IV. HASIL MONITORING DAN EVALUASI …
4.1. Hasil Monitoring Flora
4.1.1. Indeks Nilai Penting
Indeks Nilai Penting jenis tumbuhan pada suatu komunitas merupakan salah satu parameter yang menunjukkan peranan jenis tumbuhan tersebut dalam komunitasnya.
Menurut Soegianto (1994) semakin besar nilai INP pada suatu jenis vegetasi maka semakin besar tingkat penguasaan vegetasi tersebut terhadap komunitas. Untuk mengetahui struktur dan komposisi jenis flora terebut maka pada masing-masing plot dilakukan analisis kerapatan, frekuensi dan dominansi untuk setiap jenis tumbuhan.
A. Pohon dan Tiang
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tingkatan vegetasi pohon dan tiang (Tabel 7), Rhizopora mucronata merupakan spesies mangrove dengan nilai INP tertinggi yaitu 102,638%. Sedangkan Avicennia alba merupakan spesies dengan nilai INP terendah yaitu 7,394%. Pada INP tersebut terlihat bahwa Rhizopora mucronata jauh lebih dominan dibandingkan jenis lainnya, dengan jumlah terbanyak ditemui serta LBD terbesar pada tingkatan tiang dan pohon. Hal ini menunjukkan perbedaan yang besar terhadap penguasaan komunitas oleh jenis tersebut. Jumlah ditemukan, nilai frekuensi, kerapatan, dan LBD yang tinggi menunjukkan spesies ini mendominasi kawasan plot pengambilan contoh. Perbedaan indeks nilai penting pada vegetasi mangrove terjadi karena beberapa hal seperti adanya kompetisi antar jenis dalam memperoleh unsur hara dan cahaya matahari, jenis substrat, serta pengaruh pasang surut air laut.
Rhizopora mucronata di areal yang sama dengan Rhizopora apiculata, tetapi lebih toleran terhadap substrat yang lebih keras dan pasir. Pada umumnya tumbuh dalam kelompok, dekat atau pada pematang sungai pasang surut dan di muara sungai, jarang sekali tumbuh pada daerah yang jauh dari air pasang surut. Pertumbuhan optimal terjadi pada areal
Monitoring dan Evaluasi Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Kutai 2021 24
yang tergenang dalam, serta pada tanah yang kaya akan humus. Merupakan salah satu jenis tumbuhan mangrove yang paling penting dan paling tersebar luas. Perbungaan terjadi sepanjang tahun. Anakan seringkali dimakan oleh kepiting, sehingga menghambat pertumbuhan mereka (Noor, Y S., 2006).
Tabel 7. Data Indeks Nilai Penting pada tingkatan vegetasi pohon dan tiang di lokasi monitoring kenakeragaman hayati tahun 2021
Nama Pohon ni K KR (%) F FR (%) D DR (%) INP (%)
Avicennia alba 1 0,001 0,893 0,111 5,556 0,000012 0,946 7,394 Avicennia marina 4 0,004 3,571 0,111 5,556 0,000040 3,154 12,281 Bruguiera gymnorrhiza 23 0,026 20,536 0,333 16,667 0,000071 5,524 42,727 Ceriops tagal 5 0,006 4,464 0,222 11,111 0,000041 3,211 18,786 Lumnitzera racemosa 2 0,002 1,786 0,111 5,556 0,000012 0,939 8,281 Rhizophora apiculata 28 0,031 25,000 0,667 33,333 0,000484 37,789 96,122 Rhizophora mucronata 43 0,048 38,393 0,333 16,667 0,000609 47,578 102,638 Sonneratia ovata 6 0,007 5,357 0,111 5,556 0,000011 0,859 11,772
Jumlah 0,124 100 2 100 0,001281 100 300
Jenis Sonneratia ovata yang merupakan tanaman yang ditanam oleh PT Pertamina Gas telah mengalami pertumbuhan dengan baik. Pada data baseline tahun 2020, jenis Sonneratia ovata belum ada di tingkat pohon dan tiang, sedangkan pada monitoring tahun 2021 sudah terlihat adanya pertumbuhan Sonneratia ovata pada tingkat pohon dan tiang yang berarti diameter batangnya sudah lebih dari 10 cm, meskipun INP masih cukup kecil, yaitu 11,772%.
B. Pancang
Berdasarkan hasil pengolahan data tingkat pancang (Tabel 8), Rhizophora apiculata merupakan spesies dengan INP tertinggi yaitu sebesar 81,457 %, sedangkan Avicennia alba merupakan spesies dengan nilai INP terkecil yaitu sebesar 12,883%. Meskipun bukan spesies yang banyak ditemukan pada plot pengamatan dan dengan nilai kerapatan tertinggi, Rhizophora apiculata memiliki nilai LBD yang besar sehingga menghasilkan INP tertinggi.
