• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Analisis Data

BAB III METODE PENELITIAN

H. Teknik Analisis Data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Deduktif yaitu teknik pengolahan data yang bertitik tolak pada data yang bersifat umum menjadi uraian pemecahan dan kesimpulan yang besifat khusus.

2. Induktif yaitu teknik pengolahan data yang bertitik tolak pada data yang bersifat khusus menjadi uaraian yang bersifat umum.

3. Komparatif yaitu teknik pengolahan data yang dilakukan dengan jalan mengadakan suatu perbandingan dari dua data atau lebih kemudian memilih satu diantaranya yang dianggap mempunyai nilai yang lebih akurat dan kuat kemudian diambil sebagi kesimpulan.

Selanjutnya hasil penelitian ini akan dianalisis dengan cara deskriptif yang dipadukan dengan kuantitatif dalam teknik deskriptif statistik yang akan menggambarkan data yang terkumpul dengan cara penggambaran melalui tabel-tabel sederhana dan dalam sIstem penggambaran persen lalu disimpulkan dengan cara deskriptif kualiltatif.

BAB IV

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

A. Kondisi Objektif Lokasi Penelitian 1. Kondisi Geografis dan Demografis

Dusun Likuboddong terletak di Desa Sengka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa, yang wilayahnya berjarak sekitar 25 Km2 dari ibu kota kabupaten.

Secara geografis Dusun Likuboddong memiliki batas wilayah dusun, yaitu :

a. Sebelah utara berbatasan dengan Dusun Kampung Parang Desa Barembeng Kecamatan Bontonompo.

b. Sebelah timur berbatasan dengan Dusun Cambajawaya Desa Sengka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa.

c. Sebelah selatan berbatasan dengan Dusun Kampung Daeng Desa Sengka Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa.

d. Sebeleh barat berbatasan dengan Sawakung Desa Sawakung Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar.

Sedangkan kondisi demografis kepadatan penduduk Dusun Likuboddong berjumlah 1.542 jiwa dengan perincian penduduk laki-laki sebanyak 932 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 610 jiwa.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3

Keadaan Penduduk Dusun Likuboddong Menurut Usia dan Jenis Kelamin Tahun 2014

No. Nama RT Jenis kelamin

Jumlah jiwa Laki-laki perempuan

1. RT 001 371 247 618

2. RT 002 218 225 443

3. RT 003 203 224 427

Jumlah 792 696 1488

Sumber: Dokumen Data Keluarga Dusun Likuboddong

2. Keadaan Ekonomi dan Tingkat Pendidikan

Keadaan ekonomi dan pendidikan masyarakat Dusun Likuboddong sangat bervariasi. Bagi masyarakat Dusun Likuboddong, sektor pertanian merupakan sektor yang dominan dalam memperoleh penghasilan bagi kehidupan masyarakat. Di samping sektor pertanian, masih banyak sektor peternekan, perdagangan dan usaha bidang jasa lainnya untuk memenuhi kehidupan masyarakat.

Sedangkan untuk tingkat kecerdasan masyarakat juga bervariasi, maka bidang pendidikan tidak terlepas dari sektor pendidikan yang diupayakan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan berkompotensi dalam era ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta iman dan taqwa kepada Allah Swt. Dalam mempersiapkan hal tersebut, maka pemerintah membangun sarana pendidikan di antaranya gedung sekolah.

Gedung ini pun sebagai lembaga yang dipersiapkan oleh pemerintah untuk

menuntut ilmu pengetahuan sebagaimana tertera pada tabel berikut:

Tabel 4

Keadaan Lembaga Pendidikan Dusun Likuboddong

No Satuan Pendidikan Jumlah

1. TK/ Raudhatul Athfal Aisyiyah 1

2. Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 1 3. Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah 1 Sumber : Kepala Dusun Likuboddong, 2014

3. kondisi agama

Pada dasarnya masyarakat Dusun Likuboddong Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa 100 % beragama islam. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5

Kondisi Agama Di Dusun Likuboddong Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa Tahun 2014

