulis memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terimakasihkepadapihak-pihakyangtelahmembantu,sebagaiberikut: 1. Dr.H.L.AhmadZaenuri,M.AsebagaipembimbingIdanSaimun.S.

Ag.M.Si.sebagaipembimbing IIyang memberikan bimbingan, motivasi,dankoreksimendetail,terusmenerus,dantanpabosandi tengahkesibukannyadalam suasanakeakrabanmenjadikanskripsi inilebihmatangdancepatselesai;

2. sebagaipengujiyang telah memberikan saran konstruktitfbagi penyempurnaskripsiini;

3. RendraKhaldun,M.Si,danH.Masruri,Lc,MA.sebagaiketuadan sekertarisJurusanBimbingandanKonselingIslam (BKI),Fakultas DakwahdanIlmuKomunikasi(FDIK),UniversitasIslam Negeri(UIN) Mataram;

4. Dr.H.SubhanAbdullah,Acim M.A.selakuDekanFakultasDakwah danIlmuKomunikasi(FDIK),UniversitasIslamNegeri(UIN)Mataram;

5. Prof.Dr.H.Mutawali,M.Ag.selakuRektorUINMataram yangtelah memberitempatbagipenulisuntukmenuntutilmudanmemberi bimbingandanperingatanuntuktidakberlama-lamadikampustanpa pernahselesai.

(8)

6. SeluruhDosenFakultasDakwahdanIlmuKomunikasiyangtelah banyakmemberikanilmupengetahuandanterimakasihjugakepada semuakaryawandankaryawatiAkademikFakultasDakwahdanIlmu Komunikasiataspelayananadministrasinya;

7. Keduaorangtuakutercinta,terimakasihataskasihsayang,doa,dan pendidikanyangdiberikanselamaini.

8. Saudara(L.MahesaAli)dankakakmisankuBaiqGitaWilarianiyang selalumemberikusemangatdalam prosespembuatanskripsi.Dan sahabat-sahabatku(NellatulAmni,BaiqDwiIntanCahyani,RekhaPuji Asmarani,SintyaApriliani)sebagaipembangkitsemangatkudalam melakukansegalahal.

9. Segenapguru-guru“YayasanTamanBintangEducare”Mataram yang telahmemberikanbanyakpelajaransertapengalamanberhargabagi peneliti. Peneliti mengucapkan banyak terimaksih atas ilmu, kesempatan,dankesediaanyangdiberikanselamaprosespenelitian sehinggaskripsiinibisaterselesaikan.

10. Semuasahabat-sahabatku,temanseperjuanganku,danorang-orang yangtelahhadirmenyayangikuyangtidakdapatkusebutnamanya satu-persatu.

Semogaamalkebaikandariberbagaipihaktersebutmendapat pahalayangberlipat-lgandadariAllahswt.danpenulishanyadapat berharapsemogaskripsiinidapatbermanfaatbagipenulisdanjuga bagipembacapadaumumnyadansemogaapayangtelahdiberikan menjadiamalshalehdisisiAllahswt.Aamiin.

Mataram,___________2020 Penulis,

(9)

BaiqRizkiMonita

DAFTARPUSTAKA HALAMANSAMPUL

HALAMANJUDUL

PERSETUJUANPEMBIMBING NOTADINAS

PERNYATAANKEASLIANSKRIPSI PENGESAHANDEWANPENGUJI HALAMANMOTTO

HALAMANPERSEMBAHAN KATAPENGANTAR

DAFTARISI DAFTARTABEL ABSTRAK

BABIPENDAHULUAN

A.LATARBELAKANGMASALAH B.RUMUSANMASALAH

C.TUJUANDANMANFAAT

(10)

D.RUANGLINGKUPDANSETTINGPENELITIAN E.TELAAHPUSTAKA

F.KERANGKATEORI 1.Kemandirian

a.aspek-aspekkemandirian b.ciri-cirikemandiriananak 2.Autis

a.pengertianautis

b.problematikadanfaktorpenyebabautism c.penyebabautism

3.Sholat

a.pengertiansholat b.syaratwajibsholat c.rukunsholat

4. tekhnikmodelling

a.pengertiantekhnikmodelling

b. hubungan tekhnik modelling dengan psikologi behaviorisme

c.behaviorisme

d.tujuantekhnikmodelling

e.prinsip-prinsipdalamtekhnikmodelling f.macam-macamtekhnikmodelling 5.metodepenelitian

a.pendekatanpenelitian b.kehadirianpenelitian

(11)

c.lokasipenelitian d.sumberdata

e.tekhnikpengumpulandata BABIIPAPARANDATADANTEMUAN

A.Gambaranumum lokasipenelitian 1.Sejarahlembaga

2.Tujuan

3.Visidanmisi

B.Melatihkemandiriandalam aktifitassholatbagianakautisdengan teknikmodelling

C.Apasajakendaladansolusidalam melatihkemandiriandalam aktifitassholatbagianakautisdenganteknikmodelling

BABIIIPEMBAHASAN

A.Melatihkemandiriandalam aktifitassholatbagianakautisdengan teknikmodelling

B.Apasajakendaladansolusidalam melatihkemandiriandalam aktifitassholatbagianakautisdenganteknikmodelling

BABIVPENUTUP A.Kesimpulan B.Saran DAFTARPUSTAKA LAMPIRAN

DAFTARRIWAYATHIDUP

(12)

DAFTARTABEL

Tabel2.1 Sarana dan prasarana yayasan taman bintang educare mataram

Tabel2.2 daftarpesertadidik Tabel2.3 daftargurudanterapi

(13)

MELATIHKEMANDIRIANDALAMAKTIFITASSHOLATBAGIANAKAUTIS DENGANTEKNIKMODELLING“YayasanTamanBintangEducare”

MATARAM

Oleh:

BaiqRizkiMonita NIM160303078

ABSTRAK

Melatihkemandiriandalam aktifitassholatbagianakautisdapat dilakukandengancaramemberikanpembelajarankhusus,tentunyadi

(14)

bantu dengan gerakan-gerakan sholat.Kemandirian anakautisbukan hanyadiajarkankegiatanbinadirisepertimakan,minum,danberpakaian tanpa bimbingan,tetapianak autis perlu melatih kemandirian dalam aktifitassholatnya.Sebabsholatmerupakanhalpokokdanciriutama seorang muslim.Oleh karenanya sholatmerupakan halpertama dan utama dan bahkan menjadipenentu keselamatan seorang muslim di akhiratnanti.Penelitiinibermaksuduntukmengetahuiperangurudan terapisbagaimanamelatihkemandiriansholatbagianakautisdengan teknikmodellingdiYayasanTamanBintangEducareMataram

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif.Teknikpengumpulandatamenggunakanwawancara,observasi, dandokumentasi.Metodeanalisisdatayangdigunakanadalahreduksi data,penyajiandatadanpenarikankesimpulan.Keabsahandatayang digunakanadalahmemperpanjangwaktukehadiran,kecupukanrefrensi, danpembahasantemansejawat.

Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwatekhnikmodellingyang diterapkandiyayasantamanbintangeducaremataram merupakansalah satutekhnikyangdigunakanuntukmelatihkemandiriandalam aktifitas sholatbagianakautis,peranyangdigunakangurudanterapisuntuk melatih kemandirian gerakan-gerakan sholatuntuk anak autis yaitu dengantekhnikmodellinglangsungdanmodellingsimbolik,dimulaidari beberapatahapan-tahapanyaitu,tahapanperhatian,kepemilikan,produksi, danyangterakhirpemberianpenguatan.

KataKunci:teknikmodeling,kemandiran,aktifitassholat,anakautis.

(15)

A.LatarBelakangMasalah

Anakmerupakan sebuah karunia yang besarbagiorang tuanya. Keberadaanya diharapkan dan ditunggu-tunggu serta disambutdenganpenuhbahagia.Semuaorangtuamengharapkan memilikianakyangsehat,membanggakan,dansempurna,akan tetapiterkadangkenyataanyayangterjaditidaksesuaikeinginan.

Sebagian orang tua mendapatkan anak yang diinginkanya dan sebagian tidak.Beberapa diantaranya memilikianak dengan kebutuhan-kebutuhankhusus,sepertimengalamiautisme.1

Autismeadalahgangguanperkembanganpadaanakyang gejalanyasudahtimbulsebelum anakitumencapaiusiatigatahun.

Penyebab autisme adalah gangguan neurobiologis beratyang mempengaruhifungsiotaksedemikianrupasehinggaanaktidak mampuberinteraksidan berkomunikasidengandunialuarsecara efektif.2

Dalam Pendidikan bagianak autisme disekolah sesuai dengan UU pasal4 No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah diamanatkan merupakan pendidikan yang demokratis dan tidak deskriminatifyang menjujung tingginilai kemanusiaan.Dukungan inimembukapeluang besarbagipara

1EviHasnita,TriRiskaHidayati,“TerapiOkupsiPerkembanganMotoricHalus AnakAutism”,JurnalIPTEKSTERAPAN.hlm.20-21

2JajaSutuje,RuwamntiWulandari,“BentukdanModelTerapiTerhadapAnak- anakPenyandangAutisme(KeterbelakanganMental)”,ScientiaeEducatia,Vol.2No.1, hlm.113-114.

(16)

penyandangautismeuntukmasukkedalam sekolah-sekolahumum karena hampir 500 sekolah negeri sudah diarahkan untuk menyeleggarakanpendidikanbagianakautisme.3

Anak autis perlu mengembangkan semua aspek dalam perkembangan termasuk perkembangan sosial,emosionalnya.

Salah satu keterampilan sosialyang mendasarpada manusia adalahkemandirian.Kemandirianyangharusdiajarkanpadaanak autis,terutama pra sekolah adalah kegiatan-kegiatan bina diri sepertimakan,minum,mandi,BAB,BAK,danberpakaiantanpa bantuan orang lain.Namun demikian mengajarkan kemandirian bukanmerupakanhalyangsangatmudahterutamapadaanak-anak berkebutuhankhususdengangangguanautis.4

Pelaksanaanpendidikananakautis,terapismaupunguru bisamenggunakanpendekatanbehaviorisme.Teoribehaviorisme adalahteorimenyeluruhdanjugasuatuusahayangbedasarkan percobaan untuk menjelaskan prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah bagaimanatingkahlakumanusiadipelajari,adabeberapateknik teoribehaviorismeyaitu:Desensitisasisistematikmerupakansuatu tehnikrelaksasiyangdimanadigunakanuntukmenghapusperilaku yangdiperkuatsecarannegatifbiasanyaberupakecemasandan

3NenengHasanah,“StrategiTerapisdalam MendidikKemandirianAnakAutisdi SekolahLuarBiasa(SLB)SriSoedewiMasjchkunSofwanKotaJambi”,Bimbingan KonselingIslam,Vol.1,No1,Desember2017,hlm.28.

4AnggunOktaviaK,dkk,“EfekTerapiPerilakuDenganMetodeAppliedBehavior AnalysisTerhadapKemandirianAnakAutis”,UniversitasSebelasMaret,hlm.2.

(17)

menyertakanresponyangberlawanandenganperilakuyangakan dihilangkan dengan cara memberikan stimulus yang berangsur santai,terapiImplosifdanPembanjiran,latihanasertifdigunakan untukmelatihindividuyangmengalamikesulitanuntukmenyatakan dirinyabahwatindakanyalayakataubenar,terapiaversidigunakan untukmeredakanperilakusimptomatikdengancaramenyediakan stimulusyangtidakmenyenangkan,sehinggaperilakuyangtidak dikehendakitersebut terhambat kemunculannya,Pengondisian Operan,Perkuatan Positif,Pembentukan Respons,Perkuatan Intermiten,Penghapusan,Percontohan(Modelling)adalahPerilaku modeluntukmembentukperilakubarupadaklien,memperkuat perilakuyangsudahterbentukdenganmenunjukankepadaklien tentangperilakumodel,baikmenggunakanaudio,modelfisikatau lainyayangdapatteramatidandipahamijenisperilakuyangakandi contoh,tokeneconomydapatdigunakanuntukmembentuktingkah lakuapabilapersetujuarisanpermekuat-permekuatyangtidakbisa dirabalainyatidakmemberikanpengaruh.5

Jadiuntukmembantuanakautisdalam menujukemandirian, anak autis memang bukan pekerjaan yang mudah,mengingat keunikan anakautisitu sendiriyang memilikikarakteristikdan hambatan-hambatanyangberbeda-beda.Olehkarenaitudiperlukan teknik khusus untuk membantu mereka unuk menuju

5GeraldCorey,TeoriDanPraktikKonselingDanPsikoterapi,(Bandung:Refika Aditma,2009),hlm.222

(18)

kemandiriannya.Teknikmodelling(Percontohan)adalahsalahsatu teknik yang efektifdalam membantu memberikan kemudahan menujukemandiriananakautis.Teknikmodelingyangdigunakan dalam mengatasimasalah kemandirian anakautisdisaatakan melakukankegiatanmakan,minum,toilettraining,danberpakaian sendiri.6

Kemandiriananakautisbukanhanyadiajarkankegiatanbina dirisepertimakan,minum,BAB,danberpakiantanpabimbingan, tetapianakautisperlumelatihaktifitassholatnya.Dimanakita ketahuisholatmerupakan rukun islam kedua setelah kalimat syahadat.Sebabsholatmerupakanhalpalingpokokdanciriutama bagiseorangmuslim,sebabsholatyangmenjadipembedaantara muslim dengannonmuslim.Olehkarenanyasholatmerupakanhal pertamadan utamadan bahkan menjadipenentu keselamatan seorangmuslimdiakhiratnanti.7

Denganmelihatbegitupentingdanutamanyashalat,maka sholatsudahseharusnyadiajarkansemenjakusiadini.Walaupun padadasarnyashalatbukanlahkewajibanyangharusditunaikan olehseoranganakyangmasihdini,namunmejadikewajibanorang

6Ibid.,hlm.223

7AinulHasanah,Instikamadura,“MengajarkanSholatPadaAnakMelaluiMetode Demonstrasi,TanyaJawabDanPembiasaan”,IndonesiaJournalOfEarlyChildhood IslamicEducation,Vol.2No1,2018,hlm.13.

