• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi KB Pada Perempuan Usia Subur di Provinsi Papua

Dalam dokumen profil kesehatan provinsi papua 2023 (Halaman 69-114)

POTRET FERTILITAS DAN IMPLEMENTASI PENGGUNAAN KB DI PROVINSI PAPUA

5.3 Implementasi KB Pada Perempuan Usia Subur di Provinsi Papua

memastikan bahwa semua bayi menerima perawatan yang tepat, pemantauan yang cermat, dan intervensi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

budaya dan sistem kepercayaan masyarakat Papua menjadi penting dalam membangun kepercayaan dan partisipasi dalam program KB.

5. Mendorong Kemandirian dan Pemberdayaan: Program KB di Provinsi Papua juga bertujuan untuk mendorong kemandirian dan pemberdayaan perempuan subur. Selain memberikan akses terhadap informasi dan pelayanan, program ini juga memberikan pendidikan tentang kesehatan reproduksi, hak-hak reproduksi, dan keterlibatan aktif dalam pengambilan keputusan tentang kehamilan dan keluarga. Dengan memperkuat kemandirian perempuan, diharapkan mereka dapat mengambil kontrol atas kesehatan reproduksi mereka dan mewujudkan kehidupan keluarga yang lebih seimbang dan berkualitas.

Implementasi program KB pada perempuan subur di Provinsi Papua merupakan langkah penting dalam mengendalikan pertumbuhan populasi, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui akses terhadap informasi, pelayanan kesehatan yang komprehensif, dukungan pemerintah, penyesuaian dengan konteks lokal, dan pemberdayaan perempuan, diharapkan program KB dapat berhasil dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Papua.

Berdasarkan data yang tersedia, terdapat variasi dalam penggunaan Keluarga Berencana (KB) oleh perempuan subur di Provinsi Papua. Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa sebanyak 8.56 persen perempuan subur pernah menggunakan KB, 21.08 persen sedang menggunakan KB, dan sebanyak 70.37 persen tidak menggunakan KB.

Persentase perempuan subur yang pernah menggunakan KB sebesar 8.56 persen menunjukkan adanya kelompok perempuan yang sebelumnya telah mengadopsi metode KB untuk mengendalikan kehamilan. Hal ini dapat mencerminkan peningkatan kesadaran akan pentingnya perencanaan keluarga dan manfaat dari menggunakan KB sebagai metode pengaturan keluarga.

Sementara itu, persentase perempuan subur yang sedang menggunakan KB sebesar 21.08 persen menunjukkan bahwa ada sejumlah perempuan yang saat ini aktif menggunakan metode KB untuk mengontrol kehamilan mereka. Ini menunjukkan adanya keberlanjutan dalam penggunaan KB di Provinsi Papua.

Namun, data menunjukkan bahwa persentase perempuan subur yang tidak

https://papua.bps.go.id

sebagian besar perempuan subur di Provinsi Papua belum terlibat dalam program KB atau belum memiliki akses yang memadai terhadap pelayanan kesehatan reproduksi.

Dalam rangka meningkatkan persentase penggunaan KB, diperlukan upaya yang lebih besar untuk meningkatkan kesadaran tentang manfaat KB, menghilangkan hambatan akses, dan memperkuat layanan kesehatan reproduksi di Provinsi Papua. Pendidikan dan kampanye yang lebih intensif tentang pentingnya KB dapat membantu mengubah sikap dan perilaku masyarakat terhadap pengendalian kehamilan.

Selain itu, penting untuk meningkatkan aksesibilitas terhadap berbagai jenis metode kontrasepsi dan memastikan ketersediaan pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas di seluruh Provinsi Papua. Kolaborasi yang erat antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan organisasi masyarakat sipil juga menjadi kunci dalam melaksanakan program KB yang efektif dan berkelanjutan di wilayah ini.

Dengan demikian, dengan upaya yang komprehensif dan terus-menerus, diharapkan persentase perempuan subur yang menggunakan KB di Provinsi Papua dapat meningkat, sehingga tercapai pengendalian pertumbuhan populasi yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan keluarga di wilayah tersebut.

Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Tahun 2022

Gambar berdasar tabel 5.3.1 Status Penggunaan Alat KB atau Cara Tradisional untuk Menunda atau Mencegah Kehamilan, 2022

https://papua.bps.go.id

Terdapat beberapa alasan yang dapat menjelaskan mengapa sejumlah perempuan usia subur di Provinsi Papua tidak menggunakan Keluarga Berencana (KB). Berikut ini adalah beberapa alasan yang dikemukakan:

1. Fertilitas yang diinginkan (18.3 persen): Sebagian perempuan usia subur memilih untuk tidak menggunakan KB karena mereka ingin tetap subur dan memiliki anak sesuai dengan keinginan mereka. Mereka mengutamakan nilai-nilai tradisional/adat yang menghargai keluarga besar dan merasa bahwa memiliki banyak anak merupakan berkah.

2. Tidak setuju dengan KB (8.9 persen): Beberapa perempuan tidak setuju dengan KB karena alasan agama, budaya, atau keyakinan pribadi. Mereka mungkin memiliki keyakinan bahwa pengendalian kehamilan adalah campur tangan terhadap kehendak Tuhan atau melanggar norma-norma sosial yang ada.

3. Kurangnya pengetahuan tentang alat dan cara KB (8.5 persen): Sejumlah perempuan subur di Provinsi Papua mungkin tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang berbagai metode KB yang tersedia dan cara penggunaannya. Kurangnya pendidikan dan informasi yang tepat tentang KB dapat menghambat partisipasi mereka dalam program ini.

4. Ketakutan terhadap efek samping KB (13.8 persen): Beberapa perempuan subur mungkin menghindari penggunaan KB karena takut terhadap efek samping yang mungkin terjadi. Mereka khawatir tentang dampak negatif terhadap kesehatan mereka atau potensi gangguan hormonal yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk memiliki anak di masa depan.

5. Alasan lainnya (34.9 persen): Persentase yang signifikan dari perempuan subur memiliki alasan pribadi atau spesifik mengapa mereka tidak menggunakan KB. Alasan ini dapat bervariasi, termasuk faktor sosial, ekonomi, atau psikologis yang mempengaruhi keputusan mereka.

