Untuk mengidentifikasi semua pekerjaan yang tertunda pada suatu proyek, penulis menganalisis data jadwal yang terdapat dalam proyek tersebut. Observasi dan wawancara langsung dengan responden yang terlibat dalam proyek pembangunan gedung Puskesmas Juanda Samarinda.
Pada tabel 4.1 Dapat dilihat durasi rencana pekerjaan pada proyek.
Tabel 4.1 Schedule Rencana Proyek
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32
A PEKERJAAN PRELIMINERIES B PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI C PEKERJAAN BETON LANTAI BASEMENT D PEKERJAAN BETON LANTAI 1 E PEKERJAAN BETON LANTAI 2 F PEKERJAAN BETON LANTAI ATAP G PEKERJAAN ARSITEKTUR LANTAI DAN TANGGA H PEKERJAAN DINDING
I PEKERJAAN PLAFOND J PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA K PEKERJAAN ATAP L PEKERJAAN SANITAIR M PEKERJAAN LAIN-LAIN N PEKERJAAN ELEKTRIKAL O PEKERJAAN PENDUKUNG BANGUNAN
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan (Minggu)
No Uraian Pekerjaan
Tabel 4.2 Reschedule Pada Proyek
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32
A PEKERJAAN PRELIMINERIES B PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI
C PEKERJAAN BETON LANTAI BASEMENT
D PEKERJAAN BETON LANTAI 1 E PEKERJAAN BETON LANTAI 2 F PEKERJAAN BETON LANTAI ATAP G PEKERJAAN ARSITEKTUR LANTAI DAN TANGGA H PEKERJAAN DINDING
I PEKERJAAN PLAFOND J PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA K PEKERJAAN ATAP L PEKERJAAN SANITAIR M PEKERJAAN LAIN-LAIN N PEKERJAAN ELEKTRIKAL O PEKERJAAN PENDUKUNG BANGUNAN
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan (Minggu)
No Uraian Pekerjaan
Selanjutnya dilakukan wawancara pada pihak proyek agar dapat diketahui apa yang menyebabkan rencana pekerjaan dengan realisa pekerjaan tidak sesuai.
Wawancara dilakukan untuk mengetahui penyebab keterlambatan proyek pembangunan Puskesmas Juanda Samarinda.
Wawancara dilakukan kepada responden yang mampu menjawab setiap permintaan data pada job description berupa data penyebab keterlambatan proyek.
Hasil wawancara tersebut hanya mewakili satu responden terpilih dalam survey ini yaitu Bapak Asriyansyah S.T., project manager proyek tersebut. Dari pemeriksaan latar belakang, observasi langsung, bahkan wawancara, jelas bahwa proyek selesai dalam 224 hari. Berikut pekerjaan yang tertunda pada proyek:
4.1.1 Pekerjaan Struktur 1. Pekerjaan Tanah dan Pondasi
a. Pemansangan Tiang dengan Mini Pile 25 x 25
Untuk pekerjaan pemancangan tiang dengan mini pile 25 x 25, rencana dikerjakan selama 28 hari namun realisasi di lapangan dikerjakan selama 42 hari. Pekerjaan pemancangan tiang dengan mini pile 25x25 mengalami keterlambatan selama 14 dari rencana.
Gambar 4.1 Pemancangan Tiang dengan Mini Pile Sumber: Kerja praktik 2022
Saat menggunakan mini pile, penundaan dapat terjadi karena faktor-faktor berikut:
1) Faktor lokasi sekitar yang sempit
Lokasi sekitar yang sempit menyebabkan ketika pada saat akan memasukkan alat untuk pemancangan tiang pancang sedikit
mengalami kesulitan, sehingga alat tersebut susah untuk bermanuver.
2) Faktor adanya warga sekitar yang protes
Adanya warga sekitar yang protes karena merasa terganggu akibat adanya kegiatan pemancangan tiang mini pile tersebut. Akibatnya pekerjaan sempat terhenti beberapa hari, setelah melakukan mediasi kepada warga tersebut dan mendapatkan kesepakatan antara kontraktor dengan warga maka kegitan tersebut dapat dilanjutkan kembali.
b. Pekerjaan Pile Cap
Untuk pekerjaan pile cap, rencana dikerjakan selama 21 hari namun realisasi dilapangan dikerjakan selama 63 hari. Pekerjaan pile cap mengalami keterlambatan selama 42 hari dari rencana.
Gambar 4.2 Pekerjaan Pile Cap Sumber: Kerja praktik 2022
Faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan pekerjaan pile cap antara lain:
1) Faktor kekurangan tenaga kerja
Penyebab kekurangan tenaga kerja antara lain kurangnya manajemen perencanaan personalia di tempat kerja dan pergantian pekerjaan yang membutuhkan usaha lebih dari yang direncanakan.
2) Faktor intensitas curah hujan
Jika hujan selama periode proyek, dapat menunda konstruksi dan
menyebabkan genangan air di lubang kepala tiang. Oleh karena itu, dibutuhkan waktu untuk mengalirkan air di lubang galian sebelum pengerjaan pile cap dapat dilanjutkan.
