BAB III METODOLOGI PENELITIAN
F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Pengolahan data disesuaikan dengan jenis data yang dikumpulkan. Untuk data kuantitatif, pengolahan digunakan dengan menggunakan statistik.
1) Tahap Pengolahan Data
Dalam pengumpulan data, diperlukan adanya suatu prosedur dalam mengumpulkan data. Adapun prosedur pengumpulan data yang harus ditempuh dalam penelitian ini ialah sebagai berikut :
• Tahap Persiapan
Tahap ini merupakan tahap untuk melakukan suatu perlakuan dengan langkah penelitian sebagai berikut :
1) Melengkapi surat-surat izin penelitian.
2) Melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing dan pihak sekolah mengenai rencana teknis penelitian.
3) Membuat perangkat dan instumen penelitian b. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini, peneliti melakukan observasi ke sekolah untuk mengumpulkan data-data berupa dokumentasi hasil belajar peserta didik serta segala sessuatu yang berhubungan dengan skripsi ini.
Pengolahan data hasil penelitian menggunakan dua statistik yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebelum diadakan uji statistik, data yang ditemukan di lapangan harus diolah terlebih dahulu. Untuk pengolahan data kuantitatif, dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Editing (mengedit data) b) Coding data (mengkode data)
c) Memberikan skor pada option yang diberikan oleh responden.
d) Memasukkan data kedalam tabel beberan data.
2. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan kegiatan yang dilakukan setelah seluruh data terkumpul. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan analisis statistik inferensial. Berikut penjelasannya:
a. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif adalah bentuk analisis untuk menggambarkan berbagai karakteristik data yang berasal dari suatu sampel.10 Statistik deskriptif adalah statistic yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. 11Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1) Membuat tabel distribusi frekuensi dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Menentukan rentang nilai, yaitu data terbesar dikurangi data terkecil R = Xt – Xr
Keterangan:
R = Rentang nilai Xt = Data terbesar Xr = Data terkecil
b) Menetapkan banyaknya kelas dengan aturan sturges
10 Wiratna Sujarweni, Metodologi Penelitian Lengkap, Praktis, dan Mudah Dipelajari (Cet. I; Yogyakarta: Pustaka Baru Press, 2014), h. 105.
11 Leny Nofianti Dan Qomariah, “Metode Penelitian Survey” Jurnal Sains&Seni, Vol. 6
No. 1, h. 55-56.
37
K = 1 + 3,3 log n c) Menghitung panjang kelas interval
Keterangan:
P = Panjang kelas interval R = Rentang nilai
K = Kelas interval.
d) Menghitung rata-rata (mean) dengan rumus:
⃐ =
∑∑
Keterangan:
̅ = Rata-rata yang dicari xi = Nilai tengah
Fr = Frekuensi e) Menghitung standar deviasi
√∑ Keterangan:
SD = Deviasi standar ̅ = Mean
Xi = Titik tengah kelas interval ke-i fi = Frekuensi kelas interval ke-i n = Jumlah populasi
f) Kategorisasi
Pengkategorian dilakukan berdasarkan mean (Mi) dan standar deviasi (SDi) yang diperoleh. Adapun rumus yang digunakan untuk menentukan mean dan standar deviasi adalah sebagai berikut:
Mi = 1/2 (Skor tertinggi + Skor terendah) SDi = 1/6 (Skor tertinggi – Skor terendah)
Untuk mengetahui kategorisasi tinggi, sedang dan rendah maka menggunakan klasifikasi sebagai berikut:
Tabel 3.4 Kategorisasi Nilai
Interval Kategori
x ≥ (Mi + 1,0 * SD) Tinggi
(Mi – 1,0 * SD ) ≤ x (Mi + 1,0 * SD) Sedang
x (Mi – 1,0 * SD) Rendah
Setelah diketahui kategorinya, maka akan dihitung dengan rumus presentase sebagi berikut:
x 100 Keterangan:
P = Presentase F = Frekuensi N = Jumlah subjek
b. Analisis Statistik Inferensial
Analisis statistik inferensial sering disebut sebagai statistika induktif yang merupakan statistika yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan
39
hasilnya akan digeneralisasikan atau disimpulkan untuk populasi dari asal sampel itu diambil.12 Analisis inferensial dibagi menjadi dua, yaitu:
1) Analisis Uji Prasyarat a) Uji Normalitas
Uji normalitas adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mengetahui apakah data berasal dari populasi yang terdistribusi normal atau berada dalam sebaran normal.13. Data yang berdistribusi normal merupakan asumsi yang diperlukan untuk menguji hipotesis.14 Data yang baik itu adalah data yang normal dalam pendistribusiannya. Dengan rumus chi kuadrat sebagai berikut:
= ∑
Keterangan:
X2 = Uji chi kuadrat
F0= Data frekuensi yang diperoleh dari sampel Fh= frekuensi yang diharapkan dalam populasi b) Uji Homogenitas
Uji homogenitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah asumsi sampel yang diambil dari populasi memiliki varian yang sama (homogen) dapat diterima.
Dengan rumus sebagai berikut:
Fhitung =
Sampel dikatakan memiliki varian homogen apabila Fhitung lebih kecil dari pada Ftabel pada taraf signifikan 5%.
12 Yeri Sutopo dan Achmad Slamet, Statistik Inferensial (Cet. I; Yogyakarta: Penerbit
Andi, 2017), h. 2.
13 Nuryadi dkk, Dasar Dasar Statistik Penelitian (Yogyakarta: PT SIBUKU MEDIA,
2017), h. 79.
14 Suyono, Analisis Regresi Untuk Penelitian (Yogyakarta: DEEPUBLISH, 2015), h. 26.
2) Analisis Statistik Regresi Sederhana
Model regresi sering digunakan untuk mengetahui atau meramalkan atau memprediksi pengaruh variabel X terhadap variabel Y yang diamati. Analisis regresi dipergunakan untuk mengetahui hubungan kausal antara variabel X dan Y berdasarkan teori-teori yang ada.15 Untuk melakukan analisis regresi maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Menentukan persamaan regresi Y atas X ŷ= α + b×
Keterangan:
ŷ = variabel terikat x = variabel bebas
α = penduga bagi intersap (α)
b = penduga bagi koefisien regresi (β)
Rumus yang dapat digunakan untuk mencari a dan b adalah:
α =
∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑b =
∑ ∑ ∑ ∑ ∑b) Uji signifikan koefesien persamaan regresi
Langkah-langkah perhitungannya adalah sebagai berikut:
(1) Menghitung galat baku taksiran (standar eror) = RJK (S) (2) Menghitung penduga untuk α dan β
∑ ∑
15 Paiman, Teknik Analisis Korelasi & Regresi Ilmu-Ilmu Pertanian, (Yogyakarta: PT
UPY Press, 2019), h. 31.
41
∑ (3) Menghitung statistik uji-t
H0 = β ≤ 0 (Koefisien regresi tidak signifikan) H1 = β > 0 (Koefisien regresi signifikan) Dimana:
H0 = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pelaksanaan program hafalan juz 30 terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran al- Quran Hadis di MTs Negeri 1 Kota Makassar.
H1 = Terdapat pengaruh yang signifikan antara pelaksanaan program hafalan juz 30 terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran al- Quran Hadis di MTs Negeri 1 Kota Makassar.
dan
42 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah Berdirinya MTs Negeri 1 Kota Makassar
Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Makassar adalah madrasah yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan yang letaknya di jalan A.P. Pettarani No. 1A, Makassar. Letak lokasi madrasah ini bersebelahan dengan Madrasah Aliyah (MAN 2 Kota Makassar), yang letaknya sangat strategis serta mudah dijangkau oleh kendaraan umum dari berbagai kota di Makassar maupun dari Kabupaten Gowa. Sebelum ditunjuk sebagai salah satu madrasah berstatus “Model (Percontohan)” di Makassar oleh Departemen Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Agama, Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Makassar dulunya bernama PGAN (Pendidikan Guru Agama Negeri) selama kurang lebih 4 tahun mulai dari tahun 1979-1982.
Pada tahun 1982 Departemen Agama Republik Indonesia melakukan perubahan status Madrasah dari PGAN menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri Ujung Pandang, yang selanjutnya pada tahun 1994 di tingkatkan statusnya sebagai salah satu madrasah percontohan di Provinsi Sulawesi Selatan. Seiring dengan terjadinya perubahan nama kota Ujung Pandang menjadi kota Makassar, maka pada tahun 1997 nama Madrasah juga mengalami perubahan menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Makassar.
Pada tahun 2015 sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Agama nomor 365 Tahun 2015 tentang perubahan nama Madrasah Aliyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Provinsi Sulawesi Selatan,
43
maka saat ini Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Makassar menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Makassar.
Sejak berdirinya Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Makassar sampai saat ini, jabatan Kepala Madrasah telah banyak mengalami pergantian dari rentang tahun 1978 sampai saat ini. Adapun nama-nama Kepala Madrasah adalah:
a. Dra. Hj. Sitti Hanillah (Periode 1978-1985) b. Drs. H. Abduh Djamali (Periode 1985-1992) c. Drs. Muhammad Natsir Katutu (Periode 1992-1994) d. Drs. H. M. Yusuf Husain (Periode 1994-1996)
e. Drs. Zainal Abidin (Periode 1996-1998)
f. Drs. H. Abdul Hamid Syah (Periode 1998-2002) g. Drs. H. Iskandar Fellang, M.Pd. (Periode 2002-2005) h. DR. Hj. Yuspiani, M.Pd. (Periode 2005-2012) i. DR. H. Wahyuddin Hakim, S.Pd., M.Hum. (Periode 2012-2013) j. Drs. H. Abdul Rafik, M.Pd. (Periode 2013-2016) k. Hj. Darmawati, S.Ag., M.Pd. (Periode 2017-2021) l. Zulfikah Nur, S.Pd.I., M.Pd.I. (Periode 2021-Sekarang)
2. Identitas Lembaga MTs Negeri 1 Kota Makassar
Nama Lembaga : MTsN 1 Kota Makassar
NSM : 121173710009
NPSN : 40320311
Kode Satuan Kerja : 309594
Alamat : Jl. A.P. Pettarani No. 1A Makassar
Provinsi : Sulawesi Selatan
Kab/Kota : Makassar
Kecamatan : Tamalate
Kelurahan : Mannuruki
Kode Pos : 90221
Titik Koordinat : Latitude (-5,172648) Longitude (119,431117)
Luas Tanah : 7980 m2
Luas Bangunan : 3569 m2
Telephone : (0411) 874-856
Email : [email protected].
Website : www.mtsn1kotamakassar.sch.id.
Slogan : Madrasah Hebat Bermartabat
Kriteria Akreditasi : A
Nilai Akreditasi : 93 (Amat Baik)
(Sesuai SK Penetapan Hasil Akreditasi BAP.S/M Nomor: 150/SK/BAP.SM/X/2016, Tanggal 26 Oktober 2016)
3. Visi dan Misi MTs Negeri 1 Kota Makassar a. Visi
ISTIKAMAH
Islam, Terampil, Inovatif, Berkarakter, Amanah, dan Berwawasan Lingkungan Hidup.
b. Misi
1) Menyelenggarakan sistem pendidikan yang berkarakter dan berorientasi pada peningkatan mutu.
2) Mewujudka lingkungan belajar yang sehat, hijau, nyaman, dan asri.
3) Menyiapkan peserta didik yang berkualitas, berdaya saing tinggi, dan berakhlakul karimah.
45
4. Tujuan MTs Negeri 1 Kota Makassar
Terwujudnya kemampuan yang berkualitas di bidang IPTEK dan IMTAQ dengan indikator:
a. Menghasilkan output pendidikan yang memiliki prestasi dan keunggulan.
b. Meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah
c. Menghafal dan memahami surah-surah pendek Al-Qur‟an (Juz Amma) d. Dapat berbahasa Arab dan Inggris sehari-hari
e. Meningkatkan kemampuan profesional guru
f. Menciptakan lingkungan madrasah sebagai sumber belajar g. Meningkatkan peran serta masyarakat.
5. Keadaan Sarana dan Prasarana MTs Negeri 1 Kota Makassar
No. Nama Ruangan Jumlah Ket
1 Ruang Perkantoran 1 Baik
2 Ruang Guru 1 Baik
3 Ruang Kelas Siswa 35 Baik
4 Ruang Kurikulum dan Pengajaran 1 Baik
5 Ruang Perpustakaan 1 Baik
6 Laboratorium Kesenian dan Keterampilan 1 Baik
7 Laboratorium IPA 1 Baik
8 Laboratorium Komputer 1 Baik
9 Taman Holtikultura 1 Baik
10 Masjid 2 Lantai 1 Baik
11 Ruang OSIM, PRAMUKA, UKS, dan IRMAS 1 Baik
12 Ruang Bimbingan Konseling 1 Baik
13 Koperasi Madrasah 1 Baik
14 Lapangan Olahraga Outdoor 1 Baik
15 Ruang Aula 1 Baik
16 Ruang Marching Band 1 Baik
17 Taman Belajar Siswa 1 Baik
18 Kantin Kejujuran 1 Baik
19 Kantin Umum 8 Baik
20 Tempat Parkir Kendaraan 1 Baik
21 Toilet 26 Baik
Sumber Data : Ruang Tata Usaha MTs Negeri 1 Kota Makassar B. Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini akan menjawab rumusan masalah yang terdapat pada bab pendahuluan, peneliti menetapkan 3 rumusan masalah yang akan dijawab.
Rumusan masalah 1 dan 2 dijawab dengan menggunakan analisis statistik deskriptif, sedangkan rumusan masalah ke-3 dijawab dengan menggunakan analisis statistik inferensial, dalam hal ini analisis statistik inferensial sekaligus akan menjawab hipotesis yang telah diajukan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan program hafalan juz 30 terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur‟an Hadis di MTs Negeri 1 Kota Makassar. Penelitian ini memiliki 2 variabel yakni variabel x adalah pelaksanaan program hafalan dan variabel y adalah hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur‟an Hadis. Dengan demikian, penelitian yang dilakukan oleh peneliti menjawab tiga rumusan masalah yang telah diajukan dalam skripsi ini. Rumusan masalah pertama dan kedua dijawab dengan analisis deskriptif yaitu untuk mengetahui gambaran dari masing-masing variabel yang dihitung dengan cara manual. Adapun rumusan masalah ketiga dijawab menggunakan statistik inferensial untuk uji normalitas, uji homogenitas, dan uji regresi linear sederhana dengan menggunakan SPSS Statistik versi 25. Hasil penelitian yang diperoleh digambarkan sebagai berikut
1. Pelaksanaan Program Hafalan Juz 30 di MTs Negeri 1 Kota Makassar Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 17 Januari 2022, diperoleh hasil pengumpulan data melalui instrumen angket dengan 15 poin pernyataan yang diberikan kepada 40 peserta didik kelas IX-8 di MTs Negeri 1 Kota Makassar. Adapun indikatornya adalah manfaat pelaksanaan
47
program hafalan, waktu pelaksanaan, tanggapan peserta didik terkait dengan program hafalan juz 30 dan tujuan mengikuti program tersebut.
Berikut adalah hasil data angket tentang pelaksanaan program hafalan juz 30 peserta didik, yaitu sebagai berikut :
Tabel 4.1 Hasil Perhitungan Angket Pelaksanaan Program Hafalan Juz 30
NO NAMA PROGRAM HAFALAN
1 A. BASO PANGURISENG 38
2 AHMAD ARAJHI PARAWANSA 47
3 AHMAD NUR YULHAIDIR 37
4 AKASYAH SYARAFANA 48
5 ALZA NURIZZAH TIRO 46
6 ARIMBI POETRI UTAMI 43
7 ARYKA FITRAH 40
8 ATHIRA ALYAFARRAS MUHLIS 45
9 CAHAYA ANNISA 38
10 DWI ANDINI PUTRI M 49
11 FARRAS DHAU ATHAYA 39
12 FATHIYAH REZKY AZIS 49
13 FATHIMAH FASHA ARRIZKI 39
14 FRILLA IQLIMANTI ANDRIA M. 50
15 HAFIZAH NURUL FADHILLAH 46
16 IRGI AHMAD FAHREZI 48
17 M. AL FIQRI ANUGRAH
RAMADHAN 42
18 M. MIFTAHUL KAHFI PUTRA 41
19 M. MUFID ADITYA 40
20 M. NAWED RIZQ SHAD SHAIKH 39
21 M RIFFAT SOAMOLE 40
22 MUAMMAR NUR KHALIS PUTRA
M 47
23 MUH ARYA MULK ALFAROUQ 40
24 MUH ATHAYA FADILLAH R. 41
25 MUH MIFTAH PUTRA MAKSUM 40
26 MUH ZIDAN ATHAYA 43
27 MUHAMMAD AHNAF SHAFWAN
J. 38
28 MUHAMMAD AMMAR MUFID 39
29 MUHAMMAD KHAISAR SURYA I. 45
30 MUHAMMAD SYAHRUL
RAMADHAN 39
31 MUTHIAH RIDWAN 49
32 NADHIFAH NAJWA SABILAH R 48
33 NAFISAH RAMADHANI 52
34 NINDYA FADZILA 49
35 NUR ALBANIA 54
36 QAMARUZAMAN 40
37 RAJENDRA SIDDIQ ADNAN
SAPUTRA 38
38 REVANGGA DWI FIRMANSYAH
M. 40
39 TIARA PUSPITA SARI 44
40 ZALIKA AFARI AZURA PUTRI Z. 46
Sumber : Hasil data angket item nomor 1 s/d 15 tentang program hafalan juz 30 Tabel di atas di olah oleh peneliti secara manual untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan program hafalan juz 30. Maka didapatkan hasil sebagai berikut :
1) Menghitung rentang nilai R = Xt -Xt
= 52 – 37
= 17
2) Banyak kelas (K) K = 1 + 3,3 log n
49
= 1 + 3,3 log 40
= 1 + 3,3 (1,6)
= 1 + 5,28
= 6,28 (dibulatkan menjadi 6)
3) Menghitung panjang kelas (interval kelas) P =
=
= 2,8 (dibulatkan menjadi 3)
Berdasarkan hasil data di atas dapat diketahui bahwa banyak kelas adalah 6,28 (dibulatkan menjadi 6), dan interval kelas adalah 2,8 (dibulatkan menjadi 3).
Maka dapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi sebagai berikut :
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Data Dari Angket Pelaksanaan Program Hafalan Juz 30
Interval Kelas
Frekuensi (fi)
Nilai Tengah
(xi)
(fi.xi) xi- ̅ ̅ fi. ̅
37-39 10 38 380 -7,5 56,25 562,5
40-42 10 41 410 -4,5 20,25 202,5
43-45 5 44 220 -1,5 2,25 11,25
46-48 8 47 376 1,5 2,25 18
49-51 5 50 250 4,5 20,25 101,25
52-54 2 53 106 7,5 56,25 112,5
Jumlah 40 373 1742 0 157,5 1008
4) Menghitung rata-rata (mean) Me = ∑
∑ =
= 43,55 (dibulatkan 44) 5) Menghitung standar deviasi (SD)
SD = √∑ ̅
= √ = √
= 5,07 (dibulatkan menjadi 5) 6) Kategorisasi skor responden
Dari pengamatan peserta didik, pelaksanaan program hafalan juz 30 dapat dilihat dengan melakukan kategori yang digunakan sebagai acuan dalam pengelompokkan skor setiap responden. Skor tersebut terlebih dahulu ditetapkan batasannya berdasarkan standar deviasi dan mean teoritisnya ( ̅ . Berdasarkan analisis deskriptif, maka diperoleh standar deviasi sebesar 5,07 (dibulatkan menjadi 5) dan nilai rata-rata sebesar 43,55 (dibulatkan menjadi 44). Adapun kategori pengaruh pelaksanaan program hafalan juz 30 berdasarkan pengamatan peneliti terhadap peserta didik dikelompokkan dalam tiga kategori yaitu: tinggi, sedang dan rendah. Adapun kategorinya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.3 kategori pengaruh pelaksanaan program hafalan juz 30 terhadap peserta didik di MTs Negeri 1 Makassar
No. Kategorisasi Skor Frekuensi (fi) Kategori Persentasi
1 x ≥ 50 2 Tinggi 7,5%
2 38 ≤ x < 50 37 Sedang 90%
3 x ≤ 38 1 Rendah 2,5%
Jumlah 40 100%
51
Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa dari 40 peserta didik MTs Negeri 1 Kota Makassar yang menjadi sampel pada penelitian ini, terdapat 2 peserta didik pada kategori tinggi dengan persentase 7,5%, 37 peserta didik dengan kategori sedang dengan persentase 90%, dan 1 peserta didik kategori rendah dengan persentase 2,5%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengaruh pelaksanaan program hafalan juz 30 di MTs Negeri 1 Kota Makassar termasuk pada kategori sedang.
2. Hasil Belajar Al-Qur’an Hadis di MTs Negeri 1 Kota Makassar
Untuk mengetahui hasil belajar Al-Qur‟an Hadis peserta didik, peneliti mengambil data nilai raport dalam bentuk file. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:
Tabel 4.4 Hasil Belajar Al-Qur’an Hadis Peserta Didik di MTs Negeri 1 Kota Makassar
NO NAMA HASIL BELAJAR
1 A. BASO PANGURISENG 85
2 AHMAD ARAJHI PARAWANSA 95
3 AHMAD NUR YULHAIDIR 80
4 AKASYAH SYARAFANA 90
5 ALZA NURIZZAH TIRO 95
6 ARIMBI POETRI UTAMI 94
7 ARYKA FITRAH 92
8 ATHIRA ALYAFARRAS MUHLIS 95
9 CAHAYA ANNISA 80
10 DWI ANDINI PUTRI M 95
11 FARRAS DHAU ATHAYA 80
12 FATHIYAH REZKY AZIS 94
13 FATHIMAH FASHA ARRIZKI 96
14 FRILLA IQLIMANTI ANDRIA M. 97
15 HAFIZAH NURUL FADHILLAH 96
16 IRGI AHMAD FAHREZI 93
17 M. AL FIQRI ANUGRAH
RAMADHAN 91
18 M. MIFTAHUL KAHFI PUTRA 90
19 M. MUFID ADITYA 92
20 M. NAWED RIZQ SHAD SHAIKH 85
21 M RIFFAT SOAMOLE 90
22 MUAMMAR NUR KHALIS PUTRA
M 92
23 MUH ARYA MULK ALFAROUQ 91
24 MUH ATHAYA FADILLAH R. 91
25 MUH MIFTAH PUTRA MAKSUM 90
26 MUH ZIDAN ATHAYA 92
27 MUHAMMAD AHNAF SHAFWAN J. 80
28 MUHAMMAD AMMAR MUFID 95
29 MUHAMMAD KHAISAR SURYA I. 80
30 MUHAMMAD SYAHRUL
RAMADHAN 85
31 MUTHIAH RIDWAN 94
32 NADHIFAH NAJWA SABILAH R 94
33 NAFISAH RAMADHANI 97
34 NINDYA FADZILA 94
35 NUR ALBANIA 97
36 QAMARUZAMAN 91
37 RAJENDRA SIDDIQ ADNAN
SAPUTRA 80
38 REVANGGA DWI FIRMANSYAH M. 95
39 TIARA PUSPITA SARI 93
40 ZALIKA AFARI AZURA PUTRI Z. 94
Sumber : Hasil data nilai raport Al-Qur‟an Hadis peserta didik
Berdasarkan tabel di atas, yang dihitung secara manual untuk memperoleh gambaran tentang hasil belajar peserta didik yaitu dengan cara :
53
1) Menghitung rentang nilai R = Xt -Xr
= 97 – 98
= 17
2) Banyak kelas (K) K = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 40
= 1 + 3,3 (1,6)
= 1 + 5,28
= 6,28 (dibulatkan menjadi 6)
3) Menghitung panjang kelas (interval kelas) P =
=
= 2,8 (dibulatkan menjadi 3)
Berdasarkan hasil data di atas, diketahui bahwa banyak kelas adalah 6,28 (dibulatkan menjadi 6), dan interval kelas adalah 2,8 (dibulatkan menjadi 3), maka hasil belajar peserta didik dapat ditampilkan pada tabel berikut ini:
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Peserta Didik di MTs Negeri 1 Makassar
Interval Kelasss
Frekuensi (fi)
Nilai Tengah
(xi)
(fi.xi) xi- ̅ ̅ fi. ̅
80-82 6 81 486 -7,5 56,25 337,5
83-85 3 84 252 -4,5 20,25 60,75
86-88 0 87 0 -1,5 2,25 0
89-91 8 90 720 1,5 2,25 18
92-94 12 93 1.116 4,5 20,25 243
95-97 11 96 1056 7,5 56,25 618,75
Jumlah 40 531 3630 0 157,25 1278
Berdasarkan tabel di atas, yang dihitung secara manual untuk memperoleh gambaran tentang hasil belajar peserta didik yaitu dengan cara:
1) Menghitung rata-rata (mean) Me = ∑
∑
=
= 90,75 (dibulatkan menjadi 91)
2) Menghitung standar deviasi (SD) SD = √∑ ̅
= √ = = 5,7 (dibulatkan menjadi 6) 3) Kategori skor responden
55
Hasil belajar peserta didik di MTs Negeri 1 Kota Makassar, akan diketahui tingkatan kategorinya. terlebih dahulu ditetapkan nilai batasan berdasarkan nilai SD yang diperoleh yaitu sebesar 5,7 (dibulatkan menjadi 4) dan rata-rata teoritisnya ̅̅̅ adalah 91. Adapun kategori hasil belajar yang ditetapkan adalah kategori tinggi, sedang dan rendah. berikut adalah tabelnya.
Tabel 4.6 Kategori Hasil Belajar Peserta Didik Di MTs Negeri 1 Makassar No.. Kategorisasi Skor Frekuensi (fi) Kategori Persentasi
1 X ≥ 96 3 Tinggi 7,5%
2 84 ≤ X < 96 31 Sedang 77,5%
3 ≤ X 84 6 Rendah 15%
Jumlah 40 100%
Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa kategori hasil belajar peserta didik terdapat 2 peserta didik kategori tinggi dengan persentase 7,5%, 32 peserta didik kategori sedang dengan persentase 77,5% dan 6 kategori rendah dengan persentase 15%. Jadi, kesimpulannya adalah hasil belajar Al-Qur‟an Hadis peserta didik di MTs Negeri 1 Kota Makassar termasuk dalam kategori sedang.
3. Pengaruh Pelaksanaan Program Hafalan Juz 30 terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di MTs Negeri 1 Kota Makassar
a. Uji normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah data penelitian yang dilakukan memiliki distribusi yang normal atau tidak. Teknik yang digunakan untuk pengujian normalitas pada penelitian ini adalah menggunakan uji Kolmogrov Smirnov melalui program SPSS versi 25. Ketentuan yang digunakan adalah, jika nilai signifikan > 0,05 maka data yang dimiliki berdistribusi normal.
Sebaliknya, jika nilai signifikan < 0.05, maka data sebarannya tidak normal.
Tabel 4.7 Hasil Tes Normalitas Kolmograf Smirnov Z Pada Pelaksanaan Program Hafalan Juz 30 terhadap Hasil Belajar Peserta Didik
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 40
Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 4.21847247 Most Extreme
Differences
Absolute .123
Positive .109
Negative -.123
Test Statistic .123
Asymp. Sig. (2-tailed) .127
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Dari tabel di atas, didapat hasil dari uji normalitas dengan nilai sig. 0,127
> 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data di atas yang didapatkan dari pengumpulan data berdistribusi normal.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah asumsi sampel yang diambil dari populasi memiliki varian yang sama (homogen) dapat diterima.
Pengujian homogenitas pada penelitian ini menggunakan rumus ANOVA (Analisis of Varians) melalui program SPSS for Windows 25 Version. Sampel yang diambil dari populasi dikatakan homogen jika nilai signifikan > 0.05, sebaliknya apabila nilai signifikan < 0.05 maka tidak dikatakan identik (tidak homogen).