No Keterangan Jumlah

1 Islam 1.892

2 Katolik -

3 Protestan -

4 Hindu -

5 Budha -

6 Konghuchu -

Sumber : Kepala Dusun Likuboddong, 2014

4. Sarana Ibadah dan Lembaga Keagamaan

Di Dusun Likuboddong terdapat 3 buah sarana ibadah (Mesjid), masing dilengkapi dengan sebuah lembaga, yakni Ikatan Remaja Mesjid,

Taman Pendidikan Alquran, dan BKPRMI. Selain itu, di Dusun Likuboddong terdapat lembaga keagamaan yang sangat berkompeten menyiarkan dakwah Islamiyah, yakni Muhammadiyah, Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah IPM).

Untuk lebih jelasnya, sarana ibadah dan lembaga keagamaan di Desa Manjapai dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 6

Keadaan Sarana Ibadah Dan Lembaga Keagamaan di Dusun Likuboddong Kecamatan Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa

No Nama RT Sarana Ibadah Lembaga Keagamaan

1 001 1 3

2 002 1 2

3 003 1 2

Jumlah 3 7

Sumber Data : Ketua Umum Nasyiatul Aisyiyah Cabang Bontonompo

5. Keadaan Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Cabang Bontonompo

Faktor utama yang mendukung eksisnya sebuah organisasi adalah pengurus atau orang-orang yang peduli dan ikhlas mengorbankan pikiran, waktu, tenaga, bahkan materi untuk organisasi tersebut. Ikatan Pelajar Muhammadiyah Cabang Bontonompo dikendalikan oleh beberapa orang yang dianggap berkompeten dan siap bekerja untuk organisasi.

Untuk lebih jelasnya, susunan pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Cabang Bontonompo dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 7

Susunan Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Cabang Bontonompo

No Jabatan Nama

1 Ketua Umum Muh. Salam

2 Sekretaris Umum Nurhidayanti.G

3 Bendahara Umum St. Nurfadhilah

4 Wakil Bendahara 1 Nilan Cahya

5 Wakil Bendahara 2 Hijriani

6

Ketua Bidang Kader Sekretaris

Anggota

Rahmat Hidayat Agus Salim.S - St. Khadijah - Muh. Hisyam - Faturrahman - Muh. Rijal

7

Ketua Bidang Kajian Dakwah Islam Sekretaris

Anggota

Wahyudin Amin Rais - Nur Amri Hafid - Muh. Khadir A - Rahmat Abadi - Tazkirah

8

Ketua Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan Sekretaris

Anggota

Rahmatia Nurfitriani Hafid - Nurindah Sari - Nur Atika.R - Nurul Hakiki

- Agung Darmawan - Riskayani

9

Ketua Bidang Apresiasi Seni Budaya Olahraga Sekretaris

Anggota

Muh. Zaenal Nuryadin S - Mustakim - Abd. Munir - Nur Kholis - Mubarak

10

Ketua Bidang Advokasi Sekretaris

Anggota

Nurjihad Sunadir - Wahyullah - Abd. Hakim - Khaerana - Muh. Asnawi

- Muktamar 11

Ketua Bidang Ipmawati Sekretaris

Anggota

Darmawati Nadira -

Sumber Data : SK Pengurus IPM Cabang Bontonompo

B. Peranan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Cabang Bontonompo dalam Pembentukan Akhlakul Karimah Remaja di Dusun Likuboddong

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) merupakan organisasi yang dibentuk dengan tujuan untuk membentuk pelajar muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam. Selain itu, dengan adanya Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), maka dakwah atau syi’ar agama akan berjalan dengan lancar.

Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebagai organisasi Islam menanamkan kecintaan dan kepatuhan masyarakat terhadap ajaran Islam, serta mengantisipasi hal-hal yang dapat merusak keyakinan, akhlak, dan peradaban.

Keberadaan Ikatan Pelajar Muhammadiyah tersebut tampak jelas mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam menghimpun dan membina kaum pelajar. Kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa keberadaan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sangat penting di tengah masyarakat.