(19)

tuamaupunguruuntukmengenalkandanmengajarkanya.8 Dimanakitaketahuidalam Qs.Al-Lukmanayat17:

ِ

ۡ ﻚَ ﺍﻟِﺫٰﻥَّ ؕ‌ِ ﻚَﺑَﺎﺻَﺍَﺎۤ ﻋﻣَﻰﻠَٰﺮۡﺒِﺻۡﺍﻭَﺮِﻜَﻨۡﻤُﻟۡﺍﻦِﻋَﻪَﻧۡﺍﻭَﻑِﻭۡﺮُﻌۡﻤَﻟۡﺍﺑِ ﻭﺮۡﻣُﺍَۡﺓَﻮﻠٰﺼَّﻟﺍﻢِﻗِﺍَﻰَّﻨَﺒُﻳٰ

ۚ‌ﻮِﻣُﺎُﻟۡﺍﻡِﺰۡﻋَ

Artinya:Wahaianakku!Laksanakanlahsholatdansuruhlah (manusia)berbuatyangma’rufdancegahlah(mereka)dariyang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnyayangdemikianitutermasukperkarayangpenting.9

PadakitabSyarbusSunnah(II/407),al-Baghawimengatakan:

“didalam hadistersebutterdapatdalilbahwasholatanak-anak setelahdia mengertiadalahsah”.Perintah sholatpada anak ini jugadijelaskandalamhadislain,yaitusebagaiberikut:

RisdiantomengutipDariAbuTsurayyahSabrahbinMa’bad AlJauhani,iaberkata,RosulullohSAW Bersabda:“Ajarilahanak- anaksholatketikasudahberumurtujuhtahundanpukullahmereka karenameninggalkansholatjikamerekasudahberumursepuluh tahun”(hadishasan yang diriwayatkan Abu Dawud dan at- Tirmidzi,diamengatakan:HadisiniHasan).10

8Ibid.,hlm.14.

9Qs,Al-Lukman,ayat17

10Risdiantohermawan,“PengajaranSholatPadaAnakUsiaDiniPerspektif Hadits NabiMuhammad SAW ”,Universitas Islam Negeri(UIN)Sunan Kalijaga Yogyakarta,Vol.23,No2,juli2018,hlm.285.

(20)

Tekhnikmodeling(Percontohan)adalahdimanakitabisa melatihkemandiriananakautisdalam kegiatansholatagaranak- anakautisbisamelakukansholatwalaupunanakautismemiliki keterbelaknganmentaltidaksepertianak-anaknormallainya.Salah satunyaadalahmelatihaktifitassholatpadaanakautis,disinikita bisamelatihkemandirianyamelaluigerakan-gerakandalam sholat. DimanakitaketahuiSholatialahberhadapanhatikepadaAllahSWT sebagaiibadah,yangdiwajibkanatastiap-tiaporangislam,baiklaki -laki maupun perempuan. Berupa perbuatan/perkataan dan bedasarkanatassyarat-syaratdanrukuntertentu,yang dimulai dengan“takbir”dandiakhiridengan“salam”.11

Bedasarkan hasil observasi di salah satu lembaga pendidikan anak autis di(Yayasan Taman Bintang Educare) terdapatanakyangmemilikiketerbelakanganmental(Autis),disana terdapatadaanakautisyangdilatihkemandirianyadalam aktifitas sholatnya,sepertidilatihgerakan-gerakandalam sholatnyasaja.

Walaupunsebagaimanadiketahuimerekatidakbisamelakukanya dengan sempurna tetapidapatdibuktikan darigerakan-gerakan sholattentunyaagarmerekabisamandiridalammelakukanya.

Bedasarkan observasidiatas melatih kemandirian anak autisdengankeberagamaanyaitudenganmelatihaktifitassholat

11Samsuri,PenuntunShalatLengkapDenganKumpulanDoa,(Surabaya:Apollo), hlm.28.

(21)

dalam keseharianyaDimanapenelitibisamencontohkangerakan sholatdantentunyaanakautisdimintamenirutiapgerakanyang dilakukan dengan kemampuan sendirimaupun dengan sedikit bimbingan.Meskidengangerakanyangsemampunyaanakautis sudah dikatakan betulkalau dia mau melakukan intruksiyang diberikandengansedikitbimbingan.Dengancarainiakanjauhlebih baik,karena perilaku keagamaan selalu melekatpada setiap kegiatananak.

Berdasarkanhasillatarbelakangdiatasmakapenelititertarik untukmengadakan suatu penelitian guna mencapaihasilyang maksimaluntuk dipertanggung jawabkan secara ilmiah dalam suatukaryatulisilmiahyangberjudul“MelatihKemandirianDalam AktifitasSholatBagiAnakAutisDenganTeknikModelling”.(Study KasusDiYayasanTamanBintangEducareMataram)

B.RumusanMasalah

Berdasarkanuraianlatarbelakangmasalahdiatas,maka rumusanmasalahdaripenelitianiniadalah:

1.Bagaimanacaramelatihkemandiriandalam aktifitassholatbagi anakautisdengantekhnikmodelingdiYayasanTamanBintang EducareMataram?

2.Apasajakendaladansolusidalam melatihkemandiriandalam aktifitas sholatbagianak autis dengan tekhnik modelling di

(22)

YayasanTamanBintangEducareMataram?

C.TujuanPenelitian

1.Tujuan

a.Untukmengetahuicaramelatihkemandiriandalam aktifitas sholatbagianakautisdengantekhnikmodelingdiYayasan TamanBintangEducare

b.Untuk mengetahui kendala dan solusi dalam melatih kemandiriandalam aktifitassholatbagianakautisdengan tekhnikmodelingdiYayasanTamanBintangEducare

2.Manfaat

1)Manfaatteoritis

Dengan adanya penelitian ini penulis berharap dapat menambah kajian keilmuan dan dapat menjadibahan rujukanbagipenelitiselanjutnya.

2)Manfaatpraktis

a.Hasilpenelitianinidiharapkandapatbermanfaatbagi gurudanterapiscaramelatihkemandirianaktifitassholat bagianakautis

b.Hasilpenelitianinidiharapkandapatbermanfaatbagi orang tua adanya kemandirian keberagaman dalam aktifitas sholat sehingga mendukung perkembangan anakautis

(23)

c.Hasil penelitian ini diharapkan dapat merangsang penelitian lain untuk meneliti lebih lanjut tentang permasalahaniniuntukmengungkaphal-halyangbelum terungkapdalampenelitianini.

D.RuangLingkupDanSettingPenelitian 1.Ruanglingkup

Berdasarkanlatarbelakangmasalahtersebutagarlebihterarah dan mencapai sasaran yang tepat, memahami serta memberikan gambaran yang lebih jelasagarnantinya tidak kesalahpahaman dalam penulisan, maka penulis perlu memberikanbatasandanfokuspenelitianinipadaapayang dimaksuddenganpembinaanbimbinganteknikmodellingdan aktifitas sholatdalam permasalahan yang bahasa adalah melatihkemandiriandalam aktifitassholatpadaanakautisdan tekhnikmodelingdiYayasanTamanBintangEducare Mataram NusaTenggaraBarat.