6. Tidak ada petunjuk atau clue (15.5 persen): Sebagian perempuan usia subur mungkin tidak memiliki petunjuk atau informasi yang memadai tentang KB. Mereka mungkin tidak mendapatkan akses ke pelayanan kesehatan yang memberikan informasi tentang KB, atau tidak memiliki akses yang memadai terhadap sumber daya yang membantu

https://papua.bps.go.id

Dalam upaya meningkatkan partisipasi KB, penting untuk mengatasi setiap alasan yang menjadi hambatan. Hal ini meliputi penyediaan informasi yang akurat dan pendidikan yang lebih luas tentang KB, pemahaman dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan agama yang relevan, serta pemenuhan kebutuhan dan kekhawatiran perempuan subur terkait dengan efek samping dan kesehatan. Pendekatan yang holistik dan berkelanjutan harus diterapkan untuk memastikan bahwa perempuan subur di Provinsi Papua memiliki akses yang mudah dan dapat memilih dengan sadar mengenai KB sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Tahun 2022

Gambar 5.3.2 Alasan perempuan usia subur yang tidak KB di Provinsi Papua, 2022 Berdasarkan data yang tersedia, sebanyak 42 persen perempuan usia subur di Provinsi Papua menyukai metode Keluarga Berencana (KB) dengan menggunakan suntikan. Metode ini menjadi pilihan utama dan menjadi metode KB yang paling banyak digunakan di wilayah tersebut.

Keberhasilan metode KB suntikan dalam mencapai popularitas tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, suntikan KB umumnya dianggap praktis dan efektif dalam mengendalikan kehamilan. Dalam satu suntikan, efek kontraseptif dapat bertahan

https://papua.bps.go.id

selama beberapa bulan, yang membuatnya menjadi pilihan yang nyaman bagi perempuan subur yang ingin menghindari kehamilan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Selain itu, suntikan KB juga memiliki keuntungan dalam hal kerahasiaan dan privasi.

Perempuan tidak perlu mengingat atau mengelola penggunaan metode KB setiap hari, seperti pada metode pil KB. Suntikan KB juga tidak terlihat secara fisik, sehingga dapat menjaga kerahasiaan mengenai penggunaan KB bagi perempuan yang menginginkannya.

Selain alasan praktis, kepercayaan dan keyakinan masyarakat Papua terhadap metode suntikan KB juga berperan penting dalam popularitasnya. Faktor budaya, pengaruh dari keluarga dan teman sebaya, serta rekomendasi dari tenaga kesehatan dapat mempengaruhi pemilihan metode KB oleh perempuan subur. Jika metode suntikan KB sudah diterima secara luas dan dianggap aman dan efektif oleh masyarakat setempat, maka akan lebih mungkin bagi perempuan untuk memilih metode ini.

Namun, penting untuk mencatat bahwa pilihan metode KB yang dominan di Provinsi Papua dapat bervariasi seiring dengan perubahan preferensi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pilihan yang lebih luas. Penting bagi layanan kesehatan untuk terus menyediakan akses dan informasi tentang berbagai metode KB yang tersedia, sehingga perempuan subur dapat membuat keputusan yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan preferensi individu mereka.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang preferensi perempuan usia subur di Provinsi Papua terhadap metode suntikan KB, pemerintah dan lembaga terkait dapat memperkuat upaya dalam menyediakan pelayanan KB yang terjangkau dan berkualitas.

Peningkatan akses, edukasi, dan dukungan bagi perempuan dalam memilih metode KB yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka akan memberikan manfaat yang signifikan dalam mengendalikan pertumbuhan populasi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Provinsi Papua.

https://papua.bps.go.id

Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Tahun 2022

Gambar 5.3.3 Cara-cara KB yang dipakai perempuan usia subur Provinsi Papua, 2022 Berdasarkan data yang tersedia, sebanyak 56 persen perempuan usia subur di Provinsi Papua memperoleh alat keluarga berencana (KB) dari klinik. Klinik menjadi tempat yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan fasilitas KB bagi perempuan di wilayah tersebut.

Penggunaan klinik sebagai tempat utama untuk mendapatkan fasilitas KB memiliki beberapa alasan. Pertama, klinik seringkali menjadi sumber informasi dan layanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat. Mereka menyediakan layanan konseling, pemeriksaan kesehatan, dan pengadaan alat KB secara lengkap.

Kedua, klinik umumnya dilengkapi dengan tenaga medis dan paramedis yang terlatih dalam memberikan pelayanan KB. Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memberikan informasi yang akurat, membantu memilih metode KB yang sesuai, serta melakukan pemasangan atau pemberian alat KB dengan aman.

Selain itu, klinik juga seringkali memiliki akses lebih baik terhadap berbagai jenis metode KB yang tersedia. Mereka dapat menyediakan metode KB seperti pil KB, suntikan, implant, IUD (intrauterine device), dan kondom dengan lebih mudah dan lengkap. Dengan

https://papua.bps.go.id

demikian, perempuan memiliki pilihan yang lebih luas sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka.

Pentingnya peran klinik dalam menyediakan fasilitas KB juga dapat dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya. Masyarakat di Provinsi Papua mungkin lebih mempercayai layanan kesehatan yang disediakan oleh klinik sebagai tempat yang dapat memberikan perawatan yang komprehensif dan terpercaya.

Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas dan pemanfaatan fasilitas KB di Provinsi Papua, penting untuk memperkuat peran klinik dan memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai. Hal ini meliputi peningkatan jumlah klinik yang mampu memberikan layanan KB, pelatihan yang terus-menerus bagi tenaga medis tentang KB, serta perbaikan infrastruktur dan logistik untuk mendukung penyediaan fasilitas KB yang berkualitas.

Dengan adanya klinik sebagai tempat utama mendapatkan fasilitas KB bagi perempuan usia subur di Provinsi Papua, diharapkan akan terjadi peningkatan partisipasi dalam program KB, pengendalian pertumbuhan populasi yang lebih baik, serta peningkatan kesejahteraan keluarga di wilayah tersebut.

Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Tahun 2022

Gambar 5.3.4 Lokasi terbanyak perempuan usia subur Provinsi Papua mendapatkan alat KB,

https://papua.bps.go.id

Berdasarkan data yang ada, sebanyak 20.4 persen perempuan usia subur di Provinsi Papua pernah menghentikan atau mengganti metode keluarga berencana (KB) yang digunakan, sementara 79.7 persen tidak pernah mengalami perubahan dalam metode KB yang mereka gunakan.

Ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi keputusan perempuan untuk menghentikan atau mengganti metode KB yang digunakan. Beberapa alasan yang mungkin meliputi:

1. Efek samping yang tidak diinginkan: Beberapa perempuan mungkin mengalami efek samping yang tidak diinginkan dari metode KB yang mereka gunakan. Efek samping ini bisa berupa perubahan hormon, gangguan menstruasi, atau masalah kesehatan lainnya. Ketika efek samping ini muncul, perempuan mungkin memilih untuk menghentikan atau mengganti metode KB yang digunakan.

2. Perubahan preferensi atau kebutuhan: Preferensi dan kebutuhan perempuan bisa berubah seiring waktu. Mungkin ada perubahan dalam situasi kehidupan, seperti pernikahan baru, perubahan rencana keluarga, atau perubahan kondisi kesehatan.

Perempuan mungkin ingin mengubah metode KB yang digunakan agar sesuai dengan perubahan ini.