Peranan Ikatan Pelajar Muhammadiyah dalam pembentukan akhlakul

karimah remaja di Dusun Likuboddong dapat diketahui melalui pernyataan responden yang disajikan dalam bentuk tabel berikut :

Tabel 8

Peranan Ikatan Pelajar Muhammadiyah dalam Pembentukan Akhlakul Karimah Remaja di Dusun Likuboddong

No Alternatif Jawaban Frekwensi Persentase

1 Sangat berperan 17 63

2 Berperan 9 33,3

3 Kurang berperan 1 3,7

4 Tidak berperan - -

Jumlah 27 100

Sumber Data : Hasil Olahan Angket Point 1

Tabel tersebut memberikan gambaran bahwa dari 27 responden, sebanyak 17 orang atau 63% yang menyatakan “sangat berperan”, 9 orang atau 33,3% yang menyatakan “berperan”, 1 orang atau 3,7% yang menyatakan “kurang berperan”, dan tidak ada yang menyatakan “tidak berperan”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Ikatan Pelajar Muhammadiyah Cabang Bontonompo sangat berperan terhadap pembentukan akhlakul karimah remaja di Dusun Likuboddon Kecamatan Bontonompo Selatan.

Berkenaan dengan hal tersebut, Muh. Salam (Pimpinan Cabang IPM Bontonompo mengatakan bahwa :

Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) itu sangat berperan sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amanah yang dipercaya oleh Muhammadiyah dalam menyempurnakan akhlak mulia di kalangan pelajar dan menjadikan pelajar sebagai generasi Qurani, sehingga IPM juga menjadi penggerak pembentukan akhlakul karimah atau perilaku yang mulia di kalangan remaja di Dusun Likuboddong dengan melakukan beberapa hal, antara lain mewajibkan membaca, mengkaji,

dan mengamalkan Alquran. (Wawancara, 30 Nopember 2014 di Likuboddong)

Ikatan Pelajar Muhammadiyah dalam melaksanakan tugas menghimpun kaum pelajar atau kaum remaja selalu berusaha agar kaum pelajar atau kaum remaja senang anggota IPM. Perasaan senang para remaja di Dusun Likuboddong Kecamatan Bontonompo menjadi anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah dapat diketahui melalui tabel berikut :

Tabel 9

Kesenangan Remaja Menjadi Anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) No Alternatif Jawaban Frekwensi Persentase

1 Sangat senang 5 18,5

2 Senang 21 77,8

3 Kurang senang 1 3,7

4 Tidak senang - -

Jumlah 27 100

Sumber Data : Hasil Olahan Angket Point 2

Dari tabel tersebut diketahui bahwa remaja di Dusun Likuboddong merasa senang menjadi anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Sebanyak 5 orang atau 18,5% yang menyatakan “sangat senang”, 21 orang atau 77,8%

yang menyatakan “senang”, 1 orang atau 3,7% yang menyatakan “kurang senang”, dan tidak ada satu pun responden yang menyatakan “tidak senang”.

Berkenaan dengan hal tersebut, Ilham berkomentar bahwa :

Kami senang menjadi anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah, sebab di sini kami dididik menjadi orang yang lebih dekat dengan agama, sehingga kami senantiasa merasa tertantang untuk memiliki akhlak yang mulia sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulullah. (Wawancara, 01 Desember 2014 di Tamajannang)

Tabel 10

Pelaksanaan Shalat Lima Waste oleh Remaja di Dusun Likuboddong No Alternatif Jawaban Frekwensi Persentase

1 Sangat rajin 8 29,6

2 Rajin 17 63

3 Kurang rajin 2 7,4

4 Tidak rajin - -

Jumlah 27 100

Sumber Data : Hasil Olahan Angket Point 3

Tabel tersebut di atas memberikan gambaran yang jelas bahwa dari 27 responden, sebanyak 8 orang atau 29,6% yang menyatakan “sangat rajin”, 17 orang atau 63% yang menyatakan “rajin”, 2 orang atau 7,4% yang menyatakan “kurang rajin”, dan tidak ada yang menyatakan “tidak rajin”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa remaja di Dusun Likuboddong rajin melaksanakan shalat 5 waktu.

