BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.2 Pembahasan
5.2.1 Intervensi Fisik
a. Papan Wicara Larangan Buang Sampah Sembarangan
Papan wicara adalah papan yang bertuliskan informasi tentang kesehatan, kebersihan, aturan dan lain lain. Papan wicara sering digunakan masyarakat agar warga yang berada di daerah tersebut sadar akan pentingnya hal yang disampaikan atau tertulis di papan wicara tersebut jika memang yang tertulis adalah sesuatu yang positif, dan ketika papan wicara sudah terpasang diharapkan masyarakat yang berada di daerah tersebut sadar. Adapun manfaat yang didapat ketika membuat papan wicara sebagai berikut; 1) Media informasi; 2) Wadah kreatifitas; 3) Menanamkan kebiasaan membaca; 4) Pengisi waktu dan 5) Melatih kecerdesan berfikir (Huda, et al., 2019).
Pengadaan papan wicara larangan buang sampah sembarangan di desa Kalukubodo bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa Kalukubodo terhadap pentingnya menjaga lingkungan karena sampah yang berserakan dapat menjadi penyebab berbagai macam jenis penyakit. Larangan buang sampah sembarangan ditulis dalam bahasa Makassar sebagai bahasa sehari-hari masyarakat desa Kalukubodo dan dikerjakan dalam waktu sehari yaitu pada kamis, 13 Januari 2022. Terdapat dua titik pemasangan papan wicara yaitu Jl.
Poros Desa Kalukubodo yang merupakan jalan yang sering dilalui masyarakat dan papan wicara tersebut dipasang tepat di lahan yang digunakan masyarakat untuk membuang sampah namun sering berserakan di jalan karena mayoritas masyarakat hanya membuang asal sampah pada lahan tersebut. Titik kedua pemasangan papan wicara adalah di pertigaan dekat kantor desa yang merupakan jalan yang paling sering dilalui masyarakat sekitar terlebih lokasi tersebut berada di lokasi yang ramai sehingga mudah dilihat oleh masyarakat sekitar.
Berdasarkan hasil observasi dari 2 titik pemasangan papan wicara di desa Kalukubodo, kedua papan wicara masih terpasang dengan baik hingga akhir kegiatan PBL II.
b. Senam Bersama
Rematik merupakan penyakit autoimun ketika sistem imun pada tubuh seseorang menyerang sel-sel tubuhnya sendiri. Dalam hal ini, area persendian adalah area yang diserang oleh sistem imun pengidap rheumatoid arthritis. Akibatnya, peradangan kronik dan rasa nyeri yang hebat pada sendi-sendiyang terserang terjadi. Rheumatoid arthritis yang terus berkembang bisa menyebabkan kerusakan dan perubahan bentuk permanen pada sendi. Akibatnya pergerakan sendi mulai terbatas dan fungsi sendi bisa hilang sepenuhnya. Rematik merupakan penyakit yang familiar. Banyak orang yang mengeluhkan tentang penyakit yang biasanya diawali dengan gejala sakit pada bagian persendian. Sebagian orang tidak mengetahui bahwa rematik bisa membuat kecatatan, ketidakmampuan (disabilitas), menurunkan kualitas hidup Nurwulan (2017). Rematik dapat mengancam jiwa penderitannya atau hanya menimbulkan gangguan kenyamanan dan masalah yang disebabkan oleh penyakit rematik tidak hanya berupa keterbatasan yang tampak jelas pada mobilitas hingga terjadi hal yang paling ditakuti yaitu menimbulkan kecatatan, seperti kelumpuhan gangguan aktifitas hidup sehari-hari tetapi efek sistemik yang tidak
jelas dapat menimbulkan kegagalan organ dan kematian atau mengakibatkan masalah seperti rasa nyeri.
Senam merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah penyakit rematik. Senam bersama yang dilakukan di kantor desa Kalukubodo ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam beraktivitas fisik. Senam ini diadakan di sore hari pada tanggal 9 Januari 2022. Senam bersama ini mendapat respon positif oleh masyarakat sekitar terbukti dengan partisipasi masyarakat desa Kalukubodo terutama Ibu-Ibu desa Kalukubodo. Selain itu, anak anak dan mahasiswa KKN 107 juga turut hadir dalam pelaksanaan senam bersama ini.
Senam bersama juga rutin dilaksanakan di kantor desa Kalukubodo pada hari jumat pagi bersama Ibu-Ibu di TK yang ada di sebelah kantor desa Kalukubodo. Namun, kegiatan senam ini hanya diikuti oleh Ibu-Ibu yang sedang menunggu anaknya pulang sekolah.
Kegiatan senam bersama ini biasanya dilakukan setelah anak-anak TK selesai melaksanakan senam bersama sebelum masuk kelas pada hari jumat pagi.
c. Poster 7 Langkah CTPS
Poster adalah suatu media publikasi yang memadukan antara tulisan, gambar, atau kombinasi keduanya dengan tujuan untuk memberikan informasi kepada khalayak. Poster yang dipasang di SDN 81 Kalukubodo berisi tentang 7 langkah cuci tangan pakai sabun (CTPS). Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan perilaku yang telah terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan flu burung, bahkan disarankan untuk mencegah penularan influenza. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah, sederhana dan dapat dilakukan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Survey di lapangan menunjukkan menurunnya angka ketidakhadiran anak karena sakit yang disebabkan
oleh penyakitpenyakit tersebut di atas setelah di intervensi dengan CTPS (Depkes RI, 2009).
Pemasangan poster 7 langkah CTPS di SDN 81 Kalukubodo dilakukan setelah penyuluhan 7 langkah CTPS di kelas 5 SDN 81 Kalukubodo. Poster berukuran kertas A4 yang telah dilaminating tersebut berisi informasi mengenai 7 langkah CTPS dalam bentuk gambar yang didesain sendiri. Informasi mengenai 7 langkah CTPS tersebut diambil dari World Health Organization atau WHO. Poster tersebut terpasang di 8 titik dengan izin kepala sekolah SDN 81 Kalukubodo yaitu di kelas 2 (titik 1), kelas 3 (titik 2), kelas 4 (titik 3), kelas 5 (titik 4), kelas 6 (titik 5), tempat cuci tangan (titik 6,7,8). Pada awalnya, poster terpasang di setiap kelas di SDN 81 Kalukubodo dari mulai kelas 1 hingga kelas 6 dan 2 poster lainnya dipasang di tempat cuci tangan. Namun, kurangnya ruang kosong untuk pemasangan poster di kelas 1 membuat satu poster dipindahkan ke tempat cuci tangan. Pemasangan poster di titik-titik tersebut diharapkan dapat mempermudah siswa untuk mengingat 7 langkah CTPS sehingga dapat membiasakan diri dengan CTPS.
Berdasarkan hasil observasi, 8 poster 7 langkah CTPS di SDN 81 Kalukubodo masih terpasang dengan baik hingga akhir kegiatan PBL II.