4.3 Pengolahan Data Jaringan Kerja dengan Metode Jalur Kritis (Critical
No Uraian Pekerjaan Kode Aktifitas Pendahulu
Durasi pekerjaan
(Hari) ES EF 12 Pekerjaan Dinding Lantai
Basement H B, C 7 91 98
13 Pekerjaan Dinding Lantai 1 H1 C1, D, E, H, L 26 133 159 14 Pekerjaan Dinding Lantai 2 H2 D1, E1, F, G,
H1, K, L1, N 40 168 208 15 Pekerjaan Dinding Gewel H3 G1, H2, I1, J,
K1, M, N1 14 210 224
16 Pekerjaan Plafond Lantai
Basement I C1, D, E, H, L 14 133 147
17 Pekerjaan Plafond Lantai 1 I1 D1, E1, F, G,
H1, K, L1, N 41 168 209 18 Pekerjaan Plafond Lantai 2 I2 G1, H2, I1, J,
K1, M, N1 7 210 217
19 Pekerjaan Pintu Dan Jendela
Lantai Basement Dan Lantai 1 J D1, E1, F, G,
H1, K, L1, N 28 168 196 20 Pekerjaan Pintu Dan Jendela
Lantai 2 J1 G1, H2, I1, J,
K1, M, N1 7 210 217
21 Pekerjaan Atap Sisi Kiri K C1, D, E, H, L 7 133 140 22 Pekerjaan Atap Sisi Kanan K1 D1, E1, F, G,
H1, K, L1, N 28 168 196 23 Pekerjaan Sanitair Dalam
Bangunan L B, C 39 91 130
24 Pekerjaan Sanitair Luar
Bangunan L1 C1, D, E, H, L 21 133 154
25 Pekerjaan Lain-Lain Dalam
Bangunan M D1, E1, F, G,
H1, K, L1, N 28 168 196 26 Pekerjaan Lain-Lain Luar
Bangunan M1 G1, H2, I1, J,
K1, M, N1 11 210 221
27 Pekerjaan Elektrikal Lantai
Basement N C1, D, E, H, L 21 133 154
28 Pekerjaan Elektrikal Lantai 1 N1 D1, E1, F, G,
H1, K, L1, N 39 168 207 29 Pekerjaan Elektrikal Lantai 2 N2 G1, H2, I1, J,
K1, M, N1 7 210 217
30 Pekerjaan Pendukung Bangunan O G1, H2, I1, J,
K1, M, N1 13 210 223
Setelah mengetahui nilai ES-EF pada masing-masing kegiatan, selanjutnya akan mencari nilai LS-LF pada masing-masing kegiatan.
4.3.2 Perhitungan Mundur (Backward Pass)
Pada perhitungan mundur (Backward Pass) nilai untuk Latest Start (LS) dan Latest Finish (LF) ditentukan:
Rumus:
LS = LF – D Keterangan:
D : Durasi pekerjaan
LS : Lates Star (waktu paling lambat kegiatan
LF : Lates Finish (waktu paling lambat untuk menyelesaikan pekerjaan) Contoh mencari nilai LS pada pekerjaan tanah dan pondasi
D = 63 LF = 91 LS = LF – D LS = 91 – 63 LS = 28
Jadi nilai LS pada pekerjaan tanah dan pondasi adalah 28.