Sehubungan dengan masalah pelaksanaan shalat lima waktu, Nuryadin berkomentar bahwa :

Alhamdulillah remaja di Dusun Likuboddong ini tergolong rajin shalat.

Hal ini dapat dilihat pada waktu magrib dan isya, para remaja kompak berjama’ah di mesjid. Adapun di waktu lain, mereka shalat di luar karena masing berangkat kuliah, sekolah, atau kerja di waktu pagi hingga sore. (Wawancara, 30 Nopember 2014, di Likuboddong)

Informasi yang diberikan oleh pengurus IPM Cabang Bontonompo tersebut memberikan gambaran yang jelas bahwa hati dan pikiran remaja di Dusun Likuboddong masih terarah kepada perintah Allah Swt untuk

melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari semalam.

Tabel 11

Kerajinan Remaja di Dusun Likuboddong Membaca Alquran No Alternatif Jawaban Frekwensi Persentase

1 Sangat rajin 3 11,1

2 Rajin 15 55,6

3 Kurang rajin 7 25,9

4 Tidak rajin 2 7,4

Jumlah 27 100

Sumber Data : Hasil Olahan Angket Point 4

Berdasarkan tabel tersebut di atas, diketahui sebanyak 3 orang atau 11,1% yang menyatakan “sangat rajin”, 15 orang atau 55,6% yang menyatakan “rajin”, 7 orang atau 25,9% yang menyatakan “kurang rajin”, 2 orang atau 7,4% yang menyatakan ”tidak rajin”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa remaja di Dusun Likuboddong rajin membaca ayat-ayat suci Alquran.

Tabel 12

Pengamalan Pelajaran dari IPM oleh Remaja di Dusun Likuboddong No Alternatif Jawaban Frekwensi Persentase

1 Selalu mengamalkan 18 66,7

2 Sering mengamalkan 7 25,9

3 Kadang-kadang 2 7,4

4 Tidak pernah - -

Jumlah 27 100

Sumber Data : Hasil Olahan Angket Point 5

Semua materi atau pembelajaran yang diberikan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah tidak terlepas dari apa yang diajarkan oleh Allah dan Rasulullah melalui Alquran dan Hadis. Berdasarkan tabel tersebut di atas, diketahui sebanyak 18 orang atau 66,7% yang menyatakan “selalu

mengamalkan”, 7 orang atau 25,9% yang menyatakan “sering mengamalkan”, 2 orang atau 7,4% yang menyatakan “kadang-kadang”, dan tidak ada yang menyatakan “tidak pernah mengamalkan”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa remaja di Dusun Likuboddong selalu mengamalkan pelajaran yang diterima dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Tabel 13

Kepatuhan Siswa kepada Orang Tua

No Alternatif Jawaban Frekwensi Persentase

1 Sangat patuh 2 7,4

2 Patuh 25 92,6

3 Kurang patuh - -

4 Tidak patuh - -

Jumlah 27 100

Sumber Data : Hasil Olahan Angket Point 6

Dari tabel tersebut diketahui sebanyak 2 orang atau 7,4% yang menyatakan “sangat patuh”, 25 orang atau 92,6% yang menyatakan “patuh”, dan tidak ada yang menyatakan “kurang patuh atau tidak patuh”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa remaja di Dusun Likuboddong patuh terhadap orang tua.

Tabel 14

Hubungan Remaja dengan sesama

No Alternatif Jawaban Frekwensi Persentase

1 Sangat baik - -

2 Baik 27 100

3 Kurang baik - -

4 Tidak baik - -

Jumlah 27 100

Sumber Data : Hasil Olahan Angket Point 7

Berdasarkan tabel tersebut di atas diketahui sebanyak 27 orang atau 100% yang menyatakan “baik”. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hubungan remaja di Dusun Likuboddong dengan sesama manusia tergolong baik.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari responden, baik melalui angket maupun wawancara, maka dapat disimpulkan bahwa Ikatan Pelajar Muhammadiyah sangat berperan dalam pembentukan akhlakul karimah remaja di Dusun Likuboddong . Hal ini tampak dari sikap siswa yang begitu antusias dan senang menjadi anggota persarikatan tersebut. Selain itu, siswa berusaha mengamalkan pelajaran yang didapatkan dari IPM, misalnya rajin melaksanakan shalat lima waktu, rajin membaca Alquran, taat patuh terhadap orang tua, serta senantiasa memperbaiki hubungan dengan

sesama manusia.

