• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Artikel .1 Artikel

Dalam dokumen ASKEB KOMPRE BENDUNGAN ASI (Halaman 33-38)

Nama Penulis : Yenny Aulia, Yeki Supriaten

Judul : Pengaruh Perawatan Payudara terhadap Bendungan ASI pada Ibu Nifas Tahun Terbit : Jurnal Menara Medika Vol 3 No 2 Maret 2021 | 169

Hasil Penelitian :

Hasil uji Independent Samples Test terhadap perbedaan rata-rata bendungan ASI pada kelompok yang diberikan perawatan payudara dan tidak diberikan perawatan payudara pada ibu nifas di puskesmas Ulu Talo kota Bengkulu tahun 2019 diperoleh nilai P Value = 0,047 <

0,05). Sehingga ada Pengaruh Perawatan payudara terhadap Bendungan ASI. Perawatan Payudara yang dilakukan secara baik dan teratur mampu mengurangi terjadinya bendungan ASI pada ibu nifas serta melancarkan produksi ASI.

a. Hasil Telaah Kritis Jurnal Terapi

No. Pertanyaan Jawaban Penjelasan/Keterangan Ya Tidak Tidak Jelas

1. Apakah latar belakang jurnal ini dinayatakan jelas

v Latar belakang

dijelaskan dengan jelas yaitu pemberian perawatan payudara untuk mengurangi bendungan asi . 2. Apa yang menjadi permasalahan

utama dalam jurnal ini ?

v Permasalahan pada

jurnal ini yaitu ibu nifas rentan terjadi payuara bengkak hingga bendungan asi saat masa nifas

3. Apa tujuan jurnal ini ? v Tujuan untuk

mengetahui pengaruh perawatan payudara dengan kejadian bendungan ASI 4. Apakah studi ini valid ?

Apakah alokasi sampel terhadap perlakuan dirandomisasi ?

V Sampel diberikan

kriteria inkluasi dan ekslusi

Apakah semua sampel yang diikutkan ke dalam studi diperhitungkan secara benar sampai dengan akhir studi ?

v -

Apakah dilakukan buta ganda (studi v -

32 double blind pada kasus ini?)

Apakah keseragaman diantara 2 grup dijelaskan ?

v Dijelaskan bahwa

keseragaman itu adalah ibu nifas.

Diluar dari perlakuan apakah ke 2 grup diperlakukan sama ?

v

5. Hasil

Seberapa besar efek perlakuan ? v Hasil analisis

pengaruh perawatan payudara dengan kejadian bendungan ASI di peroleh bahwa dari responden yang tidak melakukan perawatan payudara mempunyai rata-rata skor Bendungan ASI sebesar 3,67 kemudian Responden yang melakukan perawatan payudara mempunyai rata-rata skor

Bendungan ASI sebesar 2,73.

Seberapa akurat perkiraan terhadap efek perlakuan ?

v Hasil uji Independent

Samples Test terhadap perbedaan rata-rata bendungan ASI pada kelompok yang diberikan perawatan payudara dan tidak diberikan perawatan payudara p h nilai P Value = 0,047 <

0,05).ada ibu nifas sebesar

6. Apakah hasil penelitian dapat diaplikasikan ke masyarakat ?

v Penelitian ini dapat

diaplikasikan ke masyarakat khusunya ibu nifas untuk melakukan perawatan payudara khususnya pada ibu dengan

keluhan bendungan asi Dapatkan hasil penelitian

diaplikasikan ke pasien ?

v

Apakah semua luaran yang penting dilaporkan

v Apakah kemungkinan keuntungan

dari perlakuan lebih besar dari bahaya dan biaya ?

v

32 7. Kesimpulan

Hasil atau rekomendasi adalah valid ? V Penelitian ini valid, bermanfaat dan relevan untuk

diaplikasikan kepada ibu nifas dikarenakan merupakan intervensi non farmokologis yang tidak berbahaya dan mudah dilakukan ibu dirumah setiap hari

33

Ny. Y datang ke Klinik Sahabat Sehat melakukan kunjungan masa nifas hari ke 3 pada tanggal 10 Maret 2025 Pukul 10.00 WIB dengan keluhan payudara keras dan demam. Saat dilakukan pengkajian, ibu mengatakan belum bisa BAB setelah bersalin hingga hari ini. Kemudian, keadaan umum ibu baik dengan TD 117/82 mmHg, Nadi 79x/menit, Suhu 38,3oC dan Rr 20x/m. Pada pemeriksaan fisik khususnya pemeriksaan payudara didapakan payudara tampak tegang, keras, terdapat nyeri tekan, puting tidak menonjol dan ASI keluar sedikit.Kemudian pada area abdomen, didapatkan TFU 3 jari dibawah pusat, Kontraksi uterus baik dan pengeluaran lochea sangunolenta dimana keadaan ibu sudah sesuai masa nifasnya. Namun pada genetalia terlihat jahitan perineum sedikit basah. penulis mengkaji personal hygiene dan pola pemenuhan nutrisi ibu didapatkan ibu tidak berani untuk cebok didaerah jahitan sehingga kurangnya kebersihan dari daerah kewanitaan tersebut. Berdasarkan pola makan, ibu mengatakan tidak tarak makan. Berdasarkan data subjektif dan objektif maka, Ny.y P1001Ab000 postpartum hari ketiga dengan bendungan ASI.