Rhizhophora apiculata tumbuh pada tanah berlumpur, halus, dalam, dan tergenang pada saat pasang normal. Tidak menyukai substrat yang lebih keras yang bercampur dengan pasir. Tingkat dominasi dapat mencapai 90% dari vegetasi yang tumbuh di suatu lokasi.
Menyukai perairan pasang surut yang memiliki pengaruh masukan
Monitoring dan Evaluasi Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Kutai 2021 25
air tawar yang kuat secara permanen. Percabangan akarnya dapat tumbuh secara abnormal karena gangguan kumbang yang menyerang ujung akar. Kepiting dapat juga menghambat pertumbuhan mereka karena mengganggu kulit akar anakan.
Tumbuh lambat, tetapi perbungaan terdapat sepanjang tahun.
Tabel 8. Data Indeks Nilai Penting pada tingkatan vegetasi pancang di lokasi monitoring kenakeragaman hayati tahun 2021
Nama Pohon ni K KR (%) F FR (%) D DR(%) INP (%)
Avicennia alba 1 0,004 2,703 0,111 6,667 0,00000510 3,514 12,883 Bruguiera gymnorrhiza 4 0,018 10,811 0,222 13,333 0,00002611 18,009 42,153 Ceriops tagal 8 0,036 21,622 0,333 20,000 0,00002636 18,180 59,802 Lumnitzera littorea 2 0,009 5,405 0,111 6,667 0,00000824 5,686 17,758 Lumnitzera racemosa 4 0,018 10,811 0,111 6,667 0,00001044 7,199 24,676 Rhizophora apiculata 7 0,031 18,919 0,444 26,667 0,00005202 35,872 81,457 Rhizophora mucronata 3 0,013 8,108 0,111 6,667 0,00000021 0,145 14,919 Sonneratia ovata 8 0,036 21,622 0,222 13,333 0,00001653 11,396 46,351
Jumlah 0,164 100 1,667 100 0,00014501 100 300
Jenis Sonneratia ovata di tingkat pancang (tanaman yang memiliki diameter kurang dari 10 cm dan tinggi lebih dari 1,5 meter) yang belum ada di data baseline tahun 2021 juga telah ada di monitoring tahun 2021 dengan INP 46,451%. Hal ini menujukkan bahwa Sonneratia ovata tumbuh dengan baik.
C. Semai
Tabel 9. Data Indeks Nilai Penting pada tingkatan vegetasi semai di lokasi monitoring keanakeragaman hayati tahun 2021
Nama Pohon ni K KR (%) F FR (%) INP (%)
Bruguiera gymnorrhiza 14 0,389 40,000 0,222 25 65,000
Ceriops tagal 8 0,222 22,857 0,222 25 47,857
Rhizophora apiculata 8 0,222 22,857 0,222 25 47,857
Sonneratia ovata 5 0,139 14,286 0,222 25 39,286
Jumlah 0,972 100 0,889 100 200
Berdasarkan pada hasil pengolahan data tingkat vegetasi semai (Tabel 9), Bruguiera gymnorrhiza merupakan spesies dengan nilai INP tertinggi sebesar 65%, sedangkan Sonneratia ovata merupakan spesies dengan INP terendah sebesar 39,286%. Dibandingkan dengan data baseline tahun 2020, pertumbuhan Sonneratia ovata yang ditanam oleh PT
Monitoring dan Evaluasi Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Kutai 2021 26
Pertamina Gas mengalami peningkatan INP dari 3,96% menjadi 39,286% yang menunjukkan jenis ini mengalami pertumbuhan dengan baik.
Bruguiera gymnorrhiza merupakan jenis yang dominan pada hutan mangrove yang tinggi dan merupakan ciri dari perkembangan tahap akhir dari hutan pantai, serta tahap awal dalam transisi menjadi tipe vegetasi daratan. Tumbuh di areal dengan salinitas rendah dan kering, serta tanah yang memiliki aerasi yang baik. Jenis ini toleran terhadap daerah terlindung maupun yang mendapat sinar matahari langsung. Mereka juga tumbuh pada tepi daratan dari mangrove, sepanjang tambak serta sungai pasang surut dan payau. Substratnya terdiri dari lumpur, pasir dan kadang-kadang tanah gambut hitam.
Kadang-kadang juga ditemukan di pinggir sungai yang kurang terpengaruh air laut, hal tersebut dimungkinkan karena buahnya terbawa arus air atau gelombang pasang.
Regenerasinya seringkali hanya dalam jumlah terbatas. Bunga dan buah terdapat sepanjang tahun. Bunga relatif besar, memiliki kelopak bunga berwarna kemerahan, tergantung, dan mengundang burung untuk melakukan penyerbukan.