Identitas responden yang meliputi umur,pendidikan, jumlah tanggungan keluarga dan mengetahui niali tambah dari tepung mocaf sebagai berikut :
5.1.1. Umur responden
Umur sangat mempengaruhi aktifitas seseorang karena dikaitkan langsung dengan kekuatan fisik, mental, dan cara pikir responden, sehingga berhubungan erat dengan pengambilan keputusan dan berperan dalam merubah metode-metode dalam mengerjakan usahanya sehingga usaha yang dihasilkan akan lebih produktif. Pada umumnya petani yang berumur muda dan sehat lebih cepat menerima informasi atau inovasi baru yang dianjurkan dibandingkan dengan petani yang berumur tua. Keadaan penduduk Di Kompleks Wilayah BPP (Balai Besar Pelatihan Pertanian) dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8. Jumlah Responden Menurut Kelompok Umur Di Kompleks Wilayah BBPP (Balai Besar Pelatihan Pertanian ).
No Umur (Tahun) Jumlah jiwa Presentase (%)
1 2 3
0 – 25 26 – 35 36 – 40
1 3 1
20%
60 % 20%
Jumlah 5 100 %
Sumber : Data Primer Yang Telah Diolah 2014
Tabel menggambarkan responden menurut kelompok umur yang berdasarkan hasil wawancara klasifikasi umur 0-25 tahun sebanyak 1 (20 %) orang , umur antara 26 – 35 tahun sebanyak 3 (60 %) orang dan umur di atas 36-40 tahun
28 sebanyak 1 (20 %) orang. Semua responden merupakan pegawai BBPP Batangkaluku.
5.1.2. Pendidikan Responden
Tingkat pendidikan responden menentukan pola pikir serta sikap seseorang petani dalam menyikapi perubahan-perubahan serta fakta sosial yang terjadi di dalam suatu tatanan masyarakat. kemampuan untuk menilai dan menganalisa masalah juga dapat di hasilkan dari seberapa jauh tingkat pendidikan yang petani tempuh, Tingkat pendidikan petani responden dapat dilihat pada table 9.
Table 9. Jumlah Tingkat Pendidikan Di Sekitar Wilayah BBPP (Balai Besar Pelatihan Pertanian) Batangkaluku.
No Tingkat pendidikan Jumlah jiwa Presentase (%)
1 Sekolah Menengah Pertama - 0 %
2 Sekolah Menengah Atas 1 20 %
3 Perguruan tinggi (S1) 4 80 %
Jumlah 5 100 %
Sumber : Data Primer Yang Telah Di Olah 2014
Tabel menunjukan bahwa tingkat pendidikan responden umumnya telah menyelesaikan pendidikannya di Perguruan Tinggi (S1) yaitu 4 (80 %) orang.
sedangkan Sekolah Menengah Atas 1 (20 %) orang. data tersebut menggamarkan bahwa secara keseluruhan responden yang menjadi objek penelitian adalah responden dengan tingkat pendidikan yang sudah baik, dimana responden telah menempuh pendidikan normal.
5.1.3. Jumlah Tanggungan Keluarga
Tanggungan keluarga merupakan penunjang usaha yang sedang dilaksanakan ,akan tetapi disis lain dapat juga menjadi beban keluarga hanya mengandalkan has
29 ail usaha yang tidak ditunjang oleh tenaga produktif. Adapun banyak tanggungan keluargga responden dapat di lihat pada tabel 10.
Tabel 10. Jumlah Responden Menurut Tanggungan Keluarga
No Tanggungan Keluarga Jumlah (jiwa) Presentase (%) 1
2 3
0-2 3-4
>5
4 1 -
80 % 20 % 0 %
Jumlah 5 100 %
Sumber : Data sekunder yang telah di olah 2014
Table 9 menjelaskan bahwa responden umumnya jumlah tanggungan keluarga antara 0-2 jiwa sebanyak 4 (80 %) orang dan antara 3-4 hanya 1 (20 %).
Tanggungan dalam hal ini adalah istri dan anak yang menjadi tanggung jawab responden atau anggota keluarga lain seperti orang tua dan saudara.
5.1.4 Daftar Nama Responden Dan Peranan Pengelola Di Laboratorium BBPP Batangkaluku Kabupaten Gowa
Tabel 11. Nama Responden Menurut Peranan Masing-Masing
No Nama responden Jabatan
1 2 3 4 5
Hari Rauf Adi Risna Wansa
Kepala pengelola Anggota Anggota Anggota Anggota
Tabel 11 menunjukkan bawha dalam pembuatan tepung mocaf yang di lakukan di lab pengolahan pertanian BBPP batangkaluku memiliki 5 karyawan 1 di antaranya adalah kepala pengelolah dan selebihnya 4 orang anggota karyawan yang berperan penting dalam pembuatan tepung mocaf. Jadi dalam proses pembuatan tepung mocaf di lakukan tidak dengan per orang tapi di lakukan dengan bekerjasama.
30 5.2. Hasil dan Proses Pembuatan Singkong Menjadi Tepung Mocaf yang di
lakukan Di Lab Pengolahan Pertanian BBPP Batangkaluku Tabel 12. Hasil pembuatan tepung mocaf
1 Harga singkong di pasaran Rp. 700/Kg
2 Singkong yang diolah dalam bentuk mocaf 1.500 Kg
3 Tepung mocaf yang dihasilkan 500 Kg
4 Harga jual yang diberikan kepada konsumen Rp. 5.000/ Kg Sumber : Kantor BBPP Batangkaluku Kab. Gowa, 2014
Berdasarkan pada tabel 12 menjelaskan bahwa, laboratorium BBPP batangkaluku membuat tepung mocaf dari singkong yang di beli dari pedagang besar / pasaran. Singkong segar di pasaran di beli dengan harga Rp.700/ kg. BBPP memproduksi tepung mocaf tergantung pesanan konsumen atau pedagang besar, jadi tidak memproduksi mocaf setiap hari atau setiap bulan.
Dalam 3 kg singkong dapat menghasilkan tepung mocaf sebanyak 1 kg.
BBPP batangkaluku biasa mengolah singkong sebanyak 1500 kg jadi dengan singkong sebanyak 1500 kg BBPP dapat menghasilkan tepung mocaf sebanyak 500 kg, kemudian harga jual tepung mocaf yang di berikan kepada konsumen / pedagang yang pesan yaitu dengan harga Rp.5000/kg tepung mocaf. Jadi setiap satu kali mengolah/ membuat tepung mocaf keuntungan yg di hasilkan BBPP agak lumayan. Adapun tahap/ proses pembuatan tepung mocaf dan berikut adalah tahap- tahap pembuatan mocaf antara lain:
5.2.1. Pengupasan
Singkong yang akan digunaka harus cukup umur berkisar 8-10 bulan dipanen.
Singkong yang sudah terpilih dikupas kulitnya kemudian di cuci hingga bersih
31 menggunakan sikat, agar kotoran yang menempel pada umbi menjadi bersih kemudian rendam dalam air bersih selama 24 jam.
5.2.2. Perajangan / penipisan
Singkong yang telah dicuci kemudian dirajang menjadi bentuk chip (irisan melintang yang tipis) dengan ketebalan 1-1,5 mm atau singkong disawut.
Pengirisan/penyawutan bertujuan untuk mempermudah dalam pengeringan chip/sawut singkong.
5.2.3. Fermentasi / perendaman
Proses fermentasi/ perendaman ini sangat menentukan keberhasilan dalam pembuatan tepung (mocaf), karena tanpa melalui proses fermentasi, maka tepung yang dihasilkan bukan mocaf tetapi tepung kasava biasa. Starter yang digunakan untuk perendaman /fermentasi dosisnya 10 gram starter per 10 liter air per 10 kg singkong segar dengan dicampurkan 6 sendok kapur sirih. Selama proses fermentasi terjadi penghilangan komponen warna, seperti pigmen (khusus singkong kuning) dan protein yang dapat menyebabkan warna coklat ketika pemanasan. Dampaknya adalah warna Mocaf yang dihasilkan lebih putih jika dibandingkan dengan warna tepung ubikayu biasa juga tidak berbau (netral).
Selain itu, proses ini akan menghasilkan tepung yang secara karakteristik dan kualitas hampir menyerupai tepung terigu sehingga produk Mocaf sangat cocok untuk menggantikan bahan terigu untuk kebutuhan industri makanan. Fermentasi dilaksanakan selama 12 jam. Singkong yang telah mengalami perendaman/di fermentasi diangkat kemudian di tiriskan lalu dipres agar airnya berkurang. Hal ini dapat mempercepat proses pengeringan chips/sawutan singkong. Alat yang
32 digunakan untuk mengepres adalah spinner, dengan kekuatan listrik sehingga spinner berputar dan air yang terkandung dalam massa singkong keluar dan mengalir melalui lubang pembuangannya, sehingga singkong menjadi sepa/kesat.
5.2.5. Pengeringan
Singkong yang telah di pres kemudian dijemur pada sinar matahari efektif selama dua hari hingga singkong mudah patah apabila diremas. Proses pengeringan dapat juga dilakukan dengan oven dengan suhu 50 derajat Celsius, cara ini digunakan apabila cuaca hujan. Kualitas terbaik adalah pengeringan dengan sinar matahari.
5.2.6. Penggilingan dengan mesin penepungan
Setelah chip/ sawutan singkong kering, langkah selanjutnya adalah dimasukkan kedalam mesin penggiling/ penepung (Hummer miller) apabila kapasitas dan volumenya banyak. Selain dengan mesin penepung untuk kapasitas sedikit dapat digunakan alat penumbuk batu/kayu.
5.2.7. Pengayakan
Dengan menggunakan alat kalo/ pengayak, tepung yang sudah di giling kemudian di ayak dengan tingkat kehalusan tepung yaitu 80 - 100 mesh.
5.2.8. Sangrai
Proses sangarai dilakukan dari olahan tepung mocaf yaitu untuk mendapatkan hasil kue yang renyah.
5.2.8. Pengemasan
Agar tepung mocaf dapat tahan lama, maka perlu dikemas dalam kantong plastik kedap udara yang menarik agar konsumen tertarik untuk membelinya.
33 Tepung Mocaf cocok untuk aneka produk seperti, kue basah, cake/ bolu, kue kering/ biskuit, adonan tepung bumbu, roti, dan mie.
Tabel 13. Perbandingan Harga Singkong dan Tepung Mocaf Perbedaan
Singkong (Rp/ Kg)
Tepung Mocaf (Rp/ Kg)
700-1000 5.000
Berdasarkan tabel 13 dapat dilihat bahwa harga bahan mentah yaitu singkong memiliki harga Rp. 700 sampai Rp. 1.000/ Kg sedangkan bahan jadi yaitu tepung mocaf memiliki harga Rp. 5.000/ Kg. Hal ini menunjukkan nilai ekonomis yang dimiliki tepung mocaf sangat bagus dibandingkan dengan singkong.
34 VI. KESIMPULAN DAN SARAN