C. Faktor-faktor yang Menjadi Kendala Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dalam Pembentukan Akhlakul Akrimah Remaja di Dusun Likuboddong Kecamatan Bontonompo Selatan

Seiring dengan perkembangan zaman serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi pun kian merambah dengan cepat dan tidak bisa dihindari oleh negara-negara dunia. Pengaruh globalisasi juga dirasakan cukup tajam dan panas bagi perkembangan akhlak dan keyakinan para remaja.

Meskipun Ikatan Pelajar Muhammadiyah dibentuk secara terorganisir, namun dengan keterbatasan dan kekurangannya masih

mendapat kendala dalam pembentukan akhlak remaja.

Nur Insan Ramdhana (Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah Cabang Bontonompo mengemukakan bahwa :

Faktor yang menjadi kendala dari dalam organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) adalah kemajuan teknologi yang menggoda pikiran remaja, sehingga sedikit demi sedikit remaja cenderung terpengaruh, baik dari segi pergaulan, cara berpakaian, dan lain sebagainya yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.

(Wawancara, 01 Desember 2014, di Likuboddong)

Selanjutnya, Abdurrahman Barakatuh (pengurus IPM Cabang Bontonompo mengatakan bahwa :

Faktor yang menjadi kendala, yang berasal dari dalam organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) adalah kurang tersedianya dana dan media yang mendukung terlaksananya program kerja organisasi, sehingga kadang-kadang IPM berjalan di tempat. Selain itu, pengurus organisasi memiliki kesibukan lain, sehingga tidak bisa fokus pada organisasi. (Wawancara, 02 Desember 2014, di Likuboddong)

Lebih lanjut Muh. Salam berkomentar bahwa :

Faktor yang menjadi kendala dalam pembentukan akhlakul karimah remaja antara lain berasal dari orang tua yang berpandangan negatif terhadap Ikatan Pelajar Muhammadiyah, latar belakang kehidupan mereka juga berbeda-beda, sehingga sulit menerapkan konsep gerakan. (Wawancara, 02 Desember 2014, di Likuboddong)

Berdasarkan informasi yang dikemukakan oleh responden pada kegiatan wawancara oleh peneliti, maka dapat disimpulkan bahhwa faktor- faktor yang menjadi kendala dalam pembentukan akhlakul karimah remaja di Dusun Likuboddong adalah kemajuan teknologi yang menggoda pikiran remaja, sehingga sedikit demi sedikit remaja cenderung terpengaruh, kurang tersedianya dana dan media yang mendukung terlaksananya program kerja

organisasi, pengurus organisasi memiliki kesibukan lain, sehingga tidak bisa fokus pada organisasi, orang tua yang berpandangan negatif terhadap Ikatan Pelajar Muhammadiyah, latar belakang kehidupan mereka juga berbeda- beda, sehingga sulit menerapkan konsep gerakan.

D. Usaha-usaha yang Dilakukan untuk Mengatasi Kendala Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dalam Pembentukan Akhlakul Karimah Remaja di Dusun Likuboddong Kecamatan Bontonompo Selatan

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi telah banyak berpengaruh pada pembentukan akhlak kaum remaja. Oleh karena itu, Ikatan Pelajar Muhammadiyah semakin gencar berusaha agar hal tersebut dapat ditanggulangi.

