BAB 3 TINJAUAN KASUS
3.4 Intervensi Keperawatan
Tabel 2.1 Intervensi Keperawatan Diagnosa
Keperawatan SLKI SIKI
Diagnosis Luaran Intervensi
Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi
Luaran utama : Tingkat Kepatuhan Tujuan setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan Tingkat Kepatuhuan dengan hasil :
Verbalisasi kemauan memenuhi program perawatan atau pengobatan
Verbalisasi
mengikuti anjuran
Perilaku mengikuti program
perawatan/pengobata n
Perilaku menjalankan anjuran
Luaran tambahan :
Intervensi utama : Manajemen nyeri observasi :
Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
Terapeutik :
Jadwalkan pemberian pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan Terapeutik :
Jelaskan factor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
Ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
Memonitor keberhasilan terapi komplementer
Risiko komplikasi penyakit/ masalah kesehatan
Ketidakpatuhan berhubungan dengan
ketidakadekuata n pemahaman
Luaran utama : Tingkat Kepatuhan Tujuan setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan Tingkat Kepatuhuan dengan hasil :
Merbalisasi
kemauan memenuhi program perawatan atau pengobatan
Verbalisasi
mengikuti anjuran
Perilaku mengikuti program
perawatan/pengobat an
Perilaku
menjalankan anjuran
Observasi :
Identifikasi kepatuhan menjalani program pengobatan
terapeutik :
Buat komitmen menjalani program dengan baik
Buatkan jadwal
pendampingan keluarga untuk bergantian menemani pasien selama menjalani program pengobatan, jika perlu
Dokumentasikan aktivitas selama menjalani proses pengobatan
edukasi :
Informasikan program pengobatan yang harus dijalani
Informasikan manfaat yang akan diperoleh jika teratur menjalankan program
2.3.5 Implementasi
Implementasi adalah pelaksanaan tindakan terencana yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan rencana asuhan pasien secara optimal. Intervensi perawatan meliputi intervensi mandiri (independen), interdependen/kooperatif dan intervensi rujukan/dependen. (Tartowo & Wartonah,2015)
A : Analisa
Baik itu masalah yang sudah ada, diagnosis keperawatan, atau masalah/diagnosis baru yang timbul dari perubahan kesehatan pasien, data dirinci dalam data subjektif dan objektif
P : Planning
Rencana keperawatan yang dilanjutkan, dihentikan, dimodifikasi, atau ditambahkan ke rencana tindakan keperawatan yang ditentukan, yaitu intervensi yang menunjukkan data hasil yang memuaskan yang tidak memerlukan intervensi berulang.
2.3.7 Pohon Masalah
Gambar 2.1 Pathway Hipertensi Faktor predisposisi :
usia, jenis
kelamin, merokok, stress, kurang
olahraga, genetic, alcohol,
konsentrasi garam, obesitas
HIPERTENSI
Tekanan sistemik darah
↑ Tekanan Tekanan sistemik darah ↑ sistemik darah ↑
Aliran darah makin
cepat keseluruhan tubuh sedangkan
nutrisi dalam sel sudah mencukupi
kebutuhan
Perubahan situasi
Ketidakpatuhan Perilaku Yang
Melanggar Aturan
Defisiensi Pengetahuan Informasi yang
minim
Tabel 3.2 Pengkajian Riwayat Kesehatan Pada Klien 1 Dengan Klien 2
Keluhan utama
Tn.B Ny.K
Px mengeluh sering pusing saat duduk terlalu lama
Px mengeluhkan sakit kepala dan kepalanya pusing saat setelah dibuat untuk
berjalan
Riwayat Kesehatan Saat
Ini
Px mengeluh sering pusing dan lemas jika dibuat berdiri setelah duduk terlalu lama.
Saat ditanya px merasakan pusingnya seperti mau jatuh, dengan terpusat di kepala bagian tengah ,saat ditanya pusingnya kualitas pusingya 1-10 px menjawab yaitu 3 untuk kualitas pusingnya, dan saat dibuat rebahan pusingnya terasa berkurang.
Saat ditanya tentang penyakit hipertensi, pasien tidak mengetahui tentang penyakit, penatalaksaan dan penanganannya. Pasien juga sering bergadang dan jarang minum air putih dan juga sering minum kopi.
