• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lama Hari Rawat

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.4. Lama Hari Rawat

Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata lama hari rawat untuk prosedur perilaku pasien pada persalinan sectio caesarea yang terdiri dari lama hari rawat atau leng of stay 5-

>8 hari, dengan meliputi untuk perawatan 5 hari ( 19,3%), 6 hari (59,7%), 7 hari (17,5%), dan > 8 hari 6,5%) sebanyak 34 pasien didominasi oleh diagnosa yaitu sectio caesaria tanpa komplikasi (murni) seperti bekas sectio caesaria, kelainan letak bokong. Dan lama perawatan selama pasien dirawat 6 hari dirumah sakit diikuti oleh diagnosa pendarahan ante partum sebanyak 15 pasien , dan diagnosa incordinated pelvic dispropretion sebanyak 1 pasien serta diagnosa eclamsi dan pre eclamsi sebanyak 37 pasien. Hasil total perawatan yang terbanyak didominasi diagnosa eclamsi, pre eclamsi berat sebanyak 59,7%,kemudian diikuti oleh diagnosa pendarahan

103

antepartum (24,2%), diagnosa CPD (1,6%), dan diagnosa bekas sectio caesaria, letak lintang, dan ketuban pecah dini sebanyak ( 14,5%).

Hasil diperoleh dengan menggunakan Australian Refined Diagnosis Related Group versi 4.1 dengan lama perawatan leng of stay rata-rata normal selama diruang rawat inap RS UD Undata Palu selama 4-5 hari sebanyak 38 pasien didominasi oleh penyakit eclamsi, pre eklamsi berat (61,3%) dengan diagnosa kode DRGS O)1A kemudian diikuti oleh diagnosa kode DGRs O01D sebanyak 20 pasien dengan penyakit bekas persalinan tidak normal , letak lintang, dan ketuban pecah dini., dan diagnosa DRGs O01C sebanyak 4,6%.

Secara proportional kasus terbanyak 4-5 hari rawat di Rumah sakit Undata meliputi :Diagnosa Related Group (DRGs) sebagai berikut:

DRGs O01A : 38/62 x 100% = 61,3%

DRGs O01B : 3/62 x 100% = 14,8%

104

Tabel 9. Ditribusi ARDRG’s versi 4.1 Pasien persalinan tidak normal berdasarkan lama hari rawat di RSUD Undata Propinsi Sulawesi Tengah Tahun 2009

DRG’s LOS

4 5 6 7 >8

DRG’s

O01A - 12 5 2 2

DRG’s

O01B - 10 5 -

DRG’s

O01C - 1 - -

DRG;s

O01D - 21 2 2

Total - 12 37 9 4

DRGs O01C : 1/62 x 100% = 1,6%

DRGs O01D : 20/62x 100% =32,3%

Berdasarkan proporsi diatas bahwa dari perilaku persalinan sectio caesarea ternyata yang memiliki hari rawat (leng of stay ) terendah selama 4-5 hari yaitu model sesudah Clinical Pathway dengan proporsi terbanyak dengan sebaran kasus Case mix pada diagnosa penyakit kode DRGs O01D

105

sebanyak 61,3%, meliputi penyakit bekas sectio caesaria, kemudian diikuti oleh diagnosa kode DRGs O01A sebanyak 32,3% pasien dengan penyakit eclamsi dan pre eclamsi berat.

Bila dilihat dari kelas perawatan pada tabel dibawah ini dapat dikelompokkan distribusi pasien Sectio Caesaria berdasarkan kelas perawatan DRGs versi 4.1.

