• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PERANCANGAN DAN UJI COBA RANCANGAN PENYULUHAN

5.3. Implementasi

Sebelum menyusun .kuisioner dilakukan penyusunan kisi-kisi kuisioner dapat .dilihat dalam lampiran 11..

.Berdasarkan uji validitas, .kuisoner dikatakan valid apabila R .hitung > dari R tabel, .pada kuisoner ini didapat bahwa R tabel .= 0,444 (jumlah responden .20 dan probabilitas 0,05). Dari hasil diatas didapat soal yang valid pada aspek pengetahuan 20 soal. Hasil dapat dilihat pada lampiran 13.

Uji realibilitas digunakan untuk mengukur kuisoner yang merupakan indikator dari variabel. Kuisoner dikatakan reliabel apabila jawaban seseorang .terhadap penyataan konsisten atau .stabil dari waktu ke waktu. Instrumen yang .reliabel apabila digunakan beberapa .kali untuk mengukur objek .yang sama akan menghasilkan .data yang sama. Suatu .variabel dikatakan reliabel apabila .memberikan nilai cronbach alpha > 0,70.. Berdasarkan hasil uji reliabilitas, .variabel dikatakan reliabel apabila .memberikan nilai Cronbach Alpha .> 0,70 (Nunnally). Pada lampiran 14 .diketahui bahwa nilai Cronbach .Alpha adalah 0.,942 bisa dikatakan .kuesioner aspek pengetahuan reliabel..

70

5.3.2. Pelaksanaan Penyuluhan

Pelaksanaan penyuluhan mengenai “Pengaruh pematahan dormansi bawang merah dengan perlakuan suhu rendah dan giberelin serta pertumbuhan dan produktivitas pada tanaman bawang merah“ dilaksanakan sesuai dengan rancangan penyuluhan. Hal tersebut merupakan upaya agar terjadi adanya perubahan tingkat pengetahuan petani sesuai dengan tujuan. Lokasi kegiatan penyuluhan pertanian berada di rumah ketua kelompok tani bumi sejahtera dengan ceramah dan diskusi. Penyuluhan pertanian dilaksakan pada hari Kamis tanggal 30 Juni 2022, Pukul 13.00 WIB.

Peserta pelaksanaan penyuluhan adalah 20 orang anggota kelompok tani Bumi Sejahtera desa Pecalukan Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan yang keseluruhannya merupakan petani yang selalu melakukan budidaya tanaman bawang merah

5.3.3. Evaluasi Penyuluhan

.Sasaran evaluasi penyuluhan .pertanian dipilih dengan teknik Sampling Jenuh (sensus) yaitu metode penarikan sampel bila semua anggota .populasi dijadikan sebagai .sampel. Evaluasi penyuluhan .dilakukan kepada 20 anggota kelompok tani Bumi .Sejahtera di Desa Pecalukan Kecamatan Prigen .Kabupaten Pasuruan, yang telah mengikuti kegiatan penyuluhan.

Berdasarkan hasil data evaluasi yang diperoleh selanjutnya dilakukan pengukuran aspek pengetahuan. dengan memberikan soal pre-.test dan soal post.-test menggunakan analisa skoring rerata .jawaban kuisioner. Untuk mengetahui pengetahuan responden maka .analisis dilakukan dengan cara sebagai .berikut, kuesioner ada .soal pre-test dan post-test.

A. Pre-Test

Berdasarkan skor, perhitungan hasil pre-test dapat dilihat pada garis kontinum menggunakan analisa skoring, yaitu :

 Skor maksimum = 1 x 20 (pernyataan) x 20 (Responden) = 400

 Skor minimum = 0 x 20 (pernyataan) x 20 (Responden) = 0

 Skor yang Didapat = 232

 Median = (Nilai maks-nilai min) / 2 + Nilai min = 200

 Kuadran 1 = (Nilai min+median) / 2 = 100

 Kuadran 2 = (Nilai maks+median) / 2 = 300 Distribusi garis kuantum dapat dilihat sebagai berikut :

Berdasarkan hasil pre test di atas, untuk mengetahui persentasi pengetahuan responden, akan ditemukan hasil dari perhitungan rumus kuantum sebagai berikut :

Total skor/skor maks x 100% = 232 / 400 x 100% = 58%

SR R C 58% T ST

0% 20% 40% 60% 80% 100%

Hasil perolehan skoring pre-test yaitu sebesar 58% atau dalam kategori cukup.

