Therefore, this study, by all means, aims to develop a valid, practical and effective model of entrepreneurial personality, which can measure the potential of entrepreneurship itself using the expert system model. The instrument used to measure entrepreneurial personality was a non-test which was developed into an inventory based on indicators of entrepreneurial personality.
Latar Belakang Masalah
Sedangkan GEDI (Global Entrepreneurship Development Index) merupakan instrumen untuk mengukur kinerja kewirausahaan dari 120 negara di dunia. Indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja kewirausahaan adalah sikap, keterampilan dan aspirasi (Ács, Szerb, & Autio, 2017; Mahmood et al., 2015).
Identifikasi Masalah
Oleh karena itu sangat penting untuk mengembangkan instrumen pengukuran kepribadian kewirausahaan yang valid, praktis dan efektif yang disesuaikan dengan fungsi, tujuan, perkembangan usia pengguna dan budaya. Pentingnya mengukur kepribadian wirausaha pada sekelompok individu yang mempunyai potensi kepribadian wirausaha sebelum dibina dan dilatih agar hasil yang diperoleh optimal.
Batasan Masalah
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Bagi siswa sekolah menengah kejuruan dapat dijadikan sarana untuk mengetahui potensi siswa dalam berwirausaha. Selain itu model Computer Based Inventory (CBI) juga dapat digunakan sebagai media pemberian referensi karir bagi mahasiswa.
Manfaat Penelitian
Bagi pengelola (Sekolah Menengah Kejuruan) dapat digunakan sebagai alat konseling tidak langsung dan dapat meningkatkan pelaksanaan program Bimbingan dan Bimbingan Karir di sekolah menengah kejuruan. Computer Based Inventory (CBI) untuk mengetahui kepribadian wirausaha dan juga memberikan referensi karir bagi siswa SMK.
Spesifikasi Produk yang Dihasilkan
Sistem CBI-EP masih memiliki keterbatasan dalam memberikan kredensial karir, sedangkan CBI-EP hanya dapat memberikan kredensial karir bagi mahasiswa jurusan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Model CBI-EP memerlukan infrastruktur pendukung berupa laboratorium yang baik dan fasilitas internet, pada penelitian ini tidak semuanya memenuhi kebutuhan mahasiswa.
Definisi Operasional
Tes, Pengukuran Dan Penilaian Psikologi
Tes psikologi adalah suatu alat yang dapat memberikan informasi sewenang-wenang tergantung pada tujuan tes tersebut dirancang (Anastasi & Urbina, 2007). Menurut (Aeni, 2012), tes psikologi pada dasarnya adalah alat pengukuran pola perilaku yang obyektif dan terstandar.
Tes Kepribadian
Ketika lulusan kesulitan mencari pekerjaan, berwirausaha dapat menjadi salah satu langkah mencari nafkah dan bertahan hidup (Hendro, 2011). Banyak sekali tujuan berwirausaha yang bisa dimanfaatkan oleh lulusan perguruan tinggi untuk mewujudkan impiannya.
Pengembangan Karir
Pola karir yang diciptakan individu dalam kehidupannya dan upaya peningkatan potensinya digambarkan lebih jelas dalam pengembangan karir, dijelaskan pada gambar di bawah ini. Pengembangan karir adalah kegiatan yang dirancang untuk mempersiapkan seseorang untuk kemajuan jalur karir yang direncanakan. Berdasarkan gambaran di atas, maka prinsip dasar yang perlu dipahami dalam pengembangan karir dibagi menjadi 4 tahap, antara lain:
Model Pengembangan
Menurut Richey, penelitian penelitian dan pengembangan disebut juga penelitian model, yang bertujuan untuk menguji validitas atau efektivitas teknik dan proses model yang dikembangkan. Salah satu langkah penting dalam penelitian dan penelitian pengembangan adalah menghasilkan model berdasarkan permasalahan yang ditemui di lapangan dan kemudian menguji model yang baru dirancang atau dimodifikasi. Tahapan prosedur penelitian mengikuti langkah-langkah model yang dirancang agar sesuai dengan kebutuhan dan penerapan model.
