BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan
Hasil uji hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa “ ada pengaruh keterampilan bertanya terhadap partisipasi siswa dalam proses pembelajaran mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII di MTs Nurul Islahil Islami Kateng Tahun pelajaran 2018/2019
Ketika guru tidak melakukan keterampilan bertanya (kelas kontrol) pada mata pelajaran IPS Terpadu pada proses pembelajaran hampir 60%
siswa banyak yang tidur, berbicara dengan teman sebangku, dan bahkan ada yang sibuk sendiri. Hal ini dikarenakan kurangnya ketertarikan, rasa senang dan perhatian. Sehingga ketika siswa diberikan angket ketika pembelajaran yang diajarkan guru mata pelajaran berakhir, rata-rata jawaban atau hasil
t hitung t tabel Sig-(2- tailed) keterangan
3.665 2.100 002 Ho ditolak
023 Ha diterima
angket siswa adalah 51,11, sedangkan saat melakukan keterampilan bertanyan (kelas eksperimen) pada mata pelajaran IPS Terpadu siswa aktiv dalam kegiatan pembelajaran, karena guru mengajarkan menggunakan keterampilan bertanya dan. Kemudian siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok dan kemudian mengerjakan tugas bersama-sama . Penggunaan keterampilan bertanya ini membuat hasil rata-rata angket yang di sebarkan setelah proses pembelajaran 56,70. Hal ini membuktikan hasil rata-rata angket yang disebarkan di kelas yang diajarkan menggunakan keterampilan bertanya lebih baik dari hasil rata-rata angket yang disebarkan di kelas yang diajarkan tanpa menggunakan keterampilan bertanya.
Hasil perbandingan tersebut sesuai dengan teori yang dinyatakan M.Sobry dalam buku Belajar dan Pembelajaran yaitu agar tujuan pendidikan bisa tercapai, maka perlu diperhatikan segala hal yang mendukung keberhasilan program pendidikan itu.Keterampilan bertanya merupakan salah satu faktor yang turut keberhasilan pembelajaran.72
Keterampilan bertanya dan partisipasi siswa dalam peroses pembelajaran sangat tinggi ketika guru (peneliti) menerapkan keterampilan bertanya dalam mata pelajaran IPS Terpadu. Siswa mengikuti setiap langkah pembelajaran dengan perasaan senang dan siswa merasa tertarik belajar dengan keterampilan bertanya yang belum pernah diterapkan oleh guru mata pelajaran IPS Terpadu.
72.Sobry Sutikno, Belajar dan Pembelajaran “Upaya Kreatif dalam Mewujudkan Pembelajaran yang Berhasil”, (Bandung: Prospect, 2009), hlm. 105
Setelah peneliti menghitung data menggunakan uji hipotesis, ada perbedaan yang signifikan antara kelas yang diajarkan menggunakan media ketermpilan bertanya dengan kelas yang diajarkan tanpa menggunakan keterampilan bertanya. Dimana adalah yang kemudian nilai tersebut dibandingkan dengan nilai t tabel.Dengan kriteria pengujian untuk uji-t adalah jika t hitung>t-tabel maka terdapat perbedaan yang signifikan. Pada taraf signifikan 5% dengan derajat bebas sebesar = 2,00 maka diperoleh hasil t hitung 3,665>ttabel 2,100 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Bunyi hipotesis yang diterima adalah ada pengaruh keterampilan bertanya terhadap partispasi siswa dalam proses pembelajarn diajarkan menggunakan keterampilan bertanya lebih baik dari pada tanpa menggunakan keterampilan bertanya pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII MTs Nurul Islahil Islami Kateng.
Adapun faktor-faktor yang menyebabkan adanya perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah adaanya perlakuan pada kelas eksperimen menggunakan keterampilan bertanya berupa pertanyaan- pertanyaan yang mampu meningkatkan pola pikir siswa, dalam kelas eksperimen juga dilakuan proses pembelajaran berkelompok untuk melakukan diskusi yang membuat siswa menjadi tertarik dan senang dalam menjalani proses pembelajaran. Penjelasan dari guru yang menggunakan keterampilan bertanya mampu menarik perhatian siswa didalam kelas. Proses pembelajaran tersebut tidak dilakukan dalam kelas kontrol dan menyebabkan terjadinya perbedaan minat belajar pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Penelitian ini dilakukan di 2 kelas dimana kelas A sebagai kelas control dan kela B
sebagai eksperimen, selanjutnya peneliti melakukan perlakuan menggunakan keteremapilan bertanya pada kelas eksperimen ini dilakukan oleh peneliti selama 3 kali pertemuan, sedangkan pada kelas kontrol peneliti tidak memberikan perlakuan dengan menggunaka keterampilan bertanya, sehingga dengan seperti ini peeliti dapat mebaningkan antara keterampilan bertanya guru terhadap partisipasi siswa.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan paparan data dan pembahasan pada bab sebelumnya, makadapat disimpulkan bahwa semakin terampilan kompetensi guru dalam bertanyasemakin meningkatkan partisipasi siswa kearah yang lebih baik.Artinya tingkat partisipasi siswa dalam mata pelajaran IPS terpadu lebih banyak di sebutkan dalam setimulus dari keterampilan guru bertanya dalam proses pembelajaranpada siswa kelas VIII MTs. Nurul Islhil Islami Kateng.