2.Settingpenelitian

PenelitianiniberlokasidiYayasanTamanBintangEducare Mataram Berdasarkanhasilobservasiyangtelahdilakukan,diYTBE

(24)

“Mataram”, data yang di dapat banyak anak autis yang mendapatkankesempatanuntukmenaungdengananaknormal lainya untuk melatih kemandirianya sepertimelatih gerakan- gerakansholatdanlainya.Jadi,YTBE“Mataram”menjadilokasi untukpenelitiankarenaterdapatobyekpenelitianyangakandikaji dandisesuaikandenganjudulpenulis.Untukmendapatkandata daninformasiterkaithaltersebutmakapenelitilangsungterjunke lapangan atau ke lokasidiYayasan Taman Bintang Educare Mataram

E.TelaahPustaka

Telaahpustakainimerupakansalahsatucarauntukmencari perbandinganterhadapstudi-studiataukaryaterdahuluyangterkait untukmenghindariduplikasiatauplagiasi,sehinggatidakterjadi kesamaandalam melakukanpenelitian.Daripengertiantersebut, maka penelitimemberikan beberapa laporan tentang penelitian terdahulu yang menjadibahan perbandingan agartidak terjadi kesamaandenganpenelititerhadulu.

Telaahpustakainiuntukmenjelaskanposisipenelitianyang sedang dilaksanakan oleh peneliti, tujuannya adalah untuk menegaskankebaruan,orisinalitasdanurgensipenelitianuntuk mengembangkankeilmuanyangterkait.12denganjudulpenelitian

12TimPenyusun,“PedomanPenulisanSkripsi”,(IAINMataram,2014),hlm.13.

(25)

yangpenelitiangkattentang“MelatihKemandirianDalam Aktifitas SholatUntukAnakAutisDenganTeknikModelling“StudyKasusDi YayasanTamanBintangEducareMataram”.

Dalam penelitian yang dilakukan ini,penelitimenemukan adanyakesamaanpembahasandaripeneliti-penelititerhadulu,yaitu denganpembahasanpenelitianyangdilakukanoleh:

1.Muhammad Nikmat Agung “ Tekhnik Modelling Untuk MendorongKemandirianAnakBerkebutuhanKhusus(Autis)Di SekolahLuarBiasaMitraAnandaColamaduKaranganyar,maka dapat disimpulkan bahwa: Permasalahan yang di bahas penelitianinitentangtekhnikmodellinguntukmendoronganak autis.Dimanapenelitiantersebutlebihmengarahkepadatehnik modelling yang digunakan. Letak perbedaannya dalam penelitian ini adalah peneliti berfokus kepada melatih kemandirianaktifitassholatpadaanakautisdiGrahaAutis Mataram,sedangkan penelitiinimembahas tentang tehnik modellinguntukmendorongkemandiriananakautis.Sedangkan persamaannya adalah sama-sama menggunakan tekhnik modelling.13

2.KuniAfifa“EfektifitasTerapiPerilakuTerhadapInteraksiSoial AnakAutisDiGrahaAutisMataram”,makadapatdisimpulkan

13MuhammadNikmatAgung,TekhnikModellingUntukMendorongKemandirian AnakBerkebutuhanKhusus(Autis)“DiSekolahLuarBiasaMitraAnandaColamadu Karanganyar”,(Skrispi,InstitutAgamaIslamNegeriSurakarta,2017)

(26)

bahwa:permasalahan yang dibahas penelitian initentang efektifitasterapiperilakuterhadapinteraksisosialanakautis.

Dimanapenelitiantersebutlebihmengarahkepadabagaimana perilakuanakautisdalam berinterkasidengansekitarnya.Letak perbedaanya dalam penelitian iniadalah berfokus melatih kemandirianaktifitassholatanakautis,sedangkanpenelitiini membahastentangefektifitasterapiperilakudalam interaksi soisalanakautis.Sedangkanpersamaanyaadalahsama-sama membahasanakautis.14

F.KerangkaTeori 1.Kemandirian

Kemaandirian berartihalatau keadaan dapatberdiri sendiridantanapabergantungpadaoranglain.Kemandrian dikaitkan dengan kemampuan untuk melakukan segala sesuatunyasendiri.Apakahitumemakaibajusendiri,makan sendiritanpabantuanoranglain.Kemandiriansebenarnyatidak hanyaberkaitandenganmasalahfisik,tetapijugapsikologis sepertimampu mengambilkeputusan sendiribertanggung jawabataskeputusanyangdiambil.15

a.Aspek-aspekkemandrian

14KuniAfifa,EfektifitasTerapiPerilakuTerhadapInteraksiSoialAnakAutisDi GrahaAutisMataram”,(skripsi,IAINmataram,2017)

15Tim PenyusunKamusPusatBahasa,KamusBesarBahasaIndonesiaEdisi3, (Jakarta:BalaiPustaka,2005),hm.710

(27)

1)Emosi,ditunjukkandenganketerampilanmengaturemosi dantidakbergantungpadakebutuhanemosi

2)Ekonomi,ditunjukkan dengan kemampuan pada saat mengaturekonomi

3)Intelektual, ditunjukkan dengan keterampilanya menghadapipermasalahnya

4)Social,kemampuan dalam berinteraksidengan orang lain.16

b.Ciri-cirikemandiriananak

1)Mengerjakantugassendiri,tugasinidilakukanolehanak autisdengan kehendaknya sendiridan bukan karena oranglaindantanpabantuanoranglain.

2)Aktif dan bersemangat, dalam mengejarprestasi supayamewujudkanharapan-harapanya.

3)Inisiatif, yaitu memiliki kemampuan berfikir dan bertindaksecarakreatif

4)Bertanggungjawab,yaitumampudisiplindalam belajar, sehinggadapatmelakukantugasnyadenganbaikdan penuhpertimbangan.

16 Desmita,PsikologiPerkembangan Peserta Didik,(Bandung:PT Remaja Rosdakarya,2012),Hlm.186

(28)

5)Kontroldiriyangkuat,mampumengendalikantindakan, mengatasi masalah, dan mampu mempengaruhi lingkunganatasusahasendiri.17

Jadi dapat di simpulkan bahwa ciri-ciri kemandiriananakautisyaitubisamelakukankegiatan sehari-harinyadengansendiritanpaadabimbingan.