3. Ketidakpuasan dengan metode yang sedang digunakan: Ada kemungkinan bahwa beberapa perempuan merasa tidak puas dengan metode KB yang sedang mereka gunakan. Mereka mungkin merasa bahwa metode tersebut tidak efektif, tidak nyaman, atau tidak sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka. Sebagai hasilnya, mereka memutuskan untuk menghentikan atau mengganti metode KB yang digunakan.

https://papua.bps.go.id

Sumber: Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua Tahun 2022

Gambar 5.3.5 Perempuan usia subur Provinsi Papua yang pernah mengganti/berhenti mengikuti program KB, 2022

Penting untuk mencatat bahwa perubahan metode KB tidak selalu berarti bahwa perempuan berhenti menggunakan KB sepenuhnya. Beberapa perempuan mungkin hanya mengganti metode KB dengan metode yang lain, sementara yang lain mungkin memutuskan untuk berhenti menggunakan KB sama sekali.

Dalam rangka meningkatkan partisipasi dan keberlanjutan penggunaan KB, penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk memberikan informasi yang akurat dan menyeluruh tentang berbagai metode KB yang tersedia, efek samping yang mungkin terjadi, dan dukungan yang tersedia untuk perempuan dalam memilih metode yang sesuai. Pemantauan dan pemahaman yang baik tentang alasan perempuan menghentikan atau mengganti metode KB juga dapat membantu dalam merancang program KB yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan individu.

https://papua.bps.go.id

https://papua.bps.go.id

https://papua.bps.go.id

https://papua.bps.go.id

Lampiran

Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan selama Sebulan Terakhir menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin, 2022

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Laki-laki Male

Perempuan Female

Laki-laki + Perempuan Male + Female

-1 -2 -3 -4

1. MERAUKE 14,49 19,78 17,03

2. JAYAWIJAYA 9,93 9,48 9,71

3. JAYAPURA 13,48 15,49 14,45

4. NABIRE 12,97 15,72 14,29

5. KEPULAUAN YAPEN 15,40 21,40 18,29

6. BIAK NUMFOR 12,08 11,36 11,72

7. PANIAI 1,09 2,08 1,53

8. PUNCAK JAYA 5,89 6,00 5,93

9. MIMIKA 18,02 18,44 18,21

10. BOVEN DIGOEL 27,33 27,41 27,37

11. MAPPI 15,03 13,67 14,37

12. ASMAT 6,37 6,58 6,47

13. YAHUKIMO 13,28 11,28 12,37

14. PEGUNUNGAN BINTANG 8,43 5,66 7,14

15. TOLIKARA 13,37 16,47 14,78

16. SARMI 12,29 14,11 13,15

17. KEEROM 18,03 16,62 17,36

18. WAROPEN 13,95 16,26 15,05

19. SUPIORI 7,75 7,94 7,84

20. MAMBERAMO RAYA 5,27 3,07 4,22

21. NDUGA 15,38 17,63 16,42

22. LANNY JAYA 1,45 1,21 1,34

23. MAMBERAMO TENGAH 11,11 11,18 11,15

24. YALIMO 15,51 13,60 14,62

25. PUNCAK 4,08 2,33 3,25

26. DOGIYAI 11,24 11,81 11,51

27. INTAN JAYA 0,59 0,65 0,62

28. DEIYAI 0,16 0,18 0,17

29. JAYAPURA 15,20 16,49 15,81

Papua 11,26 12,15 11,68

https://papua.bps.go.id

Angka Kesakitan menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin, 2022 Kabupaten/Kota

Regency/Municipality

Laki-laki Male

Perempuan Female

Laki-laki + Perempuan Male + Female

-1 -2 -3 -4

1. 9401. MERAUKE 5.72 7.39 6.52

2. 9402. JAYAWIJAYA 4.92 4.7 4.81

3. 9403. JAYAPURA 8.15 9.62 8.86

4. 9404. NABIRE 5.15 5.53 5.33

5. 9408. KEPULAUAN YAPEN 5.65 10.69 8.08

6. 9409. BIAK NUMFOR 6.69 5.81 6.26

7. 9410. PANIAI n.a. n.a. n.a.

8. 9411. PUNCAK JAYA n.a. n.a. n.a.

9. 9412. MIMIKA 9.53 9.34 9.44

10. 9413. BOVEN DIGOEL 15.74 15.1 15.44

11. 9414. MAPPI 8.79 6.42 7.64

12. 9415. ASMAT 3.46 3.79 3.62

13. 9416. YAHUKIMO 6.55 5.33 5.99

14. 9417. PEGUNUNGAN BINTANG

4.41 2.6 3.56

15. 9418. TOLIKARA 4.05 2.72 3.45

16. 9419. SARMI [6.53] 6.25 6.4

17. 9420. KEEROM 13.6 12.21 12.94

18. 9426. WAROPEN 4.66 6.99 5.77

19. 9427. SUPIORI 4.62 4.67 4.65

20. 9428. MAMBERAMO RAYA [2.04] n.a. [1.41]

21. 9429. NDUGA 9.63 10.54 10.05

22. 9430. LANNY JAYA [1.26] [1.21] [1.24]

23. 9431. MAMBERAMO TENGAH

6.98 9.37 8.11

24. 9432. YALIMO [2.41] [2.11] 2.27

25. 9433. PUNCAK n.a. n.a. n.a.

26. 9434. DOGIYAI [1.70] [1.34] [1.54]

27. 9435. INTAN JAYA [0.43] n.a. n.a.

28. 9436. DEIYAI [0.09] 0.18 0.14

9471. JAYAPURA 5.16 5.53 5.34

Papua 5.06 5.24 5.15

https://papua.bps.go.id

Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Berobat Jalan dalam Sebulan Terakhir menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin, 2022

