• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menurut Suharsimi Arikunto instrument adalah β€œAlat bantu yang digunakan dalam mengumpulkan data itu”.54 Instrument dalam penelitian ini adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data. Instrumen yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Lembar Tes

Lembar tes yang akan diberikan adalah pretest dan posttest. Pretest diberikan untuk memperoleh data tentang kemampuan awal siswa mengenai materi pengolahan data, sedangkan posttest diberikan untuk mendapatkan data kemampuan siswa setelah melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan strategi LSQ.

Lembar tes ini berupa tes tertulis dengan menggunakan materi pengolahan data yang sesuai dengan indikator yang ada. Tes yang digunakan berbentuk essay dan terdiri dari 5 butir soal. Setiap butir memiliki kriteria skor yang berbeda-beda. Peneliti dalam menyusun butir soal dan kisi-kisi butir soal menyesuaikan dengan kompetensi dasar dan indikator yang telah ada. Jumlah soal yang diujikan adalah 5 butir.

54Ibid.94.

Peneliti dalam menyusun butir soal dan kisi-kisi butir soal menyesuaikan dengan kompetensi dasar dan indikator yang telah ada.

Berikut ini adalah kisi-kisi instrumen tes.Seperti pada Tabel3.2berikutini:

Tabel 3.2

Kisi-kisi Instrumen Tes

No Kompetensi Dasar Indikator Sebaran soal

C2 C3 C4

1. 3.5 Menjelaskan data yang berkaitan dengan diri peserta didik atau lingkungan sekitar serta cara pengumpulannya.

3.5.1 Menjelaskan cara penyajian data 3.5.2 Menganalisis yang berkaitan dengan penyajian data tunggal 3.5.3 Memahami berbagai bentuk penyajian data tunggal

3

1 2

2. 4.5 Mengidentifikasi data yang berkaitan dengan peserta didik atau lingkungan skeitar

serta cara

pengumpulannya.

4.5.1 Menyajikan data dalam bentuk tabel, diagram gambar (piktogram), diagram batang atau garis untuk menyelesaikan masalah

4.5.2 Menggunakan diagram gambar (piktogram), diagram batang atau garis untuk menyelesaikan masalah

4

5

Jumlah 2 1 2

Sebelum soal diberikan ke peserta didik, soal tes formatif tersebut diuji validitas, reabilitas, tingkat kesukaran, dan dayabeda.

Adapun rumus untuk mengujivaliditas, reabilitas, tingkat kesukaran, dan dayabeda adalah sebagai berikut:

a. Pengujian instrumen

Pengujian instrumen dilakukan untuk mengukur kelayakan intrumen untuk digunakan sehingga dapat menjadi alat ukur yang tepat dalam menjaring data yang dibutuhkan dalam menjawab masalah yang diteliti. Instrument yang diuji adalah soal tes formatif yang dikerjakan pada setiap akhir pembelajaran oleh peserta didik kelas V SDIT Al-Muhsin Metro. Pengujian dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

1) Validitas

β€œValiditas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen”.55Suatu instrumen valid apabila mempunyai validitas yang tinggi.

Pengukuran validitas instumen dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

π‘Ÿπ‘₯𝑦 = 𝑛 βˆ‘ π‘₯𝑦 βˆ’ (βˆ‘ π‘₯)(βˆ‘ 𝑦)

√(𝑛 βˆ‘ π‘₯2βˆ’ (βˆ‘ π‘₯2)). (𝑛 βˆ‘ 𝑦2βˆ’ (βˆ‘ 𝑦)2) Keterangan : rxy = Koefisien Korelasi.

X = Skor item butir soal.

Y = Jumlah skor total tiap soal.

n = Jumlah responden.56 2) Reliabilitas

Uji reabilitas digunakan menunjukkan sejauh mana soal tes formatif sebagai alat ukur yang dapat dipercaya atau diandalkan. Pengukuran reliabilitas dalam penenlitian menggunakan rumus Alpha-Cronbach:

55Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006). 168.

56Ibid. 170

π‘Ÿ11= ( 𝑛

𝑛 βˆ’ 1) (1 βˆ’βˆ‘ 𝜎12 𝜎12 )

Keterangan : π‘Ÿ11 = Reliabilitas yang dicari

βˆ‘ 𝜎12 = Jumlah varians nilai item 𝜎12 = Varians total

𝑛 = Banyaknya butir soal Untuk varians butir soal sebagai berikut:

𝜎12 = βˆ‘ π‘₯2βˆ’(βˆ‘ π‘₯)𝑁 2 𝑁 Keterangan : 𝜎12 = Varians

(βˆ‘ π‘₯)2= Jumlah data yang dikuadratkan

βˆ‘ π‘₯2 = Jumlah kuadrat data 𝑁 = Banyaknya data

Kriteria yang diharapkan untuk indeks pengisian relibilitas adalah seperti pada Tabel3.3berikut:

Tabel 3.3

Kriteria Penafsiran Indeks Pengisian Reliabilitas Besarnya Interprestasi Antara 0,800 – 1,00 Sangat Tinggi

Antara 0,600 – 0,800 Tinggi Antara 0,400 – 0,600 Cukup Antara 0,200 – 0,400 Rendah

Antara 0,00 – 0,200 Sangat Rendah57

Tingkat reabilitas soal tes formatif yang diharapkan adalah kriteria cukup, tinggi, dan sangat tinggi sesuai interprestasi diatas. Jika

57Rostina Sundayana, Statistika Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2014). 69-70.

soal tes memenuhi kriteria yang diharapkan maka soal tes tersebut diberikan kepada sampel. Dengan demikian tes tersebut dapat digunakan dalam penelitian.