Tabel 4.5 Hasil perhitungan LS
No Uraian Pekerjaan Kode Aktifitas Pendahulu
Durasi pekerjaan
(Hari)
LS LF
1 Pekerjaan Prelimineries A - 28 0 28
2 Pekerjaan Tanah Dan Pondasi B A 63 28 91
3 Pekerjaan Beton Lantai
Basement Sisi Kiri C A 56 28 91
4 Pekerjaan Beton Lantai
Basement Sisi Kanan C1 B, C 42 91 133
5 Pekerjaan Beton Lantai 1 Sisi
Kiri D B, C 40 91 133
6 Pekerjaan Beton Lantai 1 Sisi
Kanan D1 C1, D, E,
H, L 21 133 168
7 Pekerjaan Beton Lantai 2 Sisi
Kiri E B, C 21 91 133
8 Pekerjaan Beton Lantai 2 Sisi
Kanan E1 C1, D, E,
H, L 35 133 168
9 Pekerjaan Beton Lantai Atap F C1, D, E,
H, L 21 133 168
10 Pekerjaan Arsitektur Lantai Dan
Tangga Lantai Basement G C1, D, E,
H, L 7 133 168
11 Pekerjaan Arsitektur Lantai Dan Tangga Lantai 1 & 2 G1
D1, E1, F, G, H1, K,
L1, N
42 168 210 12 Pekerjaan Dinding Lantai
Basement H B, C 7 91 133
13 Pekerjaan Dinding Lantai 1 H1 C1, D, E,
H, L 26 133 168
14 Pekerjaan Dinding Lantai 2 H2
D1, E1, F, G, H1, K,
L1, N
40 168 210 15 Pekerjaan Dinding Gewel H3
G1, H2, I1, J, K1, M,N1
14 210 224
No Uraian Pekerjaan Kode Aktifitas Pendahulu
Durasi pekerjaan
(Hari)
LS LF 16 Pekerjaan Plafond Lantai
Basement I C1, D, E,
H, L 14 133 168
17 Pekerjaan Plafond Lantai 1 I1
D1, E1, F, G, H1, K,
L1, N
41 168 210 18 Pekerjaan Plafond Lantai 2 I2
G1, H2, I1, J, K1, M,N1
7 210 224 19 Pekerjaan Pintu Dan Jendela
Lantai Basement Dan Lantai 1 J
D1, E1, F, G, H1, K,
L1, N
28 168 210 20 Pekerjaan Pintu Dan Jendela
Lantai 2 J1 G1, H2, I1,
J, K1, M,N1
7 210 224 21 Pekerjaan Atap Sisi Kiri K C1, D, E,
H, L 7 133 168
22 Pekerjaan Atap Sisi Kanan K1
D1, E1, F, G, H1, K,
L1, N
28 168 210 23 Pekerjaan Sanitair Dalam
Bangunan L B, C 39 91 133
24 Pekerjaan Sanitair Luar
Bangunan L1 C1, D, E,
H, L 21 133 168
25 Pekerjaan Lain-Lain Dalam
Bangunan M
D1, E1, F, G, H1, K,
L1, N
28 168 210 26 Pekerjaan Lain-Lain Luar
Bangunan M1
G1, H2, I1, J, K1, M,N1
11 210 224 27 Pekerjaan Elektrikal Lantai
Basement N C1, D, E,
H, L 21 133 168
28 Pekerjaan Elektrikal Lantai 1 N1
D1, E1, F, G, H1, K,
L1, N
39 168 210 29 Pekerjaan Elektrikal Lantai 2 N2 G1, H2, I1,
J, K1, M,N1
7 210 224 30 Pekerjaan Pendukung Bangunan O
G1, H2, I1, J, K1,
M,N1 13 210 224
4.3.3 Perhitungan Float
Setelah mengetahui nilai LS-LF untuk setiap aktivitas, cari Free Float (FF), Total Float (TF), dan Independent Float (IF) untuk menemukan aktivitas utama.
Tabel 4.6 Perhitungan float
No Kode Aktifitas Pendahulu
Durasi pekerjaan
(Hari) ES EF LS LF
TF FF IF
(LF- ES- D)
(EF- LS- D)
(TF- FF)
1 A - 28 0 28 0 28 0 0 0
2 B A 63 28 91 28 91 0 0 0
3 C A 56 28 84 28 91 7 0 7
4 C1 B, C 42 91 133 91 133 0 0 0
5 D B, C 40 91 131 91 133 2 0 2
6 D1 C1, D, E, H, L 21 133 154 133 168 14 0 14
7 E B, C 21 91 112 91 133 21 0 21
8 E1 C1, D, E, H, L 35 133 168 133 168 0 0 0 9 F C1, D, E, H, L 21 133 154 133 168 14 0 14 10 G C1, D, E, H, L 7 133 140 133 168 28 0 28 11 G1 D1, E1, F, G,
H1, K, L1, N 42 168 210 168 210 0 0 0
12 H B, C 7 91 98 91 133 35 0 35
13 H1 C1, D, E, H, L 26 133 159 133 168 9 0 9 14 H2 D1, E1, F, G,
H1, K, L1, N 40 168 208 168 210 2 0 2 15 H3 G1, H2, I1, J,
K1, M,N1 14 210 224 210 224 0 0 0
16 I C1, D, E, H, L 14 133 147 133 168 21 0 21 17 I1 D1, E1, F, G,