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Laki- laki Male

Perempua n Female

Laki-laki + Perempuan Male + Female

-1 -2 -3 -4

1. 9401. MERAUKE 51,74 59,89 56,28

2. 9402. JAYAWIJAYA 8,61 11,67 10,04

3. 9403. JAYAPURA 76,93 75,62 76,26

4. 9404. NABIRE 36,79 45,98 41,64

5. 9408. KEPULAUAN YAPEN 71,77 80,00 76,41

6. 9409. BIAK NUMFOR 63,63 69,84 66,59

7. 9410. PANIAI 0,00 5,50 3,32

8. 9411. PUNCAK JAYA 0,00 0,09 0,04

9. 9412. MIMIKA 52,75 45,04 49,14

10. 9413. BOVEN DIGOEL 69,79 71,14 70,43

11. 9414. MAPPI 65,48 61,03 63,43

12. 9415. ASMAT 60,62 53,93 57,33

13. 9416. YAHUKIMO 9,99 9,20 9,66

14. 9417. PEGUNUNGAN BINTANG

41,89 34,89 39,30

15. 9418. TOLIKARA 23,04 15,32 19,13

16. 9419. SARMI 79,17 92,56 85,93

17. 9420. KEEROM 69,06 68,21 68,67

18. 9426. WAROPEN 60,85 67,68 64,34

19. 9427. SUPIORI 76,69 79,31 77,98

20. 9428. MAMBERAMO RAYA 18,57 36,59 24,83

21. 9429. NDUGA 42,15 34,74 38,47

22. 9430. LANNY JAYA 68,07 64,02 66,36

23. 9431. MAMBERAMO TENGAH

66,32 66,97 66,63

24. 9432. YALIMO 27,62 19,75 24,19

25. 9433. PUNCAK 6,34 3,62 5,42

26. 9434. DOGIYAI 15,91 19,87 17,79

27. 9435. INTAN JAYA 26,59 16,91 21,79

28. 9436. DEIYAI 60,21 100,00 80,26

29. 9471. JAYAPURA 35,64 34,97 35,31

Papua 43,53 45,54 44,51

https://papua.bps.go.id

Persentase Penduduk yang Sakit tetapi Tidak Berobat Jalan dalam Sebulan Terakhir menurut Kabupaten/Kota dan Alasan Utama Tidak Berobat Jalan, 2022

Kabupaten/Kota

Tidak Punya Biaya Berobat

Tidak Ada Biaya Transpor

Tidak Ada Sarana Transportasi

Waktu Tunggu Pelayana n Lama

Mengobat i Sendiri

Tidak Ada yang Mendampin

gi

Meras a Tidak

Perlu

Khawat ir Terpap

ar Covid19

Lainny a

Jumla h

Regency/Municipalit y

No Budget

for Inpatien

t

No Budget for Transportatio

n

No Transportatio

n

Time to Wait is Long

Self Treated

No One Accompanied

No Need

Worried Exposur e Covid

19

Others Total

-1 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8 -9 -10 -11

1. MERAUKE 4,27 0,00 0,00 0,00 64,54 0,00 18,61 12,58 0,00 100,00

2. JAYAWIJAYA 0,00 0,00 0,00 0,00 70,71 0,00 28,68 0,00 0,61 100,00

3. JAYAPURA 0,00 0,00 1,12 0,00 57,34 0,00 5,15 35,58 0,81 100,00

4. NABIRE 0,00 0,00 0,00 0,00 66,25 0,00 26,16 3,03 4,56 100,00

5. KEPULAUAN YAPEN

14,06 0,00 0,00 10,63 33,81 0,00 41,50 0,00 0,00 100,00

6. BIAK NUMFOR 0,00 0,00 0,00 0,00 79,06 0,00 13,86 0,00 7,08 100,00

7. PANIAI 0,00 48,74 0,00 0,00 51,26 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00

8. PUNCAK JAYA 6,26 93,74 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00

9. MIMIKA 1,57 0,00 0,00 0,00 64,69 0,00 32,50 0,00 1,24 100,00

10. BOVEN DIGOEL

2,32 0,00 0,00 0,00 81,82 0,43 6,78 8,64 0,00 100,00

11. MAPPI 0,00 0,00 0,00 0,00 86,46 0,00 12,87 0,67 0,00 100,00

12. ASMAT 0,00 0,00 0,00 0,00 72,22 0,00 16,67 1,99 9,12 100,00

13. YAHUKIMO 0,00 0,00 0,00 0,00 92,72 0,00 4,15 0,00 3,13 100,00

14.

PEGUNUNGAN BINTANG

0,00 5,74 7,72 0,00 75,44 0,00 1,31 2,66 7,13 100,00

15. TOLIKARA 0,00 0,00 0,00 0,00 90,44 0,00 9,56 0,00 0,00 100,00

16. SARMI 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00

17. KEEROM 0,00 0,00 0,00 20,87 62,01 0,00 10,11 7,01 0,00 100,00

18. WAROPEN 0,00 0,00 4,82 0,00 78,66 0,00 9,45 0,00 7,08 100,00

19. SUPIORI 0,00 8,06 0,00 0,00 71,46 0,00 12,84 7,64 0,00 100,00

20. MAMBERAMO RAYA

0,00 0,00 0,00 0,00 93,72 0,00 6,28 0,00 0,00 100,00

21. NDUGA 0,00 0,00 9,97 0,00 75,20 0,00 4,77 0,00 10,06 100,00

22. LANNY JAYA 0,00 0,00 0,00 0,00 61,62 0,00 38,38 0,00 0,00 100,00

23. MAMBERAMO TENGAH

0,00 0,00 8,87 0,00 72,15 0,00 18,98 0,00 0,00 100,00

24. YALIMO 0,00 5,83 0,00 0,00 94,17 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00

25. PUNCAK 0,00 0,00 26,98 0,00 73,02 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00

26. DOGIYAI 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00

27. INTAN JAYA 46,69 0,00 0,00 0,00 53,31 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00

28. DEIYAI 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

29. JAYAPURA 0,00 0,00 0,00 0,00 58.76 0,00 30.1 0,00 11.14 100,00

Papua 0.8 0.94 1.18 0.74 72.16 0.02 17.99 2.38 3.78 100,00

https://papua.bps.go.id

Persentase Penduduk yang Berobat Jalan dalam Sebulan Terakhir menurut Kabupaten/Kota dan Tempat Berobat Jalan, 2022

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Rumah Sakit Pemerintah

Public Hospital

Rumah Sakit Swasta Private Hospital

Praktik Dokter/Bidan

Practitioner Doctor/Midwives

Klinik/Praktik Dokter Bersama Clinics/Practitioner

Doctor Centre

Puskesmas/

Pustu Health Center/

Subsidiary HC

Praktik Pengobatan Tradisional/

Alternatif Traditional

Healer

UKBM

* / UKBM

Lainny a Others

-1 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8 -9

1. 9401. MERAUKE 10,18 3,90 9,46 3,15 80,57 0,44 0,00 0,00

2. 9402.

JAYAWIJAYA 10,40 0,00 4,68 8,94 80,66 0,00 10,03 0,00

3. 9403. JAYAPURA 17,40 0,77 9,54 23,20 53,87 0,69 0,00 0,46

4. 9404. NABIRE 9,44 0,00 12,60 17,46 61,67 0,97 0,00 0,00

5. 9408.

KEPULAUAN YAPEN

14,22 0,00 6,81 1,15 79,55 0,00 0,00 0,00

6. 9409. BIAK

NUMFOR 12,40 1,57 13,70 4,25 72,71 0,00 2,48 0,00

7. 9410. PANIAI 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 0,00 0,00 0,00

8. 9411. PUNCAK

JAYA 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 0,00 0,00 0,00

9. 9412. MIMIKA 8,31 2,73 7,97 21,52 64,81 0,00 0,00 0,14

10. 9413. BOVEN

DIGOEL 5,52 0,48 6,79 17,91 68,79 0,00 0,00 5,23

11. 9414. MAPPI 1,00 0,00 0,00 0,00 94,30 4,70 0,00 0,00

12. 9415. ASMAT 0,80 0,00 0,00 0,00 99,20 0,00 0,00 0,00

13. 9416.

YAHUKIMO 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 0,00 0,00 0,00

14. 9417.

PEGUNUNGAN BINTANG

21,74 0,00 0,00 3,15 65,77 9,34 0,00 0,00

15. 9418.

TOLIKARA 1,22 0,00 0,00 0,00 98,78 0,00 0,00 0,00

16. 9419. SARMI 3,60 0,00 4,23 0,00 91,75 0,42 0,00 0,00

17. 9420. KEEROM 4,41 1,06 11,29 1,65 63,15 12,37 7,54 0,88

18. 9426. WAROPEN 2,55 0,00 3,00 1,30 94,03 1,23 0,09 0,16

19. 9427. SUPIORI 14,61 0,29 5,98 0,00 77,55 5,77 0,00 0,00

20. 9428.

MAMBERAMO RAYA

0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 0,00 0,00 0,00

21. 9429. NDUGA 5,56 0,00 0,00 0,00 91,72 1,20 1,24 0,28

22. 9430. LANNY

JAYA 31,00 0,00 0,00 0,00 69,00 0,00 0,00 0,00

23. 9431.

MAMBERAMO TENGAH

2,37 0,00 0,00 0,00 97,63 0,00 0,00 0,00

24. 9432. YALIMO 0,00 5,57 0,00 0,00 93,43 1,00 0,00 0,00

25. 9433. PUNCAK 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 0,00 0,00 0,00

26. 9434. DOGIYAI 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 0,00 0,00 0,00

27. 9435. INTAN

JAYA 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 0,00 0,00 0,00

28. 9436. DEIYAI 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 0,00

29. 9471.

JAYAPURA 23,02 4,99 7,33 4,11 66,18 0,07 0,00 0,00

Papua 10,02 1,58 6,76 7,78 75,52 1,14 0,68 0,50

https://papua.bps.go.id

Persentase Penduduk yang Pernah Rawat Inap dalam Setahun Terakhir menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin, 2022

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Laki- laki Male

Perempua n Female

Laki-laki + Perempuan Male + Female

-1 -2 -3 -4

1. 9401. MERAUKE 1,34 4,13 2,68

2. 9402. JAYAWIJAYA 0,12 0,09 0,10

3. 9403. JAYAPURA 1,15 3,43 2,25

4. 9404. NABIRE 1,02 2,63 1,79

5. 9408. KEPULAUAN YAPEN 1,02 0,80 0,91

6. 9409. BIAK NUMFOR 1,37 4,25 2,78

7. 9410. PANIAI 0,24 0,12 0,19

8. 9411. PUNCAK JAYA 2,25 2,97 2,55

9. 9412. MIMIKA 0,76 1,43 1,07

10. 9413. BOVEN DIGOEL 4,35 4,98 4,64

11. 9414. MAPPI 1,52 1,48 1,50

12. 9415. ASMAT 0,78 0,62 0,70

13. 9416. YAHUKIMO 0,02 0,00 0,01

14. 9417. PEGUNUNGAN

BINTANG 0,33 1,01 0,64

15. 9418. TOLIKARA 0,00 0,05 0,02

16. 9419. SARMI 0,89 2,96 1,87

17. 9420. KEEROM 1,37 1,35 1,36

18. 9426. WAROPEN 1,11 0,65 0,89

19. 9427. SUPIORI 1,53 1,80 1,66

20. 9428. MAMBERAMO RAYA 0,89 1,10 0,99

21. 9429. NDUGA 0,13 0,36 0,24

22. 9430. LANNY JAYA 0,07 0,08 0,08

23. 9431. MAMBERAMO

TENGAH 0,54 0,36 0,46

24. 9432. YALIMO 0,20 0,20 0,20

25. 9433. PUNCAK 2,82 1,87 2,37

26. 9434. DOGIYAI 0,10 0,12 0,11

27. 9435. INTAN JAYA 0,03 0,00 0,01

28. 9436. DEIYAI 0,35 0,41 0,38

29. 9471. JAYAPURA 2.89 3.77 3.31

Papua 1.02 1.66 1,32

https://papua.bps.go.id

Persentase Penduduk yang Pernah Rawat Inap dalam setahun Terakhir menurut Kabupaten/Kota, Jumlah Hari Rawat Inap, dan Rata-Rata Lama Rawat Inap (Hari), 2022

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Jumlah Hari Rawat/Number of inpatient

Days Jumla

h Total

Rata-rata Lama Rawat Inap (Hari)

Total Inpatient Average (Days)