Tabel 10. Distribusi pasien persalinan tidak normal berdasarkan kelas perawatan di Rumah Sakit Undata Propinsi

Sulawesi Tengah Tahun 2009

Jenis Persalina n Tidak Normal

Cito Kelas perawatan

Cito Elektif

Kelas Perawa tan Diagnosa

DRGs

Kasus ICU VIP I II III Kasus

Eclamsi 17 11 11 2 3 4 -

Pendarah

an 10 4 4 4 1 3 -

Cephalo Pelvic prepositi on

1 - 1 - - - -

Bekas sectio dan

28 5 8 6 4 5 6

106 lainnya

Total 56 20 24 2 8 12 6

Sumber Data primer 2009

Pasien Persalinan tidak normal jenis Cito 56 pasien dan Elektif 6 pasien total sampel sebanyak 62 pasien yang terdiri dari jenis dengan persalinan cito 11 orang yang diruang VIP dengan diagnosa eclamsi, dan pre eclamsi berat. Tingginya jumlah penggunaan ruang kelas VIP dan ruang ICU sebesar 20 pasien dan VIP sebesar 24 pasien dengan jenis kelas perawatan persalinan cito pasien 6 orang dan jumlah kelas perawatan kelas I sebanyak 4 orang dan kelas 2 sebanyak 2 orang.

Diagnosa related group kode DRGs Oo1D dengan penyakit bekas operasi letak lintang/bokong, ketuban pecah dini yang terdapat pada persalinan operasi elektif berdasarkan standar pelayanan medik dapat dilihat pada tabel berikut dibawah ini yaitu:

107

Tabel 11.Distribusi Pasien Persalinan Tidak Normal Berdasarkan Diagnosis Related Group (DRG.s) menurut Kelas Perawatan di RS Undata Propinsi Sulawesi Tengah tahun 2009

Jenis Persalinan tidak normal

Cito Kelas Peraw atan

Elekti

f Kelas Peraw atan DRGs Pasien IC

U VI

P I II II

I Pasien II III

O01A 21 - - 2 9 1

0 2 1 1

O01B 8 - - 2 1 5 - - -

O01C - - - - - -

O01D 13 - - 3 2 8 18 7 9

Total 42 7 1 2

3 20 8 1 Sumber: Data Primer 2009

Pengelompokkan jenis persalinan tidak normal terdiri dari Cito dan Elektif. Kasus tertinggi pada pasien Cito diagnosa kode DRGs O01D penyakit eclamsi dan pre eclamsi berat sebanyak 21 pasien, kemudian diikuti diagnosa dengan kode

108

DRGs O01D 13 pasien penyakit bekas sectio caesaria, letak lintang/ bokong/ ketuban pecah dini dirawat dikelas III, serta pasien terendah diagnosa kode O01B pendarahaan post partum sebanyak 8 pasien , dirawat kelas III. Persalinan sectio caesarea elektif diagnosa tertinggi pada kode DRGs O01D penyakit tanpa komplikasi(murni), bekas sectio caesaria, ketuban pecah dini, letak lintang/bokong, rata- rata pasien dirawat dikelas III.

Tingginya jumlah penggunaan ruang rawat kelas III antara lain disebabkan karena banyak pasien yang membayar dengan menggunakan kartu ASKIN dan GAKIN sementara pengguna kartu tersebut hanya berhak mendapat perawatan dikelas III. Hal ini berdasarkan Keputusan Gubernur Propinsi Sulawesi Tengah No. 60 tahun 2004 tentang uji coba Sistem JPK Gakin di Propinsi Sulawesi Tengah dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 141 tahun 2003 tentang Propinsi Sulawesi Tengah sebagai Daerah uji coba JPK Gakin.

109 3. Pra Operasi persalinan tidak normal

Di RSUD Undata Palu Propinsi Sulawesi Tengah persalinan tidak normal dalam elektif dan emergency. Dari penelitian ini terdapat 42 cito dan 20 elektif dengan total pasien 62 pasien. Penjelasan mengenai persalinan tidak normal dengan penyulit dan penyerta merupakan penggabungan hasil temuan dilapangan serta hasil Focus Group Discussion yang terdiri dari dokter spesialis kebidanan perwakilan dari RSUD Undata Palu Sulawesi Tengah dan perwakilan dari POGI yang berdasarkan rangkuman dan analisis data rekam medik dengan ALOS (Average Leng of Stay) lama perawatan 4-5 hari.

Indikasi Keluar ICU

1. Pasien tidak memerlukan lagi terapi intensif, karena membaik dan stabil

2. Terapi intensif tidak bermanfaat pada

- pada pasien usia lanjut ( > 65 tahun) yang mengalami gagal 3 organ atau lebih setelah di ruang ICU selama 72 jam.