2.Autis

1.Pengertianautis

Autismeadalahgangguanperkembanganyangberat dan kompleks pada anak. Gejalanya sudah tampak sebelumaanakmencapaiusiatigatahun.Perkembangan mereka menjaditerganggu terutama yang menyangkut komunikasi,interaksisosialdanaktivitasimajinasiAnak- anakyangterkenagangguanautismeakankesulitanuntuk melakukankontakmatadenganoranglaindandantidak mampu mengungkapkan apa yang ada dalam pikiranya

17YuniRetnowati,“PolaKomunikasiOrangTuaTunggalDalam Memebentuk KemandirianAnak”,JurnalIlmuKomunikasi,Vol.6No3,hlm.200

(29)

melaluibahasaverbal.18

2.Problematikadanfaktorpenyebabautisme a.Gangguankomunikasi

Gangguankomunikasiyaitusuatukecendrunganyang memilikihambatanmengekspresikandiri,sulitbertanya jawab,seringmembeoucapanoranglain,ataubahkan bicara secara totaldan berbagaibentuk masalah gangguankomunikasilainya.

b.Gangguanperilaku

Gangguanperilakuyaituadanyaperilakustereotipatau khassepertimengepakkan tangan,melompat-lompat, berjalanjinjit,senangpadabendayangberputaratau memutar-mutar benda, mengetuk-ngetukan benda kepadabendalain.Obsesipadabagianbendayangtidak wajardanberbagaibentukmasalahperilakuyangtidak wajarbagianakseusianya.

c.Gangguaninteraksi

Gangguan interaksiyaitu keengganan seorang anak untukberinteraksidengananak-anaksebayanyabahkan

18SitiMumunMuniroh,“DinamikaResilensiOrangTuaAnakAutis”,PenelitianVol. 7No2,hlm.3

(30)

seringkaimerasaterganggudengankehadiranoranglain disekitarnya,tidakdapatbermainbersamaanaklainya danlebihsenanghidupmenyendiri.19

3.Penyebabautisme

Berikutinidugaan penyebab autisme dan diagnosisnya, yaitu:20

a.Gangguansusunansarafpusat b.Gangguansistempencernaan c.Peradangandindingusus

d.Faktorgenetika

e.Keracunanlogam berat 3.Sholat

a.Pengertiansholat

Shalatmenurutbahasaberartido’a,menurutistilahberarti suatu amalan yang dikerjakan dengan ucapan maupun perbuatandandimulaidengantakbiratulihram hinggasalam dandikerjakanmenurutsyaratwajibmaupunsahshalat.

19Jaja Suteja,“BentukDan Metode TerapiTerhadap AnakAutisme Akibat BentuknyaPerilakuSosial”,Edueksos,Vol.3,No1,hlm.124.

20AmaliaSafitridkk,“InternalisasiNilai-NilaiIslamiTerhadapAnakAutis”(Study Kasuskelas5dan6SDLBdancdiSLBAl-gafffarguchanypondokgedekotabekasi)”, StudyAl-QuranMembangunTradisiBerfikirQur’aniVol.10No2,hlm.136

(31)

SholatialahberhadapanhatikepadaAllahSWTsebagai ibadah,yangdiwajibkanatastiap-tiaporangislam,baiklaki -lakimaupunperempuan.Berupaperbuatan-perkataandan bedasarkan atassyarat-syaratdan rukun tertentu,yang dimulaidengan“takbir”dandiakhiridengan“islam”.21

b.Syaratwajibsholat

Syaratwajibsholatadatiga:22 1)Islam

2)Baligh

3)Berakal c.Rukunsholat

Rukun-rukunsholatsebagaiberikut:

1)Niat

2)Berdirijikamampu 3)Takbiratulihram

4)Membacasuratal-fatihah

5)Ruku’dengantumaninah

21SyamsulRizalHamid,BukuPintarAgamaIslam,(Bogor:cahayaislam,2008), hlm.321.

22Al-QodhiAbuSyuijaBinAhmadAl-Ashfani,FiqhSunnahImam Syaf’i(Jakarta:

FathanMediaPrima),hlm.54.

(32)

6)I’tidaldengantumaninah

7)Sujudduakalidengantumaninah

8)Dudukdiantaraduasujuddengantumaninah

9)Duduktasyahuddengantumaninah 10)Membacatasyahudakhir

11)Membacashalawatpadatasyahudakhir

12)Membacasalam23

Bedasarkanpenjelasandiatasdapatdisimpulkanbahwa melatihkemandirianaktifitassholatanakautis.Dimanapeneliti bisamencontohkangerakansholatdantentunyaanakautis diminta meniru tiap gerakan yang dilakukan dengan kemampuansendirimaupundengansedikitbimbingan.Meski dengangerakanyangsemampunyaanakautissudahdikatakan betulkaladiamaumelakukanintruksiyangdiberikandengan sedikitbimbingan.Dengancarainiakanjauhlebihbaik,karena perilakukeagamaanselalumelekatpadasetiapkegiatananak.

4.Teknikmodeling

a.Pengertiantekhnikmodeling

Teknikmodellingadalahbagiandariterapibehavior,

23MohArdani,FiqiahIbadahPraktis,(Jakarta:PTMutiacahya,2008)hlm.70-75

(33)

yang mana teknik iniberfokus pada tingkah laku yang terlihatdaripenyebabluaryangmenstimulusnya.Behavior memandang manusia sangat mekanistik, karena menganalogikanmanusiasepertimesin.Konsepmekanistik menjelaskan mengenai stimulus respon seolah-olah menyatakanbahwamanusiaakanbergerakdanmelakukan sesutauapabilaadastimulasi.24

b.Hubunganteknikmodellingdenganpsikologibehaviorisme

Teknik modelling merupkan teknik yang sering digunakanolehkonselor.Keuntunganmemberikancontoh adalahkonselitidakmerasakanketakutanterhadapobjek yang dihadapinya,semuapengalamanyang didapatdari hasilbelajar dapat dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara lansung atau tidak lansung kepada objek berikut kosekuensinya.25Pada prinsipnya terapi behaviorisme terapiyang menyertakan penerapan yang sistematisprinsip-prinsipbelajarpadapengubahantingkah lakukearahcara-carayanglebihadaptif.Berlandaskanteori belajar,modifikasitingkah laku dan terapitingkah laku adalah pendekatan-pendekatan terhadap konseling

24ZidayatulFidzaDanRagwanAlbar,“BimbinganKonselingIslam DenganTeknik ModelingDalam MengatasiPolaAsuhOtoriterOrangTua”,JurnalBimbinganDan KonselingIslam,vol01,(Surabaya:UINSunanAmpel,2011),hlm.15

25HartonoDanSoedarmadji,PsikologiKonselingEdisiRevisi,(Jakarta,Kencana, 2012).hlm.130

(34)

psikoterapiyang berurusan dengan pengubahan tingkah laku.26

c.Behaviorisme

1)Pengertianbehaviorisme

Terapitingkahlaku(behavioristik)adalahgabungandari beberapateoribelajaryangdikemukanolehahliyang berbeda.DaribukunyaNamoraLumonggaLubisWillis mengatakan,terapitingkahlakuberasaldariduakonsep yangdituangkanolehIvanPavlovdanB.F.skinner.Tetapi LatipunmenambahkannamaJ.B.WatsonsetelahPavlov danSkinnersebagaitokohyangmengembangkandan menyempurnakan prinsip-prinsip behavioristik.Pendiri behavioristik sendiri adalah J.B. Watson yang mengesampingkan nilaikesadaran dan unsure positif manusialainya.27

Adapun aspek penting dan terapibehavioristik adalah bahwa perilaku dapat didefinisikan secara operasional,diamati,dandiukur.Paraahlibehavioristik memandangbahwagangguantingkahlakuadalahakibat

26GeraldCorey,“TeoriDanPraktikKonselingDanPsikoterapi”,(Bandung:Refika Aditma,2009),hlm.193.