Menurut (Prasetyo.2019) Bendungan ASI dapat terjadi karena adanya penyempitan duktus laktiferus pada payudara atau karena asi tidak optimal keluar dan dapat terjadi bila memiliki kelainan puting susu misalnya puting susu datar, terbenam atau cekung. Kejadian ini biasanya disebabkan karena air susu yang menumpuk tidak segera dikeluarkan sehingga menjadi sumbatan. Tanda gejala yang sering muncul pada saat terjadi bendungan ASI antara lain payudara tegang, terasa panas, keras, dan nyeri saat ditekan, berwarna kemerahan dan suhu tubuh ibu sampai 38˚C. Berdasarkan hal itu, tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.

Pada kasus ini Ny. Y, penulis memberikan asuhan tentang cara perawatan payudara. Hal ini sesuai dengan teori (Yenny Aulia.2021) Bendungan ASI dapat dicegah dengan perawatan payudara dan menyusui secara on demand.. Pendidikan kesehatan tentang cara perawatan payudara, proses laktasi sangatlah penting diberikan kepada ibu hamil dan menyusui untuk mempersiapkan proses laktasi sehingga bisa meminimalisir kejadian bendungan ASI. Kemudian memberikan asuhan tentang bagaimana personal hygiene ibu untuk menjaga daerah kewanitaan nya dengan bersih seperti menggunakan celana dalam katun, mengganti pembalut 3x/hari, cebok dari arah depan kebelakang dan mengeringkan dengan tisu sehabis BAK dan BAB hal ini dimaksud agar daerah kewanitaan khususnya jahitan ibu akan bersih dan tidak infeksi akibat lembap. Kemudian ibu diberikan asuhan pemenuhan nutrisi untuk tidak tarak makan dan makan kaya serat agat jahitan cepat kering dan ibu bisa BAB dihari nifas selanjutnya. Hal ini tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.

34

Pada tanggal 12 Maret 2025 bidan melakukan evaluasi keadaan ibu. Didapatkan keluhan demam serta nyeri pada payudara ibu berkurang. Bidan kemudian melakukan pemeriksaan, Payudara tampak tegang dan kerasnya sudah berkurang, ASI keluar, Putting ibu masih tenggelam,.pada abdomen Tfu 3 jari dibawah pusat, kontraksi uterus baik, Lochea sangunolenta, Jahitan perinem sedikit kering, sudah bisa BAB 1x dipagi hari. Bidan kemudian memberikan pujian karena dihari ke 5 nifas ini ibu banyak mengalami perubahan. Asuhan yang dilakukan bidan dengan melakukan perawatan payudara untuk bendungan ASI kembali dianjurkan 2x sehari , memastikan putting susu menonjol dengan menyedot putting susu dengan spuit 5 cc perlahan dan memberikan alternatif pilihan untuk ibu membeli pompa asi dengan syarat memompa setiap 2-3 jam sekali dengan keadaan alat ibu dan bayi steril.. serta mengingatkan untuk pemenuhan gizi dan nutrisi ibu nifas serta personal hygiene. Ibu menyetujui anjuran bidan dan kembali dievaluasi oleh bidan pada tanggal 14 Maret 2025 didapatkan Payudara sudah tidak tegang dan keras, tidak ada nyeri tekan, ASI keluar, Putting masih tenggelam, payudara tidak kemerahan, Tfu setinggi simfisis, lochea serosa, kontraksi uterus baik, kandung kemih penuh, jahitan perineum sudah kering

Pada hari ketujuh ini ibu mengalami perubahan yang baik. Ibu dalam kondisi baik maka fokus asuhan yang diberikan bidan yaitu Memberikan dukungan kepada ibu agar dapat menjalani masa nifas dengan baik dan bahagia dengan cara memberikan tips terhindar dari babyblues, Menjelaskan kepada ibu tanda bahaya nifas yaitu kembali perdarahan, demam, pusing hebat sampai berkunang – kunang ibu segera ke fasilitas kesehatan terdekat serta Megingatkan ibu untuk tetap menyusui ASI eksklusif selama 6 bulan kepada bayi yang didukung pemenuhan kebutuhan nutrisi yang memicu produksi ASI seperti susu almond, kacang – kacang, daun kelor atau daun katuk dan asi booster.

35 BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan

Berdasarkan studi kasus Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas di Klinik Sahabat Sehat

1. Telah dilakukan pengkajian data dan analisis data pada Ny. Y postpartum hari ke 3 dengan bendungan ASI

2. Telah dilaksanakan perumusan untuk menganalisa dan menginterpretasikan data untuk menegakkan diagnose atau masalah aktual pada Ny. Y postpartum hari ke 3 dengan bendungan ASI

3. Menetapkan rencana tindakan asuhan kebidanan pada Ny. Y post partum hari ke 3 dengan bendungan ASI, berdasarkan diagnosa masalah aktual dan masalah potensial.

4. Telah dilaksanakan tindakan asuhan kebidanan pada Ny. Y post partum hari ke 3 denga bendungan ASI hasil semua tindakan dapat dilakukan secara menyeluruh tanpa adanya hambatan.

5. Telah dilakukan evaluasi hasil asuhan kebidanan pada Ny. Y post partum hari ke 3 dengan bendungan ASI

6. Telah dilakukan pendokumentasian semua hasil temuan dan tindakan asuhan pada Ny. Y post partum hari ke 3 dengan bendungan ASI.

Dalam dokumen ASKEB KOMPRE BENDUNGAN ASI (Halaman 33-38)

Dokumen terkait