- Pasien mati / koma yang mengalami keadaan vegetatif

110

- Pasien dengan berbagai macam diagnosis seperti penyakit paru obstruksi menahun, kanker dengan metastasis, dan gagal jantung terminal

Asuhan keperawatan pada pasien di ruang rawat inap berupa mengambil pasien dari ruang operasi, mengobservasi tanda vital, mengobservasi pendarahan, mengobservasi rasa nyeri, memberikan obat sesuai instruksi, mengkaji tingkat kenyamanan, memobilisasi pasien dan merawat luka pasien.Tindakan administrasi post operasi di ruang rawat inap dilakukan pada saat pasien pulang meliputi tindakan pembuatan resume medis, menyerahkan resume keperawatan dan kartu kontrol kepada pasien. Pada pasien yang meninggal ditambah dengan pembuatan surat keterangan meninggal dan serah terima dengan pihak keluarga.

Persalinan tidak normal murni

Persalinan persalinan tidak normal tahapan pendaftaran dan penegakan diagnosis dilakukan masing-masing satu kali pada setiap pasien. Pemeriksaan penunjang pada tahapan penegakan diagnosis persalinan tidak normal (Elektif) adalah pemeriksaan laboratorium Darah lengkap, Gula darah, Ureum,

111

Creatinin, Masa Perdarahan, Masa Pembekuan, SGOT, SGPT dan golongan darah). Pemeriksaan USG, dan pemeriksaan CTG. Sementara bagi persalinan tidak normal Emergency pemeriksaan penunjangnya mencakup pemeriksaan laboratorium Darah rutin, Masa Perdarahan, Masa Pembekuan, SGOT, SGPT dan golongan darah ), dan pemeriksaan CTG, baik elektif maupun Emergency, konsultasi dilakukan pada dokter spesialis penyakit dalam. Seluruh tindakan pada tahapan pendaftaran dan penegakan diagnosis dilakukan pada hari ke 1.Pemeriksaan laboratorium pada pasien sangat bervariasi ada yang 1 kali pemeriksaan, ada yang 2 kali pemeriksaan dan ada yang sampai 3 kali pemeriksaan tergantung dari penyakit penyulit, penyakit penyerta dan tanpa komplikasi. Untuk pemeriksaan laboratorium sesuai dengan keputusan komite medik dan bagian Obsgyn dan pemeriksaan laboratorium cukup dilakukan 1 kali saja berdasarkan utilisas berdasarkan tahapan draft clinical pathway.

Dari hasil penelitian didapatkan semua pasien menggunakan infus dan kateter, Pemakaian infus dan kateter dilakukan pada tahap operasi dan 24 jam pasca operasi, Pemakaian infus diperlukan karena pasien memerlukan

112

masukan energi yang tidak bisa diberikan per oral dan untuk memasukkan obat injeksi yang mempunyai onset kerja lebih cepat daripada obat oral. Pemakaian kateter diperlukan karena selain mobilisasi pasien terganggu juga untuk mengurangi perlengkapan yang dikhwatirkan terjadi antara kandung kemih dengan masa persalinan tidak normal. Transfusi darah diberikan pada pasien persalinan tidak normal dengan penyerta dan penyulit dikarenakan pada saat operasi terdapat penyulit berupa pendarahan sehingga pasien memerlukan tambahan darah untuk menggantikan darah yang hilang. Pemeriksaan Hb dilakukan karena selama tindakan operasi sectio caesaria ada darah yang keluar sehingga dikhawatirkan terjadi penurunan Hb, transfusi dilakukan jika terjadi penurunan Hb sampai dibawah 8, Pada penelitian ini setelah tindakan operasi bila ada penyulit tetap diberirikan transfusi darah.

Tahapan operasi dilakukan pada hari 2 bagi persalinan tidak normal Elektif dan hari ke 1 bagi Emergency. Obat yang diberikan pada pembedahan berupa obat anestesi, analgetik, antlemetik dan uterotonika serta cairan infus Ringar Laktat 70 persen.