27Namoralumonggalubis,“MemahamiDasar-DasarKonselingDalam TeoriDan Praktik”,(Jakarta:Kencana,2011),hlm.166.

(35)

dariprosesbelajaryangsalah.Olehkarenaituperilaku tersebutdapatdiubahdengan mengubah lingkungan lebih positif sehingga perilaku menjadi positif pula.Perubahan tingkah laku inilah yang memberikan kemungkinandilakukanyaevaluasiataskemajuanklien secaralebihjelas.28

2)Kepribadianmanusia

Menurutpendekatanbehavioristik,manusiadapat memilikikecendrunganpositifataunegatifkarenapada dasarnyakepribadianmanusiadibentukolehlingkungan dimana ia berada. Perilaku dalam pandangan behavioristikadalahbentukdarikepribadianmanusia.

Perilaku dihasilkan daripengalaman yang diperoleh individu dalam interaksinya dengan lingkunganya.

Perilakuyangbaikadalahhasildarilingkunganyangbaik, begitujugasebaliknya.Jadi,manusiaadalahprodukdari lingkungan.

Pandangan behavioristik radikal memandang manusiapasif,mekanistik,dandeterministik.Manusia merupakan“objek”yangdapatdiubahmenurutkeinginan orangyanginginmengubahnya.Pandanganbehavioristik

28Ibid.,hlm.167

(36)

yang terbaru mengatakan bahwa manusia memiliki kebebasan untuk memilih perilaku seseorang bedasarkanpemahamanya.Salahsatuahlibehavioristik yangsepakatbahwamanusiamemilikikebebasanuntuk menentukan perilakunya adalah AlbertBandura yang merupakantokohteorisosialbelajar.29

3)Peranandanfungsikonselor

Konselordalam terapibehavioristikmemegang peranan aktifdan direktifdalam pelaksanaan proses konseling. Dalam hal ini konselor hatus mencari pemecahan masalah klien.Fungsiutama konselor adalah bertindak sebagaiguru,pengarah,penasihat, konsultan, pemberi dukungan, fasilitator, dan mendiagnosis tingkah laku maladaptif klien dan mengubahnyamenjaditingkahlakuadaptif.30

4)Tujuankonseling

Tujuan konseling dalam terapi behavioristik adalahmengubahataumenghapusperilakudengancara belajarperilakubaruyanglebihdikehendaki.Hubungan

29Namoralumonggalubis,“MemahamiDasar-DasarKonselingDalam TeoriDan Praktik”,(Jakarta:Kencana,2011),hlm.168-169.

30Ibid.,hlm.170.

(37)

antara konselordan konselilebih sebagaihubungan antaragurudanmurid.Halinidikarenakankonselorlebih berperan aktif dalam usaha mengubah perilaku konseli.Konselorlebihbanyakmengajarkantingkahlaku baru konselisesuaidengan hokum belajar(law of learning).Dalam menjalankankontrakini,konseloratau terapisakanbertindakdengantegas.Tujuankonseling dalam perubahan-perubahanperilakuyangingindicapai ditulisdandidefinisikanolehkonselordengansangat jelasdaneksplisit.Sehinggatampakdalam pendekatan iniperan terapis dalam mengubah perilaku konseli sangandominan.31

5)Teknik-teknikbehaviorisme

Dari beberapa tokoh dalam pendekatan behaviorisme ada beberapa tekhnik konseling dalam terapibehaviorismeyangadapadateoribehaviorisme.

Tenik-teknik utama dalam terapi tingkah laku diantaranya yaitu: desensitisasi sistematik, terapi implosifdanpembanjiran,latihanasertif,terapiaversi, pengondisianoperan,penguatanpositif,pembentukan respons, penguatan intermiten, penghapusan,

31HartonoDanSoedarmadji,“PsikologiKonselingEdisiRevisi”,(Jakarta,Kencana, 2012).hlm.124-125

(38)

pencontohan,dantokeneconomy.32 d.Tujuanteknikmodelling

Tujuanterapibehaviordenganteknikmodelling adalah bertujuan untuk mengubah perilaku,dengan mengamati model yang akan ditiru agar bisa memperkuatperilakuyangsudahdibentuk.

Tujuanterapibehaviordenganteknikmodeling yaitubertujuanuntukmendapatkanperilakubaru,dan merubahperilakulama,untukmempertahankanperilaku yangdinginkanmenjadilebihsehat.33

Jadi dapat disimpulakn bahwa dari tujuan modelling adalah seorang anak diharapkan bisa mengubahperilakuyangmaladaptifdenganmeniruyang nyata.

e.Prinsip-prinsipdalamteknikmodelling

Gantika komalasari mengemukakan bahwa prinsip modellingadalahsebagaiberikut:

1)Belajarbisamemperolehmelaluipengalamanlansung maupuntidaklansungdenganmengamatitingkahlaku

32GeraldCorey,“TeoriDanPraktikKonselingDanPsikoterapi”,(Bandung:Refika Aditma,2009),hlm.208-222

33NamoraLumonggaLubis,“MemahamiDasar-DasarKonselingDalam TeoriDan Prakteik”,(Jakarta:Kencana,2011),hlm.175

(39)

oranglainberikutkosekuensinya

2)Kecakapan sosial tertentu bisa diperoleh dengan mengamatidanmencontohkantingkahlakumodelyang ada

3)Reaksi-reaksiemosionalyangterganggubisadihapus dengan mengamatiorang lain yang mendekatiobjek atau situasiyang ditakutitanpa mengalamiakibat menakutkandengantindakanyangdilakukanya.

4)Pengendalian diridipelajarimelaluipengamatan atas modelyangdikenalihukuman

5)Statuskehormatansangatberarti

6)Individu mengamatiseseorang modeldan dikuatkan untukmencontohkantingkahlakumodel

7)Modellingdapatdilakukandenganmodelsymbolmelalui filmdanalatvisuallainya

8)Padakonselingkelompokterjadimodelgandakarena pesertabebasmeniruperilakupemimpinkelompokatau pesertalainya.Prosedurmodellingdapatmenggunakan berbagaiteknikdasarmodifikasiperilaku.34

34Gantikakomalasari,“TeoriDanTeknikKinseling”,(Jakarta:PTIndeks,2011), hlm.176.

(40)

f. Macam-macam teknikmodeling

Bandura menyatakan bahwa jenis-jenis modelling bedasarkanperilakuadaempatyaitu:

1)Modellingtingkahlakubaru,melaluiteknikmodellingini orang dapat memperoleh tingkah laku baru. Ini dimungkinkankarenaadanyakemampuankognitif.

2)Modellingmengubahtingkahlakulama,adaduamacam dampakmodellingterhadaptingkahlakulama.Pertama tingkah laku nmodel yang diterima secara sosial memperkuatresponyangsudakdimiliki.Keduatingkah laku modelyang tidak diterima secara sosialdapat memperkuatataumemperlemahtingkahlakuyangtidak diterimaitu.Biladiberisuatuhadiahmakaorangakan cenderungmenirutingkahlakuitu,namunbiladihukum makarespontingkahlakuakanmelemah.

3)Modellingsimbolik,modellingyangberbentuksimbolik biasanyabiasanyadidapatdarimodelfilm atautelevisi, bukubegambaryangmenyajikancontohtingkahlaku yangmempengaruhipengamatanya.

