PT Pertamina Gas Operation Kalimantan Area sebagai salah satu perusahaan di Kota Bontang berkomitmen untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan hidup khususnya kawasan konservasi. Sebagai wujud tanggung jawab tersebut, PT Pertamina Gas melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di Taman Mangrove Bontang, Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur. Laporan ini merupakan hasil pemantauan dan evaluasi keanekaragaman hayati flora, fauna, dan organisme perairan di lokasi perkebunan PT Pertamina Gas.
Kegiatan pemantauan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan hasil penanaman dan keberadaan fauna serta biota perairan dari data baseline tahun 2020. Keberhasilan suatu kegiatan penanaman ditandai dengan pertumbuhan flora yang baik dan peningkatan jenis fauna di lokasi penanaman. Tim Monitoring dan Evaluasi Keanekaragaman Hayati Tahun 2021 mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu kawasan pelaksana program konservasi keanekaragaman hayati yang dilakukan Pertagas adalah di kawasan mangrove Taman Nasional Kutai. Pengelolaan kawasan mangrove memberikan manfaat bagi kelangsungan hidup biota perairan dan habitat satwa liar, serta memberikan nilai dan manfaat bagi masyarakat sekitar kawasan mangrove. Dalam upaya pelaksanaan konservasi keanekaragaman hayati mangrove di Taman Nasional Kutai, diperlukan kegiatan pemantauan dan evaluasi keanekaragaman hayati untuk mengetahui evolusi flora, fauna, dan biota perairan di lokasi perkebunan Pertagas.
Dasar Hukum
Peraturan Presiden ini mengatur tentang pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan, termasuk upaya perlindungan, konservasi, dan pemanfaatan secara berkelanjutan melalui proses terpadu untuk mencapai keberlanjutan fungsi ekosistem mangrove bagi kesejahteraan masyarakat. Peraturan daerah ini bertujuan untuk melindungi dan melestarikan potensi dan fungsi hutan mangrove sebagai sumber daya pembangunan berkelanjutan. Menurut Peraturan Daerah Walikota Bontang, hal ini dilakukan untuk konservasi wilayah pesisir (termasuk kawasan mangrove) dan pulau-pulau kecil untuk melindungi, melestarikan dan memanfaatkan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil beserta ekosistemnya untuk menjamin keberadaan dan jaminan ketersediaannya. dan keberlanjutan sumber daya, pesisir, dan pulau-pulau kecil, dengan tetap menjaga dan meningkatkan kualitas, nilai, dan keanekaragamannya.
Menurut undang-undang ini, perusahaan wajib mencegah kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup. UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan perseroan terbatas. Peraturan ini menjelaskan bahwa Perseroan Terbatas berkewajiban untuk turut serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan mutu kehidupan dan lingkungan hidup yang bermanfaat bagi perseroan itu sendiri, komunitas setempat, dan masyarakat pada umumnya.
Tujuan dan Manfaat
METODE
- Waktu dan Lokasi
- Alat dan Bahan
- Metode Pengambilan Data
- Analisis Vegetasi
- Mamalia dan Burung
- Herpetofauna
- Arthropoda
- Biota Perairan
- Analisis Data
- Analisis Vegetasi
- Perhitungan Keanekaragaman Jenis Flora, Fauna, dan Biota Air
- Analisis Status Konservasi Flora dan Fauna
- Biota Air
Pendugaan biomassa dan karbon dilakukan dengan menggunakan persamaan alometrik (non-destruktif), yang dapat dilakukan dengan cepat pada wilayah yang luas. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data herpetofauna (seperti amfibi dan reptil) adalah metode Visual Encounter Survey (VES). Selain itu, pengumpulan data artropoda juga dilakukan melalui multimetode sampling pada beberapa spesies artropoda.
Cara pertama yaitu pengambilan sampel arthropoda dilakukan dengan menggunakan light trap (Gambar 4a) untuk menangkap serangga malam, kemudian menggunakan perangkap berumpan (Gambar 4b) untuk menangkap serangga pohon, dan ketiga menggunakan bubu ikan (Gambar 4c) untuk menampung air. . artropoda. Pengambilan sampel arthropoda akuatik diperoleh dengan menggunakan perangkap ikan yang dipasang untuk menangkap nekton di perairan mangrove. Cara ini dilakukan dengan menggunakan jaring plankton yang dipasang secara vertikal sebagai alat bantu menyaring air.
Pengambilan sampel nekton pada ekosistem mangrove dilakukan dengan menggunakan perangkap ikan sebagai alat perangkapnya. Indeks dominasi menunjukkan dominasi spesies dalam komunitas. Indeks dominasi dihitung dengan menggunakan rumus indeks dominasi Simpson (Odum, 1993).
KEADAAN UMUM WILAYAH …
- Letak dan Luas Kawasan
- Tanah dan Topografi
- Iklim
- Hidrologi…
Pemantauan dan evaluasi keanekaragaman hayati Taman Nasional Kutai 2021 20 . antara 21-34oC) dengan kelembaban relatif 67 - 90% dan kecepatan angin rata-rata normal 2 - 4 knot/jam (Balai Taman Nasional Kutai, 2019).