≤ 3 4-6 7-29 ≥ 30

-1 -2 3 4 5 6 7

1. 9401. MERAUKE 63.12 14.04 20.57 2.28 100.00 5.49

2. 9402. JAYAWIJAYA 0.00 0.00 100.00 0.00 100.00 7.00

3. 9403. JAYAPURA 58.55 15.26 19.29 6.90 100.00 5.90

4. 9404. NABIRE 56.27 20.83 17.08 5.83 100.00 5.68

5. 9408. KEPULAUAN YAPEN 48.23 18.94 32.82 0.00 100.00 4.75

6. 9409. BIAK NUMFOR 44.69 35.65 19.08 0.58 100.00 4.38

7. 9410. PANIAI 0.00 0.00 100.00 0.00 100.00 7.00

8. 9411. PUNCAK JAYA 100.00 0.00 0.00 0.00 100.00 1.00

9. 9412. MIMIKA 80.97 9.23 9.79 0.00 100.00 3.37

10. 9413. BOVEN DIGOEL 67.55 18.43 14.03 0.00 100.00 3.26

11. 9414. MAPPI 21.31 35.85 42.84 0.00 100.00 5.30

12. 9415. ASMAT 48.98 27.95 23.08 0.00 100.00 4.89

13. 9416. YAHUKIMO 0.00 0.00 100.00 0.00 100.00 8.00

14. 9417. PEGUNUNGAN

BINTANG 51.22 16.98 31.80 0.00 100.00 4.21

15. 9418. TOLIKARA 100.00 0.00 0.00 0.00 100.00 3.00

16. 9419. SARMI 28.68 56.91 14.41 0.00 100.00 5.31

17. 9420. KEEROM 93.47 2.24 1.28 3.02 100.00 3.18

18. 9426. WAROPEN 32.84 45.82 19.75 1.59 100.00 5.70

19. 9427. SUPIORI 25.16 19.66 33.67 21.51 100.00 21.88

20. 9428. MAMBERAMO RAYA 0.00 0.00 100.00 0.00 100.00 7.00

21. 9429. NDUGA 0.00 82.60 17.40 0.00 100.00 4.53

22. 9430. LANNY JAYA 0.00 0.00 100.00 0.00 100.00 7.00

23. 9431. MAMBERAMO

TENGAH 84.46 15.54 0.00 0.00 100.00 2.84

24. 9432. YALIMO 0.00 0.00 100.00 0.00 100.00 7.00

25. 9433. PUNCAK 47.86 46.80 5.33 0.00 100.00 3.60

26. 9434. DOGIYAI 0.00 0.00 100.00 0.00 100.00 7.00

27. 9435. INTAN JAYA 100.00 0.00 0.00 0.00 100.00 1.00

28. 9436. DEIYAI 0.00 0.00 100.00 0.00 100.00 7.00

29. 9471. JAYAPURA 54.22 25.69 19.48 0.61 100.00 4.18

Papua 56.94 21.81 19.75 1.50 100.00 4.49

https://papua.bps.go.id

Persentase Penduduk yang Menggunakan Jaminan Kesehatan untuk Berobat Jalan dalam Sebulan Terakhir menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin, 2022

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Laki- laki Male

Perempua n Female

Laki-laki + Perempuan Male + Female

-1 -2 -3 -4

1. 9401. MERAUKE 74,42 72,82 73,47

2. 9402. JAYAWIJAYA 86,13 92,16 89,41

3. 9403. JAYAPURA 73,12 73,18 73,15

4. 9404. NABIRE 50,90 48,19 49,32

5. 9408. KEPULAUAN YAPEN 69,43 77,62 74,27

6. 9409. BIAK NUMFOR 53,32 62,87 58,09

7. 9410. PANIAI 0,00 100,00 100,00

8. 9411. PUNCAK JAYA 0,00 0,00 0,00

9. 9412. MIMIKA 49,49 58,89 53,53

10. 9413. BOVEN DIGOEL 49,05 42,19 45,78

11. 9414. MAPPI 67,18 76,85 71,47

12. 9415. ASMAT 83,94 83,87 83,91

13. 9416. YAHUKIMO 97,69 100,00 98,61

14. 9417. PEGUNUNGAN

BINTANG 78,34 55,24 70,74

15. 9418. TOLIKARA 92,94 94,26 93,48

16. 9419. SARMI 35,28 35,56 35,43

17. 9420. KEEROM 40,00 58,41 48,34

18. 9426. WAROPEN 9,38 15,86 12,87

19. 9427. SUPIORI 68,68 51,48 60,08

20. 9428. MAMBERAMO RAYA 64,43 100,00 82,65

21. 9429. NDUGA 94,16 94,88 94,48

22. 9430. LANNY JAYA 100,00 100,00 100,00 23. 9431. MAMBERAMO

TENGAH 88,62 93,10 90,76

24. 9432. YALIMO 78,83 85,76 81,29

25. 9433. PUNCAK 52,05 0,00 40,36

26. 9434. DOGIYAI 73,89 83,55 79,02

27. 9435. INTAN JAYA 100,00 0,00 61,53

28. 9436. DEIYAI 0,00 0,00 0,00

29. 9471. JAYAPURA 84,27 79,21 81,79

Papua 66,41 68,37 67,39

https://papua.bps.go.id

Persentase Penduduk yang Memiliki Jaminan Kesehatan menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Jaminan Kesehatan, 2022

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

BPJS Kesehatan BPJS Health

Jamkesda Regional Helath

Insurance

Asuransi Swasta Private Helath

Insurance

Perusahaan/Kanto r Paid by Company

Tidak Punya Doesn't

Have

-1 -2 -3 -4 -5 -6

1. 9401. MERAUKE 65,84 18,54 0,39 0,10 18,97

2. 9402. JAYAWIJAYA 34,16 70,23 0,05 0,07 13,65

3. 9403. JAYAPURA 52,30 21,33 0,60 2,09 29,02

4. 9404. NABIRE 49,01 11,56 0,22 1,35 39,13

5. 9408. KEPULAUAN YAPEN 50,97 30,26 0,33 0,34 18,67

6. 9409. BIAK NUMFOR 67,07 10,43 0,67 0,11 21,82

7. 9410. PANIAI 0,16 100,00 0,00 0,00 0,00

8. 9411. PUNCAK JAYA 4,87 75,53 0,00 0,00 20,94

9. 9412. MIMIKA 41,38 14,45 0,11 4,14 46,64

10. 9413. BOVEN DIGOEL 63,45 25,07 0,04 0,46 20,17

11. 9414. MAPPI 34,09 79,70 0,00 1,13 1,77

12. 9415. ASMAT 21,51 88,14 0,18 0,00 1,24

13. 9416. YAHUKIMO 0,90 99,13 0,00 0,00 0,00

14. 9417. PEGUNUNGAN

BINTANG 3,93 100,00 0,00 0,00 0,00

15. 9418. TOLIKARA 100,00 0,00 0,00 0,00 0,00

16. 9419. SARMI 53,26 32,09 0,00 0,00 16,09

17. 9420. KEEROM 68,64 10,45 0,01 0,09 21,46

18. 9426. WAROPEN 48,74 16,85 0,06 1,51 34,22

19. 9427. SUPIORI 66,66 76,15 0,00 0,00 1,57

20. 9428. MAMBERAMO

RAYA 4,79 96,96 0,00 0,00 0,09

21. 9429. NDUGA 0,16 99,91 0,00 0,00 0,03

22. 9430. LANNY JAYA 23,55 95,72 0,00 0,00 3,94

23. 9431. MAMBERAMO

TENGAH 97,17 96,40 0,00 0,30 0,00

24. 9432. YALIMO 2,59 93,76 0,00 0,00 4,90

25. 9433. PUNCAK 0,55 99,45 0,00 0,00 0,00

26. 9434. DOGIYAI 0,02 59,43 0,00 0,00 40,54

27. 9435. INTAN JAYA 0,63 93,86 0,00 0,00 6,01

28. 9436. DEIYAI 2,14 93,44 0,00 0,00 4,42

29. 9471. JAYAPURA 56,57 18,29 0,84 1,83 24,64

Papua 35,99 54,41 0,19 0,65 15,38

https://papua.bps.go.id

Persentase Penduduk yang Menggunakan Jaminan Kesehatan untuk Rawat Inap dalam Setahun Terakhir menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Kelamin, 2022

