• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV TEMUAN DAN ANALISA DATA

F. Interpretasi Peneliti

dalam berita akan dinilai sebagai isu yang penting di mata khalayak.6

Dengan lebih mengangkat satu isu dibandingkan isu lainnya, berarti Tempo.co menganggap kategori isu yang dimunculkan secara dominan lebih penting untuk diberitakan dibandingkan kategori isu lainnya. Salah satu indikator untuk mengukur agenda media adalah dengan melihat isu yang ditonjolkan oleh media. Dengan demikian hasil tersebut menunjukkan bahwa Tempo.co berfokus pada kategori yang berkaitan tentang kritikan terhadap pelarangan tersebut.

Wacana pelarangan cadar dan celana cingkrang di lingkungan instansi pemerintah menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Pemerintah pun didesak terbuka dalam pembahasan kebijakan peraturan tersebut. Di tengah keresahan masyarakat, Tempo.co banyak memuat berita tentang kritikan terhadap pelarangan tersebut. Hal ini memperlihatkan bahwa publik banyak yang tidak atau kurang setuju dengan adanya kebijakan tersebut dibandingkan yang setuju.

Selain itu, khalayak juga ikut meramaikan diskusi terkait isu tersebut melalui kolom komentar yang disediakan Tempo.co. Dari 32 judul berita terdapat

6 Eriyanto, Analisis Isi Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu-ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana, 2011), hal 196- 197.

komentar di beberapa pemberitaan sejumlah 69 komentar.

Berita dengan judul “Fachrul Razi Minta Maaf Soal Polemik Cadar dan Celana Cingkrang” memiliki komentar paling banyak dibandingkan berita lainnya yaitu sebanyak 34 komentar.

Gambar 2. Berita Tempo.co dengan Kolom Komentar

Peran media di era teknologi sekarang ini cukup signifikan untuk memberi edukasi kepada masyarakat dan

menjadi kontrol sosial dalam penyelenggaraan pemerintah.

Hal ini berupaya mengembangkan keingintahuan dan minat baca masyarakat terhadap berbagai persoalan yang terjadi. Pers di Indonesia pada umumnya dianggap sebagai kekuatan keempat dalam sistem politik kenegaraan setelah lembaga legislatif/parlemen, eksekutif (pemerintahan) dan yudikatif/kehakiman.

Sebagai pilar keempat dalam sistem politik, pers dapat berfungsi sebagai:7

1. Penyalur aspirasi masyarakat.

2. Pembentuk kecenderungan pendapat masyarakat (opini publik).

3. Kelompok penekan yang dapat turut memengaruhi dan mewarnai kebijakan politik negara.

4. Pembela kebenaran dan keadilan.

Dari keempat fungsi pers sebagai pilar keempat dalam sistem politik, media online Tempo.co yang dijadikan rujukan khalayak, berusaha menjalankan perannya untuk menyalurkan aspirasi masyarakat.

Tempo.co mengimplementasikan kedudukannya sebagai mediator antara persoalan isu pelarangan cadar dan celana cingkrang dengan apa yang ada di benak masyarakat atau khalayak pembaca. Dalam pemberitaan isu ini, Tempo.co

7 Saidulkarnain Ishak, Jurnalisme Modern, (Jakarta: Kompas Gramedia, 2014), hal 294.

telah menyalurkan aspirasi masyarakat dengan memuat pernyataan salah satu narasumber yakni Yusuf Mansyur.

Gambar 3. Berita Tempo.co

Selain itu, Tempo.co juga menerapkan fungsi pers sebagai kelompok penekan yang dapat turut mempengaruhi dan mewarnai kebijakan politik negara. Hal ini terlihat dari pemberitaan yang dimuat Tempo.co tentang proses kebijakan pelarangan tersebut diberlakukan. Wacana pelarangan cadar dan celana cingkrang pun dibahas dalam rapat kerja pemerintah yang dimuat Tempo.co dengan judul “DPR Panggil Menteri Agama Fachrul Razi Hari Ini”

pada Kamis, 7 November 2019, pukul 08.55 WIB yang terletak pada paragraf ketiga.

Gambar 4. Berita Tempo.co

Melihat fenomena media dan persoalan yang terjadi, dapat dilihat bahwa media massa dapat menjadi sarana persebaran informasi tentang isu wacana pelarangan cadar dan celana cingkrang serta informasi lain mengenai radikalisme. Selain itu media massa dapat bertindak sebagai kontrol sosial untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan di pemerintah dalam memutuskan kebijakan.

86 BAB V PENUTUP

A. Simpulan

Setelah menjelaskan dan menganalisa data yang telah ditemukan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan dalam pemberitaan pelarangan cadar dan celana cingkrang di Tempo.co periode 31 Oktober hingga 11 Desember 2019 mengandung dua jenis kategori yaitu kategori isu dan kategori bentuk pemberitaan. Unsur teks isi pesan yang diteliti dalam media online Tempo.co adalah bentuk paragraf dari pemberitaan yang mengangkat isu pelarangan cadar dan celana cingkrang.