Px merasakan lelah dan pusing saat sakit kepala , Saat ditanya nyeri kepalanya seperti apa katanya seperti cenut-cenut dan berputar- putar kepalanya di bagian belakang, saat ditanya tentang nyerinya 1-10 px menjawab 3 ,dengan rasa hilang timbul. Tidak hanya nyeri kepala saja px juga mengeluhkan nyeri pada punggungnya saat dibuat berjalan.
Riwayat Kesehatan Sebelumnya
Riwayat Penyakit Sebelumnya
Riwayat Penyakit Sebelumnya
Px mengatakan mempunyai riwayat sakit sebelumnya yaitu penyakit Parkinson
Px mengatakan mempunyai riwayat hipertensi dan asam urat
Riwayat Alergi Riwayat Alergi
Klien mengatakan tidak Klien mengatakan tidak
mempunyai alergi dari obat ataupun makanan dan minuman.
mempunyai alergi dari obat ataupun makanan dan minuman.
Riwayat Operasi Riwayat Operasi Klien mengatakan tidak
mempunyai riwayat operasi
Klien mengatakan tidak mempunyai riwayat operasi Riwayat Jatuh Riwayat Jatuh
Px. Mengatakan pernah jatuh saat menderita penyakit Parkinson
Px mengatakan pernah jatuh saat naik sepeda
Riwayat Kesehatan
Keluarga
Px mengatakan keluarganya tidak pernah ada sakit bawaan apapun
Px mengatakan keluarganya mempunyai penyakit
bawaan yaitu hipertensi Perilaku Yang
Mempengaruhi Kesehatan
Px mengatakan Pasien juga sering bergadang dan jarang minum air putih dan juga sering minum kopi.
Px mengatakan bahwa masih memakan makanan yang tinggi kadar garam/
asin Pengetahuan
Klien Tentang Penyakitnya
Px mengatakan tidak tahu tentang penyakit
hipertensinya karena beliau bilang hanya mempunyai riwayat penyakit Parkinson bukan hipertensi, Saat ditanya tentang penyakit hipertensi, pasien tidak mengetahui tentang
penyakit, penatalaksaan dan penanganannya. Pasien juga sering bergadang dan jarang minum air putih dan juga sering minum kopi.
Px mengatakan mengetahui penyakit hipertensinya
Gambar 3.3 Keterangan Genogram
Tabel 3.3 Penjelasan Genogram Pada Klien 1 Dengan Klien 2
Tn.B Ny.K
Klien menikah dengan istrinya yang melahirkan 3 orang anak, ketiganya berjenis kelamin laki-laki dan sama sama sudah menikah. Klien tinggal satu rumah dengan istrinya dan anak pertamanya. Anak pertamanya sudah menikah dan memiliki 1 orang anak berjenis kelamin laki – laki, Anak ke 2 dan ke 3 tinggal bersama istrinya masing - masing dan belum memiliki anak.
Klien menikah dengan suaminya yang melahirkan 2 orang anak, anak pertama berjenis kelamin laki-laki sedangkan anak kedua berjenis kelamin perempuan dan sama - sama sudah menikah. Klien tinggal satu rumah dengan anak pertamanya beserta istrinya yang memiliki 2 orang anak, keduanya berjenis kelamin laki-laki, sedangkan anak yang kedua tinggal bersama suami memiliki 2 orang anak, yakni anak yang pertama berjenis kelamin laki – laki, anak yang kedua berjenis kelamin perempuan.