Keterangan (Arikunto, 2004) : SR : Sangat Rendah = 0 % -20%

R : Rendah = 21% - 40%

SALAH 232 BENAR

0 100 200 300 400

72

C : Cukup = 41 %-60%

T : Tinggi = 61 % - 80%

ST : Sangat Tinggi = 81%-100%

B. Post-Test

Selanjutnya adalah skor perolehan post-test, dihitung dan di distribusikan pada garis kontinum berikut :

 Skor maksimum = 1 x 20 (pernyataan) x 20 (Responden) = 400

 Skor minimum = 0 x 20 (pernyataan) x 20 (Responden) = 0

 Skor yang Didapat = 366

 Median = (Nilai maks-nilai min) / 2 + Nilai min = 200

 Kuadran 1 = (Nilai min+median) / 2 = 100

 Kuadran 2 = (Nilai maks+median) / 2 = 300 Distribusi garis kuantum dapat dilihat sebagai berikut :

Berdasarkan hasil post-test di atas diperoleh skor 366, untuk mengetahui presentasi pengetahuan responden, akan ditemukan hasil dari perhitungan rumus kuantum sebagai berikut :

Total skor/skor maks x 100%= 312 / 400 x 100% = 91,5%.

SR R C T ST 91,5%

0% 20% 40% 60% 80% 100%

Keterangan (Arikunto, 2004):

SR : Sangat Rendah = 0 % -20%

SALAH 366 BENAR

0 100 200 300 400

R : Rendah = 21% - 40%

C : Cukup = 41 %-60%

T : Tinggi = 61 % - 80%

ST : Sangat Tinggi = 81%-100%

Hasil perolehan skoring post-test yaitu sebesar 91,5%. dapat dilihat bahwa peningkatan pengetahuan mencapai nilai 91,5%. Nilai tersebut lebih besar dari 58% sehingga terdapat peningkatan pengetahuan. Berikut ini merupakan besar perubahannya :

Peningkatan pengetahuan = Nilai post-test – Nilai pre-test

= 91,5% - 58%

= 33,5%

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadinya peningkatan pengetahuan anggota kelompok tani bumi sejahtera mengenai pengaruh pematahan dormansi bawang merah dengan perlakuan suhu rendah dan giberelin serta pertumbuhan dan produktivitas pada tanaman bawang merah yaitu sebesar 33,5%.

74 BAB VI PEMBAHASAN

6.1. Pembahasan Hasil Implementasi dan Evaluasi Penyuluhan 6.1.1 Implementasi Penyuluhan

Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2022 di Desa Pecalukan Kecamatan Prigen mulai pukul 13.00 s/d 13.30. Penyuluhan diikuti oleh 20 orang petani dan didampingi oleh seorang penyuluh. Tahapan pelaksanaan kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan rancangan penyuluhan yang telah disusun.

Karakteristik sasaran yang mudah menerima suatu inovasi menunjukkan bahwa materi penyuluhan yang disampaikan diterima dengan baik oleh sasaran penyuluhan terutama yang berada pada usia produktif.

Pendekatan yang digunakan dalam penyuluhan ini yaitu pendekatan kelompok. Pendekatan kelompok dipilih karena petani sasaran memiliki pekerjaan selain sebagai petani juga sebagai wiraswasta sehingga pendekatan yang tepat adalah pendekatan kelompok. Tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan yaitu persiapan pelaksanaan dengan menyiapkan berita acara, sinopsis, dan LPM. Penyuluhan dibuka dengan dengan salam kemudian dilanjutkan dengan pembagian folder dan penyampaian materi tentang pengaruh pematahan dormansi bawang merah dengan perlakuan suhu rendah dan giberelin serta pertumbuhan dan produktivitas pada tanaman bawang merah.