3) Tingkat Kesukaran

Untuk mengetahui taraf kesukaran dari tes uraian dapat dicari dengan menggunakan rumus :

TK =

𝑆𝐴+𝑆𝐡

𝐼𝐴+𝐼𝐡

Keterangan:

TK = Tingkat kesukaran

SA = Jumlah skor kelompok atas SB=Jumlah skor kelompok bawah IA=Jumlah skor ideal kelompok atas IB=Jumlah skor ideal kelompok bawah

Besar tingkat kesukaran soal berkisar antara 0,00 sampai 1,00 yang dapat diklasifikasikan dalam lima kategori seperti pada Tabel3.4 berikut:

Tabel 3.4

Interpretasi Tingkat Kesukaran

Besarnya TK Kategori tingkat soal

TK = 0,00 Terlalu Sukar

0,00 < TK ≀ 0,30 Sukar 0,30< TK ≀ 0,70 Sedang/cukup 0,70 < TK < 1,00 Mudah

TK = 1,00 Terlalu Mudah

4) Daya Pembeda

Daya pembeda item adalah kemampuan suatu butir item tes hasil belajar untuk dapat membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah.

Daya pembeda (DP) dari sebuah butir soal menyatakan seberapa jauh kemampuan butir soal tersebut mampu membedakan antara siswa yang mengetahui jawabannya dengan siswa yang tidak bisa menjawab soal tersebut (testee yang menjawab salah). Rumus dan tabelyang menentukan daya pembeda sebagai berikut:

DP = π‘†π΄βˆ’π‘†π΅πΌπ΄ Keterangan:

DP = Daya Pembeda

SA = Jumlah skor kelompok atas SB = Jumlah skor kelompok bawah IA = Jumlah skor ideal kelompok atas58

Tabel 3.5

Klarifikasi Daya Pembeda

Daya Pembeda (DP) Interprestasi Daya Pembeda

DP<0,00 Sangat Jelek

0,00<DP ≀ 0,20 Jelek 0,20< DP ≀ 0,40 Cukup 0,40< DP ≀ 0,70 Baik 0,70 < DP ≀ 1,00 Sangat Baik

58Ibid.76-77.

2. Lembar Observasi

Instrumen untuk metode observasi adalah lembar observasi yang digunakan untuk mendapatkan dataaktivitassiswa dan aktivitas guru (peneliti) ketika proses pembelajaran menggunakan strategi LSQ.

Instrumen ini akan peneliti dan kolaborator gunakan untuk mengamati aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajran LSQ yang diperoleh dari lembar observasi berupa cek list.

Kolaborator dalam penelitian ini, adalah wali kelas V yaitu Arni Rahmawati, S.Pd. Guru kelas tersebut yang akan mengamati dan menilai aktivitas belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran. Berikut kisi-kisi lembar observasi yang akan digunakan untuk mengamati aktivitas strategi LSQ dan aktivitas hasil belajar siswa:

a. Kisi-Kisi Lembar Observasi Strategi LSQ dan AktivitasSiswadalam Pembelajaran. Seperti pada Tabel3.6 dan 3.7berikut:

Tabel 3.6

Kisi-Kisi Lembar Observasi Strategi LSQ dalam Pembelajaran No

.

Aktivitas Yang Diamati

1. Guru memilihbahanbacaan yang sesuaidenganmateri 2. Guru

memintapesertadidikuntukmempelajaribacaansendirianataud enganteman

3. Guru memintasiswamemberitanda pada bagian- bagianbacaan yang tidakdipahami

4. Guru membuatkelompok dan

memintasiswauntukmembahaspoin-poin yang tidak di ketahui.

5. Guru memintasiswamenuliskanpertanyaantentangmateri

yang telahmerekabaca.

6. Guru memintasiswauntukmengumpulkanpertanyaan yang telah di tulis.

7. Guru menyampaikanmateriberdasarkanpertanyaan yang di tulissiswa.

Tabel 3.7

Kisi-kisi Lembar Observasi Aktivitas Siswa No Aktivitas yang Diamati

1 Partisipasisiswadalambelajarberpasangan

2 Siswamembuatpertanyaanhal-hal yang belum di mengerti 3 Siswamengumpulkanpertanyaan yang telahditulis

Dokumen terkait