Keterangan
: Pasien Perempuan : Pasien Laki-laki : Perempuan : Laki – Laki : Tinggal Serumah
Tabel 3.6 Pengkajian Pemeriksaan Fisik Pada Klien 1 Dengan Klien 2
Keadaan Umum
Tn.B Ny.K
Px merasakan pusing dan lemas saat setelah dibuat duduk lama dan langsung berdiri, juga terdapat pembengkokan pada tulang belakang
Px sering merasakan sakit kepala dan pusing jika terlalu banyak dibuat gerak dan setelah bergerak merasakan lemas
Tanda Vital - Tensi: 170/90 mmHg - Tensi: 190/100 mmHg
- Suhu: 36.0 °C (Lokasi Pengukuran: Aksila) - Nadi: 100x/menit (Lokasi
Perhitungan: Nadi Brachialis)
- Respirasi: 22x/menit - Spo2: 94
- Suhu: 36.5 °C (Lokasi Pengukuran : Aksila) - Nadi: 90x/menit (Lokasi
Perhitungan : Nadi Brachialis)
- Respirasi: 23x/menit - Spo2: 96
Sistem Pernafasan
(B1)
- Inspeksi : Bentuk dada simetris, irama nafas teratur, tidak terdapat retraksi otot bantu nafas, tidak terdapat alat bantu nafas, tidak terdapat nyeri dada saat bernapas, tidak terdapat batuk.
- Palpasi : Susunan ruas tulang belakang simetris kanan kiri, vocal fremitus seimbang kanan kiri - Perkusi : Perkusi thorax
sonor
- Auskultasi : Suara napas vesikuler (tidak ada suara nafas tambahan).
- Inspeksi : Bentuk dada simetris, irama nafas teratur, tidak terdapat retraksi otot bantu nafas, tidak terdapat alat bantu nafas, tidak terdapat nyeri dada saat bernapas, tidak terdapat batuk.
- Palpasi : Susunan ruas tulang belakang simetris kanan kiri, vocal fremitus seimbang kanan kiri - Perkusi : Perkusi thorax
sonor
- Auskultasi : Suara napas vesikuler (tidak ada suara nafas tambahan).
Sistem Kardiovaskuler
(B2)
- Inspeksi : Irama jantung teratur, tidak ada sianosis, tidak ada clubbing finger.
- Palpasi : Ictus Cordis teraba kuat.
- Perkusi : Pekak.
- Auskultasi : Bunyi jantung S1 S2 tunggal, tidak ada
- Inspeksi : Irama jantung teratur, tidak ada sianosis, tidak ada clubbing finger.
- Palpasi : Ictus Cordis teraba kuat.
- Perkusi : Pekak.
- Auskultasi : Bunyi jantung S1 S2 tunggal, tidak ada
bunyi jantung tambahan. bunyi jantung tambahan.
Sistem Persyarafan
(B3)
- Inspeksi : kesadaran composmentis dengan GCS : E : 4, V : 5, M : 6, orientasi baik, tidak kejang, istirahat tidur siang malam kurang (sebelum sakit tidur siang 2 jam, tidur malam 9 jam.
Saat sakit tidur siang 1 jam, malam 7 jam) tidur sering terbangun,, tidak ada kelainan nervous cranialis, pupil isokor, refleks cahaya normal, - Palpasi: Tidak terdapat
kaku kuduk, tidak mengalami brudzinsky.
- Inspeksi : kesadaran
composmentis dengan GCS : E : 4, V : 5, M : 6,
orientasi baik, tidak kejang, istirahat tidur siang malam kurang (sebelum sakit tidur siang 2 jam, tidur malam 9 jam. Saat sakit tidur siang 1 jam, malam 7 jam) tidur sering terbangun, tidak ada kelainan nervous cranialis, pupil isokor, refleks cahaya normal.
- Palpasi : Tidak terdapat kaku kuduk, tidak mengalami brudzinsky.
Sistem Genetourinaria
(B4)
Bentuk alat kelamin tidak terkaji, alat kelamin bersih, frekuensi berkemih 5× / hari, jumlah urin 1500ml / 24jam, bau khas, warna urine agak kekuningan.
Bentuk alat kelamin tidak terkaji, alat kelamin bersih, frekuensi berkemih 4× / hari, jumlah urin 1500ml / 24jam, bau khas, warna urine agak kekuningan.