Pada kategori isu terdapat enam kategori yaitu wacana pelarangan cadar dan celana cingkrang, kebijakan aturan berpakaian di instansi pemerintah, kritikan terhadap wacana pelarangan cadar dan celana cingkrang, dukungan terhadap wacana pelarangan cadar dan celana cingkrang, permintaan maaf Fachrul Razi, dan radikalisme berkaitan dengan pola pikir, tidak terkait dengan pakaian. Sedangkan kategori bentuk terdapat tiga kategori yaitu favorable, unfavorable, dan netral.

1. Simpulan Analisis Isi Berdasarkan Isu Pemberitaan

Dari analisis pada bab sebelumnya, disimpulkan kategori isu pemberitaan yang paling dominan terdapat pada kategori kritikan terhadap

wacana pelarangan cadar dan celana cingkrang sebanyak 58 paragraf atau sekitar 24% dari total paragraf. Tempo.co menaganggap pemberitaan kategori isu ini sangat penting dibandingkan dengan kategori lainnya. Tempo.co menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara demokrasi dimana adanya keterlibatan publik dalam pengambilan keputusan dan publik berhak mengkritisi kebijakan yang diwacanakan pemerintah.

2. Simpulan Analisis Isi Berdasarkan Bentuk Pemberitaan

Pada kesimpulan analisis kategori bentuk pemberitaan, tiga kategori yang paling dominan adalah kategori bentuk unfavorable (38.66%).

Hasil temuan pada kategori bentuk selaras dengan hasil temuan data kategori isu yang dominan muncul. Temuan dari hasil kedua jenis kategori tersebut terlihat bahwa Tempo.co menunjukkan sikap tidak mendukung terhadap pelarangan cadar dan celana cingkrang. Sehingga kategori bentuk pemberitaan unfavorable menjadi paling dominan dan diikuti oleh kategori favorable dan netral.

3. Simpulan Analisis Isi Kategori Isu Berdasarkan Bentuk Pemberitaan

Pada temuan data kategori isu berdasarkan bentuk pemberitaan yang paling dominan adalah

kategori kritikan terhadap wacana pelarangan cadar dan celana cingkrang dengan frekuensi 58 paragraf yang disampaikan secara unfavorable sebanyak 57 paragraf dan netral berjumlah satu paragraf. Tidak ditemukan paragraf berbentuk favorable pada kategori isu ini. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh paragraf dalam pemberitaan Tempo.co mengenai kategori isu ini menggambarkan sikap tidak mendukung terhadap pelarangan cadar dan celana cingkrang.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai analisis isi pemberitaan pelarangan cadar dan celana cingkrang di Tempo.co, maka penulis dapat mengemukakan saran sebagai berikut:

1. Teruntuk media online Tempo.co, peneliti berharap supaya tetap menjadi media pemberitaan online yang kredibel dan penyambung aspirasi masyarakat. Tempo.co telah konsisten memuat berita perkembangan isu pelarangan cadar dan celana cingkrang dengan membarui berita-berita sebelumnya.

2. Sebagai khalayak yang mengonsumsi berita dari media online Tempo.co akan lebih baik jika pembaca dapat memfilter dan mencerna suatu isu yang diberitakan. Masyarakat diminta tidak serta

merta menerima informasi yang diberitakan media, tanpa menyeleksi dengan teliti. Pembaca berita hendaknya bijaksana dalam menggunakan media online yang mengutamakan kecepatan, sehingga banyak fakta-fakta baru muncul dan disampaikan di berita selanjutnya. Selain itu, berita juga bisa dijadikan sumber ilmu melalui pemberitaan yang mengandung penjelasan tentang radikalisme.

90

DAFTAR PUSTAKA

Buku:

Birowo, M. Antonius. 2004. Metode Penelitian Komunikasi Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Gitanyali.

Bulaeng, Andi. 2004. Metode Penelitian Komunikasi Kontemporer. Yogyakarta: Andi.

Bungin, Burhan. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu- Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

Cahya, Inung. 2018. Menulis Berita di Media Massa. Yogyakarta:

Citra Aji Parama.

Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Eriyanto. 2011. Analisis Isi Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu-ilmu Sosial Lainnya.

Jakarta: Kencana.

Fikri, M. 2015. Konflik Agama dan Konstruksi New Media.

Malang: UB Press.

Harahap, Arifin S. 2018. Manajemen Pemberitaan dan Jurnalistik TV. Jakarta: Indeks.

Ishak, Saidulkarnain. 2014. Jurnalisme Modern. Jakarta: Kompas Gramedia.

Kountur, Rony. 2003. Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis. Jakarta: PPM.

Krippendorff, Klaus. 1993. Analisis Isi Pengantar Teori dan Metodologi Terjemaha. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Kriyanto, Rachmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi.

Jakarta: Kencana.

Lubis, Akhyar Yusuf. 2016. Filsafat Ilmu Klasik Hingga Kontemporer. Jakarta: Rajawali Pers.

Mohamad, Goenawan. 2014. Seandainya Saya Wartawan TEMPO. Jakarta: Tempo Publishing.

Romli, Asep Syamsul M. 2018. Jurnalistik Online Panduan Mengelola Media Online. Bandung: Nuansa Cendekia.

Ruane, Janet M. 2013. Dasar-dasar Metode Penelitian: Panduan Riset Ilmu Sosial. Bandung: Nusa Media.

Sevilla, Consuelo G. dkk. 1993. Pengantar Metode Penelitian.

Jakarta: UI Press.

Suhandang, Kustadi. 2016. Pengantar Jurnalistik Seputar Organisasi, Produk, dan Kode Etik. Bandung: Nuansa Cendekia.

Tamburaka, Apriadi. 2012. Agenda Setting Media Massa. Jakarta:

RajaGrafindo Persada.

Wibisono, Koento. 1982. Arti Perkembangan Menurut Filsafat Positivisme Auguste Comte. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Wiranggani, Panjalu. 2017. Demokrasi. Yogyakarta: Relasi Inti Media.

Artikel Jurnal:

Andiko, Toha. (2018). Larangan Bercadar di Perguruan Tinggi Perspektif Sadd Al-Dzari’ah. Jurnal Madania. 22(1), 116- 122.

Hadi, Ido Prijana. (2009). Perkembangan Teknologi Komunikasi dalam Era Jurnalistik Modern. Jurnal Ilmiah SCRIPTURA. 3(1), 74.

Miski. (2017). Fenomena Meme Hadis Celana Cingkrang dalam Media Sosial. Jurnal Multikultural. 16(2), 295-299.

Rahman, Alif Fathur dan Syafiq, Muhammad. (2017). Motivasi, Stigma dan Coping Stigma pada Perempuan Bercadar.

Jurnal Psikologi Teori dan Terapan. 7(2), 104.

Rasyid, Lisa Aisiyah dan Bukido, Rosdalina. (2018). Problematika Hukum Cadar dalam Islam: Sebuah Tinjauan Normatif- Historis. Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah. 16(1), 76-82.

Ratri, Lintang. (2011). Cadar Media dan Identitas Perempuan Muslim. 39(2), 29-37.

Syeikh, Abdul Karim. (2019). Pemakaian Cadar dalam Perspektif Mufassirin dan Fuqaha’. Jurnal Al-Mu’ashirah. 16(1), 49- 50.

Referensi Pendukung:

Kusnandar, Viva Budy. (2019, September 25). Indonesia, Negara dengan Penduduk Muslim Terbesar Dunia. Diambil

kembali dari databoks:

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/09/25/ind onesia-negara-dengan-penduduk-muslim-terbesar-dunia Jayani, Dwi Hadya. (2019, September 9). Berapa Pengguna

Internet di Indonesia?. Diambil kembali dari databoks:

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/09/09/ber apa-pengguna-internet-di-indonesia

Hendartyo, Muhammad. (2019, November 1). Kontroversi Fachrul Razi: Dari Cadar Hingga Celana Cingkrang.

Diambil kembali dari tempo.co:

https://nasional.tempo.co/read/1266942/kontroversi- fachrul-razi-dari-cadar-hingga-celana-

cingkrang/full&view=ok

Rahma, Andita. (2019, November 3). Kemenag akan Minta Masukan Soal Larangan Cadar - Celana Cingkrang.

Diambil kembali dari tempo.co:

https://nasional.tempo.co/read/1267699/kemenag-akan- minta-masukan-soal-larangan-cadar-celana-

cingkrang/full&view=ok

Adyatama, Egi. (2019, November 1). Wacana Larangan Cadar untuk ASN, Ma'ruf Amin: Untuk Kedisiplinan. Diambil

kembali dari tempo.co:

https://nasional.tempo.co/read/1267238/wacana-larangan- cadar-untuk-asn-maruf-amin-untuk-

kedisiplinan/full&view=ok

Antara. (2019, November 1). PBNU Tak Sepakat Wacana Pelarangan Cadar dari Menag Fachrul Razi. Diambil

kembali dari tempo.co:

https://nasional.tempo.co/read/1267193/pbnu-tak-sepakat- wacana-pelarangan-cadar-dari-menag-fachrul-

razi/full&view=ok

Ningtyas, Ika. (2019, Juni 25).Tempo.co Jadi Finalis Global Fact- Check Award 2019. Diambil kembali dari tempo.co:

https://nasional.tempo.co/read/1217968/tempo-co-jadi- finalis-global-fact-check-award-2019/full&view=ok Dewanpers. (2011, November 15). Rancangan Pedoman

Pemberitaan Media Siber. Diambil kembali dari dewanpers:

https://dewanpers.or.id/berita/detail/607/rancangan- pedoman-pemberitaan-media-siber

Maxmanroe.com. Pengertian Radikalisme, Sejarah, Ciri-Ciri, Penyebab Radikalisme. Diambil kembali dari maxmanroe.com:

https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian- radikalisme.html

Tempo Media Group. Sejarah Tempo. Diambil kembali dari tempo media group: https://www.tempo.id/corporate.php

Tempo.co. (2020, September 15). Tempo.co (PT Info Media Digital). Diambil kembali dari tempo.co:

https://www.tempo.co/about

95

LAMPIRAN

Juri 2 (Rayhan Bayruni)

Juri 3 (Imamatul Silfia)

Dokumen terkait