B. Saran
Hasil penelitian dan kesimpulan diatas terdapat beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan dalam rangka ikut serta mendukung usaha untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik:
1. Guru dapat mengembangkan prestasi belajar anak dengan berbagai cara, salah satunya ialah melalui pemberian pertanyaan.
2. Kegiatan bertanya dapat dikemas dalam kegiatan yang menyenangkan untuk menarik perhatian peserta didik
3. Guru sebaiknya menguasai keterampilan bertanya agar dapat memberikan pertanyaan yang tepat dan sesuai dengan perkembangan peserta didik.
4. Pertanyaan yang dapat mengembangkan prestasi belajarpeserta didik hendaknya pertanyaan jenis kognitif tingkat tinggi atau pertanyaan terbuka yang dapat memunculkan banyak jawaban.
DAFTAR PUSTAKA
Abu Ahmadi, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2008)
Asmira “Analisis Keterampilan Bertanya Oleh Guru Mata Pelajaran Sosiologi Pada Kelas X Mas Khulafaur Rasyidin, jurnal Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP Untan.
Asrafudin Ahmadi. Strategi Belajar Mengajar. (Bandung; Pustaka Setia, 2010), Aunurrahman, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung: Alfabeta, 2009)
Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif (Jakarta: Surya Kencana, 2007) Consuelo, “Pengantar Metode Penelitian”, (Jakarta: UI-Press,2006) Hamzah, Media Pembelajaran, (Surabaya: SIC, 2009)
Hariyanto.Belajar dan Pemblajaran (Bandung; Remaja Rosdakarya, 2014) Hujono, Pembelajaran Quantum Learning, (Bandung: Aglesindo, 2004),
Husein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis (Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2007)
Labiba Zahra, Studi Deskriptif Keterampilan Bertanya Guru Pada Proses Pembelajaran Matematika Ditinjau dari Pengalaman Mengajar di SMA Taman Madya Probolinggo Tahun Pelajaran 2016/2017, Prosiding Seminar Matematika dan Pendidikan MatematikaISBN: 978-602-6122- 20-9 hal 456-466 November 2016, http://jurnal.fkip.uns.ac.id
M. Sobry Sutikno, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung: Prospect, 2009) Martinis Yamin, Paradigma Pembelajaran, (Jakarta: Usaha Nasional, 2008) Masri Singarimbun, Sofian Effendi, Metode Penelitian Survai, (Jakarta: Rineka
Cipta, 2006)
Moh. Uzer Usman, Perencanaan Pembelajaran, (Jakarta: Usaha Nasional, 2007) Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, (Jakarta: PT. Rosdakarya Persada, 2004), Observasi awal, MTS Nurul Islahil Islami desa Kateng Kecamatan Praya Barat 25
februari- 27 Maret 2018
Putu Ayu Hana Indah Cahyani, Analisis Keterampilan Bertanya Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas X TAV 1 SMK Negeri 3 Singaraja, e-Journal Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume : Vol: 3 No: 1 Tahun:2015
Rusman, Model- model Pembelajaran.( Jakarta; Raja Grafindo, 2011)
Sadirman ,Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. (Jakarta; Raja Grafindo Prasada, 2011)
Sugiyono, metode penelitian kuantitatif, kualitatif, danR&D (Bandung:
ALFABETA, 2015)
_______, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung: Alfabeta, 2014)
_______,Metode Kuantitatif Kualitatif & RND, (Bandung: CV. Alfabeta, 2010) Suharsimi Arikunto, ProsedurPenelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta:
Rineka Cipta, 2006)
_______,Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002),
Suryosubroto, Interaksi Pembelajaran, (Jakarta: Usaha Nasional, 2011) _______, Psikologi Pembelajaran, (Bandung: Alfabeta, 2007)
Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, (Bandung: Alfabeta, 2008) Trianto, Inovasi Pembelajaran, (Bandng: CV. Wacana Prima, 2007)
Undang-Undang.Sisdiknas, Nomer 20 thn 2003.Pasal (37) ayat (1 dan 2) Wardani, Interaksi Pembelajaran, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2005), _______, Kegiatan Pembelajaran, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2011) _______, Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2011) Wina Sanjaya. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis
Kompetensi. (Jakarta; Kencana, 2008,
_______. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikuum Berbasis Kepetensi, (Jakarta; Kencana, 2004)
Yatim Riyanto, Metode Penelitian Pendidikan, (Surabaya: SIC, 2002)