Sistem Pencernaan
(B5)
- Inspeksi : Mulut simetris, mukosa bibir lembab, bentuk bibir normal, gigi bersih, kebiasaan gosok gigi 2×1 / hari, tenggorokan normal, kebiasaan BAB 1x dalam sehari dengan konsistensi lembek, warna
- Inspeksi : Mulut simetris, mukosa bibir lembab, bentuk bibir normal, gigi bersih, kebiasaan gosok gigi 2×1 / hari, tenggorokan normal, kebiasaan BAB 1x dalam sehari dengan konsistensi lembek, warna feses agak
feses agak kecoklatan, bau khas, tempat yang
digunakan WC / toilet, tidak terdapat pemakaian obat pencahar,
- Palpasi : Tidak terdapat pembesaran tonsil, tidak terdapat tegang abdomen, tidak terdapat kembung, tidak terdapat nyeri tekan pada abdomen
- Perkusi : Suara timpani - Auskultasi : Suara bising usus 25×/menit.
kecoklatan, bau khas, tempat yang digunakan WC / toilet, tidak terdapat pemakaian obat pencahar,
- Palpasi : Tidak terdapat pembesaran tonsil, tidak terdapat tegang abdomen, tidak terdapat kembung, tidak terdapat nyeri tekan pada abdomen
- Perkusi : Suara timpani - Auskultasi : Suara bising usus 24×/menit.
Sistem Muskuloskelet
al dan Integumen
(B6)
Kemampuan pergerakan tubuh pada px (ROM) klien menurun (terbatas),
kekuatan otot menurun pada kedua kakinya 4,4, tidak terdapat fraktur, tidak terdapat dislokasi, tidak terdapat luka, akral hangat, lembap, turgor elastis, CRT
< 3 detik, tidak terdapat oedema, kemampuan klien melakukan ADL yaitu parsial ketika berjalan di bantu, terdapat kifosis pada tulang punggung sehingga sulit bergerak bebas.
Kemampuan pergerakan tubuh pada px (ROM) klien menurun (terbatas), kekuatan otot menurun pada kedua kakinya 4,4, tidak terdapat fraktur, tidak terdapat
dislokasi, tidak terdapat luka, akral hangat, lembap, turgor elastis, CRT < 2 detik, tidak terdapat oedema, kemampuan klien melakukan ADL yaitu parsial ketika berjalan menggunakan tongkat, terdapat kifosis pada tulang punggung sehingga sulit bergerak bebas.
Sistem Penginderaan
Mata Mata
Bentuk mata simetris, Bentuk mata simetris,
(B7) konjungtiva tidak anemis, sklera putih, tidak terdapat oedema pada palpebra, tidak terdapat strabismus,
ketajaman penglihatan kalau malam pandangan buram, tidak terdapat alat bantu penglihatan.
konjungtiva tidak anemis, sklera putih, tidak terdapat oedema pada palpebra, tidak terdapat strabismus,
ketajaman penglihatan kalau malam pandangan buram, tidak terdapat alat bantu penglihatan
Hidung Hidung
Bentuk hidung normal, mukosa hidung lembab, tidak terdapat sekret, ketajaman penciuman normal.
Bentuk hidung normal, mukosa hidung lembab, tidak terdapat sekret, ketajaman penciuman normal.
Telinga Telinga
Bentuk simetris, tidak terdapat keluhan, ketajaman pendengaran normal, tidak terdapat alat bantu.
Bentuk simetris, tidak terdapat keluhan, ketajaman pendengaran normal, tidak terdapat alat bantu.
Perasa Perasa
Klien dapat merasakan rasa manis, pahit, asam, asin.
Klien dapat merasakan rasa manis, pahit, asam, asin.
Peraba Peraba
Peraba klien masih normal. Peraba klien masih normal.
Sistem Endokrin (B8)
- Inspeksi : Tidak terdapat banyak keringat, poldipsi, polifagi, poliuri, tidak terdapat luka gangrene, tidak terdapat karakteristik luka gangrene, tidak terdapat lokasi gangrene - Palpasi : Tidak terdapat
- Inspeksi : Tidak terdapat banyak keringat, poldipsi, polifagi, poliuri, tidak
terdapat luka gangrene, tidak terdapat karakteristik luka gangrene, tidak terdapat lokasi gangrene
- Palpasi : Tidak terdapat
pembesaran kelenjar thyroid, tidak terdapat pembesaran limfe, tidak terdapat kelenjar parotis
pembesaran kelenjar thyroid, tidak terdapat pembesaran limfe, tidak terdapat kelenjar parotis
3.2 Analisa Data
Tabel 3.8 Analisa Data Pada Pada Klien 1 Dengan Klien 2
No Data Etiologi Masalah
Tn.B 1 Data subjektif:
Px mengeluh sering pusing dan lemas jika dibuat berdiri setelah duduk terlalu lama Data objektif:
1. TTV : TD : 190/100 Suhu : 36,5 C Nadi : 100 x/mnt
Hipertensi
Meningkatnya tekanan darah
Merasa Lemas
Frekuensi Jantung Meningkat
Tidak Bisa Melakukan Aktivitas
Intoleransi Aktivitas (D.0056)
2 Data subjektif:
1. px mengatakan tidak tahu tentang penyakit
hipertensinya karena beliau bilang hanya mempunyai riwayat penyakit
Hipertensi
Perubahan situasi
informasi yang minim
Defisit pengetahuan (D.0111) Intoleransi
Aktivitas
Parkinson bukan hipertensi
Data objektif:
1. Pasien sering bergadang dan jarang minum air putih dan juga sering minum kopi
Defisit Pengetahuan
No Data Etiologi Masalah Ny.K
1 Data subjektif:
Px merasakan lelah dan pusing saat sakit kepala
Data objektif:
2. Px tampak kecapekan saat dibuat
beraktivitas 3. TTV :
TD : 190/100 Suhu : 36,5 C Nadi : 90 x/mnt Saturasi : 96 x/mnt
Hipertensi Makanan tiinggi
Lemak jenuh Metabolisme lemak jenuh Produksi lemak jenuh (LDL)
Dislipidemia Artheroklerosis Gangguan sirkulasi
Keletihan (D.0057)
2 Data subjektif:
px mengatakan Tidak hanya nyeri kepala saja px juga mengeluhkan nyeri pada
punggungnya saat dibuat berjalan.
Data objektif:
1. Memonitoring TTV
Degenaratif fungsi tubuh Degeneratif fungsi
muskuluskeletal Nyeri sendi, kaku sendi,
kram Nyeri
Gangguan Mobilitas Fisik
(D.0054)
Gangguan Mobilitas Fisik
Keletihan
Hasil:
TD :190/100 mmHg N : 90x/mnt
S : 36,5 RR : 23x/mnt
3.3 Diagnosa Keperawatan
Tabel 3.9 Diagnosa Keperawatan Pada Klien 1 Dengan Klien 2
Tn.B Ny.K
Nyeri Akut berhubungan dengan Agen pencedera Fisiologis dibuktikan dengan Tekanan darah pasien meningkat
Nyeri Akut berhubungan dengan Agen pencedera Fisiologis
dibuktikan dengan Tekanan darah pasien meningkat
3.4 Intervensi Keperawatan
Tabel 3.10 Intervensi Keperawatan Pada Klien 1 Dengan Klien 2 N
o
Diagnosa Keperawata
n
Tujuan / Kriteria Hasil
Intevensi
Tn.B 1 Nyeri Akut
berhubungan dengan Agen pencedera Fisiologis dibuktikan dengan
Setelah dilakukan perawatan 2x kunjungan,
diharapkan Tingkat Nyeri px menurun kriteria hasil : 1. Keluhan nyeri
Obsevasi
1. Identifikasi lokasi,
karateristik,durasi,frekuensi,kualit as intensitas nyeri
Terapeutik
1. Fasilitasi istirahat dan tidur
Tekanan darah pasien meningkat
menurun 2. Kesulitan tidur
menurun 3. Meringis
menurun
Edukasi
1. Jelaskan teknik nonfamakologi untuk mengurangi nyeri
Ny.K 1 Nyeri Akut
berhubungan dengan Agen pencedera Fisiologis dibuktikan dengan Tekanan darah pasien meningkat
Setelah dilakukan perawatan 2x kunjungan,
diharapkan Tingkat Tingkat Nyeri px menurun kriteria hasil :
1. Keluhan nyeri menurun 2. Kesulitan
tidur menurun 3. Meringis
menurun
Obsevasi
1. Identifikasi lokasi,
karateristik,durasi,frekuensi,kualit as intensitas nyeri
Terapeutik
1. Fasilitasi istirahat dan tidur Edukasi
1. Jelaskan teknik nonfarmkologi untuk mengurangi risiko yang dapat mempengaruhi nyeri.