Penelitian dan penelitian pengembangan dapat dilakukan dengan mengembangkan teknik yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan model yang dirancang.
Computer Based Test (CBT) a. Definisi CBT a.Definisi CBT
Sebuah studi kuantitatif yang dilakukan oleh De Raad et al (dalam Pervin et al, 2005) membandingkan banyak penelitian di Eropa dan menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang mirip dengan Lima Besar muncul di sebagian besar bahasa, namun faktor Keterbukaan muncul paling sedikit. Mengingat adanya perbedaan hasil, maka sangat perlu dilakukan pengujian terhadap item-item yang ada pada Big Five Inventory. BFI menggunakan kalimat pendek berdasarkan kata sifat yang diketahui mewakili lima faktor Lima Besar (John dalam John & Srivastava, 1999).
Kata sifat dalam faktor Lima Besar disajikan sebagai inti item yang ditambahkan informasi yang jelas, luas, dan kontekstual.
Konsep Dasar Kepribadian Holland
Perbandingan Kemampuan Pakar dan Sistem Pakar Menurut Arhami (2005), pakar dan sistem pakar mempunyai banyak perbedaan. Secara umum kecepatan penyelesaian masalah pada sistem pakar relatif lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan penyelesaian masalah yang dilakukan oleh pakar manusia. Biaya untuk menyewa seorang pakar lebih mahal dibandingkan dengan menggunakan program sistem pakar (dengan asumsi sistem pakar sudah ada).
Sistem pakar terdiri dari dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan dan lingkungan konsultasi (Turban, 1995).
Penelitian yang Relevan
Penelitian ini berjudul “Mengidentifikasi Potensi Kewirausahaan ICT Siswa Menggunakan Indikator Tipe Kepribadian Myers Briggs”. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tipe kepribadian pengembang perangkat lunak di Kuba, berdasarkan tipe kepribadian MBTI (Myers-Briggs Type Indicator). Bing Jiang (2013) dari Department of Economics Emory University Amerika Serikat melakukan penelitian dengan judul “Understanding the Entrepreneurial Personality” untuk mendapatkan wawasan mengenai kepribadian wirausaha.
Penelitian ini diberi judul “FELDA Youth Entrepreneurs and Personality-Environment Congruency” Penelitian ini bertujuan untuk mengukur faktor kepribadian wirausaha dan hubungan signifikannya dengan kinerja bisnis di kalangan wirausaha muda di Malaysia.
Kerangka Konseptual
Penelitian dan pengembangan merupakan suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang sudah ada dan dapat dipertanggungjawabkan. Produk yang dihasilkan tidak selalu berupa benda atau perangkat keras, seperti buku, modul dan/atau alat bantu pembelajaran, bisa juga berupa perangkat lunak, misalnya program komputer untuk pengolahan data, program pembelajaran di kelas atau laboratorium, dan sebagainya. , model pembelajaran, model pelatihan, model bimbingan, model evaluasi atau model manajemen (Sujadi, 2003). Menurut Gay, Mills, & Airasian (2009), tujuan utama penelitian R&D bukan untuk merumuskan atau menguji teori, namun untuk mengembangkan produk yang efektif untuk digunakan di sekolah.
Produk yang dihasilkan dari litbang antara lain: materi pelatihan guru, bahan ajar, materi media dan sistem manajemen.
Model Pengembangan
Tahap Pendefinisian (Define)
Analisis awal dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang mendasari pengembangan model inventori kepribadian wirausaha (CBI-EP) dengan menggunakan sistem pakar. Pada fase ini disajikan fakta dan alternatif solusi sehingga memudahkan dalam menentukan langkah awal pengembangan model inventarisasi kepribadian wirausaha (CBI-EP) menggunakan sistem pakar. Analisis konsep bertujuan untuk mengetahui konstruk dan isi instrumen inventarisasi kepribadian wirausaha berdasarkan teori kepribadian wirausaha yang diperoleh melalui studi literatur dan pengalaman para ahli wirausaha.