H1, K, L1, N 41 168 209 168 210 1 0 1 18 I2 G1, H2, I1, J,
K1, M,N1 7 210 217 210 224 7 0 7
19 J D1, E1, F, G,
H1, K, L1, N 28 168 196 168 210 14 0 14 20 J1 G1, H2, I1, J,
K1, M,N1 7 210 217 210 224 7 0 7
21 K C1, D, E, H, L 7 133 140 133 168 28 0 28 22 K1 D1, E1, F, G,
H1, K, L1, N 28 168 196 168 210 14 0 14
23 L B, C 39 91 130 91 133 3 0 3
24 L1 C1, D, E, H, L 21 133 154 133 168 14 0 14 25 M D1, E1, F, G,
H1, K, L1, N 28 168 196 168 210 14 0 14 26 M1 G1, H2, I1, J,
K1, M,N1 11 210 221 210 224 3 0 3
27 N C1, D, E, H, L 21 133 154 133 168 14 0 14 28 N1 D1, E1, F, G,
H1, K, L1, N 39 168 207 168 210 3 0 3 29 N2 G1, H2, I1, J,
K1, M,N1 7 210 217 210 224 7 0 7
No Kode Aktifitas Pendahulu
Durasi pekerjaan
(Hari) ES EF LS LF
TF FF IF
(LF- ES- D)
(EF- LS- D)
(TF- FF)
30 O G1, H2, I1, J,
K1, M,N1 13 210 223 210 224 1 0 1
Mengetahui nilai Free Float (FF) dan Float Tolat (TF) pada setiap aktivitas memungkinkan untuk mengidentifikasi aktivitas mana yang termasuk aktivitas kritis yang mungkin atau mungkin tidak mengalami penundaan atau penundaan penyelesaiannya. CPM memiliki berbagai jenis float yang dapat digunakan untuk menganalisis pelaksanaan proyek yang sedang berjalan dan merencanakan pemanfaatan sumber daya proyek. Aktivitas di jalur kritis adalah yang memiliki nilai Free Float (FF) dan Total Float (TF) 0, jadi FF=TF=0.
Dari tabel di atas dapat diketahui aktivutas yang termasuk ke dalam jalur kritis adalah kegiatan A, B, C, E1, G1, H3.
4.4 Pengolahan Data Jaringan Kerja untuk Menentukan Percepatan Waktu dengan metode CPM
4.4.1 Perhitungan Maju (Forward pass)
Perhitungan forward pass menentukan nilai Earliest Start (ES) dan Earliest Finish (EF).
EF = ES + D Keterangan:
D : Durasi pekerjaan
ES : Earliest Star (waktu paling awal tercepat)
EF : Earliest Finish (waktu paling awal pekerjaan dapat diselesaikan) Contoh mencari nilai EF pada pekerjaan tanah dan pondasi
D = 63 ES = 28 EF = ES + D EF = 28 + 63 EF = 91
Jadi nilai EF pada pekerjaan tanah dan pondasi adalah 91.
Tabel 4.7 Hasil perhitungan EF dengan percepatan waktu No Uraian Pekerjaan Kode Aktifitas
Pendahulu
Durasi pekerjaan
(Hari) ES EF
1 Pekerjaan Prelimineries A - 28 0 28
2 Pekerjaan Tanah Dan Pondasi B A 63 28 91
3 Pekerjaan Beton Lantai Basement
Sisi Kiri C A 56 28 86
4 Pekerjaan Beton Lantai 1 Sisi
Kiri D A 61 28 89
5 Pekerjaan Beton Lantai 2 Sisi
Kiri E A 56 28 84
6 Pekerjaan Beton Lantai Atap F B, C, D, E, L 21 91 112 7 Pekerjaan Arsitektur Lantai Dan
Tangga Lantai Basement G B, C, D, E, L 49 91 140
8 Pekerjaan Dinding Lantai
Basement H B, C, D, E, L 42 91 133
9 Pekerjaan Dinding Lantai 1 H1 F, G, H, J, M 45 140 185 10 Pekerjaan Plafond Lantai
Basement I F, G, H, J, M 62 140 202
11 Pekerjaan Pintu Dan Jendela
Lantai Basement Dan Lantai 1 J F, G, H, J, M 35 140 175 12 Pekerjaan Atap Sisi Kiri K F, G, H, J, M 35 140 175 13 Pekerjaan Sanitair Dalam
Bangunan L A 60 28 88
14 Pekerjaan Lain-Lain Dalam
Bangunan M B, C, D, E, L 39 91 130
15 Pekerjaan Elektrikal Lantai
Basement N F, G, H, J, M 67 140 207
16 Pekerjaan Pendukung Bangunan O F, G, H, J, M 13 140 153 Setelah mengetahui nilai ES-EF pada masing-masing kegiatan, selanjutnya akan mencari nilai LS-LF pada masing-masing kegiatan.