113

Tahapan post operasi, visite dokter dilakukan oleh dokter anestesi dan dokter obsgyn masing-masing 1 kali pada hari ke 2, 3, dan ke 4 kedua-duanya diperlakukan pada Emergency. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah darah lengkap sebanyak satu kali pada hari ke -3 bagi Elektif dan hari ke 2 bagi Emergency. Asuhan perawatan dilakukan selama masa perawatan yaitu pasien dibawah ke ruang perawatan kamar inap bersalin, memberikan obat sesuai instruksi dokter, memberikan makanan pasien sesuai diet, mempersiapkan darah untuk transfusi bila diperlukan, menyiapkan obat antibiotika dan injeksi meliputi; ruang pemulihan pemeriksaan dokter obsgyn, dan pemeriksaan dokter anestesi dan mengobservasi tanda-tanda vital.

Instruksi post operasi dan menyiapkan obat-obatan seperti IVFD ( intravena dextrose 5% ) 1:1, Drips Oxitoxin 1 ampul 2 botol, injeksi sharo 750 mg, Drips Methronidazole 0,5 gr, Injeksi Ketoralac 1 ampul, Injeksi Transamin 1 ampul/ 8 jam/IV ( Intra vena), Injeksi Ulcumed 1 ampul/ 8 jam/IV ( Intra vena), Gasthrul 3 tablet, Injeksi Cefotoxine, kemudian Cek Hemoglobin Hb) 2 jam setelah post operasi. Jika Hb <8 dilakukan transfusi darah 500 cc. Dan pada perawatan hari ke-

114

3, jika Hemoglobin nya belum naik sampai 11 maka dapat dilakukan transfusi darah 500 cc. Kemudian perawat mengobservasi tanda-tanda vital, mengobservasi kesadaran, mengobservasi perdarahan dan mengobservasi urin.

Perawatan pada hari ke 4. Administrasi pasien pulang dilakukan satu kali pada hari ke 4 untuk setiap pasien, baik pada pasien hidup maupun meninggal. Didalam ICD X tidak terdapat pengelompokkan penyakit penyulit, penyerta, penyulit dan penyerta serta tanpa penyulit dan penyerta . Temuan dilapangan terdapat pengelompokkan case mix berdasarkan susunan clinical pathway nya, maka dalam penelitian ini akan dicoba untuk membuat clinical pathway diagnosis Sectio Caesaria dengan penyakit penyulit dan penyerta, penyulit dan penyerta, dan tanpa penyulit dan penyerta sesuai dengan penelitian dilapangan.

2. Penyulit

Penyulit pada persalinan tidak normal adalah perdarahan antepartum , infeksi, dan lain-lain. Penyulit dapat ditemukan pada saat penegakan diagnosis, operasi atau post operasi. Hasil temuan dilapangan dengan hasil focus group

115

discussion yang terdiri dari dokter spesialis kebidanan di RS Undata Propinsi Sulawesi Tengah serta perwakilan dari POGI berdasarkan rangkuman dan analisa data rekam medik di rumah sakit . Average Leng of Stay (ALOS) lama perawatan di rumah sakit yaitu 4-5 hari,

Tahapan pendaftaran dan penegakan diagnosis dilakukan masing-masing satu kali pada setiap pasien.

Pemeriksaan penunjang pada tahapan penegakkan diagnosis bagi Sectio Caesaria Elektif adalah pemeriksaan laboratorium Darah Lengkap, Gula darah, Ureum, Creatinin, Masa pendarahan, Masa Pembekuan, SGOT, SGPT dan Golongan darah) , pemeriksaan USG, dan pemeriksaan CTG, sementara bagi Sectio Caesaria Emergency pemeriksaan penunjangnya mencakup pemeriksaan laboratorium ( darah rutin, Masa perdarahan, Masa Pembekuan dan Golongan Darh), dan pemeriksaan CTG, baik Elektif maupun Emergency, konsultasi dilakukan pada dokter spesialis penyakit dalam, Seluruh tindakan pada tahapan pendaftaran dan penegakan diagnosis dilakukan pada hari ke 1.

Tahapan pra operasi juga dilakukan masing-masing satu kali pada setiap pasien baik elektif maupun emergency.

116

Konsultasi kepada dokter spesialis anestesi dilakukan satu kali.