Menurut Muh. Salam (Ketua Umum IPM Cabang Bontonompo), mengemukakan bahwa :

Usaha-usaha yang kami lakukan untuk mengatasi kendala dalam pembentukan akhlakul karimah remaja di Dusun Likuboddong adalah menjadikan pengkaderan sebagai program kerja rutin, menjalin kerjasama dengan pihak madrasah yang berada di bawah naungan Muhammadiyah dan menjadikan siswa atau pelajar pada madrasah tersebut sebagai sasaran utama perekrutan anggota IPM. Langkah awal yang dilakukan adalah melaksanakan pengkaderan pada madrasah tersebut. (Wawancara, 02 Desember 2014, di Likuboddong)

Selanjutnya, Nuryadin (pengurus IPM Cabang Bontonompo mengatakan bahwa :

Usaha-usaha yang kami lakukan untuk mengatasi kendala dalam pembentukan akhlakul karimah remaja di Dusun Likuboddong antara lain menggalang dana dengan cara memungut iuran dari anggota, melakukan les dana di masyarakat, mengupayakan agar kegiatan

pengurus senantiasa berhubungan dengan program kerja Ikatan Pelajar Muhammadiyah. (Wawancara, 02 Desember 2014, di Likuboddong)

Usaha-usaha yang dilakukan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah untuk mengatasi kendala dalam pembentukan akhlakul karimah remaja di Dusun Likuboddong ternyata membuahkan hasil. Sebahagian besar pelajar di madrasah berhasil direkrut menjadi anggota bahkan menjadi pengurus inti organisasi. Remaja di Dusun Likuboddong telah tergugah, sadar akan keberadaan mereka sebagai khairah ummah, dengan berdasar kepada firman Allah dalam QS. Ali- Imran (3) ayat 110 sebagai berikut :

















































Terjemahan :

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Kementerian Agama RI, 2010:

94)

Antusiasme Ikatan Pelajar Muhammadiyah dalam melaksanakan program kerja juga telah mendapat respon positif dari tokoh masyarakat. Hal tersebut dinilai baik karena secara langsung memberikan sumbangsih partisipasi dalam hal pembinaan akhlak para remaja. Selain itu, masyarakat

juga merasa bersyukur karena keberadaan Ikatan Pelajar Muhammadiyah sangat mempengaruh keberanian para remaja untuk tampil berbicara di muka umum.

Selanjutnya, usaha-usaha yang dilakukan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah untuk mengatasi kendala dalam pembentukan akhlakul karimah remaja di Dusun Likuboddong dikemukakan oleh Nur Insan Ramdhana (Pengurus IPM Cabang Bontonompo), bahwa :

Telah diketahui bersaman bahwa banyak kendala yang kami hadapi dalam rangka melaksanakan amanah ummat dan ikatan, namun kami tetap antusias dalam mengatasinya. Adapun usaha yang kami lakukan antara lain melakukan sosialisasi terhadap para orang tua, melakukan konsolidasi terhadap tokoh masyarakat dan pimpinan madrasah, dan mengaktifkan pengajian di mesjid. (Wawancara, 02 Desember 2014, di Likuboddong)

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari responden, maka dapat disimpulkan bahwa usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam pembentukan akhlakul karimah remaja di Dusun Likuboddong adalah menjadikan pengkaderan sebagai program kerja rutin, menjalin kerjasama dengan pihak madrasah yang berada di bawah naungan Muhammadiyah dan menjadikan siswa atau pelajar pada madrasah tersebut sebagai sasaran utama perekrutan anggota IPM. Langkah awal yang dilakukan adalah melaksanakan pengkaderan pada madrasah tersebut, menggalang dana dengan cara memungut iuran dari anggota, melakukan les dana di masyarakat, mengupayakan agar kegiatan pengurus senantiasa berhubungan dengan program kerja Ikatan Pelajar Muhammadiyah,

melakukan sosialisasi terhadap para orang tua, melakukan konsolidasi terhadap tokoh masyarakat dan pimpinan madrasah, dan mengaktifkan pengajian di mesjid.

50

50 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian-uraian pada bab sebelumnya, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa :

1. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sangat berperan dalam pembentukan akhlakul karimah remaja di Dusun Likuboddong . Hal ini tampak dari sikap siswa yang begitu antusias dan senang menjadi anggota persarikatan tersebut. Selain itu, siswa berusaha mengamalkan pelajaran yang didapatkan dari IPM, misalnya rajin melaksanakan shalat lima waktu, rajin membaca Alquran, taat patuh terhadap orang tua, serta senantiasa memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.

