• Tidak ada hasil yang ditemukan

Instrumen Penelitian

Dalam dokumen pengaruh viral marketing terhadap minat (Halaman 61-69)

Variabel X Viral Marketing

C. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengukur nilai variabel yang nantinya akan diteliti.44 Secara lebih rinci Arikunto menjelaskan bahwasannya instrumen penelitian menjadi sebuah fasilitas atau alat yang digunakan oleh peneliti dengan tujuan mengumpulkan data agar penelitiannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik. Dalam artian, hasil penelitian tersebut menjadi lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah untuk diolah.45 Sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian ini adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian dengan tujuan agar data lebih mudah diolah dan menghasilkan penelitian yang berkualitas.

43 Olahan Data Peneliti, Operasional Variabel, 2023

44 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2014), 82.

45 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi (Jakarta:

Rineka Cipta, 2013), 77.

Dengan demikian, data yang telah terkumpul dengan menggunakan instrumen tersebut nantinya akan dideskripsikan, dilampirkan atau digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam suatu penelitian.

Sehingga, instrumen memiliki peranan penting di dalam penelitian.

Untuk mendapatkan data yang valid, reliabel dan juga objektif dalam penelitian kuantitatif maka diperlukan instrumen yang valid dan reliabel juga. Sehingga intrumen penelitian yang digunakan yakni dengan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas data. Proses uji validitas dan reliabilitas tersebut digunakan untuk menguji daftar pertanyaan serta melihat pertanyaan dalam kuesioner yang diisi responden sudah layak atau belum yang digunakan untuk mengambil data.46

1. Uji Validitas

Uji validitas adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui kelayakan dari tiap-tiap butir pernyataan dalam mendefinisikan variabel. Validitas merupakan suatu ukurun yang dapat menunjukkan tingkat kevalidan dari sebuah instrumen penelitian. Tingkat kevalidan instrumen dapat dilihat dari validitasnya. Jika validitasnya tinggi maka instrumen tersebut valid, dan jika validitasnya rendah maka instrumen tersebut kurang valid.47

Uji coba validitas yang digunakan dalam penelitian ini digunakan untuk menyatakan sejauh mana data yang diperoleh

46 V. Wiratna Sujarweni dan Poly Endrayanto, Statistika untuk Penelitian (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012), 41.

47 Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, 211.

melalui instrumen penelitian yang terdapat dalam kuesioner dengan cara diukur.48

Langkah dalam menguji validitas butir pertanyaan pada kuisioner yaitu mencari r hitung (angka korelasi Pearson) dengan menggunakan rumus:

rπ‘₯𝑦 = 𝑛 βˆ‘ π‘₯π‘¦βˆ’(βˆ‘π‘₯)(βˆ‘π‘¦)

√(𝑛 βˆ‘π‘₯2βˆ’(βˆ‘π‘₯)2) (π‘›βˆ‘π‘¦2βˆ’(βˆ‘π‘¦)2)

Di mana:

r : koefisien korelasi Pearson’s Product Moment n : jumlah individu dalam sampel

X : angka mentah untuk variabel X Y : angka mentah untuk variabel Y

Teknik pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan r hitung. Hasil r hitung dari output SPSS dalam setiap pernyataan kita bandingkan dengan r tabel df = n-2 dan menghitung taraf signifikansi 5% atau 0.05.

Untuk menganalisis kevalidan setiap butir kuesioner yaitu dengan melihat r tabel di mana jumlah responden (n) dalam penelitian ini ber-jumlah 30 orang, maka r tabel dalam penelitian ini sebesar 0.361. Jika nilai r hitung lebih besar besar dari r tabel maka item tersebut valid, sebaliknya jika nilai r hitung lebih kecil dari r tabel maka item tersebut tidak valid. Selanjutnya dengan menghitung taraf signifikansi (sig.2-tailed). Jika nilai signifikansi kurang dari 0.05

48 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, 121.

maka item tersebut valid, sebaliknya jika signifikansi lebih dari 0.05 dikatakan tidak valid.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas data digunakan untuk mengukur kestabilan dan konsistensi responden dalam menjawab pernyataan yang telah disediakan di kuesioner. Reliabilitas adalah angka yang menunjukkan sejauh mana alat pengukuran yang digunakan dalam penelitian tersebut dapat dipercaya dan dapat diandalkan.49 Dengan demikian, skala pengukuran dapat dinyatakan reliabel atau handal jika mampu menghasilkan hasil yang sama ketika pengukuran dilakukan berulang dan memiliki kondisi yang relatif sama.50

Uji reliabilitas menggunakan metode Alpha Cronbach dilakukan dengan cara membandingkan nilai alpha dengan r-table. Oleh karena itu, untuk melakukan uji reliabilitas, peneliti menggunakan bantuan SPSS 25.

49 Edi Kusnadi, Metodologi Penelitian Aplikasi dan Praktis (Jakarta: Ramayana Pers, 2008), 111.

50 Hardani dkk., Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif, Ed. Husnu Abad (Yogyakarta: CV.

Pustaka Ilmu Group, 2020), 393.

Tabel 3.2 Tingkat Reliabilitas Berdasarkan Nilai Cronbach’s Alpha

Alpha Tingkat Reliabilitas

0,0 sampai dengan 0,20

>0,20 sampai dengan 0,40

>0,40 sampai dengan 0,60

>0,60 sampai dengan 0,80

>0,80 sampai dengan 1,00

Kurang Reliabel Agak Reliabel Cukup Reliabel Reliabel

Sangat Reliabel

Untuk menguji reliabilitas pada penelitian ini digunakan metode Cronbach’s Alpha dengan nilai alpha 0.60. Jadi, jika nilai alpha tersebut lebih besar dari hasil output, maka dikatakan reliabel.