HASIL MONITORING DAN EVALUASI …
Hasil Monitoring Flora
- Indeks Nilai Penting
- Perhitungan Estimasi Simpanan Biomassa
- Keanekaragaman Flora
- Status Konservasi
Pemantauan dan Pengkajian Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Kutai 2021 22 Rhizophora umumnya tumbuh berkelompok, dekat atau di tanggul sungai pasang surut dan di muara sungai, serta jarang tumbuh di daerah yang jauh dari air pasang surut. Berdasarkan hasil pengolahan data tingkat vegetasi pohon dan tiang (Tabel 7), Rhizopora mucronata merupakan jenis mangrove dengan nilai INP tertinggi yaitu 102,638%. Data indeks nilai kunci tingkat vegetasi pohon dan tiang di lokasi pemantauan keanekaragaman hayati pada tahun 2021.
Potensi penyimpanan biomassa di lokasi pemantauan keanekaragaman hayati pada tahun 2021. kg) Rata-rata biomassa (ton/ha). Berdasarkan Indeks Keanekaragaman Shannon Wienner, keanekaragaman jenis untuk tingkat vegetasi pohon, tiang, pancang dan semai tergolong sedang, dengan indeks pada rentang nilai 1 < H' < apabila terdapat jenis tumbuhan yang mempunyai jumlah yang tinggi. individu, dengan jumlah seluruh individu yang sama antara masing – masing jenis maka nilai keanekaragamannya akan semakin tinggi. Pemantauan dan Evaluasi Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Kutai 2021 30 Indeks Margalef diperoleh dengan memperbanyak jumlah spesies.
Berdasarkan kriteria indeks kekayaan Margalef, setiap tingkat vegetasi mempunyai indeks kekayaan jenis yang relatif rendah, dengan nilai R < 2,5. Berdasarkan indeks yang diperoleh, terlihat bahwa setiap tahapan vegetasi mempunyai individu per spesies yang tersebar merata di seluruh wilayah, dan menunjukkan tidak ada spesies tertentu yang terlalu dominan.
Hasil Monitoring Fauna
- Keanekaragaman Fauna
- Status Konservasi Fauna
Indeks kekayaan spesies merupakan ukuran keanekaragaman hayati yang paling sederhana karena hanya memperhitungkan perbedaan jumlah spesies pada suatu wilayah tertentu. Pemantauan dan Evaluasi Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Kutai 2021 45 . perkembangbiakan) dan faktor lingkungan tegakan.
Hasil Monitoring Biota Air
- Plankton
- Bentos
- Nekton
Rendahnya nilai indeks dominansi pada stasiun pengamatan 1 (0,07) menunjukkan bahwa pada stasiun tersebut tidak terdapat jenis fitoplankton yang dominan sehingga sebaran jenisnya seragam. Hal ini berdampak pada indeks keanekaragaman fitoplankton yang relatif rendah dibandingkan stasiun pengamatan lainnya. Stasiun pengamatan 1 memiliki kelimpahan terendah yaitu 535.500 sel/m3 yang terdiri dari 10 spesies, dan dibandingkan data baseline tahun 2020 kelimpahannya meningkat.
Nilai indeks dominasi yang rendah menunjukkan tidak adanya dominasi spesies tertentu di perairan tersebut (Sirait et al., 2018). Telescopium telescopium dan Terebraliaparustris merupakan spesies makrobentik kelas Gastropoda yang mempunyai kelimpahan tertinggi pada stasiun pengamatan 3. Hasil pengolahan data indeks keanekaragaman hayati pada ketiga stasiun (Tabel 38) menunjukkan terdapat perbedaan indeks pada masing-masing stasiun pengamatan.
Indeks kekayaan jenis nekton yang tergolong sedang ini dipengaruhi oleh pasang surut air laut (Subiyanto dkk. 2009).
PENUTUP
Kesimpulan
Dibandingkan data baseline tahun 2020, pada pemantauan tahun 2021 terdapat penambahan jenis fauna yaitu 11 jenis burung, 4 jenis mamalia, 2 jenis herpetofauna, 8 jenis artropoda (krustasea), 33 jenis artropoda (serangga). ). Keanekaragaman jenis fauna tertinggi terdapat pada takson burung dengan jumlah perjumpaan terbanyak yaitu jenis Aplonis panayensis, dengan kekayaan jenis yang tinggi dan sebaran jenis yang merata (tidak ada jenis yang dominan). Jenis burung yang bermigrasi yaitu Milvus migrans dan Todiramphus sanctus juga ditemukan pada takson burung, yang menunjukkan bahwa hutan bakau juga berperan sebagai persinggahan fauna.
Jenis fitoplankton dari kelas Bacillariophyceae merupakan jenis yang paling sering terdapat di lokasi pemantauan, sedangkan zooplankton yang paling banyak ditemukan adalah dari kelas Hexanauplia. Kelas Gastropoda merupakan jenis makrobenthos yang paling umum, sedangkan nekton yang paling umum adalah jenis Mugil dussumieri. Secara umum kondisi biota di lokasi pemantauan indeks keanekaragaman tergolong sedang dengan sebaran yang merata.
Rekomendasi
Pengembangan Taman Mangrove Bontang sebagai model perlindungan ekosistem mangrove di Taman Nasional Kutai dan dampaknya terhadap perubahan tutupan lahan. Pemantauan dan Pengkajian Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Kutai 2021 84 Leptoptilos javanicus (bangau lidah-lidah) Lonchura atricapilla (bangau rawa). Pemantauan dan Pengkajian Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Kutai 2021 85 Pycnonotus brunneus (ikan gabus bermata merah) Aplonis panayensis (kumbang cincin).