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Laki- laki Male

Perempua n Female

Laki-laki + Perempuan Male + Female

-1 -2 -3 -4

1. 9401. MERAUKE 95,14 69,42 76,10

2. 9402. JAYAWIJAYA 0,00 0,00 0,00

3. 9403. JAYAPURA 87,77 77,67 80,34

4. 9404. NABIRE 53,98 67,75 63,68

5. 9408. KEPULAUAN YAPEN 100,00 74,19 89,08

6. 9409. BIAK NUMFOR 71,03 84,95 81,48

7. 9410. PANIAI 0,00 0,00 0,00

8. 9411. PUNCAK JAYA 100,00 100,00 100,00

9. 9412. MIMIKA 60,12 18,15 34,19

10. 9413. BOVEN DIGOEL 86,83 85,91 86,36

11. 9414. MAPPI 100,00 100,00 100,00

12. 9415. ASMAT 92,88 79,49 87,13

13. 9416. YAHUKIMO 100,00 0,00 100,00

14. 9417. PEGUNUNGAN

BINTANG 100,00 100,00 100,00

15. 9418. TOLIKARA 0,00 100,00 100,00

16. 9419. SARMI 98,01 64,12 72,70

17. 9420. KEEROM 43,56 79,55 60,57

18. 9426. WAROPEN 97,65 66,87 87,02

19. 9427. SUPIORI 97,83 89,46 93,41

20. 9428. MAMBERAMO RAYA 0,00 0,00 0,00

21. 9429. NDUGA 100,00 100,00 100,00

22. 9430. LANNY JAYA 0,00 0,00 0,00

23. 9431. MAMBERAMO

TENGAH 100,00 100,00 100,00

24. 9432. YALIMO 0,00 0,00 0,00

25. 9433. PUNCAK 100,00 100,00 100,00

26. 9434. DOGIYAI 0,00 0,00 0,00

27. 9435. INTAN JAYA 100,00 0,00 100,00

28. 9436. DEIYAI 0,00 0,00 0,00

29. 9471. JAYAPURA 74,26 79,70 77,20

Papua 80,23 75,29 77,31

https://papua.bps.go.id

Persentase Penduduk 5 Tahun ke Atas yang Merokok Tembakau selama Sebulan Terakhir menurut Kabupaten/Kota dan Kebiasaan Merokok, 2022

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Ya, Setiap Hari Yes, Every

Day

Ya, Tidak Setiap Hari Yes, Not Every Day

Tidak No

Tidak Tahu

Not Known

Jumla h Total

-1 -2 -3 -4 -5 -6

1. 9401. MERAUKE

17,14 4,61 74,10 4,15 100,00

2. 9402. JAYAWIJAYA 9,09 10,46 69,80 10,65 100,00

3. 9403. JAYAPURA 11,69 3,51 66,51 18,28 100,00

4. 9404. NABIRE 16,19 1,97 76,96 4,89 100,00

5. 9408. KEPULAUAN YAPEN 10,19 6,67 79,52 3,62 100,00

6. 9409. BIAK NUMFOR 8,81 6,16 81,32 3,71 100,00

7. 9410. PANIAI 2,78 0,03 97,19 0,00 100,00

8. 9411. PUNCAK JAYA 1,54 14,86 81,28 2,31 100,00

9. 9412. MIMIKA 15,08 5,53 76,38 3,02 100,00

10. 9413. BOVEN DIGOEL 22,36 6,55 69,96 1,13 100,00

11. 9414. MAPPI 17,21 7,11 70,57 5,10 100,00

12. 9415. ASMAT 16,28 9,81 73,05 0,86 100,00

13. 9416. YAHUKIMO 3,90 7,41 88,37 0,32 100,00

14. 9417. PEGUNUNGAN

BINTANG 6,39 3,95 89,58 0,08 100,00

15. 9418. TOLIKARA 9,06 4,76 86,18 0,00 100,00

16. 9419. SARMI 9,95 7,95 82,10 0,00 100,00

17. 9420. KEEROM 18,11 3,83 67,05 11,01 100,00

18. 9426. WAROPEN 14,20 4,95 74,61 6,23 100,00

19. 9427. SUPIORI 11,10 6,15 82,62 0,12 100,00

20. 9428. MAMBERAMO RAYA 15,07 6,53 78,13 0,28 100,00

21. 9429. NDUGA 13,90 10,00 75,73 0,36 100,00

22. 9430. LANNY JAYA 27,70 4,20 53,40 14,70 100,00

23. 9431. MAMBERAMO

TENGAH 10,77 7,42 78,29 3,52 100,00

24. 9432. YALIMO 20,21 5,42 73,41 0,96 100,00

25. 9433. PUNCAK 12,47 8,60 78,93 0,00 100,00

26. 9434. DOGIYAI 0,32 1,13 89,63 8,91 100,00

27. 9435. INTAN JAYA 6,80 0,12 92,75 0,33 100,00

28. 9436. DEIYAI 0,63 0,00 99,37 0,00 100,00

29. 9471. JAYAPURA 12,11 2,77 78,66 6,46 100,00

Papua 11,77 5,57 78,05 4,60 100,00

https://papua.bps.go.id

Persentase Penduduk 5 Tahun ke Atas yang Merokok Menggunakan Rokok Elektrik selama Sebulan Terakhir menurut Kabupaten/Kota dan Kebiasaan Merokok, 2022

Kabupaten/Kota Regency/Municipality

Ya, Setiap Hari Yes, Every

Day

Ya, Tidak Setiap Hari Yes, Not Every Day

Tidak No

Tidak Tahu Not Known

Jumla h Total

-1 -2 -3 -4 -5 -6

1. 9401. MERAUKE 0,34 0,42 93,04 6,20 100,00

2. 9402. JAYAWIJAYA 1,33 0,82 97,11 0,74 100,00

3. 9403. JAYAPURA 5,05 0,40 79,07 15,48 100,00

4. 9404. NABIRE 2,02 0,30 91,27 6,42 100,00

5. 9408. KEPULAUAN YAPEN 1,59 0,87 87,27 10,27 100,00

6. 9409. BIAK NUMFOR 1,14 0,70 95,25 2,91 100,00

7. 9410. PANIAI 0,00 0,00 99,65 0,35 100,00

8. 9411. PUNCAK JAYA 1,53 5,52 91,71 1,23 100,00

9. 9412. MIMIKA 1,47 0,90 96,61 1,01 100,00

10. 9413. BOVEN DIGOEL 2,61 0,41 94,70 2,28 100,00

11. 9414. MAPPI 1,45 0,68 93,45 4,42 100,00

12. 9415. ASMAT 0,88 0,54 96,62 1,96 100,00

13. 9416. YAHUKIMO 0,16 0,30 79,10 20,43 100,00

14. 9417. PEGUNUNGAN

BINTANG 0,00 0,20 99,80 0,00 100,00

15. 9418. TOLIKARA 0,02 0,52 99,46 0,00 100,00

16. 9419. SARMI 1,03 0,23 98,74 0,00 100,00

17. 9420. KEEROM 2,86 0,34 80,46 16,33 100,00

18. 9426. WAROPEN 2,02 1,10 93,64 3,24 100,00

19. 9427. SUPIORI 0,28 0,06 99,67 0,00 100,00

20. 9428. MAMBERAMO RAYA 0,80 0,00 99,20 0,00 100,00

21. 9429. NDUGA 0,23 1,31 98,45 0,00 100,00

22. 9430. LANNY JAYA 1,49 0,64 97,24 0,64 100,00

23. 9431. MAMBERAMO

TENGAH 0,00 0,13 99,84 0,02 100,00

24. 9432. YALIMO 0,19 0,64 76,64 22,53 100,00

25. 9433. PUNCAK 0,06 2,36 97,58 0,00 100,00

26. 9434. DOGIYAI 0,00 0,15 81,40 18,45 100,00

27. 9435. INTAN JAYA 0,08 0,05 99,29 0,58 100,00

28. 9436. DEIYAI 0,04 0,00 99,96 0,00 100,00

29. 9471. JAYAPURA 2,92 0,33 92,16 4,59 100,00

Papua 1,19 0,76 93,04 5,02 100,00

https://papua.bps.go.id

Persentase Penduduk 5 Tahun Keatas yang Merokok selama Sebulan Terakhir menurut Kabupaten/Kota dan Jumlah Batang Rokok yang Dihisap per Minggu, 2022

Kabupaten/ Kota Regencies

Jumlah Batang Rokok yang Dihisap per Minggu/ Number of Cigarettes

Smoked per Week Rata-rata per Minggu

(Batang Rokok) Average per Week

(Cigarettes) 1-6 Batang

/ Cigarettes

7-14 Batang / Cigarettes

15-29 Batang / Cigarettes

30-59 Batang / Cigarettes

≥ 60 Batang / Cigarettes

Jumla h Total

-1 -2 -3 -4 -5 -6 -7 -8

1. 9401. MERAUKE 0,18 3,80 6,83 26,82 62,38 100,00 90,78

2. 9402. JAYAWIJAYA 0,73 6,01 27,33 34,25 31,67 100,00 50,17

3. 9403. JAYAPURA 0,27 3,37 8,83 30,17 57,36 100,00 90,97

4. 9404. NABIRE 0,00 1,10 4,05 15,73 79,12 100,00 96,17

5. 9408. KEPULAUAN

YAPEN 0,00 1,82 16,71 26,73 54,74 100,00 79,75

6. 9409. BIAK NUMFOR 2,71 23,99 27,70 23,56 22,04 100,00 38,37

7. 9410. PANIAI 0,00 68,64 4,23 0,95 26,18 100,00 36,50

8. 9411. PUNCAK JAYA 0,00 11,03 5,50 54,14 29,34 100,00 47,36

9. 9412. MIMIKA 6,55 10,29 14,92 24,88 43,36 100,00 60,92

10. 9413. BOVEN

DIGOEL 0,79 4,56 17,09 26,73 50,84 100,00 67,30

11. 9414. MAPPI 2,49 7,56 14,32 33,56 42,07 100,00 59,66

12. 9415. ASMAT 0,34 10,72 23,37 32,96 32,62 100,00 50,67

13. 9416. YAHUKIMO 19,08 22,46 19,59 36,84 2,04 100,00 24,21

14. 9417.

PEGUNUNGAN BINTANG

2,57 21,39 26,29 36,03 13,72 100,00 36,36

15. 9418. TOLIKARA 0,31 10,62 47,39 32,36 9,32 100,00 29,82

16. 9419. SARMI 1,00 9,14 31,00 27,88 30,99 100,00 59,54

17. 9420. KEEROM 0,00 0,36 7,07 17,35 75,21 100,00 100,48

18. 9426. WAROPEN 1,98 3,03 7,03 20,67 67,29 100,00 85,51

19. 9427. SUPIORI 2,02 18,87 31,58 27,43 20,10 100,00 44,99

20. 9428. MAMBERAMO

RAYA 0,00 1,66 17,39 53,79 27,16 100,00 45,58

21. 9429. NDUGA 0,56 20,39 36,55 30,23 12,27 100,00 33,52

22. 9430. LANNY JAYA 0,00 1,56 6,83 35,03 56,58 100,00 74,24

23. 9431. MAMBERAMO

TENGAH 2,41 6,68 38,45 52,00 0,46 100,00 29,29

24. 9432. YALIMO 0,12 10,33 29,53 59,30 0,73 100,00 29,14

25. 9433. PUNCAK 1,18 2,24 49,24 47,34 0,00 100,00 26,63

26. 9434. DOGIYAI 0,00 0,00 23,05 41,89 35,05 100,00 42,96

27. 9435. INTAN JAYA 0,00 0,03 1,69 17,57 80,70 100,00 74,72

28. 9436. DEIYAI 0,00 0,00 0,00 0,00 100,00 100,00 137,12

29. 9471. JAYAPURA 1,26 4,47 8,31 17,00 68,95 100,00 98,27

Papua 1,85 8,21 18,32 31,34 40,27 100,00 61,86

https://papua.bps.go.id

Persentase Penduduk Umur 0-4 Tahun yang mempunyai keluhan kesehatan (panas, batuk, pilek, diare, pusing, penyakit kronis, dsb), Menurut Kabupaten/Kota, 2022

Kabupaten/Kota Punya Tidak Punya

Total Keluhan Kesehatan Keluhan Kesehatan

Merauke 32,2 67,8 100,0

Jayawijaya 11,5 88,5 100,0

Jayapura 20,4 79,6 100,0

Nabire 22,2 77,8 100,0

Kepulauan Yapen 24,4 75,6 100,0

Biak Numfor 17,4 82,6 100,0

Paniai 0,8 99,2 100,0

Puncak Jaya 22,7 77,3 100,0

Mimika 22,0 78,0 100,0

Boven Digoel 33,9 66,1 100,0

Mappi 27,3 72,7 100,0

Asmat 8,4 91,6 100,0

Yahukimo 28,4 71,6 100,0

Pegunungan Bintang 8,6 91,4 100,0

Tolikara 20,3 79,7 100,0

Sarmi 29,0 71,0 100,0

Keerom 19,9 80,1 100,0

Waropen 16,5 83,5 100,0

Supiori 13,9 86,1 100,0

Memberamo Raya 4,4 95,6 100,0

Nduga 39,6 60,4 100,0

Lanny Jaya 7,3 92,7 100,0

Memberamo Tengah 12,6 87,4 100,0

Yalimo 20,4 79,6 100,0

Puncak 0 100,0 100,0

Dogiyai 0 100,0 100,0

Intan Jaya 2,0 98,0 100,0

Deiyai 0 100,0 100,0

Kota Jayapura 22,8 77,2 100,0

Total 2,0 98,0 100,0

https://papua.bps.go.id

Dalam dokumen profil kesehatan provinsi papua 2023 (Halaman 69-114)

Dokumen terkait