Obat yang diberikan hanya antibiotika injeksi sebagai pre medikasi dan cairan infus berupa Ringar laktat dan atau dextroxe 5%. tndakan pada tahapan ini dilakukan pada hari ke 1.adalah tahapan operasi dilakukan pada hari ke 2 bagi persalinan tidak normal elektif dan hari ke 1 bagi persalinan tidak normal Emergency. Obat yang diberikan pada pembedahan obat anestesi, analgetik, antemetik, dan uterotonika serta cairan infus. Konsultasi dilakukan dengan dokter Spesialis Anak dan dokter spesialis lain bila diperlukan.

Pada tahapan post operasi, visite dokter dilakukan oleh dokter anestesi, dokter obsgyn, dan dokter spesialis lain bila diperlukan pada hari ke- 3 bagi Sectio Caesaria Elektif dan hari ke 2 bagi sectio caesaria emergency. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah darah lengkap sebanyak satu kali pada hari ke 3 bagi sectio caesaria elektif dan hari ke 2 bagi Sectio caesari emergency. Asuhan keperawatan dilakukan selama masa perawatan. cairan infus yang diberikan adalah ringar laktat dan atau dextrose 5%, dan atau MgSO4.

antibiotika injeksi yang diberikan adalah cefotaksim atau gentamycin atau ceftriaxon. antibiotika oral yang diberikan

117

adalah amoxyclac atau cefixisme atau clindamycin, pemberian analgetika terbagi atas analgetika oral berupa asam mefenamat dan analgetika suppositoria berupa kalrofen. uterotonika methyl ergometrin dan vitamin hematinik

Ganti verban dilakukan satu kali selama masa perawatan pada hari ke 4. Administrasi pasien pulang dilakukan satu kali pada hari ke 4 untuk setiap pasien, baik pada pasien hidup maupun meninggal.

3. Penyerta

Penyakit penyerta yang ditemukan dalam persalinan tidak normal adalah asma, hipertensi, jntung, miyoma uteri, diabetes melitus, dan penurunan kesadaran. untuk sectio caesaria dengan penyerta dibawah ini merupakan hasil focus group discussion yang terdiri dari dokter spesialis kebidanan obsgyn, dan rekam medik, perwakilan dari Persatuan Obstetri Ginekologi Indonesia ( POGI) di RSUD Undata Palu Propinsi Sulawesi Tengah.

Average Long of Stay (ALOS) rata-rata sebesar lama perawatan diruang inap 4-5 tahun. Tahapan pendaftaran dan penegakan diagnosis dilakukan masing-masing satu kali setiap

118

pasien. Pemeriksaan penunjang pada tahapan penegakan diagnosis bagi Sectio Caesaria Elektif adalah pemeriksaan laboratorium ( Darah lengkap, Gula Darah, Ureum, Creatinin, Masa pendarahan, Masa Pembekuan, SGOT, SGPT dan Golongan darah). Pemeriksaan USG, dan pemeriksaan CTG.

Sementara untuk sectio caesaria emergency pemeriksaan penunjangnya mencakup pemeriksaan laboratorium ( darah rutin, masa pendarahan, masa pembekuan dan golongan darah), dan pemeriksaan CTG, baik elektif maupun emergency, konsultasi dilakukan pada dokter spesialis penyakit dalam. dan pemeriksaan penunjang dari dokter spesialis lain sesuai dengan penyakit penyerta yang diderita pasien. Seluruh tindakan pada tahapan pendaftaran dan penegakan diagnosis dilakukan pada hari pertama.

Tahapan pra operasi dilakukan masing-masing satu kali pada setiap pasien baik Elektif maupun Emergency. Konsultasi kepada dokter spesialis anestesi dilakukan satu kali . Obat yang diberikan hanya antibiotika injeksi sebagai pre medikasi dan cairan infus berupa Ringar Laktat dan atau Dextrose 5%.

Tindakan pada tahapan ini juga dilakukan pada hari pertama.

119

Tahapan operasi dilakukan pada hari ke 2 bagi Elektif dan hari ke 1 bagi Emergency. Obat yang diberikan pada pembedahan berupa obat anestesi, analgetik, antiemetik dan uterotonika serta cairan infus. Konsultasi dilakukan dengan dokter Spesialis Anak dan dokter Spesialis lain.

