• Tidak ada hasil yang ditemukan

Instrumen Praktikalitas Produk

G. Instrumen Pengumpulan Data

3. Instrumen Praktikalitas Produk

keandalan suatu instrumen. Hasil validasi instrumen tersebut dapat dipaparkan sebagai berikut:

a. validasi instrumen penelitian di validasi oleh 3 orang validator yaitu 1) Dr. Ambiyar,M.Pd 2) Prof. Dr. Mudjiran, MS, Kons, 3) Dr. Zulfani Sesmiarni, M.Pd. Berdasarkan hasil validasi oleh para ahli diperoleh validitas instrumen sebesar 0.82 (Valid)

b. Instrumen validasi aplikasi di validasi oleh 3orang validator yaitu 1) Dr. Wahyudi, S.Kom, M.Sc, 2) Dr. Jufriadif Na'am, S.Kom, M.Kom, 3) Dr. Yuhandri, S.Kom, M.Kom. Berdasarkan hasil validasi oleh para ahli diperoleh validitas aplikasi CBI-EP sebesar 0.89 (Valid)

c. Instrumen validasi buku panduan penggunaan aplikasi CBI-EP di validasi oleh 3 orang validator yaitu 1) Dr. Wahyudi, S.Kom, M.Sc, 2) Dr. Jufriadif Na'am, S.Kom, M.Kom, 3) Dr. Yuhandri, S.Kom, M.Kom. Berdasarkan hasil validasi oleh para ahli diperoleh validitas aplikasi CBI-EP sebesar 0.87 (Valid)

d. Instrumen validasi buku model CBI-EP di validasi oleh 3 orang validator yaitu 1) Dr. Wahyudi, S.Kom, M.Sc, 2) Dr. Ambiyar, M.Pd, 3). Prof. Dr. Mudjiran, MS, Kons Berdasarkan hasil validasi oleh para ahli diperoleh validitas aplikasi CBI-EP sebesar 0.91 (Valid) e. Berdasarkan hasil analisis menggunakan SPSS diperoleh 100 butir

pernyataan yang valid dari 115 butir pernyataan yang dirancang. Skor Cronbach’s Alpha untuk 100 butir yang valid adalah 0.974 dengan interpretasi butir soal yang memiliki reliabiliti sangat tinggi karena berada pada rentang 0.800 – 1.00

bersifat praktis jika suatu produk tersebut mudah digunakan oleh pengguna atau userfriendly. Penilaian kepraktisan oleh pengguna atau pemakai.

Terkait dengan aspek kepraktisan hasil penelitian (Nieveen, 1999) menjelaskan cara mengukur kepraktisan adalah dengan cara dilihat dari penjelasan pakar atau pengguna bahwa produk mudah dan dapat digunakan oleh pengguna. Sebuah produk disimpulkan praktis; pertama, praktis secara teoritis apabila produk dapat diterapkan di lapangan; kedua, produk disimpulkan praktis jika tingkat keterlaksanaan produk dikategorkan baik.

Lembar uji praktikalitas yang penulis gunakan, yaitu angket uji praktikalitas yang diisi oleh user (stakeholder) yaitu pakar, operator dan siswa. Kriteria yang digunakan untuk uji praktikalitas produk adalah sebagai berikut :

a. Memberikan skor jawaban dengan kriteria skala Likert

Tabel 3.21 Kriteria Uji Praktikalitas Berdasarkan Skala Likert

Sekor Keterangan

5 Sangat Baik

4 Baik

3 Sedang

2 Cukup

1 Kurang

b. Menentukan jumlah skor dari masing-masing penilai dengan menjumlahkan semua skor yang diperoleh dari masing-masing indikator.

c. Menentukan nilai praktikalitas dengan menggunakan formula :

= x 100%

Dimana :

N = Nilai yang diperoleh

BP = Bobot yang diperoleh dari angket BM = Bobot maksimal dari angket

d. Kriteria skala likert dimodifikasi sesuai dengan penilaian praktikalitas

Tabel 3.22 Persentase Kriteria Uji Praktikalitas Sekor Persentase % Keterangan

5 90 - 100 Sangat Praktis

4 80 - 89 Praktis

3 65 - 79 Cukup Praktis 2 55 – 64 Kurang Praktis 1 00 – 54 Tidak Praktis e. Kisi-kisi instrumen praktikalitas produk

Tabel 3.23 Kisi-Kisi Uji Praktikalitas Aplikasi CBI-EP.

No Instrumen Uji

Validasi Jml Item Nomor Item

1 Aspek Format 6 1,2,3,4,5,6

2 Aspek Isi 6 7,8,9,10,11,12

Tabel 3.24 Kisi-Kisi Uji Praktikalitas Buku Model CBI-EP.

No Instrumen Uji

Validasi Jml Item Nomor Item

1 Aspek Format 5 1,2,3,4,5

2 Aspek Isi 7 6,7,8,9,10,11,12

Tabel 3.25 Kisi-Kisi Uji Praktikalitas Buku Panduan Pengunaan CBI-EP.