Analisis terhadap tujuan pengembangan model inventarisasi kepribadian wirausaha dilakukan untuk mengetahui indikator kinerja dalam pengembangan model inventarisasi kepribadian wirausaha dan mengukur efektivitas produk yang dikembangkan.
Tahap Perancangan (Design )
19 Saya tidak menyukai aktivitas rutin setiap hari 20 Saya suka melakukan aktivitas secara rutin. 93 Saya suka melakukan pekerjaan saya dengan sempurna 94 Saya tidak suka orang yang tidak menghargai waktu saya 95 Saya suka bekerja sendiri (individualis). 99 Saya tidak suka melihat orang lain mencapai lebih dari 100 Saya suka menetapkan tujuan di atas standar.
Arsitektur Sistem
Dari gambar diatas terlihat komponen-komponen dalam perancangan arsitektur sistem terdapat 5 komponen yaitu komponen basis pengetahuan, dimana komponen ini berisi aturan-aturan yaitu aturan-aturan untuk menentukan kecenderungan kepribadian wirausaha. Berisi tata cara membaca masukan pengguna berupa tanggapan kuisioner - Tata cara penentuan kepribadian. Komponen selanjutnya adalah Objek Penjelasan atau Explanation Devices, dimana komponen ini berisi tentang tata cara menampilkan daftar pertanyaan.
Bagian selanjutnya adalah user interface, dimana bagian ini berisikan form yang berisi data diri siswa.
Knowledge Base
Komponen selanjutnya adalah database, dimana database ini akan menyediakan biodata siswa yang pernah menggunakan sistem ini, data respon siswa, data kecenderungan siswa, dan data kepribadian siswa. Jadi sebelum menggunakan aplikasi ini siswa terlebih dahulu mengisi form ini, tujuannya agar sistem dapat mengenal pengguna yang akan menggunakan sistem ini, kemudian sistem akan menampilkan daftar pertanyaan yang harus diisi oleh pengguna sistem. Kemudian form ini juga menjadi sarana bagi sistem untuk membaca data dari angket respon siswa, dan komponen ini juga akan menampilkan hasil proses berupa kecenderungan kepribadian wirausaha siswa, persentase masing-masing kepribadian dan rekomendasi karir.
Aturan-aturan atau Rule untuk menentukan kepribadian entrepreneurship entrepreneurship
Rasional
Selain itu Belanda juga telah mengembangkan instrumen yang disebut Erasmus, Erasmus digunakan untuk mengukur Indeks Kewirausahaan pada suatu perusahaan (Mahmood et al., 2015). Malaysia juga mempunyai instrumen untuk mengukur Indeks Kewirausahaan, namun instrumen yang tersedia di Malaysia sedikit berbeda dengan beberapa negara lainnya. Instrumen atau alat ukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur sesuatu yang ingin diukur.
Berdasarkan penjelasan di atas, ada beberapa hal yang mendasari perlunya instrumen pengukuran kepribadian Kewirausahaan dimodifikasi atau dikembangkan untuk mengukur potensi diri dan kecenderungan Kewirausahaan pada siswa khususnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Tujuan Pembuatan Dokumen
Aplikasi Inventarisasi Kepribadian Kewirausahaan beralamat di www.cbt-ep.com, aplikasi ini merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk mengukur potensi diri dan kesiapan mental untuk menjadi seorang wirausaha, dan bertujuan untuk menemukan potensi manusia yang kreatif, inovatif, mandiri dan bernilai. sumber daya. .kewirausahaan dalam rangka meningkatkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 BAB V BAB 12 Ayat 1b menyatakan bahwa setiap peserta didik berhak memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya untuk mengembangkan potensi dirinya agar menjadi pribadi yang cakap, kreatif, mandiri dan bertanggung jawab (Depdiknas, 2003). .