4.4.2 Perhitungan Mundur (Backward Pass)
Pada perhitungan mundur nilai untuk Latest Start (LS) dan Latest Finish (LF) ditentukan dengan:
Rumus:
LS = LF – D Keterangan:
D : Durasi pekerjaan
LS : Lates Star (waktu paling lambat kegiatan
LF : Lates Finish (waktu paling lambat untuk menyelesaikan pekerjaan) Contoh mencari nilai LS pada pekerjaan tanah dan pondasi
D = 63
LF = 91 LS = LF – D LS = 91 – 63 LS = 28
Jadi nilai LS pada pekerjaan tanah dan pondasi adalah 28.
Tabel 4.8 Hasil perhitungan LS dengan percepatan waktu No Uraian Pekerjaan Kode Aktifitas
Pendahulu
Durasi pekerjaan
(Hari) LS LF
1 Pekerjaan Prelimineries A - 28 0 28
2 Pekerjaan Tanah Dan Pondasi B A 63 28 91
3 Pekerjaan Beton Lantai Basement
Sisi Kiri C A 56 28 91
4 Pekerjaan Beton Lantai 1 Sisi
Kiri D A 61 28 91
5 Pekerjaan Beton Lantai 2 Sisi
Kiri E A 56 28 91
6 Pekerjaan Beton Lantai Atap F B, C, D, E, L 21 91 140 7 Pekerjaan Arsitektur Lantai Dan
Tangga Lantai Basement G B, C, D, E, L 49 91 140
8 Pekerjaan Dinding Lantai
Basement H B, C, D, E, L 42 91 140
9 Pekerjaan Dinding Lantai 1 H1 F, G, H, J, M 45 140 207 10 Pekerjaan Plafond Lantai
Basement I F, G, H, J, M 62 140 207
11 Pekerjaan Pintu Dan Jendela
Lantai Basement Dan Lantai 1 J F, G, H, J, M 35 140 207 12 Pekerjaan Atap Sisi Kiri K F, G, H, J, M 35 140 207 13 Pekerjaan Sanitair Dalam
Bangunan L A 60 28 91
14 Pekerjaan Lain-Lain Dalam
Bangunan M B, C, D, E, L 39 91 140
15 Pekerjaan Elektrikal Lantai
Basement N F, G, H, J, M 67 140 207
16 Pekerjaan Pendukung Bangunan O F, G, H, J, M 13 140 207 Dari tabel di atas kita dapat mengetahui durasi percepatan waktu pada proyek yang semula direncanakan selama 224 hari, setelah dilakukan percepatan waktu menjadi 207 hari dengan selisih wakru 17 hari lebih cepat dari yang di rencanakan.
Gambar diagram jaringan kerja dengan percepatan waktu menggunakan metode CPM dapat dilihat dibawah ini.
Berikut ini adalah pekerjaan yang di percepat waktunya antara lain sebagai berikut:
1. Pekerjaan prelimineries 2. Pekerjaan tanah dan pondasi
3. Pekerjaan beton lantai basement sisi kiri 4. Pekerjaan beton lantai 1 sisi kiri
5. Pekerjaan beton lantai 2 sisi kiri 6. Pekerjaan beton lantai atap
7. Pekerjaan arsitektur lantai dan tangga lantai basement 8. Pekerjaan dinding lantai basement
9. Pekerjaan dinding lantai 1
10. Pekerjaan plafond lantai lantai basement
11. Pekerjaan pintu dan jendela lantai basement dan lantai 1 12. Pekerjaan atap sisi kiri
13. Pekerjaan sanitair dalam bangunan 14. Pekerjaan lain-lain dalam bangunan 15. Pekerjaan elektrikal lantai basement 16. Pekerjaan pendukung bangunan
Untuk mempercepat durasi pekerjaan pada kegiatan di atas, dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:
1. Penambahan jam kerja dengan lembur
Salah satu cara untuk mempercepat waktu penyelesaian pada proyek adalah dengan cara penambahan jam kerja dengan lembur para pekerja. Semakin besar penambahan jam lembur dapat menimbulkan penurunan produktivitas, penambahan jam kerja yang efisien yaitu 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam sesuai dengan waktu penambahan yang diinginkan.
2. Penambahan tenaga kerja
Dalam penambahan jumlah tenaga kerja yang perlu di perhatikan adalah ruang kerja yang tersedia apakah terlalu sesak atau cukup lapang, karena penambahan tenaga kerja pada suatu aktivitas tidak boleh mengganggu pemakaian tenaga tenaga kerja untuk aktivitas yang lain yang sedang berjalan pada saat yang sama. Selain itu, harus diimbangi pengawasan karena ruang kerja yang sesak dan pengawasan yang kurang akan menurunkan produktivitaspekerja.
Gambar 4.11 Diagram Jaringan Kerja dengan Percepatan Waktu menggunakan Metode CPM
52