No Instrumen Uji Validasi

Jml Item Nomor Item

1 Aspek Format 5 1,2,3,4,5

2 Aspek Isi 7 6,7,8,9,10,11,12

Sebelum digunakan, semua instrumen praktikalitas terlebih dahulu divalidasi oleh ahli/ pakar. Validitas instrumen (angket) bertujuan untuk mengetahui kehandalan atau kesaihan suatu instrumen. Hasil praktikalitas tersebut dapat dipaparkan sebagai berikut:

a. Instrumen angket respon siswa terhadap kepraktisan aplikasi dan buku panduan diperoleh nilai kepraktisan sebesar 85.82 untuk aplikasi dan 84.86 untuk buku panduan (praktis)

b. Instrumen angket respon operator terhadap kepraktisan aplikasi, buku model dan buku panduan penggunaan diperoleh nilai kepraktisan sebesar 91.11 untuk kepraktisan aplikasi (sangat praktis), sebesar 88.48 untuk kepraktisan buku model (praktis), sebesar 90.38 untuk kepraktisan buku panduan penggunaan aplikasi. (sangat praktis) 4. Instrumen Efektivitas Produk

Uji efektivitas merupakan tahap terakhir dalam pengujian produk.

Uji efektivitas adalah mengukur kesesuaian antara hasil produk dengan tujuan yang akan dicapai. Aspek keefektivan dalam pengembangan sangat penting untuk mengetahui tingkat penerapan teori atau model dalam situasi tertentu.

Van der Akker (1999) menjelaskan cara menguji tingkat keefektifan sebuah produk. kefektifan mengacu pada tingkat konsistensi pengalaman dengan tujuan. Sementara (Nieveen, 1999) menjelaskan produk yang dirancang konsisten peleksanaannya antara harapan dengan kenyataan.

Tingkat keefektifan dapat diartikan sebagai tingkat penghargaan pengguna dalam mempelajari atau menggunakan produk, dan adanya keinginan untuk terus menggunakan produk tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, dalam penelitian ini efektivitas diuji dengan melihat hasil produk dengan tujuan yang akan dicapai. Lembar efektivitas berupa angkat yang berisi pernyataan untuk melihat kesesuaian hasil produk dengan tujuan yang akan dicapai.

a. Memberikan skor jawaban dengan kriteria skala Likert

Tabel 3.26 Kriteria Uji Efektivitas Berdasarkan Skala Likert

Sekor Keterangan

5 Sangat Baik

4 Baik

3 Sedang

2 Kurang

1 Sangat Kurang

b. Penentuan kepraktisannya dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dengan rumus persentase kemudian melakukan konversi dari data kuantitatif ke kualitatif seperti ditunjukkan pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.27 Konversi Data Kuantitatif ke Data Kualitatif untuk Efektivitas

No. Skala Data Kuantitatif Data Kualitatif

1. 1 90 % - 100 % Sangat Efektif

2. 2 80 % - 89 % Efektif

3. 3 65 % – 79 % Sedang

4. 4 90 % - 100 % Tidak Efektif

5. 5 80 % - 89 % Sangat Tidak Efektif

c. kisi-kisi instrumen efektivitas

Lembar efektivitas juga dilihat dari angket tentang penerapan model inventori kepribadian entrepreneurship di SMK 1 Muhammadiyah Padang dan SMKN 4 Padang. Lembar efektivitas tersebut disusun berdasarkan kisi-kisi instrumen sebagai berikut:

Tabel 3.28 Kisi-Kisi Angket Efektivitas Inventori Kepribadian Entrepreneurship

No Instrumen Uji

Validasi Jml Item Nomor Item

1 Kejelasan Tujuan 6 1,2,4,5,6,7

2 Kejelasan Strategi 3 8,9,11

3 Perencanaan yang

Matang 1 12

4 Tersedianya Sarana dan Prasarana

3 13,14,15

5 Pelaksanaan yang Efektif dan Efisien

6 16,17,18,19,20,25 6 Penyusunan Program

yang Tepat 3 22,23,24

7 Pengawasan dan

Pengendalian 5 26,27,28,29,30

Berdasarkan hasil analisis dari instrument efektivitas diperoleh nilai keefektifan sebesar 82,47 (Efektif). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dari 30 butir pernyataan, terdapat 3 butir pernyataan yang tidak valid yakni butir soal nomor 3, 10 dan 21. Butir pernyataan dianggap tidak valid karena memiliki skor Corrected Item-Total Correlation yang < 0.361 sebagai harga kritis r tabel untuk N (sampel ujicoba) = 30

Tabel 3.29 Case Processing Summary

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 30 100.0

Excludeda 0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Tabel 3.30 Reability Statistics

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.934 27

Skor Cronbach’s Alpha untuk 27 butir yang valid adalah 0.934 dengan interpretasi butir soal yang memiliki reliabiliti sangat tinggi karena berada pada rentang 0.800 – 1.00

H. Jenis Data dan Sumber Data a. Jenis Data

Jenis data penelitian ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari validator (pakar), operator dan siswa yang diambil melalui angket pengujian validitas, praktikalitas serta efektivitas Model dan perangkat Model

b. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah:

1) Data Validasi inventori kepribadian entrepreneurship diperoleh dari instrumen yang diisi oleh validator yang merupakan pakar pendidikan bidang Kewirausahaan, Evaluasi, Bahasa dan Sastra, Teknologi Informasi, Praktisi Kewirausahaan dan Psikologi.

2) Data Praktikalitas inventori kepribadian entrepreneurship diperoleh dari penilaian operator dan siswa SMK yang menggunakan model inventori kepribadian entrepreneurship 3 orang operator dan Siswa yang mengikuti pengukuran kepribadian entrepreneurship berjumlah 30 orang sebagai sampel kelompok perlakuan.

3) Data Efektivitas diperoleh dari kesesuaian antara produk dengan tujuan dari pengembangan inventori kepribadian entrepreneurship uji efektivitas kepada 30 siswa SMK.