Pihak Yang Berkepentingan Dan Berhak Menggunakan Dokumen Ini Dokumen Ini
Administrator juga diberikan hak akses untuk mengubah dan menghapus data yang dimasukkan dan Administrator diperbolehkan melakukan perubahan atau pembaruan data. Administrator diberikan hak akses untuk melihat laporan atau hasil pengukuran kepribadian wirausaha pengguna dan diperbolehkan berkomunikasi dengan pengguna. Administrator diberikan hak akses untuk mengontrol item pernyataan yang akan digunakan atau diisi oleh pengguna (menambah, mengedit dan menghapus).
Perangkat Lunak (Software)
Perangkat Keras (Hardware) Dan Jaringan Komputer
Anda minimal harus menguasai komputer baik hardware maupun software, selain itu administrator juga harus bisa mengatasi masalah jaringan. Administrator utama harus menguasai bahasa pemrograman khususnya PHP, memahami desain web, menguasai komputer (software dan hardware), menguasai jaringan. 2) Pengguna.
Struktur Menu
Administrator utama harus menguasai bahasa pemrograman khususnya PHP, memahami desain web, menguasai komputer (software dan hardware), menguasai jaringan.
Penggunaan Aplikasi CBI-EP
Langkah-langkah pendaftaran pengguna Aplikasi Inventarisasi Kepribadian Wirausaha dapat dilihat pada Gambar 3.8 Langkah-langkah pengisian formulir pendaftaran pengguna. Sebelum mendaftar, kunjungi terlebih dahulu www.cbt-ep.com untuk mengakses Aplikasi Inventarisasi Kepribadian Perusahaan. Setelah itu pilih menu registrasi, tujuan registrasi ini adalah untuk mendapatkan hak akses sebagai administrator situs www.cbt-ep.com. seperti terlihat pada gambar 3.14 Formulir permohonan pendaftaran pengurus inventaris kepribadian perusahaan.
Langkah-langkah pendaftaran administrator pada Aplikasi Inventarisasi Kepribadian Wirausaha dapat dilihat pada Gambar 3.15 Langkah-langkah pengisian formulir pendaftaran administrator.
Tahap Pengembangan (Develop)
Setelah dilakukan validasi ahli, dilakukan uji coba lapangan terbatas untuk mengetahui hasil penggunaan instrumen inventarisasi kepribadian wirausaha di kelas. Pengukuran pertama dilakukan terhadap 30 orang siswa di luar sampel penelitian.Instrumen yang ditentukan adalah instrumen penilaian kepribadian kewirausahaan dengan menggunakan sistem pakar, instrumen yang dikembangkan untuk fungsi praktis dari produk yang disampaikan.
Tahap Diseminasi (Diseminate)
Prosedur Pengembangan
Uji Coba Produk
Subjek Uji Coba
Jenis Data
Instrumen Pengumpulan Data
- Instrumen Pre-Research
- Instrumen Validitas Produk
- Instrumen Praktikalitas Produk
- Teknik Analisis Data
- Analisis Faktor
- Analisis Validitas Para Ahli (Expert)
- Analisis Praktikalitas
- Analisis Efektivitas
Data validasi diperoleh dari para ahli (expert opinion) yang memberikan masukan untuk menyempurnakan model inventarisasi kepribadian wirausaha yang dikembangkan dan alat terkait. Lembar efektivitas juga muncul dari angket penerapan model inventarisasi kepribadian untuk kewirausahaan di SMK 1 Muhammadiyah Padang dan SMKN 4 Padang. Dari hasil analisis dengan memasukkan seluruh item pada aspek kepribadian diperoleh hasil seperti pada tabel 3.31.
Penganalisisan Data Kepraktisan Pengembangan Model Inventarisasi Kepribadian Wirausaha (CBI-EP0) menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: a) Memberikan skor tanggapan dengan kriteria: 1 = Sangat Kurang (SK), 2 = Kurang Baik (KB), 3 = Sedang (SD), 4 = Baik (B) dan 5 = Sangat Baik (SB) b) Penentuan keterterapan praktis dilakukan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif.