• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identitas Responden Pengusaha Paberre Jokka-Jokka

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Identitas Responden Pengusaha Paberre Jokka-Jokka

Responden dalam penelitian ini merupakan pengusaha yang mempunyai Paberre Jokka-Jokka di Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang.

Karakteristik responden dapat dilihat dari segi umur, pendidikan, pengalaman, dan jumlah mesin penggilingan padi. Aspek-aspek tersebut sangat erat kaitannya dengan usaha Paberre Jokka-Jokka. Sehingga dalam mengelola usaha ini dapat menentukan alternatif, salah satunya yaitu menetukan strategi dalam menjalankan usaha Paberre Jokka-Jokka. Adapun karakteristik pengusaha responden yaitu sebagai berikut :

5.1.1. Umur

Salah satu faktor penting yang menetukan keberhasilan seseorang dalam mengelola usaha Paberre Jokka-Jokka adalah umur. Hal ini sangat mempengaruhi kemampuan fisik dan pola berfikir sehingga berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Di Kecamatan Pitu Riawa antara pengusaha Paberre Jokka-Jokka yang satu dengan yang lainnya memiliki tingkat umur yang bervariasi. Pada umumnya pengusaha yang berusia muda mempunyai kemampuan fisik yang lebih kuat dan cepat menerima informasi serta inovasi baru, karena lebih berani dalam menanggung resiko. Sedangkan umur yang relatif tua, mempunyai kapasitas yang matang dalam mengelola usahanya karena didukung oleh pengalamannya.

Sehingga lebih berhati-hati dalam bertindak dalam menjalankan usaha Paberre Jokka-Jokka agar dapat mencapai tujuan usahanya.

25 Selanjutnya untuk mengetahui umur dari masing-masing responden, diperlukan pengelompokan umur dari interval tertentu. Pada Tabel 1 berikut ini akan menggambarkan pengelompokan umur dari responden Paberre Jokka-Jokka sebagai berikut ini :

Tabel 1. Identitas Responden Paberre Jokka-Jokka Berdasarkan Tingkat Umur di Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang

Umur (Tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%) 29 – 34

35 – 40 41 – 46 47 – 52

4 4 3 2

30,76 30,76 23,07 15,38

Jumlah 13 100,00

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2014

Tabel 1 menunjukkan bahwa jumlah pengusaha Paberre Jokka-Jokka yang terbanyak berada pada kelompok umur 29-34 dan 35-40 tahun yaitu masing- masing 4 orang (30,76%). Hal ini menunjukkan bahwa pengusaha Paberre Jokka- Jokka di Kecamatan Pitu Riawa berada pada kategori usia produktif. Sedangkan jumlah terendah berada pada umur 47-52 tahun 2 orang (15,38%) artinya pada usia tersebut kurang produktif.

5.1.2. Tingkat Pendidikan Responden

Secara umum dapat dikatakan bahwa pendidikan akan membentuk keleluasaan pengetahuan seseorang yang akan mempengaruhi perilaku dan pengembangan keputusannya. Dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang

26 diperoleh, maka orang akan cenderung lebih rasional dalam mencermati setiap kejadian. Tingkat pendidikan formal pengusaha Paberre Jokka-Jokka merupakan salah satu faktor yang cukup berpengaruh dalam pengembangan usaha, khususnya dalam penyerapan inovasi yang dapat menunjang pencapaian pendapatan yang optimal. Apabila pendidikan formal pengusaha relatif tinggi, maka akan memudahkan dalam menerapkan teknologi baru, strategi serta manajemen usaha yang lebih efektif dan efisien. Dari hasil pengumpulan data yang telah diperoleh menunjukkan bahwa tingkat pendidikan pengusaha responden Paberre Jokka- Jokka cukup bervariasi. Pada Tabel 2 akan menggambarkan kompetensi tingkat pendidikan pengusaha responden sebagai berikut :

Tabel 2. Identitas Responden Paberre Jokka-Jokka Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang Tingkat Pendidikan Jumlah (Orang) Persentase (%)

SD SMP SMA

3 5 5

23,07 38,46 38,46

Jumlah 13 100,00

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2014

Tabel 2 menunjukkan bahwa jumlah pendidikan pengusaha responden Paberre Jokka-Jokka yang tertinggi berada pada tingkat SMP dan SMA yaitu masing-masing 5 orang (38,46%) dan pendidikan terndah yaitu pada tingkat SD sebanyak 3 orang (23,07%). Tingkat pendidikan dari pengusaha responden termasuk berada pada kategori cukup baik.

27 5.1.3. Pengalaman dalam Usaha Paberre Jokka-Jokka

Pengalaman usaha berpengaruh positif terhadap tingkat pendapatan.

Pengalaman usaha merupakan waktu yang terhitung sejak mulai melakukan usaha Paberre Jokka-Jokka. Semakin lama seseorang menekuni pekerjaannya, maka semakin banyak pula pengalaman dalam usahanya tersebut. Hal ini tentu saja akan meningkatkan keberhasilan usahanya, karena selain mereka mempunyai pengalaman dalam pengelolaannya mereka juga mengetahui celah-celah mana yang sekiranya dapat membuat petani berminat untuk menggiling padinya sehingga akan memperbesar jumlah penerimaan yang akhirnya akan meningkatkan pendapatan. Dengan pengalaman kerja yang lama, seseorang akan lebih terampil, cekatan dan cepat dalam melakukan pekerjaannya. Sehingga pekerjaan yang dilakukan akan memberikan hasil yang baik.

Pengalaman usaha ini dapat dimasukkan ke dalam pendidikan informal, yaitu pengalaman sehari-hari yang dilakukan secara sadar atau tidak dalam lingkungan pekerjaan dan sosialnya. Dari pengalaman usahanya, seseorang dapat mengumpulkan informasi. Sehingga semakin banyak pengetahuan dan semakin terampil dalam bekerja akan membuat mereka tidak ragu lagi dalam mengambil keputusan dalam berusaha. Semakin lama seorang pengusaha bekerja, berarti semakin banyak pengalaman yang akhirnya akan meningkatkan pendapatan yang diperoleh. Komposisi pengusaha responden yang didasarkan pada pengalaman dalam berusaha mengelola usaha Paberre Jokka-Jokka dapat dilihat pada Tabel 3 sebagai berikut :

28 Tabel 3. Identitas Responden Paberre Jokka-Jokka Berdasarkan Tingkat Pengalaman Usaha di Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang

Pengalaman Berusaha Jumlah (Orang) Persentase (%) 0 – 1

2 – 3 4 – 5 6 – 7

2 4 4 3

15,38 30,76 30,76 23,07

Jumlah 13 100,00

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2014

Tabel 3 menunjukkan bahwa pengusaha memiliki pengalaman dalam mengelola usaha Paberre Jokka-Jokka. Sebagian besar pengusaha di Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang memiliki pengalaman dalam mengelola usaha Paberre Jokka-Jokka 2-5 tahun sebanyak 8 orang (30,76%).

5.1.4. Jumlah Mesin Paberre Jokka-Jokka

Jumlah mesin penggilingan padi sangat mempengaruhi produktivitas seorang pengusaha Paberre Jokka-Jokka. Selain itu banyaknya jumlah unit penggilingan padi yang dimiliki akan membuka kesempatan untuk menambah pendapatan responden, karena apabila terjadi kerugian pada mesin penggilingan lainnya dapat tertutupi dari yang lainnya. Hasil pengumpulan data yang diperoleh , menunjukkan bahwa pengusaha responden Paberre Jokka-Jokka memiliki jumlah yang bervariasi. Komposisi pengusaha responden yang didasarkan pada jumlah unit penggilingan padi dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai berikut :

29 Tabel 4. Jumlah Unit Mesin Penggilingan Padi Pengusaha Responden Paberre

Jokka-Jokka di Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang Jumlah Mesin (Unit) Jumlah (Orang) Persentase (%)

1 2

11 2

84,61 15,38

Jumlah 13 100,00

Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2014

Tabel 4 menunjukkan bahwa jumlah unit mesin penggilingan padi yang dimiliki responden Paberre Jokka-Jokka sebagian besar berada pada jumlah mesin 1 unit dengan jumlah 11 orang (84,61%). Hal ini menunjukkan bahwa jumlah mesin penggilingan yang dimiliki pengusaha Paberre Jokka-Jokka masih tergolong sedikit/rendah. Oleh karena itu, diperlukan penambahan jumlah Paberre Jokka-Jokka, agar jumlah pendapatan yang didapatkan setiap bulan lebih tinggi.

Dokumen terkait