Tahapan Post Operasi, visite dokter dilakukan oleh dokter anestesi, dokter obsgyn, dan dokter spesialis lain bila diperlukan pada hari ke 3 pada Sectio Caesaria Elektif dan hari ke 2 pada Sectio Caesaria Emergency . Pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah darah lengkap sebanyak satu kali pada hari ke 3 Sectio Caesaria Elektif dan hari ke 2 pada Sectio Caesaria Emergency ditambah dengan pemeriksaan Gula Darah, Penambahan pemeriksaan penunjang dari dokter spesialis lain sesuai dengan penyakit penyerta yang diderita pasien.

Asuhan keperawatan dilakukan selama masa perawatan.

Cairan infus yang diberikan adalah Ringar Laktat, dan atau Dextrose 5%. Antibiotika injeksi yang diberikan adalah Cefotaksin atau Gentamycin atau Ceftriaxon. Antibiotika oral yang diberikan adalah Amoxyclav atau Cefixisme atau Metronidazol atau Ciprofloxacin atau Clindamycin. Pemberian

120

analgetika suppositoria berupa Katrofen. Uterotonika Methyl Ergometrin dan Vitamin Hematinik. Ganti verban dilakukan satu kali selama masa perawatan hari ke 4. Aministrasi pasien pulang dilakukan satu kali pada hari ke 4 untuk setiap pasien, yang hidup dan meninggal.

4, Penyulit dan Penyerta

Hasil temuan dilapangan serta hasil focus group discussion dengan dokter spesialis kebidanan, Komite Medik di RSUD Unadata Palu Propinsi Sulawesi Tengah , dan perwakilan POGI mengenai persalinan tidak normal dengan penyulit dan penyerta tahapan pendaftaran dan penegakan diagnosis dilakukan masing-masing satu kali pada setiap pasien. Pemeriksaan penunjang pada tahapan penegakan diagnosis elektif adalah pemeriksaan laboratorium ( Darah Lengkap, Gula darah, Ureum, Creatinin, Masa Perdarahan, Masa Pembekuan, SGOT, SGPT dan Golongan Darah), pemeriksaan USG, dan pemeriksaan CTG dilkaukan satu kali pemeriksaan laboratorium Sementara untuk persalinan tidak normal Emergency pemeriksaan penunjangnya mencakup pemeriksaan laboratorium ( Darah Rutin, Masa perdarahan, Masa Pembekuan dan Golongan Darah), dan pemeriksaan CTG

121

untuk cito/ Emergency dilakukan dua kali pemeriksaan laboratorium . visite dokter dilakukan selama emapat dan lima hari perawatan diruang rawat inap. Konsultasi dilakukan pada dokter spesialis penyakit dalam, dokter anestesi, dokter obsgin, penyakit jantung dilakukan satu kali konsultasi dan seluruh tindakan pada tahapan pendaftran dan penegakan diagnosis dilakukan pada hari pertama.

Tahapan pra operasi dilakukan masing-masing satu kali pada setiap pasien Elektif dan Emergency. Konsultasi kepada dokter spesialis anestesi dilakukan satu kali. Obat yang diberikan berupa antibiotika injeksi sebagai pre medikasi dan cairan infus Ringar Laktat dan atau Dextrose 5%. Tindakan pada tahapan ini dilakukan pada hari pertama.

Tahapan operasi dilakukan pada hari ke dua untuk Elektif dan hari ke satu untuk Emergency. Obat yang diberikan pada pembedahan berupa obat anestesi, analgetik, antiemetik dan uterotonika serta cairan infus. Konsultasi dokter dapat dilakukan dengan dokter spesialis anak dan dokter spesialis internis ( penyakit dalam ).