2. Pekerjaan Beton
a. Pekerjaan Tie Beam
Untuk pekerjaan tie beam, rencana dikerjakan selama 21 hari namun realisasi di lapangan dikerjakan selama 49 minggu. Pekerjaan tie beam mengalami keterlambatan selama 28 hari dari rencana.
Gambar 4.3 Pekerjaan Tie Beam Sumber: Kerja praktik 2022
Faktor Penyebab keterlambatan pekerjaan Tie Beam adalah sebagai berikut:
1) Keterlambatan pengiriman bahan dan material
Keterlambatan pengiriman bahan dan material terjadi pada material besi dan material lain. Hal itu dikarenakan kurangnya koordinasi antara suplayer material dengan kontraktor yang menyebabkan material belom bisa dikirim ke lokasi proyek.
2) Faktor produktivitas tenaga kerja yang rendah
Rendahnya produktivitas tenaga kerja dalam hal ini cenderung karena faktor usia yang sebagian pekerja sudah berusia lebih dari 50 tahun.
3) Faktor intensitas curah hujan
Hujan yang terjadi saat proyek sedang berlangsung dapat berakibat tertundanya pekerjaan tie beam akibatnya para pekerja tidak dapat bekerja.
b. Pekerjaan Kolom Lantai Basement
Untuk pekerjaan kolom lantai basement, rencana dikerjakan selama 21 hari namun realisasi dilapangan dikerjakan selama 70 hari. Pekerjaan kolom lantai basement mengalami keterlambatan selama 49 hari dari rencana.
Gambar 4.4 Pekerjaan Kolom Lantai Basement Sumber: Kerja praktik 2022
Faktor Penyebab keterlambatan pekerjaan kolom lantai basement adalah sebagai berikut:
1) Faktor mundurnya pekerjaan tie beam
Akibat mundurnya pekerjaan tie beam berdampak kepada mundurnya pekerjaan kolom lantai basement karena apabila pekerjaan tie beam belom selesai maka pekerjaan kolom lantai basement belom bisa dimulai.
2) Faktor intensitas curah hujan
Hujan yang terjadi saat proyek sedang berlangsung dapat berakibat tertundanya pekerjaan kolom lantai basment akibatnya para pekerja tidak dapat bekerja.
c. Pekerjaan Balok Lantai Satu
Untuk pekerjaan balok lantai satu, rencana dikerjakan selama 21 hari namun realisasi di lapangan dikerjakan selama 28 hari. Pekerjaan balok lantai satu mengalami keterlambatan selama 7 hari dari rencana.
Gambar 4.5 Pekerjaan Balok Lantai Satu Sumber: Kerja praktik 2022
Faktor Penyebab keterlambatan pekerjaan balok lantai satu adalah sebagai berikut:
1) Faktor mundurnya pekerjaan kolom lantai basement
Akibat mundurnya pekerjaan kolom lantai basement berdampak kepada mundurnya pekerjaan balok lantai satu karena kalau pekerjaan kolom lantai basement belom selesai maka pekerjaan balok lantai satu belom bisa dimulai.
2) Faktor intensitas curah hujan
Hujan yang terjadi saat proyek sedang berlangsung dapat berakibat tertundanya pekerjaan kolom lantai basement akibatnya para pekerja tidak dapat bekerja.
3. Pekerjaan Arsitektur
a. Pekerjaan Lantai dan Tangga Lantai Basement
Untuk pekerjaan lantai dan tangga lantai basement, rencana dikerjakan selama 42 hari namun realisasi di lapangan dikerjakan selama 49 hari. Pekerjaan lantai dan tangga lantai basmnet mengalami keterlambatan selama 7 hari dari rencana.
Gambar 4.6 Pekerjaan Lantai dan Tangga Lantai Basement Sumber: Kerja praktik 2022
Faktor penyebab keterlambatan pekerjaan lantai dan tangga lantai basement:
1) Faktor kurangnya tenaga kerja
Penyebab keterlambatan pembangunan ruang bawah tanah dan tangga. Kekurangan tenaga kerja disebabkan oleh kurangnya manajemen perencanaan tenaga kerja yang tepat di tempat kerja.
2) Faktor keterlambatan penyediaan material
Keterlambatan penyediaan material disebabkan oleh lambatnya pihak kontraktor dalam penyedian material.
3) Faktor kurangnya keahlian tenaga kerja
Penyebab keterlambatan pembangunan lantai dan tangga bawah tanah adalah kurangnya tenaga kerja dengan pengetahuan dan keterampilan yang rendah untuk bekerja di lantai dan tangga.
b. Pekerjaan Dinding Lantai Basement
Untuk pekerjaan dinding lantai basement, rencana dikerjakan selama 77 hari namun realisasi di lapangan dikerjakan selama 84 hari. Pekerjaan dinding lantai basement mengalami keterlambatan selama 7 hari dari rencana.