2. Faktor-faktor yang menjadi kendala dalam pembentukan akhlakul karimah remaja di Dusun Likuboddong adalah kemajuan teknologi yang menggoda pikiran remaja, sehingga sedikit demi sedikit remaja cenderung terpengaruh, kurang tersedianya dana dan media yang mendukung terlaksananya program kerja organisasi, pengurus organisasi memiliki kesibukan lain, sehingga tidak bisa fokus pada organisasi, orang tua yang berpandangan negatif terhadap Ikatan Pelajar Muhammadiyah, latar belakang kehidupan mereka juga

51

berbeda-beda, sehingga sulit menerapkan konsep gerakan.

3. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam pembentukan akhlakul karimah remaja di Dusun Likuboddong adalah menjadikan pengkaderan sebagai program kerja rutin, menjalin kerjasama dengan pihak madrasah yang berada di bawah naungan Muhammadiyah dan menjadikan siswa atau pelajar pada madrasah tersebut sebagai sasaran utama perekrutan anggota IPM. Langkah awal yang dilakukan adalah melaksanakan pengkaderan pada madrasah tersebut, menggalang dana dengan cara memungut iuran dari anggota, melakukan les dana di masyarakat, mengupayakan agar kegiatan pengurus senantiasa berhubungan dengan program kerja Ikatan Pelajar Muhammadiyah, melakukan sosialisasi terhadap para orang tua, melakukan konsolidasi terhadap tokoh masyarakat dan pimpinan madrasah, dan mengaktifkan pengajian di mesjid.

A. Implikasi Penelitian

1. Ikatan Pelajar Muhammadiyah hendaknya lebih gencar melaksanakan amanah sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah.

2. Ikatan Pelajar Muhammadiyah hendaknya bekerjasama dengan organisasi kemasyarakatan yang lain supaya mampu merekrut anggota lebih banyak.

52

3. Ikatan Pelajar Muhammadiyah hendaknya Ikatan Pelajar Muhammadiyah mencari donator tetap. Selain itu, Ikatan Pelajar Muhammadiyah sebaiknya merintis sebuah usaha yang dapat dijadikan sebagai sumber dana organisasi, agar dapat melaksanakan program kerja dengan baik dan lancar.

53

DAFTAR PUSTAKA

Alquranul Karim

Ahmadi, Abu dan Noor Salimi. 2008. Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam.

Jakarta : Bumi Aksara.

Al- Abrasyi, Muhammad. 1979. Tarbiyah Al- Islamiyah Wa Falsafatuha.

Mesir : Isa Al- Babi Al- Halabi.

Ali, M. 1994. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung:

Angkasa.

Aly, Hery Noor dan H. Munzier. 2008. Watakk Pendidikan Islam. Cet. III.

Jakarta : Fisika Agung Insani.

Amin, Ahmad. 1993. Ilmu Akhlak. Jakarta : PT. Bulan Bintang.

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Bakhtiar Wardi. 1997. Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah. Cet. I; Jakarta : Logos Wacana Ilmu.

Bisri, Abid dan Munawir A. Fatah. 1999. Kamus Arab- Indonesia/ Indonesia- Arab Al- Bisri. Surabaya : Pustaka Progresif.

Departemen Agama RI. 2006: Alquran dan Terjemahan. Jakarta : Pustaka Agung Harapan.

______ 2009. Alquran dan Terjemahnya. Jakarta : Pustaka Harapan

Dulleng, Fakhruddin dan Muhammad Amin Sahib. 2005. Pendidikan Agama Islam I. Tim Dosen Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Makassar.

Ilyas, Yunahar. 2007. Kuliah Akhlak. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset.

Hadi, Sutrisno. 1998. Statistik 2. Jakarta: Andi Ofset.

Hamalik, Oemar. 2006. Pendidikan Guru Berdasarkan Kedekatan Harahap, Zainal Abidin. 2003. Etika Islam. Jakarta : CV. Multi Yasa.

Mardalis. 1995. Metodologi Penelitian, Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta : Bulan Bintang.

Dokumen terkait