6.1.2 Evaluasi Penyuluhan

Kegiatan evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan petani setelah dilaksanakannya kegiatan penyuluhan. Sasaran pada kegiatan evaluasi penyuluhan ini adalah 20 orang anggota kelompok tani Tani Jaya yang didominasi oleh rentang usia 24-50 tahun. Kegiatan evaluasi dilaksana-

kan dalam dua tahap yaitu membagikan kuesioner pre-test kepada petani sebelum pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan membagikan kembali kuesioner untuk data post-test setelah penyuluhan selesai dilaksanakan. Kuesioner yang dibagiikan terdiri dari 20 butir pernyataan. Setelah pelaksanaan pre-test dan post-test selanjutnya dilakukan tabulasi untuk dianalisis guna mengetahui peningkatan pengetahuan petani dalam menerima materi yang telah disampaikan.

Evaluasi penyuluhan pengaruh pematahan dormansi bawang merah dengan perlakuan suhu rendah dan giberelin serta pertumbuhan dan produktivitas pada tanaman bawang merah bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan petani terhadap materi yang telah disampaikan. Metode yang digunakan pada kegiatan evaluasi penyuluhan yaitu menggunakan analisa deskriptif, yakni data hasil pre-test dan post-test diolah kemudian dideskripsikan sehingga mendapatkan gambaran dan kesimpulan.

Data yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner evaluasi peningkatan pengetahuan tentang pengaruh pematahan dormansi bawang merah dengan perlakuan suhu rendah dan giberelin serta pertumbuhan dan produktivitas pada tanaman bawang merah. Peningkatan pengetahuan petani sebesar 33,5% dari 58% menjadi 91,5%. .Pengetahuan petani yang mengalami peningkatan dapat

.menambah kemampuan petani dalam menerapkan .inovasi teknologi modern

yang dapat memberikan manfaat pada .usahatani dan keberlanjutan usahataninya. Menurut Soekartawi . (1996), pendidikan merupakan faktor .penentu tingkat adopsi teknologi, pendidikan yang rendah .akan menjadi kendala dalam proses adopsi teknologi .baru. Berdasarkan tingkat pendidikan responden .yang 60% merupakan lulusan SMA, petani dapat .dikatakan mampu dalam menerima informasi .serta inovasi .dengan baik.

76

Dengan meningkatnya pengetahuan petani sebesar 33,5%, ini membuktikan berhasilnya rancangan penyuluhan yang telah disusun. Dengan target awal sebanyak 21-40%, penulis telah berhasil membuktikan keberhasilan penyuluhan yang telah dilaksanakan. Hal ini sesuai dengan penyampaian Kartasaputra (1991), bahwa peningkatan pengetahuan merupakan salah satu indikasi efektifnya penyuluhan yang dilakukan.

6.2. Rencana Tindak Lanjut

Rencana tindak lanjut berdasarkan hasil penyuluhan dan evaluasi peningkatan pengetahuan tentang “Pengaruh pematahan dormansi bawang merah dengan perlakuan suhu rendah dan giberelin serta pertumbuhan dan produktivitas pada tanaman bawang merah” di Desa Pecalukan Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan” sebagai berikut :

a. Menyarankan petani untuk menggunakan suhu rendah untuk mempercepat pematahan dormansi umbi bawang merah.

b. Menyarankan petani untuk memanfaatkan zat pengatur tumbuh dengan menggunakan giberelin untuk meningkatkan produksi bawang merah.

77 BAB VII PENUTUP 7.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil kajian teknis dan hasil kegiatan penyuluhan diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

1. Pengaruh suhu rendah dan zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan dan produktivitas terbaik diperoleh pada perlakuan P3 : suhu rendah + giberelin yang ditunjukkan dengan hasil berat umbi, diameter umbi, dan laju pertumbuhan yang paling tinggi.

