PENDETEKSIAN KESALAHAN
3. IEEE 802.3 SNAP 4. Format Novell
Format dari keempat tipe frame ini sangat sederhana dan mudah ditangani.
Kesemuanya menyediakan fitur fitur dibawah ini:
Sebuah field alamat tujuan
Sebuah field alamat asal
Sebuah mekanisme untuk mengidentifikasikan isi trafik data
Sebuah field payload, yang membawa data (misalnya, sebauh paket TCP/IP) Sebuah checksum
Versi-Versi Ethernet
Tidak hanya terdapat empat tipe yang berbeda, namun juga beberapa versi yang berbeda dari teknologi ini sendiri. Versi-versi ini dikenal sebagai Ethernet 10-Mbps (Ethernet lama) Fast Ethernet 100-Mbps, dan Gigabit Ethernet 1000-Mbps. Meskipun kesemuanya adalah Ethernet masing-masingnya memiliki perbedaan yag cukup menyolok pada lapisan Fisiknya, yang disebabkan oleh penggunaan skema enkoding yang berbeda-beda.
Ethernet 10-Mbps
Terdapat beberapa spesifikasi lapisan Fisik untuk Ethernet 10-Mbps. Spesifikasi-spesifikasi ini memiliki nama dengan struktur sebagai berikut : sebuah nomor yang merepresentasikan kecepatan transfer dalam Mbps. Diikuti oleh kata Base untuk ”baseband” (pita frekuensi dasar) atau Broad untuk ”broadband” (pita frekuensi lebar) dan selanjutnya sebuah bilangan, yang aslinya, merepresentasika jarak maximum dalam satuan ratusan meter. Empat tipe Ethernet 10-Mbps akan diuraika dibawah ini, yang mana adalah 10Base2, 10Base5, 10BaseT, dan 10BaseF.
FAST ETHERNET (100 Mbps Ethernet)
Fast Ethernet atau 100 Mbps Ethernet adalah teknologi LAN berkecepatan tinggi telah ditetapkan IEEE dalam 2 kelompok :
Fast Ethernet Alliance (100BaseT)
Implementasi 100Mbps dengan kabel UTP dan STP. Layer MAC compatible dengan IEEE 802.3 MAC Layer.
100VG-AnyLAN
spesifikasi IEEE untuk implementasi 100 Mbps TokenRing dan Ethernet dengan 4 pasang UTP. Layer MAC tidak kompatibel dengan layer IEEE 802.3 MAC.
Dikembangkan oleh HP (Hewlett-Packard).
Gigabit Ethernet
Standar Gigabit Ethernet juga memiliki banyak spesifikasi. Gigabit Ethernet beroperasi dalam dua model utama: full duplex dan half-duplex. Modus ini bekerja sangat mirip dengan Ethernet dan fast Ethernet menggunakan CSMA/CD. Modeus full-duplex bekerja dengan
2015
5 Sistem Jaringan Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Tim Dosen http://www.mercubuana.ac.id
sebuah mekanisme kontrol aliran data yang berbasiskan frame, yang didefinisikan dalam spesifikasi IEEE 802.x.
Salah satu spesifikasi yang paling umum untuk Gigabit Ethernet adalah IEEE 802.3z.
spesifikasi ini meliputi standar 1000Base-CX, 1000Base-SX, dan LX. Huruf-huruf ’C’, ’S’, da
’L’ merupakan merepresentasikan ’Cluster’ (gugusan), ’Short’ (pendek), dan ’Long’ (panjang) secara berturut-turut.
Kelompok Teknologi Token Ring
Token-Ring berbasis standar IEEE 802.5 dan beroperasi pada 4 atau 16 MBps.
Dengan Token-Ring, devais network secara fisik terhubung dalam konfigurasi ring dimana data dilewatkan dari devais ke devais secara berurutan. Sebuah paket kontrol, yang dikenal sebagai kontrol token, juga dilewatkan dalam ring. Devais yang ingin mentransmit data akan mengambil token, mengisinya dengan data dan dikembalikan ke ring. Devais penerima akan mengambil token tersebut, lalu mengosongkan isinya dan dikembalikan ke ring. Protokol ini mencegah terjadinya kolisi data dan menghasilkan performansi yang lebih baik pada penggunaan high-level bandwidth.
Token Ring, yang lebih effektif dalam memberi kesempatan bagi setiap PC yang tersambung ke jaringan untuk mengakses media komunikasi yang digunakan. Teknik Token Ring digunakan oleh jaringan yang di kembangkan oleh IBM.