4)Modelling conditioning,modelling inibanyak dipakai

(41)

untuk mempelajari respon emosional. Pengamat mengobservasimodeltingkah laku emosionalyang mendapatpenguatan.Munculresponemosionalyang samadidalam diripengamat,danresponituditunjukan keobjekyangadadidekatnyasaatmengamatimodelitu, atauyangdianggapmempunyaihubungandenganobyek yangmenjadisasaranemosionalmodelyangdiamati.35 G.MetodePenelitian

1.PendekatanPeneelitian

Pendekatanyangdilakukandalam penelitianiniadalah denganmenggunakanmetodepenelitiankualitatif.Penelitian kualitatifmerupakan salah satu pendekatan penelitian yang dapatdigunakandenganmelihatfenomenaataukejadiansosial secaranyata(diamatilangsung)dankemudiandikemasdalam bentuklaporansehinggahasilnyadapatdipahami.Dalam halini penelitimenggunakanpendekatankualitatifdeskriptif.

Tujuandaripenelitiandeskriptifiniadalahuntukmembuat deskripsi,gambaranataulukisansecarasistematis,factualdan akuratmengenaifakta-fakta,sifat-sifatsertahubunganantara fenomena yang diselidikiNazir jenis penelitian deskriptif kualitatifyangdigunakanpadapenelitianinidimaksudkanuntuk

35Ibid.,hlm.180.

(42)

memperolehinformasiterkaitpelaksanaanmelatihkemandirian aktifitassholatpadaanakautisdanteknikmodelllingdiGraha AutisMataram.

2.KehadiranPenelitian

Kehadiranpenelitiyang dimaksuddisiniadalahuntuk memperolehdatayanglengkapdalam penelitianinidigunakan pendekatankualitatifyang dimanakehadiranpenelitimutlak dibutuhkan karena penelitiberperan penting dalam lokasi penelitian(lapangan).kehadiranpenelitibukanditujukanuntuk memengaruhisubjek namun untuk mendapatkan data dan informasiyangakuratdansecaralangsung.Adapuncarayang penelitigunakandalam mendapatkaninformasiadalahdengan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam pelaksanaannya,penelitihadirsejakdiizinkanuntukmelakukan penelitiandilokasidengancaramendatangilokasitersebut padawaktu-waktutertentutanpamenggunakanjadwalsecara formal.

Dalam penelitian iniadapun tujuan utama kehadiran penelitidilokasipenelitianyaituuntukpencariandanmengkaji datatentangmelatihkemandirianaktifitassholatpadaanak

(43)

autisdanteknikmodelling(studikasusdiGrahaAutisMataram) gunamendapatdatayanglebihvaliddanakuratsepertiyang diharapkanolehpeneliti.

3.LokasiPenelitian

LokasiyangdipiliholehpenelitiadalahYayasanTaman Bintang Educare Mataram.Adapun alasan kenapa peneliti memilihlokasipenelitiandiyayasantamanbintangeducare mataram,karena lokasitersebutpenelitipernah melakukan observasisehinggamudahpenelitiinginmengetahuiapasaja bentuk atau terapan yang digunakan Guru/terapis dalam mendoronganakautismenujukemandirian.

4.SumberData

Sumberdata dalam penelitian kualitatifadalah subjek penelitianatauinforman.36Subjekpenelitianadalahorangyang bersedia memberikan informasiterkaitpermasalahan yang diteliti.Dalam halini,yangmenjadiinformanyaitutenagaGraha AutisMataramyangmerupakansasaranatautargetpenelitian.

Dalam penelitiankualitaif,agarpenelitinyadapatbetul- betulberkualitas,datayangdikumpulkanharuslengkap,yaitu dataprimerdandatasekunder

36Tim penyusun,“PendomanPenulisanSkripsiTahun”,(IAIN Mataram,2018), hlm.29.

(44)

a.Dataprimeradalahdatayangdiperolehlangsungdari sumbernya,baikmelaluiwawancaramaupunobservasi. Adapunyangmenjadisubyekpenelitianiniadalahguru dan terapis diYayasan Taman Bintang Educare Mataram

b.Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen, buku-buku yang berhubungan dengan obyek penelitian yang berbentuk laporan, skripsi,disertaidanperundang-undangan.Danadapun yang menjadidata sekunderatau data pendukung adalahdokumentasinya.37

5.Teknikpengumpulandata a.Observasi

Observasiadalah salah satu teknik yang dapat digunakandalam memperolehdatalapangandengancara mengamatilangsungaktivitasyangdilakukanolehsubjek atautargetyangakanditeliti.Secaraumum observasidapat dilakukandengancarayaitu:

1).Observasipartisipan.Merupakan suatu proses

37Sugiyono,MetodePeneilitianKuantitatifKualitatifDanR&B,(Bandung:

Alferbrata,2009),Hlm.8

(45)

pengamatanyangdilakukanolehobserver(peneliti)yang secara lansung ikutmengambilbagian dalam kehidupan orang-orangyangakandiobservasi.

2).Observasinonpartisipan.Merupakansuatuproses pengamatanobservasitanpaikutdalam kehidupanorang yangdiobservasidansecaraterpisahberkedudukansebagai pengamat.38

Adapun tehnik observasiyang digunakan peneliti adalahobservasi non partisipatifyangdimanaobservasi non partisipatif merupaka suatau proses pengamatan observasitanpaikutdalam keidupansebagaipengamat.39

Penelitimemfokuskanpadakemandiriananakautis ketikamelakukansholat.menuruthasilobservasipenelitidi yayasantamanbintangeducaremataram,adaperbedaan ketika anak autis diajarkan kemandirian melaluisholat berjamaahdansendiri.Ketikamelakukansholatberjamaah ada beberapa anak autis yang memang tidak fokus melakukan sholatberjamaah,namun ketika sendirianak autistersebutlebihfokusketikadiperintahdalam melakukan gerakan-gerakansholatyangdiarahkanolehgurutersebut.

b.Wawancara

38Margono,MetodePenelitianKualitatif,(Bandung,Alfaberta,2010),hlm.161.

39Margono,MetodePeneltianPendidikan,(Jakarta:RinekaCipta.2015),Hlm161

(46)

Teknikwawancarainimerupakanteknikpengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan sesuai dengan rumusan masalah yang akan diteliti.Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan ini dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memeberikanjawaban.

Wawancaramerupakankomunikasiataupercakapan antara pewawancara (interviewer) dan terwawancara (interviewee)yangterjadisecaratatapmukaataulangsung.

Melalui teknik wawancara, peneliti meudah untuk memperolehdataatauinformasisecaradetailkarenaselain melakukanpengamatanwawancarainiakanmemberikan informasiyangbelumdidapatkanmelaluitahapobservasi.