2. Hasil analisis usahatani ta tanaman bawang merah dengan berbagai perlakuan suhu dan zat pengatur tumbuh dapat dilihat pada Tabel 7.1

Tabel 7. 1 Analisa Usahatani Tanaman Bawang Merah dengan Berbagai Perlakuan Suhu dan Zat Pengatur Tumbuh

Perlakuan

Analisa Usaha Tani

TC TR π R/C

Ratio

B/C Ratio Tanaman Kontrol Rp 63.552.500 Rp 139.534.884 Rp 75.982.384 2,2 1,2

Suhu Rendah Rp 63.652.500 Rp 167.441.860 Rp 103.789.360 2,63 1,63 SR + Air Kelapa Rp 64.252.500 Rp 181.395.349 Rp 117.142.849 2,82 1,82 SR + Giberelin Rp 64.252.500 Rp 202.325.581 Rp 138.073.081 3,15 2,15

Sumber : Data diolah (2022)

Tabel 7.1 menunjukkan hasil perhitungan R/C Ratio, perlakuan P0, P1, P2, dan P3 menguntungkan karena R/C Ratio > 1. Hasil B/C Ratio, perlakuan P0, P1, P2, dan P3 layak karena B/C Ratio > 1. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa perlakuan suhu rendah + giberelin (P3) memberikan hasil paling baik dibandingkan perlakuan lainnya pada analisa usaha tani bawang merah. Analisis Usaha tani yang telah dilaksanakan menunjukkan perlakuan P3 : suhu rendah + giberelin memberikan pengaruh paling baik terhadap pendapatan petani daripada perlakuan yang lain, dibuktikan dengan hasil perhitungan R/C ratio sebesar 3,15 lebih tinggi dari R/C ratio perlakuan P0 :

78

tanaman kontrol sebesar 2,2, P1 : suhu rendah 2,63, dan P2 : suhu rendah + air kelapa sebesar 2,82.

3. Rancangan penyuluhan dibuat berdasarkan dari hasil kajian terbaik yaitu perlakuan suhu rendah + giberelin dalam mematahkan masa dormansi serta pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Sasaran penyuluhan sejumlah 20 orang anggota kelompok tani Bumi Sejahtera Desa Pecalukan Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan. Tujuan Penyuluhan yang dilakukan adalah peningkatan pengetahuan petani terhadap pematahan masa dormansi umbi bawang merah serta pertumbuhan dan produktifitas tanaman. Materi penyuluhan adalah pengaruh pematahan dormansi bawang merah dengan perlakuan suhu rendah dan giberelin serta pertumbuhan dan produktivitas pada tanaman bawang merah. Metode penyuluhan yang digunakan yaitu ceramah dan diskusi kelompok. Media penyuluhan yang digunakan berupa folder. Dan jenis evaluasi yang digunakan adalah evaluasi hasil/ evaluasi formatif.

4. Hasil analisa peningkatan pengetahuan pada petani sebelum dilakukan penyuluhan mendapatkan nilai presentase sebanyak 58% dengan kategori cukup. Setelah dilaksanakan kegiatan penyuluhan, terjadi peningkatan sebanyak 33,5% sehingga naik menjadi 91,5% dengan kategori sangat tinggi 7.2 Saran

1. Bagi Petani, yang diharapkan adalah mampu menambah pengetahuan tentang pengaruh pematahan dormansi bawang merah dengan perlakuan suhu rendah dan giberelin serta pertumbuhan dan produktivitas pada tanaman bawang merah.

2. Bagi Mahasiswa, perlu adanya kajian lanjutan mengenai pengaturan aklimatisasi suhu rendah yang berbeda serta dipertimbangkan perlakuan

lama perendaman umbi pada zat pengatur tumbuh sebagai upaya mengurangi ketergantungan petani terhadap lamanya penyimpanan umbi sebelum tanam untuk menambah pendapatan usahatani bawang merah.

3. Bagi Institusi, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang perlu melaksanakan program untuk mendukung penerapan teknologi pertanian melalui program pendampingan/pengabdian kepada masyarakat.

80

DAFTAR PUSTAKA

Ali, R., Ilahude, Z., Pembengo, W. 2016. Pemanfaatan Media Tanam Ampas Teh dan Frekuensi Pemberian Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L). JATT Vol. 5 No. 2 Agustus 2016, 168 – 175.

Anidar, & Asrida. (2017). Analisis Kelayakan Usaha Home Industry Kerupuk Opak di Desa Paloh Meunasah Dayah Kecamatan Muara Satu Kabupaten Aceh Utara. Jurnal S. Pertanian, 1(1), 39–47.

Arikunto, S. 2004. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta. Bumi Aksara.

Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Azwar, S. 2010. Sikap Manusia : Teori dan Pengukuran. Yogyakarta. Liberty.