Ada tiga tipe pengembangan dari Token Ring dasar: full duplex, switched dan 100VG-AnyLAN. Token Ring Full Duplex menggandakan bandwidth yang tersedia bagi devais pada network. Switched Token Ring menggunakan switch yang mentransmisikan data antara segmen LAN, tidak antara devais LAN tunggal. Standar 100VG-AnyLAN mendukung format Ethernet dan Token Ring pada kecepatan 100 MBps.
Fiber Distributed Data Interface (FDDI)
FDDI adalah pasangan teknologi LAN Ethernet IEEE 802 yang mendukung data transfer 100 MBps untuk jarak sampai 100 km. FDDI bukan standar IEEE dan beroperasi di atas kabel fiber optik dengan menggunakan arsitektur ring counter-ruting kembar yang dapat menghubungkan sampai 500 devais per ring. Ring kembar memungkinkan LAN tetap beroperasi bila terjadi kegagalan pada salah satu ring atau node.
Token Ring IBM dan IEEE 802.5
Teknologi Token Ring pada awalnya dikembangkan oleh IBM, dan selanjutnya distandarkan oleh IEEE di dalam Spesifikasi 802.5, pada 1985. Teknologi ini adalah teknologi berbasis token yang menerapkan topologi logika cincin. Sebagaimana layaknya Ethernet dan FDDI, Token Ring menerapkan system pengalamatan MAC, dan seperti juga FDDI, byte-byte ditransmisikan menurut urutan kemunculannya. Pada mulanya Teknologi Token Ring hanya mendukung saluran-saluran dengan kecepatan 4 Mbps dan 16 Mbps.
Pengambangan trakhir yelah melahirkan versi 100 Mbps.
WAN (Wide Area Network)
Teknologi Jasringan Area Luas. WAN merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.
WAN memiliki perbedaan yang sangat mencolok dengan LAN, dalam aspek-aspek berikut ini :
Teknologi-teknologi ini dirancang untuk digunakan oleh para pengelola layanan telekomunikasi (carrier) yang sering kali harus menangani puluhan ribu pelanggan sehingga ukuran dan kompleksitasnya dapat dengan mudah disesuaikan dengan kebutuhan.
Spesifikasi untuk lapisan fisiknya tipikalnya memiliki jarak maksimum antara 2 hingga 40 mil.
Spesifikasinya mendefinisikan beragam kecepatan data, mulai dari 56 Kbps hingga 10 Gbps.
Teknologi-teknologi ini seringkali memanfaatkan teknik multiplexing untuk membawa beberapa sambungan logika sekaligus melalui satu jalur fisik yang sama.
Frame Relay
Frame Relay adalah protokol WAN yang beroperasi pada layer pertama dan kedua dari model OSI, dan dapat diimplementasikan pada beberapa jenis interface jaringan. Frame relay adalah teknologi komunikasi berkecepatan tinggi yang telah digunakan pada ribuan
2015
7 Sistem Jaringan Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Tim Dosen http://www.mercubuana.ac.id
jaringan di seluruh dunia untuk menghubungkan LAN, SNA, Internet dan bahkan aplikasi suara/voice.
Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frame-frame akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui “virtual circuit” sampai tujuan.
Fitur Frame Relay
Beberapa fitur frame relay adalah sebagai berikut:
1. Kecepatan tinggi 2. Bandwidth Dinamik
3. Performansi yang baik/ Good Performance
4. Overhead yang rendah dan kehandalah tinggi (High Reliability)
Perangkat Frame Relay
Sebuah jaringan frame relay terdiri dari “endpoint” (PC, server, komputer host), perangkat akses frame relay (bridge, router, host, frame relay access device/FRAD) dan perangkat jaringan (packet switch, router, multiplexer T1/E1). Perangkat-perangkat tersebut dibagi menjadi dua kategori yang berbeda:
DTE: Data Terminating Equipment
DTE adalah node, biasanya milik end-user dan perangkat internetworking. Perangkat DTE ini mencakup “endpoint” dan perangkat akses pada jaringan Frame Relay. DTE yang memulai suatu pertukaran informasi.
DCE: Data Communication Equipment
DCE adalah perangkat “internetworking” pengontrol “carrier”. Perangkat-perangkat ini juga mencakup perangkat akses, teatpi terpusat di sekitar perangkat jaringan. DCE merespon pertukaran informasi yang dimulai oleh perangkat DTE.
Virtual Circuit (VC) Frame Relay
Suatu jaringan frame relay sering digambarkan sebagai awan frame relay (frame relay cloud), karena jaringan frame relay network bukan terdiri dari satu koneksi fisik antara
“endpoint” dengan lainnya, melainkan jalur/path logika yang telah didefinisikan dalam jaringan. Jalur ini didasarkan pada konsep virtual circuit (VC). VC adalah dua-arah (two- way), jalur data yang didefinisikan secara software antara dua port yang membentuk saluran khusur (private line) untuk pertukaran informasi dalam jaringan.Terdapat dua tipe virtual circuit (VC):
Switched Virtual Circuit (SVC)
Permanent Virtual Circuit (PVC)
Switched Virtual Circuit (SVC)
Switched Virtual Circuits (SVC), adalah koneksi sementara yang digunakan ketika terjadi transfer data antar perangkat DTE melewati jaringan Frame Relay. Terdapat empat status pada sebuah SVC:
Empat status pada SVC : 1. Call setup
2. Data transfer 3. Idling
4. Call termination
Permanent Virtual Circuit (PVC)
PVC adalah jalur/path tetap, oleh karena itu tidak dibentuk berdasarkan permintaan atau berdasarkan “call-by-call”. Walaupun jalur aktual melalui jaringan berdasarkan variasi waktu ke waktu (TDM) tetapi “circuit” dari awal ke tujuan tidak akan berubah. PVC adalah koneksi permanen terus menerus seperti “dedicated point-to-point circuit”.
2015
9 Sistem Jaringan Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Tim Dosen http://www.mercubuana.ac.id
Perbandingan PVC vs SVC
PVC lebih populer karena menyediakan alternatif yang lebih murah dibandingkan
“leased line”. Berbeda dengan SVC, PVC tidak pernah putus (disconnect), oleh karena itu, tidak pernah terdapat status “call setup” dan “termination”. Hanya terdapat 2 status :
Data transfer
Idling
PPP (Point to Point Protocol)
PPP adalah protokol yang didesain untuk menghubungkan dua endpoint agar dapat saling bertukar paket. Link ini bersifat bidireksional dan bertugas mengirim paket sesuai dengan urutan yang ditetapkan sebelumnya (serial). PPP diterangkan di standard protocol nomer 51, dan RFC 1661 dan RFC 1662. PPP memiliki 3 komponen inti, yaitu :
1. Menggunakan enkapsulasi datagram melalui link serial
2. Link Control Protocol digunakan untuk menyambungkan, menkonfigurasi, dan testing koneksi data link
3. Network Control Protocol digunakan untuk menghubungkan protokol yang berbeda.
Phase yang dilakukan untuk membuat koneksi dengan PPP yaitu:
1. Pembentukan link dan negosiasi konfigurasi 2. Mengukur kualiti dari link
3. Authentikasi
4. Negosiasi configurasi protokol layer Network 5. Pemutusan link
Untuk media yang lainnya PPP menggunakan enkapsulasi melalui PPP. Perangkat yang biasa digunakan pada komunikasi PPP antara lain modem.
Daftar Pustaka
1. Stallings, W. [2011] Data and Computer Communications (8th edition), Prentice Hall, Upper Saddle River NJ, chapter 1
2. Dony Ariyus & Rum Andri K.R [2008], Komunikasi Data, Penerbit Andi, Bab 1
3. Forouzan, Behrouz A, 2007, Data Communications and Networking, 4nd Edition, McGraw-Hill Forouzan Networking Series.
4. http://www.camiresearch.com/Data_Com_Basics/data_com_tutorial.html di akses tgl 01- 03-2014
5. Fitzgerald, Jerry and Dennis, Alan and Durcikova, Alexandra, 2012, Business Data Communication and Networking, Eleveth Edition, Wiley Publishing, Inc.
6. Lowe, Doug, 2005, Networking All-in-One Desk Reference For Dummies®, 2nd Edition, by Wiley Publishing, Inc., Indianapolis, Indiana.
7. Stalling, William, 2001, Data And Computer Communications, MacMillan Publishing Company, New York.
8. Sosinsky, Barrie, 2009, Networking Bible, Wiley Publishing, Inc., Indianapolis, Indiana.
9. CCNA exploration 4.0 Network Fundamental
MODUL PERKULIAHAN
SISTEM
JARINGAN
Network Address dan Network Service
Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh Ilmu Komputer Teknik Informatika
08
87038 Tim DosenAbstract Kompetensi
IP Address, kelas-kelas pengalamatan IP Mengenal kelas-kelas dalam pengalamatan IP dan mampu membedakan kelas-kelas IP
IP Address
Pengalamatan IP yang sangat dibutuhkan untuk menyambungkan antara satu komputer dengan komputer yang lain agar bisa saling komunikasi satu sama lain.