Gambar 4.7 Pekerjaan Dinding Lantai Basement Sumber: Kerja praktik 2022
Faktor penyebab keterlambatan pekerjaan dinding lantai basement adalah sebagai berikut:
1) Faktor adanya scaffolding dan bekisting yang belom di bongkar, adanya scaffolding dan bekisting yang belom di bongkar dari sisa pekerjan balok dan plat lantai satu.
2) Faktor tenaga kerja yang tidak mencukupi, kurangnya tenaga kerja, dan manajemen perencanaan yang tidak memadai di tempat kerja.
4. Pekerjaan Elektrikal
a. Pekerjaan Elektrikal Lantai Satu
Untuk pekerjaan elektrikal lantai satu, rencana dikerjakan selama 49 hari namun realisasi di lapangan dikerjakan selama 56 hari. Pekerjaan elektrikal lantai satu mengalami keterlambatan selama 7 hari dari rencana.
Gambar 4.8 Pekerjaan Elektrikal Lantai Satu Sumber: Kerja praktik 2022
Faktor Penyebab keterlambatan pekerjaan balok lantai satu adalah sebagai berikut:
1) Faktor kurangnya tenaga kerja, penyebab terlambatnya pekerjaan elektrikal lantai satu disebabkan kurangnya tenaga kerja karena manajemen rencana tenaga kerja di lapangan yang tidak memadai.
2) Faktor kurangnya keahlian tenaga kerja, penyebab terlambatnya pekerjaan elektrikal lantai satu disebabkan karena kurangnya pekerja dengan keterampilan dan keterampilan kerja yang rendah.
4.1.2 Pembuatan Gambar Fault Tree
Dari hasil yang diidentifikasi, faktor-faktor tersebut dapat dianggap sebagai kejadian antara, karena merupakan kegiatan yang menyebabkan tertundanya proyek pembangunan Puskesmas Juanda Samarinda. Pembuatan fault tree menggunakan logic gate “and” atau “or” agar dapat dimengerti apa hubungan dari event yang berada didalamnya. Pada fault tree ini penulis menggunakan gerbang logika “and”.
Ini berarti proyek akan tertunda jika acara menunda pekerjaan struktural, arsitektur atau listrik. Gambar 4.9 diawali dengan menjelaskan penyebab keterlambatan proyek.
Gambar 4.9 Intermediate event utama
Setelah mendapatkan Intermediate Event level pertama, yaitu Intermediate Event yang terhubung langsung dengan top event, langkah selanjutnya adalah menentukan level Intermediate Event dan base event selanjutnya di fault tree.
Baseline event ditentukan dengan meneliti literatur faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek dan mewawancarai responden untuk mengidentifikasi faktor- faktor penyebab keterlambatan Proyek Pembangunan Puskesmas Juanda Samarinda. Dari identifikasi yang dilakukan diketahui bahwa kejadian fundamental
yang menyebabkan keterlambatan pekerjaan konstruksi, bangunan dan kelistrikan adalah:
1. Faktor lokasi sekitar yang sempit
Lokasi sekitar yang sempit menyebabkan ketika pada saat akan memasukkan alat untuk memancang tiang pancang sedikit mengalami kesulitan, Sehingga alat tersebut susah untuk bermanuver.
2. Faktor adanya warga sekitar yang protes
Adanya warga sekitar yang protes karena merasa terganggu yang mengakibatkan kegiatan sempat terhenti beberapa hari. Setelah melakukan mediasi kepada warga tersebut dan mendapatkan kesepakatan antara kontraktor dengan warga tersebut maka kegiatan dapat dilanjutkan.
3. Faktor kurangnya tenaga kerja
Penyebab kekurangan tenaga kerja antara lain kurangnya manajemen perencanaan di tempat kerja dan pergantian pekerjaan yang membutuhkan usaha lebih dari yang direncanakan.
4. Faktor intensitas curah hujan
Hujan yang terjadi saat proyek sedang berlangsung berakibat tertundanya suatu pekerjaan.
5. Faktor keterlambatan pengiriman bahan dan material
Keterlambatan pengiriman bahan dan material terjadi dikarenakan kurangnya koordinasi antara suplayer material dengan kotraktor yang menyebabkan material belum bisa dikirim ke lokasi proyek.
6. Faktor produktivitas tenaga kerja yang rendah
Rendahnya produktivitas tenaga kerja dalam hal ini cenderung karena faktor usia yang sebagian pekerja sudah berusia lebih dari 50 tahun.
7. Faktor mundurnya pekerjaan
Akibat mulainya suatu pekerjaan yang mengaalami kemunduran yang mengakibatkan pekerjaan selanjutnya juga mengalami kemunduran.
8. Faktor keterlambatan penyediaan material
Keterlambatan penyediaan material disebabkan oleh lambatnya pihak kontraktor dalam penyediaan material.
9. Faktor kurangnya keahlian tenaga kerja
Kurangnya tenaga kerja yang memiliki keahlian/ keterampilan pada suatu bidang pekerjaan tertentu.
10. Faktor adanya scaffolding dan bekisting yang belom di bongkar
Adanya scaffolding dan bekisting yang belom di bongkar dari sisa pekerjan balok dan plat lantai satu, yang menyebabkan terganggunya suatu pekerjaan.