Badan Pusat Statistik. 2020. Statistika Indonesia 2020. https://www.bps.go.id/

publication/2020/02/28/6e654dd717552e82fb3c2ffe/statistik-indonesia-- penyediaan-data-untuk-perencanaan-pembangunan.html.

Dandan H. 2011.Cara Mempersiapkan Kegiatan Penyuluhan Pertanian.

http//bppcitajati.blogspot.com/ 2011_01_02_archive.html. Diakses pada 04 Januari 2022.

Despita R., Rachmadiyanto A. N., Produksi Bawang Merah pada Musim Hujan dengan Aplikasi Rhizobakteria Pemacu Tumbuh Tanaman. Jurnal Agriekstensia Vol. 20 No. 2 Desember 2022. 155

Dinarti, D., B.S. Purwoko, A. Purwito dan A.D. Susila. 2011. Perbanyakan tunas mikro pada beberapa umur simpan umbi dan pembentukan umbi mikro bawang merah pada dua suhu ruang kultur. Jurnal.Agron. Indonesia 39, 97

± 102.

Djoli, Nurlela, 2014. Pemberian Air Kelapa terhadap Pertumbuhan Vase Vegetatif Nilam (Pogestemon cablin Benth.) Skripsi Universitas Negeri Gorontalo.

Erwin, 2012. Mengevaluasi Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian. Jambi. Diakses pada 04 Januari 2022.

Julianti, E. 2011. Pengaruh Tingkat Kematangan dan Suhu Penyimpanan Terhadap Mutu Buah Terong Belanda (Cyphomandra betacea). Jurnal.

Horti Indonesia 2(1), 14-20.

Katrin, N., Nurbaiti, Murniati. 2021. Pengaruh Pemberian Giberelin Dan Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Dinamika Pertanian, Edisi XXXVII Nomor 1 April 2021, 37-46.

Mantoko, C. Y., & Kurnia, T. D. 2019. Pematahan Dormansi Bawang Merah ( Allium Ascalonicum) Dengan Perlakuan Suhu Rendah dan Zat Pengatur Tumbuh. Fakultas Pertanian & Bisnis. Universitas Kristen Satya Wacana.

Mardikanto, Totok. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Surakarta.

Sebelas Maret University Press.

Mardikanto, Totok. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Program Studi Pemberdayaan Masyarakat-Program Studi Pascasarjana. Surakarta.

Universitas Sebelas Maret.

Marezta, D. T. (2009). Pengaruh Dosis Ekstrak Rebung Bambu Betung (Dendrocalamus asper Backer ex Heyne) terhadap Pertumbuhan Semai Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielshen). Bogor: Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Marsiwi dan Tri. 2012. Beberapa cara Perlakuan Benih Aren (Arenga pinnata Merr) untuk Mematahkan Dormansi. Laporan Seminar Umum. Fakultas Pertanian Universitas Gadja Mada. Yogyakarta. 18 hal.

Mehran, e. k. Dan s. (2016). Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium Ascalonicum l) Pada Tanah Aluvial Akibat Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Npk. 11, 117–133

Misfahak, 2014. Pertumbuhan Tanaman Bawang Putih (Allium Satifum L).

Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.

Mulyana, D. C., Asmarahman dan I, Fahmi. 2012. Petunjuk Praktis Pembibitan Jabon dan Sengon. PT. Agromedia Pustaka. Jakarta. 104 hal.

n Sumarni Dan a Hidayat. (2005). Budidaya Bawang Merah. Panduan Teknis Budidaya Bawang Merah.Pdf

Nana & Salamah,. A. 2014. Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) dengan Penyiraman Air Kelapa (Cocos nucifera L.) Sebagai Sumber Belajar Biologi SMA Kelas XII. JUPEMASI-PBIO Vol. 1 No. 1 Tahun 2014, ISSN: 2407-1269, 82-86.

Narendra, A. 2012. Sinkronisasi Aktivitas Hormon Giberelin dengan Hormon Tumbuhan Lainnya. https://sustainablemovement.wordpress.com/2012/

12/07/singkronisasi-aktivitas-hormon-giberelin-dengan-hormon-tumbuhan lainnya/. Diakses pada 03 Januari 2021.

Notoatmodjo, S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar. Jakarta : Rineka Cipta.

Nurjati, e., Fahmi, i., & Jahroh, s. (2018). Analisis Efisiensi Produksi Bawang Merah Di Kabupaten Pati Dengan Fungsi Produksi Frontier Stokastik Cobb Douglas. Jurnal Agro Ekonomi, 36(1), 55.

Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 703/Kpts/SR.120/5/2008 tentang Deskripsi Bawang Merah Varietas Manjung.

82

Phillips N. 2010. Seed and Bulb Dormancy Characteristic in New World Allium L.

(Amaryllidaceae): a review. Intern. J. Bot. 6(3), 228-234.

Purwanti, S. 2004. Kajian Suhu Ruang Simpan Terhadap Kualitas Benih Kedelai Hitam & Kuning. Jurnal Ilmu Pertanian vol.11 no1 2004, 22-31.

Rahim, A., & Hastuti, D. R. D. 2007. Ekonomika Pertanian, Pengantar teori dan Kasus. Penebar Swadaya.

Rajiman. 2014. Potensi Air Kelapa Bagi Pertanian.www.stppyogyakarta.ac.id/wp- content/uploads/2014/12/Potensi-airkelapa-des.pdf. Diakses pada 03 Januari 2022.

Ramadhani, F., Kurniastuti, T., Puspitorini, P. 2019. Pengaruh Lama Perendaman Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum. L) Pada Berbagai Macam Media. Journal Viabel Pertanian. (2019), 13(1), 33-44.

Rukmana, R., 2007, Bawang Merah dari Biji, Aneka Ilmu, Semarang.

Rusdi, & Asaad, M. 2016. Uji Adaptasi Empat Varietas Bawang Merah Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 19(3), 243.

https://doi.org/10.21082/jpptp.v19n3.2016. 243-252.

Sadjad, S. 1993. Dari Benih Kepada Benih. Gramedia, Jakarta. 143p.

Setiawan, A. N., Vistiadi, K., Sarjiyah. 2021. Perkecambahan dan Pertumbuhan Bawang Merah dengan Direndam Dalam Giberelin. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol. 21 (1), 40-50.

Setyati, S. 1989. Pengaruh Cara Penyimpanan terhadap Mutu Bawang Merah (Allium ascalonicum L). Jurnal BIOMA, Vol. 12, No. 2, Hal. 44-48.

Soekartawi. 2006. Analisis Usahatani. Jakarta: UI Press.

Sudirja, 2007 Budidaya Bawang Putih, Bawang Merah, Bawang Bombay. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfa.

Sujarwati, S Fathonah, E Johani dan Herlina. 2011. Penggunaan Air Kelapa untuk Meningkatkan Perkecambahan dan Pertumbuhan Palem Putri (Veitchia Merilli). Jurnal Vol. 10, No.1, 24-29.

Sunyoto, & Octriana, L. 2013. Kajian Pengaruh Suhu Simpan dan Metode Pematahan Dormansi terhadap Viabilitas Benih Pepaya Merah Delima.

Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika.

Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Hal 39 - 54.

Theresia, V., Fariyanti, A., & Tinaprilla, N. 2016. Analisis Persepsi Petani Terhadap Penggunaan Benih Bawang Merah Lokal dan Impor di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan, 12(1), 74–88.

https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v12i1.11324.

Tuhuteru, S., M.L. Hehanusa, S.H.T. Raharjo, 2012. Pertumbuhan dan Pengembangan Anggrek (Dendrobium anosmum) Pada Media Kultur In Vitro dengan Beberapa Konsentrasi Air Kelapa. www.ejournal.unpatti.ac.id.

Diakses pada 03 Januari 2021.

UU SP3K no 16 Tahun 2006. Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Kementerian Pertanian.

Wahyuni S., Tita Rustiati dan Yuni Widyastuti. 2015. Pengaruh Perbedaan Waktu Tanam Tetua Padi Hibrida dan Aplikasi Zat Pengatur T umbuh terhadap Hasil Benih F1 HIPA 8. Subang. Jawa Barat: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

Wahyuni. S. dan B. Wirawan, 2012. Memproduksi Benih Bersertifikat. Penebar Swadaya. Jakarta. 120 hal.

Wattimena, G. A. 1988. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Pusat Antar Universitas, IPB. Bogor. 145 hal. 1992. Bioteknologi dalam Pertanian. IPB Press. Bogor.

Wiraatmadja, s. 1973. Pokok-Pokok Penyuluhan Pertanian. Jakarta. Yasaguna.

Woldeyes, F.; W/tsadik, K.; Tabor, G. 2017.Emergence of Garlic (Allium sativum L.) as Influenced by Low Storage Temperature and Gibberellic Acid Treatments. Journal of Agriculture and Ecology Research International.

Yudono, P. 2015. Perbenihan Tanaman. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

84

LAMPIRAN

85 Lampiran 1. Rencana Kerja Penyuluhan Pertanian 2021

Tujuan Masalah Sasaran Metode/Kegiatan

Pemyuluhan

Lokas i

Waktu Biaya (Rp.0 00)

Sumbe r Biaya

Penan ggung Jawab

Pelak sana Pelaku

utama

Pel usah a

Petu gas W

T T T

PD L P L P Jenis Vol/Fre k

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Meningkatka n

pengetahuan petani tentang manfaat bahan organik/komp os bagi tanaman padi

65% petani belum tahu tentang manfaat penggunaan bahan organik /kompos bagi tanaman padi

- - 47 15

- - 2 2 - Kunjungan dan Penyuluha n

330 kali kunjung an

12 Desa

Tribula n I, II

1280 BOP/A PBN

PPL PPL

- - 50 - - 1 - - Dem Area 1 unit 1 Desa

Tribula n I

PM APBN PPL, POPT

PPL

Meningkatka n

keterampilan petani dalam menerapkan teknologi pengairan berselang

63% petani belum

melaksanakan pengairan sesuai dengan anjuran yaitu pengairan basah kering

- - 25 - - - 1 - Dem cara pembuatan bio pori untuk pengairan berselang dalam kegiatan SLPHT

1 unit 1 Desa

Tribula n II

PM BOP/A

PBN

PPL PPL

86 atau pengairan

berselang

- - 47 15

- - 2 2 - Kunjungan Peroranga n

330 kali kunjung an

12 Desa

Tribula n I, II, II ,IV

2560 BOP/A PBN

PPL PPL

Meningkatka n

pengetahuan dan

keterampilan petani tentang tanam padi dengan menggunaka n bibit muda(<21 hari)

60 % petani belum

menggunakan bibit muda(<21 hari) untuk tanaman padi

- - 47 15

- - 2 2 - kunjungan kelompokt ani

330 kali kunjung an

1 2 Desa

Tribula n I, II, II ,IV

2560 BOP/A PBN

PPL PPL

Meningkatka n

pengetahuan dan

keterampilan petani dalam menerapkan teknik tanam jajar legowo pada tanaman padi

55 % petani belum belum yakin bahwa dengan menggunakan jarak tanam jajar legowo bisa

meningkatkan hasil pada tanaman padi

- - 47 15

- - 2 2 - kunjungan dan penyuluha n tentang pengairan berselang

330 kali kunjung an

12 Desa

Tribula n I, II, II ,IV

2560 BOP/A PBN

PPL PPL

- - 15 0

- - 1 1 - Kaji terap padi dengan teknik jajar legowo

2 unit 2 Desa

Tribula n III

PM BOP/A

PBD

PM PPL

87 Memningkatk

an

pengetahuan petani dalam pengandalian OPT pada tanaman jagung

55 % petani belum mampu melaksanakan pengendalian OPT secara PHT pada tanaman jagung

- - 36 97

- - 2 2 - Kunjungan kelompokt ani dan peroranga n

144 kali kunjung an

12 Desa

Tribula n I, II, II ,IV

2560 BOP/A PBN

PPL PPL

Meningkatka n

keterampilan petani dalam melakukan pengairan pada tanaman jagung

51 % petani belum

melaksanakan pengairan secara tepat pada tanaman jagung

- - 36 97

- - 2 2 - Kunjungan dan pertemuan kelompok

144 kali kunjung an

12 Desa

Tribula n III

2560 BOP/A PBN

PPL PPL

Meningkatka n

pengetahuan petani tentang manfaat bahan organik/komp os bagi tanaman jagung

50% petani belum yakin tentang manfaat bahan organik/kompos bagi tanah dan tanaman jagung

- - 93 7

- - 2 2 - Kunjungan dan diskusi

14 kali kunjung an

14 Desa

Tribula n I, II, II ,IV

1600 BOP/A PBN

PPL PPL

88 meningkatka

n

pengetahuan dan

keterampilan petani sayur organik tentang cara pembuatan filter air yang baik

55% petani menerapkan pengairan yang baik untuk sayur organik

- - 32 5

- - 2 2 - Kunjungan Kelompokt ani

12 kali kunjung an

4 Desa

Tribula n I, II, II ,IV

1600 BOP/A PBN

PPL PPL

- - 25 - - - 1 - Demcara pembuatan filter air

1 unit 1 Desa

Tribula n IV

500 BOP/A PBN

PPL PPL

meningkatka n

pengetahuan dan

keterampilan petani tentang cara pembuatan pesnab(pesti sida nabati) yang tepat

50% petani sayur organik belum melakukan pengendalian OPT secara tepat

- - 32 5

- - 2 2 - Kunjungan kelompokt ani

12 kali kunjung an

4 Desa

Tribula n I, II, II ,IV

960 BOP/A PBN

PPL PPL

Meningkatka n

pengetahuan peternak tentang teknik perkandanga n yang baik pada sapi potong

60% peternak belum

menerapkan sistem

perkandangan yang baik pada sapi potong

- - 21 3

- - 2 2 - Kunjungan peroranga n

32 kali kunjung an

14 Desa

Tribula n IV

960 BOP/A PBN

PPL PPL

89 Meningkatka

n

pengetahuan dan

keterampilan peternak dalam membuat dan meracik pakan bermutu sesuai anjuran

55% peternak sapi belum yakin bahwa dengan penggunaan pakan yang bermutu bisa meningkatkan bobot hewan ternak

- - 93 7

- - 2 2 - Kunjungan peroranga n

32 kali kunjung an

14 Desa

Tribula n II, IV

640 BOP/A PBN

PPL PPL

Meningkatka n sikap peternak dalam penanganan penyakit pada sapi potong

55% peternak sapi belum yakin bahwa pencegahan penyakit dapat mempertahank an kualitas produksi sapi potong

- - 72 5

- - 2 2 - Kunjungan peroranga n

32 kali kunjung an

14 Desa

Tribula n I, II

1600 BOP/A PBN

PPL PPL

Meningkatka n upaya pencegahan penyakit menular

54% peternak kambing belum tahu tentang cara

penanganan penyakit yang benar

- - 56 7

- - 2 2 - Kunjungan dan penyuluha n

12kali kunjung an

10 Desa

Tribula n II

640 BOP/A PBN

PPL PPL

90 Peningkatan

Produksi cengkeh

56% petani belum

menggunakan pupuk organik tanaman cengkeh

- - 44 - - 1 1 - Kunjungan dan penyuluha n

2 kali kunjung an

2 Desa

Tribula n IV

330 BOP/A PBN

PPL, Manbu n

PPL, Manb un

Membentuk kelompok yang mandiri

Kelompoktani belum yakin bahwa dengan menyusun perencanaan dapat

meningkatkan pengembangan organisasi kelompoktani

- - 52 06

- - 2 2 - Kunjungan dan Penyuluha n

86 kali kunjung an

14 Desa

Tribula n I, II, III, IV

1600 BOP/A PBN

PPL PPL

Meningkatka n

pengetahuan dan

pendapatan petani

Petani/kelompo k tani belum mengetahui bahwa bahan organik apabila dimanfaatkan akan

meningkatkan pendapatan

- - 20 - - 2 2 - Dem plot 5 unit 5Desa Tribula n I, II, III, IV

PM BOP/A

PBN

PPL PPL

- - 52 06

- - 2 2 - Kunjungan kelompokt ani

5 kali kunjung an

14 Desa

Tribula n I, II, III, IV

1600 BOP/A PBN

PPL PPL

Dokumen terkait