IP Address Versi 4 (IPV4)
32-bit IPv4 address merupakan sebuah hirarki yang terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian pertama untuk menentukan network dan bagian kedua menentukan host pada jaringan.
Pengalamatan pada IPv4 dibagi menjadi 4 kelompok yang terdiri dari 8 bit bits (octets).
Setiap octet dikonversi ke bilangan desimal dan alamat lengkap ditulis dengan bilangan desimal yang dipisah dengan sebuah titik.
Format Penulisan IP Address IP address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP address dapat dituliskan sebagai berikut :
xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx Jadi IP address ini mempunyai range dari
00000000.00000000.00000000.00000000 sampai
11111111.11111111.11111111.11111111.
Notasi IP address dengan bilangan biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih
2015
3 Sistem Jaringan Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Tim Dosen http://www.mercubuana.ac.id
dikenal dengan “notasi desimal bertitik”. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet IP address.
Contoh hubungan suatu IP address dalam format biner dan desimal :
Desimal 167 205 206 100
Biner 10100111 11001101 11001110 01100100 Format IP Address
Pembagian Kelas IP Address Jumlah IP Address yang tersedia secara teoritis adalah 255x255x255x255 atau sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Pembagian kelaskelas ini ditujukan untuk mempermudah alokasi IP Address, baik untuk host/jaringan tertentu atau untuk keperluan tertentu.
IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (net ID) dan bagian host (host ID).
Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki net ID yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E.
Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar.
Pada sebuah network or a subnetwork, host berkomunikasi dengan yang lain tidak memerlukan Network layer intermediary device. Pada saat sebuah host ingin berkomunikasi dengan yang lain, perangkat intermediary atau router bertindak sebagai gateway dengan network lain.
Sebuah host memiliki sebuah default gateway address. Gateway address merupakan sebuah alamat dari sebuah router yang menghubungkan ke network yang sama sebagai host. Untuk berkomunikasi dengan sebuah perangkat pada network lain, sebuah host menggunakan alamat dari gateway ini atau default gateway untuk meneruskan paket keluar local network.
Kelas IP
Pada awal mula design IP address, IP address dibagi dalam beberapa kelas. Kelas IP dibedakan berdasarkan jumlah bits network ID. Masing masing kelas memiliki jumlah netowrk yang berbeda, dan jumlah host di tiap network yang berbeda pula. Pembagian IP address berdasarkan kelas ini sudah mulai ditinggalkan digantikan dengan sistem CIDR.
IP address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D dan kelas E.
Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya. Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar.
Kelas D dan E tidak digunakan secara umum,
kelas D digunakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keperluan eksperimental.
Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :
IP address kelas A biasa digunakan untuk jaringan dengan skala besar. Bits pertama di dalam IP address kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Bits kedua sampai bits ke delapan merupakan sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Dengan jumlah host identifier sampai 24 bits, artinya kelas A memiliki 16,777,214 host.
2015
5 Sistem Jaringan Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Tim Dosen http://www.mercubuana.ac.id
Bit pertama IP Address kelas A adalah 0, dengan panjang net ID 8 bit dan panjang host ID 24 bit. Jadi byte pertama IP address kelas A mempunyai range dari 0-127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampung sekitar 16 juta host (255x255x255). IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada gambar berikut ini :
0-127 0-255 0-255 0-255
0nnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh hhhhhhhh IP Address kelas A
Kelas B biasa digunakan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B biasanya berupa bilangan biner 10.
14 bit berikutnya merupakan network identifier. Sisa 16 bit merepresentasikan host identifier. IP address kelas B memiliki 65,534 host.
Dua bit IP address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191.Network ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID sehingga kalau ada komputer mempunyai IP address 192.168.26.161, network ID = 192.168 dan host ID = 26.161. Pada. IP address kelas B ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar 65 ribu host.
128-191 0-255 0-255 0-255
10nnnnnn nnnnnnnn hhhhhhhh hhhhhhhh IP address kelas B
Digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama bernilai biner 110. Kemudian 21 bit selanjutnya merupakan network identifier. Dan 8 bit sisanya merepresentasikan host identifier. Dengan begitu IP address kelas C memiliki 254 host untuk setiap network-nya.
IP address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri 24 bit dan host ID 8
bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 host.
192-223 0-255 0-255 0-255
110nnnnn Nnnnnnnn nnnnnnnn Hhhhhhhh IP address kelas C
IP address kelas D digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP address kelas D selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247, sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP address ini. Dalammulticasting tidak dikenal istilah network ID dan host ID.
IP address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255. Kelas E merupakan IP alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan.
Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yang digunakan uk IP address yang menunjuk bagian jaringan.Penulisan network prefix adalah dengan tanda slash "/" yang diikuti angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit. Misal untuk menunjuk satu network kelas B 192.168.xxx.xxx digunakan penulisan 192.168/16.
Angka 16 ini merupakan panjang bit untuk network prefix kelas B.
Address Khusus
Selain address yang dipergunakan untuk pengenal host, ada beberapa jenis address yang digunakan untuk keperluan khusus dan tidak boleh digunakan untuk pengenal host.Address tersebut adalah :
2015
7 Sistem Jaringan Pusat Bahan Ajar dan eLearning
Tim Dosen http://www.mercubuana.ac.id
Network Address.
Address ini digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan Internet. Misalkan untuk host dengan IP Address kelas B 192.168.9.35. Tanpa memakai subnet (akan diterangkan kemudian), network address dari host ini adalah 192.168.0.0. Address ini didapat dengan membuat seluruh bit host pada 2 segmen terakhir menjadi 0. Tujuannya adalah untuk menyederhanakan informasi routing pada Internet. Router cukup melihat network address (192.168) untuk menentukan ke router mana datagram tersebut harus dikirimkan. Analoginya mirip dengan dalam proses pengantaran surat, petugas penyortir pada kantor pos cukup melihat kota tujuan pada alamat surat (tidak perlu membaca selutuh alamat) untuk menentukan jalur mana yang harus ditempuh surat tersebut.
Broadcast Address.
Address ini digunakan untuk mengirim/menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host yang ada pada suatu network. Seperti diketahui, setiap datagram IP memiliki header alamat tujuan berupa IP Address dari host yang akan dituju oleh datagram tersebut.
Dengan adanya alamat ini, maka hanya host tujuan saja yang memproses datagram tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Bagaimana jika suatu host ingin mengirim datagram kepada seluruh host yang ada pada networknya ? Tidak efisien jika ia harus membuat replikasi datagram sebanyak jumlah host tujuan. Pemakaian bandwidth
akan meningkat dan beban kerjas host pengirim bertambah, padahal isi datagram-datagram tersebut sama.Oleh karena itu, dibuat konsep broadcast address. Host cukup mengirim ke alamat broadcast, maka seluruh host yang ada pada network akan menerima datagram tersebut. Konsekuensinya, seluruh host pada network yang sama harus memiliki broadcast address yang sama dan address tersebut tidak boleh digunakan sebagai IP address untuk host tertentu.
Jadi, sebenarnya setiap host memiliki 2 address untuk menerima datagram : pertama adalah IP Addressnya yang bersifat unik dan kedua adalah broadcast address pada network tempat host tersebut berada.
Broadcast address diperoleh dengan membuat bit-bit host pada IP Address menjadi 1. Jadi, untuk host dengan IP address 192.168.9.35 atau 192.168.240.2, broadcast addressnya adalah
192.168.255.255 (2 segmen terakhir dari IP Address tersebut dibuat berharga 11111111.11111111, sehingga secara desimal terbaca 255.255).
Jenis informasi yang di broadcast biasanya adalah informasi routing.
Multicast Address.
Kelas address A, B dan C adalah address yang digunakan untuk komunikasi antar host, yang menggunakan datagram-datagram unicast.Artinya, datagram / paket memiliki address tujuan berupa satu host tertentu. Hanya host yang memiliki IP Address sama dengan destination address pada datagram yang akan menerima datagram tersebut, sedangkan host lain akan mengabaikannya. Jika datagram ditujukan untuk seluruh host pada suatu jaringan, maka field address tujuan ini akan berisi alamat broadcast dari jaringan yang bersangkutan. Dari dua mode pengiriman ini (unicast dan broadcast), muncul pula mode ke tiga. Diperlukan suatu mode khusus jika suatu host ingin berkomunikasi dengan beberap host sekaligus (host group), dengan hanya mengirim satu datagram saja. Namun berbeda dengan mode broadcast, hanya host-host yang tergabung dalam suatu group saja yang akan menerima datagram ini, sedangkan host lain tidak akan terpengaruh. Oleh karen itu, dikenalkan konsep multicast. Pada konsep ini, setiap group yang menjalankan aplikasi bersama mendapatkan satu multicast address. Struktur kelas multicast address dapat dilihat pada gambar berikut.
224-239 0-255 0-255 0-255 1110xxxx xxxxxxxx xxxxxxxx Xxxxxxxx Struktur IP Address kelas multicast address
Untuk keperluan multicast, sejumlah IP Address dialokasikan sebagai multicast address.
Jika struktur IP Address mengikuti bentuk 1110xxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx (bentuk desimal