57
Tabel 4.8 Hasil Tes Homogenitas Pada Pelaksanaan Program Hafalan Juz 30 terhadap Hasil Belajar Peserta Didik
Test of Homogeneity of Variances
Levene Statistic df1 df2 Sig.
Program Hafalan
Based on Mean 1.578 9 30 .167
Based on Median .673 9 30 .727
Based on Median and with adjusted df
.673 9 19.119 .723
Based on trimmed mean 1.413 9 30 .227
ANOVA
Program Hafalan
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 546.433 9 60.715 6.668 .046
Within Groups 273.167 30 9.106
Total 819.600 39
Berdasarkan tabel di atas, hasil analisis menunujukkan bahwa nilai signifikan yaitu 0,046 > 0,05 memiliki makna bahwa varians dari kedua data yang dibandigkan adalah homogen.
c. Analisis Regresi Sederhana
Tabel 4.9 variable entered/removed Variables Entered/Removeda
Model Variables Entered
Variables
Removed Method
1 Program Hafalanb . Enter
a. Dependent Variable: Hasil Belajar b. All requested variables entered.
Tabel variable entered/ removed menjelaskan tentang variabel yang dimasukkan serta metode yang digunakan. Dalam hal ini, variabel yang dimasukkan adalah variabel program hafalan sebagai variabel independen dan
hasil belajar sebagai variabel dependen dan metode yang digunakan adalah metode enter.
Tabel 4.10 model summary Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .632a .399 .384 4.274
a. Predictors: (Constant), Program Hafalan b. Dependent Variable: Hasil Belajar
Tabel model summary menjelaskan besarnya nilai korelasi hubungan (R) yaitu sebesar 0,632 dari output tersebut diperoleh determinasi (R square) yaitu sebesar 0,399. Jadi, dari 0,399 diperoleh r2 (100%) = 0,159(100%) = 15,9% besar pengaruh pelaksanaan program hafalan juz 30 terhadap hasil belajar sedangkan sisanya 84,1% dipengaruhi oleh fakto-faktor lain seperti pengaruh lingkungan dan lain-lain.
Tabel 4.11 ANOVA ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 461.475 1 461.475 25.267 .003b
Residual 694.025 38 18.264
Total 1155.500 39
a. Dependent Variable: Hasil Belajar b. Predictors: (Constant), Program Hafalan
Dari tabel ANOVA diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 25,267 dengan tingkat signifikan sebesar 0,003 < 0,05 maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel program hafalan atau dengan kata lain ada pengaruh
59
pelaksanaan program hafalan juz 30 (variabel X) terhadap hasil belajar Al-Qur‟an Hadis (variabel Y).
Tabel 4.12 Coefficients Coefficientsa
a. Dependent Variable: Hasil Belajar
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa konstanta (a) serta koefisien (b) persamaannya dapat dilihat pada kolom B tabel di atas, sehingga persamaan regresinya adalah Y= a+bx= 58,184 + 0,750X. Berdasarkan analisis dapat diketahui bahwa taraf nyatanya (α) dan nilai tabel sebesar α = 5% = 0,05/α/2
= 0,025. Kemudian diperoleh hasil analisis Thitung = 5,027 dan Ttabel = 2,028.
Sehingga diperoleh Thitung > Ttabel yaitu 5,027 > 2,028 dan nilai sig. 0,003 < 0,05 maka H0 ditolak. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program hafalan juz 30 berpengaruh terhadap hasil belajar al-Qur‟an hadis di MTs Negeri 1 Kota Makassar
d. Merumuskan Hipotesis
Ho = β ≤ 0 (koefisien regresi tidak signifikan) H1 = β > 0 (koefisien regresi signifikan)
Berdasarkan uji prasyarat analisis statistik, diketahui bahwa data pada penelitian ini berdistribusi normal dan bersifat homogen. Dengan demikian, pengujian hipotesis dapat digunakan dengan melihat hasil uji regresi linear
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
(Constant) 58.184 6.514 8.932 .000
Program Hafalan .750 .149 .632 5.027 .003