122

Tahapan Post Opersi, visite dokter dilakukan selama 4- 5 hari oleh dokter anestesi, dokter obsgyn, dan dokter spesialis lain . Pada hari ke- tiga persalinan tidak normal Elektif dan hari ke- dua Emergency. Pemeriksaan penunjang meliputi; darah lengkap sebanyak satu kali pada hari ke tiga untuk elektif dan hari ke- dua untuk ( cito)/ emergency ditambah dengan pemeriksaan gula darah, asuhan keperawatan dilakukan selama masa perawatan. Cairan infus diberikan adalah Ringar Laktat atau Dextrose 5%, Antibiotika injeksi yang diberikan adalah Cefotaksin atau Gentamycin. Antibiotika oral yang diberikan adalah Amoxyclav atau Clindamycin. Pemberian analgetika berupa Kaltrofen. Uterotonika Methyl Ergometrin dan vitamin Hematinik. Ganti verban dilakukan satu kali selama masa perawatan pada hari ke- empat. Administrasi pasien pulang dilakukan satu kali pada hari ke empat untuk setiap pasien, yang hidup dan yang meninggal. Lama perawatan Average Leng Of Stay (ALOS) lama hari rawat 4-5 hari di ruang perawatan .

ARDRG versi 5.2 membagi persalinan tidak normal menurut 1). Katastropik penyakit penyulit dan/ penyerta ( O01A), 2) Penyakit penyulit dan/ Penyerta yang parah ( O01B),

123

3) Tidak disertai penyakit penyulit dan / Penyerta yang parah ( O01C) dan 4). Persalinan tidak normal ( O01D). Menurut INA DRG yang dikeluarkan oleh Depkes Tahun 2007, atas IP persalinan tidak normal INA CBGs code ( 146101), IP persalinan tidak normal w/CC code ( 146102) ( ALOS 5,6 hari) dan IP persalinan tidak normal w/MCC code ( 146103). Kedua DRG di atas tidak membedakan persalinan tidak normal elektif dan emergency.

Penelitian Studi kasus persalinan tidak normal berdasarkan Diagnosa Related Groups di RS Undata dibagi dalam 2 ( dua) kelompok yaitu persalinan tidak normal cito dan persalinan tidak normal elektif sehingga kelompok biaya yang dihasilkan dibagi dengan 1) persalinan tidak normal cito katastropik penyakit penyulit dan/ penyerta, 2). Persalinan tidak normal cito disertai penyakit penyulit dan/penyerta yang parah, 3) persalinan tidak normal cito tidak disertai dengan penyakit penyulit dan / penyerta yang para dan 4) persalinan tidak normal 5) persalinan tidak normal elektif katastropik penyakit penyulit dan/ penyerta ( O01A), 6) persalinan tidak normal elektif disertai penyakit penyulit dan/Penyerta yang parah (O01B), 7) persalinan tidak normal elektif tidak disertai

124

dengan penyakit penyulit dan/ penyerta yang parah ( O01C) dan 8), persalinan tidak normal elektif Murni..

Bila dibandingkan dengan ARDRG versi 4.1 dimana ALOS persalinan tidak normal 1) dengan katastropik penyakit penyulit dan/penyerta 9,14 hari, 2) disertai penyakit penyulit dan/penyerta yang parah 6,13 hari, 3) tidak disertai dengan penyakit penyulit dan/penyerta yang parah 5 hari dan 4) Sectio Caesaria Murni ALOS 4,463 hari maka ALOS Sectio Caesaria di rumah sakit DKI lebih rendah. Jika dibandingkan dengan INA DRG yang dikeluarkan oleh Depkes tahun 2007 dimana ALOS IP Caesarean Delivery (146!01) adalah 5,5 hari, IP Caesarean Delivery w / CC ( 146102) adalah 5,6 hari, dan IP Caesarean Delivery w / MCC (146103) adalah 7,5 hari maka ALOS di DKI lebih rendah. Begitu pula bila dibandingkan dengan hasil penelitian Mamahit ( 2005), ALOS Sectio Caesaria 1) dengan katastropik penyakit penyulit dan / penyerta 11 hari, 2) disertai penyakit penyulit dan/penyerta yang parah 6 hari, 3) tidak disertai dengan penyakit penyulit dan/penyerta yang parah 6 hari dan 4) Sectio Caesaria Murni ALOS 5 hari maka ALOS persalinan tidak normal di rumah sakit DKI lebih rendah.

Dokumen terkait