Adapuntahappenelitidalam melakukanwawancara adalahsebagaiberikut:

1.Meminta data yang bersangkutan dengan anak autis yangadadiYayasanTamanBintangEducareMataram 2.Mencari informasi tentang anak autis dan bentuk

penanganan anak autis dalam melatih kemandirian dalamaktifitassholatdengantekhnikmodelling

c.Dokumentasi

(47)

Datainidikumpulaknmelauiberbagaisumberdata yang tertulis,baik yang berhubungan dengan masalah kondisiobyektif,maupunsilsilahpendukunglainya.40Artinya dalam penelitianinipenelitimenggunakanteknikiniuntuk dijadikan sebagaibuktibahwa penelititelah melakukan penelitian.Bentukdaridokumentasiinisendirisepertifoto atauvideo,rekaman,catatan,berkas,dataterdahulu,dan lainnya.Data yang penelitiambilterkaitdengan metode dokumentasiiniadalah data anak autis yang dijadikan sampeldan gambaran umum tentang Yayasan Taman BintangEducare.

d.TeknikAnalisisData

Analisis data adalah proses mengaturunsurdata, mengorganisasikan ke dalam suatu pola,kategori,dan satuanuraiandasar.DikutipdaribukukaryaAfifudindan BeniTylormendefinisikananalisisdatasebagaiprosesyang merinciusahasecaraformalunrukmenemukantemadan merumuskanhipotesisyangdisarankandansebagaiusaha untukmemberikanbantuandantemapadahipotesis.41

Imam gunawanmengutipdarimillesdanhuberman

40Djama’anSatoriDanAanKomariah,MetodePenelitianKualitatif,(Bandung:

Alfebrata,2009),Hlm.237

41Saebani,MetodologiPenelitianKualitatif,hlm.145.

(48)

mengemukakantigatahapanyangharusdikerjakandalam menganalisisdatapenelitiankualitatifyaitu:42

a.Reduksidata

Mereduksidatamerupakankegiatanmerangkum, memilihhal-halpokok,memfokuskanpadahal-hal yangpentingdanmencaritemasertapolanya.

b.Paparandata

Pemaparan data sebagaisekumpulan informasi tersusun, dan memberi kemungkinan adanya penarikankesimpulandanpengambilantindakan c.Penarikankesimpulandatadanverifikasi

Penariakn simpulan merupakan hasilpenelitian bedasarkan analisis data. Simpulan disajikan dalam bentukdeskriptifobjekpenelitiandengan berpedomanpadakajianpenelitian.

Analisis data kualitatif dilakukan secara bersamaan dengan proses pengumpulan data berlangsung,artinya kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan juga selama sesudah pengumpulan

42Imam Gunawan,MetodePenelitianKualitatif:TeoriDanPraktik,(Jakarta:Bumi Aksara,2016),hlm.210

(49)

data.43Reduksidata,penyajiandata,danpenarikan kesimpulan menjadi gambaran keberhasilan secara berurutan sebagai rangkaian kegiatan analisisyangsalingmenyusul.44

e.KeabsahanData

Keabsahan data merupakan salah satu strategipeneliti dalam membuktikanbahwadatayangdiperolehvaliddan akurat.

a.Memperpanjangwaktukehadiran

Padaprinsipnya,penelitiberkeyakinanbahwasemakin banyak tingkatkehadiran dalam mencaridata maka semakin mempermudah dalam memperoleh hasil penelitian yang optimal,penelitiberusaha konsisten dalam halkehadiran di lokasi penelitian sehingga diperolehdatayangmenyeluruhdanakurat.

b.Kecukupanrefrensi

Referensi yang dimaksud adalah yang mempunyai relevansidenganpenelitiantentangrelaksasidanterapi zikiruntukmenurunkankecemasanibuhamilmenjelang kelahiran.Dengan refrensiyang cukup inidipandang

43Ibid,ImamGunawan,hlm.211

44Ibid,ImamGunawan,hlm.212

(50)

sangatperlugunauntukkesempurnaanpenelitianini. Oleh karena itu, peneliti selalu berupaya untuk memperbanyakrefrensisehingga data atau informasi yang diperoleh dapatdipertanggungjawabkan secara cerdasdanilmiah.

c.Pembahasantemansejawat

Teknik pemeriksaan atau pembahasan sejawat dimaksudkan sebagaicara pengecekkan datatemuan yangmendiskusikandengansejawat,sehinggatemuan dimaksudmemilikiderajatkeabsahan.Teknikinidipakai untukmenjaminbahwadata-databerupacatatan-catatan atautekssertaopiniyangdihasilkandariwawancara terhadapresponden.

Penggunaan teknik inimemungkinkan peneliti bersifatterbukaterhadaphasil-hasildaninterpretasinya menerima kritikan-kritikan dari luar yang berkaitan dengandata-datahasiltemuan.

Untuk membuktikan adanya kesesuaian antara data yang ditelitidengan kenyataan,maka diperlukan keabsahandatadantemuansehinggadatamenjadivalid.

Keabsahandatainibertujuanuntukmembuktikanbahwa apayangdiamatiolehpenelitisesuaidenganapayang

(51)

sesungguhnyadalamkenyataan.

6.SistematikaPembahasan

Untukmempermudah dalam penulisan inidan pembaca, secaragarisbesarpembahasandalam proposalskripsiterdapat empatBab,yaitu:

BABIPENDAHULUAN

A.LatarBelakanMasalah B.RumusanMasalah C.TujuanDanManfaat

D.RuangLingkupDanSettingPenelitian E.TelaahPustaka

F.KerangkaTeori

G.MetodePenelitianDan H.SistematikaPembahasan BABIIPAPARANDANTEMUAN

A.DeskripsiLokasi

B.Melatihkemandiriandalam aktifitassholatbagianakautisdengan tekhnikmodellingdiYayasanTamanBintangEducareMataram.

(52)<

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

xix BENTUK-BENTUK KESULITAN BELAJAR MEMBACA AL-QUR’AN SANTRI DAN UPAYA TUTOR DALAM MENGATASINYA MELALUI METODE IQRO’ DI TPA FUQAHA’ CABANG LEMBAGA KURSUS TAHSIN KELURAHAN REMBIGA

The result of this research shows that Posters influence students vocabulary mastery However, the use of educational Posters is not something fresh for teaching vocabulary, but in this

Selain itu dalam pembelajaran dengan model talking stick siswa diharapkan bisa memaknai pembelajaran tidak sebagai mentransfer ilmu dari guru ke siswa tanpa siswa memahami secara

Pengertian Penerapan Metode Demonstrasi Menurut Ramayulis, metode berasal dari bahasa Yunani metodos berasal dari dua kata yaitu metha berarti melewati atau melalui dan hodos berarti

Strategi merupakan salah satu cara yang sangat efektif digunakan oleh seorang guru dalam meningkatkan motivasi atau minat belajar siswa, karena dengan adanya strategi yang digunakan

Selain itu terlihat kondisi pendukung madrasah seperti mading dan hiasan-hiasan kelas yang lain menunjukkan adanya sikap kreatifitassiswa.Terlebih ruang Pramuka dipenuhi dengan berbagai

Pembelajaran Online sebagai alternatif yang diambil, sedangkan alternatif yang lain melalui luring luar lingkaran dengan home visit mendatangi rumah siswa untuk memberikan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 kepemimpinan kepala madrasah di MI Miftahul Ishlah menggunakan kepemimpinan demokratis karena kepala madrasah bisa mendekatkan diri dengan para