Sebaliknya, jika nilai alpha lebih kecil dari hasil output, maka dinyatakan tidak reliabel.51

D. Lokasi, Populasi, dan Sampel 1. Lokasi

Lokasi penelitian ini akan mendefinisikan letak tempat yang dipilih oleh peneliti untuk melakukan penelitian, baik pada proses penyebaran kuesioner maupun mendapatkan informasi data penelitian. Berdasarkan latar belakang masalah, rumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya, peneliti menentukan lokasi penelitian di dalam sebuah akun Instagram

51 Agus Eko Sujianto, Aplikasi Statstitik dengan SPSS (Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher, 2009), 96.

@madiunngemil yang dibuat sebagai media Viral Marketing dalam menyebarkan informasi kepada para konsumen atau pengguna Instagram.

2. Populasi

Populasi terdiri dari seluruh bagian objek atau fenomena- fenomena yang akan diteliti baik manusia, benda-benda, tumbuhan, sebagai gejala yang muncul, perolehan nilai tes dan sebagainya yang dapat diukur dan memiliki karakteristik tertentu dalam sebuah penelitian yang dilakukan.52 Oleh karena itu, lingkup dari populasi bukan hanya orang tetapi juga meliputi segala objek maupun benda- benda alam yang lainnya.

Populasi adalah wilayah generalisasi objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan nantinya akan ditarik sebagai kesimpulan. Dengan demikian, tujuan dari adanya populasi yakni untuk mengetahui seberapa besar sampel yang dapat diambil dari anggota populasi yang dapat membatasi wilayah yang digeneralisasi pada rubik penelitian tersebut.53 Populasi dalam penelitian ini adalah followers aktif akun Instagram @madiunngemil. Dengan jumlah followers sebesar 134.000 followers (diakses pada tanggal 18 Maret 2023) dan terus semakin bertambah seiring waktu.54

52 Metode Penelitian Kuantitatif, 361.

53 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, 133.

54 β€œInstagram Madiun Ngemil.”

3. Sampel

Sampel merupakan sebagian dari jumlah populasi yang dimiliki.

Sampel diperoleh melalui proses mereduksi dari keseluruhan individu dalam penelitian. Dalam hal ini, sampel yang diambil harus benar- benar dapat mencerminkan keadaan populasi yang ada, dengan artian hasil kesimpulan penelitian yang diangkat mencakup dari kesimpulan populasi yang ada.55

Dalam penelitian ini, peneliti memilih untuk menggunakan metode Non-Probability Sampling. Metode Non-Probability Sampling adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mengambil sampel yang tidak memberikan peluang yang sama kepada tiap-tiap individu yang menjadi bagian dari populasi penelitian untuk dipilih menjadi sampel.

Jenis pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti adalah Purposive Sampling, yakni sebuah teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara memilih secara acak dengan sengaja untuk menyesuaikan tujuan penelitian. Dengan perkataan lain, pengambilan sampel dalam teknik ini disesuaikan dengan tujuan penelitian dengan pertimbangan tertentu.56

Dalam proses pengambilan sampel ini yang menjadi pertimbangan adalah pengikut akun Instagram @madiunngemil yang akunnya tidak berstatus private account (akun pribadi yang tidak dapat diakses oleh orang lain, sehingga pengguna Instagram yang

55 Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif, 362.

56 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, 133.

bukan bagian dari followers-nya tidak dapat melihat foto, video, story dan bertukar pesan di Instagram). Pemilihan jumlah sampel tersebut didasarkan pada pendapat Roscoe yang memberikan saran-saran mengenai ukuran sampel yang layak digunakan dalam sebuah penelitian adalah antara 30 sampai dengan 700 tergantung pada cara pengambilan sampel yang digunakan dan pertanyaan dalam penelitian yang diajukan.57

Penentuan jumlah sampel dari populasi yang ada diambil menggunakan rumus Issac dan Michael. Rumus tersebut yakni:

𝑺 = β„·πŸ . 𝑡. 𝑷. 𝑸 π’…πŸ(𝑡 βˆ’ 𝟏) + 𝑷. 𝑸 Keterangan:

S = Jumlah sampel β„·2 = Chi kuadrat d = sampling error N = Jumlah populasi P = Peluang benar (0,5) Q = Peluang salah (0,5)

Melalui rumus Issac Michael ini, peneliti mengambil sampel sebanyak 70 dengan dibuktikan dengan rumus sebagai berikut:

57 Sugiyono, 143.

𝑺 = 𝟐, πŸ•πŸŽπŸ” βˆ™ πŸπŸ‘πŸ’. 𝟎𝟎𝟎 βˆ™ 𝟎, πŸ“ βˆ™ 𝟎, πŸ“ 𝟎, 𝟎𝟏 βˆ™ πŸπŸ‘πŸ‘. πŸ—πŸ—πŸ— + 𝟐, πŸ•πŸŽπŸ” βˆ™ 𝟎, πŸ“ βˆ™ 𝟎, πŸ“

𝑺 = πŸ—πŸŽ. πŸ”πŸ“πŸ 𝟏. πŸ‘πŸ’πŸŽ, πŸ”πŸ”πŸ”πŸ“

𝑺 = πŸ”πŸ•, πŸ”πŸπŸ”πŸ‘ dibulatkan menjadi 70.

Dalam dokumen pengaruh viral marketing terhadap minat (Halaman 61-69)

Dokumen terkait