Instrumen adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Dalam penelitian ini instrumen memiliki kedudukan yang sangat pentingkarena sebagai alat ukur sekaligus menjadi gambaran variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat penelitian hipotesis.
Maka dari itu benar tidaknya data tergantung baik tidaknya instrumen pengumpulan data. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes hasil belajar ilmu pengetahuan sosial (IPS). Tes hasil belajar ilmu pengetahuan sosial (IPS) ini merupakan tes objektif dalam pilihan ganda yang
8Riduwan, Dasar-dasar Statistik (Bandung: Alfabeta, 2014), h. 57.
9Sugiono, Op. Cit.h. 329
berjumlah 25 butir soal. Tes dilakukan sebelum pembelajaran (pretest) dan sesudah pembelajaran (postest). Skor yang digunakan dalam pilihan ganda adalah bernilai satu (1) untuk yang jawabannya benar, dan bernilai nol (0) untuk jawaban yang salah. Tes yang diberikan untuk mengukur kemampuan belajar IPS peserta didik. Sebelum digunakan untuk penelitian instrumen, instrumen terdiri dari 50 soal tersebut terlebih dahulu diuji coba kepada peserta didik di kelas atas guna mengukur validitas dan reliabilitas.
Tabel 6
Kisi-Kisi Instrumen Penilaian Tes Kompetensi Inti Kompetensi
Dasar Indikator Butir
Soal Tingkat Kognitif KI 1: Menerima,
menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI2:Menunjukka n perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam
berinteraksi dengan keluarga, teman, pendidik dan tetangganya.
2.1
Mengidentifikasi Keragaman sosial, ekonomi, budaya, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai
identitas bangsa Indonesia.
2.1.1 Menjelaskan pengertian
Bhinneka Tunggal Ika.
2.1.2
Menyebutkan pentingnya persatuan dalam keberagaman budaya.
2.1.3
Membandingkan bentuk keragaman suku bangsa dan budaya setempat.
1, 2, 3, 4, 21, 24, 25, 26, 27, 28.
5, 6, 7, 8, 22, 29, 32, 34, 40, 41.
9, 10, 11, 12, 13, 14, 30, 31, 43.
C1, C2, C1, C1,C2,C1,C1, C1,C1
C3, C3, C1, C2, C3, C1, C2, C2, C1,C1.
C3, C2, C2, C2, C2, C2, C1, C1, C3.
2.1.4 Memberikan contoh adat istiadat yang ada di masyarakat sekitar.
2.1.5 Menunjukan sikap menerima keragaman suku, bangsa dan budaya
15, 16, 17, 18, 19, 20, 23, 35, 37,38, 39, 44.
33, 36, 42, 45, 46, 47, 48,49,
50.
C2, C2, C2, C2, C1, C2, C1, C3, C1, C3, C2, C1.
C3, C1, C2, C1, C2, C3,C2, C1, C1.
KI3: Memahami Pengetahuan factual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang
dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
KI4:Menyajikan pengetahuan factual dalam bahasa yang
jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
Jumlah 50
F. Validitas dan Reliabilitas 1. Validitas Instrumen
Validitas merupakan derajat ketetapan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data “yang tidak berbeda” antara data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian.10 Uji yang digunakan adalah uji validitas isi (content validity)dan uji validitas kriteria (criteria related validity). Uji validitas isi dilakukan melalui validitas oleh dosen/pendidik yang memiliki keahlian di bidang materi IPS, untuk melihat kesesuaian standar isi materi yang ada di dalam instrument tes. Uji validitas kriteria dihitung dengan menggunakan program Excel. Pada
10Ibid. h. 363.
penelitian ini, soal yang akan digunakan adalah soal yang valid. Rumus yang digunakan untuk menghitung validitas item (butir soal) adalah rumus product moment yang rumus lengkapnya adalah sebagai berikut:
Ʃ (Ʃ ) (Ʃ )
⦋ Ʃ (Ʃ ) ⦌ ⦋ Ʃ (Ʃ ) ⦌
Keterangan:
: Angka indeks korelasi
N : Number of cases (banyak subyek yang dikenai tes) Ʃ : Jumlah hasil perkalian antara skor X dan Y
Ʃx : Jumlah skor X ƩY : Jumlah skor Y
Harga r hitung yang diperoleh dibandingkan dengan dengan taraf signifikansi 5 %. Jika harga > maka item soal yang diujikan memiliki kriteria valid.
2. Reliabilitas Instrumen
Reliabilitas instrumen adalah ketetapan atau ketelitian suatu alat evaluasi. Suatu alat evaluasi atau tes dikatakan reliabel jika tes tersebut dapat dipercaya, konsisten, atau stabil produktif. Teknik yang digunakan dalam menentukan reliabilitas tes dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan program Excel. Kualifikasi koefisien reliabilitas sebagai berikut:
Tabel 7
Kualifikasi Koefisien Reliabilitas11 Koefisien Korelasi Kriteria Reliabilitas
0,80-1,00 Sangat Tinggi
0,60-0,80 Tinggi
0,40-0,60 Cukup
0,20-0,40 Rendah
<0,20 Sangat Rendah
Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung reliabilitas saol pilihan ganda (Multiple Choise)yaitu rumus K-R 20, yaitu sebagai berikut:
= ( ) (
Ʃ)
Keterangan:
p : Subyek yang menjawab benar q : Subyek yang menjawab salah Ʃpq: Jumlah p x q
: Varians total
Harga r hitung yang diperoleh dibandingkan dengan dengan taraf signifikansi 5%. Jika harga > maka soal yang diujikan memiliki kriteria reliabel.
3. Tingkat Kesukaran
Tingkat kesukaran soal dipandang dari kesanggupan atau kemampuan peserta didik dalam menjawabnya, bukan dilihat dari sudut pendidik sebagai pembuat soal. Persoalan yang penting dalam melakukan analisis tingkat
11Rostina Sundayana, Op. Cit. h. 70.
kesukaran soal adalah penentuan proporsi dan kriteria soal yang termasuk mudah, sedang, dan sukar. Interprestasi mengenai tingkat kesukaran yang diperoleh menggunakan tabel klasifikasi adalah sebagai berikut:
Tabel 8
Klasifikasi Indeks Kesukaran Soal
Tingkat Kesukaran Klasifikasi
0,00 Terlalu Sukar
0,00 <TK ≤ 0,30 Sukar
0,30 <TK ≤ 0,70 Sedang/Cukup
0,70 <TK < 1,00 Mudah
TK = 1,00 Terlalu Mudah
Rumus yang digunakan untuk mengetahui tingkat kesukaran butir soal sebagai berikut:12
P =
Keterangan:
P: Angka indeks kesukaran item.
B: Banyaknya peserta didik yang menjawab benar.
Js: Jumlah seluruh peserta didik.
4. Daya Pembeda
Analisis daya pembeda mengkaji butir-butir soal dengan tujuan untuk mengetahui kesanggupan soal dalam membedakan peserta didik yang tergolong mampu (tinggi prestasinya) dengan peserta didik yang tergolong kurang atau
12Suharsimi Arikunto, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2015), h.
223.
lemah prestasinya. Artinya, apabila soal tersebut diberikan kepada anak yang mampu, hasilnya menunjukkan prestasi yang tinggi dan bila diberikan kepada peserta didik yang lemah, hasilnya rendah. Tes dikatakan tidak memiliki daya pembeda apabila tes tersebut, jika diujikan kepada anak berprestasi tinggi, hasilnya rendah, tetapi bila diberikan kepada anak yang lemah hasilnya tinggi.
Rumus yang digunakan untuk menghitung pembeda setiap butir soal yaitu sebagai berikut:
DP = -
Keterangan:
DP: Daya pembeda suatu butir soal
: Banyaknya peserta didik kelompok atas : Banyaknya peserta didik kelompok bawah
: Banyaknya peserta didik kelompok atas yang menjawab soal dengan benar : Banyaknya peserta didik kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar
Daya pembeda yang diperoleh di interprestasikan dengan menggunakan klasifikasi daya pembeda sebagai berikut:
Tabel 9
Klasifikasi Daya Pembeda
Daya Pembeda Item soal memiliki daya pembeda jelek.
0 - 0,20 Item soal memiliki daya pembeda cukup.
0,20 - 0,40 Item soal memiliki daya pembeda baik.
0,40 - 0,70 Item soal memiliki daya pembeda sangat baik.
0.70 - 1,00 Item soal memiliki daya pembeda jelek.